wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Uji Pengetahuan Fiqih

Total questions: 39

Worksheet time: 32mins

Name
Class
Date
1.

Mengapa penting bagi peserta didik untuk memiliki sikap keimanan dan ketakwaan dalam konteks zakat hasil tanah yang disewakan?

a)

A. Agar mereka memahami aspek teknis perhitungan zakat.

b)

B. Agar mereka menyadari bahwa harta yang dimiliki adalah titipan Allah SWT.

c)

C. Agar mereka mampu mengelola tanah sewaan dengan efisien.

d)

D. Agar mereka dapat menghindari kewajiban membayar zakat.

e)

E. Agar mereka termotivasi untuk meningkatkan hasil panen.

2.

Bagaimana konsep zakat profesi mendorong cara berpikir kritis terkait pengelolaan keuangan pribadi?

a)

A. Mendorong untuk menghabiskan seluruh penghasilan sebelum mencapai nisab.

b)

B. Menganalisis sumber penghasilan yang wajib dizakati.

c)

C. Mengabaikan zakat karena dianggap mengurangi pendapatan.

d)

D. Berpikir kreatif mencari cara untuk menunda pembayaran zakat.

e)

E. Menerima begitu saja perhitungan zakat tanpa verifikasi.

3.

Bagaimana kegiatan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid dapat menumbuhkan keterampilan gotong royong di kalangan peserta didik?

a)

A. Dengan menyerahkan seluruh proses pembangunan kepada panitia amil zakat.

b)

B. Melalui partisipasi aktif dalam pengumpulan dana zakat dan distribusi material pembangunan.

c)

C. Cukup dengan memberikan sumbangan materi tanpa ikut serta dalam aktivitas fisik.

d)

D. Mengamati proses pembangunan dari jauh tanpa terlibat langsung.

e)

E. Merasa cukup dengan membayar zakat tanpa peduli penyalurannya.

4.

Dalam konteks kebhinekaan, bagaimana menumbuhkan sikap penerimaan terhadap perbedaan pandangan mengenai praktik nikah mut'ah yang ada di masyarakat dengan tetap berpegang pada ajaran agama?

a)

A. Menganggap praktik yang berbeda sebagai penyimpangan mutlak.

b)

B. Mempelajari berbagai pandangan ulama dengan sikap terbuka.

c)

C. Menghakimi pihak yang melakukan praktik berbeda.

d)

D. Menolak semua bentuk tradisi yang tidak sesuai dengan pandangan pribadi.

e)

E. Memaksakan pandangan pribadi sebagai satu-satunya kebenaran.

5.

Mahasiswa dapat menentukan rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan materi supaya peserta didik memilik

4 lines
6.

Bagaimana materi bank, rente, dan fee dapat merangsang kemampuan berpikir dinamis dan inovatif peserta didik dalam ekonomi syariah?

a)

Dengan hanya mempelajari definisi bank, rente, dan fee secara statis.

b)

Menganalisis model-model transaksi keuangan syariah yang relevan dengan perkembangan zaman.

c)

Menghafal hukum-hukum terkait tanpa memahami konteks penerapannya.

d)

Mengabaikan perkembangan ekonomi syariah kontemporer.

e)

Terjebak pada perdebatan klasik tanpa mencari solusi inovatif.

7.

Bagaimana guru dapat menganalisis materi tersebut agar sesuai dengan karakteristik peserta didik dalam perencanaan pembelajarannya?

a)

Menyajikan materi secara monoton tanpa melibatkan peserta didik dalam pemecahan masalah.

b)

Menyesuaikan studi kasus tentang zakat hasil tanah sewaan dengan konteks lokal peserta didik.

c)

Memberikan ceramah panjang lebar tanpa ada interaksi.

d)

Menggunakan istilah-istilah fiqih yang sulit dipahami peserta didik.

e)

Mengabaikan latar belakang sosial dan ekonomi peserta didik.

8.

Bagaimana guru menganalisis materi ini dalam pelaksanaannya agar relevan dengan karakteristik peserta didik?

a)

Meminta siswa menghitung zakat dengan studi kasus yang tidak realistis bagi mereka.

b)

Menghubungkan perhitungan zakat profesi dengan jenis profesi yang umum di lingkungan peserta didik.

c)

Memberikan rumus perhitungan zakat tanpa contoh aplikatif.

d)

Mengabaikan tingkat pemahaman matematika peserta didik.

e)

Hanya fokus pada teori tanpa praktik.

