wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Askeb Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang wanita menikah selama 14 bulan belum hamil meski rutin berhubungan tanpa kontrasepsi. Pasangan ini bertanya tentang definisi infertilitas. Definisi infertilitas yang tepat adalah?

a)

Ketidakmampuan hamil dalam 3 bulan

b)

Ketidakmampuan hamil setelah 6 bulan berhubungan tanpa kontrasepsi

c)

Ketidakmampuan hamil setelah 12 bulan berhubungan tanpa kontrasepsi

d)

Tidak mau punya anak sama sekali

e)

Pasangan ingin memahami kapan waktu subur seorang wanita dengan siklus haid 28 hari. Kapan kira-kira masa subur terjadi?

2.

Seorang wanita datang mengeluhkan belum hamil setelah 1,5 tahun menikah. Pemeriksaan menunjukkan gangguan hormonal yang menyebabkan anovulasi. Apa penyebab infertilitas wanita yang paling mungkin?

a)

Gangguan ovulasi karena masalah hormonal

b)

Gangguan pendengaran

c)

Infeksi saluran cerna

d)

Overweight hanya

e)

Pola tidur buruk

3.

Seorang pasangan suami istri datang ke puskesmas untuk berkonsultasi mengenai program kehamilan. Istri berusia 27 tahun dengan siklus menstruasi yang teratur setiap 28 hari. Mereka ingin mengetahui kapan waktu terbaik untuk berhubungan agar peluang kehamilan lebih tinggi. Bidan menjelaskan bahwa waktu paling subur terjadi beberapa hari sebelum dan saat ovulasi.
Kapan kira-kira masa subur terjadi pada wanita dengan siklus haid 28 hari?

a)

Hari ke-1 sampai 4

b)

Hari ke-10 sampai 14

c)

Hari ke-20 sampai 24

d)

Hari ke-25 sampai 28

e)

Hari setelah haid selesai

4.

Seorang pria berusia 30 tahun telah menikah selama 3 tahun dan belum memiliki anak. Ia datang ke klinik fertilitas untuk pemeriksaan kesuburan. Dari hasil pemeriksaan fisik, tampak adanya pelebaran pembuluh darah pada skrotum kiri yang terasa seperti “kantung cacing”. Pemeriksaan analisis sperma menunjukkan jumlah dan motilitas sperma menurun. Apa pengaruh varikokel terhadap fertilitas pria ini?

a)

Menurunkan kadar testosteron saja

b)

Menimbulkan infeksi pada testis

c)

Meningkatkan suhu testis dan mengganggu produksi sperma

d)

Meningkatkan libido

e)

Tidak berpengaruh sama sekali

5.

Seorang wanita berusia 29 tahun datang ke klinik fertilitas karena sudah 2 tahun menikah namun belum pernah hamil. Ia mengaku siklus haidnya tidak teratur, kadang datang setiap 2 bulan sekali, dan sering disertai nyeri perut bawah. Pemeriksaan hormon menunjukkan kadar LH dan FSH yang tidak seimbang, dan dari hasil USG ditemukan ovarium dengan banyak folikel kecil yang tidak matang.

Apa parameter utama yang menunjukkan gangguan ovulasi pada wanita ini?

a)

Haid teratur setiap bulan

b)

Haid tidak teratur dan tidak adanya ovulasi

c)

Berat badan ideal

d)

Tidak menggunakan kontrasepsi

e)

Menstruasi berlebih

6.

Seorang ibu berusia 26 tahun datang ke bidan untuk berkonsultasi mengenai perencanaan kehamilan. Ia ingin mengetahui cara mengenali masa subur tanpa menggunakan alat bantu tes ovulasi. Bidan menjelaskan bahwa ovulasi dapat dideteksi melalui beberapa tanda alami yang bisa diamati di rumah, salah satunya adalah perubahan suhu tubuh.

Apakah tanda ovulasi alami yang paling nyata pada kasus tersebut?

a)

Suhu basal tubuh naik sedikit setelah ovulasi

b)

Nyeri hebat terus-menerus

c)

Mual dan muntah

d)

Perdarahan hebat selain haid

e)

Batuk dan pilek

7.

Pasangan suami istri datang ke klinik fertilitas untuk berkonsultasi karena sudah menikah selama 4 tahun namun belum memiliki anak. Istri berusia 37 tahun dan suami berusia 39 tahun. Pemeriksaan menunjukkan tidak ada kelainan anatomi maupun hormonal yang signifikan. Bidan menjelaskan bahwa salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan pasangan untuk hamil adalah usia, terutama pada pihak wanita.

Bagaimana pengaruh usia terhadap fertilitas pada kasus tersebut?

a)

Usia mempengaruhi psikologis saja

b)

Usia tidak berpengaruh sama sekali

c)

Fertilitas menurun setelah usia 35 tahun pada wanita

d)

Fertilitas meningkat terus seiring bertambahnya usia

e)

Usia hanya berpengaruh pada pria

8.

Pasangan suami istri telah menikah selama 5 tahun namun belum juga memiliki anak. Mereka sudah menjalani berbagai pemeriksaan medis, tetapi belum ditemukan penyebab pasti infertilitas. Keduanya mengaku sering mendapat pertanyaan dan tekanan dari keluarga besar serta merasa malu saat menghadiri acara keluarga. Istri menjadi mudah menangis dan merasa rendah diri, sedangkan suami tampak menarik diri dari pergaulan.

