NEW
Font size
WorksheetsMateri Ergonomi – Soal Pilihan Ganda
Total questions: 70
Worksheet time: 35mins
Seorang engineer industri ingin menganalisis urutan kegiatan sejak bahan baku diterima hingga produk selesai dibuat, tanpa memperhatikan detail waktu. Jenis peta kerja yang paling tepat digunakan adalah ...
Peta Aliran Proses
Peta Proses Operasi
Peta Tangan Kanan dan Kiri
Peta Orang dan Mesin
Pada sebuah bengkel perakitan, ditemukan banyak aktivitas menunggu dan perpindahan material yang tidak efisien. Peta kerja yang paling tepat untuk mengidentifikasi masalah tersebut adalah ...
Operation Process Chart
Two Hand Process Chart
Flow Process Chart
Man Machine Chart
Peta tangan kanan dan tangan kiri digunakan terutama untuk ...
Menentukan waktu baku
Menganalisis keseimbangan kerja mesin
Menganalisis gerakan kerja manual operator
Menentukan kapasitas produksi
Dalam suatu studi lapangan, seorang operator melakukan perakitan kecil menggunakan kedua tangan, namun salah satu tangan sering menganggur. Masalah ini paling tepat dianalisis menggunakan ...
Peta Aliran Proses
Peta Orang dan Mesin
Peta Proses Operasi
Peta Tangan Kanan dan Kiri
Peta orang dan mesin (Man Machine Chart) digunakan untuk menunjukkan ...
Hubungan antara waktu kerja dan allowance
Hubungan kerja simultan antara operator dan mesin
Urutan gerakan tangan operator
Aliran material dalam pabrik
Dalam kondisi satu operator mengoperasikan dua mesin sekaligus, peta kerja yang paling sesuai untuk mengetahui waktu menganggur operator dan mesin adalah ...
Flow Process Chart
Operation Process Chart
Man Machine Chart
Two Hand Process Chart
Simbol kegiatan transportasi (→) pada peta aliran proses menunjukkan ...
Perubahan bentuk produk
Perpindahan material atau objek dari satu tempat ke tempat lain
Proses pemeriksaan kualitas
Kegiatan penyimpanan
Tujuan utama penggunaan peta kerja dalam perancangan sistem kerja adalah ...
Menentukan sistem pengupahan
Menghitung biaya produksi
Mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas tidak bernilai tambah
Menentukan beban kerja fisiologis
Dalam studi kasus di pabrik, setelah dibuat peta proses operasi, ditemukan terlalu banyak aktivitas inspeksi. Tindakan perbaikan yang paling sesuai berdasarkan analisis peta kerja adalah ...
Menambah jumlah operator
Mengurangi jumlah mesin
Menyederhanakan atau menggabungkan proses inspeksi
Menambah waktu allowance
Perbedaan utama antara peta proses operasi dan peta aliran proses terletak pada ...
Jenis simbol yang digunakan
Fokus analisis pada operator
Tingkat detail aktivitas yang ditampilkan
Tujuan pengukuran waktu kerja
Dalam sebuah stasiun perakitan manual, operator sering melakukan gerakan menjangkau jauh untuk mengambil komponen kecil. Berdasarkan prinsip ekonomi gerakan, perbaikan yang PALING tepat adalah ...
Menambah waktu istirahat operator
Mempercepat tempo kerja operator
Menempatkan komponen dalam jangkauan normal tangan
Mengurangi jumlah elemen kerja
Studi gerak bertujuan utama untuk ...
Menentukan waktu baku kerja
Mengukur produktivitas tenaga kerja
Menghilangkan gerakan tidak perlu dan menyederhanakan metode kerja
Menentukan allowance kerja
Salah satu prinsip ekonomi gerakan yang berkaitan dengan penggunaan tubuh manusia adalah ...
Tata letak tempat kerja harus simetris
Kedua tangan sebaiknya mulai dan selesai gerakan secara bersamaan
Mesin harus bekerja otomatis
Alat kerja harus berwarna cerah
Dalam pengamatan motion study, ditemukan operator sering memutar badan untuk mengambil alat kerja. Berdasarkan prinsip tata letak, perbaikan terbaik adalah ...