9.

Bagaimana guru menguraikan materi ini dalam evaluasi agar sesuai dengan karakteristik digital native peserta didik?

a)

Memberikan soal pilihan ganda konvensional di atas kertas.

b)

Menggunakan platform digital interaktif yang memungkinkan siswa menganalisis skenario penyaluran zakat.

c)

Meminta siswa membuat ringkasan materi di buku catatan.

d)

Melakukan tanya jawab lisan di depan kelas.

e)

Memberikan tugas menghafal delapan asnaf penerima zakat.

10.

Bagaimana guru dapat menentukan alur materi ajar monogami, poligami, atau nikah mut'ah dalam perencanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik?

4 lines
11.

Bagaimana alur materi yang logis mempertimbangkan aspek teknologi, pedagogi, dan konten sesuai karakteristik peserta didik?

a)

Menyajikan materi hanya dalam bentuk ceramah Powerpoint.

b)

Menggunakan video ceramah dari platform online, diskusi kelompok daring, dan analisis studi kasus nyata melalui collaborative tools.

c)

Memberikan tugas membaca buku teks tanpa sumber belajar lain.

d)

Fokus hanya pada perbedaan pendapat tanpa menjelaskan dasar hukum.

e)

Mengabaikan aspek teknologi dalam penyampaian materi.

12.

Bagaimana alur materi dalam pelaksanaan ini disesuaikan dengan karakteristik peserta didik?

a)

Meminta siswa mencatat semua definisi tanpa konteks.

b)

Membiarkan siswa mencoba simulasi tanpa bimbingan atau penjelasan konsep.

c)

Menyediakan skenario transaksi kompleks yang melibatkan analisis risiko dan keuntungan sesuai prinsip syariah/konvensional dalam simulasi.

d)

Hanya menampilkan gambar berbagai jenis bank.

e)

Memberikan tugas menghafal jenis-jenis fee bank.

13.

Bagaimana alur materi dalam evaluasi ini mempertimbangkan pendekatan konseling dan karakteristik peserta didik?

a)

Memberikan ujian tertulis dengan soal hafalan.

b)

Melakukan diskusi personal dengan siswa untuk menggali pemahaman mereka tentang nilai-nilai kepemimpinan Islam dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.

c)

Memberikan tugas membuat makalah sejarah pemerintahan Islam.

d)

Hanya menilai dari partisipasi aktif di kelas.

e)

Mengabaikan aspek afektif dalam evaluasi.

14.

Bagaimana pengembangan materi ajar nilai-nilai P5 disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dalam perencanaan pembelajaran?

a)

Menyajikan nilai-nilai P5 sebagai teori yang terpisah dari materi Fiqih.

b)

Mengaitkan materi Fiqih, seperti zakat atau ibadah sosial, dengan nilai-nilai P5 seperti gotong royong dan kebinekaan global melalui proyek kolaboratif.

c)

Hanya menyebutkan nilai-nilai P5 di awal pembelajaran.

d)

Mengabaikan relevansi nilai-nilai P5 dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

e)

Menjadikan P5 sebagai mata pelajaran terpisah.

15.

Bagaimana pengembangan materi ajar nilai-nilai PPRA dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik?

4 lines
16.

Bagaimana pengembangan materi ajar nilai-nilai PPRA disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran?

a)

Menyajikan nilai-nilai PPRA secara doktriner tanpa diskusi.

b)

Mengajak siswa menganalisis kasus-kasus kontemporer terkait toleransi, anti-kekerasan, dan keadilan dalam perspektif Fiqih dan mengaitkannya dengan nilai-nilai PPRA.

c)

Meminta siswa menghafal nilai-nilai PPRA.

d)

Mengabaikan konteks sosial budaya peserta didik.

e)

Hanya berfokus pada aspek ritual ibadah.

17.

