wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HOTS *TEKNIK DASAR PENGOLAHAN MAKANAN*

Total questions: 55

Worksheet time: 2hrs 7mins

Name
Class
Date
1.

Storeman menerima sayuran yang tidak sesuai permintaan. Sayur layu dan berwarna kekuningan. Sikap yang paling tepat adalah....

a)

Cuci dan gunakan saja

b)

Simpan di tempat sejuk dulu

c)

Gunakan untuk menu staf

d)

Laporkan dan kembalikan ke supplier

e)

Campur dengan bahan yang masih bagus

2.

Di ruang penyimpanan terdapat dua kardus susu UHT. Kardus A memiliki tanggal kedaluwarsa 10 Juli 2025, dan kardus B 20 Agustus 2025. Jika menerapkan prinsip FIFO (first in first out), tindakan yang harus dilakukan adalah ....

a)

gunakan kardus B karena memiliki batas waktu lebih panjang

b)

campur isi kardus A dan B agar habis bersamaan

c)

gunakan kardus A yang sudah mendekati batas waktu

d)

simpan kardus A di jajaran bagian belakang rak penyimpanan

e)

cek rasa susu untuk menentukan kelayakan pemakaiannya

3.

Sebuah restoran menerima bahan makanan dari pemasok dengan kondisi:

1.bagian luar ayam melunak
2.sayuran dan buah-buahan segar
3.ikan fillet mengeluarkan aroma yang tidak sedap
4.jumlah seluruh bahan sesuai pesanan.
Sebagai petugas penerimaan bahan, rancang prosedur penerimaan dan penyimpanan bahan guna memastikan bahan aman dan sesuai standar. Rancangan prosedur yang tepat untuk dibuat adalah....

a)

membuat daftar keputusan yang memuat bahan yang diterima atau ditolak, disertai alasan, serta menentukan area penyimpanan yang sesuai untuk bahan yang diterima

b)

menyusun daftar bahan berdasarkan urutan kedatangan tanpa menentukan keputusan penerimaan atau penyimpanan

c)

menyimpan semua bahan di ruang penyimpanan tanpa melakukan penilaian kondisi untuk menghemat waktu dan tenaga

d)

menolak seluruh bahan meskipun beberapa masih layak, untuk menghindari risiko kontaminasi

e)

mencatat kondisi masing-masing bahan tanpa membuat keputusan atau langkah lanjutan tentang penyimpanan

4.

Dapur produksi menerima 5 kg daging beku berbentuk bongkahan. Waktu tersedia untuk persiapan 2 jam. Sebagai commis, kalian diminta merancang langkah thawing yang tepat untuk situasi tersebut. Rancangan langkah thawing yang tepat sesuai prinsip keamanan pangan adalah….

a)

membungkus rapat daging dan melakukan thawing di bawah air mengalir, kemudian langsung mengolah setelah daging mencair

b)

meletakkan daging beku di meja dapur selama 2 jam agar mencair lebih cepat sebelum diolah

c)

menyimpan daging beku di chiller dan menunggu hingga mencair meski melebihi waktu persiapan

d)

mencairkan sebagian permukaan daging dengan air panas agar proses thawing lebih cepat

e)

menggunakan microwave untuk mencairkan daging tetapi membiarkannya di suhu ruang setelahnya sebelum dimasak, agar teksturnya merata

5.

Hasil marinasai steak daging sapi selama 30 menit pada suhu ruang menghasilkan cita rasa yang relatif hambar. Perbaikan proses yang tepat agar bumbu meresap dan tetap memperhatikan keamanan pangan adalah....

a)

menambah jumlah bumbu selama pemasakan berlangsung

b)

memperpanjang waktu marinasi pada suhu ruang

c)

mengurangi jumlah bumbu dengan waktu marinasi lebih singkat

d)

melakukan proses marinasi menggunakan metode pemanasan (stewing)

e)

memperpanjang waktu marinasi pada suhu dingin (chiller)

6.

Pada saat praktik, guru telah menginstruksikan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan alat, termasuk membersihkan jarum larding setiap kali selesai digunakan. Namun, salah satu siswa tetap menggunakan jarum larding yang sama untuk potongan daging berikutnya tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Jika ditinjau dari sisi sanitasi dapur, tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko berupa….

a)

penyerapan lemak ke dalam daging menjadi kurang merata

b)

tekstur daging menjadi kurang lembut saat dimasak

c)

kontaminasi silang yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri patogen

d)

warna daging berubah karena adanya sisa lemak dari penggunaan sebelumnya

e)

aroma daging menjadi kurang segar akibat sisa bahan yang tertinggal

7.

Anda diminta merancang prosedur barding yang paling tepat untuk menjaga kelembapan daging rendah lemak seperti pada gambar. Langkah yang paling sesuai adalah....

a)

mengolesi daging dengan minyak, menambahkan rempah, lalu memanggang langsung pada oven

b)

membungkus seluruh permukaan daging dengan irisan lemak/bacon, lalu mengikatnya, dan memanggang pada oven

c)

memarinasi daging dengan butter cair, garam dan lada lalu memanggang langsung tanpa lapisan lemak karena dianggap cukup lembap.

d)

menutup daging dengan aluminium foil saat dipanggang tanpa menggunakan lemak tambahan

e)

melilitkan sedikit lemak di bagian ujung daging untuk memperbaiki tampilan sebelum dipanggang

8.

Seorang chef melakukan teknik trussing pada ayam. Setelah proses pemasakan, posisi sayap dan kaki ayam terlihat melebar. Berdasarkan hasil tersebut, evaluasi yang paling tepat adalah....

a)

kaki dan sayap ayam dilipat dengan benar, diikat kuat agar bentuk ayam tetap rapi

b)

sayap ayam perlu dilipat dengan benar sebelum diikat agar posisi tidak berubah

c)

trussing sebaiknya dilakukan setelah ayam matang agar mudah diikat dengan kuat

d)

kaki dan sayap ayam harus dipotong sebelum dilakukan trussing

e)

trussing hanya dilakukan pada unggas berukuran besar seperti kalkun

9.