Apakah dampak dari apa yang dialami pasangan pada kasus tersebut?

a)

Tidak ada perubahan

b)

Kemandirian lebih tinggi

c)

Meningkatkan hubungan sosial

d)

Mendapatkan dukungan sosial penuh

e)

Stigma sosial dan tekanan psikologis yang berat

9.

Seorang pria berusia 32 tahun datang bersama istrinya ke klinik fertilitas karena telah 2 tahun menikah namun belum memiliki anak. Dokter menyarankan dilakukan pemeriksaan analisis sperma untuk menilai kesuburan pria. Hasil laboratorium menunjukkan adanya sedikit penurunan jumlah sperma dan pergerakan yang lambat.

Parameter utama yang dinilai dalam pemeriksaan analisis sperma pada kasus tersebut?

a)

Jumlah sperma, motilitas, dan morfologi sperma

b)

Kadar gula darah untuk melihat metabolisme tubuh

c)

Fungsi hati untuk menilai kesehatan organ vital

d)

Tekanan darah untuk menilai sirkulasi tubuh

e)

Kadar hemoglobin untuk menilai kondisi darah

10.

Pasangan suami istri datang ke bidan karena sudah menikah 3 tahun namun belum memiliki anak. Tidak ada kelainan anatomi atau hormonal. Pasangan tampak cemas dan ingin tahu cara meningkatkan peluang kehamilan.

Apakah tindakan bidan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menyarankan obat herbal tanpa dasar ilmiah yang kuat

b)

Memberikan berbagai suplemen tanpa panduan medis yang jelas

c)

Menghindari pembahasan tentang infertilitas agar pasangan tidak stres

d)

Mengabaikan kecemasan pasangan dan menunda pemberian informasi

e)

Menjelaskan siklus ovulasi, faktor gaya hidup, dan membantu mengatur pola hubungan seksual yang sehat

11.

Seorang pasangan suami istri datang ke klinik kebidanan untuk berkonsultasi karena sudah menikah selama 5 tahun namun belum memiliki anak. Setelah pemeriksaan, dokter menganjurkan mereka untuk menjalani program fertilisasi buatan (inseminasi buatan). Pasangan tersebut kemudian menemui bidan untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai prosedur tersebut.

a)

Mengabaikan nilai budaya pasien

b)

Menjaga kerahasiaan pasien dan memberikan penjelasan lengkap terkait prosedur dan risiko

c)

Memaksa pasien menjalani prosedur

d)

Memberikan jaminan keberhasilan 100%

e)

Menghindari komunikasi dengan pasien

12.

Pasangan usia 32 dan 35 tahun datang ke pelayanan kesehatan setelah menikah selama 5 tahun namun belum memiliki anak. Keduanya tampak cemas dan menyampaikan bahwa keluarga sering menanyakan tentang keturunan. Istri merasa malu saat menghadiri acara keluarga, sementara suami menjadi pendiam dan mudah marah.

Bagaimana faktor sosial budaya dapat mempengaruhi pengalaman pasangan dengan infertilitas pada kasus tersebut?

a)

Tidak berpengaruh sama sekali

b)

Memudahkan proses pengobatan

c)

Mengurangi tekanan psikologis pasangan

d)

Selalu mendukung dan memotivasi pasangan

e)

Stigma sosial dan tekanan keluarga sering menjadi beban tambahan

13.

Seorang wanita berusia 30 tahun telah menikah selama 4 tahun namun belum juga hamil. Siklus haidnya teratur dan hasil pemeriksaan hormon dalam batas normal. Dokter kemudian merencanakan pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab infertilitas.

Apa tujuan utama dilakukan pemeriksaan HSG pada kasus tersebut?

a)

Memeriksa fungsi hati

b)

Deteksi infeksi saluran kemih

c)

Pemeriksaan fungsi ginjal

d)

Menilai kondisi saluran tuba fallopi dan kemungkinan sumbatan

e)

Pemeriksaan kadar gula darah

14.

Sepasang suami istri telah menikah selama 5 tahun namun belum dikaruniai anak. Mereka datang ke bidan untuk berkonsultasi mengenai kemungkinan penyebab infertilitas. Istri tampak sedih dan merasa gagal sebagai wanita, sementara suami menunjukkan sikap putus asa dan enggan melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.

Apakah tindakan bidan yang paling tepat dalam memberikan dukungan psikososial pada kasus tersebut?

a)

Mengalihkan pembicaraan agar pasangan tidak memikirkan masalah infertilitas

b)

Menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan takdir yang tidak perlu dikhawatirkan

c)

Menyarankan pasangan untuk berhenti mencari pengobatan karena belum berhasil

d)

Memberikan kesempatan kepada pasangan untuk mengekspresikan perasaan dan memberikan dukungan emosional secara empatik

e)

Memberi motivasi dengan mengatakan bahwa pasangan lain pun banyak yang mengalami hal sama

15.

Sepasang suami istri telah menikah selama 7 tahun dan belum dikaruniai anak. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter menyarankan fertilisasi in vitro (IVF) sebagai salah satu alternatif. Pasangan tersebut datang kepada bidan untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai prosedur tersebut, termasuk manfaat, risiko, dan peluang keberhasilan.

