wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Olahraga

Total questions: 99

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sebuah pertandingan, tim A selalu gagal melakukan fast break karena pemain yang membawa bola terlalu lama menggiring sebelum mengoper. Jika Anda sebagai kapten tim, keputusan apa yang paling tepat untuk meningkatkan efektivitas fast break?

a)

A. Menambah durasi latihan fisik

b)

B. Mengurangi jumlah operan saat fast break

c)

C. Menerapkan pola passing cepat setelah rebound

d)

D. Mengutamakan tembakan jarak jauh

e)

E. Mengganti pemain yang menggiring bola

2.

Ketika melakukan lay-up dari sisi kanan, Budi terus gagal karena bola sering memantul terlalu keras pada papan. Apa solusi taktis terbaik bagi Budi?

a)

A. Menggunakan tangan kiri

b)

B. Mengurangi sudut lompatan

c)

C. Mengurangi kecepatan saat langkah dua

d)

D. Melompat lebih cepat sebelum langkah dua

e)

E. Menembak langsung tanpa menggunakan papan

3.

Saat tim B menerapkan zone defense, Rudi mengalami kesulitan menembus area pertahanan. Apa strategi paling efektif untuk mengatasi hal tersebut?

a)

A. Meningkatkan dribble ke area tengah

b)

B. Melakukan tembakan half-court

c)

C. Memanfaatkan passing cepat untuk menciptakan celah

d)

D. Menggiring bola lebih lama

e)

E. Menunggu pemain lawan lengah

4.

Pada latihan, seorang pemain terlalu sering melakukan travelling karena salah menghitung langkah setelah menerima bola. Tindakan pembina yang paling tepat adalah…

a)

A. Memberinya hukuman fisik

b)

B. Mengajarkan fake move terlebih dahulu

c)

C. Melatih teknik pivot dan footwork

d)

D. Menyuruhnya bermain dengan tempo cepat

e)

E. Mengubah posisi bermainnya

5.

Dalam serangan 3-on-2, pemain depan memaksa melakukan tembakan meskipun ada rekan yang lebih bebas. Keputusan terbaik yang seharusnya ia ambil adalah…

a)

A. Menembak karena jumlah pemain unggul

b)

B. Mengoper kepada pemain yang kosong

c)

C. Menggiring ke arah lawan

d)

D. Mundur ke belakang

e)

E. Menunggu lawan menutup celah

6.

Tim A selalu kalah rebound karena pemain tidak melakukan box-out. Apa langkah strategis untuk memperbaikinya?

a)

A. Melatih lompatan saja

b)

B. Menambah tinggi ring

c)

C. Mengajarkan posisi badan sebelum bola turun

d)

D. Menambah porsi latihan passing

e)

E. Mengurangi jumlah tembakan

7.

Dalam pertandingan, seorang pemain melakukan foul saat mencoba merebut bola dari belakang. Apa tindakan korektif terbaik?

a)

A. Tidak bermain agresif

b)

B. Merampas bola dari samping atau depan

c)

C. Menghindari defense

d)

D. Menunggu bola hilang sendiri

e)

E. Mendorong pemain lawan

8.

Tim C selalu gagal mencetak poin dari perimeter karena timing tembakan buruk. Langkah taktis yang paling tepat adalah…

a)

A. Menambah intensitas dribble

b)

B. Melatih set shoot dengan ritme yang benar

c)

C. Menghindari tembakan jarak jauh

d)

D. Mempercepat tempo pertandingan

e)

E. Menambah jumlah pemain depan

9.

Dalam sebuah fast break, Ardi ragu mengambil keputusan antara melakukan lay-up atau mengoper. Apa keputusan paling tepat jika lawan menutup jalur kiri tetapi kanan terbuka?

a)

A. Mengoper ke belakang

b)

B. Menghentikan dribble

c)

C. Menyerang melalui jalur kanan

d)

D. Tembakan jarak jauh

e)

E. Berbalik arah

10.

Pada saat inbound, tim sering kehilangan bola karena tidak bisa keluar dari tekanan (pressing). Solusi terbaik adalah…

a)

A. Menggiring langsung ke tengah lapangan

b)

B. Membuat pola screen untuk melepas pemain

c)

C. Melempar bola jauh ke ring lawan

d)

D. Mengubah formasi menjadi zone

e)

E. Menunggu waktu habis

11.

