wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ujian hidup

Total questions: 46

Worksheet time: 46mins

Name
Class
Date
1.

Pada pemeriksaan golongan darah ABO metode slide test, reaksi aglutinasi terjadi karena ...

a)

Ikatan antara antibodi plasma dengan antigen terlarut

b)

Reaksi enzimatik antara serum dan eritrosit

c)

Interaksi spesifik antara antigen pada eritrosit dan antibodi dalam antisera

d)

Aktivasi sistem komplemen oleh antibodi IgG

e)

Presipitasi protein serum akibat perbedaan pH

2.

Seorang pasien memiliki antigen A dan antigen B pada permukaan eritrositnya. Berdasarkan prinsip imunoserologi sistem ABO, kondisi serum pasien tersebut adalah ...

a)

Mengandung antibodi anti-A saja

b)

Mengandung antibodi anti-B saja

c)

Mengandung antibodi anti-A dan anti-B

d)

Tidak mengandung antibodi anti-A maupun anti-B

e)

Mengandung antibodi anti-D

3.

Pada pemeriksaan Widal, antigen O dan H memiliki karakteristik yang berbeda. Pernyataan yang paling tepat mengenai antigen O adalah ...

a)

Terletak pada flagela dan mudah rusak oleh panas

b)

Bersifat termolabil dan tidak tahan alkohol

c)

Merupakan antigen somatik yang tersusun dari lipopolisakarida

d)

Hanya ditemukan pada Salmonella Paratyphi

e)

Muncul lebih lambat dibanding antibodi terhadap antigen H

4.

Seorang pasien menunjukkan hasil uji semi-kuantitatif Widal sebagai berikut: aglutinasi masih tampak hingga pengenceran 1/1601/160 ; tidak tampak aglutinasi pada pengenceran 1/3201/320 . Interpretasi hasil pemeriksaan tersebut adalah ...

a)

Negatif karena titer <1/80<1/80

b)

Negatif karena aglutinasi tidak konsisten

c)

Positif karena titer antibodi 1/160\ge 1/160

d)

Positif lemah karena titer <1/320<1/320

e)

Tidak dapat dinilai tanpa kontrol positif

5.

Tujuan utama dilakukan pengenceran bertingkat pada uji Widal semi-kuantitatif adalah ...

a)

Menentukan jenis antigen Salmonella

b)

Menghilangkan antibodi nonspesifik

c)

Menentukan konsentrasi antibodi tertinggi

d)

Mempercepat reaksi aglutinasi

e)

Menstandarkan warna reaksi antigen

6.

Prinsip dasar pemeriksaan TUBEX adalah ...

a)

Reaksi aglutinasi langsung antara antigen dan antibodi

b)

Reaksi presipitasi antigen–antibodi terlarut

c)

Penghambatan ikatan antara antigen berlabel dan antibodi berlabel

d)

Kompetisi antigen bebas dengan antigen terimmobilisasi pada membran

e)

Reaksi imunokromatografi aliran lateral

7.

Pemeriksaan TUBEX terutama dirancang untuk mendeteksi ...

a)

Antibodi IgG terhadap antigen H Salmonella typhi

b)

Antibodi IgM terhadap antigen O9 Salmonella typhi

c)

Antigen O Salmonella typhi dalam serum

d)

Antigen Vi Salmonella typhi dalam darah

e)

Antibodi IgA terhadap Salmonella paratyphi

8.

Hasil pemeriksaan TUBEX menunjukkan warna supernatan biru tua dengan skor 9 pada skala warna. Interpretasi yang paling tepat adalah ...

a)

Negatif, karena terjadi ikatan antigen–antibodi sempurna

b)

Positif lemah terhadap antibodi anti-O9

c)

Borderline dan perlu pengulangan pemeriksaan

d)

Positif kuat menunjukkan konsentrasi antibodi anti-O9

e)

Invalid karena kontrol tidak dapat dievaluasi

9.

Dalam satu rangkaian pemeriksaan TUBEX diperoleh hasil sebagai berikut: kontrol positif skor 3; kontrol negatif skor 1. Kesimpulan yang paling tepat terhadap validitas pemeriksaan adalah ...

a)

Pemeriksaan valid karena kontrol negatif sesuai

b)

Pemeriksaan tidak valid karena kontrol positif tidak memenuhi kriteria

c)

Pemeriksaan valid karena skor kontrol berada dalam rentang

d)

Hasil sampel tetap dapat diinterpretasikan

e)

Pemeriksaan menunjukkan hasil borderline

10.

Rheumatoid Factor (RF) secara imunologis didefinisikan sebagai ...

a)

Antibodi terhadap antigen bakteri penyebab artritis

b)

Antibodi IgG yang bereaksi dengan antigen jaringan sinovial

c)

Autoantibodi (umumnya IgM) yang bereaksi terhadap bagian Fc dari IgG

d)

Antibodi terhadap kolagen tipe II

e)

Kompleks imun antigen–antibodi yang beredar dalam serum

11.

