wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

fARTER epileptikus

Total questions: 93

Worksheet time: 47mins

Name
Class
Date
1.

Manakah definisi terbaik untuk generalized convulsive status epilepticus (GCSE)?

a)

Keadaan kejang berulang tanpa pemulihan selama >30 menit

b)

Gangguan nonkonvulsif dengan tanda EEG minimal

c)

Kejang fokal dengan pemulihan kesadaran cepat

d)

Kejang tunggal berhenti spontan dalam <5 menit

2.

Pada GCSE, perubahan reseptor GABA selama kejang berkepanjangan paling mungkin menyebabkan apa?

a)

Penurunan fungsi inhibisi dan resistensi benzodiazepin

b)

Peningkatan pelepasan GABA dan sedasi mendadak

c)

Aktivasi reseptor opioid dan analgesia kuat

d)

Kenaikan dopamin sinaptik dan agitasi akut

3.

Pilihan benzodiazepin yang paling disukai untuk terapi awal IM atau intranasal pada GCSE adalah apa?

a)

Clonazepam karena formulasi oral tersedia

b)

Midazolam karena onset cepat dan durasi cukup

c)

Diazepam karena metabolit aktif panjang

d)

Lorazepam karena stabilitas pada suhu kamar

4.

Kapan suatu kasus dianggap refractory status epilepticus menurut urutan terapi yang dijelaskan?

a)

Ketika pasien membutuhkan intubasi darurat

b)

Saat kejang berlangsung >5 menit tanpa henti

c)

Setelah gagal benzodiazepin dan satu antikejang standar

d)

Setelah terapi oksigen gagal menurunkan risiko

5.

Urutan tahap status epileptikus yang benar adalah apa?

a)

Impending, established, refractory, super-refractory

b)

Established, impending, refractory, super-refractory

c)

Impending, refractory, established, super-refractory

d)

Refractory, impending, established, super-refractory

6.

Dalam konteks patofisiologi GCSE, peningkatan aktivitas reseptor NMDA berperan terhadap apa?

a)

Aktivasi GABAergik luas dan sedasi dalam

b)

Penurunan glutamat dan hiporespons neuron

c)

Inhibisi sinaptik mendadak dan kejang berhenti

d)

Eksitasi sinaptik meningkat dan kejang berlanjut

7.

Obat hidantoin yang dinyatakan lebih ditoleransi dibanding rekannya adalah apa?

a)

Fosphenytoin dengan toleransi lebih baik dibanding phenytoin

b)

Phenytoin dengan toleransi lebih baik dibanding fosphenytoin

c)

Phenobarbital dengan toleransi lebih baik dibanding diazepam

d)

Valproate dengan toleransi lebih baik dibanding levetiracetam

8.

Dalam kasus dosis muatan fosphenytoin 15 mg PE/kg untuk pasien 60 kg, berapa total dosis dalam mg PE?

a)

1,200 mg PE untuk dosis muatan total

b)

900 mg PE untuk dosis muatan total

c)

600 mg PE untuk dosis muatan total

d)

750 mg PE untuk dosis muatan total

9.

Jika dosis diinfuskan ke 50 mL pelarut pada laju maksimum perangkat 100 mL/jam, berapa perkiraan waktu infus?

a)

Sekitar 90 menit untuk menyelesaikan infus

b)

Sekitar 60 menit untuk menyelesaikan infus

c)

Sekitar 10 menit untuk menyelesaikan infus

d)

Sekitar 30 menit untuk menyelesaikan infus

10.

Dalam pengelolaan refractory status epilepticus setelah dua antikejang, pilihan yang disebutkan termasuk apa?

a)

Kortikosteroid dosis rendah di ruang rawat

b)

Anestetik dosis midazolam atau propofol disertai EEG kontinu

c)

Terapi vitamin dan cairan tanpa EEG

d)

Hanya oksigen tambahan dan observasi

11.

