NEW
Font size
WorksheetsMajas dalam Bahasa Indonesia
Total questions: 16
Worksheet time: 8mins
Kalimat manakah yang mengandung majas personifikasi?
Pena itu menari-nari lincah di atas kertas.
Dia adalah anak emas di keluarganya.
Suaranya menggelegar membelah angkasa.
Wajahnya bersinar bagaikan rembulan.
Tentukan majas yang digunakan dalam kalimat berikut: "Kamar ini rapi sekali, sampai-sampai aku sulit mencari tempat untuk melangkah karena tumpukan baju kotor."
Metafora
Paradoks
Hiperbola
Ironi
"Dia merasa kesepian di tengah keramaian pesta itu." Kalimat di atas adalah contoh dari majas...
Metafora
Personifikasi
Paradoks
Simile
Manakah kalimat berikut yang menggunakan majas Simile?
Perpustakaan adalah gudang ilmu.
Hatinya hancur berkeping-keping.
Lari pelari itu secepat kilat.
Hubungan mereka bagaikan minyak dan air.
"Tangisannya begitu hebat hingga air matanya membanjiri seluruh kota." Jenis majas apakah ini?
Metafora
Ironi
Personifikasi
Hiperbola
Kalimat: "Raja siang telah kembali ke peraduannya." Frasa 'Raja siang' merupakan contoh majas...
Personifikasi
Simile
Paradoks
Metafora
Manakah di bawah ini yang merupakan contoh majas Ironi?
Suaranya merdu seperti buluh perindu.
Awan mendung menyelimuti kota.
Ia mati kelaparan di lumbung padi.
Cepat sekali kamu datang, rapat sudah bubar sejam lalu.
"Ombak berkejaran di tepi pantai." Kalimat tersebut menggunakan majas...
Simile
Hiperbola
Metafora
Personifikasi
Kalimat: "Kenaikan harga barang membuat dompet ibu menjerit." Kata 'menjerit' menunjukkan penggunaan majas...
Paradoks
Personifikasi
Simile
Ironi
Manakah yang merupakan contoh majas Paradoks?
Harganya selangit.
Wajahnya pucat pasi bagai mayat.
Ia kaya raya tapi miskin kebahagiaan.
Bunga desa itu sedang bersedih.
"Bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira, sedangkan pemulung tidak pelnah melasa gembila." Nada apa yang digunakan penyair dalam larik tersebut?
Melankolis (Sedih)
Patriotik (Semangat)
Jenaka (Humor)
Sarkasme (Kasar)
"Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk yang hangat..." Suasana apa yang dirasakan pembaca saat membaca baris tersebut?
Romantis / Intim
Duka
Sunyi / Sepi
Tegang
"Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang merindukan bau tubuhmu." Rasa (perasaan hati penyair) yang dominan adalah...
Kerinduan
Amarah
Kekecewaan
Kebingungan
"Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap tinggal..." Suasana apa yang paling dominan muncul di bagian akhir puisi ini?
Hening, syahdu, dan kontemplatif (perenungan).
Jenaka dan penuh tawa.
Penuh semangat dan sorak-sorai.
Kacau dan penuh kepanikan.
"Di mana kau induk kalimat dan aku anak kalimat." Selain kerinduan, rasa (perasaan) apa yang tersirat dari posisi 'anak kalimat' terhadap 'induk kalimat'?
Rasa benci dan permusuhan.
Rasa ingin menguasai/mendominasi.
Rasa acuh tak acuh (tidak peduli).
Rasa ketergantungan dan keterikatan yang kuat.
"Bahwa orang putus asa suka memanggil asu" Bagaimana nada yang dibangun penyair melalui permainan kata tersebut?
Nada Religius
Nada Menggurui
Nada Marah
Nada Jenaka