Apakah tindakan bidan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menghindari pembahasan tentang risiko agar pasangan tidak cemas

b)

Menyembunyikan informasi tentang biaya dan kemungkinan efek samping

c)

Menyampaikan bahwa prosedur pasti berhasil bila dijalani dengan sungguh-sungguh

d)

Menyarankan pasangan untuk segera menjalani prosedur tanpa mempertimbangkan risikonya

e)

Memberikan informasi lengkap mengenai manfaat, risiko, dan alternatif prosedur serta menghormati keputusan pasangan

16.

Sepasang suami istri datang ke bidan dengan keluhan belum berhasil memiliki anak setelah 4 tahun menikah. Istri tampak sering menangis dan mengaku stres setiap kali membicarakan masalah kehamilan, sementara suami merasa frustrasi dan mulai enggan berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kemungkinan gangguan ovulasi ringan pada istri.

Bagaimana bidan dapat mengintegrasikan aspek psikososial dengan penatalaksanaan medis pada kasus tersebut?

a)

Mengabaikan keluhan psikologis karena bukan kewenangan bidan

b)

Fokus hanya pada aspek medis tanpa memperhatikan kondisi emosional pasangan

c)

Menyerahkan seluruh penanganan kepada dokter tanpa pendampingan psikososial

d)

Menghindari pembicaraan tentang perasaan pasien agar tidak memperburuk suasana

e)

Memberikan dukungan emosional, edukasi tentang kondisi medis, serta melakukan rujukan bila diperlukan

17.

Sepasang suami istri telah menikah selama 8 tahun namun belum dikaruniai anak. Mereka mengaku sering mendapat tekanan dari keluarga besar dan tetangga yang menyalahkan pihak istri. Istri tampak menarik diri dari kegiatan sosial dan merasa malu dengan kondisi tersebut. Pasangan ini datang ke bidan untuk meminta bantuan dan dukungan.

Bagaimana tindakan bidan yang paling tepat untuk membantu mengurangi stigma pada kasus tersebut?

a)

Menunda pemberian konseling hingga pasangan siap secara emosional

b)

Menyarankan pasangan untuk menghindari pergaulan agar tidak merasa tertekan

c)

Menyampaikan kepada pasangan bahwa tekanan sosial adalah hal yang wajar terjadi

d)

Menguatkan pasangan dengan memberikan motivasi tanpa menjelaskan kondisi infertilitas

e)

Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang infertilitas serta memberikan dukungan emosional kepada pasangan

18.

Seorang bidan di klinik fertilitas sedang melakukan konseling kepada pasangan yang telah menikah selama 6 tahun namun belum memiliki anak. Bidan ingin memastikan bahwa asuhan yang diberikan sesuai dengan prinsip evidence-based practice agar pasangan mendapatkan pelayanan yang aman dan efektif.

Apa prinsip utama penerapan evidence-based practice dalam penatalaksanaan infertilitas pada kasus tersebut?

a)

Menggabungkan hasil riset terbaru, pengalaman klinis, dan keinginan atau nilai pasien

b)

Mengutamakan pengalaman pribadi bidan tanpa mempertimbangkan hasil penelitian

c)

Memberikan terapi berdasarkan kebiasaan yang umum dilakukan di masyarakat

d)

Mengabaikan keterlibatan pasien dalam proses pengambilan keputusan

e)

Mengabaikan keterlibatan pasien dalam proses pengambilan keputusan

19.

Seorang wanita berusia 32 tahun telah menikah selama 5 tahun namun belum pernah hamil. Ia dan suaminya menjalani pemeriksaan infertilitas lengkap. Hasil histerosalpingografi (HSG) menunjukkan adanya sumbatan pada kedua saluran tuba fallopi. Pasangan tersebut datang kembali ke bidan untuk meminta penjelasan dan saran mengenai langkah selanjutnya.

Apakah intervensi bidan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menyarankan untuk menunda rencana kehamilan dalam waktu lama

b)

Memberikan suplemen vitamin tanpa rencana penanganan medis lanjutan

c)

Memberikan obat antibiotik tanpa mempertimbangkan hasil pemeriksaan lanjutan

d)

Menyarankan pasangan agar menunggu dan tidak melakukan tindakan apapun

e)

Merujuk pasangan ke layanan spesialis fertilitas untuk mendapatkan penanganan

20.

Seorang bidan menerima pasangan suami istri yang datang untuk pemeriksaan infertilitas. Pasangan tersebut tampak ragu karena sebelumnya pernah mengalami pengalaman buruk, di mana petugas kesehatan membicarakan hasil pemeriksaan mereka kepada pihak lain tanpa izin. Mereka menyampaikan harapan agar kali ini mereka diperlakukan dengan lebih hormat, rahasia terjaga, dan dilibatkan dalam setiap keputusan yang diambil.

Apa tindakan bidan yang paling tepat dalam menjamin perlindungan hak pasien pada kasus tersebut?

a)

Mengabaikan perasaan dan permintaan pasien agar proses pelayanan lebih cepat

b)

Menyampaikan rincian biaya dan hasil pemeriksaan setelah semua tindakan selesai dilakukan

c)

Melakukan tindakan pemeriksaan segera tanpa perlu menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

d)

Menjaga kerahasiaan data pasien, menjelaskan prosedur secara terbuka, dan meminta persetujuan sebelum tindakan dilakukan

e)

Memberikan informasi pemeriksaan kepada keluarga pasien untuk mempercepat proses pengambilan keputusan

21.

