Font size
WorksheetsUntitled Quiz
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Penyakit genetik yang disebabkan mutasi atau terhapusnya gen SMN1 pada kromosom 5 DNA manusia yang menyebabkan atrofi sistem saraf yang mengatur pergerakan otot motorik adalah:
Down Syndrome
Cerebral Palsy
Congenital Talipes Equino Varus (CTEV)
Spinal Muscular Atropy (SMA)
Gangguan perilaku yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian, gangguan konsentrasi, impulsivitas, dan melakukan gerakan yang tidak mempunyai tujuan yang jelas serta disertai hiperaktif disebut:
Autisme
Attention Defisit Hiperaktif Disorder (ADHD)
Spina bifida
Dystrophy Musculorum Progresiva
Hal berikut yang merupakan gejala inti dari ADHD, kecuali:
Gangguan pemusatan perhatian
Impulsivitas
Gangguan konsentrasi
Mampu mengendalikan diri
Suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom adalah:
Cerebral Palsy
Spinal Muscular Atropy (SMA)
Attention Defisit Hiperaktif Disorder (ADHD)
Down syndrome
Permasalahan fisioterapi pada spinal muscular atropy (SMA) adalah, kecuali:
Gangguan pernapasan
Kelemahan otot
Tightness
Hiperaktivitas
Gambar di samping merupakan kasus:
Spinal Muscular Atropy
Attention Defisit Hiperaktif Disorder (ADHD)
Congenital Talipes Equino Varus (CTEV)
Tortikolis
Berikut ini yang merupakan klasifikasi dari Down syndrome, kecuali:
Non-disjunction
Translokasi
Disjunction
Mosaicism
Penatalaksanaan fisioterapi yang cocok pada penderita ADHD adalah:
Bobath
Neuro Development Treatment (NDT)
Proprioceptif Neuromuscular Fasilitation (PNF)
Brain gym
Bagian otak yang mengalami gangguan pada anak ADHD adalah:
Lobus frontalis
Lobus occipitalis
Lobus temporalis
Lobus parietalis
Berikut ini merupakan gangguan umum yang terjadi pada anak yang mengalami autisme, kecuali:
Berperilaku sangat aktif
Mengalami hambatan berkomunikasi
Memiliki pola tingkah laku spesifik yang berulang
Memiliki ekspresi datar, tidak tertawa ataupun tersenyum
Faktor yang tidak termasuk dalam karakteristik anak yang mengalami autisme adalah:
Terhambatnya kemampuan berkomunikasi
Terhambatnya kemampuan berinteraksi
Terhambatnya pertumbuhan fisik
Terbatasnya minat
Suatu penyakit genetik berupa kelemahan dan degenerasi otot rangka yang berubah menjadi jaringan ikat dan lemak karena kelainan pada kromosom X disebut:
Tortikolis
Spinal Muscular Atropy
Dystrophy Musculorum Progresiva
Cerebral Palsy
Bayi perempuan usia 7 bulan diperiksa fisioterapis; diminta tidur telentang, kemudian fisioterapis mengadduksikan hip dan memberikan traksi ke arah lateral-kaudal. Tes khusus apakah yang sedang dilakukan?
Trendelenburg Test
Ortolani Test
Barlow Test
Galeazzi Test
Anak laki-laki usia 7 tahun mengalami kelemahan progresif pada kedua tungkai, gangguan keseimbangan, sering jatuh, kedua tangan tampak lemah, dan pemeriksaan Gower's sign positif. Apa diagnosis pada skenario ini?
Drop foot
Osteogenesis imperfecta
Congenital dislokasi hip
Dystrophia Musculorum Progresiva
Bayi perempuan usia 6 bulan diperiksa fisioterapis; diminta tidur telentang, kemudian fisioterapis mengabduksikan hip dan memberikan dorongan ke arah kranial. Tes khusus apakah yang sedang dilakukan?
Trendelenburg Test
Equilibrium Test
Ortolani Test
Barlow Test
Anak laki-laki usia 6 bulan didiagnosis congenital talipes equino varus (CTEV). Alat bantu apa yang tepat diberikan pada kondisi tersebut?