Memberikan kursi ergonomis
Mengurangi target produksi
Mengatur ulang posisi alat agar berada di depan operator
Menambah jumlah operator
Hubungan yang paling tepat antara studi gerak dan pengukuran waktu kerja adalah ...
Studi gerak dilakukan setelah waktu baku ditetapkan
Studi gerak dan pengukuran waktu adalah metode yang sama
Studi gerak digunakan untuk memperbaiki metode sebelum dilakukan pengukuran waktu
Pengukuran waktu lebih penting daripada studi gerak
Dalam analisis peta tangan kanan dan tangan kiri, prinsip ekonomi gerakan menyarankan agar ...
Satu tangan bekerja sementara tangan lain diam
Gerakan tangan dominan lebih banyak digunakan
Kedua tangan bekerja secara seimbang dan simultan
Gerakan tangan dikurangi seminimal mungkin
Berikut ini yang BUKAN termasuk manfaat penerapan motion study adalah ...
Mengurangi kelelahan operator
Meningkatkan efisiensi metode kerja
Menentukan sistem insentif langsung
Memperbaiki tata letak kerja
Dalam studi kasus industri, setelah dilakukan motion study, jumlah elemen gerak berkurang namun waktu kerja tidak banyak berubah. Analisis yang PALING logis terhadap kondisi ini adalah ...
Motion study gagal diterapkan
Operator bekerja terlalu lambat
Gerakan yang dihilangkan bukan gerakan dominan penyumbang waktu
Waktu baku sudah terlalu kecil
Prinsip ekonomi gerakan yang berkaitan dengan peralatan dan mesin adalah ...
Menggunakan gerakan tangan sebanyak mungkin
Menggunakan gaya otot besar untuk pekerjaan ringan
Memanfaatkan alat bantu dan mekanisasi bila memungkinkan
Menghindari penggunaan jig dan fixture
Seorang analis ingin meningkatkan produktivitas tanpa menambah operator atau mesin. Pendekatan motion study yang PALING tepat adalah ...
Menambah jam kerja
Menghilangkan waktu allowance
Menyederhanakan dan mengombinasikan elemen gerak kerja
Menaikkan target produksi
Dalam studi waktu dengan metode stopwatch, seorang analis membagi pekerjaan menjadi beberapa elemen kerja. Tujuan utama pembagian elemen kerja tersebut adalah ...
Mempermudah perhitungan allowance
Memudahkan penilaian rating factor
Mengidentifikasi variasi waktu tiap elemen dan meningkatkan ketelitian pengukuran
Mengurangi jumlah siklus pengamatan
Seorang analis mencatat waktu siklus rata-rata sebesar 2,4 menit dengan rating factor 110%. Jika allowance sebesar 15%, maka waktu baku yang benar adalah ...
2,48 menit
2,76 menit
3,03 menit
3,32 menit
Dalam studi stopwatch, variasi waktu antar siklus sangat besar. Tindakan PALING tepat yang harus dilakukan analis adalah ...
Mengurangi jumlah pengamatan
Mengganti metode stopwatch dengan PMTS
Menambah jumlah siklus pengamatan dan meninjau pembagian elemen kerja
Langsung menentukan waktu baku
Metode continuous timing pada stopwatch study lebih disukai dibanding snapback timing karena ...
Lebih mudah digunakan oleh pemula
Mengurangi kesalahan pembacaan waktu elemen
Tidak memerlukan pembagian elemen kerja
Tidak memerlukan rating factor
Dalam kondisi operator bekerja terlalu cepat karena merasa diawasi, bias yang terjadi pada pengukuran waktu kerja disebut ...
Sampling error
Hawthorne effect
Fatigue error
Systematic error
Tujuan utama penggunaan metode work sampling dibandingkan metode stopwatch adalah ...
Mengukur waktu elemen kerja secara detail
Menentukan waktu baku secara langsung
Mengetahui proporsi waktu aktivitas tertentu dalam periode kerja
Menghilangkan kebutuhan allowance
Dalam work sampling, pengamatan dilakukan secara acak untuk ...
