wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJIAN AKHIR SEMESTER KEPERAWATAN ANAK KELAS KONV. 2025

Total questions: 51

Worksheet time: 3hrs 31mins

Name
Class
Date
1.

Seorang balita, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret yang belum sembuh sejak 2 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: balita masih mau minum dan makan, BAB 3-4 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, minum dan makan biasa. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, S 37°C, P 34x/menit, mata tidak cekung, turgor kulit kembali cepat.  Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Disentri

b)

Diare persisten

c)

Diare tanpa dehidrasi

d)

Diare dengan dehidrasi berat

e)

Diare dengan dehidrasi sedang

2.

Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, BAB 3-5 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, minum banyak. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 8,5 Kg, PB 74 cm, S 37,5°C, P 36 x/menit, mata tidak cekung, turgor kulit kembali cepat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Pemberian zink selama 1 minggu

b)

Pemberian teh manis

c)

Pemberian antipiretik

d)

Pemberian antibiotik

e)

Pemberian oralit

3.

Seorang bayi perempuan, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, tidak ada batuk pilek, menyusu kuat. Hasil pemeriksaan: BB 8,5 Kg, PB 75 cm, S 37,8°C, P 30 x/menit, tampak ruam merah kecoklatan di sekitar telinga, kepala dan leher, mata tidak merah, tidak ada luka pada mulut. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Pemberian salep mata

b)

Rujuk ke rumah sakit

c)

Pemberian antipiretik

d)

Pemberian antibiotik

e)

Pemberian vitamin A

4.

Seorang bayi perempuan, umur 3 hari, dibawa ibunya ke BPM untuk kontrol. Hasil anamnesis: malas menyusu, BAB dan BAK lancar. Hasil pemeriksaan: tampak kuning pada muka, leher, sampai ke pusat, FJ 110 x/menit, P 40 x/menit, S 370C. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Ikterus fisiologis

b)

Jaundice patologis

c)

Bayi normal

d)

Kern ikterus

e)

Letargi

5.

Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Ha- sil anamnesis: bayi belum bisa berjalan. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 9 Kg, PB 75 cm, S 36,7°C, P 32x/menit. Hasil jawaban ya pada Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berjumlah 7. Kesimpulan tumbuh kembang apakah yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Pertumbuhan normal dan perkembangan menyimpang

b)

Pertumbuhan normal dan perkembangan meragukan

c)

Pertumbuhan kurang dan perkembangan meragukan

d)

Pertumbuhan dan perkembangan tidak normal

e)

Pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia

6.

Seorang bayi laki-laki, umur 2 tahun, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi sehat tidak ada keluhan. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 10,5 Kg, PB 84 cm, S 36,8°C, P 30 x/menit. Hasil jawaban ya pada Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berjumlah 8. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Anjurkan konsultasi dengan dokter sesialis anak

b)

Penimbangan kembali 1 bulan yang akan datang

c)

Evaluasi perkembangan 3 bulan kemudian

d)

Evaluasi KPSP ulang 2 minggu kemudian

e)

Konsultasi dengan ahli gizi

7.

Seorang bayi laki-laki, umur 6 bulan, dibawa ibunya ke posyandu untuk penimbangan. Hasil anamnesis: bayi sehat, tidak ada keluhan, serta menyusu kuat, riwayat imunisasi sebel- umnya BCG, Polio 1-4, DPT 1-3, Hep.B 1-3. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 7,5 Kg, PB 66 cm, S 36,8°C, P 34 x/menit, jawaban ya pada KPSP adalah 9. Umur berapakah bayi tersebut dijadwalkan dipantau kembali tumbuh kembangnya?

a)

7 bulan

b)

8 bulan

c)

9 bulan

d)

10 bulan

e)

11 bulan

8.