Short leg brace
Orthopaedic shoes
Dennis Brown splint
KAFO
Bayi dengan diagnosis Congenital Talipes Equino Varus (CTEV). Regio tubuh dan sendi yang mengalami CTEV adalah:
Pada bagian ankle, talo-calcaneus, mid tarsal joint dengan plantar fleksi dan inversi
Pada bagian ankle, patella, dan mid carpal joint dengan plantar fleksi dan inversi
Pada bagian ankle, talo-calcaneus, mid tarsal joint dengan dorsi fleksi, adduksi dan eversi
Pada bagian ankle, tendon Achilles, talus lebih ke ventral dengan convex ke lateral
Anak laki-laki umur 6 tahun dengan kelainan: lambat menguasai bahasa sehari-hari, hanya mengulang kata, mata tidak jernih/tidak bersinar, tidak suka berbicara dengan orang lain, tampak seperti hidup di dunianya sendiri. Diagnosis yang tepat adalah:
ADHD
Autisme
Spinal Muscular Atropy (SMA)
Congenital Dislokasi Hip
Infeksi virus akut pada saluran napas bawah, terutama pada bayi kecil berumur 2 – 24 bulan, disebut:
Bronkitis akut
Bronkitis kronis
Bronkiolitis
Asma bronkial
Pasien anak jatuh dengan siku kiri terbentur lantai; nyeri tekan pada elbow, foto rontgen menunjukkan garis fraktur pada 1/3 distal os humerus sinistra. Diagnosis yang paling tepat adalah:
Fraktur humerus
Fraktur suprakondiler humerus
Fraktur Monteggia
Fraktur cruris
Pilih semua pernyataan yang benar. Pemeriksaan khusus fisioterapi yang digunakan untuk menilai Congenital Hip Dislocation (CHD) pada bayi meliputi:
Ortolani Test
Barlow Test
Galeazzi Test
Trendelenburg Test
Valgus stress test pada lutut
Pernyataan yang paling tepat yang membedakan autisme dari ADHD adalah:
Autisme ditandai defisit interaksi sosial/komunikasi dan pola perilaku repetitif; ADHD ditandai inatensi dan hiperaktivitas sebagai kriteria inti
Autisme terutama gangguan motorik kasar; ADHD terutama gangguan sensorik
Autisme identik dengan keterlambatan bicara tanpa masalah sosial; ADHD identik dengan agresivitas saja
Autisme dan ADHD sama-sama didefinisikan oleh kejang berulang sebagai gejala utama
Tanda skrining merah (red flags) M-CHAT yang sering ditemukan pada anak dengan autisme meliputi:, kecuali.....
Kontak mata yang buruk dan tidak menatap saat dipanggil
Tidak menunjuk untuk menunjukkan minat (proto-declarative pointing)
Tidak menanggapi namanya secara konsisten
Hiperrefleks patella sebagai temuan utama
Tanda dan gejala yang sering ditemukan pada Down syndrome meliputi:Kecuali.....
Hipotonia sejak bayi
Wajah khas dengan lipatan epikantus dan hidung datar
Garis palmar tunggal (simian crease)
Spastisitas sebagai tonus dominan
Seorang bayi usia 2 minggu datang dengan posisi kaki plantar fleksi, inversi, dan adduksi. Tumit tampak terangkat dan telapak kaki menghadap ke medial. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kelainan struktur tulang, dan deformitas dapat dikoreksi pasif.