Apa definisi operasional status epileptikus pada dewasa terkait durasi kejang dan interval kesadaran?

a)

Kejang berulang kurang dari 5 menit, dengan pemulihan

b)

Kejang berulang lebih dari 30 menit, tanpa pemulihan

c)

Kejang tunggal lebih dari 10 menit, tanpa interval

d)

Kejang berulang 15 menit, dengan interval sadar

12.

Pada generalized convulsive status epilepticus (GCSE), fase stabilisasi biasanya berlangsung berapa menit?

a)

20–40 menit

b)

0–5 menit

c)

10–20 menit

d)

5–10 menit

13.

Tahap manakah yang disebut established GCSE menurut tabel tahapan?

a)

Fase terapi ketiga 40–60 menit

b)

Fase terapi kedua 20–40 menit

c)

Fase stabilisasi 0–5 menit

d)

Fase awal 0–20 menit

14.

Pada fase refractory GCSE, karakteristik utama yang membedakan adalah apa?

a)

Kejang berhenti setelah satu ASM

b)

Kejang berlanjut meski dua ASM

c)

Kejang terpicu oleh hipoglikemia ringan

d)

Kejang hanya saat tidur REM

15.

Rekrutmen reseptor NMDA selama GCSE menyebabkan konsekuensi sinaptik apa?

a)

Pengurangan influx kalsium dan depolarisasi

b)

Peningkatan GABA bebas dan hiperpolarisasi

c)

Peningkatan influx kalsium dan depolarisasi

d)

Penurunan pelepasan glutamat dan hiperpolarisasi

16.

Mekanisme awal yang menurunkan ambang kejang setelah kejang singkat termasuk apa?

a)

Imbalance eksitatori melebihi inhibitor

b)

Peningkatan neurotransmiter inhibitor

c)

Aktivasi kanal klorida postsinaptik

d)

Penurunan neurotransmiter eksitatori

17.

Perubahan reseptor GABA selama GCSE mempengaruhi efektivitas benzodiazepin dengan cara apa?

a)

Mengurangi ikatan pada kanal natrium presinaptik

b)

Menghambat internalisasi reseptor AMPA

c)

Meningkatkan endositosis reseptor GABA postsinaptik

d)

Meningkatkan jumlah subunit γ2 di membran

18.

Apa implikasi klinis dari endositosis reseptor GABA terhadap farmakorestistensi?

a)

Respons benzodiazepin semakin kuat

b)

Dosis benzodiazepin dapat diturunkan

c)

Relatif potensi benzodiazepin menurun

d)

Efek ASM untuk AMPA meningkat tajam

19.

Pada klasifikasi internasional, istilah tradisional 'petit mal' berpadanan dengan kategori nonkonvulsif apa?

a)

Absense

b)

Somatomotor

c)

Temporal lobe

d)

Complex partial

20.

Menurut epidemiologi GCSE, kelompok usia manakah yang memiliki insidensi tertinggi?

a)

Usia remaja 12–18 tahun

b)

Usia 20–40 tahun

c)

Usia <2 tahun dan >60 tahun

d)

Usia 2–6 tahun

21.

Pada etiologi pediatrik, penyebab umum pada bayi <1 bulan yang memicu GCSE adalah apa?

a)

Infeksi saluran cerna ringan

b)

Stres psikologis tanpa lesi neurologis

c)

Defisiensi piridoksin yang reversible

d)

Konsumsi alkohol akut pada ibu

22.

Konsekuensi sistemik kejang berkepanjangan terhadap otak yang berkontribusi pada prognosis buruk termasuk kerusakan pada area mana?

a)

Ganglia basal dan talamus

b)

Neokorteks, serebelum, hipokampus

c)

Bulbus olfaktorius dan pituitari

d)

Medula spinalis servikal

23.

Pada fase I status epileptikus (SE) dalam 30 menit pertama, perubahan fisiologis yang paling khas adalah apa?

a)

Asidosis metabolik berat dengan hipoglikemia

b)

Hipertensi portal dengan trombositopenia cepat

c)

Penurunan curah jantung dan hipotermia berat

d)

Peningkatan katekolamin dan hiperglikemia ringan

24.

