wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda Ortodonti

Total questions: 83

Worksheet time: 44mins

Name
Class
Date
1.

Index Pont menggunakan titik P (Premolar) dan M (Molar) untuk menilai:

a)

Kebutuhan ruangan gigi anterior

b)

Bentuk lengkung rahang

c)

Tinggi palatum

d)

Hubungan rahang atas dan bawah

2.

“Sunrays appearance” dalam space physiologis berkaitan dengan:

a)

Leeway space

b)

Inklinasi insisivus

c)

Kemiringan gigi caninus

d)

Terminal plane

3.

“Flash terminal plane” didefinisikan sebagai:

a)

Distal M2 sulung RA lebih anterior dari RB

b)

Distal M2 sulung RA dan RB sejajar

c)

Distal M2 sulung RA lebih posterior dari RB

d)

Tidak ada hubungannya dengan gigi sulung

4.

Berdasarkan catatan, openbite didefinisikan sebagai:

a)

Overjet (-)

b)

Overbite (-)

c)

Overjet (+)

d)

Overbite (+)

5.

Crossbite didefinisikan sebagai:

a)

Overjet (+)

b)

Overbite (+)

c)

Overjet (-)

d)

Overbite (–)

6.

Pergerakan gigi “uprighting” dan “torque” umumnya dilakukan dengan alat:

a)

Lepasan

b)

Cekat

c)

Fungsional

d)

Extraoral

7.

Pergerakan “rotasi” gigi umumnya lebih efektif dilakukan dengan alat:

a)

Cekat

b)

Lepasan (atau bisa juga cekat, tapi dalam konteks tabel catatan: gaya di lepasan: tipping… rotasi)

8.

Menurut catatan, pergerakan “ekstrusi” termasuk dalam jenis pergerakan:

a)

Bodily movement

b)

Tipping movement

c)

Rotasi

d)

Intrusi

9.

Teori yang menjelaskan pergerakan cairan dan pembuluh darah dalam respons tulang terhadap tekanan ortho adalah:

a)

Piezo-electric Theory

b)

Blood Flow / Fluid Dynamic Theory

c)

Pressure Tension Theory

d)

Wolff's Law

10.

Menurut Pressure Tension Theory, area tulang yang mengalami tekanan (konkaf) akan mengalami:

a)

Deposisi tulang

b)

Resorpsi tulang

c)

Tidak berubah

d)

Kalsifikasi

11.

Overjet normal pada maloklusi Kelas II Divisi 1 menurut catatan adalah sekitar:

a)

1-3 mm

b)

4 mm

c)

5 mm

d)

6 mm

12.

Overjet pada maloklusi Kelas III menurut catatan adalah:

a)

Normal

b)

Besar (+)

c)

Kecil / Negatif (-5 mm)

d)

Edge to edge (0 mm)

13.

Urutan erupsi gigi permanen pada rahang bawah (RB) adalah:

a)

6,1,2,4,5,3,7,8

b)

6,1,2,3,4,5,7,8

c)

1,6,2,3,4,5,7,8

d)

6,1,2,4,3,5,7,8

14.

Istilah “transposisi” dalam malposisi gigi berarti:

a)

Gigi bergeser bersama akarnya

b)

Gigi tukar tempat

c)

Gigi berputar pada sumbunya

d)

Gigi lebih tinggi dari garis oklusi

15.

Istilah “translati” dalam malposisi gigi berarti:

a)

Gigi geser dan akarnya

b)

Gigi tukar tempat

c)

Gigi berputar pada sumbunya

d)

Gigi lebih ke arah bukal

16.

Persentase normal Indeks Bolton untuk analisis anterior adalah:

a)

77.2%

b)

91.3%

c)

37-44%

d)

15%

17.

“Primate space” penting dalam perkembangan gigi karena berada di:

a)

Distal caninus rahang atas

b)

Mesial caninus rahang atas dan distal caninus rahang bawah

c)

Mesial molar pertama rahang atas

d)

Di antara premolar

18.