Bagaimana materi ajar tentang Islam wasathiyah dikembangkan dalam evaluasi ini agar sesuai dengan implementasi moderasi beragama di masyarakat dan karakteristik peserta didik?

a)

Memberikan soal yang hanya menguji hafalan definisi moderasi beragama.

b)

Menyajikan studi kasus nyata tentang konflik atau kerukunan umat beragama dan meminta siswa memberikan solusi berdasarkan prinsip Islam wasathiyah.

c)

Mengabaikan isu-isu aktual terkait moderasi beragama.

d)

Hanya fokus pada aspek teoritis moderasi beragama.

e)

Memberikan penilaian berdasarkan kesamaan pandangan dengan guru.

18.

Mengapa pengembangan materi ajar tentang Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah penting dalam konteks implementasi moderasi beragama di masyarakat?

a)

Agar umat Islam menjadi eksklusif dan tertutup.

b)

Agar umat Islam bersikap ekstrem dalam beragama.

c)

Untuk menumbuhkan pemahaman bahwa Islam adalah agama yang seimbang, adil, dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat majemuk.

d)

Untuk mendorong praktik keagamaan yang kaku dan tidak fleksibel.

e)

Agar umat Islam menjauhi interaksi dengan umat beragama lain.

19.

Rancangan pembelajaran manakah yang paling sesuai dengan materi zakat hasil tanah yang disewakan?

a)

Ceramah interaktif tentang perhitungan zakat hasil pertanian.

b)

Proyek kelompok untuk meneliti jenis-jenis tanaman yang wajib dizakati.

c)

Diskusi kasus tentang petani yang menyewakan tanahnya dan kebingungan menghitung zakatnya, diikuti dengan pencarian solusi syar'i.

d)

Kunjungan ke lahan pertanian untuk observasi.

e)

Penugasan membuat mind map tentang zakat.

20.

Aspek pedagogik apa yang paling relevan dalam memilih rancangan ini?

a)

Menentukan metode penilaian yang paling mudah.

b)

Memastikan semua siswa aktif terlibat dalam identifikasi masalah, analisis, dan sintesis solusi melalui kolaborasi.

c)

Hanya berfokus pada penyampaian informasi oleh guru.

d)

Memberikan tugas individu yang sulit.

e)

Mengabaikan kebutuhan belajar siswa.

21.

Rancangan pembelajaran manakah yang paling memanfaatkan pengetahuan teknologi?

a)

Menggunakan papan tulis untuk mencatat ide siswa.

b)

Memanfaatkan forum diskusi online untuk analisis studi kasus, aplikasi kalkulator zakat digital, dan presentasi hasil menggunakan multimedia.

c)

Memberikan tugas merangkum dari buku digital.

d)

Menonton video tanpa interaksi.

e)

Menggunakan proyektor untuk menampilkan teks.

22.

Bagaimana rancangan ini disesuaikan dengan materi zakat profesi dan karakteristik beragam siswa?

a)

Memberikan tugas yang sama untuk semua siswa tanpa mempertimbangkan gaya belajar mereka.

b)

Menyediakan berbagai pilihan sumber belajar (teks, video, infografis) dan metode penyelesaian tugas (esai, presentasi, poster digital) sesuai minat dan kemampuan siswa.

c)

Mengabaikan siswa yang kesulitan memahami materi.

d)

Hanya menggunakan satu metode pengajaran.

e)

Memberikan penilaian hanya dari hasil akhir.

23.

Dalam mengajarkan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu, aspek pedagogik apa yang penting dipertimbangkan?

a)

Hanya fokus pada aspek kognitif.

b)

Memberikan kesempatan kepada siswa dengan berbagai kecerdasan (misalnya, visual, auditori, kinestetik) untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui berbagai media dan aktivitas.

c)

Mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik.

d)

Menyamaratakan kemampuan semua siswa.

e)

Hanya menggunakan metode ceramah.

24.

Bagaimana teknologi dimanfaatkan dalam rancangan ini?

a)

Menonton film dokumenter tanpa diskusi.

b)

Menggunakan platform daring yang memungkinkan siswa berpartisipasi dalam forum diskusi anonim, membuat blog refleksi, atau membuat konten multimedia untuk mengekspikan pandangan mereka secara personal.

c)

Memberikan tugas menulis esai di kertas.

d)

Hanya menggunakan satu jenis aplikasi pembelajaran.

25.