Tanda awal SE yang sering tampak pada pemeriksaan fisik adalah apa?

a)

Bradikardia persisten tanpa hipoksia

b)

DIC dengan kegagalan multiorgan menyeluruh

c)

Edema paru dengan gagal napas progresif

d)

Kejang umum dengan posturing ekstensor atau fleksi

25.

Di antara tanda akhir SE berikut, mana yang paling konsisten dengan perburukan sistemik?

a)

Edema paru disertai gagal respirasi

b)

Nyeri terkait cedera muskuloskeletal

c)

Inkontinensia pada onset kejang

d)

Hipertensi normal dengan perfusi adekuat

26.

Tes laboratorium awal yang wajib saat evaluasi SE mencakup apa?

a)

Panel koagulasi trombin dan fibrinogen

b)

Uji fungsi tiroid lengkap dan CRP serial

c)

CBC dengan diferensial dan profil kimia serum

d)

Level laktat berulang tanpa elektrolit

27.

Pada pasien dengan riwayat penggunaan antikejang, pemeriksaan serum apa yang perlu dipertimbangkan?

a)

Gas darah vena serial mingguan

b)

Kadar vitamin B12 harian rutin

c)

Konsentrasi obat antikejang sebelumnya

d)

Autoantibodi neuronal panel lengkap

28.

Langkah stabilisasi nonfarmakologis paling awal saat fase stabilisasi SE adalah apa?

a)

Berikan vitamin B1 pada semua pasien

b)

Segera lakukan MRI kontras seluruh tubuh

c)

Pasang kateter arteri untuk hemodinamik

d)

Amankan jalan napas dan nilai tanda vital

29.

Parameter laboratorium yang membantu menilai komplikasi metabolik dan respirasi akut pada SE adalah apa?

a)

Analisis gas darah arteri dengan oksigenasi

b)

Kultur feses untuk bakteri enterik

c)

Tes toleransi glukosa oral dua jam

d)

Uji supresi deksametason malam hari

30.

Pasien SE dengan kecurigaan infeksi SSP memerlukan prosedur diagnostik tambahan apa?

a)

Pungsi lumbal untuk analisis CSF

b)

Elektromiografi jarum serial

c)

Biopsi otot untuk rabdomiolisis

d)

Skintigrafi tiroid iodium

31.

Pada fase II SE yang berkepanjangan, gangguan metabolik yang sering muncul adalah apa?

a)

Hiperbilirubinemia, asidosis, hipokalemia

b)

Hipolipidemia, alkalosis, hipermagnesemia

c)

Hiperkalsemia, alkalosis, hipernatremia

d)

Hipoglikemia, asidosis, hiperkalemia

32.

Pemeriksaan EEG dalam penilaian SE sebaiknya dilakukan kapan?

a)

Saat presentasi dan setelah kejang terkontrol

b)

Hanya bila CT kepala normal tanpa kontras

c)

Jika MRI menunjukkan infark akut luas

d)

Beberapa hari setelah pemulihan klinis penuh

33.

Langkah fundamental dalam Proses Perawatan Pasien farmasis meliputi lima tahap. Mana urutan komponen inti yang benar?

a)

Nilai, kumpulkan, laksanakan, rencanakan, tindak lanjut

b)

Laksanakan, nilai, kumpulkan, tindak lanjut, rencanakan

c)

Kumpulkan, nilai, rencanakan, laksanakan, tindak lanjut

d)

Rencanakan, kumpulkan, nilai, tindak lanjut, laksanakan

34.

Pada pengumpulan data awal untuk status epileptikus, informasi mana yang termasuk riwayat obat antikejang segera sebelum masuk?

a)

Riwayat vaksinasi masa kanak-kanak

b)

Informasi pemberian antikejang pra-rumah sakit

c)

Hasil tes penglihatan terbaru pasien

d)

Skor nyeri dan riwayat alergi makanan

35.

