NEW
Font size
WorksheetsUntitled Quiz
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Seorang laki-laki 16 tahun mengeluh nyeri hebat pada tulang kering, demam, dan sulit berjalan. Ada riwayat luka kecil di kaki 1 minggu lalu. Foto rontgen awal masih normal, tetapi LED/CRP meningkat. Diagnosis paling mungkin:
Artritis gout
Osteomielitis akut
Osteoporosis
Dislokasi sendi
Tumor tulang
Pasien DM 55 tahun, luka kaki sulit sembuh, berbau, nyeri tulang kaki, demam ringan. Faktor risiko paling kuat untuk osteomielitis pada kasus ini adalah:
Olahraga berat
Hipertiroid
Diabetes melitus dan ulkus kronis
Konsumsi susu tinggi
Defisiensi vitamin A saja
Anak 5 tahun demam tinggi, lutut bengkak merah, nyeri sangat, tidak mau menapak. Cairan sendi tampak keruh. Tatalaksana awal paling tepat:
Kompres hangat saja
Antibiotik segera + drainase sendi
Kortikosteroid oral
Fisioterapi intensif
Obat asam urat
Tanda yang paling mengarah ke septik artritis dibanding arthritis non-infeksi adalah:
Nyeri hilang dengan istirahat
Demam + cairan sendi purulen
Nyeri setelah aktivitas
Kaku pagi hari < 5 menit
Nyeri simetris kedua lutut
Remaja 14 tahun demam, nyeri otot paha, terasa ada benjolan, nyeri saat berjalan. USG menunjukkan koleksi cairan intramuskular. Diagnosis:
Miopati akibat obat
Piomiositis
Fibromialgia
Kram otot karena dehidrasi
Polio
Kuman tersering penyebab piomiositis adalah:
Staphylococcus aureus
Vibrio cholerae
Salmonella typhi
Mycobacterium leprae
Candida albicans
Perempuan 28 tahun batuk lama (2 bulan), BB turun, nyeri punggung kronis. Rontgen menunjukkan destruksi vertebra torakal dan “gibbus”. Diagnosis paling mungkin:
Skoliosis idiopatik
TB tulang (spondilitis TB)
Hernia nukleus pulposus
Osteoartritis
Fraktur kompresi akut
Pada pasien TB tulang, tujuan dukungan gizi paling tepat adalah:
Diet rendah protein untuk mengurangi inflamasi
Meningkatkan asupan energi-protein untuk mencegah wasting
Menghindari lemak total
Puasa intermiten ketat
Diet bebas gluten
Komplikasi serius yang paling dikhawatirkan bila osteomielitis tidak diobati adekuat adalah:
Hipotensi ortostatik
Sepsis dan kerusakan tulang kronis
Katarak
Asma
Hipoglikemia reaktif
Lansia 70 tahun, nyeri sendi panggul, demam, leukosit tinggi. Tindakan diagnostik terbaik untuk memastikan infeksi sendi:
Foto rontgen saja
Aspirasi cairan sendi untuk analisis dan kultur
Tes fungsi hati
Pemeriksaan mata
Elektrokardiogram
Laki-laki 22 tahun mengeluh nyeri saat BAK dan keluar cairan kuning kental dari uretra sejak 3 hari. Diagnosis paling mungkin:
Kandidiasis
Gonore
Sifilis primer
Herpes genital
Tifus
Perempuan 23 tahun nyeri saat BAK ringan, keputihan tidak terlalu banyak, sering tanpa gejala berat. Riwayat pasangan baru. Infeksi yang sering “silent” namun berisiko infertilitas:
Chlamydia trachomatis
Malaria
TB tulang
Polio
Tetanus
Ciri yang lebih khas pada gonore adalah:
Tidak ada gejala sama sekali
Discharge purulen kental dari uretra
Luka tidak nyeri pada genital
Vesikel nyeri berkelompok
Kutil seperti jengger ayam
Komplikasi jangka panjang yang berhubungan dengan infeksi Chlamydia pada perempuan adalah:
Osteoporosis
Penyakit radang panggul dan infertilitas
Rabies
Tetanus
Katarak
Upaya pencegahan paling efektif untuk menurunkan penularan gonore/chlamydia pada populasi mahasiswa:
Minum antibiotik berkala
Edukasi seks aman + penggunaan kondom konsisten
Vitamin C dosis tinggi
Diet tinggi gula
Tidak olahraga
Perempuan 20 tahun aktif seksual tanpa keluhan. Kebijakan skrining yang paling relevan untuk IMS tertentu pada kelompok berisiko adalah:
Tidak perlu skrining
Skrining chlamydia/gonore pada kelompok berisiko sesuai pedoman layanan
Skrining malaria
Skrining polio
Skrining tetanus
Pasien terdiagnosis gonore. Edukasi terpenting terkait pasangan seksual:
Pasangan tidak perlu diperiksa bila tanpa gejala
Pasangan perlu evaluasi dan terapi untuk mencegah reinfeksi
Cukup minum jamu
Cukup olahraga
Puasa 3 hari
Pada IMS, peran tenaga gizi yang paling tepat adalah:
Memberi antibiotik