Ketika mengecek hasil plating sebelum service dimulai, chef mendapati pada menu grilled fish:
1)garnish sudah tepat
2)berat ikan sesuai standar
3)porsi sayuran melebihi standar
4)saus tidak konsisten (beberapa piring menggunakan 1 sendok takar, sementara SOP menetapkan 2 sendok takar).
Berdasarkan temuan tersebut, evaluasi pemorsian yang paling tepat adalah....

a)

pemorsian sudah benar karena komponen utama dan garnish sudah sesuai standar.

b)

pemorsian tetap dapat diterima karena kelebihan sayur membuat hidangan lebih sehat.

c)

pemorsian tidak sesuai, ketidaktepatan porsi sayur dan saus memengaruhi kontrol biaya dan konsistensi hidangan.

d)

pemorsian dinilai benar karena komponen hidangan lengkap, tidak ada komponen yang hilang dalam hidangan.

e)

pemorsian dianggap baik karena kelebihan saus justru membuat rasa hidangan lebih kaya.

10.

Sebuah restoran menerima keluhan bahwa beberapa tamu mendapatkan porsi yang berbeda pada menu dengan harga yang sama. Anda diminta merancang solusi pemorsian agar ukuran porsi tetap konsisten. Tindakan yang paling tepat untuk diterapkan adalah....

a)

menetapkan standar porsi dengan ukuran atau takaran dan menggunakan alat porsi secara konsisten

b)

menyajikan porsi berdasarkan perkiraan visual agar tampilan antar menu terlihat seragam

c)

menata penyajian dan garnish secara seragam untuk menciptakan kesan porsi yang sama

d)

memberikan keleluasaan kepada chef dalam menentukan porsi sesuai kebiasaan kerja

e)

menyesuaikan porsi berdasarkan preferensi beberapa pelanggan tertentu

11.

Sebuah restoran menyajikan hidangan utama dengan komponen sebagai berikut:
sayuran menumpuk di satu sisi, saus menutupi tekstur makanan utama, dan garnish tidak memperkuat tampilan. Evaluasi mengenai penyajian hidangan tersebut adalah....

a)

penyajian sudah baik karena semua komponen makanan tersaji lengkap dan mengenyangkan.

b)

penyajian perlu diperbaiki karena penataan tidak seimbang dan mengurangi daya tarik visual hidangan.

c)

penyajian dinilai tepat karena komponen yang tersaji dalam hidangan sudah mencerminkan makanan yang bergizi.

d)

penyajian dianggap benar karena garnish bersifat pelengkap dan tidak menentukan kualitas tampilan hidangan.

e)

penyajian sudah sesuai karena komponen utama tetap tersaji meskipun penataannya kurang rapi.

12.

Sebuah kafe mendapat banyak komplain:
1)minuman panas (hot drinks) tiba di meja dalam keadaan sudah dingin.
2)minuman dengan es krim (float, affogato, milkshake) sering sampai dalam keadaan meleleh dan tampilannya tidak menarik.
Rancangan solusi yang tepat agar tidak terjadi komplain adalah….

a)

mengurangi penggunaan es krim pada minuman dingin agar tidak mudah meleleh dan membuat minuman panas sebelum diantar.

b)

membuat minuman panas terlebih dahulu selanjutnya membuat minuman dingin dan mengantarnya.

c)

mengatur alur kerja dengan membuat minuman panas paling akhir dan memberi es krim di bagian akhir penyajian agar tidak cepat mencair.

d)

mengeluarkan seluruh minuman baik panas maupun dingin secara bersamaan untuk mempercepat proses penyajian.

e)

memberikan kebebasan pada barista untuk menentukan urutan penyajian yang sesuai dengan preferensi pribadi.

13.

Pada proses pengolahan lauk hewani, terdapat kondisi saluran pembuangan air dapur sebagaimana ditunjukkan pada gambar. Berdasarkan prinsip sanitasi dapur, evaluasi yang paling tepat adalah ….

a)

sisa tulang sebaiknya dikumpulkan dalam wadah sebelum dibuang ke tempat sampah akhir.

b)

minyak bekas dapat dimanfaatkan kembali setelah disaring agar tidak menimbulkan limbah.

c)

tulang dan minyak tidak boleh dibuang ke saluran air karena dapat menyumbat dan mencemari lingkungan.

d)

limbah dapur sebaiknya dikumpulkan lalu dibakar agar tidak menimbulkan bau di area dapur.

e)

limbah dapur tidak perlu dipisahkan karena semuanya bisa terurai.

14.

Pada akhir operasional restoran, audit kebersihan menunjukkan beberapa masalah:
1)tempat sampah organik dibiarkan terbuka di area persiapan makanan.

2)limbah anorganik seperti plastik dan kaleng belum dipilah.
3)tempat sampah hampir penuh dan tidak rutin dikosongkan.
Manajer meminta anda merancang prosedur perbaikan agar kejadian ini tidak terulang. Langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah…

a)

memindahkan tempat sampah ke sudut dapur agar tidak terlihat meskipun limbah tetap tidak dipilah.

b)

menutup tempat sampah dengan kain untuk mengurangi bau tanpa memperbaiki alur penanganan limbah.

c)

menetapkan zona pemilahan limbah (organik, anorganik, b3) dan memastikan seluruh limbah dipisahkan sebelum pembersihan lanjutan.

d)

mengumpulkan semua limbah dalam satu wadah besar agar proses pembuangan menjadi lebih cepat.

e)

menyiram area sekitar tempat sampah dengan air untuk menghilangkan bau meskipun limbah belum dipilah.

15.

Dalam teknik menggoreng english style, bahan dilapisi dengan tepung roti. Metode ini menghasilkan tekstur lebih renyah dibanding french style dikarenakan….

a)

bread crumb memiliki struktur berpori yang membuat permukaan lebih cepat kering saat digoreng.

b)

bread crumb membentuk lapisan luar yang tebal dan renyah sehingga tekstur lebih krispi.

c)

lapisan tepung pada french style kurang memberikan tekstur renyah karena lebih tipis.

d)

bread crumb membantu mempertahankan kelembapan bagian dalam bahan saat proses penggorengan.

e)

saat dilapisi bread crumb, bahan makanan tidak bersentuhan langsung dengan minyak sehingga teksturnya stabil saat digoreng.

16.

Saat menggoreng risoles ragout, diperoleh hasil gosong di luar namun bagian dalam masih belum matang. Hal tersebut disebabkan oleh….

a)

suhu minyak terlalu rendah sehingga bahan menyerap minyak berlebihan.

b)

suhu minyak terlalu tinggi sehingga permukaan cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.

c)

minyak terlalu sedikit sehingga bahan tidak terendam sempurna.

d)

bahan digoreng terlalu lama sehingga permukaan gosong.

e)

bahan terlalu tipis sehingga cepat matang.

17.

