Font size
WorksheetsNeurologi
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Seorang perempuan usia 33 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 minggu. Keluhan dirasakan seperti kepala terikat, tanpa disertai muntah, tidak membaik dengan istirahat, pasien masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari, pemeriksaan tanda vital dan neurologis dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Nyeri kepala klaster
Migren
Neuralgia trigeminal
Nyeri kepala tipe tegang
Nyeri kepala primer lain
Ny. Park Soo Young, 24 tahun, mahasiswi kedokteran yang sedang akan ujian UKMPPD datang ke klinik dengan keluhan nyeri kepala terasa berat di kedua sisi pelipis. Nyeri dirasakan sampai pada leher bagian belakang hingga bahu. Serangan berlangsung 30 menit, mual dan muntah, pasien mengeluh sulit untuk tidur. Nyeri biasanya berlangsung 1–2 hari dan selama kurang lebih 10× dalam setahun ini muncul terutama bila stres. Medikamentosanya yang paling tepat untuk mencegah kekambuhan?
Propanolol
Ergotamin
NSAID
Kafein
Amitriptilin
Ny. Heo Yoon Jae, 24 tahun datang ke praktik Anda dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri cekot-cekot, disertai mual dan muntah, semakin berat bila pasien sedang bekerja di lokasi pabrik yang padat dan bising. Sebelum nyeri kepala pasien biasanya melihat tirai berkibar selama 30 menit. Pemeriksaan tanda vital dan fisik dalam batas normal. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus ini?
Nyeri kepala tipe tegang
Neuralgia trigeminal
Nyeri kepala tipe klaster
Migren umum
Migren klasik
Ny. Brenda, 22 tahun, nyeri kepala hebat di sisi sebelah kanan, terasa berdenyut, memberat dengan aktivitas, mual disertai muntah, pasien terasa silau bila terkena cahaya. Diagnosis pada pasien ini adalah
Cluster headache
Vertigo vestibuler
Stroke hemoragik
Common migraine
Classic migraine
Pasien di atas merasakan sakit kepala tersebut hampir setiap minggu sekali maupun dua kali dan membaik bila diberikan obat. Agar pasien tersebut tidak kambuh nyeri kepalanya, obat apa yang diberikan untuk profilaksis?
Sumatriptan
Ergotamin
Propanolol
Verapamil
Prednison
Tn. Cha Si An, 54 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri kepala seperti di bor. Nyeri kepala dirasakan sekitar mata kanan. Pasien juga mengeluhkan mata kirinya berair dan hidung buntu. Keluhan ini sudah timbul 5× dalam setahun; saat kambuh durasi gejala 30 menit–1 jam. Pemeriksaan: lakrimasi positif, injeksi konjungtiva, miosis, blefarospasme; pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Terapi yang tepat untuk mencegah kekambuhan pada kasus ini?
Verapamil
Sumatriptan
Metamizole IV
Oksigen 100% NRM
Ibuprofen
Tn. Anto, 45 tahun, datang dengan keluhan sakit kepala sejak 2 minggu ini, terutama dirasakan pada bagian belakang mata kanan yang berlangsung 30–60 menit. Keluhan disertai mata merah dan hidung berair, pasien berulang-ulang mengalami hal ini sejak 6 bulan ini. Pemeriksaan neurologis dan TIO normal. Apa diagnose pada pasien?
Cluster headache kontinu
Cluster headache episodik
Migren tanpa aura
Migren dengan aura
Neuralgia trigeminal
Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri kepala berat sejak 1 minggu lalu. Nyeri seperti ditusuk, disertai mata merah dan pilek. Terapi awal yang paling tepat diberikan pada kasus ini adalah
Ergotamin
Karbamazepin
Oksigen 100% 8 liter/menit
Verapamil
Oksigen 100% 2 liter/menit
Laki-laki berusia 57 tahun datang dengan keluhan sakit kepala sebelah kanan sejak 2 minggu ini, sakit kepala terutama dirasakan pada bagian belakang mata kiri yang berlangsung 30–60 menit, keluhan disertai mata merah dan hidung berair, pasien sudah mengalami hal ini sejak 6 bulan ini berulang-ulang. Lakrimasi positif, rinosere positif; pemeriksaan neurologis dan TIO normal. Apa terapi profilaksis untuk pasien tersebut?
