wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL MODUL 8 (Tinjauan Spiritual Paliatif)

Total questions: 11

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien laki-laki 60 tahun dengan gagal ginjal terminal tampak murung, sering mengatakan bahwa “Tuhan sedang menghukumnya.” Ia menolak berbicara dengan ustaz karena merasa tidak layak. Ia tetap rutin menjalani hemodialisa, tetapi tampak kehilangan makna hidup. Tindakan paling tepat perawat?

a)

Meyakinkan pasien bahwa Tuhan Maha Pengampun dan mendorongnya untuk berdoa

b)

Mengalihkan pembicaraan ke hal positif agar pasien tidak semakin sedih

c)

Mengkaji lebih dalam distress spiritual pasien dan menawarkan kehadiran perawat untuk mendengarkan

d)

Meminta keluarga memaksa pasien untuk bertemu ustaz

e)

Menyarankan pasien fokus pada pengobatan medis saja

2.

Pasien perempuan 55 tahun kanker ovarium stadium akhir ingin beribadah tetapi tidak mampu berdiri atau duduk lama. Ia sedih karena merasa ibadahnya tidak sempurna. Apa intervensi paling tepat?

a)

Menyarankan pasien untuk beristirahat dan menunda ibadah

b)

Menjelaskan bahwa ibadah tidak wajib pada pasien sakit berat

c)

Membantu menyesuaikan posisi ibadah dan menyediakan alat bantu agar ibadah tetap dapat dilakukan di tempat tidur

d)

Mengundang pemuka agama untuk memberi ceramah panjang

e)

Mengalihkan dengan aktivitas hiburan

3.

Seorang pasien mengatakan bahwa ia ingin bertobat tetapi bingung mulai dari mana. Ia khawatir ajalnya dekat. Keluarga meminta perawat untuk tidak membahas kematian agar pasien tidak stres. Sikap terbaik?

a)

Mengikuti permintaan keluarga dan menghindari topik spiritual

b)

Memberitahu keluarga bahwa perawat harus memaksa pasien untuk berbicara

c)

Mengabaikan keluarga dan langsung membahas kematian dengan pasien

d)

Menghormati keluarga namun tetap merespons kebutuhan spiritual pasien secara individual dan privat

e)

Mengarahkan pasien ke psikolog tanpa menyinggung aspek spiritual

4.

Pasien 72 tahun meminta perawat memutarkan bacaan kitab suci setiap pagi. Namun anaknya keberatan karena merasa itu membuat ruangan terlalu bising. Apa yang sebaiknya dilakukan?

a)

Menolak permintaan pasien untuk menjaga ketenangan ruangan

b)

Mengabulkan permintaan pasien tanpa mempertimbangkan keluarga

c)

Mencari kompromi seperti menggunakan earphone atau volume rendah

d)

Meminta keluarga menunggu di luar setiap pagi

e)

Mengalihkan pasien ke kegiatan lain

5.

Pasien terminal tampak sangat gelisah dan menyebut melihat “orang berbaju putih” di kamarnya. Secara medis, pasien sadar penuh tanpa delirium. Ia mengatakan itu membuatnya takut meninggal. Respons paling tepat?

a)

Menjelaskan bahwa itu hanya halusinasi karena obat

b)

Mengabaikan karena tidak berkaitan dengan aspek medis

c)

Mengkaji makna pengalaman spiritual pasien dan memberikan dukungan emosional

d)

Memanggil psikiater segera

e)

Menekan pasien agar jangan berpikir negatif

6.

Keluarga melarang pasien untuk mengetahui diagnosis terminalnya karena “nanti mentalnya jatuh,” padahal pasien terus menanyakan kondisi sebenarnya. Perawat sebaiknya?

a)

Mengikuti permintaan keluarga penuh

b)

Memberikan informasi apa adanya tanpa mempertimbangkan keluarga

c)

Melakukan komunikasi terapeutik dan menggali preferensi pasien terkait informasi kesehatan

d)

Meminta dokter menegur keluarga

e)

Mengalihkan pertanyaan pasien

7.

Pasien meminta perawat untuk membacakan doa tertentu sesuai agamanya. Perawat berbeda agama dan tidak mengetahui doanya. Apa yang paling tepat?

a)

Menolak karena berbeda keyakinan

b)

Mengarang doa pendek

8.

Pasien kehilangan harapan dan berkata, “Saya ingin cepat mati saja.” Secara medis tidak menunjukkan tanda ide bunuh diri. Apa langkah perawat?

a)

Menegaskan bahwa ucapan itu dosa

b)

Mengabaikan karena pasien hanya stres

c)

Mengkaji distress spiritual dan eksistensial pasien

d)

Mengajak pasien melakukan aktivitas fisik berat

e)

Mengalihkan dengan humor

9.

Pasien mengatakan merasa jauh dari Tuhan karena tidak dapat berpuasa atau salat seperti biasa. Apa intervensi tepat?

a)

Menyarankan pasien untuk memaksakan ibadah seperti biasa

b)

Menghubungkan pasien dengan pemuka agama untuk memberikan penjelasan hukum ibadah bagi orang sakit

c)

Mengalihkan pembicaraan

d)

Menyuruh keluarga menjelaskan sendiri

e)

Menyatakan bahwa ibadah tidak perlu saat sakit

10.

Pasien sangat cemas menghadapi kematian dan ingin ditemani saat berdoa, tetapi perawat sedang sibuk dengan banyak pasien lain. Tindakan terbaik?

a)

Menolak karena beban kerja

b)

Menyuruh pasien berdoa sendiri

c)

Mengatur waktu singkat untuk hadir dan meminta bantuan tim bila diperlukan

d)

Menunda hingga jam dinas hampir selesai

e)

Mengarahkan pasien menonton video religi saja

11.

Pasien kehilangan harapan dan berkata, “Saya ingin cepat mati saja.” Secara medis tidak menunjukkan tanda ide bunuh diri. Apa langkah perawat?

a)

Menegaskan bahwa ucapan itu dosa

b)

Mengabaikan karena pasien hanya stres

c)

Mengkaji distress spiritual dan eksistensial pasien

d)

Mengajak pasien melakukan aktivitas fisik berat

e)

Mengalihkan dengan humor