Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO UP PPG TRANSFORMASI ANGAKATAN 4

Total questions: 12

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru fikih di kelas XI Madrasah Aliyah mengajarkan topik “Zakat Hasil Tanah yang Disewakan”. Pada awal pembelajaran, guru menyajikan kisah nyata di desa sekitar sekolah, di mana banyak petani menyewa lahan untuk ditanami padi dan jagung. Namun, masih terjadi perbedaan pandangan di masyarakat: apakah zakat hasil panen itu menjadi kewajiban pemilik tanah atau penyewa lahan. Setelah berdiskusi, sebagian siswa merasa bingung karena mereka hanya memahami zakat fitrah dan belum pernah mendengar zakat hasil sewa tanah. Guru kemudian menyadari bahwa tujuan pembelajaran bukan hanya agar siswa memahami hukum zakat, tetapi juga agar mereka menumbuhkan sikap iman, takwa, dan akhlak mulia dengan meneladani nilai-nilai zakat: kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial. Dari deskripsi pembelajaran di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan indikator peningkatan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia adalah …

a)

Peserta didik menunjukkan sikap taat aturan dengan menghafal dalil zakat hasil tanah dan mengulanginya secara lisan ketika diminta guru.

b)

Peserta didik menumbuhkan sikap hormat kepada ulama dengan menerima perbedaan pendapat tentang zakat hasil tanah tanpa menolak atau membantah.

c)

Peserta didik membiasakan sikap peduli terhadap sesama dengan meyakini zakat hasil tanah sebagai wujud tanggung jawab sosial seorang muslim.

d)

Peserta didik menunjukkan sikap disiplin belajar dengan menyusun catatan ringkas tentang hukum zakat hasil tanah sesuai penjelasan guru.

e)

Peserta didik menumbuhkan sikap kritis terhadap persoalan fikih dengan mengajukan pertanyaan baru tentang zakat tanah yang belum ia pahami.

2.

Di kelas XI Madrasah Aliyah, guru fikih membahas “Zakat Profesi dan Zakat Produktif”. Guru menjelaskan bahwa zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan pekerjaan modern (misalnya gaji pegawai, dokter, atau pengacara), sedangkan zakat produktif adalah zakat yang dikelola untuk pemberdayaan mustahiq agar mandiri, bukan hanya diberikan dalam bentuk konsumtif. Dalam diskusi kelas, beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis: “Mengapa zakat profesi dianggap wajib, padahal tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an?”, “Apa perbedaan mendasar antara zakat konsumtif dan zakat produktif dalam mengurangi kemiskinan?”, “Bagaimana peran zakat produktif dalam perekonomian umat Islam di era modern?” Guru ingin memastikan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan mampu mendorong siswa berpikir kritis, tidak sekadar menghafal definisi. Rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan indikator agar peserta didik mampu berpikir kritis tentang zakat profesi dan zakat produktif adalah …

a)

Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan zakat profesi dan zakat produktif dengan menyebutkan definisi masing-masing secara tepat sesuai pendapat ulama.

b)

Peserta didik dapat menganalisis dalil, pendapat ulama, dan konteks sosial ekonomi untuk menilai kewajiban zakat profesi serta manfaat zakat produktif bagi umat Islam.

c)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh profesi modern yang terkena kewajiban zakat profesi dan menjelaskan cara perhitungannya berdasarkan nisab dan haul.

d)

Peserta didik dapat merangkum pendapat ulama mengenai zakat produktif dan menghafalkan dalil-dalil pendukungnya dari Al-Qur’an dan hadis.

e)

Peserta didik dapat mengidentifikasi penerapan zakat profesi dan zakat produktif di masyarakat melalui studi kasus sederhana yang diberikan guru.

3.