Seorang bayi perempuan baru lahir di bidan praktik mandiri. Riwayat kelahiran: anak pertama, usia gestasi 38 minggu, kala II lama. Hasil pemeriksaan: Bayi lahir tidak segera menangis, kulit jari-jari ekstremitas kebiruan, tonus otot lemas. Diagnosis apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

a)

Gangguan fisik motorik

b)

Masalah fungsi motorik

c)

Kelainan jantung

d)

Asfiksia

e)

Apneu

9.

Seorang bayi laki-laki, anak kedua baru dilahirkan 6 jam yang lalu di RS secara spontan. Riwayat kelahiran: bayi bernafas spontan, usia gestasi 40 minggu, inisiasi menyusu dini berhasil, Bayi sudah BAK 1 kali, PB 48 cm, BB 2600 gram. Telah diberikan suntikan Vit. K1. Asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Memandikan

b)

Melanjutkan IMD

c)

Memfasilitasi rooming in

d)

Melakukan pencatatan surat keterangan lahiran

e)

Memberikan suntikan imunisasi Hepatitis B0

10.

Seorang anak laki-laki usia 2,5 tahun diperiksakan ke Poli Tumbuh Kembang dengan keluhan belum bisa berkomunikasi dengan baik. Anak tersebut hanya bisa mengucapkan 3-4 kata saja dibandingkan pada anak seusianya yang sudah bisa membentuk kalimat. Dari hasil pengkajian, didapatkan hasil bahwa ayah dan ibunya jarang mengajak anak untuk belajar berbicara dikarenakan kesibukan kerja ayah dan ibu tersebut. Perencanaan apakah yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut

a)

Menganjurkan ibu untuk membawa anak ke sekolah luar biasa

b)

Menganjurkan ibu untuk sering melatih anak berkomunikasi dan belajar kata-kata baru

c)

Mengajari anak untuk belajar bahasa yang berbeda supaya lebih pandai

d)

Menganjurkan ibu supaya mempercayakan anak pada petugas kesehatan

e)

Menstimulasi anak dengan memberikan banyak permainan

11.

Seorang anak laki-laki usia 4 tahun sedang menjalani tes DDST yang dilakukan oleh perawat. Perawat mengukur beberapa sektor yang terdapat dalam DDST guna mengetahui sejak dini tahap perkembangan yang sudah dilalui oleh anak tersebut.Sektor apa saja yang perlu di tes dalam DDST

a)

Motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial

b)

Motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal, fisik

c)

Motorik kasar, perilaku, bahasa dan fisik

d)

Motorik halus, personal sosial, perilaku, bahasa

e)

Motorik halus, motorik kasar, bahasa, perilaku

12.

Seorang anak perempuan diperiksa diklinik tumbuh kembang pada tanggal 22 juni 2012 untuk dilakukan deteksi dini tumbuh kembang. Hasil anamnesa tanggal lahir anak 24 juli 2009. Apakah jenis KPSP yang harus kita pakai untuk mendeteksi perkembangan anak

a)

KPSP 24 bulan

b)

KPSP 30 bulan

c)

KPSP 35 bulan

d)

KPSP 36 bulan

e)

KPSP 42 bulan

13.

Seorang anak usia 9 tahun, saat ini menjadi murid Sekolah Dasar kelas 4, setiap hari diantar oleh ibunya dan tidak mau ditinggal. Di sekolah anak tersebut diberi kesempatan menghasilkan suatu karya sesuai dengan keinginan, agar memiliki produktifitas. Apakah tahap perkembangan yang dilakukan saat ini?

a)

Tahap industri versus inferior

b)

Tahap inisiatif versus bersalah

c)

Tahap otonomi versus malu malu

d)

Tahap identitas versus kebingungan

14.