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan belum pernah mengalami menstruasi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda pubertas telah berkembang normal, namun ditemukan hymen imperforata yang menutupi seluruh lubang vagina sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar.

Apa tindakan pertama yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Mengarahkan klien untuk mendapatkan rujukan ke dokter spesialis kandungan guna tindakan hymenektomi agar aliran menstruasi dapat keluar dengan normal

b)

Memberikan edukasi tentang siklus menstruasi dan pentingnya pemeriksaan lanjutan untuk mengatasi hambatan anatomis

c)

Memberikan obat pelancar haid dengan tujuan merangsang terjadinya menstruasi

d)

Menyarankan klien menunggu hingga menstruasi datang secara alami karena masih dalam usia remaja

e)

Memberikan konseling pranikah sebagai upaya persiapan reproduksi di masa depan

22.

Sepasang calon pengantin datang ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan pranikah sebagai persiapan sebelum menikah. Bidan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kesiapan fisik dan psikologis pasangan agar pernikahan dapat berjalan dengan baik serta pasangan dapat memiliki keturunan yang sehat di masa mendatang.

Apa tujuan utama yang harus dicapai melalui pemeriksaan pranikah pada kasus tersebut?

a)

Mempersiapkan kondisi fisik dan psikologis pasangan agar siap menikah serta memiliki keturunan yang sehat di masa depan

b)

Melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin tanpa penilaian kesehatan secara menyeluruh

c)

Memberikan suplemen vitamin tanpa disertai edukasi dan konseling kesehatan reproduksi

d)

Melarang pernikahan dini tanpa memberikan penjelasan dan dukungan emosional yang memadai

e)

Mengabaikan riwayat kesehatan dan kebiasaan hidup pasangan karena dianggap bukan prioritas

23.

Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan konsultasi prakonsepsi karena sedang merencanakan kehamilan. Bidan melakukan penilaian status gizi dan memberikan edukasi tentang nutrisi penting yang perlu dipenuhi sebelum hamil agar kehamilan dan perkembangan janin berlangsung optimal.

Nutrisi apa yang paling penting mendapatkan perhatian khusus pada kasus tersebut?

a)

Asam folat untuk mencegah terjadinya cacat tabung saraf pada janin

b)

Gula sederhana sebagai sumber energi utama bagi ibu sebelum hamil

c)

Vitamin C dosis tinggi tanpa pengawasan tenaga kesehatan

d)

Asupan protein tinggi tanpa memperhatikan keseimbangan zat gizi lain

e)

Lemak jenuh dalam jumlah besar untuk meningkatkan cadangan energi

24.

Sepasang suami istri datang ke puskesmas dengan keluhan belum mendapatkan kehamilan setelah satu tahun menikah dan melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi. Bidan melakukan anamnesis dan pemeriksaan dasar untuk menilai kemungkinan gangguan fertilitas.

Langkah awal yang paling tepat dilakukan bidan untuk membantu pasangan tersebut adalah?

a)

Memberikan konseling tentang masa subur wanita serta menganjurkan hubungan seksual secara teratur pada masa subur

b)

Memberikan obat penyubur tanpa melakukan pemeriksaan dan evaluasi kesehatan terlebih dahulu

c)

Menyarankan pasangan untuk menunda hubungan seksual hingga kondisi stabil

d)

Mengabaikan keluhan pasangan dan menunggu hingga mereka hamil secara alami

e)

Menyarankan tindakan pembedahan segera tanpa pemeriksaan medis lengkap

25.

Seorang remaja perempuan datang ke puskesmas untuk melakukan konseling kesehatan reproduksi. Ia mengajukan banyak pertanyaan tentang siklus menstruasi dan berbagai metode kontrasepsi. Bidan bertugas memberikan asuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan remaja tersebut.

Langkah awal yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut adalah?

a)

Memberikan informasi dasar tentang siklus menstruasi serta edukasi mengenai pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan remaja

b)

Menyarankan remaja menunggu hingga menikah sebelum mendapatkan informasi tentang kontrasepsi

c)

Memberikan obat kontrasepsi tanpa melakukan konseling dan pemeriksaan terlebih dahulu

d)

Meminta remaja datang kembali bersama orang tua sebelum dilakukan konseling kesehatan reproduksi

e)

Mengabaikan pertanyaan remaja karena dianggap belum waktunya membahas kesehatan reproduksi

26.

Seorang wanita berusia 28 tahun yang baru menikah datang ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan prakonsepsi. Dari hasil anamnesis, bidan menemukan bahwa terdapat riwayat keluarga dengan gangguan genetik yang berpotensi memengaruhi kesehatan janin di masa depan. langkah apakah paling tepat yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut adalah?

a)

Memberikan konseling genetik secara terbuka serta edukasi mengenai risiko dan pilihan yang dapat diambil oleh pasangan sebelum merencanakan kehamilan

b)

Mengabaikan riwayat gangguan genetik dan melanjutkan pemeriksaan prakonsepsi rutin tanpa tindak lanjut

c)

Menyarankan penundaan kehamilan tanpa memberikan informasi dan edukasi yang memadai

d)

Memberikan obat penyubur tanpa melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap risiko genetik

e)

Menyarankan pasangan melakukan tes DNA sendiri tanpa arahan dan pendampingan dari tenaga kesehatan

27.