Saat menggoreng kentang dengan teknik deep frying, hasil yang diperoleh lembek dan berminyak. Hal tersebut disebabkan oleh….

a)

suhu minyak terlalu rendah sehingga menyerap minyak berlebihan.

b)

suhu minyak terlalu tinggi sehingga permukaan cepat gosong.

c)

minyak terlalu sedikit sehingga bahan tidak terendam sempurna.

d)

kentang digoreng terlalu lama sehingga tekstur menjadi lembek.

e)

kentang tidak dibumbu sebelum digoreng.

18.

Hasil onde-onde tidak kopong dan tidak berbunyi otok-otok saat digoyang. Agar hasil berikutnya sesuai indikator keberhasilan, tindakan yang tepat adalah….

a)

menggoreng onde-onde dengan minyak panas agar cepat mengembang dan membentuk rongga udara.

b)

menggoreng onde-onde mulai dari minyak dingin dan menggunakan isian yang padat agar tidak menempel di kulit.

c)

membuat isian yang padat hingga bisa dipulung dengan tangan dan tidak lengket.

d)

menggoreng dengan api kecil perlahan agar menghasilkan onde-onde mengembang dan kopong.

e)

menambahkan air pada adonan kulit agar tekstur lebih lentur, mudah dibentuk dan mudah untuk diisi.

19.

Sebuah cafe ingin membuat menu inovasi baru berupa vegicrispy balls (bola sayur renyah) yang digoreng dengan teknik deep frying. Produk harus: renyah, tidak terlalu berminyak, berwarna golden brown, tetap mempertahankan cita rasa sayuran. Berdasarkan ketentuan, rancangan produk inovasi yang tepat untuk memenuhi seluruh kriteria adalah….

a)

menghaluskan semua sayuran, mencampurnya dengan sedikit tepung, lalu digoreng tanpa pelapis untuk menghasilkan rasa sayur yang kuat.

b)

membuat adonan sayur, membentuk bola besar, lalu menggoreng dengan minyak sedikit agar tidak menyerap banyak minyak.

c)

mencincang sayur, mencampurnya dengan telur, membentuk bola kecil, melapisi dengan tepung basah dan bread crumb, lalu deep frying.

d)

menggunakan sayuran rebus tanpa pengikat, membentuk menjadi pipih, dan menggoreng lama pada api kecil agar warnanya merata.

e)

menambahkan lebih banyak tepung agar bola sayur padat, lalu menggoreng pada suhu tinggi agar cepat matang.

20.

Saat melakukan praktik roasting ayam utuh, siswa mengatur suhu oven pada 230°C dari awal hingga akhir. Setelah selesai, diperoleh hasil yaitu permukaan kering dan berwarna gelap, aroma sedikit pahit, dan bagian dalam masih kurang matang. Evaluasi yang paling tepat terhadap teknik yang digunakan siswa adalah….

a)

teknik sudah benar karena suhu tinggi membuat kulit ayam menjadi cepat kering.

b)

roasting ayam gagal karena tidak dilakukan basting sehingga bagian dalam kurang matang.

c)

teknik kurang tepat karena roasting membutuhkan pengaturan suhu bertahap agar matang merata.

d)

kesalahan terjadi karena ayam tidak dipotong kecil-kecil sebelum roasting sehingga panas tidak bisa masuk dengan baik.

e)

teknik sudah tepat, hanya waktu pemanggangan yang harus dipersingkat agar bagian permukaan berwarna golden brown.

21.

Seorang cook diminta menciptakan menu baru dengan teknik roasting. Bahan utama yang tersedia adalah ayam utuh, sayuran (wortel, kentang, zucchini), minyak, serta bumbu dasar. Rencana kerja yang paling tepat untuk dilaksanakan cook adalah….

a)

membersihkan ayam, memberi bumbu secukupnya, langsung memanggang bersama sayuran tanpa mengeringkan kulit hingga tingkat kematangan tidak merata.

b)

membersihkan & mengeringkan ayam, marinasi dengan bumbu lengkap, melakukan trussing, menata sayuran di bawahnya, lalu memanggang dengan kontrol suhu hingga matang.

c)

membumbui ayam tanpa trussing, meletakkan sayuran di satu bagian loyang, memanggang dengan suhu rendah, durasi waktu lama agar matang sempurna.

d)

membersihkan ayam, mengeringkan permukaannya, membumbui merata, menata sayuran sebagai alas, lalu memanggang dengan suhu stabil hingga warna golden brown.

e)

mengoles ayam dengan banyak minyak, membumbui dengan bumbu lengkap, menata sayuran tanpa jarak, lalu memanggang dengan suhu tinggi.

22.

Seorang siswa kuliner akan memasak dua jenis hidangan. Hidangan pertama adalah ayam panggang yang diharapkan memiliki garis bakaran dan aroma khas. Hidangan kedua adalah pancake dari adonan batter yang membutuhkan permukaan panas yang rata agar matang merata. Berdasarkan prinsip kerja permukaan alat masak, analisis pemilihan peralatan yang paling tepat adalah....

a)

menggunakan grill pan untuk ayam panggang agar terbentuk garis bakaran, dan griddle pan untuk pancake karena permukaannya datar dan stabil.

b)

menggunakan griddle pan untuk ayam panggang agar panas merata, dan grill pan untuk pancake agar cepat mengering.

c)

menggunakan grill pan untuk kedua hidangan karena permukaannya bergaris dan menghantarkan panas.

d)

menggunakan griddle pan untuk kedua hidangan karena permukaannya rata dan mudah dikontrol.

e)

menggunakan satu jenis alat masak karena perbedaan permukaan tidak berpengaruh signifikan pada hasil hidangan.

23.

Ketika praktik membuat grill chicken diperoleh hasil: aroma kurang sedap, tekstur permukaan ayam tampak kering, dan siswa menggunakan jarak pemanggangan terlalu dekat dengan sumber api.
Berdasarkan analisis masalah tersebut, tindakan perbaikan yang perlu dilakukan adalah....

a)

menambah lebih banyak bumbu yang digunakan untuk marinasi setelah ayam selesai dibakar agar rasanya lebih kuat.

b)

memperbesar api saat proses grilling agar proses memasak berlangsung lebih cepat dan ayam tidak kering.

c)

mengatur jarak ayam dari bara api, memastikan waktu marinasi cukup, serta melakukan pengolesan bumbu berkala saat proses grilling.

d)

menekan ayam ke jeruji griller agar permukaan ayam cepat mendapatkan warna kecoklatan yang diinginkan.

e)

membalik ayam sesering mungkin tanpa memperhatikan tingkat panas dari bara untuk menghindari permukaan ayam gosong.