Pada pemeriksaan RF semi-kuantitatif, aglutinasi terakhir masih terlihat pada pengenceran 1/81/8 . Sensitivitas reagen adalah 8IU/mL8\,\text{IU/mL} . Kadar RF pasien tersebut adalah ...

a)

8IU/mL8\,\text{IU/mL}

b)

16IU/mL16\,\text{IU/mL}

c)

32IU/mL32\,\text{IU/mL}

d)

64IU/mL64\,\text{IU/mL}

e)

128IU/mL128\,\text{IU/mL}

12.

C-Reactive Protein (CRP) dikategorikan sebagai protein fase akut karena ...

a)

Diproduksi oleh limfosit T saat infeksi virus

b)

Kadarnya meningkat sebagai respon awal terhadap inflamasi

c)

Hanya meningkat pada penyakit autoimun

d)

Diproduksi langsung oleh bakteri patogen

e)

Muncul hanya pada fase kronik penyakit

13.

Pada pemeriksaan CRP kualitatif, hasil positif ditentukan apabila ...

a)

Terjadi perubahan warna larutan

b)

Tidak terbentuk aglutinasi dalam 2 menit

c)

Terbentuk aglutinasi dalam waktu 2\le 2 menit

d)

Terdapat cincin bening di sekitar tetesan

e)

Lateks mengendap di dasar slide

14.

Pada pemeriksaan CRP semi-kuantitatif, aglutinasi terakhir masih terlihat pada pengenceran 1/81/8 . Faktor sensitivitas reagen adalah 6mg/L6\,\text{mg/L} . Kadar CRP pasien tersebut adalah ...

a)

12mg/L12\,\text{mg/L}

b)

24mg/L24\,\text{mg/L}

c)

36mg/L36\,\text{mg/L}

d)

48mg/L48\,\text{mg/L}

e)

96mg/L96\,\text{mg/L}

15.

Seorang pasien datang dengan demam dan nyeri hebat. Hasil CRP menunjukkan aglutinasi kuat. Pernyataan yang paling tepat mengenai hasil tersebut adalah ...

a)

Menentukan jenis mikroorganisme penyebab infeksi

b)

Menunjukkan adanya proses inflamasi aktif dalam tubuh

c)

Memastikan diagnosis penyakit autoimun

d)

Menentukan lokasi pasti peradangan

e)

Menunjukkan infeksi virus ringan

16.

Kadar ASO dinyatakan meningkat secara klinis apabila ...

a)

100IU/mL\ge 100\,\text{IU/mL}

b)

150IU/mL\ge 150\,\text{IU/mL}

c)

200IU/mL\ge 200\,\text{IU/mL}

d)

250IU/mL\ge 250\,\text{IU/mL}

e)

300IU/mL\ge 300\,\text{IU/mL}

17.

Pada pemeriksaan ASTO semi-kuantitatif, aglutinasi terakhir masih terlihat pada pengenceran 1/41/4 . Sensitivitas reagen adalah 200IU/mL200\,\text{IU/mL} . Kadar ASO pasien tersebut adalah ...

a)

200IU/mL200\,\text{IU/mL}

b)

400IU/mL400\,\text{IU/mL}

c)

600IU/mL600\,\text{IU/mL}

d)

800IU/mL800\,\text{IU/mL}

e)

1.600IU/mL1.600\,\text{IU/mL}

18.

Prinsip reaksi yang terjadi pada pemeriksaan RPR adalah ...

a)

Presipitasi protein serum oleh antigen terlarut

b)

Ikatan antigen treponemal dengan antibodi spesifik

c)

Flokulasi antara antibodi reagin dan antigen kardiolipin

d)

Kompetisi antigen bebas pada membran nitroselulosa

e)

Reaksi enzimatik yang menghasilkan perubahan warna

19.

Pada pemeriksaan RPR, hasil dinyatakan reaktif apabila ...

a)

Terbentuk garis warna pada membran uji

b)

Terjadi penggumpalan partikel karbon pada slide

c)

Larutan menjadi lebih jernih setelah rotasi

d)

Tidak terlihat perubahan setelah 2 menit

e)

Terbentuk endapan halus di dasar slide

20.

Seorang pasien menunjukkan hasil RPR reaktif. Langkah lanjutan yang paling tepat untuk memastikan diagnosis adalah ...

a)

Mengulang pemeriksaan RPR dengan serum baru

b)

Melakukan pemeriksaan TPHA

c)

Memberikan terapi antibiotik segera

d)

Melakukan pemeriksaan CRP

e)

Menilai kadar antibodi IgM

21.