Disajikan narasi kasus penerapan pembelajaran dengan materi bank, rente, atau fee sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan materi pembelajaran. Guru menerapkan pembelajaran mendalam (Deep Learning) tentang bank, rente, dan fee. Rancangan pembelajaran manakah yang paling mendukung pemahaman mendalam materi ini?

a)

Menghafal definisi bank syariah dan konvensional.

b)

Menganalisis studi kasus kompleks tentang transaksi keuangan, membandingkan akad syariah dan konvensional, serta mengevaluasi dampaknya terhadap individu dan masyarakat.

c)

Membuat ringkasan bab tentang perbankan.

d)

Hanya mempelajari sejarah perbankan.

e)

Fokus pada aspek hukum tanpa aplikasi.

26.

Disajikan narasi kasus penerapan pembelajaran dengan materi pemerintahan dalam islam sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan pedagogi. Dalam pembelajaran mendalam tentang pemerintahan dalam Islam, aspek pedagogik apa yang krusial untuk mengembangkan kemampuan creativity peserta didik?

a)

Memberikan tugas menghafal nama-nama khalifah.

b)

Mendorong siswa untuk merancang model sistem pemerintahan Islam yang ideal berdasarkan prinsip-prinsip syariah dan konteks kontemporer.

c)

Hanya fokus pada aspek historis.

d)

Memberikan soal pilihan ganda.

e)

Mengabaikan diskusi kelompok.

27.

Disajikan kasus penerapan pembelajaran dengan materi implementasi pendidikan karakter atau pendidikan nilai sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan teknologi. Guru menerapkan pembelajaran mendalam tentang pendidikan karakter menggunakan teknologi untuk mengembangkan kemampuan collabotation atau communication peserta didik. Bagaimana teknologi dapat mendukung ini?

a)

Memberikan tugas individu berbasis teks.

b)

Menggunakan platform kolaborasi daring untuk proyek bersama tentang penerapan nilai karakter, membuat vlog atau podcast tentang pengalaman pribadi, dan berkomunikasi dengan pakar melalui video conference.

c)

Menonton video sendirian.

d)

Hanya menggunakan email untuk komunikasi.

e)

Mengabaikan interaksi antar siswa.

28.

Disajikan kasus penerapan pembelajaran dengan materi implementasi moderasi beragama di Indonesia sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis TPACK sesuai dengan materi pembelajaran. Guru menggunakan pendekatan TPACK untuk mengajarkan implementasi moderasi beragama di Indonesia. Bagaimana aspek TPACK terintegrasi dalam rancangan pembelajaran ini?

a)

Hanya menggunakan buku teks (Content Knowledge).

b)

Menggunakan platform digital untuk mengakses berbagai sumber (Technology Knowledge) tentang moderasi beragama, merancang aktivitas diskusi daring (Pedagogical Knowledge) tentang studi kasus intoleransi, dan menganalisis konten media (Content Knowledge) terkait isu keagamaan.

c)

Hanya berfokus pada penggunaan teknologi canggih.

d)

Mengabaikan pengetahuan konten.

e)

Hanya menggunakan metode ceramah interaktif.

29.

Diberikan kasus penyajian materi zakat hasil tanah yang disewakan yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan strategi pembelajaran berpendekatan PBL guna menciptakan suasana belajar yang aman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. Materi zakat hasil tanah yang disewakan perlu disajikan agar relevan dengan perkembangan.

4 lines
30.

Strategi PBL apa yang menciptakan suasana belajar aman dan relevan?

a)

Menghindari pembahasan isu kontemporer terkait zakat pertanian modern.

b)

Membawa isu-isu aktual tentang zakat pertanian digital atau investasi properti pertanian sebagai studi kasus untuk dipecahkan secara kolaboratif dalam suasana saling menghargai.

c)

Hanya membahas kasus-kasus pertanian tradisional.

d)

Memberikan sanksi bagi siswa yang bertanya di luar materi buku teks.

e)

Menciptakan suasana kompetisi yang ketat antar siswa.

31.

Untuk membuat materi zakat hasil tanah sewaan nyaman dipelajari melalui PjBL, strategi apa yang bisa diterapkan?

a)

Memberikan target proyek yang tidak realistis.

b)

Memberikan kebebasan kepada siswa memilih topik proyek terkait zakat pertanian modern yang diminati, bekerja dalam kelompok kecil, dan menggunakan sumber belajar yang beragam sesuai kenyamanan mereka.

c)

Memaksa siswa mengikuti alur proyek yang kaku.

d)

Mengabaikan umpan balik siswa selama proyek.

e)

Memberikan tekanan berlebih pada hasil akhir proyek.