Seorang perawat melakukan lomba untuk anak usia 48-60 bulan di taman kanak-kanak dengan tujuan untuk deteksi dini tumbuh kembang anak. Bentuk lomba yang diadakan adalah lompat jauh, balap karung, lompat tali, permainan keseimbangan tubuh, dan diharuskan berteriak sekuatnya. Apakah kemampuan yang telah diukur perawat??

a)

Kemampuan gerak halus

b)

Kemampuan gerak kasar

c)

Kemampuan bersoialisasi

d)

Kemampuan kemandirian

e)

Kemampuan bicara dan bahasa

15.

Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan, dibawah ke poliklinik dengan keluhan tidak terjadi peningkatan berat badan selama dua bulan berturut – turut. Hasil anamnese bayi lahir spontan dengan berat badan lahir 3500 gram, panjang badan 51 cm Berapakah berat badan normal bayi tersebut berdasarkan usianya?

a)

6kg

b)

7kg

c)

8 kg

d)

9 kg

e)

10 kg

16.

Seorang anak laki - laki Lahir pada tanggal 20 Oktober 2008, masuk rumah sakit pada tanggal 14 Juni 2012, dan perawat akan melakukan penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan usianya. Berapa usia anak tersebut pada saat pengkajian?

a)

3 tahun 5 bulan 17 hari

b)

3 tahun 5 bulan 2 hari

c)

3 tahun 6 bulan 17 hari

d)

3 tahun 6 bulan 24 hari

e)

3 tahun 7 bulan 24 hari

17.

Seorang anak perempuan umur 3 tahun dilakukan deteksi dini tumbuh kembang di poli tumbuh kembang Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan KPSP menunjukkan bahwa ada 1 tugas perkembangan yang caution di sektor motorik halus, ada 1 tugas perkembangan yang menolak di sebelah kanan usia pada sektpr personal social dan 1 delay atau gagal pada bahasa. Apakah hasil deteksi perkembangan pada kasus diatas?

a)

Normal

b)

Suspest

c)

Unsteable

d)

Delay

e)

Advance

18.

Seorang anak berusia 15 bulan, diasuh oleh pengasuh. Menurut pengasuh, ketika menginginkan sesuatu anak tidak dapat menunjuk hanya menangis dan merengek, juga tidak dapat bertepuk tangan secara mandiri. Tugas perkembangan apakah yang tidak dapat dilaksanakan Brian?

a)

Sosialisasi dan Bahasa

b)

Motorik halus dan kasar

c)

Sosialisasi dan kemandirian

d)

Sosialisasi dan motorik kasar

e)

Bicara dan bahasa; motorik kasar

19.

Seorang anak berumur 36 bulan, setiap hari diasuh oleh ibunya. Tindakan apakah yang harus dilakukan ibu untuk pemenuhan tugas perkembangan anak tersebut?

a)

Memberikan stimulasi motorik halus

b)

Mengajarkan anak tentang toilet training

c)

Memberikan permainan onlooker playing

d)

Memberikan stimulasi perkembangan Bahasa

e)

Memberikan konsekuensi terhadap kesalahan anak

20.

Seorang bayi datang dibawa ibunya ke Posyandu untuk pemeriksaan perkembangan. Sebelum melakukan pemeriksaan, dilakukan perhitungan umur anak. Apakah data yang harus dikaji terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan umur?

a)

Siapa penolong persalinan?

b)

Dimana tempat persalinan?

c)

Apakah bayi lahir cukup bulan?

d)

Apakah bayi pada saat lahir menangis?

e)

Apakah ada penyulit pada saat persalinan?

21.

Seorang anak laki–laki umur 18 bulan, dibawa ibunya ke Posyandu dengan keluhan belum bisa naik tangga. Hasil anamnesis: merasa cemas. Hasil pemeriksaan: BB 13 kg, keadaan anak sehat. Dilakukan pemeriksaan perkembangan dengan menggunakan KPSP. Hasil pemeriksaan KPSP dijawan “Ya” sebanyak 8 item. Apakah Interpretasi dari hasil pemeriksaan tersebut?

a)

Normal

b)

Gagal

c)

Meragukan

d)

Penyimpangan

e)

Sesuai perkembangan

22.