Pemeriksaan TPHA termasuk ke dalam kelompok tes ...

a)

Non-treponemal untuk skrining awal

b)

Treponemal untuk konfirmasi sifilis

c)

Serologis fase akut infeksi

d)

Deteksi antigen Treponema pallidum

e)

Pemantauan respons terapi sifilis

22.

Prinsip pemeriksaan TPHA didasarkan pada reaksi antara ...

a)

Antibodi reagin dengan partikel karbon

b)

Antigen Treponema pallidum bebas dengan serum pasien

c)

Eritrosit unggas berlapis antigen dengan antibodi spesifik dalam serum

d)

Antibodi berlabel enzim dengan substrat kromogen

e)

Antigen treponemal dengan antibodi nonspesifik

23.

Hasil TPHA dinyatakan positif apabila pada sumur uji terlihat ...

a)

Titik merah kecil di tengah dasar sumur

b)

Endapan padat di satu sisi sumur

c)

Bulatan merah yang menyebar di permukaan sumur

d)

Cincin bening di sekitar dasar sumur

e)

Tidak ada perubahan visual

24.

Seorang pria 32 tahun datang ke klinik IMS dengan riwayat luka tidak nyeri pada genital 2 bulan lalu yang sembuh sendiri. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan: RPR reaktif; TPHA positif. Interpretasi yang paling tepat adalah ...

a)

Infeksi sifilis aktif yang konsisten dengan fase sekunder atau laten dini; perlu terapi

b)

Hasil reaktif RPR adalah palsu positif sehingga tidak ada infeksi sifilis

c)

Riwayat infeksi lama yang sudah sembuh, tidak memerlukan tatalaksana

d)

Hanya menunjukkan paparan lama Treponema; cukup observasi tanpa konfirmasi

25.

Pada pemeriksaan TPHA, seorang mahasiswa mengamati hasil sebagai berikut: • Sumur uji: bulatan merah menyebar • Sumur kontrol: titik merah kecil di tengah Kesimpulan hasil pemeriksaan tersebut adalah ...

a)

Negatif karena kontrol tidak bereaksi

b)

Positif dengan reaksi spesifik

c)

Invalid karena reaksi tidak homogen

d)

Positif palsu akibat reaksi silang

e)

Tidak dapat diinterpretasikan

26.

Seorang pasien datang dengan demam tinggi hari ke-2 disertai nyeri kepala dan nyeri otot. Dokter meminta pemeriksaan NS1 Dengue. Alasan paling tepat penggunaan NS1 pada kondisi ini adalah ...

a)

NS1 mendeteksi antibodi IgM yang muncul dini

b)

NS1 mendeteksi antigen virus pada fase awal infeksi

c)

NS1 hanya akurat pada fase penyembuhan

d)

NS1 digunakan untuk membedakan dengue primer dan sekunder

e)

NS1 lebih spesifik dibanding pemeriksaan IgG

27.

Hasil pemeriksaan NS1 Dengue menunjukkan dua garis berwarna pada area kontrol (C) dan tes (T). Interpretasi yang paling tepat adalah ...

a)

Hasil negatif dan valid

b)

Hasil positif menunjukkan adanya antigen NS1

c)

Hasil positif antibodi dengue

d)

Hasil tidak dapat diinterpretasikan

e)

Hasil menunjukkan infeksi dengue lama

28.

Seorang pasien dengan demam hari ke-7 diperiksa menggunakan NS1 Dengue dan hasilnya negatif. Penjelasan yang paling rasional adalah ...

a)

Pasien tidak pernah terinfeksi dengue

b)

Antigen NS1 biasanya menurun setelah fase awal demam

c)

NS1 hanya muncul pada infeksi sekunder

d)

Pemeriksaan dilakukan dengan volume sampel kurang

e)

Terjadi reaksi silang dengan virus lain

29.

Pada pemeriksaan NS1 Dengue, garis warna pada area tes terbentuk karena ...

a)

Presipitasi antigen virus

b)

Ikatan antigen NS1 dengan antibodi berlabel

c)

Aktivasi komplemen oleh antigen

d)

Reaksi enzimatik substrat–enzim

e)

Hemaglutinasi partikel lateks

30.

Seorang pasien datang dengan demam hari ke-4. Hasil pemeriksaan IgG/IgM Dengue menunjukkan: • Garis M (+) • Garis G (−) • Garis kontrol tampak jelas Interpretasi yang paling tepat adalah ...

a)

Infeksi dengue sekunder

b)

Infeksi dengue primer

c)

Infeksi dengue lama

d)

Hasil negatif dengue

e)

Hasil tidak valid

31.

