Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS SPO NANOSUSPENSI

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Manakah pernyataan yang paling tepat tentang nanosuspensi dalam konteks farmasetika?

a)

Dispersi kolloid partikel nano berukuran 10–50 nm

b)

Emulsi makro dengan droplet lebih dari 1 µm

c)

Dispersi partikel sub-mikron berukuran 100–1000 nm

d)

Larutan sejati molekul terlarut di bawah 10 nm

2.

Pernyataan mana yang benar tentang istilah "sub-mikron" dalam nanosuspensi?

a)

Mengacu pada droplet emulsi makro di atas 1000 nm

b)

Mengacu pada partikel 100–1000 nm dalam diameter

c)

Mengacu pada partikel 1–10 µm ukuran rata-rata

d)

Mengacu pada partikel lebih kecil dari 10 nm

3.

Gambar berikut merupakan hasil SEM yang menunjukkan partikel kecil dari "Ibuprofen-PVP nanocrystals". Manfaat utama pembentukan nanokristal untuk ibuprofen yang sukar larut air adalah apa?

a)

Meningkatkan ukuran partikel demi kestabilan fisik

b)

Menghilangkan kebutuhan formulasi dan pengolahan

c)

Menurunkan bioavailabilitas sistemik secara signifikan

d)

Meningkatkan bioavailabilitas dan kecepatan disolusi

4.

Dalam konteks nanosuspensi, apa alasan utama kenaikan laju disolusi menurut persamaan Noyes–Whitney?

a)

Penurunan V karena suhu T lebih tinggi

b)

Kenaikan h karena lapisan difusi menjadi tebal

c)

Kenaikan D akibat perubahan bobot jenis ρ

d)

Kenaikan S karena luas permukaan partikel lebih besar

5.

Manakah pernyataan yang paling tepat terkait dampak peningkatan luas permukaan spesifik pada laju disolusi obat yang sukar larut?

a)

Hanya memengaruhi obat sangat larut

b)

Tidak memengaruhi laju disolusi

c)

Menurunkan laju disolusi obat

d)

Menaikkan laju disolusi obat

6.

Pada grafik konsentrasi darah rata-rata vs waktu, profil nanosuspensi dibandingkan konvensional menunjukkan apa terkait bioavailabilitas?

a)

AUC lebih rendah pada nanosuspensi

b)

Eliminasi lebih panjang pada konvensional

c)

Tmax lebih lambat pada nanosuspensi

d)

Cmax lebih tinggi pada nanosuspensi

7.

Untuk obat dengan kelarutan air < 10 mg/mL, apa keuntungan utama proses nanosuspensi dalam hal pembuatan?

a)

Hanya cocok untuk larut tinggi

b)

Tidak dapat dilakukan sama sekali

c)

Relatif mudah diaplikasikan

d)

Membutuhkan peralatan sangat kompleks

8.

Bentuk sediaan apa yang dapat dikembangkan dari nanosuspensi untuk penggunaan klinis, termasuk produk steril?

a)

Suppositoria eksklusif

b)

Patch transdermal saja

c)

Suspensi injeksi steril

d)

Tablet dan kapsul

9.

Pernyataan mana yang paling tepat tentang ketidakstabilan termodinamika pada nanosuspensi?

a)

Interfacial tension tidak memengaruhi pertumbuhan kristal

b)

Luas permukaan besar menaikkan tegangan antarmuka

c)

Ukuran partikel besar mempercepat aglomerasi

d)

Luas permukaan kecil menurunkan energi bebas

10.

Persamaan dG = dA·γ pada teori nanosuspensi menyiratkan apa?

a)

Aglomerasi berhenti ketika dA meningkat

b)

Tegangan antarmuka tidak terkait dengan luas permukaan

c)

Energi bebas berbanding lurus luas permukaan dan tegangan

d)

Energi bebas menurun saat ukuran partikel mengecil

11.

Tujuan utama proses media milling dalam formulasi nanokristal obat adalah...

a)

Melarutkan obat sepenuhnya dalam pelarut

b)

Meningkatkan viskositas suspensi tanpa perubahan ukuran

c)

Menggabungkan partikel menjadi agregat besar

d)

Mengurangi ukuran kristal obat secara mekanik

12.

Pernyataan yang benar mengenai perbedaan microfluidization dibanding homogenisasi tekanan tinggi konvensional adalah...

a)

Mengandalkan pengeringan semprot untuk mengecilkan partikel

b)

Mengurangi tekanan untuk menghindari kavitasi sama sekali

c)

Menggunakan mikrosaluran untuk menghasilkan tegangan geser tinggi

d)

Menggunakan bola keramik sebagai media tumbuk utama

13.

Komponen apa yang terlihat pada skema media milling yang berperan mempertahankan media di dalam ruang penggilingan?

a)

Coolant untuk pendinginan

b)

Re-circulation chamber

c)

Screen retaining milling media

d)

Motor penggerak utama

14.

Pada high pressure homogenization, mekanisme utama yang berkontribusi mengecilkan ukuran partikel adalah apa?

a)

Difusi pasif tanpa tekanan

b)

Pemanasan bertahap 70–90 °C

c)

Pengadukan lambat kontinu

d)

Kavitasi dan gaya geser simultan

15.

Perhatikan skema microfluidization. Komponen yang secara langsung menciptakan tekanan sangat tinggi sebelum fluida masuk interaction chamber adalah apa?

a)

Outlet dengan kontrol aliran

b)

Pressure gauge indikator

c)

Cooling jacket eksternal

d)

Pompa bertekanan piston

16.

Pada metode solvent–antisolvent, langkah kunci yang menimbulkan nukleasi partikel adalah apa?

a)

Mencampur larutan obat dengan antisolvèn

b)

Menarik vakum pada cooling jacket

c)

Menaikkan tekanan hingga 23,000 psi

d)

Melewatkan suspensi melalui piston

17.

Pada proses supercritical fluid, CO2 sebagai SCF digunakan bersama larutan polimer dan disemprot melalui nozzle ke dalam precipitation vessel. Tujuan utama tahap ini adalah…

a)

mengendapkan partikel dari larutan polimer

b)

menaikkan viskositas larutan pelarut

c)

mengurangi tekanan pompa volumetrik

d)

mengganti antisolvent dengan nitrogen

18.

Dalam skema solvent–antisolvent, larutan obat diteteskan ke dalam antisolvent sambil disonikasi. Mekanisme terbentuknya partikel terutama karena…

a)

sublimasi pelarut bertekanan

b)

polimerisasi radikal bebas

c)

degradasi termal dan pirolisis

d)

supersaturasi dan nukleasi cepat

19.

Pada proses bottom-up, kombinasi O/W emulsion–solvent evaporation bertujuan menghasilkan partikel…

a)

dari dehidrasi gel hidrofilik

b)

melalui penggilingan mekanik kuat

c)

dengan sintering pada suhu tinggi

d)

dari fase organik yang menguap pelarut

20.

Keunggulan umum menggunakan SCF CO2 dibanding pengeringan semprot untuk obat sensitif panas adalah…

a)

tekanan operasi selalu atmosferik

b)

menghilangkan kebutuhan antisolvent sama sekali

c)

droplet lebih besar dan tidak homogen

d)

temperatur proses lebih rendah dan ramah pelarut