Menurut catatan, “deep bite” dapat terjadi akibat:

a)

Openbite

b)

Premature loss gigi posterior

c)

Crossbite posterior

d)

Ugly duckling stage

19.

“Persistent gigi sulung” dapat menyebabkan erupsi gigi permanen penggantinya dalam posisi:

a)

Labioversi

b)

Palato/Linguoversi

c)

Bukoversi

d)

Supraklusi

20.

Apa yang dimaksud dengan “akiversi” dalam terminologi ortodonti?

a)

Gigi berputar pada sumbunya

b)

Gigi rakan berpindah, tapi ujung akar tetap

c)

Gigi bergeser bersama akarnya

d)

Gigi lebih ke arah palatal

21.

Perawatan “space regainer” termasuk dalam kategori ortodontik:

a)

Interceptif

b)

Preventif

c)

Korektif

d)

Paliatif

22.

“Rapid maxillary expansion” (RME) termasuk dalam perawatan:

a)

Preventif

b)

Interceptif

c)

Korektif

d)

Semua benar

23.

Alat “edgewise appliance” mulai dipopulerkan sejak era:

a)

Edward H. Angle

b)

Charles Tweed

c)

Dewey

d)

Moyers

24.

Pada analisis ruang, jika hasil perhitungan Bolton menunjukkan gigi rahang atas (RA) lebih besar dari rahang bawah (RB), kemungkinan yang terjadi adalah:

a)

Overbite (+)

b)

Overjet (+)

c)

Overjet (-) atau edge to edge

d)

Deep bite

25.

Menurut analisis Bolton, jika ukuran gigi rahang bawah (RB) berlebih dibandingkan rahang atas (RA), kemungkinan hubungan insisivusnya adalah:

4 lines
26.

“Zygomatic pillar” pada salur trajektoris terletak di daerah:

a)

Anterior maksila

b)

Molar atas (m1, m2, m3 atas)

c)

Caninus

d)

Pterygoid

27.

“Pterygoid pillar” pada salur trajektoris berhubungan dengan daerah:

a)

Posterior maksila

b)

Caninus

c)

Anterior maksila

d)

Ramus mandibula

28.

Perbedaan utama antara “osteoporosis” dan “osteonekrosis” dalam konteks respons tulang adalah:

a)

Osteoporosis: trabekula jarang; Osteonekrosis: trabekula padat

b)

Osteoporosis: rongga kecil; Osteonekrosis: rongga besar

c)

Osteoporosis akibat beban berlebih; Osteonekrosis akibat kurang fungsi

d)

Keduanya sama

29.

Gaya orthodontik yang bersifat “interrupted” berarti:

a)

Diberikan terus-menerus

b)

Diberikan dan dilepas secara periodik

c)

Hanya diberikan saat kontrol

d)

Diberikan oleh alat lepasan saja

30.

“Mesiolabial torsiversi” menggambarkan gigi yang:

a)

Berputar dengan bagian mesial ke arah labial

b)

Berputar dengan bagian distal ke arah palatal

c)

Bergeser ke arah mesial

d)

Miring ke arah labial

31.

Perawatan “occlusal adjustment” dan “pengamatan diastema insisivus atas” termasuk dalam ortodontik:

a)

Interceptif

b)

Preventif

c)

Korektif

d)

Suportif

32.

(Inis sesuai catatan persis: `gigi RB kelebihan ukuran, bisa Edge to Edge, overjet (-)` )

a)

Edge to edge atau overjet negatif (-)

b)

Deep bite

c)

Open bite

33.

Berdasarkan catatan, berapa perkiraan “leeway space” pada rahang bawah (RB)?

a)

1-2 mm

b)

2-3 mm (dari catatan: `(I, T, m) dl RB, (G, 9, mm) RA` → RB lebih kecil, kemungkinan 2-3 mm)

c)

4-5 mm

d)

6-7 mm

34.

Berdasarkan catatan, berapa perkiraan “leeway space” pada rahang atas (RA)?

a)

1-2 mm

b)

2-3 mm

c)

4-5 mm (dari catatan: `(I, T, m) dl RB, (G, 9, mm) RA` → RA lebih besar, kemungkinan 4-5 mm)

d)

6-7 mm

35.