Hasil pemeriksaan KPSP (Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan) didapatkan jawaban ya sebanyak 9, artinya pekembangan anak adalah...

a)

Meragukan

b)

Perlu rujukan

c)

Sesuai umur anak

d)

Terdapat penyimpangan

e)

Memerlukan pemeriksaan lebih lanjut

23.

Formulir KPSP untuk umur berapa yang tepat digunakan untuk pemeriksaan pada kasus tersebut?

a)

Formulir untuk 6 bulan

b)

Formulir untuk 7 bulan

c)

Formulir untuk 8 bulan

d)

Formulir untuk 9 bulan

e)

Formulir untuk 12 bulan

24.

Seorang bayi datang dibawa ibunya ke Posyandu untuk pemeriksaan tumbuh kembang pada tanggal 06 Maret 2021. Hasil anamnesis: lahir cukup bulan. Ibu mengatakan anaknya lahir pada tanggal 05 September 2020. Berapakah umur anak?

a)

4 bulan

b)

5 bulan

c)

6 bulan

d)

7 bulan

e)

8 bulan

25.

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun didiagnosis DM tipe 1. Orang tua melaporkan anak sering buang air kecil, haus berlebihan, dan berat badan menurun.
Gejala "poliuria nokturnal" pada anak ini terutama disebabkan oleh?

a)

Diuresis osmotik akibat hiperglikemi

b)

Peningkatan hormon antidiuretic

c)

Gangguan fungsi kandung kemih

d)

Asidosis metabolic

e)

Dehidrasi berat

26.

Sebuah studi EBP membandingkan terapi exercise dan terapi spiritual pada remaja dengan Lupus. Berdasarkan hasil appraise bukti, intervensi manakah yang menunjukkan efek fisiologis langsung dalam menurunkan sitokin inflamasi?

a)

Terapi musik

b)

Terapi diet ketat

c)

Terapi akupuntur

d)

Terapi spiritual (sholat dan doa)

e)

Terapi exercise (jalan kaki dan bersepeda)

27.

Seorang bayi berusia 6 bulan dibawa oleh ibunya yang positif HIV. Ibunya bertanya tentang kemungkinan cara penularan H HIV kepada anaknya. Berdasarkan etiologi, mana yang bukan merupakan cara penularan HIV dari ibu ke anak?

a)

Menyusui

b)

Saat persalinan

c)

Berpelukan dan berciuman

d)

Melalui plasenta selama kehamilan

e)

Kontak dengan cairan vagina ibu saat persalinan

28.

Seorang anak berusia 8 tahun dirawat dengan diagnosis DBD derajat I. Orang tua menanyakan tindakan non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan demam selain pemberian parasetamol. Berdasarkan PICO yang diajukan, intervensi non-farmakologis mana yang diteliti efektivitasnya untuk menurunkan suhu tubuh pada anak DBD?

a)

Kompres air hangat

b)

Mandi air dingin

c)

Minum air dingin

d)

Kompres air es

e)

Selimuti rapat

29.

Seorang pasien DBD menunjukkan tanda-tanda kegawatan seperti gelisah, akral dingin, dan nadi lemah. Tanda-tanda tersebut paling mengarah pada komplikasi DBD yang disebut?

a)

Sindrom Syok Dengue

b)

Hepatitis akut

c)

Gagal napas

d)

Ensefalitis

e)

Miokarditis

30.

Seorang bayi lahir dengan ciri wajah datar, lidah besar, dan tonus otot rendah. Apa penyebab utama dari kondisi yang dialami bayi tersebut?

a)

Gizi buruk ibu

b)

Infeksi saat persalinan

c)

Kelebihan kromosom 21 (trisomi 21)

d)

Paparan radiasi tinggi

e)

Trauma kepala

31.