Pada penilaian objektif awal, parameter mana yang seharusnya diukur?

a)

Frekuensi buang air kecil, warna urin, pH urin

b)

Skor nyeri, riwayat merokok, status imunisasi

c)

Nilai glukosa puasa, berat badan ideal, tinggi badan

d)

Tekanan darah, laju napas, saturasi O2, gas darah

36.

Selama fase rencana awal (5–20 menit), tujuan utama terkait benzodiazepin adalah apa?

a)

Menghentikan semua obat non-kejang kronis

b)

Memilih agen, dosis, rute, dan kebutuhan dosis ulang

c)

Merencanakan rehabilitasi fisik pasca-kejang

d)

Menentukan diet ketogenik jangka panjang

37.

Pernyataan yang benar tentang lorazepam dibanding diazepam dalam terapi awal status epileptikus adalah apa?

a)

Lebih lipofilik sehingga konsentrasi otak cepat tinggi

b)

Durasi proteksi kejang lebih lama karena ikatan reseptor lebih kuat

c)

Onset lebih cepat karena redistribusi otak sangat cepat

d)

Memiliki parenteral bebas propilen glikol sehingga tidak hipotensi

38.

Diazepam memiliki waktu paruh di otak yang singkat. Konsekuensi klinis utamanya apa?

a)

Risiko sedasi berkepanjangan, tidak perlu obat tambahan

b)

Kejang dapat berulang, perlu antikejang kerja panjang

c)

Proteksi kejang sampai 24 jam, tidak perlu dosis ulang

d)

Efek antikejang memuncak lambat, onset tertunda

39.

Dalam situasi di mana IV tidak tersedia, rute mana yang disarankan untuk midazolam pada terapi awal?

a)

Intra-arteri atau intratekal

b)

IM atau IN, termasuk buccal

c)

Subkutan atau intradermal

d)

PR atau IV saja

40.

Manakah risiko yang terkait dengan formulasi parenteral diazepam dan lorazepam yang mengandung propilen glikol?

a)

Nefrotoksisitas akut yang tidak reversibel

b)

Bronkospasme berat pada semua pasien

c)

Ruam kulit generalisata segera setelah injeksi

d)

Hipotensi dan asidosis dengan pemberian cepat

41.

Dalam tatalaksana awal, kapan antikejang kerja panjang (misal fosfenitoin, levetirasetam, valproat) sebaiknya diberikan relatif terhadap diazepam?

a)

Hanya jika kejang berhenti spontan tanpa diazepam

b)

Bersamaan dengan diazepam dalam satu semprit

c)

Sebelum diazepam, agar mempercepat onset

d)

Setelah diazepam, segera untuk mencegah rekuren

42.

Perbedaan utama lorazepam vs diazepam terkait redistribusi adalah apa?

a)

Lorazepam minimal redistribusi sehingga durasi lebih lama

b)

Diazepam minimal redistribusi sehingga durasi lebih lama

c)

Keduanya tidak mengalami redistribusi pada jaringan lemak

d)

Lorazepam sangat lipofilik sehingga otak cepat bersih

43.

Dalam fase implementasi, tanggung jawab farmasis yang benar adalah apa?

a)

Menetapkan kebijakan rumah sakit untuk penjadwalan staf

b)

Melakukan intubasi darurat dan ventilasi mekanis pasien

c)

Menetapkan diagnosis EEG akhir dan menulis ringkasan keluaran

d)

Memastikan obat dipesan, dosis tepat, transisi ED ke rawat

44.

Ketika rute non-IV digunakan untuk midazolam pada kejang awal, alasan utama efektivitas rute intranasal adalah apa?

a)

Metabolisme lintas pertama mempercepat pembentukan aktif

b)

Ikatan protein rendah yang menunda eliminasi sistemik

c)

Absorpsi cepat via mukosa, mencapai kadar serum dan CSF

d)

Volume cairan besar sehingga aspirasi memfasilitasi efek

45.

Pada fase prahospital status epileptikus, tindakan awal yang paling penting adalah apa? Lihat diagram alur perawatan.

a)

Monitor tanda vital dan jalan napas

b)

Segera berikan furosemid intravena

c)

Lakukan CT kepala di tempat kejadian

d)

Berikan antibiotik spektrum luas segera

46.