Verapamil
Sumatriptan
Metamizole IV
Oksigen 100% NRM
Ibuprofen
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri punggung bawah sejak 1 minggu yang lalu. Pasien merasakan kebas dan seperti tersengat listrik pada kaki sebelah kanan. Selama ini pasien bekerja sebagai buruh angkat kelapa sawit. Pada pemeriksaan fisik dijumpai perangsangan radikuler positif. Pada pemeriksaan MRI dijumpai bulging pada L5–S1. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Spondilosis lumbalis
Hernia nukleus pulposus
Myelopati perifer
Fraktur kompresi
Spondilitis TB
Seorang perempuan usia 55 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar ke paha hingga ujung jari kaki. Nyeri bertambah saat batuk maupun mengejan. Selain nyeri ada keluhan hipoestesi pada daerah tersebut. Satu hari sebelumnya pasien pergi memborong di pasar dan belanjaannya ditaruh di atas bahu. Pada tes Lasègue hasilnya positif sedangkan tes Patrick dan Kontra-Patrick hasilnya negatif. Apakah pemeriksaan penunjang terbaik untuk kasus di atas?
Foto polos vertebra lumbosakral
CT-scan lumbal
MRI lumbal
Foto BNO-IVP
USG
Tn. Lee Joong Suk, 30 tahun, dengan nyeri pinggang bawah sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan muncul setelah pasien mengangkat beban yang berat saat pindahan rumah, memberat jika pasien membungkuk, nyeri menjalar hingga ke paha belakang, betis belakang hingga kaki. Saat diminta melakukan plantar fleksi pasien tidak dapat. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menunjang diagnosis?
Lhermitte test
Wartenberg test
Bragard Sicard test
Fukuda step test
Psoas test
Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke poli umum dengan keluhan nyeri pinggang. Sakit terasa dari pinggang menjalar hingga ke telapak kaki kiri. Fungsi otonom dalam batas normal. Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis pasien tersebut?
Tanda Lasègue
Tanda Brudzinski
Tanda Thompson
Tes Spurling
Tanda Kanavel
Seorang perempuan 35 tahun datang dengan keluhan nyeri pada area leher yang menjalar hingga ke bahu. Keluhan semakin memberat ketika pasien mengangkat beban berat di bahunya. Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan paresis maupun hipoestesi. Pemeriksaan tambahan apa yang tepat untuk mendukung diagnosis kasus di atas?
Tes Lasègue
Tes kaku kuduk
Tes Wartenberg
Tes Babinski
Tes Lhermitte
Pasien laki-laki usia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri pada leher kanan menjalar ke lengan kanan hingga jari-jari tangan. Nyeri semakin parah apabila aktivitas mengangkat beban yang berat. Dilakukan pemeriksaan dengan penekanan vena jugularis kanan dan kiri, nyeri semakin memberat. Apa nama pemeriksaan yang dilakukan?
Lasègue test
Lhermitte test
Sicard test
Naffziger test
Valsalva test
Tn. Do Kang Wo, 55 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada tangan kanan disertai kesemutan pada ibu jari, jari kedua, dan sisi medial jari ketiga. Keluhan dirasakan beberapa bulan setelah ia memiliki kegemaran baru selalu mengendarai skuter lama. Hasil pemeriksaan elektrodignostik menunjukkan adanya entrapment neuropathy. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Isaac’s Syndrome
Stiff-person Syndrome
Guillain–Barré Syndrome
Carpal Tunnel Syndrome
Thoracic Outlet Syndrome
Ny. Eun Ho, 56 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada tangan kanan disertai kesemutan pada ibu jari, jari kedua, dan sisi medial jari ketiga, terutama setelah mencuci pakaian atau mengulek sambal. Hasil pemeriksaan EMG menunjukkan adanya entrapment neuropathy. Berdasarkan kondisi tersebut, hasil pemeriksaan klinis manakah di bawah ini yang diperkirakan positif?