24.

Anda diminta mengembangkan menu grilled vegetable platter yang memiliki tekstur krispi, aroma smoky, dan warna grill mark yang jelas. Namun, kondisi di dapur sedang tidak ideal: griller menghasilkan panas tidak stabil, sayuran yang tersedia (zucchini, terong, jagung, dan paprika), bumbu hanya garam, lada, minyak zaitun, dan sedikit herbs kering. Strategi pengolahan yang paling tepat untuk dikembangkan adalah....

a)

memasak semua sayuran langsung di atas griller secara bersamaan agar aroma smoky lebih kuat, meskipun panas tidak stabil dan tingkat kematangan tiap sayuran bisa berbeda.

b)

menambah banyak minyak zaitun pada seluruh sayuran agar permukaannya tetap lembap dan tidak cepat gosong saat panas griller meningkat tiba‑tiba selama proses pemanggangan.

c)

mengelompokkan sayuran berdasarkan ketebalan, melakukan pra‑pemanggangan pada sayuran yang keras, lalu memanggang ke area panas stabil untuk membentuk grill mark.

d)

memasak semua sayuran pada area panas rendah secara perlahan agar warnanya merata, meskipun prosesnya lebih lama dan aroma smoky bisa berkurang.

e)

merendam sayuran dalam air sebelum dipanggang agar permukaannya lebih basah dan tidak cepat gosong ketika panas griller naik turun sepanjang proses grilling.

25.

Saat praktik membuat pie buah, hasil kulit pie menjadi lembek setelah diisi vla dan buah. Tindakan perbaikan yang tepat adalah....

a)

memanggang kulit pie lebih lama hingga kering agar saat pengisian vla tidak lembek.

b)

menambahkan tepung maizena pada adonan kulit sebelum dioven agar tidak lembek saat diberi isian vla.

c)

melapisi bagian dalam kulit pie yang telah matang dengan lelehan chocolate sebelum diberi vla.

d)

menaburkan tepung custard di atas vla sebelum menambahkan buah agar kelembapan tidak meresap.

e)

menyimpan pie di chiller setelah proses pengisian vla agar pie tidak lembek (kokoh)

26.

Hasil roti tawar yang dipanggang dengan suhu 100°C menghasilkan roti yang kurang mengembang dan berwarna pucat. Penilaian yang tepat terhadap penggunaan suhu tersebut adalah....

a)

tepat, karena roti tawar lebih baik dipanggang pada suhu 100°C agar permukaan tidak gelap atau gosong.

b)

tidak tepat, seharusnya dipanggang pada suhu 200°C agar mengembang maksimal dan berwarna golden brown.

c)

tepat, karena suhu 100°C juga digunakan untuk memanggang adonan cake.

d)

tidak tepat, roti tawar harus dipanggang pada suhu 150°C agar kulit roti tawar matang lebih merata.

e)

tidak tepat, seharusnya suhu 170°C untuk mematangkan roti tawar secara perlahan.

27.

Hasil cookies terlihat melebar, tidak bertekstur renyah, dan warna permukaannya pucat. Berdasarkan prinsip pemanggangan, penyebab utama masalah tersebut adalah....

a)

adonan terlalu lama diaduk sehingga tekstur menjadi keras.

b)

suhu oven yang belum stabil menyebabkan proses pemanggangan tidak optimal.

c)

loyang yang digunakan terlalu tipis sehingga panas terlalu cepat menghantarkan adonan.

d)

adonan terlalu sedikit sehingga cookies tidak bisa terbentuk sempurna.

e)

cookies terlalu cepat dikeluarkan dari oven sehingga belum kering merata.

28.

Saat melakukan finishing pada hidangan macaroni cheese, seorang siswa menempatkan loyang pada rak bawah oven pada tahap gratinating (memanggang hingga bagian atas kecoklatan). Setelah proses tersebut, permukaan macaroni hanya mengering tanpa warna kecokelatan yang diinginkan. Evaluasi yang paling tepat terhadap teknik yang digunakan siswa adalah....

a)

teknik sudah benar karena permukaan makanan cukup mengering meski tanpa warna kecokelatan.

b)

siswa seharusnya menambah waktu pemanggangan bawah agar macaroni lebih matang sebelum digratinating.

c)

kesalahan terjadi karena jarak loyang terlalu jauh dari sumber panas sehingga reaksi pencoklatan tidak maksimal.

d)

penggunaan oven tidak diperlukan karena warna kecokelatan dapat diperoleh dari pemasakan suhu tinggi.

e)

gratinating gagal karena siswa tidak mengoles permukaan macaroni dengan minyak sebelum dipanaskan.

29.

Siswa diminta membuat hidangan creamy mushroom dengan finishing gratinating. Bahan yang disediakan: jamur kancing, bawang putih, butter, susu cair, keju parmesan, garam, lada, dan herbs kering. Agar hidangan memiliki tekstur creamy dan permukaan kecokelatan, langkah kerja yang paling tepat adalah....

a)

menumis jamur dengan butter dan bawang putih, menambahkan susu dan bumbu, menuang ke loyang, menabur parmesan, lalu melakukan gratinating.

b)

mengukus jamur, mencampurnya dengan susu dan herbs, lalu memasak campuran tersebut dengan api bawah hingga menghasilkan warna kecokelatan.

c)

memasak jamur, bawang putih dan susu hingga mendidih, mendinginkannya lalu diberi keju dilanjut proses gratinating.

d)

merebus jamur hingga matang, mencampurnya dengan susu, lalu memanggang menggunakan api atas hingga kecokelatan.

e)

mencampur semua bahan mentah lalu dimasukkan di oven dan dimasak dengan api atas dan bawah hingga permukaan kecokelatan.

30.

Ubi yang dimasak dengan teknik menyembam beraroma harum, namun tingkat kematangannya tidak merata. Penilaian paling tepat terhadap hasil masakan tersebut adalah...

a)

hasil belum maksimal karena waktu dan distribusi panas belum sesuai.

b)

hasil sudah tepat karena aroma menjadi indikator utama keberhasilan.

c)

hasil baik meskipun rasa tidak meresap secara menyeluruh.

d)

hasil kurang tepat karena teknik menyembam tidak cocok untuk ubi.

e)

hasil tidak dapat dievaluasi karena teknik yang digunakan bersifat tradisional.

31.

