wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO UP PPG Mapel Akidah Akhlak Kisi-Kisi Nomor 31–40

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sebuah pembelajaran tentang sejarah munculnya aliran tasawuf dan kontribusi tokoh seperti Imam Al-Ghazali, guru menemukan bahwa siswa merasa materi tersebut terlalu teoritis dan tidak relevan dengan kehidupan modern. Guru ingin menciptakan lingkungan belajar yang progresif agar siswa dapat mengambil nilai spiritualitas di tengah gempuran tren gaya hidup hedonis saat ini. Strategi manakah yang paling tepat dilakukan oleh guru tersebut?

a)

Meminta siswa merangkum sejarah tokoh tasawuf secara tertulis kemudian mempresentasikannya di depan kelas agar melatih rasa percaya diri.

b)

Menggunakan model bimbingan konseling kelompok untuk mendiskusikan implementasi nilai zuhud sebagai solusi atas masalah kesehatan mental.

c)

Menayangkan video dokumenter mengenai biografi tokoh-tokoh tasawuf terkemuka agar siswa memiliki pemahaman visual yang kuat dan mendalam.

d)

Memberikan tugas kepada siswa untuk menghafalkan silsilah tarekat-tarekat besar di Indonesia agar mereka mengenal warisan sejarah keislaman.

e)

Mengadakan tes formatif secara lisan di akhir jam pelajaran untuk mengukur sejauh mana daya serap siswa terhadap sejarah tokoh tasawuf.

2.

Seorang guru Akidah Akhlak mengajar di kelas inklusi yang memiliki beberapa siswa dengan hambatan belajar (disabilitas intelektual ringan). Materi yang sedang dibahas adalah "Hablum min Allah" dan "Hablum min al-nas" dalam perspektif tasawuf. Agar lingkungan belajar bersifat akomodatif bagi semua siswa, langkah pedagogis apa yang harus diambil oleh guru dalam penyampaian materi tersebut?

a)

Memberikan modul bacaan yang sama kepada seluruh siswa namun memberikan tambahan waktu pengerjaan tugas bagi siswa yang berkebutuhan khusus.

b)

Menggunakan media kartu bergambar yang mengilustrasikan tindakan nyata menolong sesama sebagai bentuk konkret dari konsep hubungan antarmanu­sia.

c)

Meminta siswa berkebutuhan khusus tersebut untuk duduk di barisan depan agar lebih mudah mendengarkan penjelasan guru yang bersifat ceramah.

d)

Menugaskan pendamping kelas untuk membacakan materi secara terus-menerus kepada siswa ABK sementara guru fokus mengajar siswa reguler lainnya.

e)

Memberikan pengecualian kepada siswa berkebutuhan khusus tersebut untuk tidak mengikut tes sumatif karena keterbatasan pemahaman yang mereka miliki.

3.

Pada pembelajaran materi ruang lingkup tasawuf mengenai hubungan antara makhluk dengan Tuhan, guru menyadari bahwa penggunaan metode ceramah konvensional sudah tidak efektif bagi siswa Gen Z yang sangat akrab dengan teknologi. Guru ingin menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dengan memanfaatkan situasi perkembangan zaman. Tindakan yang paling tepat dilakukan oleh guru adalah...

a)

Mengarahkan siswa untuk mencari referensi di perpustakaan sekolah mengenai kitab-kitab tasawuf klasik yang ditulis oleh para ulama nusantara.

b)

Membuat proyek pembuatan konten edukasi pendek di media sosial yang mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan dalam aktivitas sehari-hari.

c)

Menugaskan siswa untuk mencatat poin-poin penting dari penjelasan guru di papan tulis kemudian mengumpulkannya tepat waktu di meja guru.

d)

Memberikan sanksi bagi siswa yang membawa perangkat elektronik ke dalam kelas agar mereka tetap fokus mendengarkan penjelasan materi tasawuf.

e)

Menyelenggarakan kegiatan zikir bersama secara rutin di masjid sekolah setiap hari Jumat sebelum memulai kegiatan belajar mengajar secara formal.

4.