Memberi konseling pola makan seimbang untuk dukung imunitas dan pemulihan serta rujuk medis
Menentukan regimen ARV
Menghentikan semua protein
Memberi vaksin rabies
Laki-laki 24 tahun terdapat luka pada penis, tidak nyeri, tepinya tegas, disertai pembesaran kelenjar inguinal. Diagnosis:
Herpes genital
Sifilis primer
Kandidiasis
Trikomoniasis
HPV
Ibu hamil terdeteksi sifilis. Dampak yang paling dikhawatirkan bila tidak diobati:
Bayi lahir dengan berat berlebih
Sifilis kongenital/komplikasi kehamilan
Rabies pada bayi
Polio pada ibu
TB tulang pada bayi
Perempuan 21 tahun nyeri hebat di area genital, terdapat vesikel berkelompok yang mudah pecah, demam ringan. Diagnosis:
Sifilis
Herpes genital
Trikomoniasis
HPV
Kandidiasis
Pria 27 tahun penurunan BB, diare kronis, sariawan berulang, demam lama. Diagnosis yang perlu dicurigai:
Tetanus
HIV/AIDS
Polio
Malaria
Osteomielitis
Prioritas gizi pada pasien HIV dengan penurunan berat badan adalah:
Restriksi energi ketat
Diet tinggi energi-protein + manajemen gejala (diare, mual)
Hanya jus buah
Diet rendah cairan
Diet tinggi alkohol
Perempuan 25 tahun terdapat benjolan seperti kutil “jengger ayam” pada vulva, tidak terlalu nyeri. Diagnosis:
HPV (kutil kelamin)
Herpes genital
Sifilis primer
Kandidiasis
Malaria
Pencegahan yang paling tepat untuk menurunkan risiko infeksi HPV adalah:
Antibiotik rutin
Vaksin HPV + perilaku seks aman
Puasa tinggi protein
Minum suplemen zat besi saja
Minum antimalaria
Pasien mengeluh keputihan banyak, berbau, berbusa, disertai gatal. Diagnosis:
Kandidiasis
Trikomoniasis
Sifilis
TB
Sepsis
Perempuan 19 tahun gatal hebat, keputihan putih kental seperti susu/keju, tidak berbau menyengat. Diagnosis:
Gonore
Kandidiasis genital
Trikomoniasis
HPV
Herpes
Faktor yang meningkatkan risiko kandidiasis genital adalah:
Diet tinggi serat
Antibiotik jangka panjang/DM/kehamilan
Minum air putih cukup
Tidur cukup
Vaksinasi lengkap
Pesan edukasi paling tepat:
IMS selalu menimbulkan gejala jelas
Banyak IMS dapat tanpa gejala sehingga skrining dan seks aman penting
Kondom tidak bermanfaat
IMS hanya menyerang pria
IMS bisa sembuh tanpa terapi medis
Mahasiswa datang ke konseling gizi tetapi ditemukan gejala kuat IMS (luka genital/keputihan abnormal/nyeri hebat). Tindakan paling tepat:
Hanya berikan diet
Rujuk ke layanan kesehatan untuk diagnosis dan terapi sambil dukung gizi
Berikan analgesik
Sarankan olahraga
Biarkan dulu 2 minggu
Anak 8 tahun demam tinggi, sakit kepala, muntah, kaku kuduk, fotofobia. Diagnosis paling mungkin:
Meningitis
Tifus
Osteomielitis
Gonore
Kandidiasis
Remaja 17 tahun demam, kejang, perubahan perilaku, penurunan kesadaran. Diagnosis paling mungkin:
Ensefalitis
Trikomoniasis
Sifilis primer
TB tulang
Piomiositis
Anak 4 tahun demam lalu mengalami kelemahan mendadak pada tungkai, refleks menurun, tanpa gangguan sensorik dominan. Diagnosis:
Poliomielitis
Tetanus
Rabies
Malaria
Sepsis
Pasien 30 tahun digigit anjing liar 1 bulan lalu. Kini gelisah, takut air (hidrofobia), kejang. Diagnosis:
Tetanus
Rabies
Meningitis
HIV
Tifus
Laki-laki 40 tahun luka tusuk kaki, tidak imunisasi lengkap. Kini kaku rahang (trismus), kejang otot, “opisthotonus”. Diagnosis:
Polio
Tetanus
Ensefalitis
Sifilis
TB
Upaya pencegahan paling kuat untuk polio dan tetanus di populasi adalah:
Antibiotik profilaksis
Imunisasi lengkap sesuai jadwal
Diet tinggi gula
Minum jamu
Minum antimalaria
Pasien 60 tahun demam, tekanan darah turun, napas cepat, bingung, laktat meningkat. Diagnosis paling mungkin:
Sepsis
Kandidiasis
HPV
Osteoporosis
Gonore
Pria 32 tahun batuk >2 minggu, keringat malam, BB turun, nafsu makan turun. Diagnosis paling mungkin:
TB (TBC)
Gonore
Tetanus
Trikomoniasis
Septik artritis
Mahasiswa 19 tahun demam bertahap, lemah, nyeri perut, kadang diare/konstipasi. Riwayat jajan sembarangan. Diagnosis:
Tifoid
Rabies
Polio
Herpes genital
Osteomielitis
Pasien pulang dari daerah endemis mengeluh demam periodik menggigil, keringat banyak, nyeri kepala, anemia. Diagnosis:
Malaria
Sepsis
Sifilis
HPV
Kandidiasis