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD) menunjukkan perilaku repetitif seperti mengepakkan tangan dan berputar-putar. Orang tua ingin mencoba intervensi non-farmakologis. Berdasarkan Evidence Based Practice (EBP) yang di-acquire, intervensi olahraga mana yang terbukti paling efektif dalam meta-analisis untuk mengurangi perilaku repetitif dan stereotip pada anak autisme?

a)

BersepedaR

b)

Renang individual

c)

Latihan karate

d)

Lari marathon

e)

Permainan bola (sepak bola)

32.

Seorang bayi laki-laki berusia 3 minggu dibawa ibunya ke klinik karena suara napas berbunyi "ngik-ngik" sejak lahir. Bunyi ini terdengar lebih keras saat bayi menangis dan menyusu. Saat pemeriksaan, bayi tampak aktif, saturasi oksigen 98%, dan tidak ada sianosis. Pemeriksaan laringoskopi fleksibel menunjukkan epiglotis berbentuk omega (Ω) dan prolaps mukosa kartilago aritenoid saat inspirasi. Berdasarkan skenario tersebut, apa diagnosis dan tata laksana awal yang paling tepat untuk bayi ini?

a)

Trakeomalasia ringan, diberikan terapi oksigen

b)

Epiglotitis akut, diberikan antibiotik intravena

c)

CPAM tipe 1, direncanakan lobektomi

d)

Bronkiolitis, diberikan nebulizer

e)

Laringomalasia, dilakukan observasi dan penyesuaian posisi

33.

Seorang bayi perempuan berusia 7 bulan dengan laringomalasia datang dengan keluhan berat badan sulit naik, sering muntah, dan stridor yang semakin memburuk hingga menyebabkan retraksi dinding dada. Orang tua melaporkan stridor sangat mengganggu waktu menyusu.

Berdasarkan manifestasi klinis tersebut, bayi ini termasuk dalam klasifikasi laringomalasia apa?

a)

Laringomalasia EIL

b)

Laringomalasia Tipe Neuromuskular

c)

Laringomalasia Sedang

d)

Laringomalasia Ringan

e)

Laringomalasia Berat

34.

Seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan memiliki riwayat batuk menggonggong dan napas berisik yang memberat saat ia batuk atau menangis. Ia juga sering mengalami pneumonia berulang. Pemeriksaan bronkoskopi menunjukkan kolaps dinding trakea saat ekspirasi.

Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

a)

Laringomalasia

b)

Trakeomalasia

c)

Asma Bronkial

d)

Bronkiektasis

e)

CPAM Tipe 2

35.

Seorang perawat melakukan asuhan keperawatan pada bayi dengan trakeomalasia berat. Bayi tersebut mengalami distres pernapasan, saturasi oksigen tidak stabil, dan sekret kental.
Intervensi keperawatan manakah yang paling prioritas untuk masalah "ketidakefektifan bersihan jalan napas"?

a)

Mengajarkan batuk efektif

b)

Mempertahankan hidrasi yang adekuat

c)

Memberikan edukasi tentang tanda

d)

Memantau bunyi napas dan saturasi O

e)

Melakukan fisioterapi dada (postural drainage)

36.

Seorang neonatus sesaat setelah lahir menunjukkan tanda-tanda distres pernapasan berat, takipneu, dan sianosis. Foto thorax menunjukkan adanya kista besar multiple di lobus paru kanan. Berdasarkan klasifikasi Stocker, kemungkinan besar ini adalah CPAM tipe apa?

a)

Tipe 0

b)

Tipe 1

c)

Tipe 2

d)

Tipe 3

e)

Tipe 4

37.

