wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UAS Ketahanan Pangan Smt 3

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Teknologi yang paling berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan perikanan melalui efisiensi produksi budidaya ikan adalah ...

a)

Penangkapan ikan tradisional

b)

Sistem bioflok pada budidaya ikan

c)

Pengeringan ikan secara alami

d)

Penjualan ikan di pasar lokal

e)

Penyimpanan ikan tanpa es

2.

Penerapan teknologi rantai dingin (cold chain system) pada sektor perikanan bertujuan utama untuk ...

a)

Meningkatkan jumlah nelayan

b)

Menurunkan harga ikan

c)

Menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan

d)

Mempercepat proses penangkapan ikan

e)

Mengurangi biaya bahan bakar

3.

Salah satu teknologi pascapanen yang dapat mengurangi kehilangan hasil (losses) perikanan adalah ...

a)

Pengasapan ikan dengan suhu terkontrol

b)

Penjualan ikan segar tanpa pengolahan

c)

Pengangkutan ikan tanpa pendingin

d)

Penjemuran ikan di ruang terbuka

e)

Penyimpanan ikan dalam wadah terbuka

4.

Penggunaan aplikasi digital oleh nelayan dan pembudidaya ikan berkontribusi terhadap ketahanan pangan karena dapat ...

a)

Menggantikan peran nelayan

b)

Mempermudah akses informasi cuaca dan pasar

c)

Mengurangi produksi ikan

d)

Meningkatkan ketergantungan impor

e)

Menghilangkan proses distribusi

5.

Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) memiliki keunggulan utama berupa ...

a)

Membutuhkan lahan yang sangat luas

b)

Penggunaan air yang lebih efisien

c)

Produksi ikan yang tidak terkontrol

d)

Biaya operasional yang sangat rendah tanpa perawatan

e)

Tidak memerlukan listrik

6.

Dalam konteks ketahanan pangan, inovasi teknologi pengolahan hasil perikanan berfungsi untuk ...

a)

Mempercepat penangkapan ikan

b)

Menambah masa simpan dan nilai tambah produk

c)

Mengurangi konsumsi ikan

d)

Membatasi distribusi produk

e)

Menghilangkan kebutuhan penyimpanan

7.

Teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan adalah ...

a)

Pukat harimau

b)

Bom ikan

c)

Alat tangkap selektif

d)

Racun ikan

e)

Cantrang tidak terkendali

8.

Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam budidaya perikanan dapat membantu ketahanan pangan melalui ...

a)

Pengurangan jumlah kolam

b)

Pemantauan kualitas air secara real time

c)

Penghapusan pakan ikan

d)

Penurunan produktivitas

e)

Pengurangan kontrol pembudidaya

9.

Salah satu tantangan penerapan teknologi perikanan di Provinsi Banten adalah ...

a)

Kelebihan tenaga ahli teknologi

b)

Keterbatasan akses modal dan pelatihan

c)

Ketersediaan teknologi yang berlebihan

d)

Minimnya potensi perikanan

e)

Rendahnya kebutuhan pangan ikan

10.

Peran teknologi dalam mendukung ketahanan pangan perikanan paling tepat ditunjukkan oleh ...

a)

Peningkatan impor produk perikanan

b)

Eksploitasi sumber daya tanpa kontrol

c)

Produksi berkelanjutan dan distribusi yang efisien

d)

Penurunan konsumsi protein ikan

e)

Pengurangan aktivitas perikanan lokal

11.

Peran sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan dari aspek ekonomi adalah ...

a)

Meningkatkan ketergantungan impor pangan

b)

Menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat pesisir

c)

Mengurangi aktivitas ekonomi wilayah pesisir

d)

Menurunkan konsumsi protein masyarakat

e)

Meningkatkan inflasi daerah

12.

Stabilitas harga ikan penting bagi ketahanan pangan karena ...

a)

Menentukan jumlah nelayan

b)

Menjamin keterjangkauan ikan bagi konsumen

c)

Mengurangi produksi perikanan

d)

Membatasi distribusi ikan

e)

Meningkatkan ekspor tanpa kontrol

13.