Tinel’s sign
Gower’s sign
Kernig’s sign
Lhermitte’s sign
Brudzinsky’s sign
Wanita 24 tahun datang dengan keluhan rasa tebal dan kesemutan pada telapak tangan terutama pada jari 1, 2, dan 3 serta nyeri pada pergelangan tangan yang dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Jika merasa nyeri pasien selalu mengibaskan tangannya dan nyeri membaik. Pemeriksaan apakah yang tepat untuk menentukan diagnosis pada pasien tersebut?
EEG
EMG
MRI servikal
CT-scan
Rontgen
Pada pengetukan pergelangan tangan didapatkan parestesia pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Keadaan yang dialami oleh pasien ini adalah?
Kompresi n. ulnaris
Kompresi n. medianus
Kompresi n. axillaris
Kompresi n. radialis
Kompresi n. musculocutaneus
Seorang laki-laki usia 20 tahun datang dengan keluhan tangan kanannya tidak dapat diangkat setelah sebelumnya tidur di pinggir jalan karena pulang terlalu malam. Kesan umum pasien tampak normal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bahwa pasien tidak bisa melakukan dorsifleksi tangan kanan. Nervus manakah yang mengalami gangguan pada pasien tersebut?
Nervus ulnaris
Nervus medianus
Nervus radialis
Nervus axillaris
Nervus musculocutaneus
Laki-laki 29 tahun datang dengan keluhan sulit berjalan. Pasien tampak berjalan dengan kaki kanan yang diseret dan telapak kaki kanan yang tidak menapak sempurna ke lantai. Satu minggu yang lalu pasien jatuh dari motor dan kaki kirinya membentur kendaraan lain. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penurunan sensasi pada dorsum pedis. Pemeriksaan radiologi tampak fraktur os fibula dextra. Nervus apakah yang terganggu?
Nervus ischiadicus
Nervus femoralis
Nervus tibialis posterior
Nervus peroneus
Nervus dorsum pedis
Laki-laki usia 50 tahun, bekerja sebagai pelatih karate, mengeluh nyeri seperti rasa terbakar dan kebas pada pergelangan kaki kanan menjalar ke telapak kaki hingga ujung jari kaki. Nyeri berkurang bila beristirahat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan saat perkusi malleolus medialis terdapat penjalaran nyeri ke jari-jari dan telapak kaki. Pemeriksaan motorik kaki kanan dalam batas normal, riwayat DM tidak terkontrol sejak 10 tahun yang lalu. Saraf apa yang sedang mengalami gangguan pada kasus di atas?
N. peroneus
N. tibialis posterior
N. plantaris
N. dorsum pedis
N. soleus
Tn. Seungri, 50 tahun datang ke poli dengan keluhan kedua tangannya sering kesemutan. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan terakhir ini. Keluhan dirasakan juga pada kedua kakinya. Pasien merupakan pasien diabetes 7 tahun, tidak kontrol rutin. Dari pemeriksaan fisik, tanda vital dan neurologis dalam batas normal. Lab: GDP 150 GD2JPP 285. Tata laksana yang paling tepat?
