WorksheetsTO UP PPG Mapel Akidah Akhlak Kisi-Kisi Nomor 11–20
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Pak Ahmad mengajar materi "Objek Pembahasan Tasawuf" dengan fokus pada hubungan vertikal (hablum min Allah) dan horizontal (hablum min al-nas). Dalam evaluasi pembelajaran, beliau menggunakan model pelayanan konseling untuk membantu siswa memahami dimensi spiritual dan sosial tasawuf. Siswa diminta merefleksikan pengalaman spiritual pribadi dan hubungan sosial mereka, kemudian menghubungkannya dengan konsep-konsep tasawuf yang telah dipelajari. Pak Ahmad ingin mengevaluasi pemahaman siswa tentang ruang lingkup pembahasan tasawuf secara komprehensif melalui pendekatan yang mendalam dan personal. Alur materi ajar yang paling sesuai untuk mengevaluasi tujuan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik adalah...
Definisi tasawuf → Sejarah perkembangan → Tokoh-tokoh tasawuf → Praktik ibadah → Evaluasi pengetahuan konseptual
Konsep hablum min Allah → Praktik dzikir dan muraqabah → Konsep hablum min al-nas → Akhlak sosial → Refleksi pengalaman spiritual-sosial
Teori tasawuf → Aliran-aliran tasawuf → Ajaran para sufi → Kritik terhadap tasawuf → Sintesis pemahaman
Pengenalan tasawuf → Metode suluk → Maqamat dan ahwal → Tarekat → Penilaian kemampuan ritual
Filosofi tasawuf → Perbandingan dengan mistisisme lain → Tasawuf modern → Relevansi kontemporer → Evaluasi analitis
Bu Sari merancang pembelajaran tentang "Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter" dengan mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam perencanaan pembelajaran, beliau mengembangkan materi yang menghubungkan konsep teoritis pendidikan karakter dengan implementasi praktis nilai-nilai P5 dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan project-based learning dimana siswa akan membuat proyek komunitas yang mencerminkan dimensi-dimensi P5 seperti beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Bu Sari ingin memastikan pengembangan materi ajar sesuai dengan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik. Pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk merencanakan tujuan pembelajaran adalah...
Teori pendidikan karakter → Sejarah P5 → Analisis dimensi P5 → Studi kasus implementasi → Rencana proyek komunitas
Konsep nilai dan moral → Dimensi P5 dan indikatornya → Integrasi dalam kehidupan → Desain proyek berbasis masalah → Evaluasi dampak sosial
Filosofi pendidikan → Kurikulum Merdeka → P5 sebagai framework → Metodologi pembelajaran → Asesmen holistik
Definisi karakter → Komponen P5 → Strategi internalisasi → Praktik di sekolah → Monitoring perkembangan
Landasan pendidikan nilai → Profil ideal pelajar → Implementasi P5 → Kolaborasi stakeholder → Sustainability program
Pak Budi melaksanakan pembelajaran "Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter" dengan mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin (PPRA). Dalam pelaksanaan pembelajaran, beliau menggunakan metode experiential learning dimana siswa terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang mencerminkan nilai-nilai PPRA seperti kasih sayang universal, keadilan, kedamaian, dan keberlanjutan lingkungan. Siswa melakukan observasi, partisipasi, dan refleksi terhadap praktik-praktik yang menunjukkan implementasi PPRA dalam konteks lokal dan global. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan kontekstual sesuai dengan karakteristik siswa yang beragam. Pengembangan materi ajar yang paling sesuai untuk melaksanakan tujuan pembelajaran adalah...