Seorang bayi berusia 9 bulan didiagnosis CPAM Tipe 1 asimtomatik secara kebetulan saat melakukan CT scan thorax untuk pemeriksaan lain. Orang tua bertanya apakah anaknya perlu dioperasi. Berdasarkan pertanyaan PICO pada materi, manakah pertanyaan klinis yang relevan untuk kondisi ini?

a)

Apakah lobektomi elektif lebih efektif daripada observasi dalam mencegah infeksi dan keganasan

b)

Apakah pemberian antibiotik profilaksis efektif mencegah infeksi?

c)

Apakah terapi oksigen dapat mencegah komplikasi pernapasan?

d)

Apakah posisi tidur tertentu dapat memperbaiki gejala?

e)

Apakah fisioterapi dada efektif mencegah pneumonia?

38.

Seorang remaja putri berusia 16 tahun didiagnosis SLE. Ia mengeluhkan ruam merah di pipi dan hidung, nyeri sendi, dan rasa lelah yang berlebihan. Ia sering terpapar sinar matahari saat beraktivitas di sekolah. Berdasarkan etiologi SLE, faktor lingkungan manakah yang paling berperan dalam memicu kekambuhan gejala pada pasien ini?

a)

Kurang tidur

b)

Aktivitas fisik berlebihan

c)

Pola makan tinggi garam

d)

Paparan sinar ultra violet

e)

Konsumsi minuman bersoda

39.

Perawat merencanakan edukasi untuk pasien SLE remaja mengenai perawatan kulit. Intervensi keperawatan mana yang paling tepat untuk diagnosa "Gangguan integritas kulit b.d perubahan pigmentasi"?

a)

Anjurkan menggunakan tabir surya SPF minimal 30

b)

Anjurkan mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi

c)

Anjurkan mandi air dingin dua kali sehari

d)

Anjurkan mengoleskan minyak kayu putih

e)

Anjurkan berjemur di pagi hari

40.

Seorang perawat merencanakan asuhan keperawatan pada pasien DBD dengan diagnosa "Hipertermia b.d. proses infeksi virus dengue." Manakah intervensi keperawatan yang termasuk dalam intervensi "Manajemen Hipertermia (I.15506)"?

a)

Membatasi asupan cairan

b)

Memandikan dengan air es

c)

Memberikan obat antikejang

d)

Memberikan antibiotik spektrum luas

e)

Melakukan kompres hangat dan longgarkan pikiran

41.

Seorang anak dengan retardasi mental ringan (IQ 60) mengalami kesulitan dalam motorik halus, seperti memegang pensil dan menggunting. Berdasarkan PICO, intervensi apa yang paling direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak tersebut?

a)

Terapi okupasi menggunting kertas

b)

Pemberian obat psikotropika

c)

Menghindari aktivitas motorik

d)

Hanya fokus pada akademik

e)

Terapi bermain pasif

42.

Seorang anak dengan trakeomalasia kongenital menjalani fisioterapi dada rutin yang meliputi postural drainage dan chest percussion. Pertanyaan PICO yang relevan untuk mengevaluasi intervensi ini adalah: "Pada bayi dengan trakeomalasia (P), apakah fisioterapi dada rutin (I) dibandingkan tanpa fisioterapi (C) efektif menurunkan kejadian pneumonia dan mempermudah pengeluaran sekret (O)?".
Manakah yang merupakan outcome (O) yang diharapkan dari intervensi tersebut

a)

Meningkatkan berat badan

b)

Memperbaiki bentuk trakea

c)

Meningkatkan nafsu makan

d)

Menurunkan frekuensi pneumonia

e)

Menghilangkan batuk menggonggong

43.

Seorang perawat merawat anak dengan CPAM yang akan menjalani lobektomi elektif. Orang tua tampak sangat cemas tentang prosedur operasi dan perawatan pasca bedah.
Masalah keperawatan utama manakah yang sesuai dengan kondisi orang tua tersebut?

a)

Ketidakefektifan pola napas

b)

Gangguan pertukaran gas

c)

Ansietas orang tua

d)

Resiko infeksi

e)

Nyeri akut

44.