Pemain A kebingungan setiap menghadapi pick and roll lawan. Tindakan defensif paling tepat adalah…

a)

A. Lari meninggalkan area

b)

B. Menembus screen

c)

C. Melakukan switch atau hedging

d)

D. Menjaga jarak jauh

e)

E. Mendorong screener

12.

Ketika 24-second shot clock hampir habis, keputusan serangan terbaik adalah…

a)

A. Mengreset serangan

b)

B. Menggiring bola memutari lapangan

c)

C. Melakukan tembakan cepat

d)

D. Mundur dan menunggu lawan

e)

E. Melakukan inbound

13.

Riko melakukan jump shot tetapi selalu terblok. Evaluasi terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi tinggi lompatan

b)

B. Menembak tanpa melompat

c)

C. Meningkatkan release point

d)

D. Menggiring lebih lama

e)

E. Melakukan passing saja

14.

Tim A kesulitan menembus paint area karena pemain lawan bertubuh besar. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Memaksa masuk paint

b)

B. Menembak dari half-court

c)

C. Menggunakan strategi drive and kick

d)

D. Menunggu lawan lengah

e)

E. Tidak melakukan serangan

15.

Jika pemain terlalu sering kehilangan bola saat crossover, pelatih sebaiknya…

a)

A. Menghilangkan latihan dribble

b)

B. Melatih kontrol bola dan body balance

c)

C. Menambah durasi istirahat

d)

D. Hanya melatih lay-up

e)

E. Menambah ukuran bola

16.

Saat free throw, pemain terlalu sering gagal karena posisi kaki tidak stabil. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Melompat lebih tinggi

b)

B. Mengubah irama dribble

c)

C. Menjaga keseimbangan dan lebar pijakan

d)

D. Mengganti gaya tembakan

e)

E. Mengayun bola lebih cepat

17.

Dalam serangan, pemain bingung antara melakukan cut atau screen. Keputusan terbaik ditentukan oleh…

a)

A. Warna jersey lawan

b)

B. Posisi rekan dan bek lawan

c)

C. Kecepatan dribble

d)

D. Tinggi ring

e)

E. Penonton

18.

Jika pemain lawan menerapkan man-to-man ketat, strategi ofensif yang paling tepat adalah…

a)

A. Tidak bergerak

b)

B. Melakukan isolasi atau give and go

c)

C. Berhenti menggiring

d)

D. Mundur ke belakang

e)

E. Bermain zone offense

19.

Tim A selalu kelelahan sebelum quarter berakhir. Keputusan pelatih untuk menanggulangi ini adalah…

a)

A. Mengurangi latihan fisik

b)

B. Melatih conditioning dan rotasi pemain

c)

C. Tidak melakukan substitusi

d)

D. Menghentikan serangan

e)

E. Membiarkan pemain istirahat lama

20.

Pemain sering melakukan double dribble. Solusi latihan terbaik adalah…

a)

A. Dribble dengan dua bola

b)

B. Melempar bola terus menerus

c)

C. Melatih stop-and-go

d)

D. Menggiring bola sambil berjalan mundur

e)

E. Mengubah ukuran lapangan

21.

Jika tim kesulitan melakukan tembakan karena tekanan lawan, strategi yang tepat adalah…

a)

A. Shot clock violation

b)

B. Menambah jumlah pivot

c)

C. Melakukan ball movement lebih cepat

d)

D. Menggiring lebih lama

e)

E. Bertahan saja

22.

Dalam defense, pemain sering tertipu fake move lawan. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Tidak bergerak

b)

B. Fokus pada pinggul lawan

c)

C. Menatap bola terus menerus

d)

D. Melihat tangan lawan

e)

E. Menutup mata

23.

Tim A selalu gagal melakukan jump ball. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Meningkatkan teknik lompatan dan timing

b)

B. Mengurangi tinggi lompatan

c)

C. Mengandalkan keberuntungan

d)

D. Mengubah posisi pemain

e)

E. Tidak ikut jump ball

24.

Jika pemain lawan unggul postur, strategi terbaik bagi pemain kecil adalah…

a)

A. Menghindar

b)

B. Bermain lebih keras

c)

C. Menggunakan kecepatan dan agility

d)

D. Memaksa adu badan

e)

E. Bermain pasif

25.

Ketika shot selection tim buruk, langkah pelatih seharusnya…

a)

A. Memberi kebebasan menembak

b)

B. Melatih pola serangan terstruktur

c)

C. Melarang semua tembakan

d)

D. Memperbesar bola

e)

E. Mengurangi latihan passing

26.