Siswa diminta mengembangkan hidangan modern dengan menggunakan teknik tradisional menyembam. Bahan ajar yang tersedia menunjukkan bahwa menyembam dilakukan dengan membumbui bahan, membungkus dengan daun, lalu mematangkan di dalam abu panas. Rancangan hidangan yang tepat untuk diterapkan adalah....

a)

membumbui ikan dengan rempah, membungkusnya dengan daun, lalu mematangkannya di atas bara yang tertutup abu panas hingga matang.

b)

membumbui umbi‑umbian, membungkusnya dengan daun, lalu memasaknya di atas bara yang hangat sebelum menutup dengan abu panas agar matang sempurna.

c)

membumbui ayam dengan bumbu dasar, membungkusnya dengan daun, lalu mematangkannya langsung di dalam abu panas sebagai proses pemasakan utama.

d)

membumbui tahu, membungkus dengan daun, lalu meletakkannya di sekitar bara tanpa ditimbun dengan abu panas.

e)

membumbui jamur, membungkusnya dengan daun, lalu memanaskannya di area dekat bara dengan sedikit abu panas.

32.

Saat melakukan teknik besta, seorang siswa mengeluhkan hasil getas yang tidak berlapis gula dengan baik dan justru menggumpal di beberapa bagian. Penyebab kegagalan proses tersebut adalah....

a)

larutan gula terlalu encer karena dipanaskan sebentar sehingga belum siap melapisi permukaan getas.

b)

getas dimasukkan terlalu cepat ketika gula baru mulai larut dan belum mencapai tahap berbuih.

c)

larutan gula dipanaskan terlalu lama hingga mengkristal, sehingga diperoleh hasil gula menempel tidak merata.

d)

getas kurang kering sebelum dibesta sehingga gula menempel hanya pada bagian tertentu.

e)

wajan yang dipakai terlalu panas sehingga gula langsung mengeras saat getas dimasukkan.

33.

Pada ujian praktik, siswa diminta membuat inovasi camilan berbahan ubi ungu dengan teknik besta sebagai penyelesaian akhir. Bahan yang tersedia yaitu ubi ungu kukus, gula pasir, air, dan sedikit garam. Agar diperoleh camilan yang lembut, tidak berminyak, dan berlapis gula kristal yang merata, rencana kerja paling tepat yang adalah....

a)

membentuk adonan ubi menjadi bulatan kecil, menggorengnya hingga renyah, lalu membalutnya dalam gula pasir yang direbus sampai mengental dan mengerin di seluruh permukaan.

b)

mengombinasikan ubi dengan gula merah dalam adonan awal, menggorengnya hingga matang, kemudian memasukkannya ke larutan gula yang masih encer tanpa menunggu kristalisasi.

c)

mengolah adonan ubi tanpa digoreng lebih dulu, memasukkannya langsung ke gula panas, lalu mengaduknya sebentar tanpa memastikan gula mencapai tahap pengkristalan.

d)

menggoreng adonan ubi hingga setengah matang, merendamnya dalam gula panas beberapa saat, lalu meniriskannya sebelum lapisan gula mengeras.

e)

mengukus adonan ubi hingga matang, mencelupkannya ke larutan gula encer, lalu didiamkan tanpa melalui proses pemasakan gula hingga mengental.

34.

Hasil pemasakan daging bertekstur keras dan kenyal setelah diolah pada suhu 100ºC selama 30 menit. Hal yang menyebabkan kondisi tersebut adalah….

a)

suhu tinggi menyebabkan protein menyusut setelah terkoagulasi, sehingga cairan daging tertarik keluar.

b)

teknik boiling merusak seluruh kandungan lemak dalam daging, membuatnya kehilangan kelembutan alami.

c)

proses boiling membuat air meresap ke dalam serat daging secara berlebihan, sehingga teksturnya lebih padat.

d)

kandungan mineral dalam daging terlarut dalam cairan selama proses boiling, sehingga teksturnya berubah menjadi lebih keras.

e)

teknik boiling tidak cocok untuk semua jenis daging karena tidak bisa melunakkan jaringan ikatnya.

35.

Lodeh adalah salah satu sayuran yang menggunakan santan sebagai bahan cairan. Saat memasak lodeh didapati kuah santan terlihat pecah dan terpisah antara air dan minyak. Faktor penyebab masalah tersebut adalah….

a)

santan terlalu sedikit dibandingkan jumlah sayur.

b)

santan dimasak dengan api besar tanpa diaduk secara teratur.

c)

sayuran yang digunakan masih segar sehingga mengubah tekstur kuah.

d)

santan dicampur bersama bumbu halus sebelum ditumis.

e)

santan terlalu kental sehingga sulit tercampur dengan air.

36.

Anda ingin memasak brokoli dengan hasil tekstur yang tetap renyah, bernutrisi optimal disertai warna yang segar dengan merencanakan penggunaan tiga teknik memasak yaitu boiling, steaming dan blanching. Pilihan metode yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah….

a)

boiling, karena suhu tinggi mempercepat pemasakan, tetapi menyebabkan nutrisi larut dalam air.

b)

steaming, karena brokoli dapat matang cukup dengan bantuan uap panas dengan waktu yang dapat dikendalikan.

c)

blanching, karena bahan terendam dalam air, sehingga lama pemasakan bisa berlangsung dengan singkat.

d)

boiling, karena bahan terendam dalam air sehingga mempercepat proses pemasakan.

e)

blanching, karena suhu tinggi dalam waktu lama mampu membunuh bakteri yang ada dalam brokoli.

37.

Dalam membuat semur daging, hal pertama yang dilakukan adalah menumis bumbu. Apabila tahapan tersebut tidak dilakukan, yang terjadi adalah….

a)

semur daging tetap matang sempurna karena proses pemasakan menggunakan cairan yang cukup lama.

b)

cita rasa dan aroma kurang optimal karena bumbu masih langu.

c)

tekstur menjadi lebih keras karena tidak cukup cairan selama proses pemasakan.

d)

proses pemasakan menjadi lebih cepat karena daging direbus langsung bersama cairan.

e)

warna daging tetap cokelat karena menggunakan kecap sebagai salah satu bumbunya.

38.

Seorang siswa merebus telur langsung dari kulkas ke air mendidih selama 15 menit, didapati hasil yang retak dan kuning telur berwarna keabu-abuan. Penilaian yang tepat terhadap proses tersebut adalah….

a)

tepat, karena perebusan langsung membuat telur cepat matang sehingga warna kuning telur dapat dipertahankan.

b)

tidak tepat, karena perbedaan suhu menyebabkan telur retak dan merebus terlalu lama menyebabkan kuning telur keabu-abuan.

c)

tepat, karena perebusan lama membuat putih telur menjadi keras dan mampu mempertahankan warna kuning telur.

d)

tidak tepat, karena air mendidih terlalu lama menyebabkan tekstur putih telur menjadi keras dan kurang lembut.

e)

tidak tepat, karena telur seharusnya direbus dengan api kecil sejak awal agar tidak retak dan matang merata.