Pasien dengan riwayat pernah DBD sebelumnya datang pada hari ke-3 demam. Hasil uji menunjukkan: • Garis G (+) kuat • Garis M (±/lemah) • Garis kontrol tampak Kesimpulan yang paling rasional adalah ...

a)

Infeksi dengue primer

b)

Infeksi dengue sekunder

c)

Infeksi dengue sangat dini

d)

Tidak terinfeksi dengue

e)

Hasil positif palsu

32.

Seorang mahasiswa melakukan pemeriksaan IgG/IgM Dengue, namun tidak muncul garis kontrol (C). Langkah yang paling tepat adalah ...

a)

Menginterpretasikan sebagai hasil negatif

b)

Mengulang pembacaan setelah 30 menit

c)

Mengulang pemeriksaan dengan strip baru

d)

Menyimpulkan infeksi dengue sekunder

e)

Melanjutkan pemeriksaan NS1

33.

Seorang pasien datang dengan demam berulang disertai menggigil dan keringat dingin. Dokter meminta pemeriksaan malaria metode ICT. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah untuk ...

a)

Menentukan kadar parasit dalam darah

b)

Mendeteksi antigen Plasmodium dalam darah

c)

Menentukan fase siklus hidup parasit

d)

Membedakan malaria akut dan kronik

e)

Menilai respons terapi antimalaria

34.

Metode pemeriksaan malaria yang digunakan adalah ...

a)

Aglutinasi pasif

b)

Imunokromatografi

c)

Presipitasi

d)

ELISA tidak langsung

e)

Fiksasi komplemen

35.

Hasil pemeriksaan malaria ICT dibaca setelah waktu ...

a)

5 menit

b)

10 menit

c)

15 menit

d)

20 menit

e)

30 menit

36.

Seorang ibu hamil menjalani skrining laboratorium rutin. Hasil pemeriksaan HBsAg menunjukkan dua garis berwarna pada area C dan T. Interpretasi yang paling tepat adalah ...

a)

Pasien memiliki kekebalan terhadap hepatitis B

b)

Pasien sedang terinfeksi virus hepatitis B

c)

Pasien pernah terinfeksi dan sudah sembuh

d)

Pasien membutuhkan pemeriksaan anti-HBs

e)

Hasil pemeriksaan tidak valid

37.

Pada pemeriksaan HBsAg, tidak tampak garis kontrol (C) setelah 20 menit pembacaan. Tindakan yang paling tepat adalah ...

a)

Menginterpretasikan sebagai negatif

b)

Mengulang pembacaan setelah 30 menit

c)

Menyatakan hasil positif lemah

d)

Mengulang pemeriksaan dengan strip baru

e)

Melanjutkan pemeriksaan anti-HBs

38.

Seorang tenaga kesehatan menjalani pemeriksaan pasca vaksinasi hepatitis B. Hasil Anti-HBs menunjukkan dua garis pada area C dan T. Interpretasi yang paling tepat adalah ...

a)

Sedang terinfeksi virus hepatitis B

b)

Memiliki kekebalan terhadap hepatitis B

c)

Mengalami hepatitis B kronik

d)

Terjadi infeksi hepatitis B akut

e)

Hasil pemeriksaan tidak valid

39.

Human Chorionic Gonadotrophin (hCG) adalah hormon yang diproduksi oleh ...

a)

Hipofisis anterior

b)

Ovarium

c)

Plasenta

d)

Endometrium

e)

Hati

40.

Ilmuwan yang pertama kali menemukan sistem golongan darah ABO adalah ...

a)

Paul Ehrlich

b)

Robert Koch

c)

Karl Landsteiner

d)

Louis Pasteur

e)

Alexander Fleming

41.

Antibodi utama yang terdeteksi pada pemeriksaan TUBEX adalah ...

a)

IgA

b)

IgD

c)

IgE

d)

IgG

e)

IgM

42.

Pemeriksaan RF paling sering dikaitkan dengan penyakit ...

a)

Lupus eritematosus

b)

Artritis reumatoid

c)

Demam rematik

d)

Osteoartritis

e)

Gout

43.

Pemeriksaan ASTO penting karena infeksi Streptococcus dapat menyebabkan ...

a)

Demam berdarah

b)

Hepatitis

c)

Demam rematik

d)

Tuberkulosis

e)

Malaria

44.

Antibodi IgM dengue umumnya muncul pada ...

a)

Hari pertama

b)

Hari ke-3 sampai ke-5

c)

Minggu ke-3

d)

Bulan ke-2

e)

Setelah sembuh

45.

Malaria disebabkan oleh parasit dari genus ...

a)

Trypanosoma

b)

Leishmania

c)

Plasmodium

d)

Entamoeba

e)

Toxoplasma

46.

Vektor utama malaria adalah nyamuk ...

a)

Aedes

b)

Culex

c)

Anopheles

d)

Mansonia

e)

Armigeres