Mempercepat proses pengamatan
Mengurangi waktu studi
Menghindari bias pengamatan dan meningkatkan validitas data
Memudahkan pencatatan data
Dari 500 pengamatan work sampling, 350 pengamatan menunjukkan operator bekerja produktif. Estimasi persentase waktu produktif operator adalah ...
57%
65%
70%
75%
Work sampling PALING tepat digunakan ketika ...
Siklus kerja sangat pendek dan berulang
Pekerjaan bersifat manual dan detail
Aktivitas berlangsung lama dan tidak berulang secara seragam
Diperlukan pengukuran waktu elemen kerja
Dalam penentuan jumlah pengamatan work sampling, semakin tinggi tingkat kepercayaan dan semakin kecil tingkat kesalahan yang diinginkan, maka ...
Jumlah pengamatan semakin sedikit
Jumlah pengamatan tidak terpengaruh
Jumlah pengamatan semakin besar
Jumlah pengamatan bergantung pada allowance
Tujuan utama penggunaan rating factor dalam pengukuran waktu kerja adalah untuk ...
Menyesuaikan waktu kerja operator terhadap waktu baku perusahaan
Mengoreksi waktu pengamatan agar setara dengan kecepatan kerja normal
Menghitung waktu istirahat operator
Menentukan jumlah tenaga kerja
Dalam metode Westinghouse, faktor yang TIDAK termasuk komponen penilaian rating adalah ...
Skill
Effort
Conditions
Fatigue
Seorang analis menggunakan metode Westinghouse dan memperoleh penilaian: Skill = +0,10; Effort = +0,05; Conditions = −0,02; Consistency = +0,07. Nilai rating factor operator adalah ...
1,10
1,15
1,20
1,25
Perbedaan utama antara rating synthetic dan rating speed terletak pada ...
Tingkat kesulitan penerapan
Jumlah pengamat yang terlibat
Dasar pembanding kecepatan kerja
Jenis allowance yang digunakan
Dalam kondisi operator bekerja sangat hati-hati karena lingkungan kerja berisiko tinggi, allowance yang PALING relevan untuk ditambahkan adalah ...
Personal allowance
Fatigue allowance
Delay allowance
Contingency allowance
Allowance yang diberikan untuk kebutuhan pribadi seperti minum dan ke toilet disebut ...
Fatigue allowance
Delay allowance
Personal allowance
Special allowance
Allowance yang disebabkan oleh gangguan yang tidak dapat dihindari, seperti menunggu material atau gangguan mesin ringan, termasuk ke dalam ...
Personal allowance
Fatigue allowance
Unavoidable delay allowance
Avoidable delay allowance
Dalam studi waktu kerja, allowance sebaiknya ...
Digabungkan ke dalam rating factor
Ditambahkan sebelum waktu normal dihitung
Ditambahkan setelah waktu normal diperoleh
Tidak digunakan pada pekerjaan manual
Seorang analis menetapkan allowance terlalu besar. Dampak PALING mungkin terhadap sistem kerja adalah ...
Waktu baku menjadi terlalu kecil
Produktivitas terukur meningkat
Kapasitas produksi terhitung lebih rendah dari kondisi aktual
Rating factor menjadi tidak relevan
Hubungan yang paling tepat antara rating factor, allowance, dan waktu baku adalah ...
Rating factor dan allowance saling menggantikan
Waktu baku diperoleh dari waktu pengamatan tanpa koreksi
Rating factor digunakan untuk memperoleh waktu normal, allowance untuk memperoleh waktu baku
Allowance digunakan sebelum rating factor diterapkan
Dalam metode MTM (Methods-Time Measurement), unit terkecil dari analisis gerakan adalah ...
Kegiatan operasi
Therblig
Cycle time
Standard time
Perbedaan utama antara MTM dan MOST adalah ...
MTM mengukur gerakan secara global, sedangkan MOST fokus pada gerakan mikro.
MTM menggunakan tabel standar gerakan, MOST menggunakan sequence model.
MTM lebih fleksibel, MOST lebih rigid.
MTM tidak memerlukan training, MOST memerlukan sertifikasi.
Dalam BasicMOST, simbol A, B, G, P mewakili ...