Crossbite anterior umumnya disebabkan oleh kelainan bidang:

a)

Sagital

b)

Transversal (inferensi dari catatan: crossbite posterior disebabkan transversal; crossbite anterior juga transversal)

c)

Vertikal

d)

Horizontal

36.

Crossbite posterior disebabkan oleh kelainan bidang:

a)

Sagital

b)

Transversal (dari catatan: `Kelainan bidang transversal → crossbite posterior`)

c)

Vertikal

d)

Horizontal

37.

Dalam Indexs Pont, titik “P” merujuk pada:

a)

Premolar

b)

Palatum

c)

Pterygoid

d)

Proksimal

38.

Dalam Index Pont, titik “M” merujuk pada:

a)

Maxilla

b)

Molar

c)

Mesial

d)

Mandibula

39.

Menurut Piezo-electric theory, tulang yang cembung (konveks) akan bermuatan listrik:

a)

Positif (+)

b)

Negatif (-)

c)

Netral

d)

Berubah-ubah

40.

Menurut Piezo-electric theory, tulang yang cekung (konkaf) akan bermuatan listrik:

a)

Positif (+)

b)

Negatif (-)

c)

Netral

d)

Tidak bermuatan

41.

Contoh alat ortho yang memberikan gaya “continuous” adalah:

a)

Edgewise appliance (alat cekat)

b)

Plate orthodontik

c)

Headgear

d)

Alat fungsional

42.

Contoh alat ortho yang memberikan gaya “intermittent” adalah:

a)

Alat cekat

b)

Alat lepasan seperti plate

c)

Alat extraoral

d)

Semua benar

43.

Rapid maxillary expansion (RME) bertujuan untuk:

a)

Memperlebar rahang atas yang sempit

b)

Mendorong rahang bawah ke depan

c)

Mengintrusi gigi anterior

d)

Menutup diastema

44.

Manakah yang termasuk dalam “space physiologis” perkembangan gigi?

a)

Sunrays appearance

b)

Ugly duckling stage

c)

Leeway space

d)

Semua benar

45.

Overbite (+) menunjukkan:

a)

Gigi atas menutupi gigi bawah secara vertikal berlebih

b)

Gigi bawah lebih maju dari gigi atas

c)

Jarak horizontal antara gigi anterior

d)

Gigi tidak bertemu

46.

Overbite (-) menunjukkan:

a)

Gigi atas menutupi gigi bawah

b)

Openbite (gigi anterior tidak overlap)

c)

Deep bite

d)

Crossbite

47.

“Protrusif” mengacu pada:

a)

Posisi gigi/rahang yang maju

b)

Posisi gigi/rahang yang mundur

c)

Gigi berputar

d)

Gigi miring ke arah labial

48.

“Proklinsi” mengacu pada:

a)

Posisi gigi/rahang yang maju

b)

Sudut inklinasi gigi ke arah anterior (dari catatan: `proklinici = sudut inklinasi lebih ke anterior`)

c)

Sudut inklinasi gigi ke arah posterior

d)

Gigi yang berotasi

49.

“Retrusif” mengacu pada:

a)

Posisi gigi/rahang yang maju

b)

Posisi gigi/rahang yang mundur

c)

Gigi berputar

d)

Gigi miring ke palatal

50.

“Retroklinsi” mengacu pada:

a)

Posisi gigi/rahang yang maju

b)

Sudut inklinasi gigi ke arah posterior (dari catatan: `retroklinici = sudut inklinasi lebih ke posterior`)

c)

Sudut inklinasi gigi ke arah anterior

d)

Gigi yang berotasi

51.

Berdasarkan catatan, alat “space maintainer” digunakan pada:

a)

Orthodontik pencegahan (preventif)

b)

Orthodontik interceptif

c)

Orthodontik korektif

d)

Semua benar

52.

Berdasarkan catatan, alat “space regainer” digunakan pada:

a)

Orthodontik pencegahan

b)

Orthodontik interceptif

c)

Orthodontik korektif

d)

Semua benar

53.