Sepasang suami istri datang ke unit kebidanan untuk berkonsultasi karena mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Selama sesi konseling infertilitas, bidan memberikan informasi menyeluruh tentang berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesuburan serta strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Faktor apa yang paling penting untuk disampaikan dan ditekankan oleh bidan pada kasus tersebut?

a)

Usia pasangan, gaya hidup sehari-hari, pola makan, serta riwayat kesehatan kedua pasangan yang dapat memengaruhi fungsi reproduksi

b)

Pola tidur wanita saja tanpa mempertimbangkan kondisi pasangan pria

c)

Jumlah anggota keluarga besar yang dimiliki oleh pasangan tersebut

d)

Konsumsi gula berlebih tanpa kaitan dengan kondisi reproduksi

e)

Jenis pekerjaan pria saja tanpa memperhatikan faktor lain yang berpengaruh

28.

Sepasang suami istri sedang menjalani program fertilisasi buatan (in vitro fertilization/IVF) di fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagai bidan yang terlibat dalam proses asuhan, Anda berperan penting dalam memberikan dukungan fisik maupun emosional kepada pasangan agar prosedur dapat berjalan dengan baik.

Peran utama apakah yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut adalah?

a)

Menjaga kerahasiaan pasien serta memberikan edukasi komprehensif mengenai prosedur, manfaat, dan risiko yang mungkin terjadi selama program IVF

b)

Hanya berfokus pada aspek teknis tindakan tanpa menjalin komunikasi terapeutik dengan pasien

c)

Memaksa pasangan untuk menjalani seluruh prosedur tanpa memperoleh persetujuan atau informed consent

d)

Mengabaikan perasaan, pengalaman, dan kekhawatiran pasangan selama menjalani proses IVF

e)

Tidak memberikan informasi tambahan setelah prosedur selesai dilakukan

29.

Seorang bidan di puskesmas memberikan penyuluhan kepada pasangan usia subur mengenai pentingnya deteksi dini infertilitas. Dalam kegiatan tersebut, bidan menjelaskan berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesuburan serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi pasangan.

Peran utama apa yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Tidak terlibat dalam upaya deteksi dini infertilitas karena dianggap di luar kewenangan bidan

b)

Mengatur urusan keuangan keluarga pasangan sebagai bagian dari pendekatan kesejahteraan

c)

Memberikan obat atau terapi kesuburan tanpa adanya resep dan indikasi medis yang jelas

d)

Melakukan pemeriksaan laboratorium kompleks tanpa memberikan edukasi dan penjelasan yang memadai

e)

Menjadi motivator dan edukator yang memberikan informasi, dukungan, serta dorongan kepada pasangan usia subur untuk menjaga kesuburan dan kesehatan reproduksi

30.

Pasangan suami istri yang baru menikah datang ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan pranikah. Sebagai bidan yang memberikan asuhan, Anda bertugas memastikan bahwa seluruh faktor yang dapat mendukung fertilitas pasangan telah diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik.

Faktor-faktor apa yang menjadi fokus utama bidan dalam pemeriksaan pranikah pada kasus tersebut?

a)

Usia pasangan saja tanpa mempertimbangkan faktor kesehatan lainnya

b)

Status imunisasi yang lengkap, pola makan seimbang, serta gaya hidup sehat

c)

Riwayat penyakit saja tanpa melakukan pemeriksaan dan edukasi tambahan

d)

Pemeriksaan fisik semata tanpa memberikan konseling kesehatan reproduksi

e)

Pembatasan aktivitas pasangan tanpa dasar medis yang jelas

31.

Seorang pasangan suami istri datang ke puskesmas untuk berkonsultasi mengenai masalah fertilitas. Bidan yang memberikan asuhan memutuskan menggunakan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) untuk memberikan informasi, dukungan, dan rekomendasi yang tepat.

Aspek apa yang harus ditekankan oleh bidan agar penatalaksanaan fertilitas berjalan optimal pada kasus tersebut?

a)

Menghindari seluruh aktivitas fisik tanpa dasar medis

b)

Membatasi frekuensi hubungan seksual pasangan secara berlebihan

c)

Menyarankan konsumsi obat herbal atau suplemen tanpa bukti ilmiah yang jelas

d)

Edukasi mengenai siklus ovulasi, pentingnya diet seimbang, dan menjaga gaya hidup sehat

e)

Memberikan suplemen atau obat tanpa melakukan pemeriksaan dan evaluasi terlebih dahulu

32.

Seorang wanita yang mengalami infertilitas datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan kecemasan tinggi akibat tekanan sosial dan takut akan stigma dari lingkungan sekitar. Ia merasa terisolasi dan membutuhkan dukungan emosional dari tenaga kesehatan.

Tindakan apa yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Menghentikan klien saat mencoba mengungkapkan perasaannya

b)

Memaksa klien menjalani pengobatan atau prosedur tanpa persetujuan

c)

Mengabaikan kekhawatiran klien dan tidak menanggapi keluhan emosional

d)

Menghindari pembahasan masalah infertilitas agar tidak memperburuk kecemasan

e)

Mendengarkan dengan empati dan memberikan dukungan psikososial secara profesional

33.