Seorang catcher sering gagal menangkap bola pitch yang melengkung karena ia selalu bergerak terlambat. Keputusan terbaik yang harus dilakukan adalah…

a)

A. Mengubah posisi berdiri menjadi lebih jauh

b)

B. Melatih pembacaan arah bola sejak dilepas pitcher

c)

C. Menunggu bola memantul lalu ditangkap

d)

D. Menggunakan glove yang lebih kecil

e)

E. Mengurangi fokus pada pitcher

27.

Saat melakukan batting, Dita selalu gagal karena ayunannya terlalu cepat dibanding datangnya bola. Solusi terbaik untuk memperbaikinya adalah…

a)

A. Mempercepat langkah kaki

b)

B. Memperlambat timing ayunan

c)

C. Mengurangi putaran pinggul

d)

D. Berdiri lebih dekat dengan pitcher

e)

E. Tidak melakukan follow-through

28.

Tim defense sering gagal melakukan double play karena lemparan antarbasenya tidak akurat. Apa strategi yang tepat?

a)

A. Meningkatkan kecepatan lari pemain

b)

B. Latihan khusus lemparan pendek dan cepat

c)

C. Mengurangi jumlah latihan tangkap bola

d)

D. Mengubah posisi semua pemain

e)

E. Menghindari bola terbang

29.

Seorang pitcher mengalami masalah kontrol bola sehingga banyak bola keluar zona strike. Tindakan yang paling tepat adalah…

a)

A. Menambah kecepatan pitch

b)

B. Menghafal zona strike

c)

C. Melatih keseimbangan dan gerak awal pitch

d)

D. Merubah ukuran bola

e)

E. Mengurangi latihan

30.

Pemain outfield terlambat mengambil bola fly ball karena ia selalu menunggu bola turun. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Berlari ke depan sebelum bola dilepas

b)

B. Membaca arah bola sejak awal dan melakukan drop step

c)

C. Menunggu bola memantul

d)

D. Tidak bergerak hingga bola dekat

e)

E. Menjatuhkan glove

31.

Dalam situasi dua out, seorang pelari ragu antara maju ke base berikutnya atau tetap di base. Keputusan terbaik berdasarkan situasi adalah…

a)

A. Tetap diam di base

b)

B. Selalu berlari tanpa melihat bola

c)

C. Berlari jika bola dipukul jauh

d)

D. Menunggu pitcher melempar

e)

E. Berlari meskipun bola dekat

32.

Tim sering mengizinkan lawan memperoleh banyak run karena koordinasi antar pemain infield buruk. Solusi strategi terbaik adalah…

a)

A. Mengubah semua pemain

b)

B. Latihan komunikasi dan pembagian tugas

c)

C. Menghindari lemparan panjang

d)

D. Meningkatkan latihan lari

e)

E. Menambah pelatih baru

33.

Budi melakukan sliding tetapi selalu terlambat sehingga terkena tag. Perbaikan paling efektif adalah…

a)

A. Sliding lebih jauh dari base

b)

B. Melatih timing dan kecepatan lari

c)

C. Tidak melakukan sliding

d)

D. Menunggu bola dilempar lalu lari

e)

E. Mengurangi kecepatan saat mendekati base

34.

Seorang pemain memukul bola grounder tetapi ia justru melihat ke arah penonton sehingga terlambat lari ke first base. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Tidak memukul bola

b)

B. Lari sambil menatap penonton

c)

C. Fokus berlari ke base setelah kontak bola

d)

D. Menunggu bola berhenti

e)

E. Menghindari grounder

35.

Tim kesulitan menangkap bola line drive karena pemain selalu menunduk sebelum bola tiba. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Menutup mata

b)

B. Menjaga posisi glove tetap di depan mata

c)

C. Berdiri terlalu jauh

d)

D. Melompat tanpa melihat bola

e)

E. Menunggu bola memantul

36.

Catchers sering gagal melakukan throw ke second base karena melempar terlalu lambat. Perbaikan paling tepat adalah…

a)

A. Memperbesar glove

b)

B. Fokus pada rotasi pinggang dan langkah kaki cepat

c)

C. Melempar tanpa memegang bola

d)

D. Menunggu pelari sampai dekat

e)

E. Mengurangi power lemparan

37.