Mecobalamin 3 × 500 mg per oral, dosis naik bertahap
Ibuprofen 3 × 400 mg per oral, dosis naik bertahap
Ketoprofen 3 × 50 mg per oral, dosis naik bertahap
Amitriptilin 1 × 150 mg per oral, dosis naik bertahap
Pregabalin 2 × 75 mg per oral, dosis naik bertahap
Seorang wanita 35 tahun datang dengan keluhan nyeri siku tangan kanan sejak 1 minggu ini. Pasien bekerja sebagai juru masak di sebuah resto Ayam Penyet. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan di siku tangan bagian luar, dan nyeri di digiti 1 sampai 4 manus dextra. Diagnosis pada pasien ini adalah…
Fraktur Lateral Epicondilus
Carpal Tunnel Syndrome
Guyon Canal Syndrome
Saturday Night Palsy
Tennis Elbow
Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan sesak sejak 2 jam yang lalu. Keluhan didahului kesemutan dan rasa baal pada kedua tungkai sejak tiga hari yang lalu yang diikuti kelemahan pada kedua tungkai yang menjalar pada kedua lengan. Menurut keluarga, dua minggu yang lalu pasien mengalami batuk dan pilek yang tidak diobati. Pada pemeriksaan fisik diperoleh kesadaran kompos mentis, hasil pemeriksaan motorik didapatkan kelumpuhan keempat anggota gerak dan penurunan refleks. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Poliomyelitis
Myastenia gravis
Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy
Sindroma Guillain–Barré
Neuropati diabetik
Laki-laki 15 tahun datang dengan keluhan lemah pada kedua tungkai dan lengan. Awalnya pasien sempat demam dan diare terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan kelemahan pada kaki dan baru 5 jam lalu mengeluh lemah pada tangan juga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kekuatan motorik atas 3/3/3/3, dan motorik bawah 2/2/2/2. Refleks fisiologis menurun pada kedua tungkai dan lengan. Penatalaksanaan apa yang paling tepat untuk kasus di atas?
Antibiotik
Imunoglobulin intravena
Cholinesterase inhibitor
Analgesik
Roborantia neurotropik
Laki-laki 24 tahun, datang dengan keluhan keempat ekstremitas lemah dan terasa kebas. Awalnya lemah pada kedua kaki kemudian diikuti lemah pada kedua tangan. Riwayat batuk, pilek, demam dan diare 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik kekuatan motorik ekstremitas atas 3/3/3/3, kekuatan motorik ekstremitas bawah 2/2/2/2, refleks fisiologis menurun, refleks patologis negatif. Untuk mendiagnosis kasus di atas, pemeriksaan penunjang yang paling tepat yang dapat diusulkan adalah…
CT-scan
MRI
EMG
Serologi
Lumbal punksi
Ny. Song He Kyo, 27 tahun dibawa ke UGD RS dengan kelemahan keempat anggota gerak sejak 4 hari yang lalu. Mulanya kelemahan dirasakan di anggota gerak bawah. Riwayat sebelumnya pasien diare selama beberapa hari. Tanda vital dalam batas normal. Motorik kesan tetraparese, refleks fisiologis menurun, patologis negatif. Apabila dilakukan pemeriksaan analisa cairan serebrospinal (CSF) maka akan didapatkan hasil?
Tidak didapatkan abnormalitas
Leukosit meningkat, protein meningkat
Leukosit menurun, protein normal
Protein meningkat, leukosit normal
Protein menurun, leukosit meningkat
Laki-laki 24 tahun, datang dengan keluhan keempat ekstremitas lemah dan terasa kebas. Awalnya lemah pada kedua kaki kemudian diikuti lemah pada kedua tangan. Riwayat batuk, pilek, demam dan diare 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik kekuatan motorik ekstremitas atas 3/3/3/3, kekuatan motorik ekstremitas bawah 2/2/2/2, refleks fisiologis menurun, refleks patologis negatif. Dari hasil penunjang yang diusulkan, hasil apa yang anda harapkan…
Ditemukannya Anti-AChR
Disosiasi sitoalbumin
Menurunnya aktivitas hantaran saraf dan kontraksi otot
Lesi hipodens berbentuk lakunar pada hemisfer kanan
Menyempitnya diskus intervertebralis
Ny. Shin Min A, 40 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan lemah pada keempat ekstremitas sejak 3 hari lalu. Awalnya pasien merasa pada kakinya kesemutan dan sulit saat digerakkan, kelemahan ini disusul oleh lemahnya kedua lengan atas pasien beberapa hari kemudian. Riwayat trauma disangkal. Dua minggu lalu sempat opname diare berat. Dari pemeriksaan fisik, motorik tungkai didapatkan kekuatan 2/2, dan pada kedua lengan 3/3. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini?