Salah satu faktor ekonomi yang memengaruhi produksi perikanan budidaya di Banten adalah ...

a)

Ketersediaan alat tangkap modern

b)

Harga pakan dan biaya produksi

c)

Jumlah hari libur nasional

d)

Tingkat urbanisasi

e)

Jarak ke ibu kota negara

14.

Penguatan kelembagaan ekonomi nelayan, seperti koperasi perikanan, berkontribusi terhadap ketahanan pangan karena dapat ...

a)

Mengurangi akses nelayan terhadap modal

b)

Memperkuat posisi tawar dan efisiensi pemasaran

c)

Membatasi distribusi hasil perikanan

d)

Menurunkan pendapatan nelayan

e)

Menghilangkan peran pemerintah

15.

Rantai pemasaran hasil perikanan yang terlalu panjang di Provinsi Banten dapat berdampak pada ...

a)

Meningkatnya pendapatan nelayan

b)

Harga ikan yang lebih stabil

c)

Tingginya margin perantara dan harga konsumen

d)

Meningkatnya efisiensi distribusi

e)

Menurunnya biaya logistik

16.

Diversifikasi produk olahan perikanan memiliki dampak ekonomi terhadap ketahanan pangan berupa ...

a)

Penurunan nilai jual ikan

b)

Peningkatan nilai tambah dan pendapatan pelaku usaha

c)

Berkurangnya lapangan kerja

d)

Menurunnya minat konsumsi ikan

e)

Ketergantungan pada produk impor

17.

Akses permodalan bagi pelaku usaha perikanan di Banten penting untuk ketahanan pangan karena ...

a)

Menambah beban hutang tanpa manfaat

b)

Memperbesar skala usaha dan meningkatkan produksi

c)

Mengurangi jumlah pelaku usaha

d)

Menghambat adopsi teknologi

e)

Menurunkan efisiensi usaha

18.

Kebijakan subsidi atau bantuan pemerintah pada sektor perikanan bertujuan utama untuk ...

a)

Mengurangi produksi perikanan

b)

Menstabilkan pendapatan nelayan dan pasokan pangan

c)

Meningkatkan ketergantungan bantuan

d)

Menghilangkan mekanisme pasar

e)

Membatasi konsumsi ikan

19.

Ketahanan pangan perikanan di Provinsi Banten dari aspek ekonomi dapat terganggu apabila ...

a)

Pendapatan nelayan meningkat

b)

Distribusi ikan berjalan lancar

c)

Biaya produksi meningkat tanpa diimbangi harga jual

d)

Permintaan pasar stabil

e)

Nilai tukar nelayan membaik

20.

Indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk menilai kontribusi sektor perikanan terhadap ketahanan pangan di Provinsi Banten adalah ...

a)

Jumlah hari hujan

b)

Nilai Tukar Nelayan (NTN)

c)

Kedalaman laut

d)

Luas wilayah administratif

e)

Jumlah wisatawan

21.

Teknologi pengolahan hasil perikanan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Banten adalah ...

a)

Penjualan ikan segar tanpa pengawetan

b)

Pengolahan ikan menjadi produk beku dan olahan

c)

Pengangkutan ikan tanpa pendingin

d)

Penyimpanan ikan di suhu ruang

e)

Penjemuran ikan tanpa kontrol

22.

Tujuan utama penerapan teknologi pembekuan (freezing) pada hasil perikanan adalah ...

a)

Mengurangi kandungan protein ikan

b)

Memperpanjang masa simpan dan mempertahankan mutu

c)

Mempercepat proses pembusukan

d)

Menghilangkan kebutuhan penyimpanan

e)

Menurunkan nilai ekonomi ikan

23.

Penggunaan mesin pengasapan ikan modern di wilayah pesisir Banten memiliki keunggulan dibandingkan pengasapan tradisional karena ...

a)

Waktu proses lebih lama

b)

Mutu produk lebih seragam dan higienis

c)

Biaya operasional lebih tinggi tanpa manfaat

d)

Rasa produk kurang diterima konsumen

e)

Tidak meningkatkan daya simpan

24.

Penerapan teknologi pengemasan vakum (vacuum packaging) pada produk perikanan bertujuan untuk ...

a)

Menambah kadar air produk

b)

Menghambat pertumbuhan mikroorganisme

c)

Mempercepat oksidasi lemak

d)

Mengurangi masa simpan

e)

Menurunkan kualitas sensoris

25.