Seorang pasangan usia subur datang untuk pemeriksaan prakonsepsi. Dari hasil skrining, ditemukan adanya risiko genetik tertentu yang berpotensi memengaruhi kesehatan bayi di masa depan. Bidan harus memberikan asuhan kebidanan yang etis dan berbasis bukti.

Tindakan etis apa yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Memberikan konseling genetik secara jujur dan mendukung keputusan pasangan berdasarkan informasi yang diterima

b)

Menunda pernikahan pasangan tanpa memberikan konsultasi dan penjelasan yang memadai

c)

Menyembunyikan informasi risiko genetik dari pasangan untuk mengurangi kecemasan

d)

Memaksa pasangan untuk menjalani tes genetik meskipun tanpa persetujuan mereka

e)

Mengabaikan risiko genetik yang ditemukan dan melanjutkan pemeriksaan rutin

34.

Seorang wanita usia 29 tahun datang ke Puskesmas Harapan Sehat untuk pemeriksaan prakonsepsi. Ia mengeluhkan mudah lelah, pusing ringan, dan sering merasa lemas sejak 2 bulan terakhir. Dari anamnesa, diketahui bahwa pola makan pasien kurang mengandung zat besi. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva pucat, dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 9,2 g/dL (anemia sedang).

Asuhan kebidanan apa yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Mengabaikan anemia karena dianggap ringan dan tidak berbahaya

b)

Menunda pemeriksaan prakonsepsi sampai pasien merasa lebih sehat

c)

Menyarankan pasien menunggu kehamilan sebelum penanganan anemia

d)

Memberikan suplementasi zat besi, konseling gizi seimbang, dan kontrol rutin

e)

Memberikan obat atau suplemen tanpa edukasi dan penjelasan yang memadai

35.

Pasangan berusia 35 tahun datang ke klinik fertilitas untuk konsultasi mengenai proses fertilisasi in vitro (IVF). Sebagai bidan yang memberikan konseling, Anda harus menjunjung tinggi prinsip etika dan praktik berbasis bukti selama proses asuhan.

Aspek etis apa yang harus menjadi prioritas utama agar hak dan kepentingan pasien terjaga dengan baik pada kasus tersebut?

a)

Menjanjikan keberhasilan prosedur tanpa memperhitungkan kondisi medis dan faktor risiko pasangan

b)

Menyembunyikan kemungkinan kegagalan prosedur untuk menjaga optimisme pasangan

c)

Mengabaikan kekhawatiran moral, budaya, atau nilai-nilai pribadi yang dimiliki pasangan

d)

Menjelaskan secara jujur manfaat, risiko, dan alternatif prosedur yang tersedia, serta menghargai keputusan pasangan dalam proses pengambilan keputusan

e)

Memaksa pasangan menjalani prosedur IVF tanpa memberikan penjelasan yang memadai mengenai risiko dan kemungkinan hasil

36.

Seorang bidan melayani pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Dalam memberikan asuhan, bidan berkomitmen menerapkan praktik berbasis bukti (evidence-based practice) untuk memastikan asuhan yang diberikan aman, efektif, dan sesuai standar profesi.

Hal apa yang paling penting dilakukan bidan agar asuhan fertilitas berjalan efektif dan sesuai standar pada kasus tersebut?

a)

Mengandalkan pengalaman pribadi semata tanpa mempertimbangkan data ilmiah

b)

Menggabungkan hasil penelitian terkini, pengalaman klinis, dan preferensi pasien dalam pengambilan keputusan

c)

Mengabaikan keinginan dan preferensi pasien dalam perencanaan asuhan

d)

Menggunakan metode tradisional atau kebiasaan lama tanpa bukti ilmiah

e)

Menghindari mempelajari atau menerapkan riset terbaru terkait infertilitas

37.

Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun datang ke puskesmas untuk konsultasi karena akan menikah bulan depan. Ia memiliki siklus haid yang teratur dan ingin mempersiapkan kondisi kesehatan reproduksinya dengan optimal sebelum menikah.

Tindakan pertama apa yang paling tepat dilakukan bidan untuk memberikan asuhan pranikah dan prakonsepsi pada kasus tersebut?

a)

Memberikan resep obat atau suplemen tanpa melakukan evaluasi medis terlebih dahulu

b)

Menunda rencana pernikahan tanpa dasar medis atau psikologis yang jelas

c)

Mengabaikan pemeriksaan dan edukasi kesehatan reproduksi karena usia pasien masih remaja

d)

Melakukan skrining prakonsepsi secara menyeluruh serta memberikan edukasi tentang pentingnya asam folat, gizi seimbang, dan pola hidup sehat menjelang kehamilan

e)

Menyarankan pasien menunggu hingga siklus haid menjadi tidak teratur sebelum melakukan pemeriksaan kembali

38.

Seorang bidan di Puskesmas Sukamaju merancang program promotif dan preventif berbasis bukti untuk mencegah infertilitas pada remaja. Hasil survei menunjukkan sebagian besar remaja memiliki pengetahuan rendah tentang kesehatan reproduksi dan belum memahami pola hidup sehat serta deteksi dini gangguan reproduksi.