Dalam situasi bunt, pitcher selalu terlambat mengambil bola. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Menunggu catcher mengambil bola

b)

B. Melatih reaksi cepat dan langkah awal

c)

C. Melempar bola lebih pelan

d)

D. Membiarkan bola lewat

e)

E. Mengubah posisi base

38.

Tim offense sering gagal karena pelari tidak memahami sinyal pelatih base coach. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengganti pelatih

b)

B. Menghilangkan sinyal

c)

C. Melatih pemahaman dan komunikasi sinyal

d)

D. Membebaskan pemain berlari sesuka hati

e)

E. Mengurangi jumlah pemain

39.

Pemain melakukan lemparan ke home plate meskipun ada peluang mudah untuk out di first base. Kesalahan ini menunjukkan kurangnya…

a)

A. Kemampuan fisik

b)

B. Pengambilan keputusan situasional

c)

C. Kecepatan berlari

d)

D. Peralatan yang baik

e)

E. Jarak pandang

40.

Saat bola menuju outfield, dua pemain hampir bertabrakan karena tidak ada yang memanggil bola. Tindakan terbaik untuk menghindari kejadian tersebut adalah…

a)

A. Tidak ada yang mengambil bola

b)

B. Membiarkan bola jatuh

c)

C. Melatih komunikasi dan pemanggilan bola

d)

D. Mengganti pemain outfield

e)

E. Merapat ke infield

41.

Base runner terlambat membaca bola wild pitch sehingga tidak bisa maju ke next base. Latihan terbaik adalah…

a)

A. Menunggu infielder bergerak

b)

B. Melatih reaksi terhadap bola lepas

c)

C. Tidak melihat bola

d)

D. Berjalan saja

e)

E. Membiarkan catcher mengejar bola

42.

Pitcher lawan sering melempar bola curve sehingga pemukul kesulitan membaca arah bola. Strategi batting yang tepat adalah…

a)

A. Tidak mengayun sama sekali

b)

B. Mengambil langkah maju ke arah pitcher

c)

C. Membaca putaran bola lebih awal

d)

D. Menutup mata saat memukul

e)

E. Mengayun ke arah mana saja

43.

Pemain gagal melakukan catch karena glove-nya terlalu rendah saat bola fly ball datang. Perbaikan yang tepat adalah…

a)

A. Mengangkat glove di atas kepala

b)

B. Menunggu bola memantul

c)

C. Menurunkan kepala

d)

D. Melompat tanpa melihat bola

e)

E. Tidak memakai glove

44.

Dalam permainan, seorang pemain melempar bola ke baseman yang tidak siap sehingga bola meleset jauh. Evaluasi terbaik adalah…

a)

A. Baseman tidak fokus

b)

B. Kurang komunikasi antara pemain

c)

C. Bola terlalu licin

d)

D. Pitcher salah melempar

e)

E. Lapangan terlalu luas

45.

Saat melakukan relay throw, pemain sering lambat memindahkan bola dari glove ke tangan. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi ukuran glove

b)

B. Melatih teknik transfer bola cepat

c)

C. Menghindari bola cepat

d)

D. Menunggu rekan mendekat

e)

E. Melompat sebelum melempar

46.

Runner terlalu cepat meninggalkan base sebelum pitcher melepaskan bola sehingga dianggap out. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Berlari lebih cepat

b)

B. Memperhatikan gerakan pitcher sebelum start

c)

C. Tidak berlari lagi

d)

D. Mundur dari permainan

e)

E. Lari acak

47.

Saat situasi sacrifice bunt, pemukul malah memukul keras bola. Kesalahan ini disebabkan kurangnya…

a)

A. Kemampuan lari

b)

B. Pemahaman taktik permainan

c)

C. Kemampuan melempar

d)

D. Kekuatan tangan

e)

E. Luas lapangan

48.

Catcher gagal men-tag pelari karena posisi tubuh terlalu ke belakang. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Membungkuk lebih rendah

b)

B. Membiarkan pelari lewat

c)

C. Menutup mata

d)

D. Menunggu bola memantul

e)

E. Berlari menjauh

49.

Outfielder tidak dapat mengejar bola grounder cepat karena langkah awal lambat. Program terbaik adalah…

a)

A. Melatih drop step dan sprint awal

b)

B. Tidak mengejar bola

c)

C. Menggunakan glove lebih besar

d)

D. Mengubah posisi base

e)

E. Menunggu bola berhenti

50.