Roboransia intravena
Kortikosteroid intravena
Antibiotika intravena
OAT
Imunoglobulin intravena
Wanita usia 48 tahun datang ke dokter dengan keluhan terdapat nyeri yang menjalar dari leher sampai ke lengan sebelah kiri saja, juga terdapat kebas pada jari manis dan kelingking. Pada pemeriksaan fisik tanda-tanda vital dalam batas normal, abduksi dan adduksi interossei manus sinistra memiliki nilai MMT 3, refleks fisiologis dalam batas normal, refleks patologis negatif, tes Lhermitte positif. Kemungkinan dermatom yang terkena pada…
C5
C6
C7
C8
T1
Wanita 50 tahun datang ke UGD RS Jati Rejo dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Nyeri dirasakan sejak 5 hari yang lalu dan 6 jam sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri hebat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vesikel di perut kanan bawah bergerombol dan membentuk garis. Apa pola nyeri yang terjadi pada kasus di atas?
Psikogenik
Visceral Pain
Somatic
Miotome
Neuropatik Pain
Ny. Y, 40 tahun datang dengan keluhan tangan dan kaki kanan terasa kebas, pasien juga mengeluhkan tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki kanannya. Pasien juga mengeluhkan pandangan kabur yang hilang timbul, disertai dengan kesulitan menahan kencing. Ny. Y mengatakan keluhan ini kambuhan dan ini merupakan serangan yang ketiga kalinya. Pemeriksaan fisik: TD 110/70, Nadi 84×/menit, Suhu 36,5°C. Pemeriksaan laboratorium Hb 11 g/dL, leukosit 9.600/µL, trombosit 250.000/µL, sputum BTA negatif. Kemungkinan diagnosis pada kasus di atas adalah…
Polineuropati
Defisiensi vitamin B12
Arnold–Chiari malformation
Sarkoidosis
Multipel sklerosis
Laki-laki usia 32 tahun terjatuh ke tanah sewaktu joget di atas panggung, dengan kepala terjatuh lebih dulu dan leher terpelintir. Kesan umum pasien sadar dan bisa jalan dengan normal. Pada pemeriksaan fisik pasien tidak dapat melakukan gerakan abduksi, fleksi maupun rotasi bahu; lengan bawah tak dapat digerakkan dengan posisi pronasi, sedangkan tangan dan jari-jari tangan masih bisa digerakkan secara normal; kulit bahu dan lengan sebelah lateral hipoestesi. Bagaimana diagnosis topis pasien ini?
C4–5
C5–6
C6–7
C7–8
C8–T1
Ny. Mendut, 48 tahun datang dengan keluhan nyeri pada bahu yang menjalar tangan. Pasien mengeluh nyeri kesemutan dirasa dari leher sampai bahu hingga jari manis dan kelingkingnya. Nyeri bertambah berat jika kepala dimiringkan. Pasien merupakan tukang jual kue berkeliling yang dijunjung di atas kepala. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, nyeri leher bertambah saat ekstensi, kelemahan ekstensi siku dan pergerakan jari-jari, hipestesia positif, Spurling test positif. Diagnosis pasien ini?
Cedera pleksus brachialis
Neuropati perifer
Radikulopati C5–C6
Radikulopati C6–C7
Radikulopati C7–C8
Tangan bawah dalam posisi supinasi dan fleksi ringan, pergelangan tangan dorsifleksi, jari 4 dan 5 tidak bisa ekstensi sepenuhnya. Apa diagnosis kasus di atas?