Strategi terbaik apa yang dapat diterapkan bidan pada kasus tersebut?

a)

Memberikan edukasi tentang pola hidup sehat, melakukan deteksi dini gangguan reproduksi, serta memberikan konseling prakonsepsi sebagai persiapan masa depan

b)

Mengabaikan pendidikan kesehatan reproduksi karena dianggap tidak penting bagi remaja

c)

Membatasi akses remaja terhadap informasi kesehatan reproduksi

d)

Fokus hanya pada pemberian suplemen tanpa edukasi yang memadai

e)

Memaksa remaja mengikuti program tanpa persetujuan

39.

Seorang bidan di Puskesmas Melati sedang menyusun program manajemen asuhan kebidanan untuk remaja dan pasangan pranikah. Tujuan program ini adalah menciptakan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek medis dan psikososial agar pelayanan yang diberikan bersifat komprehensif dan berkesinambungan.

Bagaimana cara paling efektif bagi bidan untuk memadukan kedua aspek tersebut dalam pelaksanaan asuhan kebidanan?

a)

Memberikan dukungan emosional, edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi, serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain bila diperlukan

b)

Fokus hanya pada pengobatan medis tanpa memperhatikan aspek psikososial remaja

c)

Menghindari pembahasan isu psikososial karena dianggap sensitif

d)

Menyerahkan seluruh proses penanganan kepada tenaga medis tanpa komunikasi langsung dengan remaja

e)

Mengabaikan kebutuhan sosial dan psikologis remaja selama proses asuhan

40.

Seorang bidan di Puskesmas Sumber Sehat sedang melakukan konseling fertilitas kepada pasangan usia subur yang telah menikah selama satu tahun namun belum berhasil hamil. Untuk memastikan informasi yang diberikan akurat dan bermanfaat, bidan menerapkan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) dalam asuhan kebidanan.
Apakah langkah utama yang harus dilakukan oleh bidan pada kasus tersebut?

a)

Memberikan edukasi mengenai siklus ovulasi, pola hubungan seksual serta penerapan gaya hidup sehat

b)

Memberikan terapi herbal tanpa dasar ilmiah yang jelas dan tanpa konsultasi tenaga ahli

c)

Mengabaikan faktor psikologis dan sosial pasangan yang dapat memengaruhi keberhasilan program fertilitas

d)

Melaksanakan prosedur medis tanpa penjelasan yang memadai dan tanpa persetujuan pasangan

e)

Menghindari pembahasan mengenai risiko dan kemungkinan hasil dari program fertilitas

41.

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut bagian bawah setiap kali menstruasi. Dari hasil anamnesa, remaja menyatakan haidnya teratur setiap bulan dan tidak ada riwayat penyakit sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum baik tanpa tanda anemia.
Tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan pada kasus tersebut?

a)

Memberikan edukasi tentang siklus menstruasi dan cara mengatasi nyeri haid secara aman

b)

Memberikan obat penghilang nyeri tanpa pemeriksaan lanjutan

c)

Menyarankan remaja menunggu hingga menikah sebelum dilakukan pemeriksaan

d)

Mengabaikan keluhan karena dianggap normal pada remaja

e)

Menunda konseling sampai didampingi orang tua

42.

Seorang calon pengantin perempuan berusia 24 tahun datang ke Puskesmas untuk pemeriksaan pranikah. Hasil anamnesa menunjukkan calon pengantin sering merasa lelah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin 10 g/dL, tanda anemia ringan.
Langkah apa yang paling tepat dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan pranikah pada kasus tersebut?

a)

Memberikan suplementasi zat besi dan edukasi gizi seimbang untuk mencegah anemia pranikah

b)

Mengabaikan hasil pemeriksaan karena anemia ringan tidak berbahaya

c)

Menunda pemeriksaan lanjutan sampai setelah pernikahan

d)

Memberikan obat tanpa penjelasan penyebab anemia

e)

Menyarankan penggunaan kontrasepsi setelah menikah

43.

Seorang wanita usia 27 tahun datang ke Puskesmas untuk pemeriksaan prakonsepsi karena ingin hamil dalam waktu enam bulan. Hasil anamnesa menunjukkan nafsu makan kurang dan sering merasa lelah. Pemeriksaan menunjukkan berat badan 42 kg dengan tinggi 160 cm (IMT 16,4 kg/m²) yang berarti berat badan kurang.
Tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh bidan untuk mempersiapkan kehamilan sehat pada kasus tersebut?

a)

Menunda pemeriksaan hingga pasien hamil

b)

Memberikan vitamin tanpa edukasi tambahan

c)

Mengabaikan hasil pemeriksaan karena masih usia subur

d)

Menyarankan segera hamil tanpa mempertimbangkan kondisi gizi

e)

Memberikan konseling gizi untuk meningkatkan berat badan ideal

44.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun datang ke Puskesmas untuk mengikuti kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Dari hasil diskusi kelompok, diketahui sebagian besar peserta belum memahami risiko hubungan seksual pranikah dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Apa langkah paling tepat yang dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan promotif kepada remaja pada kasus tersebut?

a)

Menyarankan peserta mencari informasi sendiri melalui internet

b)

Menyampaikan materi tanpa sesi tanya jawab agar tidak menimbulkan perdebatan

c)

Memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi, risiko kehamilan dan pencegahan IMS

d)

Membatasi peserta hanya pada remaja perempuan

e)

Menghindari pembahasan karena dianggap tidak pantas untuk usia remaja

45.

Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke Puskesmas untuk konsultasi prakonsepsi. Dari hasil anamnesa diketahui pasien memiliki riwayat diabetes melitus yang dikontrol dengan obat oral. Pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah masih di atas normal.
Bagaimana tindakan paling tepat yang harus dilakukan oleh bidan pada kasus tersebut?

a)

Menyarankan pasien untuk segera hamil tanpa mempertimbangkan kondisi penyakit yang diderita

b)

Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pengaturan kadar gula darah serta memberikan edukasi tentang kehamilan yang aman

c)

Menghentikan penggunaan obat diabetes tanpa melakukan konsultasi dengan tenaga medis

d)

Mengabaikan riwayat penyakit karena pasien tampak sehat dan tidak memiliki keluhan berarti

e)

Memberikan suplementasi vitamin tanpa melakukan pemeriksaan atau tindak lanjut yang diperlukan

46.

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun datang ke ruang konsultasi di puskesmas dengan keluhan haid tidak teratur sejak 6 bulan terakhir. Dari anamnesis, diketahui ia sering melewatkan makan pagi dan menjalani diet ketat. Pemeriksaan menunjukkan berat badan 42 kg dengan IMT 17,5.
Apa langkah asuhan yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Mengabaikan keluhan karena dianggap normal pada remaja yang baru menstruasi

b)

Menganjurkan remaja untuk tidak perlu memperhatikan asupan makanan selama tidak ada keluhan lain

c)

Memberikan edukasi tentang gizi seimbang, manajemen stres, dan pentingnya pola makan teratur bagi kesehatan reproduksi

d)

Menyarankan pasien untuk tetap melanjutkan diet agar berat badan tetap ideal sesuai keinginannya

e)

Memberikan obat pelancar haid tanpa melakukan pemeriksaan dan penilaian gizi terlebih dahulu

47.

Pasangan calon pengantin berusia 25 tahun datang ke klinik kebidanan untuk pemeriksaan pranikah. Keduanya tampak sehat, namun hasil anamnesis menunjukkan calon suami memiliki riwayat hubungan seksual berisiko pada masa lalu. Pemeriksaan fisik dalam batas normal.
Apa langkah paling tepat yang dilakukan bidan dalam pelayanan pranikah tersebut?

a)

Menyarankan pasangan menunda pernikahan tanpa alasan medis yang jelas

b)

Memberikan pengobatan empiris tanpa pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu

c)

Menyembunyikan informasi risiko dari pasangan agar tidak menimbulkan konflik di antara mereka

d)

Mengabaikan riwayat hubungan berisiko karena pasien tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala

e)

Melakukan konseling tentang perilaku seksual yang aman dan menyarankan pemeriksaan laboratorium

48.

Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mudah cemas dan sulit tidur sejak orang tuanya bercerai. Dari hasil wawancara, ia mengaku tidak nyaman berbicara tentang perubahan tubuh dan menstruasi dengan keluarganya. Pemeriksaan fisik dalam batas normal.
Apa langkah asuhan yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Memberikan konseling psikososial dan komunikasi empatik

b)

Memberikan penyuluhan umum tentang kesehatan reproduksi

c)

Menyarankan konsultasi ke psikolog untuk dukungan lanjutan

d)

Memberikan saran terkait manajemen stres dan aktivitas positif

e)

Mengabaikan keluhan remaja selama sesi konseling

49.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun datang ke klinik remaja untuk berkonsultasi mengenai perubahan perilakunya yang mudah marah dan sulit tidur. Dari hasil wawancara, diketahui remaja sering bermain gawai hingga larut malam dan merasa cemas dengan penampilannya. Pemeriksaan fisik menunjukkan tidak ada kelainan berarti.
Apa tindakan awal yang paling tepat dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Melakukan konseling psikososial dan edukasi tentang pola tidur serta manajemen stres

b)

Menyarankan remaja minum obat penenang agar bisa tidur nyenyak

c)

Menyuruh remaja berhenti sekolah sementara waktu agar tidak stres

d)

Mengalihkan pembicaraan agar remaja melupakan masalahnya

e)

Menyarankan remaja mencari bantuan medis tanpa memberikan dukungan awal

50.

Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mual, muntah, dan telat haid selama dua bulan. Hasil anamnesis menunjukkan remaja belum menikah dan merasa takut serta bingung setelah hasil tes kehamilan dinyatakan positif. Ia menangis dan mengatakan tidak siap menghadapi kehamilan tersebut. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum baik dan tanda-tanda kehamilan muda.
Apa tindakan paling tepat yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut?

a)

Menyarankan remaja untuk menjaga kehamilannya dan menerima kehamilannya

b)

menyarankan penghentian kehamilan dengan alasan masih sekolah

c)

Memberikan konseling empatik, dukungan emosional, dan rujukan sesuai prosedur

d)

Menyampaikan informasi ke orang tua dan menyarankan mencari pacar anaknya untuk bertanggungjawab

e)

Mengabaikan kondisi emosional remaja namun fokus pada pemeriksaan fisik