Saat bola dipukul tinggi, seorang pemain infield justru berlari ke belakang padahal bola jatuh di depan. Kesalahan tersebut terjadi karena kurangnya…

a)

A. Kecepatan

b)

B. Pengamatan terhadap lintasan bola

c)

C. Kekuatan lengan

d)

D. Komunikasi

e)

E. Peralatan

51.

Dalam lomba 100 meter, seorang sprinter terlambat bereaksi terhadap bunyi start karena ia terlalu tegang. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi latihan teknik

b)

B. Berlatih reaction drill dengan simulasi start

c)

C. Menunggu pelari lain bergerak

d)

D. Mengubah gaya start menjadi berdiri

e)

E. Tidak menggunakan starting block

52.

Seorang pelari kehilangan kecepatan di 20 meter terakhir karena ayunan lengannya melemah. Tindakan perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Memperlambat langkah

b)

B. Mengurangi gerakan tangan

c)

C. Melatih arm drive untuk menjaga ritme

d)

D. Menurunkan kepala hingga finish

e)

E. Menghentikan napas

53.

Riko keluar dari lintasan saat berlari karena tubuhnya condong berlebihan ke satu sisi. Penyebab utama kesalahan ini adalah…

a)

A. Sepatu terlalu keras

b)

B. Kesalahan teknik keseimbangan dan koreksi langkah

c)

C. Kurangnya kecepatan

d)

D. Terlalu banyak minum

e)

E. Tidak mendengar starter

54.

Dalam latihan, seorang atlet memulai lari dengan langkah terlalu panjang sehingga lambat untuk mendapatkan momentum awal. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengabaikan start

b)

B. Menggunakan langkah pendek dan cepat pada fase akselerasi

c)

C. Melompat pada start

d)

D. Mengurangi ayunan tangan

e)

E. Tidak menggunakan starting block

55.

Pelari sering kehilangan kecepatan karena menengok ke kanan-kiri saat berlari. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Menutup mata saat berlari

b)

B. Melatih fokus pandangan lurus ke depan

c)

C. Mengurangi langkah

d)

D. Memperpendek lintasan

e)

E. Mengubah arah lari

56.

Sprinter gagal menambah kecepatan pada fase pertengahan lomba karena postur tubuh masih terlalu membungkuk. Tindakan terbaik adalah…

a)

A. Tetap menunduk hingga finish

b)

B. Mengangkat badan secara bertahap masuk fase top speed

c)

C. Menurunkan ayunan tangan

d)

D. Berlari zig-zag

e)

E. Mengurangi power

57.

Dalam lomba 200 meter, pelari kehilangan kontrol saat masuk tikungan karena melangkah terlalu lebar. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi kecepatan secara drastis

b)

B. Melangkah lebih pendek dan condong ke dalam tikungan

c)

C. Melangkah ke arah luar lintasan

d)

D. Tidak menggunakan sepatu spikes

e)

E. Mengangkat lutut lebih tinggi

58.

Seorang atlet merasa cepat kelelahan pada 100 meter. Analisis terbaik adalah...

a)

A. Sprint membutuhkan stamina aerob

b)

B. Tekniknya kurang efisien terutama saat akselerasi

c)

C. Start terlalu cepat

d)

D. Lintasan terlalu panjang

e)

E. Sepatu terlalu ringan

59.

Fase finish seorang sprinter tidak maksimal karena ia melompat ke garis finish. Perbaikan yang paling tepat adalah…

a)

A. Berhenti sebelum garis finish

b)

B. Mencondongkan badan ke depan dengan kontrol

c)

C. Melompat lebih jauh

d)

D. Memperbesar langkah secara mendadak

e)

E. Menutup ayunan tangan

60.

Atlet sering menginjak garis lintasan saat berlari. Penyebab paling logis adalah….

a)

A. Lintasan salah dicat

b)

B. Kurangnya koordinasi langkah dan kontrol tubuh

c)

C. Angin terlalu kencang

d)

D. Pelari lain terlalu cepat

e)

E. Sepatu terlalu licin

61.

Seorang pelari kehilangan kecepatan karena terlalu sering mengambil napas. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Tidak bernapas sama sekali

b)

B. Mengatur ritme napas agar stabil tanpa mengganggu ayunan

c)

C. Menghirup udara saat start saja

d)

D. Menutup mulut saat sprint

e)

E. Mengurangi kekuatan ayunan tangan

62.