Materi tentang macam-macam pendidikan karakter seringkali dianggap sebagai hafalan nilai belaka oleh siswa. Guru bermaksud mengubah pola pikir ini dengan menciptakan lingkungan belajar yang progresif, di mana siswa mampu merefleksikan nilai karakter dalam tantangan global. Pendekatan pembelajaran manakah yang mendukung tujuan tersebut?

a)

Memberikan daftar inventori nilai-nilai karakter yang harus dicentang oleh siswa setiap kali mereka melakukan kebaikan di lingkungan rumahnya.

b)

Melakukan studi kasus berbasis isu lingkungan global dan mengajak siswa merumuskan solusi berbasis karakter tanggung jawab serta peduli sosial.

c)

Mengadakan lomba menulis kaligrafi yang berisi kutipan-kutipan ayat Al-Qur'an tentang akhlak agar siswa lebih mencintai seni tulis Islam.

d)

Menyusun jadwal piket kelas secara ketat dan memberikan poin pelanggaran bagi siswa yang tidak menjalankan kewajiban menjaga kebersihan.

e)

Membacakan cerita-cerita teladan para sahabat nabi di setiap awal pembelajaran agar siswa terinspirasi untuk memiliki karakter yang mulia.

5.

Dalam mengajarkan prinsip-prinsip moderasi beragama seperti tawasuth (tengah) dan tasamuh (toleransi), guru ingin menciptakan suasana kelas yang membahagiakan agar materi yang sensitif dapat diterima dengan terbuka oleh siswa. Metode manakah yang paling mencerminkan prinsip pembelajaran yang menyenangkan namun tetap substantif?

a)

Melaksanakan debat antar kelompok mengenai perbedaan keyakinan untuk menguji seberapa kuat argumentasi siswa dalam mempertahankan pendapatnya.

b)

Menggunakan permainan simulasi peran (role playing) tentang cara menyikapi perbedaan pendapat dalam sebuah diskusi kelompok secara harmonis.

c)

Meminta siswa menulis esai panjang mengenai sejarah masuknya paham-paham radikal di Indonesia dan cara menanggulanginya sejak usia sekolah menengah.

d)

Memberikan tes objektif dengan tingkat kesulitan tinggi untuk memastikan siswa benar-benar memahami definisi dari setiap prinsip moderasi beragama.

e)

Menampilkan presentasi salindia yang berisi banyak teks dan data statistik mengenai indeks toleransi beragama di berbagai wilayah di Indonesia.

6.

Seorang guru menerapkan model Problem Based Learning (PBL) pada materi Hakikat Akidah Islam. Siswa diminta menganalisis fenomena maraknya praktik syirik di era digital. Guru ingin menilai kemampuan berpikir kritis siswa (pengetahuan) sekaligus komitmen ketauhidan mereka (sikap). Teknik asesmen manakah yang paling tepat untuk mengukur kedua aspek tersebut?

a)

Tes tulis pilihan ganda untuk menilai pengetahuan dan lembar observasi perilaku harian untuk menilai sikap siswa selama berada di lingkungan sekolah.

b)

Penilaian produk berupa laporan analisis masalah dan penilaian diri menggunakan skala likert terkait keyakinan siswa terhadap kemahaesaan Allah.

c)

Tes lisan di depan kelas mengenai definisi akidah dan penggunaan angket minat belajar untuk mengetahui tingkat ketertarikan siswa pada materi.

d)

Penilaian sejawat untuk menilai kerja sama kelompok dan tes esai yang dilakukan di akhir semester untuk menentukan nilai rapor akhir siswa.

e)

Observasi langsung saat diskusi kelompok dan pemberian hadiah bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan guru dengan cepat dan benar.

7.

Guru Akidah Akhlak merancang pembelajaran dengan model Project Based Learning (PjBL) pada materi Kemahaesaan Allah. Siswa ditugaskan membuat infografis kreatif tentang bukti-bukti kekuasaan Allah di alam semesta. Instrumen asesmen yang paling valid digunakan guru untuk menilai kualitas proyek tersebut secara objektif adalah...

a)

Lembar catatan anekdot yang berisi ringkasan perilaku menonjol siswa selama proses pembuatan proyek infografis kreatif berlangsung di dalam kelas.

b)

Rubrik penilaian proyek yang mencakup kriteria akurasi konten akidah, estetika desain grafis, dan orisinalitas karya yang dihasilkan oleh siswa.

c)

Daftar hadir siswa dalam setiap pertemuan proyek untuk memastikan semua anggota kelompok berkontribusi aktif dalam pengerjaan tugas tersebut.

d)

Tes objektif berupa soal menjodohkan antara nama-nama fenomena alam dengan dalil ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan kekuasaan Allah SWT.

e)

Lembar wawancara singkat kepada setiap ketua kelompok mengenai kendala teknis yang dihadapi selama proses penyelesaian proyek infografis.