Erb-Duchenne Palsy
Klumpke-Dejerine Palsy
Cerebral Palsy
Bell’s Palsy
Saturday Night Palsy
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke IGD karena tiba-tiba tidak bisa berjalan sejak 3 hari yang lalu. Pada anamnesis diketahui pasien mengalami demam 1 minggu yang lalu, disertai batuk, mual, muntah, dan sakit kepala. Riwayat trauma disangkal. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan kekuatan kaki kanan 5 dan kaki kiri 3. Sensibilitas kedua tungkai normal. Refleks fisiologis kaki kanan normal dan kaki kiri menurun. Diagnosis pada pasien adalah
Miastenia gravis
Guillain Barre syndrome
Polymiositis
Mielitis transversa
Poliomielitis
Pasien anak 15 tahun, datang dengan keluhan kelemahan tungkai kiri sejak 2 hari yang lalu yang muncul secara mendadak. Pasien memiliki riwayat demam sebelumnya. Riwayat imunisasi dikatakan tidak lengkap. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan penurunan refleks fisiologis, namun tidak ditemukan gangguan sensibilitas. Apakah penyebab yang paling mungkin mendasari dan bagian yang mengalami kelainan kondisi di atas adalah
Infeksi virus, cornu anterior medula spinalis
Autoimun, cornu anterior medula spinalis
Tumor medula spinalis, radix spinalis medula spinalis
Infeksi virus, radix spinalis medula spinalis
Autoimun, neuromuscular junction
Seorang pasien laki-laki usia 15 tahun datang ke RS dengan keluhan lumpuh pada kaki dan tangan sejak 3 hari yang lalu. Pasien hanya bisa berbaring dan tidak dapat menggerakkan tungkainya. Diagnosis pasien
Poliomielitis tipe non paralitik
Poliomielitis tipe spinal
Poliomielitis tipe bulbar
Poliomielitis tipe spinobulbar
Poliomielitis tipe episodik
Anak perempuan usia 5 tahun dibawa oleh ibunya karena seluruh anggota gerak lumpuh. Keluhan sejak 2 minggu yang lalu. Riwayat demam (+). Terdapat gejala kesulitan bernafas. Pemeriksaan refleks fisiologis dan neurologis mengalami penurunan. Diagnosis
Poliomielitis tipe spinal
Poliomielitis tipe bulbar
Poliomielitis tipe bulbospinal
Poliomielitis tipe non periodic
Poliomielitis tipe periodic
Ny. Vehiculum, 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan sulit menelan. Pasien mengeluhkan juga sulit untuk membuka kelopak matanya. Pasien mengaku suaranya sering hilang terutama saat sore hari. Keluhan sudah dialami selama 6 bulan terakhir ini. Wartenberg test positif. Mekanisme yang mendasari kasus ini adalah
Gangguan pada reseptor dopaminergik
Proses demyelinisasi saraf tepi
Autoantibodi yang merusak reseptor asetilkolin di neuromuscular junction
Ikatan kompleks imun dengan reseptor
Inhibisi reseptor GABA
Pasien Tn. A umur 28 tahun datang ke poli saraf karena mengeluhkan kelopak matanya yang terjatuh, tangan dan kaki yang melemah. Keluhan juga disertai dengan suara yang semakin serak. Seluruh keluhan dirasakan utamanya saat menjelang sore hari dan membaik pada pagi hari. TTV dalam batas normal. Apakah kemungkinan diagnosis untuk pasien di atas
Sindrom Guillain-Barré (SGB)
Miastenia gravis
Poliomielitis
Sindrom Horner
Miastenia crisis
Pasien Tn. A umur 28 tahun datang ke poli saraf karena mengeluhkan kelopak matanya yang terjatuh, tangan dan kaki yang melemah. Keluhan juga disertai dengan suara yang semakin serak. Seluruh keluhan dirasakan utamanya saat menjelang sore hari dan membaik pada pagi hari. TTV dalam batas normal. Dimanakah letak kelainan pada penyakit tersebut
Ganglioside
Neurosiode
Neuromuscular junction
Pre sinaps
Inti sel