39.

Hasil telur pindang berwarna pucat dan tidak merata disertai cita rasa yang hambar. Tindakan yang tepat untuk menghasilkan telur berwarna pekat disertai cita rasa tajam adalah….

a)

menambahkan pewarna makanan dan msg ke dalam masakan telur.

b)

mengupas sebagian kulit telur rebus sebelum direbus kembali dengan bumbu dan daun jati.

c)

memasak telur, daun jati dan bumbu mulai dari air dingin hingga telur matang.

d)

mengupas telur setelah direbus dengan bumbu kemudian ditambahkan daun jati untuk dimasak kembali.

e)

merebus telur bersama campuran bumbu dan daun jati setelah air mendidih sampai telur matang.

40.

Pada saat praktik, siswa melakukan blanching buncis dengan langkah-langkah berikut: 1)memotong buncis, 2)merebus air hingga mendidih, 3) memasukkan buncis ke dalam air mendidih selama 3 menit, 4)meniriskan buncis.
Siswa tidak memasukkan buncis ke air dingin setelah diangkat dari air panas. Setelah disajikan buncis terlihat kusam, dan teksturnya lembek. Evaluasi paling tepat terhadap kesalahan prosedur siswa adalah….

a)

waktu blanching terlalu singkat sehingga buncis yang dihasilkan kusam.

b)

tidak memakai seasoning berupa garam dan gula pasir sehingga menghasilkan buncis yang kusam.

c)

proses memasak tidak berhenti sehingga buncis overcook yang menyebabkan kusam dan lembek.

d)

tidak menambahkan minyak pada air blanching sehingga warna buncis tampak kusam.

e)

menggunakan jenis buncis yang kurang sesuai sehingga hasil blanching tidak maksimal.

41.

Perhatikan gambar ini!

Chef meminta kamu memodifikasi prosedur blanching untuk egg florentine, yaitu hidangan telur dengan saus creamy dan bayam sebagai sayuran. Bayam harus tetap hijau, tidak mengalami perubahan tekstur yang berlebihan karena akan dipanaskan kembali dalam saus, serta tidak berair agar saus creamy tidak menjadi encer. Prosedur blanching yang paling tepat untuk kebutuhan tersebut adalah ….

a)

soaking bayam dalam air panas, selama beberapa menit agar teksturnya lebih lembut ketika dicampur saus.

b)

menambahkan sedikit garam ke air blanching agar warna tetap hijau, lalu mendinginkan bayam di suhu ruang.

c)

steaming bayam sebentar hingga layu lalu meniriskan dan memasak dengan ayam dan susu hingga creamy.

d)

sauteing bayam dengan sedikit air hingga layu sebelum dimasak agar lebih mudah dicampurkan.

e)

blanching bayam 20–30 detik dalam air mendidih, langsung merendam ke air es, dan meniriskan agar tidak mengencerkan saus.

42.

Dalam praktikum, dua kelompok membuat chicken stock dengan bahan dan waktu yang sama yaitu 3 jam. Kelompok 1 menggunakan teknik boiling menghasilkan stock yang keruh, rasanya hambar, dan volume banyak menyusut. Kelompok 2 menggunakan teknik simmering menghasilkan stock yang jernih, kaya rasa dan volume sedikit menyusut. Jika guru meminta evaluasi penyebab perbedaan hasil tersebut, penjelasan paling tepat adalah….

a)

pada simmering, suhu stabil memungkinkan ekstraksi nutrisi berlangsung perlahan tanpa membuat air cepat menguap, sehingga rasa lebih kuat, stock lebih jernih, dan volumenya tidak banyak menyusut.

b)

pada simmering, penguapan yang terjadi berlangsung lebih lambat dibanding boiling sehingga tidak membuat endapan naik ke permukaan dan diperoleh stock yang jernih.

c)

pada simmering, proses ekstraksi dari tulang berlangsung lebih seimbang karena suhu yang lebih rendah memungkinkan pelepasan senyawa secara perlahan sehingga tidak merusak nutrisi akibat panas berlebih.

d)

pada simmering, api yang digunakan yaitu kecil ke sedang, menghasilkan tekanan air yang rendah sehingga tidak menghancurkan daging yang masih tertinggal pada tulang dan kuah tetap jernih.

e)

pada simmering, suhu lebih terkendali membantu menjaga struktur sayuran dalam mirepoix tetap lebih stabil sehingga tidak cepat hancur, sehingga kekeruhan akibat serpihan sayuran dapat diminimalkan.

43.

Sebuah hotel bintang lima memproduksi 50 liter chicken stock setiap pagi untuk kebutuhan sup dan saus, namun dalam satu minggu terakhir, keluhan muncul dari bagian saucier: 1)stock keruh, 2)rasa kurang kuat, 3)encer.
Untuk selanjutnya agar tidak terjadi hal yang serupa, langkah yang tepat untuk membuat stock adalah….

a)

memulai dari suhu sedang, menjaga perebusan stabil tanpa skimming, dan mengaduk bahan secara berkala agar rasa cepat keluar.

b)

memulai dari suhu rendah, menaikkan api secara bertahap hingga mendidih ringan dan menutup panci selama perebusan.

c)

memulai dari suhu rendah, menjaga simmer stabil, rutin melakukan skimming, dan menghindari pengadukan.

d)

memulai dari suhu sedang, menjaga cairan tetap mendidih ringan, menutup panci, dan mengaduk sesekali.

e)

memulai dari suhu tinggi, merebus bahan hingga mendidih untuk mempercepat ekstraksi rasa.

44.

Seorang siswa membuat poached egg, hasil jadi kuning telur pecah, putih telur tidak membungkus dengan rapi dan bentuk telur tidak stabil. Berdasarkan hasil tersebut, kesalahan teknik yang dilakukan siswa adalah….

a)

air dipanaskan hingga mencapai titik didih sehingga gerakan air terlalu kuat dan merusak struktur telur.

b)

siswa membentuk pusaran air sebelum memasukkan telur sehingga putih telur menyebar.

c)

penambahan cuka ke dalam cairan pemasakan membuat putih telur sulit menggumpal.

d)

pusaran air tidak terus dipertahankan selama pemasakan sehingga telur pecah.

e)

jumlah air yang digunakan terlalu sedikit sehingga kuning telur langsung terkena dasar panci.