Menurut algoritme, apa pilihan benzodiazepin intranasal prahospital untuk menghentikan kejang?

a)

Midazolam 0.2 mg/kg IN

b)

Diazepam 0.5 mg/kg PO

c)

Clonazepam 1 mg IV

d)

Lorazepam 4 mg IM

47.

Dalam fase 'Impending GCSE (0–30 menit)', obat apa yang direkomendasikan bila lorazepam IV tidak tersedia?

a)

Midazolam IM 0.2 mg/kg

b)

Haloperidol IV 5 mg

c)

Morphin IV 0.1 mg/kg

d)

Ketamin IM 5 mg/kg

48.

Pada fase 'Established GCSE (30–60 menit)', fosfenitoin IV diberikan dengan kecepatan maksimal berapa?

a)

10 mg PE/min dewasa

b)

50 mg PE/min dewasa

c)

300 mg PE/min dewasa

d)

150 mg PE/min dewasa

49.

Dosis awal levetirasetam IV pada dewasa yang direkomendasikan dalam tabel adalah apa?

a)

500–1,000 mg bolus

b)

2,000–3,000 mg bolus

c)

4,000–5,000 mg bolus

d)

100–300 mg bolus

50.

Mana pernyataan benar terkait fenitoin IV pada dewasa dalam tabel dosis?

a)

Hanya dosis pemeliharaan 1 mg/kg/hari

b)

Dosis awal 5–10 mg/kg

c)

Tidak digunakan pada GCSE

d)

Dosis awal 20–25 mg/kg

51.

Dalam penatalaksanaan 'Refractory GCSE (>120 menit)', target tekanan arteri rata-rata untuk perfusi serebral adalah sekitar berapa?

a)

>30 mm Hg MAP

b)

>120 mm Hg MAP

c)

>60 mm Hg MAP

d)

>95 mm Hg MAP

52.

Pada fase 'Super‑refractory (>24 jam)', salah satu opsi terapi tambahan yang tercantum adalah apa?

a)

Amiodarone bolus

b)

Metformin intravena

c)

Aspirin dosis tinggi

d)

Ketamine infus berkelanjutan

53.

Kecepatan infus maksimum valproat IV pada dewasa menurut tabel adalah apa?

a)

3 mg/kg/min maksimum

b)

30 mg/kg/min maksimum

c)

0.3 mg/kg/min maksimum

d)

10 mg/kg/min maksimum

54.

Midazolam IV pada dewasa untuk GCSE memiliki laju infus awal yang direkomendasikan berapa?

a)

0.5–1 mg/kg/jam dewasa

b)

5–10 mg/kg/jam dewasa

c)

0.05 mg/kg/menit dewasa

d)

1–2 mg/kg/menit dewasa

55.

Pada anak, dosis awal fosfenitoin IV yang direkomendasikan dalam PE/kg adalah apa?

a)

20–25 mg PE/kg anak

b)

5–10 mg PE/kg anak

c)

1–2 mg PE/kg anak

d)

40–60 mg PE/kg anak

56.

Dalam tatalaksana awal, cairan dekstrosa untuk hipoglikemia pada anak kecil direkomendasikan berapa konsentrasi?

a)

D10W bolus sesuai berat

b)

D50W bolus rutin

c)

D5W infus cepat

d)

D70W bolus tunggal

57.

Fenobarbital IV dewasa sebagai lini kedua diberikan dengan dosis awal berapa menurut diagram?

a)

5–10 mg/kg selama 5 menit

b)

15–20 mg/kg selama 20 menit

c)

1 mg/kg selama 2 menit

d)

30–40 mg/kg selama 60 menit

58.

Pada fase refrakter, penggunaan propofol diikuti oleh vasopresor bertujuan utama untuk apa?

a)

Mempercepat metabolisme obat antikonvulsan

b)

Meningkatkan saturasi oksigen perifer

c)

Mengurangi sekresi saliva pasien

d)

Menjaga MAP agar adekuat

59.