Action, Body motion, Grasp, Placement
Activity, Balance, Grip, Position
Action, Balance, Grasp, Placement
Activity, Body, Grip, Position
Salah satu kelemahan metode MTM dibandingkan MOST adalah ...
MTM membutuhkan data waktu lebih lama untuk setiap gerakan sederhana.
MTM tidak dapat menghitung standar waktu.
MTM tidak bisa digunakan untuk pekerjaan tangan dan kaki sekaligus.
MTM tidak mempertimbangkan faktor ergonomi.
Dalam BTM (Basic Time Measurement), penentuan standard time untuk suatu pekerjaan dilakukan berdasarkan ...
Observasi langsung tanpa menggunakan tabel waktu
Pengukuran waktu nyata dengan stopwatch dan faktor koreksi
Predetermined motion time seperti MTM
Perhitungan teoretis tanpa observasi
Seorang analis menggunakan MOST untuk menghitung waktu standar. Jika sequence gerakan termasuk Move, Grasp, Release, konsep MOST yang diterapkan adalah ...
Micro-motion analysis
General Move Sequence
Basic Sequence Model
Work sampling
Perbedaan mendasar MTM dan BTM terletak pada:
MTM menggunakan waktu yang telah ditentukan untuk setiap gerakan, sedangkan BTM menggunakan pengukuran waktu aktual
MTM digunakan untuk pekerjaan kasar, BTM untuk pekerjaan presisi
MTM tidak bisa digunakan di industri, BTM bisa
MTM lebih fleksibel, BTM lebih rigid
Dalam penerapan MOST, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:
Membagi pekerjaan menjadi elemen gerakan
Menentukan sequence model pekerjaan
Mengukur gerakan dengan stopwatch
Menentukan faktor koreksi pekerja
Ketika menganalisis pekerjaan manual menggunakan MTM, seorang analis menemukan gerakan repetitif yang memakan waktu 0,24 menit per siklus. Jika pekerja melakukan 200 siklus per hari, waktu total yang digunakan adalah:
48 menit
24 menit
0,48 jam
4,8 jam
Salah satu keuntungan menggunakan MOST dibandingkan MTM adalah:
MOST lebih detail dalam analisis gerakan tangan individu
MOST lebih cepat dan mudah digunakan untuk pekerjaan dengan elemen gerakan kompleks
MOST tidak memerlukan pelatihan
MOST selalu menghasilkan waktu yang lebih pendek
Dalam implementasi waktu baku, faktor allowance biasanya ditambahkan untuk:
Mempercepat proses produksi
Menyesuaikan variasi kinerja pekerja, istirahat, dan keterlambatan
Mengurangi waktu siklus agar lebih efisien
Menentukan harga jual produk
Seorang analis menemukan waktu normal suatu pekerjaan 50 menit. Jika faktor allowance 15%, waktu baku yang harus digunakan adalah:
42,5 menit
57,5 menit
50 menit
60 menit
Penerapan waktu baku yang tidak tepat dapat mengakibatkan:
Produksi lebih cepat dan menguntungkan
Ketidakakuratan perencanaan kapasitas, biaya, dan jadwal produksi
Kinerja pekerja selalu optimal
Pengurangan variabilitas proses
Salah satu prinsip dalam implementasi waktu baku adalah:
Mengabaikan faktor ergonomi untuk efisiensi
Menggunakan rata-rata waktu kerja aktual tanpa allowance
Menggabungkan waktu normal dan faktor allowance secara sistematis
Hanya mengandalkan pengukuran lama pekerjaan
Dalam perhitungan waktu baku, jika waktu siklus aktual 30 detik dan faktor allowance 10%, waktu baku per siklus adalah:
33 detik
27 detik
30 detik
35 detik
Faktor utama yang tidak termasuk dalam penentuan allowance dalam waktu baku adalah:
Istirahat pekerja
Variasi kecepatan pekerja
Kondisi cuaca di pabrik
Penanganan material yang tidak terduga
Seorang supervisor ingin menentukan waktu baku harian untuk operator. Jika operator A menyelesaikan 100 unit dalam 400 menit, waktu rata-rata per unit adalah 4 menit. Jika allowance 12%, waktu baku per unit menjadi:
4,12 menit
4,48 menit
4,5 menit
3,88 menit
Implementasi waktu baku yang efektif dapat digunakan untuk:
Menentukan kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja, dan jadwal kerja
Mengurangi kualitas produk
Menghilangkan kebutuhan pelatihan pekerja
Menghapus faktor allowance
Salah satu kesalahan umum dalam implementasi waktu baku adalah:
Menggunakan rata-rata waktu normal dari beberapa pekerja
Mengabaikan variasi individu pekerja dalam perhitungan allowance
Menambahkan faktor koreksi untuk produktivitas
Mempertimbangkan siklus kerja berulang
Waktu baku digunakan dalam berbagai aspek manajemen industri. Contoh penerapannya tidak termasuk:
Penjadwalan produksi
Perhitungan upah berbasis produktivitas
Perancangan ulang metode kerja
Penentuan warna cat pabrik
1. Seorang pekerja menyelesaikan pekerjaan 120 unit dalam 8 jam. Waktu baku per unit adalah 3 menit. Jika perusahaan menggunakan sistem insentif piece-rate, berapa jumlah unit yang melebihi standar sehingga mendapatkan insentif?