45.

Di egg corner sebuah hotel, tamu mengeluhkan poached egg yang dihasilkan: 1)putih telur melebar di air dan tidak membungkus kuning telur, 2)tekstur telur terlalu keras pada beberapa porsi, 3)putih telur tampak serabut-serabut protein, 4)waktu penyajian menjadi lambat karena banyak telur gagal dan harus dibuat ulang.
Untuk selanjutnya agar tidak terjadi hal yang serupa, langkah yang tepat untuk membuat poached egg yang tepat adalah ….

a)

menggunakan air hampir mendidih sambil mengaduk perlahan agar koagulasi putih telur berlangsung lebih cepat.

b)

memasukkan telur dari ketinggian sedikit lebih tinggi untuk membantu pembentukan bentuk bulat saat proses pemasakan.

c)

menjaga suhu air tetap di bawah titik didih, menambah sedikit cuka, membuat pusaran dan memasukkan telur dari dekat permukaan.

d)

menutup panci selama pemasakan agar panas lebih stabil dan proses pematangan telur berlangsung merata.

e)

menambahkan garam dalam jumlah cukup banyak agar putih telur menjadi lebih padat ketika berada dalam cairan panas.

46.

Saat mengukus buncis selama 15 menit dengan api besar, beberapa siswa mendapati hasil sayuran berubah warna menjadi kusam dan teksturnya terlalu lembek. Evaluasi yang paling tepat terhadap teknik yang digunakan siswa adalah….

a)

teknik mengukus tepat karena buncis membutuhkan waktu lama agar teksturnya benar-benar empuk dan mudah dikonsumsi.

b)

buncis dikukus terlalu lama dengan api besar sehingga pigmen warna hijau (klorofil) rusak dan teksturnya menjadi terlalu lunak.

c)

perubahan warna dan tekstur normal, karena buncis memerlukan pemanasan panjang agar uap dapat merata dan mematangkan bagian dalamnya.

d)

buncis menjadi kusam karena siswa tidak merendamnya dalam air es setelah dikukus sehingga warna hijaunya tidak dapat bertahan.

e)

teknik mengukus seharusnya dilakukan tanpa menutup panci sehingga buncis tidak mengalami perubahan warna yang berlebihan.

47.

Suatu dapur produksi hotel mengalami masalah saat membuat bolu kukus:

1)tekstur bantat, 2)bagian atas basah, 3)permukaan kue retak tidak merata, 4)waktu produksi menjadi lambat karena banyak batch harus diulang.

Untuk selanjutnya agar tidak terjadi hal yang serupa, langkah yang tepat untuk membuat bolu kukus yang tepat adalah ….

a)

menjaga uap tetap stabil, menutup tutup panci dengan kain, serta memastikan adonan dikukus pada panas merata tanpa menaikkan suhu berlebihan.

b)

meningkatkan suhu uap dan memperpanjang waktu pengukusan agar adonan lebih cepat mengembang dan permukaan lebih kering.

c)

mengaduk adonan lebih lama dan menempatkan loyang dekat dengan sumber uap agar proses pemanasan berlangsung lebih cepat.

d)

mengurangi jumlah bahan pengembang dan menempatkan loyang dekat dengan sumber uap agar adonan naik perlahan dan permukaan tidak retak.

e)

mengatur posisi tutup panci agar tidak tertutup rapat dan mengurangi jumlah air dalam panci, sehingga uap air berlebih tidak menetes ke adonan.

48.

Saat praktikum, siswa membuat beef stew diperoleh hasil:

1)cairan berkurang banyak, 2)rasa hambar dan langu, 3)tekstur daging keras.

Hasil pengamatan menunjukkan siswa memasak dengan api besar sejak awal dan tidak menumis sebelum menambahkan cairan. Berdasarkan kasus tersebut, penyebab utama kegagalan hasil beef stew adalah ….

a)

cairan berkurang karena daging menyerap cairan lebih banyak pada suhu tinggi.

b)

tekstur daging menjadi keras karena waktu memasaknya terlalu singkat.

c)

api besar membuat cairan cepat menguap dan bumbu langu karena tidak ditumis terlebih dahulu.

d)

rasa hambar disebabkan penggunaan cairan yang terlalu banyak sejak awal.

e)

aroma kurang keluar karena daging tidak dimarinasi sebelum dimasak.

49.

Pada dapur produksi unit katering sekolah yang dikelola oleh tim kuliner. Pembuatan vegetable stew untuk 150 porsi menghasilkan beberapa masalah: 1)bumbu kurang meresap, 2)kuah terlalu encer, 3)wortel dan kentang matang tidak merata, 4)warna sayuran pucat.

Agar produksi berikutnya memiliki hasil yang lebih baik. Cara yang tepat adalah…

a)

memasukkan semua sayuran bersamaan dengan bumbu, kemudian menambahkan cairan lebih banyak, dan menutup panci selama proses memasak.

b)

menambah cairan lebih banyak agar bahan tidak mudah gosong dan memasak dengan api sedang ke besar supaya waktu produksi lebih cepat.

c)

menumis bumbu dahulu, menambah cairan secukupnya, memasukkan sayuran sesuai tingkat kematangan, dan menjaga api stabil.

d)

menambahkan bumbu dua kali lipat agar bumbu berasa dan mengukus sayuran hingga empuk sebelum dicampurkan ke dalam stew.

e)

memasukkan bumbu bersama sayuran tanpa proses penumisan dan memasak dengan panci tertutup agar sayuran cepat empuk.

50.

Dalam sebuah praktik pengolahan makanan, siswa melakukan braising dengan langkah berikut:

1)daging langsung dimasukkan ke braising pan tanpa proses pencokelatan, 2)cairan ditambahkan hingga seluruh daging terendam penuh, 3)braising pan ditutup dan dimasak dengan api kecil dalam waktu lama, 4)hasil akhir menunjukkan daging empuk, tetapi warna permukaan pucat dan aroma kurang keluar.