Diversifikasi produk olahan perikanan seperti abon ikan, nugget ikan, dan bakso ikan berkontribusi terhadap ketahanan pangan karena ...

a)

Mengurangi konsumsi ikan

b)

Menurunkan nilai jual hasil perikanan

c)

Meningkatkan nilai tambah dan daya simpan produk

d)

Membatasi pilihan konsumen

e)

Mengurangi lapangan kerja

26.

Salah satu teknologi pengolahan yang dapat diterapkan pada ikan hasil tangkapan berlebih (over supply) di Banten adalah ...

a)

Pembuangan hasil tangkapan

b)

Pengolahan menjadi produk kering atau awetan

c)

Penyimpanan tanpa pendinginan

d)

Penjualan dengan harga sangat rendah

e)

Distribusi tanpa pengemasan

27.

Penerapan standar keamanan pangan (misalnya GMP dan HACCP) pada industri pengolahan perikanan penting karena ...

a)

Menambah biaya tanpa manfaat

b)

Menurunkan daya saing produk

c)

Menjamin keamanan dan mutu produk olahan

d)

Membatasi produksi

e)

Menghambat ekspor produk

28.

Teknologi pengolahan berbasis UMKM perikanan di Provinsi Banten berperan dalam ketahanan pangan dengan cara ...

a)

Mengurangi akses masyarakat terhadap ikan

b)

Memperluas ketersediaan produk olahan berbasis ikan

c)

Menurunkan pendapatan pelaku usaha

d)

Membatasi distribusi pangan

e)

Menghilangkan konsumsi ikan segar

29.

Pemanfaatan limbah hasil pengolahan perikanan, seperti kepala dan tulang ikan, dapat dilakukan melalui teknologi ...

a)

Pembuangan langsung ke laut

b)

Pengolahan menjadi tepung ikan atau pakan

c)

Penyimpanan tanpa pengolahan

d)

Pembakaran terbuka

e)

Penguburan tanpa pemanfaatan

30.

Peran teknologi pengolahan hasil perikanan dalam ketahanan pangan di Provinsi Banten paling tepat ditunjukkan oleh ...

a)

Penurunan konsumsi produk perikanan

b)

Peningkatan kehilangan hasil pascapanen

c)

Ketersediaan pangan ikan yang aman, bermutu, dan berkelanjutan

d)

Ketergantungan pada produk olahan impor

e)

Berkurangnya aktivitas pengolahan lokal

31.

Diversifikasi pangan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok sehingga memperkuat ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

32.

Pola konsumsi masyarakat Indonesia yang sangat bergantung pada beras justru dapat melemahkan ketahanan pangan nasional.

a)

Benar

b)

Salah

33.

Gotong royong dalam penyediaan pangan di pedesaan tidak memiliki pengaruh terhadap ketahanan pangan masyarakat.

a)

Benar

b)

Salah

34.

Sistem lumbung pangan seperti leuit pada masyarakat Baduy membantu keluarga tidak bergantung pada beras dari pasar.

a)

Benar

b)

Salah

35.

Sistem subak di Bali hanya berfungsi sebagai tradisi upacara adat dan tidak berhubungan dengan produktivitas padi.

a)

Benar

b)

Salah

36.

Tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung membuat masyarakat lebih paham tentang pentingnya gizi seimbang dan keanekaragaman pangan.

a)

Benar

b)

Salah

37.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi selalu menghambat ketahanan pangan karena mengurangi jumlah tenaga kerja produktif di sektor pertanian.

a)

Benar

b)

Salah

38.

Alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan industri dapat menurunkan produktivitas pertanian dan menghambat ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

39.

Pandangan bahwa beras memiliki status sosial lebih tinggi dibanding sumber karbohidrat lain dapat menghambat tercapainya ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

40.

Ketergantungan impor beras membuat Indonesia sangat rentan terhadap kenaikan harga beras dunia.

a)

Benar

b)

Salah

41.