8.

Pembelajaran Asmaul Husna dengan pendekatan Deep Learning (DL) bertujuan agar siswa tidak hanya hafal, tetapi mampu menginternalisasi sifat Allah dalam perilaku. Guru ingin melakukan asesmen yang tepat sesuai dengan lingkungan belajar sekolah yang memiliki budaya religius kuat. Teknik asesmen manakah yang paling relevan dengan kondisi tersebut?

a)

Jurnal refleksi mingguan di mana siswa menuliskan bagaimana mereka meneladani sifat Al-Karim atau Al-Adl dalam pergaulan di sekolah.

b)

Ujian tengah semester berbasis komputer dengan pengawasan ketat untuk menjamin integritas dan kejujuran siswa dalam menjawab soal.

c)

Penugasan membuat kaligrafi Asmaul Husna yang kemudian dipajang di dinding kelas untuk memperindah suasana ruang belajar siswa.

d)

Tes hafalan 99 Asmaul Husna beserta artinya di depan kelas yang disaksikan oleh seluruh teman sekelas untuk melatih keberanian.

e)

Pemberian kuis singkat di awal pelajaran menggunakan aplikasi permainan interaktif agar siswa merasa antusias mengikuti materi pelajaran.

9.

Pada materi Akhlak Mahmudah dan Mazmumah, guru ingin mengevaluasi hasil belajar siswa terkait kemampuan mereka mengidentifikasi perilaku tercela di lingkungan sosial. Guru membutuhkan instrumen asesmen yang sesuai dengan lingkungan belajar masyarakat sekitar sekolah. Instrumen yang paling sesuai adalah...

a)

Lembar soal pilihan ganda yang berisi kasus-kasus pelanggaran norma yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas.

b)

Instrumen penilaian antar-teman yang meminta siswa menilai perilaku sopan santun temannya saat berinteraksi di kantin atau di halaman sekolah.

c)

Lembar studi kasus yang menyajikan narasi konflik sosial di masyarakat dan meminta siswa menentukan jenis akhlak yang terlibat di dalamnya.

d)

Portofolio hasil karya tulisan siswa mengenai biografi singkat tokoh-tokoh inspiratif yang memiliki akhlak mulia dalam sejarah perjuangan Islam.

e)

Format penilaian unjuk kerja saat siswa melakukan simulasi drama singkat mengenai cara menolak ajakan perilaku menyimpang dari teman sebaya.

10.

Pembelajaran Ilmu Kalam tentang aliran-aliran seperti Mu'tazilah, Ash'ariyah, dan Maturidiyah seringkali menyulitkan siswa dalam membedakan argumen masing-masing tokoh. Guru telah menetapkan tujuan pembelajaran agar siswa mampu membandingkan pemikiran para tokoh tersebut secara kritis. Teknik asesmen yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut adalah...

a)

Tes unjuk kerja berupa debat kelas yang meminta siswa mempertahankan argumen salah satu aliran terhadap isu-isu keagamaan tertentu secara logis.

b)

Tes tulis bentuk benar-salah mengenai sejarah berdirinya masing-masing aliran dalam Ilmu Kalam agar siswa mengingat fakta-fakta sejarah.

c)

Pemberian tugas mandiri untuk membuat peta konsep yang menggambarkan hubungan antara latar belakang politik dengan munculnya aliran kalam.

d)

Penilaian portofolio yang berisi kumpulan rangkuman materi dari setiap pertemuan yang telah dilakukan sejak awal bab Ilmu Kalam dimulai.

e)

Angket persepsi siswa untuk mengetahui aliran manakah yang paling sesuai dengan pemikiran pribadi mereka setelah mempelajari materi tersebut.