Evaluasi yang paling tepat terhadap teknik yang digunakan siswa adalah….

a)

teknik sudah tepat, karena menutup pan dan memasak lama merupakan inti braising sehingga tidak perlu proses pencokelatan.

b)

teknik kurang tepat karena, tidak dilakukan browning yang menghasilkan warna dan aroma yang lebih baik pada permukaan daging.

c)

teknik salah, karena cairan harus dibiarkan hingga mendidih agar daging cepat empuk saat proses braising berlangsung.

d)

teknik benar, karena braising daging memang memerlukan cairan yang cukup banyak untuk menjaga kelembapan daging selama pemasakan.

e)

teknik kurang tepat, karena braising daging seharusnya dilakukan dengan suhu tinggi dan waktu singkat agar permukaan tidak pucat.

51.

Dalam praktik braising, seorang siswa mengolah kubis namun hasil akhirnya tidak sesuai standar. Kubis terlalu lembek, cairan braising cepat berkurang sebelum proses selesai, rasa langu.

Agar praktik berikutnya memiliki hasil yang lebih baik, prosedur paling tepat adalah…

a)

menambahkan cairan dalam jumlah lebih banyak sejak awal dan memasak kubis dengan panas sedang agar proses menjadi lebih cepat namun teksturnya tetap lembut.

b)

memasukkan kubis dan cairan secara bersamaan tanpa menutup panci untuk mempertahankan warna kubis dan menghindari tekstur akhir yang terlalu lembek.

c)

menumis bumbu, memasukkan kubis, mengaduk rata, menambahkan cairan secukupnya, dan menutup panci agar braising berjalan perlahan dengan api kecil.

d)

melakukan blanching kubis, kemudian menambahkan cairan baru dan memasak perlahan dengan api kecil untuk menjaga tekstur.

e)

menambah cairan lebih banyak sejak awal dan memasak dengan api kecil tanpa menutup panci untuk menjaga aroma dan mencegah kubis cepat lembek.

52.

Pada praktikum teknik pressure cooking, satu kelompok memasak ikan bandeng tulang lunak didapati hasil sebagai berikut: ikan mudah hancur, bumbu kurang meresap, warna kuah kurang pekat.

Berdasarkan data tersebut, evaluasi paling tepat terhadap penyebab gagalnya produk adalah….

a)

air yang ditambahkan terlalu banyak mengakibatkan suhu dalam panci tidak stabil sehingga tekstur ikan menjadi lembek dan hasil kuah tampak lebih pucat.

b)

bumbu dimasukkan setelah panci ditutup serta waktu memasak yang kurang tepat menyebabkan proses penyerapan bumbu tidak optimal dan warna kuah pucat.

c)

air berlebih, waktu penambahan bumbu tidak sesuai, dan durasi memasak terlalu lama menyebabkan tekanan tidak stabil sehingga tekstur lembek dan bumbu kurang meresap.

d)

waktu memasak yang terlalu lama menyebabkan penurunan tekanan dan distribusi panas, sehingga tekstur ikan berubah dan bumbu tidak terserap maksimal.

e)

penambahan bumbu setelah panci ditutup memengaruhi aroma, tekstur lembek dan warna pucat disebabkan oleh karakteristik ikan yang mudah hancur ketika diproses pada suhu tinggi.

53.

Pada produksi 150 porsi ketupat menggunakan teknik pressure cooking, dapur katering menemukan dua masalah utama yaitu tekstur ketupat tidak merata, sebagian terlalu padat dan sebagian masih lembek dan beberapa bungkus janur pecah selama proses pemasakan.

Rancangan prosedur perbaikan selanjutnya yang paling tepat adalah….

a)

menambah kapasitas isi panci agar lebih efisien, menambah air hingga penuh, dan membuka tutup segera setelah proses selesai untuk mempercepat pendinginan ketupat.

b)

mengurangi jumlah ketupat dalam satu panci, menyesuaikan batas air, menyusun ketupat tanpa tekanan berlebih.

c)

menyusun ketupat rapat agar tidak bergeser, menggunakan air sedikit, memasak dengan tekanan rendah namun durasi lama, lalu merendam dalam air es agar ketupat cepat dingin.

d)

menambahkan air panas setelah proses memasak selesai untuk meratakan tekstur ketupat, kemudian membuka panci lebih cepat agar ketupat cepat dingin dan janur tidak pecah.

e)

menggunakan tekanan tinggi sejak awal, menambahkan pemberat pada ketupat agar tidak mengembang, dan membuka sedikit tutup agar uap keluar selama proses pemasakan.

54.

Crème caramel adalah produk pudding panas yang dipanggang dengan teknik au bain marie untuk memperoleh pemanasan yang stabil dan merata. Apabila pemasakan dilakukan dengan cara dipanggang tanpa loyang berisi air, yang terjadi adalah....

a)

puding matang lebih cepat, dengan tekstur lebih padat dan permukaan kering karena suhu oven yang tinggi dan panas langsung yang mengenai permukaannya.

b)

puding terlalu matang di bagian luar hingga keras atau pecah, sementara bagian dalamnya kurang memadat karena tidak mendapatkan panas secara perlahan dan merata.

c)

puding akan tetap matang, tetapi teksturnya bisa menjadi lebih kasar dan berpori besar karena tidak ada kelembaban dari air yang membantu menjaga suhu pemanggangan tetap stabil.

d)

puding menjadi lebih kering, karena mendapatkan panas langsung dari oven tanpa adanya uap air yang membantu menjaga kelembapan.

e)

puding caramel tetap bisa memadat dan matang, namun tekstur yang dihasilkan tidak jigly karena kadar airnya banyak yang menguap.

55.

Saat membuat japanese cotton cake, siswa menggunakan teknik au bain marie, namun hasil kuenya gagal. Bagian bawah basah, tekstur kurang fluffy, permukaan retak dan kue mengempis setelah keluar dari oven. Rancangan prosedur perbaikan yang tepat adalah….

a)

menaikkan suhu pemanggangan dan mengurangi waktu pemanasan agar kue lebih cepat mengembang dan tidak mengalami kerusakan tekstur saat matang.

b)

mengurangi jumlah air di loyang bawah dan menstabilkan posisi loyang agar panas lebih merata tanpa membuat bagian bawah kue menjadi terlalu lembab.

c)

menutup bagian atas loyang adonan dengan aluminium foil dan menjaga distribusi panas supaya uap tidak berlebih dan struktur kue tetap stabil (tidak mengempis).

d)

memindahkan posisi loyang ke rak lebih rendah dan menyeimbangkan sumber panas agar bagian bawah kue mengering dengan baik selama pemanggangan.

e)

menggunakan air panas dengan tinggi yang konsisten, memastikan loyang tidak kontak langsung air, serta mengatur suhu oven stabil untuk menghasilkan kue lembut tanpa basah atau mengempis.