Di sebuah desa, masyarakat berencana membangun masjid baru karena masjid lama sudah tidak mampu menampung jamaah. Dalam musyawarah, muncul usulan agar sebagian zakat dialokasikan untuk pembangunan masjid. Sebagian warga menyetujui, karena pembangunan masjid dianggap sarana ibadah. Namun, sebagian lainnya menolak, berpendapat bahwa zakat seharusnya hanya untuk delapan golongan (asnaf) seperti fakir miskin, bukan untuk bangunan. Guru fikih membawa kasus ini ke kelas sebagai bahan pembelajaran. Siswa diminta tidak hanya mengetahui hukum perbedaan ulama tentang boleh tidaknya zakat disalurkan untuk pembangunan masjid, tetapi juga dilatih keterampilan sosial untuk bergotong royong mencari solusi nyata, misalnya melalui kerja bakti, iuran sukarela, atau pengelolaan infak dan wakaf. Agar tujuan pembelajaran lebih tepat sasaran, guru ingin merumuskan tujuan ranah keterampilan yang dapat menumbuhkan semangat gotong royong pada diri siswa. Rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling sesuai dengan indikator agar peserta didik memiliki semangat gotong royong adalah …

a)

Peserta didik mampu menyalin catatan dalil zakat untuk pembangunan masjid dengan rapi dan membacakannya di depan kelas secara teratur.

b)

Peserta didik mampu menyusun laporan ringkas tentang pendapat ulama mengenai zakat masjid dan mempresentasikannya di kelas secara terstruktur.

c)

Peserta didik mampu merancang kegiatan aksi sosial berupa kerja bakti pembangunan masjid dengan membagi peran dan tanggung jawab secara gotong royong.

d)

Peserta didik mampu membuat ringkasan sejarah masjid dalam Islam dengan menuliskan fungsinya bagi kehidupan umat secara lengkap.

e)

Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan pandangan ulama tentang zakat masjid dan menuliskannya dalam bentuk tabel perbandingan sederhana.

4.

Dalam pelajaran fikih kelas XII, guru membahas “Monogami, Poligami, dan Nikah Mut’ah”. Guru menjelaskan bahwa Islam membolehkan pernikahan monogami dan poligami dengan syarat adil, sedangkan nikah mut’ah diperselisihkan status hukumnya. Dalam diskusi kelas, siswa menemukan bahwa praktik poligami lebih dikenal di sebagian masyarakat desa sebagai tradisi, sementara di kota lebih banyak yang memilih monogami. Sebagian siswa menilai poligami sebagai bentuk ketidakadilan, sebagian lain melihatnya sebagai bagian dari budaya keagamaan. Guru ingin agar pembelajaran tidak berhenti pada perdebatan hukum, tetapi mengarahkan siswa untuk memiliki sikap penerimaan terhadap tradisi dengan tetap menghormati perbedaan pendapat ulama dan masyarakat. Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan materi agar peserta didik memiliki sikap penerimaan terhadap tradisi adalah ...

a)

Peserta didik menunjukkan sikap taat dengan menghafalkan dalil nikah mut’ah dan membacakannya di depan kelas sesuai arahan guru.

b)

Peserta didik menumbuhkan sikap hormat dengan menerima keberagaman praktik pernikahan dalam Islam tanpa merendahkan tradisi yang berbeda.

c)

Peserta didik membiasakan sikap disiplin dengan menyusun catatan ringkas tentang hukum poligami dan menjelaskannya kembali secara tertib.

d)

Peserta didik menumbuhkan sikap kritis dengan mempertanyakan ulang dalil tentang poligami dan mengemukakan pendapat pribadinya di kelas.

e)

Peserta didik membiasakan sikap tekun dengan membaca buku tambahan tentang nikah mut’ah dan menuliskan rangkuman untuk diserahkan ke guru.

5.

Dalam pembelajaran fikih muamalah kelas XII, guru mengangkat kasus perbankan modern. Guru menjelaskan bahwa bunga bank (rente) menurut sebagian besar ulama klasik disamakan dengan riba yang diharamkan, sementara ada sebagian ulama kontemporer yang memberikan perbedaan pandangan dengan mempertimbangkan kebutuhan ekonomi global. Selain itu, muncul praktik baru berupa biaya administrasi (fee) pada transaksi perbankan syariah. Sebagian siswa mempertanyakan: Apakah setiap bentuk bunga bank pasti termasuk riba, atau ada kondisi tertentu yang membolehkannya? Bagaimana perbedaan antara rente dan fee, serta apakah fee bisa menjadi solusi transaksi halal di perbankan? Apa kontribusi inovasi perbankan syariah terhadap perkembangan ekonomi umat Islam di era digital? Guru ingin merumuskan indikator tujuan pembelajaran yang menekankan ranah pengetahuan agar siswa mampu berpikir dinamis dan inovatif dalam menilai praktik bank, rente, dan fee berdasarkan perspektif fikih kontemporer. Rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif adalah ...