“Ugly duckling stage” terjadi karena:

a)

Akar gigi caninus mendorong akar insisivus lateral

b)

Erupsi gigi molar pertama

c)

Adanya diastema midline

54.

“Sunrays appearance” terjadi karena:

a)

Erupsi gigi caninus

b)

Inklinasi insisivus permanen yang sedang erupsi

c)

Adanya primate space

d)

Terminal plane

55.

Manakah yang BUKAN termasuk dalam 3 pilar salur trajektoris maksila?

a)

Canine pillar

b)

Zygomatic pillar

c)

Pterygoid pillar

d)

Alveolar pillar

56.

Apa tujuan dari analisis Huckaba?

a)

Mengukur tinggi palatum

b)

Mengukur lebar ruangan untuk caninus dan premolar pada radiografi panoramik

c)

Menghitung overjet

d)

Menilai hubungan molar

57.

Apa tujuan dari analisis Korkhaus (PHI)?

a)

Mengukur lebar rahang

b)

Mengukur tinggi palatum

c)

Menghitung panjang lengkung gigi

d)

Menilai ketebalan tulang alveolar

58.

Pada analisis Bolton, persentase 77.2% mengacu pada:

a)

Analisis anterior (dari catatan: '77.2% (anterior)')

b)

Analisis posterior

c)

Analisis total

d)

Analisis rahang atas saja

59.

Pada analisis Bolton, persentase 91.3% mengacu pada:

a)

Analisis anterior

b)

Analisis posterior (dari catatan: '91.3% (posterior)')

c)

Analisis total

d)

Analisis rahang bawah saja

60.

“Premature loss” gigi molar pertama sulung sebelum erupsi molar kedua permanen dapat menyebabkan:

a)

Crowding gigi anterior

b)

Spacing

c)

Deep bite

d)

Openbite

61.

“Persistent gigi sulung” dapat menyebabkan gigi permanen penggantinya:

(a)  

62.

Menurut catatan, “terminal plane” yang mana yang paling ideal untuk berkembang menjadi oklusi normal Kelas I?

a)

Flush terminal plane

b)

Mesial step

c)

Distal step

d)

Tidak ada yang ideal

63.

Seorang pasien didiagnosis Kelas II Divisi 1 menurut Angle, dan memiliki karakteristik protrusif anterior. Klasifikasi Dewey manakah yang mungkin sesuai?

a)

Tipe 1

b)

Tipe 2 (Protrusif sesuai dengan Dewey tipe 2)

c)

Tipe 3

d)

Tipe 4

64.

Pada Kelas III menurut Angle yang disertai dengan crowding rahang bawah dan gigi bawah condong ke lingual, ini sesuai dengan Dewey tipe:

a)

Tipe 1

b)

Tipe 2 (Dewey tipe 2 untuk Kelas III: crowding + linguoversi RB)

c)

Tipe 3

d)

Tipe 4

65.

Kelas III dengan crossbite anterior sesuai dengan klasifikasi Dewey tipe:

a)

Tipe 1

b)

Tipe 2

c)

Tipe 3 (Dewey tipe 3 untuk Kelas III: crossbite anterior)

d)

Tipe 4

66.

Jika hasil analisis ALD menunjukkan crowding (+) dan analisis Bolton menunjukkan ukuran gigi RB berlebih, kemungkinan maloklusi yang terjadi adalah:

a)

Kelas I dengan spacing

b)

Kelas III dengan crowding (RB besar → edge to edge/overjet (-) + crowding)

c)

Kelas II dengan deep bite

d)

Normal oklusi

67.

Indeks Houses yang terlalu kecil (<37%) disertai dengan indeks Pont yang sempit menunjukkan:

a)

Konstruksi rahang atas yang sempit

b)

Destruksi rahang

c)

Basis apikal lebar

d)

Normal

68.

Seorang anak kehilangan M1 sulung secara prematur sebelum erupsi M2 permanen. Perawatan yang tepat adalah:

a)

Rapid maxillary expansion

b)

Space maintainer

c)

Space regainer

d)

Occlusal adjustment

69.