Seorang anak dengan Rinitis Alergi persisten derajat sedang-berat tidak menunjukkan perbaikan signifikan dengan monoterapi antihistamin oral generasi kedua. Berdasarkan rekomendasi consensus statement yang di-appraise, apa intervensi farmakologis selanjutnya yang paling direkomendasikan

a)

Mengganti dengan antihistamin generasi pertama

b)

Menambahkan kortikosteroid intranasal

c)

Menghentikan semua terapi farmakologis

d)

Memberikan antibiotik spektrum luas

e)

Hanya melakukan imunoterapi

45.

Seorang anak dengan HIV mengalami pneumonia dan didiagnosa "Bersihan jalan napas tidak efektif". Intervensi mana yang termasuk dalam intervensi "Manajemen Jalan Napas (I.01011)"?

a)

Memberikan antipiretik

b)

Memantau kadar CD4

c)

Melakukan fisioterapi dada

d)

Mengajarkan teknik relaksasi

e)

Memberikan obat antiretroviral

46.

Sebuah studi EBP menyelidiki hubungan antara kepatuhan berobat ARV dengan kualitas hidup anak HIV. Berdasarkan hasil acquire dan appraise, faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup anak dengan HIV?

a)

Status gizi

b)

Usia saat diagnosis

c)

Kepatuhan berobat

d)

Lama menjalani terapi

e)

Jenis ARV yang digunakan

47.

Seorang anak perempuan dengan ADHD mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dan sering dianggap “mengganggu” oleh teman sebayanya. Apa intervensi keperawatan yang paling tepat untuk mengatasi gangguan interaksi sosial pada anak ini?

a)

Membatasi waktu bermain

b)

Memberikan obat psikostimulan

c)

Menghindarkan anak dari interaksi social

d)

Memberikan hukuman setiap kali anak tidak patuh

e)

Fasilitasi interaksi sosial melalui permainan kelompok dan umpan balik positif

48.

Orang tua dari anak ADHD merasa kesulitan mengelola perilaku impulsif anak di rumah. Berdasarkan bukti yang di-appraise, apa peran orang tua yang paling penting dalam mendampingi anak ADHD?

a)

Memberikan hukuman fisik

b)

Menghindari interaksi langsung

c)

Mengisolasi anak dari lingkungan sosial

d)

Membiarkan anak bermain tanpa pengawasan

e)

Melatih komunikasi dan memberikan penguatan positif

49.

Seorang anak dengan retardasi mental sedang sering mengalami gangguan komunikasi verbal. Intervensi keperawatan manakah yang tepat untuk membantu anak menyampaikan kebutuhan dasar?

a)

Menggunakan komunikasi sederhana dan metode alternatif (gambar, isyarat)

b)

Mengisolasi anak

c)

Membiarkan anak belajar sendiri

d)

Hanya berbicara dengan cepat

e)

Menghindari kontak mata

50.

Seorang anak autis mengalami kesulitan berkomunikasi dan cenderung menarik diri. Intervensi keperawatan mana yang paling tepat untuk diagnosa "Gangguan komunikasi verbal b.d. gangguan neuromuskuler"?

a)

Modifikasi perilaku keterampilan sosial

b)

Promosi Komunikasi: Defisit Bicara

c)

Manajemen keselamatan lingkungan

d)

Dukungan tidur

e)

Orientasi realita

51.

Seorang bayi laki-laki, umur 1 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan mencret sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: bayi rewel, BAB 3-5 kali sehari, konsistensi cair, tidak ada darah dalam tinja, minum banyak. Hasil pemeriksaan: kesadaran: CM, BB 8,5 Kg, PB 74 cm, S 37,5°C, P 36 x/menit, mata tidak cekung, turgor kulit kembali cepat. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Pemberian zink selama 1 minggu

b)

Pemberian teh manis

c)

Pemberian antipiretik

d)

Pemberian antibiotik

e)

Pemberian oralit