32.

Bagaimana DBL menciptakan suasana belajar membahagiakan dengan materi ini?

a)

Memberikan tugas DBL yang bersifat individu dan kompetitif.

b)

Menggunakan platform DBL dengan gamifikasi, simulasi interaktif perhitungan zakat profesi/produktif, dan fitur kolaborasi yang memungkinkan siswa belajar sambil bermain dalam suasana menyenangkan.

c)

Hanya menampilkan teks di layar digital.

d)

Mengabaikan aspek visual dan audio.

e)

Memberikan tugas DBL yang monoton.

33.

Dalam pembelajaran mendalam (DL) tentang zakat profesi/produktif, bagaimana model pembelajaran menciptakan suasana akomodatif bagi beragam kebutuhan siswa?

a)

Memberikan materi yang sama tanpa opsi penyesuaian.

b)

Menyediakan materi dalam berbagai format (video, audio, teks, infografis) dan memungkinkan siswa mengeksplorasi topik atau menyelesaikan tugas dengan kecepatan dan gaya belajar mereka sendiri.

c)

Mengabaikan siswa dengan kebutuhan khusus.

d)

Hanya menggunakan satu metode penilaian.

e)

Menetapkan standar yang sama untuk semua siswa tanpa mempertimbangkan kemampuan awal.

34.

Bagaimana TPACK mendukung ini?

a)

Hanya menggunakan teknologi tradisional dalam pembelajaran.

b)

Menggunakan teknologi yang relevan dan inovatif dalam pembelajaran zakat untuk masjid.

35.

Bagaimana TPACK mendukung ini?

a)

Hanya menggunakan teknologi tradisional dalam pembelajaran.

b)

Menggunakan aplikasi donasi digital (Technology) sebagai studi kasus penyaluran zakat, menganalisis efektivitasnya (Pedagogical) berdasarkan data real-time (Content) dalam diskusi daring yang responsif terhadap pertanyaan siswa.

c)

Mengabaikan aspek konten dan pedagogi.

d)

Hanya fokus pada teknologi terbaru tanpa relevansi materi.

e)

Menggunakan model pembelajaran yang kaku.

36.

Bagaimana model pembelajaran berbasis bimbingan konseling menciptakan suasana belajar progresif terkait materi monogami, poligami, atau nikah mut'ah yang sensitif?

a)

Menghindari diskusi mendalam tentang isu-isu kontemporer.

b)

Menyediakan ruang aman dan rahasia bagi siswa untuk mengekspresikan pandangan, kekhawatiran, dan pertanyaan mereka secara terbuka, serta memberikan bimbingan yang konstruktif berdasarkan ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan.

c)

Memberikan penilaian berdasarkan pandangan pribadi siswa.

d)

Memaksakan satu sudut pandang.

e)

Mengabaikan isu-isu etika dan moral.

37.

Bagaimana pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar akomodatif?

a)

Menggunakan materi yang sama persis untuk siswa ABK dan non-ABK.

b)

Menyediakan materi dalam format yang dapat diakses (misalnya, audio deskripsi untuk tunanetra, visual yang diperbesar untuk tunanetra low vision), menggunakan metode pengajaran yang bervariasi, dan memberikan dukungan individual sesuai kebutuhan siswa ABK.

c)

Mengabaikan kebutuhan siswa ABK.

d)

Memisahkan siswa ABK dari siswa lainnya.

e)

Hanya fokus pada siswa non-ABK.

38.

Pendekatan pembelajaran relevan apa yang mendukung ini?

a)

Hanya membahas sistem pemerintahan di masa klasik.

b)

Menganalisis prinsip-prinsip pemerintahan Islam dan mencari relevansinya dengan sistem demokrasi modern, isu hak asasi manusia, atau tata kelola pemerintahan yang baik di berbagai negara muslim kontemporer.

c)

Mengabaikan perkembangan politik global.

d)

Menghindari diskusi tentang isu-isu sensitif.

e)

Hanya fokus pada aspek sejarah.

39.

Bagaimana pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptakan lingkungan belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing?

4 lines