Atlet gagal mencapai kecepatan puncak karena lutut tidak terangkat cukup tinggi. Solusi terbaik untuk memperbaiki hal ini adalah…

a)

A. Melatih high knee drill

b)

B. Mengurangi latihan kekuatan

c)

C. Menurunkan postur berlari

d)

D. Menghindari lari cepat

e)

E. Tidak menggunakan spikes

63.

Dalam lomba estafet, pelari kedua selalu kehilangan waktu karena lambat mengambil tongkat. Penyebab utama adalah…

a)

A. Start terlalu cepat

b)

B. Kurang memahami timing zona tukar

c)

C. Tongkat terlalu berat

d)

D. Lintasan terlalu sempit

e)

E. Pelari pertama terlalu lambat

64.

Seorang atlet lambat bereaksi saat menerima tongkat karena melihat ke belakang terlalu lama. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Tidak melihat sama sekali

b)

B. Menggunakan teknik visual pass

c)

C. Menggunakan teknik non-visual pass

d)

D. Menghentikan lari saat menerima

e)

E. Mengangkat tangan lebih tinggi

65.

Pelari estafet menjatuhkan tongkat karena jarak tangan penerima terlalu jauh. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengubah ukuran tongkat

b)

B. Melatih jangkauan lengan yang benar di zona tukar

c)

C. Penerima menunggu di luar zona

d)

D. Pelari pertama berhenti

e)

E. Mengangkat tongkat terlalu tinggi

66.

Atlet kehilangan ritme lari saat memasuki zona percepatan. Penyebabnya adalah…

a)

A. Terlalu cepat berakselerasi

b)

B. Tidak ada koordinasi antara kecepatan dan langkah

c)

C. Terlalu banyak melihat penonton

d)

D. Udara terlalu panas

e)

E. Lintasan licin

67.

Pelari memperlambat lari saat mencapai garis finish karena mengira lomba sudah selesai. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi kecepatan lebih awal

b)

B. Fokus tetap berakselerasi hingga melewati garis

c)

C. Menutup mata saat mendekati finish

d)

D. Berlari sambil mundur

e)

E. Berhenti tepat di garis

68.

Atlet tidak stabil pada fase akselerasi karena tubuh terlalu tegak. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Membungkuk 90 derajat

b)

B. Konsisten menjaga kemiringan tubuh 45–60 derajat di awal

c)

C. Tidak menggunakan start block

d)

D. Mengurangi power kaki

e)

E. Berlari tanpa ayunan tangan

69.

Pelari merasa kehilangan tenaga di awal lomba karena melakukan start terlalu eksplosif. Langkah perbaikan…

a)

A. Mengurangi dorongan awal dan menyesuaikan tempo

b)

B. Tidak menggunakan start block

c)

C. Berlari dengan satu kaki

d)

D. Mengurangi ayunan tangan

e)

E. Melambat sepanjang lomba

70.

Atlet tidak mampu mengejar pelari lain karena tidak masuk fase top speed dengan benar. Penyebab utama adalah…

a)

A. Fase akselerasi terlalu pendek

b)

B. Fase akselerasi terlalu panjang

c)

C. Lintasan licin

d)

D. Dorongan start berlebihan

e)

E. Gerakan tangan tidak digunakan

71.

Pelari sering terpeleset pada start basah. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Menggunakan start berdiri

b)

B. Mengatur posisi kaki agar lebih stabil pada block

c)

C. Mengurangi kekuatan start

d)

D. Tidak ikut lomba

e)

E. Menurunkan tubuh ke tanah

72.

Seorang atlet kesulitan mempertahankan kecepatan karena pinggul terlalu rendah. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Meningkatkan kekuatan otot glutes dan teknik hip drive

b)

B. Mengurangi kecepatan

c)

C. Mengangkat tangan lebih tinggi

d)

D. Berlari zigzag

e)

E. Tidak menapak kaki

73.

Pelari gagal mempertahankan ritme karena langkah tidak konsisten. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi panjang lintasan

b)

B. Melatih tempo run untuk menjaga irama

c)

C. Berlari dengan mata tertutup

d)

D. Mengayun tangan lebih kuat

e)

E. Tidak menggunakan spikes

74.

Atlet tidak bisa menyalip lawan karena memilih posisi lintasan paling dalam, yang sempit. Keputusan terbaik adalah…

a)

A. Tetap berlari di jalur itu

b)

B. Menyalip dari kiri atau luar sesuai aturan perlombaan

c)

C. Menyalip dengan mendorong lawan

d)

D. Mundur beberapa meter

e)

E. Mengubah arah lari ke samping

75.