Konsep PPRA → Nilai-nilai universal Islam → Praktik sosial kemasyarakatan → Refleksi pengalaman → Aksi nyata berkelanjutan
Teori rahmatan lil 'alamin → Sejarah implementasi → Tokoh-tokoh inspiratif → Studi komparatif → Evaluasi dampak
Definisi PPRA → Dimensi-dimensi PPRA → Metodologi implementasi → Kasus-kasus sukses → Rencana tindak lanjut
Landasan filosofis → Nilai-nilai inti PPRA → Strategi internalisasi → Praktik di berbagai konteks → Monitoring progress
Konsep dasar → Profil ideal muslim → Implementasi PPRA → Kolaborasi lintas budaya → Sustainability approach
Bu Rina mengevaluasi pembelajaran tentang "Nilai-nilai Islam sebagai Agama Moderat dan Konsep Wasathiyyah" melalui analisis implementasi moderasi beragama dalam masyarakat multikultural. Dalam evaluasi pembelajaran, siswa diminta menganalisis kasus-kasus nyata di masyarakat yang menunjukkan praktik moderasi beragama, seperti dialog antarumat beragama, penyelesaian konflik berbasis nilai-nilai wasathiyyah, dan kerjasama lintas agama dalam pembangunan sosial. Siswa juga diminta mengevaluasi efektivitas pendekatan moderat dalam mengatasi ekstremisme dan radikalisme. Bu Rina menggunakan pendekatan case-based learning dengan diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis. Pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai implementasi moderasi beragama adalah...
Konsep wasathiyyah → Prinsip moderasi → Studi kasus masyarakat → Analisis efektivitas → Rekomendasi implementasi
Teori moderasi beragama → Sejarah wasathiyyah → Tokoh moderat → Perbandingan pendekatan → Evaluasi komprehensif
Definisi Islam moderat → Karakteristik wasathiyyah → Praktik di Indonesia → Tantangan implementasi → Solusi strategis
Landasan Al-Quran dan Hadits → Nilai-nilai moderat → Implementasi sosial → Evaluasi dampak → Pengembangan model
Filosofi wasathiyyah → Dimensi moderasi → Kasus-kasus sukses → Analisis kritis → Proyeksi masa depan
Pak Doni melakukan penilaian komprehensif terhadap pembelajaran "Urgensi Islam sebagai Agama Moderat dan Konsep Wasathiyyah" dengan menganalisis alasan-alasan implementasi moderasi beragama dalam konteks global dan lokal. Dalam penilaian ini, siswa diminta mengevaluasi berbagai argument tentang pentingnya moderasi beragama, menganalisis dampak positif dan negatif dari berbagai pendekatan keagamaan, serta memberikan justifikasi ilmiah tentang urgensi wasathiyyah dalam mengatasi tantangan kontemporer seperti intoleransi, ekstremisme, dan konflik berbasis agama. Penilaian dilakukan secara holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui portfolio, presentasi, dan proyek aksi sosial. Penilaian pengembangan materi ajar yang paling komprehensif untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran adalah...
Analisis urgensi wasathiyyah → Evaluasi implementasi global → Studi dampak lokal → Justifikasi ilmiah → Rekomendasi kebijakan
Kajian teoretis moderasi → Penelitian empiris → Analisis komparatif → Evaluasi efektivitas → Pengembangan model baru
Identifikasi masalah kontemporer → Solusi berbasis wasathiyyah → Implementasi praktis → Monitoring hasil → Perbaikan berkelanjutan
Landasan normatif → Argumen rasional → Bukti empiris → Evaluasi holistik → Proyeksi strategis masa depan
Konsep dasar → Urgensi kontekstual → Implementasi bertahap → Evaluasi dampak → Sustainability planning
Bu Lina merancang pembelajaran materi "Tauhid dan Berbagai Aspeknya" menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Dalam pembelajaran ini, siswa dihadapkan pada masalah kontekstual tentang krisis spiritual di era modern, seperti materialisme, sekularisme, dan nihilisme yang mengancam keyakinan tauhid. Siswa diminta mengidentifikasi akar masalah, menganalisis dampaknya terhadap kehidupan spiritual, dan merumuskan solusi berbasis konsep tauhid. Pembelajaran dirancang secara terstruktur dengan tahapan orientasi masalah, organisasi belajar, investigasi individual dan kelompok, pengembangan dan presentasi hasil karya, serta analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Bu Lina ingin memastikan rancangan pembelajaran sesuai dengan struktur keilmuan dan pengalaman pembelajaran siswa. Rancangan pembelajaran berbasis masalah yang paling sesuai dengan materi pembelajaran adalah...