Gigi sulung C yang persisten menyebabkan insisivus lateral permanen erupsi dalam posisi palatoversi. Perawatan interceptif yang tepat adalah:

a)

Pencabutan gigi sulung C + space regainer

b)

Space maintainer saja

c)

Rapid expansion

d)

Tidak perlu perawatan

70.

Sebuah gigi mengalami supraoklusi dan juga mengalami mesiolabial torsiversi. Deskripsi malposisi yang lengkap adalah:

a)

Suprakluzi + mesiolabial torsiversi

b)

Infrakluzi + distopalatal torsiversi

c)

Labioversi + rotasi

d)

Bukkoversi + ekstrusi

71.

Gigi yang berhenti tumbuh di bawah garis oklusi (infraoklusi) dan condong ke lingual disebut:

a)

Suprakluzi + linguoversi

b)

Infrakluzi + linguoversi

c)

Intrupsi + palatoversi

d)

Ekstrusi + bukkoversi

72.

Pada Kelas II Divisi 2, selain steep bite, karakteristik overbite-nya biasanya:

a)

Openbite

b)

Normal

c)

Deep bite

d)

Edge to edge

73.

Rapid maxillary expansion (RME) terutama digunakan untuk mengatasi:

a)

Crossbite posterior bilateral

b)

Openbite anterior

c)

Deep bite

d)

Spacing anterior

74.

Perbedaan utama "protrusif" dan "proklinsi" adalah:

a)

Protrusif: posisi maju; Proklinsi: sudut inklinasi ke anterior

b)

Protrusif: rotasi; Proklinsi: translasi

c)

Keduanya sama

d)

Protrusif untuk rahang, proklinsi untuk gigi

75.

173. "Retrusif" dan "retroklinsi" memiliki perbedaan konsep yang serupa dengan protrusif-proklinsi, yaitu:

a)

arah dan posisi gigi terhadap lengkung rahang

b)

warna dan bentuk gigi

c)

jumlah dan ukuran gigi

d)

fungsi dan kekuatan gigi

76.

Retrusif: posisi mundur; Retrokilinsi: sudut inklinasi ke posterior

a)

Retrusif: posisi mundur; Retrokilinsi: sudut inklinasi ke posterior

b)

Retrusif: rotasi; Retrokilinsi: tipping

c)

Sama artinya

d)

Retrusif untuk gigi, retrokilinsi untuk rahang

77.

Dalam analisis Moyers, jika lebar insisivus bawah total 22mm, prediksi lebar caninus dan premolar dengan persentase 15% adalah:

a)

22 x 15% = 3.3mm

b)

22mm digunakan untuk membaca tabel prediksi Moyers (tidak dikalikan langsung)

c)

22 + 15% = 25.3mm

d)

22 ÷ 15% = 146.7mm

78.

Jika hasil analisis Huckaba menunjukkan ruangan untuk C, P1, P2 lebih kecil dari ukuran gigi, maka diperlukan:

a)

Ekspansi rahang atau pencabutan

b)

Intrusi gigi anterior

c)

Ekstrusi gigi posterior

d)

Rotasi gigi

79.

Kombinasi perawatan "occlusal adjustment" dan "pengamatan diastema" termasuk dalam fase:

a)

Preventif

b)

Interceptif

c)

Korektif

d)

Retensi

80.

Pada pasien dengan "ugly duckling stage", tindakan yang biasanya dilakukan adalah:

a)

Observasi karena termasuk fisiologis

b)

Rapid expansion

c)

Pencabutan gigi caninus

d)

Pemasangan edgewise

81.

Terminal plane "mesial step" yang besar cenderung berkembang menjadi:

a)

Kelas I

b)

Kelas II

c)

Kelas III

d)

Openbite

82.

Terminal plane "distal step" yang besar cenderung berkembang menjadi:

a)

Kelas I

b)

Kelas II

c)

Kelas III

d)

Crossbite

83.

Urutan erupsi RA yang khas (6,1,2,4,5,3,7,8) menunjukkan bahwa gigi yang erupsi setelah premolar pertama adalah:

(a)