a)

Peserta didik mampu menjelaskan definisi bunga bank, rente, dan fee dengan menyebutkan pengertian dasar masing-masing secara tepat dan sistematis.

b)

Peserta didik mampu membandingkan pandangan ulama klasik dan kontemporer tentang bunga bank serta menuliskan persamaan dan perbedaannya secara rinci.

c)

Peserta didik mampu menganalisis perbedaan hukum rente dan fee dalam praktik perbankan serta merumuskan gagasan alternatif solusi ekonomi syariah.

d)

Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh-contoh transaksi bank modern dan menuliskannya dalam bentuk tabel klasifikasi sederhana untuk dipahami bersama.

e)

Peserta didik mampu merangkum dalil-dalil fikih tentang riba, rente, dan fee kemudian menyusunnya kembali dalam catatan ringkas yang teratur.

6.

Seorang guru fikih di Madrasah Aliyah sedang menyusun perencanaan tujuan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Materi yang akan diajarkan adalah “Zakat Hasil Tanah yang Disewakan”. Guru merancang skenario masalah: seorang petani menyewa sebidang tanah dari pemiliknya untuk ditanami padi. Setelah panen, muncul pertanyaan di masyarakat: apakah zakat hasil panen menjadi kewajiban pemilik tanah atau penyewa lahan? Siswa diajak untuk mendiskusikan persoalan ini melalui analisis dalil, pendapat ulama, serta kondisi sosial ekonomi setempat. Dalam perencanaan, guru ingin menekankan bahwa tujuan pembelajaran bukan sekadar menghafal hukum zakat, melainkan agar siswa mampu menganalisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan fikih dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, misalnya latar belakang mereka yang sebagian besar berasal dari keluarga petani. Rumusan indikator tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan karakteristik pendekatan PBL dan kemampuan menganalisis materi ajar zakat hasil tanah yang disewakan berdasarkan struktur keilmuan fikih adalah …

a)

Peserta didik mampu menjelaskan pengertian zakat hasil tanah yang disewakan dengan menyebutkan definisi yang terdapat dalam kitab fikih secara tepat.

b)

Peserta didik mampu mengidentifikasi pendapat ulama mengenai zakat hasil tanah yang disewakan serta menuliskan perbedaan pandangan mereka secara rinci.

c)

Peserta didik mampu merangkum sejarah zakat hasil tanah dalam Islam dengan menuliskan perkembangan hukum yang berlaku dari masa ke masa.

d)

Peserta didik mampu menghafalkan ayat dan hadis zakat hasil tanah yang disewakan kemudian menyetorkannya di depan kelas sesuai arahan guru.

e)

Peserta didik mampu menganalisis dalil zakat hasil tanah yang disewakan dengan menghubungkannya pada struktur keilmuan fikih dan kondisi sosial ekonomi peserta didik.

7.

Dalam pembelajaran fikih muamalah, guru menjelaskan tentang perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah. Siswa bertanya: Apakah semua produk bank konvensional mengandung riba, atau ada produk yang diperbolehkan? Bagaimana cara bank syariah memastikan bahwa produk yang ditawarkan sesuai dengan prinsip syariah? Apa dampak dari penggunaan bank syariah terhadap perekonomian masyarakat?

a)

Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari penggunaan bank syariah terhadap perekonomian lokal.

b)

Peserta didik mampu merumuskan solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih bank syariah dalam transaksi keuangan.

c)

Peserta didik mampu menganalisis produk bank konvensional yang dianggap halal dan haram serta menjelaskan alasannya berdasarkan fikih.

d)

Peserta didik mampu menyusun laporan tentang perkembangan bank syariah di Indonesia dan perbandingannya dengan bank konvensional.

e)

Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan mendasar antara bank konvensional dan bank syariah dengan memberikan contoh produk dari masing-masing.

8.