Menurut tabel, lorazepam IV dewasa diberikan dengan dosis awal berapa saat kejang?

a)

0.5 mg bolus IV dewasa

b)

8 mg bolus IV dewasa

c)

1 mg bolus IV dewasa

d)

4 mg bolus IV dewasa

60.

Pada fase kedua (20–40 menit) penanganan status epileptikus, tujuan utama pemberian agen seperti fosfenitoin, valproat, atau levetirasetam adalah apa?

a)

Menilai kebutuhan intubasi mekanikal segera

b)

Mengurangi agitasi perilaku pascaictal

c)

Mencegah hipotensi akibat propilen glikol infus

d)

Menghentikan kejang yang persisten setelah benzodiazepin

61.

Propilen glikol sebagai pelarut dapat menyebabkan toksisitas. Parameter monitoring yang paling relevan saat infus berkepanjangan adalah apa?

a)

Kadar CK otot rangka

b)

Kadar amonia plasma

c)

Gas darah arteri dan laktat serum

d)

Elektrolit natrium harian

62.

Phenytoin IV memiliki pH alkali dan dapat menyebabkan iritasi vena. Praktik terbaik untuk mengurangi risiko flebitis adalah apa?

a)

Gunakan fosfenitoin yang larut air

b)

Tambahkan dekstrosa 5% pada sediaan

c)

Infus cepat bolus besar

d)

Berikan secara intramuskular rutin

63.

Fosfenitoin dibandingkan dengan fenitoin memiliki keunggulan farmakokinetik penting. Pernyataan yang paling tepat adalah apa?

a)

Tidak terkait dengan hipotensi dalam dosis besar

b)

Memberikan kontrol kejang lebih superior secara konsisten

c)

Dapat diberikan lebih cepat dengan konversi ke fenitoin in vivo

d)

Tidak memerlukan pemantauan EKG saat infus

64.

Valproat pada fase kedua digunakan sebagai alternatif lini pertama ketika benzodiazepin tidak efektif. Risiko penting yang perlu diwaspadai selama pemberian valproat adalah apa?

a)

Krisis tiroid mendadak

b)

Hepatotoksisitas dan hiperamonemia

c)

Agranulositosis berat akut

d)

Bronkospasme anafilaksis

65.

Levetirasetam sering dipilih karena profil interaksi obat minimal. Keuntungan utama dalam perawatan ICU adalah apa?

a)

Tidak bermetabolisme hepatik secara ekstensif

b)

Memerlukan pemantauan kadar obat harian

c)

Kuat mengikat protein plasma

d)

Meningkatkan interval PR pada EKG

66.

Midazolam dan lorazepam pada tabel ADR dikaitkan dengan efek samping utama apa saat infus berkelanjutan?

a)

Apnea dan depresi respirasi

b)

Hiperkalemia akut

c)

Tremor ekstrapiramidal

d)

Hiperglikemia berat

67.

Phenytoin memiliki risiko aritmia dan hipotensi bila diberikan cepat. Praktik aman saat infus termasuk apa?

a)

Gunakan injeksi IM untuk absorpsi cepat

b)

Campur dengan larutan glukosa untuk stabilitas

c)

Monitor tanda vital dan EKG kontinu

d)

Abaikan konsentrasi serum jika kejang berhenti

68.

Pada pasien dengan sindrom hipersensitivitas atau riwayat reaksi kulit berat terhadap fenitoin, pilihan agen fase kedua yang rasional adalah apa?

a)

Levetirasetam IV dosis berbasis berat

b)

Pemberian ulang fenitoin dengan dosis kecil

c)

Lidokain sebagai pengganti jangka panjang

d)

Pentobarbital sebagai monoterapi awal

69.

Propofol dapat digunakan pada fase refrakter, tetapi memiliki risiko spesifik. Komplikasi yang harus diwaspadai terutama pada dosis tinggi atau infus lama adalah apa?

a)

Sindrom infus propofol dengan asidosis

b)

Hiponatremia dilusional ringan

c)

Neutropenia obat sementara

d)

Peningkatan QTc tanpa gejala

70.