Identifikasi krisis spiritual → Analisis faktor penyebab → Kajian konsep tauhid → Formulasi solusi → Implementasi dan evaluasi
Orientasi masalah kontemporer → Investigasi dampak spiritual → Eksplorasi nilai-nilai tauhid → Sintesis pemecahan masalah → Refleksi pembelajaran
Presentasi kasus krisis → Diskusi kelompok terfokus → Penelitian konsep tauhid → Pengembangan proposal → Presentasi hasil
Analisis fenomena modern → Identifikasi tantangan tauhid → Kajian literatur keislaman → Desain solusi praktis → Evaluasi efektivitas
Studi kasus materialisme → Investigasi dampak psikologis → Eksplorasi dimensi tauhid → Formulasi strategi → Monitoring implementasi
Pak Eko merancang pembelajaran materi "Tauhid dan Berbagai Aspeknya dalam Kehidupan Sehari-hari" dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) yang berfokus pada pengetahuan pedagogik. Dalam rancangan ini, beliau mempertimbangkan teori pembelajaran konstruktivisme, multiple intelligences, dan differentiated instruction untuk mengakomodasi keberagaman gaya belajar siswa. Pembelajaran dirancang dengan scaffolding yang memungkinkan siswa membangun pemahaman tauhid secara bertahap melalui pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimenasi aktif. Pak Eko juga mengintegrasikan teknologi pembelajaran dan asesmen formatif untuk mendukung proses pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individual siswa. Rancangan pembelajaran berbasis masalah yang paling sesuai dengan pengetahuan pedagogik adalah...
Asesmen awal gaya belajar → Diferensiasi strategi pembelajaran → Scaffolding konsep tauhid → Asesmen formatif berkelanjutan → Refleksi metakognitif
Analisis karakteristik siswa → Desain pembelajaran multisensori → Implementasi PBL bertahap → Evaluasi proses dan hasil → Adaptasi pembelajaran
Identifikasi kebutuhan belajar → Pengembangan materi adaptif → Fasilitasi pembelajaran kolaboratif → Monitoring progres individu → Feedback konstruktif
Mapping kemampuan awal → Strategi pembelajaran berdiferensiasi → Implementasi teknologi pendukung → Asesmen autentik → Evaluasi pembelajaran
Profiling siswa → Desain pembelajaran inklusif → Fasilitasi konstruksi pengetahuan → Asesmen berbasis kinerja → Refleksi pedagogik
Bu Maya merancang pembelajaran materi "Nilai-nilai Asmaul Husna dalam Kehidupan Sehari-hari" menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dengan integrasi teknologi pembelajaran. Dalam rancangan ini, siswa menggunakan aplikasi mobile untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan manifestasi sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari, virtual reality untuk mengeksplorasi keagungan ciptaan Allah, dan platform kolaboratif online untuk berbagi refleksi dan diskusi. Pembelajaran juga memanfaatkan artificial intelligence untuk personalisasi konten dan adaptive learning, serta augmented reality untuk visualisasi konsep-konsep abstrak Asmaul Husna. Bu Maya ingin memastikan teknologi yang digunakan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan sesuai dengan karakteristik digital native siswa. Rancangan pembelajaran berbasis masalah yang paling sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah...