160 unit
120 unit
40 unit
tidak dapat insentif
Dalam sistem insentif straight piece-rate, jika pekerja menyelesaikan lebih dari standar waktu baku, pembayaran insentif dihitung berdasarkan
Total waktu kerja dikalikan tarif dasar
Jumlah unit yang melebihi standar dikalikan tarif insentif
Total waktu baku dikurangi allowance
Jumlah unit dikalikan waktu baku
1Perusahaan menetapkan waktu baku 5 menit/unit, dan pekerja mampu memproduksi 100 unit dalam 8 jam. Sistem insentif memberikan 20% tambahan upah jika output melebihi standar. Berapa waktu baku total dan insentif yang diperoleh pekerja?
400 menit, 20% upah
500 menit, 20% upah
400 menit, tidak ada insentif
500 menit, tidak ada insentif
1Seorang analis ingin menentukan tarif insentif pekerja. Faktor yang harus diperhitungkan tidak termasuk:
Waktu baku
Output aktual
Harga jual produk
Standar upah dasar
Sistem differential piece-rate digunakan untuk mendorong produktivitas. Jika standar produksi adalah 50 unit/hari, pekerja mendapat: 10.000/unit untuk 50 unit pertama, dan 15.000/unit untuk unit selanjutnya. Berapa total upah pekerja yang memproduksi 70 unit?
700.000
800.000
. 1.000.000
950.000
Seorang pekerja menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih cepat dari baku, namun output tetap di bawah standar. Bagaimana sistem insentif harus diterapkan?
Tetap bayar insentif karena pekerja cepat
Tidak ada insentif karena output di bawah standar
Tambahkan allowance untuk kecepatan
Kurangi upah pekerja
Dalam penentuan insentif berbasis waktu baku, kesalahan perhitungan allowance akan mengakibatkan
Upah pekerja selalu optimal
Overpayment atau underpayment insentif
Waktu baku menjadi lebih akurat
Produktivitas meningkat otomatis
1Seorang pekerja A menyelesaikan 120 unit, pekerja B menyelesaikan 150 unit. Waktu baku per unit 4 menit, jam kerja 8 jam, tarif insentif 10% dari upah dasar. Siapa yang berhak insentif?
A saja
B saja
Kedua-duanya
Tidak ada
1. Salah satu prinsip penting dalam menetapkan insentif berbasis waktu baku adalah:
Waktu baku harus realistis dan dapat dicapai
Pekerja harus selalu mencapai 200% standar
Insentif diberikan tanpa memperhitungkan output
Standar waktu baku dapat diubah setiap jam
Jika perusahaan ingin meningkatkan motivasi pekerja melalui insentif berbasis waktu baku, strategi yang efektif adalah:
. Menetapkan waktu baku terlalu ketat
Menetapkan waktu baku realistis, memberikan bonus untuk output di atas standar
Memberikan insentif tetap tanpa melihat output
Mengabaikan faktor allowance