Topiramat tercantum dengan efek samping metabolik. Perubahan laboratorium yang paling konsisten adalah apa?

a)

Hiperammonemia tanpa gejala

b)

Hipoglikemia berat berulang

c)

Alkalosis metabolik dengan bikarbonat tinggi

d)

Asidosis metabolik dengan bikarbonat rendah

71.

Dalam pemilihan agen fase kedua, kapan fosfenitoin lebih disukai daripada fenitoin?

a)

Saat akses IV besar sulit dan perlu infus lebih cepat

b)

Saat pasien membutuhkan kontrol kejang jangka panjang

c)

Saat ingin menghindari sedasi ringan

d)

Saat pasien memiliki alkalosis metabolik berat

72.

Pada refrakter GCSE (40–60 menit), tujuan awal penggunaan infus midazolam adalah untuk mencapai apa?

a)

Koreksi asidosis metabolik segera

b)

Normalisasi pCO2 melalui ventilasi

c)

Supresi burst pada EEG secara bertahap

d)

Sedasi dalam untuk intubasi elektif

73.

Propofol infus pada refrakter GCSE paling terkait dengan risiko mana bila dosis tinggi dan lama?

a)

Gagal ginjal prerenal isolasi

b)

Hiponatremia berat akut

c)

Sindrom PRIS dengan disfungsi jantung

d)

Hipoglikemia refrakter berat

74.

Kapan pentobarbital koma dipertimbangkan pada penatalaksanaan status epileptikus?

a)

Pada kejang fokal baru terkontrol

b)

Sebagai terapi lini pertama segera

c)

Jika pasien menolak ventilasi mekanik

d)

Setelah kegagalan midazolam dan propofol

75.

Peran ketamin dalam super‑refractory GCSE terutama memanfaatkan antagonisme terhadap reseptor mana?

a)

NMDA pada eksitasi glutamat

b)

GABA-A pada inhibisi sinaptik

c)

Glycine pada batang otak

d)

AMPA pada transmisi cepat

76.

Topiramate oral/NG pada refrakter GCSE harus diberikan bagaimana untuk mencapai dosis pemeliharaan?

a)

Hanya saat bangun untuk menghindari sedasi

b)

Diberikan tunggal harian tanpa titrasi

c)

Dibagi tiga kali sehari dengan titrasi cepat

d)

Dibagi setiap 6 jam hingga target rendah

77.

Manakah pilihan dosis awal midazolam yang benar untuk dewasa saat memulai infus berkelanjutan?

a)

1 mg/kg bolus, lanjut 0.5–1 mg/min

b)

200 mcg/kg bolus, lanjut 50–500 mcg/kg/jam

c)

2 mg bolus, lanjut 5–10 mg/jam

d)

20 mg bolus, lanjut 1–5 mg/kg/jam

78.

Pada penggunaan propofol untuk supresi EEG, penyesuaian dosis umumnya dilakukan berdasarkan apa?

a)

Kadar laktat serum harian

b)

Respons EEG dan efek samping

c)

Kadar trigliserida puasa

d)

Skor sedasi Richmond pasien

79.

Ketika menggunakan pentobarbital, komplikasi yang perlu dimonitor secara ketat adalah apa?

a)

Hipotensi dan depresi respirasi

b)

Hiperkalemia dan tetani otot

c)

Hipertermia dan rigors dingin

d)

Hiperkalsemia dan ileus

80.

Mengapa ketamin dianggap berguna pada super‑refractory GCSE setelah gagal anestetik GABAergik?

a)

Memperbaiki hipomagnesemia iatrogenik

b)

Menginduksi alkalosis metabolik protektif

c)

Aktivitas NMDA meningkat saat GABA turun

d)

Menurunkan tekanan intrakranial melalui vasospasme

81.