Eksplorasi digital Asmaul Husna → Dokumentasi berbasis mobile → Kolaborasi virtual → Personalisasi AI → Refleksi augmented reality
Identifikasi masalah digital → Investigasi menggunakan VR → Analisis data dengan AI → Sintesis melalui platform kolaboratif → Presentasi multimedia
Orientasi masalah kontekstual → Pengumpulan data digital → Analisis menggunakan tools teknologi → Pengembangan solusi berbasis aplikasi → Evaluasi digital
Asesmen digital awal → Pembelajaran adaptif AI → Eksplorasi VR/AR → Kolaborasi online → Asesmen berbasis teknologi
Mapping digital behavior → Personalisasi konten AI → Immersive learning VR → Collaborative platform → Digital portfolio assessment
Pak Rudi merancang pembelajaran materi "Macam-macam Akhlak Terpuji (Mahmudah) dan Akhlak Tercela (Mazmumah)" dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Dalam kelas yang heterogen dengan siswa yang memiliki latar belakang budaya, kemampuan akademik, dan gaya belajar yang beragam, Pak Rudi mengembangkan strategi pembelajaran yang mengakomodasi keunikan setiap siswa. Beberapa siswa lebih responsif terhadap pembelajaran visual, sebagian lain lebih efektif dengan pendekatan kinestetik, dan ada yang memerlukan dukungan tambahan dalam memahami konsep abstrak akhlak. Pembelajaran dirancang dengan multiple entry points, flexible grouping, dan varied assessment methods untuk memastikan semua siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan potensi masing-masing. Rancangan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang paling sesuai dengan materi pembelajaran adalah...
Profiling gaya belajar → Diferensiasi konten akhlak → Pengelompokan fleksibel → Asesmen bervariasi → Refleksi individual
Analisis keberagaman siswa → Adaptasi strategi pembelajaran → Implementasi multi-modal → Evaluasi diferensial → Pengembangan potensi
Identifikasi karakteristik unik → Desain pembelajaran inklusif → Fasilitasi pembelajaran personal → Asesmen autentik → Feedback individual
Mapping kemampuan individual → Strategi pembelajaran adaptif → Implementasi pendekatan beragam → Evaluasi komprehensif → Optimalisasi hasil
Assessment kebutuhan khusus → Personalisasi pembelajaran akhlak → Fasilitasi pembelajaran kolaboratif → Monitoring individual → Celebrasi keberagaman
Bu Ani merancang pembelajaran materi "Kontribusi Tokoh-tokoh Utama dalam Ilmu Kalam" dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang berfokus pada pengetahuan pedagogi. Dalam kelas yang terdiri dari siswa dengan kemampuan analitis yang beragam, Bu Ani mengembangkan strategi pembelajaran yang mempertimbangkan teori pembelajaran sosial Vygotsky, zona perkembangan proksimal, dan peer tutoring. Pembelajaran dirancang dengan differentiated instruction dimana siswa dengan kemampuan tinggi menjadi tutor sebaya, siswa dengan kemampuan sedang bekerja dalam kelompok kolaboratif, dan siswa yang memerlukan dukungan tambahan mendapat scaffolding intensif. Bu Ani juga menggunakan formative assessment berkelanjutan dan feedback yang konstruktif untuk mendukung perkembangan setiap siswa sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. Rancangan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang paling sesuai dengan pengetahuan pedagogi adalah...
Asesmen zona perkembangan → Strategi peer tutoring → Scaffolding bertingkat → Formative assessment → Feedback konstruktif
Analisis kemampuan kognitif → Implementasi pembelajaran sosial → Fasilitasi kolaborasi → Evaluasi perkembangan → Adaptasi strategi
Identifikasi level kemampuan → Desain pembelajaran berdiferensiasi → Implementasi tutor sebaya → Monitoring progress → Refleksi pedagogik
Mapping potensi individual → Strategi pembelajaran kolaboratif → Fasilitasi scaffolding → Asesmen berkelanjutan → Optimalisasi pembelajaran
Profiling kemampuan analitis → Implementasi ZPD → Fasilitasi peer learning → Evaluasi formatif → Pengembangan potensi maksimal