Dalam lomba estafet, tim kehilangan waktu karena pelari tidak menyesuaikan kecepatan saat masuk zona tukar. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Melatih acceleration zone secara berulang

b)

B. Menghindari passing

c)

C. Menunggu pelari pertama berhenti

d)

D. Menambah ukuran tongkat

e)

E. Menggunakan jalur berbeda

76.

Seorang atlet didiskualifikasi karena kedua kakinya terangkat dari tanah secara bersamaan. Perbaikan teknik terbaik adalah…

a)

A. Memperlambat lari

b)

B. Menjaga kontak kaki secara terus-menerus dengan tanah

c)

C. Melompat lebih rendah

d)

D. Memusatkan pandangan ke belakang

e)

E. Mengurangi ayunan tangan

77.

Atlet berjalan terlalu cepat sehingga lutut tidak lurus saat kontak awal. Perbaikan teknik adalah…

a)

A. Menghindari langkah panjang

b)

B. Meluruskan lutut pada fase kontak sebelum ditarik

c)

C. Mengurangi ayunan tangan

d)

D. Mengurangi kecepatan secara total

e)

E. Menekuk lutut lebih dalam

78.

Pelari sering kehilangan ritme karena langkah terlalu panjang. Tindakan terbaik adalah…

a)

A. Menggunakan langkah pendek dan cepat

b)

B. Menambah panjang langkah

c)

C. Tidak menggerakkan tangan

d)

D. Berjalan sambil melompat

e)

E. Menurunkan pandangan

79.

Atlet berjalan dengan tubuh terlalu condong ke depan. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Mencondongkan lebih jauh

b)

B. Mengembalikan postur tubuh tegak rileks

c)

C. Membelokkan tubuh

d)

D. Mengangkat tangan tinggi

e)

E. Berjalan mundur

80.

Atlet mendapatkan peringatan karena hentakan kakinya terlalu keras saat mendarat. Ini menandakan…

a)

A. Kesalahan pada fase dorongan

b)

B. Kurang efisiennya fase kontak dan roll kaki

c)

C. Lintasan terlalu keras

d)

D. Sepatu tidak cocok

e)

E. Kurangnya kekuatan

81.

Kecepatan atlet menurun karena ayunan tangan terlalu rendah. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengayunkan tangan lebih tinggi dan sejajar ritme langkah

b)

B. Tidak menggerakkan tangan

c)

C. Mengayunkan tangan ke belakang saja

d)

D. Mengunci tangan di pinggang

e)

E. Menekuk siku 180 derajat

82.

Atlet sering menekuk lutut terlalu dini setelah kaki menyentuh tanah. Hal ini menyebabkan…

a)

A. Denda

b)

B. Diskualifikasi

c)

C. Kehilangan kontak visual

d)

D. Pelanggaran teknik straight knee

e)

E. Napas pendek

83.

Atlet berjalan dengan langkah tak teratur karena tidak menguasai ritme. Solusi paling tepat adalah…

a)

A. Mengurangi latihan

b)

B. Melatih cadence (irama langkah) secara berulang

c)

C. Tidak menggunakan sepatu

d)

D. Berjalan santai

e)

E. Menurunkan kecepatan drastis

84.

Pelanggaran lifting terjadi ketika…

a)

A. Ayunan tangan terlalu kuat

b)

B. Pinggul terlalu rendah

c)

C. Kedua kaki tidak menyentuh tanah sesaat

d)

D. Napas terputus

e)

E. Menengok ke belakang

85.

Atlet kehilangan kecepatan karena pinggul tidak bergerak dengan baik. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Melatih rotasi pinggul untuk memperpanjang langkah

b)

B. Menggunakan langkah pendek saja

c)

C. Menutup ayunan tangan

d)

D. Tidak menapak tumit

e)

E. Berjalan menyamping

86.

Seorang atlet sering terjegal sendiri karena langkahnya menyilang. Penyebabnya adalah…

a)

A. Kelebihan tenaga

b)

B. Kurangnya koordinasi dan penempatan kaki

c)

C. Sepatu terlalu berat

d)

D. Lintasan sempit

e)

E. Tidak ada hakim lomba

87.