Fungsi hukum dalam ketahanan pangan antara lain memberikan perlindungan kepada petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lainnya.

a)

Benar

b)

Salah

42.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 merupakan salah satu dasar hukum utama yang mengatur tentang pangan di Indonesia.

a)

Benar

b)

Salah

43.

Peraturan perundang-undangan terkait pangan tidak mengatur hal-hal seperti distribusi pangan, perlindungan konsumen, dan pengendalian impor.

a)

Benar

b)

Salah

44.

Sebagai anggota AFTA dan CAFTA, kebijakan ekspor-impor pangan Indonesia harus menyesuaikan dengan kesepakatan perdagangan internasional.

a)

Benar

b)

Salah

45.

Kestabilan politik tidak berpengaruh terhadap ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilitas ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

46.

Tingkat korupsi yang tinggi dapat melemahkan ketahanan pangan karena mengganggu tata kelola dan pemanfaatan sumber daya.

a)

Benar

b)

Salah

47.

Pembangunan irigasi membantu menjamin ketersediaan air bagi pertanian sehingga dapat mencegah gagal panen dan memperkuat ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

48.

Infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara tidak memiliki kaitan dengan pemerataan distribusi pangan.

a)

Benar

b)

Salah

49.

Pembangunan bandara dan pelabuhan di daerah terpencil dapat membantu menurunkan kesenjangan harga pangan antar wilayah.

a)

Benar

b)

Salah

50.

Perubahan iklim dapat menyebabkan pergeseran musim tanam, kekeringan, dan banjir yang mengancam produktivitas pertanian.

a)

Benar

b)

Salah

51.

El Nino cenderung menyebabkan kekeringan di Indonesia, sedangkan La Nina cenderung menyebabkan curah hujan sangat tinggi dan banjir.

a)

Benar

b)

Salah

52.

Perubahan iklim tidak berpengaruh terhadap risiko kelaparan dan kerawanan pangan di masyarakat.

a)

Benar

b)

Salah

53.

Bencana alam dapat merusak infrastruktur pertanian seperti irigasi, lahan, dan fasilitas penyimpanan sehingga mengganggu ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

54.

Kerugian ekonomi di sektor pertanian akibat bencana alam dapat menurunkan daya beli rumah tangga dan membatasi akses terhadap pangan.

a)

Benar

b)

Salah

55.

Upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal, seperti pengurangan limbah dan penggunaan kendaraan bermotor, tidak ada hubungannya dengan ketahanan pangan.

a)

Benar

b)

Salah

56.

Peraturan Menteri Pertanian No. 18/2015 mengatur tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan

a)

Benar

b)

Salah

57.

Menurut laporan FAO 2018, persentase penduduk dunia yang mengalami kekurangan konsumsi energi makanan terus meningkat dalam dua tahun berturut-turut dan mencapai 10,9% pada tahun 2017, dengan sekitar 65% dari jumlah tersebut terkonsentrasi di tujuh negara termasuk Indonesia, yang menunjukkan bahwa ketahanan pangan global masih menjadi tantangan serius.

a)

Benar

b)

Salah

58.

Revolusi Industri 4.0, yang dicirikan oleh pabrik cerdas dan penggunaan Internet of Things (IoT), dianggap sebagai peluang eksternal bagi Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui efisiensi rantai pasok dan pengurangan food losses, sementara tantangan seperti perubahan iklim dan konversi lahan pertanian justru dapat diperparah oleh industrialisasi yang tidak berkelanjutan.

a)

Benar

b)

Salah

59.

Diversifikasi pangan, termasuk pengembangan beras analog dari tepung pangan lokal seperti ubi jalar dan talas, merupakan salah satu peluang internal untuk mengatasi ketergantungan pada beras, namun upaya ini terhambat oleh mindset masyarakat yang menganggap nasi sebagai makanan pokok utama serta kurangnya pemasaran produk diversifikasi seperti brownies dan cookies berbasis pangan lokal

a)

Benar

b)

Salah

60.

Perdagangan bebas (free trade) dan fair trade di satu sisi dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain sistem perdagangan bebas global seringkali merugikan petani kecil, sehingga diperlukan pendekatan yang berkeadilan agar tidak mengancam ketahanan pangan nasional.

a)

Benar

b)

Salah