Jenis CTEV yang paling sesuai dengan kasus tersebut adalah:
CTEV struktural
CTEV neurologis
CTEV postural
CTEV sindromik
Intervensi fisioterapi paling tepat pada fase awal penatalaksanaan CTEV untuk mencegah kekakuan sendi adalah:
Strengthening otot intrinsic kaki
Mobilisasi forefoot dan stretching tendon Achilles
Gait training intensif
Resistance exercise ankle
Seorang anak usia 2 tahun dengan CHD mengalami kesulitan berjalan seimbang dan sering jatuh saat bermain. Berdasarkan ICF, kondisi tersebut termasuk dalam:
Body structure impairment
Body function impairment
Activity limitation
Participation restriction
Pemeriksaan sederhana untuk mengidentifikasi genu varum adalah:
Mengukur jarak intermalleolar
Mengukur jarak intercondylar saat maleolus medial bersentuhan
Tes Lachman
Tes Drawer
Seorang anak usia 4 tahun datang dengan keluhan sulit berjalan, lutut saling bersentuhan, pergelangan kaki berjauhan, dan hasil MRI menunjukkan deformitas tibiofemoral. Diagnosis fisioterapi yang paling tepat adalah:
Kesulitan berjalan akibat genu varum
Kesulitan berjalan akibat dislokasi panggul
Kesulitan berjalan akibat deformitas tibiofemoral (genu valgum)
Gangguan berjalan akibat CTEV
Seorang bayi usia 4 bulan datang dengan kondisi sangat lemah (floppy infant), tidak mampu mengangkat kepala, tidak dapat duduk, dan sering mengalami infeksi saluran pernapasan. Berdasarkan gambaran tersebut, bayi kemungkinan mengalami:
SMA tipe 2
SMA tipe 3
SMA tipe 4
SMA Tipe 1
Masalah utama fisioterapi pada anak dengan SMA yang paling memengaruhi risiko mortalitas adalah:
Kontraktur sendi ekstremitas
Kelemahan otot proksimal
Gangguan pernapasan akibat kelemahan otot respirasi
Keterlambatan perkembangan motorik kasar
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun sering jatuh, mengalami kesulitan bangun dari posisi duduk, dan menunjukkan tanda Gower’s sign positif. Diagnosis medis yang paling mungkin adalah:
SMA tipe 3
SMA tipe 2
Distrofi muskular Duchenne
Polio
Seorang anak dengan DMP masih dapat berjalan tanpa alat bantu tetapi tidak mampu naik tangga. Berdasarkan derajat kemampuan fungsional, anak tersebut termasuk:
Derajat I
Derajat II
Derajat III
Derajat IV
Perbedaan utama antara SMA dan DMP adalah:
SMA bersifat non-genetik, DMP genetik
SMA disebabkan kelainan saraf motorik, DMP kelainan otot
SMA hanya terjadi pada anak perempuan
DMP tidak bersifat progresif
Seorang anak mengalami kelemahan otot progresif, pseudohypertrophy betis, gangguan berjalan, dan risiko kardiomiopati. Masalah fisioterapi utama yang perlu diantisipasi adalah:
Spastisitas
Gangguan sensorik dan Nyeri neuropatik
Kontraktur, gangguan pernapasan, dan penurunan fungsi ambulasi
Hiperaktivitas refleks
Instrumen skrining awal yang umum digunakan untuk mendeteksi autisme pada anak usia dini adalah:
CARS
ADOS
M-CHAT
IQ Test
Intervensi fisioterapi yang paling sesuai untuk meningkatkan fungsi sensori-motor anak dengan autisme adalah:
Latihan resistif maksimal
Play exercise (perceptual motor program)
Gait training intensif
Stretching pasif saja
Seorang anak usia 7 tahun sulit berkonsentrasi di kelas, sering berpindah aktivitas sebelum selesai, dan sering kehilangan barang, namun tidak menunjukkan perilaku hiperaktif.
Diagnosis yang paling sesuai adalah:
Autisme
ADHD
Gangguan belajar spesifik
Gangguan emosional
Ciri utama yang membedakan ADHD dengan ADD adalah:
Gangguan konsentrasi
Gangguan impulsivitas
Gangguan kognitif
Adanya perilaku hiperaktif
Seorang anak usia 6 tahun jatuh dengan posisi tangan terulur dan siku mengalami hiperekstensi. Hasil rontgen menunjukkan fraktur humerus distal tepat di atas epikondilus.
Fraktur greenstick
Fraktur buckle
Fraktur suprakondiler humerus
Fraktur dentoalveolar