Pada tabel dosis, berapa rentang dosis pemeliharaan propofol untuk dewasa?

a)

0.5–1 mg/min dengan bolus

b)

10–20 mcg/kg/menit kontinyu

c)

1–2 mg/kg/jam tanpa titrasi

d)

5–10 mg/kg/jam selama EEG

82.

Lacosamide pada refrakter GCSE dewasa biasanya diberikan bagaimana saat inisiasi?

a)

Infus IV 15 menit dengan pemantauan kadar

b)

Intravena push di ruang rawat

c)

IM bertahap selama 30 menit

d)

Bolus cepat <2 menit tanpa monitoring

83.

Pada penggunaan lidokain untuk super‑refractory GCSE, apa yang harus dimonitor untuk mencegah toksisitas?

a)

Kadar serum dan ECG ritme

b)

Gas darah dan pCO2 arteri

c)

CRP dan kultur darah

d)

Fungsi tiroid dan TSH

84.

Dalam evaluasi keberhasilan terapi status epileptikus, indikator praktis yang paling langsung dinilai setelah intervensi adalah apa?

a)

Kenaikan kadar GABA serum pasien

b)

Penurunan skor nyeri pasien menjadi nol

c)

Normalisasi scan pencitraan MRI otak

d)

Henti aktivitas kejang elektrik dan klinis

85.

AMPA dalam konteks neurofarmakologi merujuk pada reseptor untuk neurotransmiter apa?

a)

γ-aminobutirat

b)

Dopamin endogen

c)

N-metil-D-aspartat

d)

α-amino-3-hidroksi-5-metil-isoksazol-4-propionat

86.

NMDA paling tepat diartikan sebagai apa?

a)

Neural motor dysregulation axis

b)

N-metil-D-aspartat

c)

Neuro-muscular depolarizing agent

d)

Nonconvulsive status epileptikus

87.

Singkatan PRIS pada perawatan kegawatdaruratan saraf paling sering merujuk pada apa?

a)

Post-resuscitation ischemic stroke

b)

Proliferative reactive inflammatory syndrome

c)

Phenobarbital-resistant inhibitory state

d)

Propofol-related infusion syndrome

88.

Kriteria hasil jangka pendek yang penting setelah bolus benzodiazepin pada status epileptikus adalah apa?

a)

Kenaikan saturasi oksigen di atas 98 persen

b)

Penurunan tekanan intrakranial di bawah 15 mmHg

c)

Normalisasi kadar elektrolit dan fungsi ginjal

d)

Cessation aktivitas kejang klinis dengan pemantauan EEG

89.

Dalam pemantauan infus antikejang, tanda vital mana yang perlu dinilai untuk mendeteksi komplikasi infus?

a)

Frekuensi jantung, laju napas, dan tekanan darah

b)

Kadar laktat serum serial setiap jam

c)

Tekanan vena sentral kontinu invasif

d)

Skor Glasgow Coma Scale harian lengkap

90.

NCSE paling tepat didefinisikan sebagai apa?

a)

Neural cortical suppression event

b)

Nonconvulsive status epileptikus

c)

Neurocognitive seizure equivalent

d)

Nocturnal complex seizure episodes

91.

Pada status epileptikus refrakter, hipotermia terapeutik yang dilaporkan menargetkan suhu tubuh sekitar berapa?

a)

34–36°C selama 48–72 jam

b)

35–36°C selama 12–24 jam

c)

32–34°C selama 24–48 jam

d)

30–32°C selama 6–12 jam

92.

Dalam konteks akronim klinis, ICU berarti apa?

a)

Interictal conduction unit

b)

Intravenous corticosteroid use

c)

Intracranial ultrasonography

d)

Intensive care unit

93.

Pada tindak lanjut jangka panjang pasien yang pernah mengalami status epileptikus, tujuan utama adalah meminimalkan apa?

a)

Kebutuhan ventilasi mekanis jangka pendek

b)

Jumlah pemeriksaan laboratorium harian

c)

Mortalitas dan morbiditas terkait etiologi dasar

d)

Paparan terhadap sedasi ringan nonspesifik