Dalam diskusi kelas tentang zakat, guru menjelaskan bahwa zakat fitrah dan zakat mal memiliki perbedaan dalam tujuan dan cara pengelolaannya. Siswa bertanya: Mengapa zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum Idul Fitri, dan apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk zakat mal? Bagaimana cara zakat dapat membantu mengurangi kemiskinan di masyarakat?

a)

Peserta didik mampu menjelaskan syarat-syarat zakat fitrah dan zakat mal serta menjelaskan perbedaan keduanya secara rinci.

b)

Peserta didik mampu menganalisis dampak zakat terhadap pengentasan kemiskinan dan memberikan contoh kasus di masyarakat.

c)

Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis zakat dan menjelaskan cara perhitungannya berdasarkan nisab dan haul.

d)

Peserta didik mampu merancang program pengelolaan zakat yang efektif untuk membantu masyarakat kurang mampu.

e)

Peserta didik mampu menyusun presentasi tentang pentingnya zakat dalam Islam dan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial.

9.

Dalam pelajaran fikih, guru membahas tentang etika dalam berbisnis menurut Islam. Siswa bertanya: Apa saja prinsip-prinsip etika bisnis yang harus diterapkan dalam transaksi jual beli? Bagaimana cara menjaga kejujuran dan keadilan dalam berbisnis? Apa peran etika bisnis dalam membangun kepercayaan di masyarakat?

a)

Peserta didik mampu merumuskan strategi untuk meningkatkan etika bisnis di kalangan pengusaha muda.

b)

Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan antara etika bisnis dalam Islam dan etika bisnis dalam konteks global.

c)

Peserta didik mampu menyusun laporan tentang pentingnya etika dalam berbisnis dan dampaknya terhadap masyarakat.

d)

Peserta didik mampu menganalisis kasus-kasus pelanggaran etika bisnis dan dampaknya terhadap reputasi perusahaan.

e)

Peserta didik mampu menjelaskan prinsip-prinsip etika bisnis dalam Islam dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

10.

Dalam pembelajaran fikih tentang warisan, guru menjelaskan bahwa pembagian harta warisan harus sesuai dengan ketentuan syariah. Siswa bertanya: Apa saja faktor yang mempengaruhi pembagian warisan dalam Islam? Bagaimana cara menghitung hak waris bagi setiap ahli waris? Apa dampak dari ketidakadilan dalam pembagian warisan terhadap hubungan keluarga?

a)

Peserta didik mampu merangkum dalil-dalil yang mendasari hukum warisan dalam Islam dan menyusunnya dalam catatan ringkas.

b)

Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan pandangan ulama tentang pembagian warisan dan menjelaskan alasannya.

c)

Peserta didik mampu menganalisis dampak sosial dari pembagian warisan yang tidak adil dalam konteks keluarga.

d)

Peserta didik mampu menghitung hak waris berdasarkan ketentuan syariah dan memberikan contoh kasus yang relevan.

e)

Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembagian warisan dalam Islam secara rinci.

11.

Dalam diskusi kelas tentang puasa, guru menjelaskan bahwa ada beberapa jenis puasa dalam Islam, seperti puasa wajib, sunnah, dan kafarat. Siswa bertanya: Apa perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah? Bagaimana cara menentukan niat puasa yang benar? Apa saja manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental?

a)

Peserta didik mampu menyusun laporan tentang jenis-jenis puasa dalam Islam dan menjelaskan hukum masing-masing.

b)

Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah dengan memberikan contoh masing-masing.

c)

Peserta didik mampu merumuskan niat puasa yang benar sesuai dengan ketentuan syariah.

d)

Peserta didik mampu menganalisis manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental berdasarkan penelitian terkini.

e)

Peserta didik mampu mengidentifikasi kesalahan umum dalam pelaksanaan puasa dan memberikan solusinya.

12.

Dalam pelajaran fikih, guru membahas tentang etika dalam berinteraksi sosial menurut Islam. Siswa bertanya: Apa saja prinsip-prinsip etika sosial yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat? Apa peran etika sosial dalam menciptakan harmoni dalam masyarakat?

a)

Peserta didik mampu menganalisis dampak etika sosial terhadap keharmonisan masyarakat dan memberikan contoh kasus.

b)

Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan antara etika sosial dalam Islam dan etika sosial dalam konteks global.

c)

Peserta didik mampu mengidentifikasi cara menjaga hubungan baik dengan tetangga dan masyarakat secara efektif.

d)

Peserta didik mampu menyusun presentasi tentang pentingnya etika sosial dalam Islam dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

e)

Peserta didik mampu merumuskan prinsip-prinsip etika sosial dalam Islam dan memberikan contoh penerapannya.