Atlet terlalu cepat meningkatkan kecepatan sehingga teknik berantakan. Perbaikan terbaik…

a)

A. Menambah panjang langkah

b)

B. Meningkatkan kecepatan bertahap sambil menjaga teknik

c)

C. Mengabaikan teknik

d)

D. Melompat sambil berjalan

e)

E. Tidak mengayunkan tangan

88.

Atlet kehilangan keseimbangan saat berbelok. Penyebab utama adalah…

a)

A. Lutut terkunci

b)

B. Langkah terlalu lebar di tikungan

c)

C. Ayunan tangan terlalu besar

d)

D. Terlalu banyak minum

e)

E. Pinggul terlalu tinggi

89.

Atlet merasakan nyeri karena tumit menghentak terlalu keras pada permukaan. Perbaikan terbaik adalah

a)

A. Mengurangi kekuatan hentakan tumit

b)

B. Menjejak ujung kaki dahulu

c)

C. Mengunci lutut

d)

D. Berjalan ke belakang

e)

E. Tidak mengayunkan tangan

90.

Atlet sering menurunkan kepala saat lelah. Hal ini menyebabkan…

a)

A. Pandangan lebih fokus

b)

B. Kehilangan keseimbangan dan ritme

c)

C. Langkah semakin panjang

d)

D. Teknik semakin baik

e)

E. Kecepatan meningkat

91.

Atlet berjalan dengan bahu terlalu tegang. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengangkat bahu lebih tinggi

b)

B. Mengendurkan bahu agar ritme tubuh rileks

c)

C. Mengunci siku

d)

D. Membungkuk lebih dalam

e)

E. Berhenti mengayun tangan

92.

Atlet sering dilanggar hakim karena lutut tidak lurus saat menyentuh tanah. Pelanggaran ini disebut…

a)

A. Loss of control

b)

B. Bent knee

c)

C. Double stride

d)

D. Cross step

e)

E. Overstride

93.

Atlet merasa langkah terlalu berat karena tidak menggunakan pinggul dengan baik. Latihan terbaik adalah…

a)

A. Hip mobility dan hip rotation drill

b)

B. Tidak menggunakan sepatu

c)

C. Mengurangi kekuatan kaki

d)

D. Mengangkat tangan tinggi

e)

E. Menurunkan kepala

94.

Atlet sering kehilangan koordinasi napas saat berjalan cepat. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Berhenti bernapas

b)

B. Mengatur pola napas yang ritmis dengan langkah

c)

C. Menghirup udara hanya lewat hidung

d)

D. Menahan napas

e)

E. Tidak menggunakan ayunan tangan

95.

Atlet mendapatkan peringatan dari juri karena lengannya bergerak terlalu lebar. Solusi terbaik adalah…

a)

A. Mengunci siku

b)

B. Menjaga ayunan tangan tetap sempit dan efisien

c)

C. Tidak mengayunkan tangan

d)

D. Mengangkat tangan ke atas

e)

E. Menggunakan beban tambahan

96.

Atlet menjadi cepat lelah karena langkahnya menghentak dan tidak mengalir. Penyebab utama adalah…

a)

A. Terlalu banyak minum

b)

B. Roll kaki dari tumit ke ujung kaki tidak berjalan baik

c)

C. Kurangnya konsumsi gula

d)

D. Tidak memakai topi

e)

E. Mengangkat tangan terlalu tinggi

97.

Atlet berjalan dengan kecepatan tinggi tetapi tidak mengontrol posisi pinggul. Akibatnya adalah…

a)

A. Kecepatan meningkat

b)

B. Risiko pelanggaran teknik dan keseimbangan terganggu

c)

C. Bahu menjadi rileks

d)

D. Langkah lebih efisien

e)

E. Ritme lebih cepat

98.

Seorang atlet berjalan dengan sudut kaki masuk ke dalam (in-toeing). Hal ini dapat menyebabkan…

a)

A. Laju makin cepat

b)

B. Langkah menyilang dan risiko cedera

c)

C. Napas semakin efisien

d)

D. Pinggul kuat

e)

E. Lari tanpa kelelahan

99.

Atlet sering kehilangan konsistensi kecepatan di kilometer akhir lomba jalan cepat. Perbaikan terbaik adalah…

a)

A. Mengurangi konsumsi air

b)

B. Melatih endurance dan pacing agar stabil

c)

C. Mengunci lutut

d)

D. Memperlebar langkah secara tiba-tiba

e)

E. Mengurangi ayunan tangan