Wanita 42 tahun datang ke Puskesmas mengeluh mata sulit dibuka dan mudah lelah sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan ini biasanya muncul saat sore hari dan membaik pagi hari. Dari pemeriksaan nervus cranialis didapatkan ptosis bilateral dan otot ekstrinsik mata dalam batas normal. Dokter meminta pasien untuk melihat suatu fokus benda di atas pasien tanpa berkedip. Pemeriksaan apa yang dilakukan oleh dokter tersebut
Tes tensilon
Tes wartenberg
Tes peek sign
Tes naffziger
Tes neostigmin
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke poliklinik umum dengan keluhan sering terasa lemas di tangan dan kaki terutama pada saat sore hari setelah kelelahan beraktivitas selama 3 bulan terakhir. Rasa lemas akan menghilang setelah istirahat atau bangun tidur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptosis pada kedua mata dan hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan titer antibodi reseptor asetilkolin. Apakah terapi farmakologis yang tepat
Pramipeksol
Metotreksat
Mekobalamin
Piridostigmin
Kalium klorida
Ny. A umur 45 tahun diantar oleh suaminya ke puskesmas dengan keluhan kelopak mata yang sering terjatuh. Keluhan juga disertai dengan kelemahan pada tangan dan kaki utamanya jika telah sore hari tapi membaik pada pagi hari. Keluhan telah dialami sejak 3 bulan lalu. Apakah pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien tersebut
Romberg
Wartenberg
Tinel
Phalen tes
Brudzinsky I
Seorang laki-laki umur 65 tahun diantar keluarganya ke Rumah Sakit karena mengeluh tangan kanan yang gemetar tanpa bisa dikendalikan, terutama saat istirahat. Selain itu, pasien juga mengalami kekakuan utamanya saat berjalan. TD 130/80 mmHg, N: 80x, P: 20x/menit, T: 36,5. Pemeriksaan fisik wajah pasien terlihat seperti topeng. Saat ini pasien sedang menderita skizofrenia dan mendapatkan pengobatan antipsikotik. Apakah kemungkinan penyakit yang dialami oleh pasien ini
Parkinson disease
Akathisia
Parkinsonism
Chorea Huntington
Tardive dyskinesia
Seorang laki-laki umur 70 tahun diantar keluarganya ke Rumah Sakit karena mengeluh tangan kanan yang gemetar tanpa bisa dikendalikan saat istirahat. Selain itu, pasien juga mengalami kekakuan utamanya saat berjalan. TD 130/80 mmHg, N: 80x, P: 20x/menit, T: 36,5. Pemeriksaan fisik wajah pasien terlihat seperti topeng. Riwayat konsumsi obat stroke, trauma kepala disangkal. Apakah terapi yang tepat pada pasien ini
Pramapixole
Selegiline
Amantadine
Bromokriptin
Levodopa
Seorang laki-laki umur 65 tahun diantar keluarganya ke Rumah Sakit karena mengeluh tangan kanan yang gemetar tanpa bisa dikendalikan saat istirahat. Selain itu, pasien juga mengalami kekakuan utamanya saat berjalan. TD 130/80 mmHg, N: 80x, P: 20x/menit, T: 36,5. Pemeriksaan fisik wajah pasien terlihat seperti topeng. Riwayat konsumsi obat stroke, trauma kepala disangkal. Apakah kemungkinan penyakit yang dialami oleh pasien ini
Parkinson disease
Akathisia
Parkinsonism
Chorea Huntington
Tardive dyskinesia
Tn. Ji Chang Wook, 65 tahun dibawa anaknya ke rumah sakit karena kesulitan untuk berjalan dan kaku. Pasien mengeluh tangan kanan awalnya sering bergetar sendiri saat istirahat, kemudian diikuti tangan kirinya sekitar 3 bulan yang lalu. Sehari-hari pasien beraktivitas dibantu orang lain. Pemeriksaan neurologis didapatkan cogwheel phenomenon dan bradikinesia. Di manakah letak struktur yang mengalami gangguan pada pasien ini
Cerebral cortex
Brainstem
Thalamus
Basal ganglia
Cerebellum
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang dengan keluhan tangan gemetar sejak 1 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluh sulit berjalan lurus dan sering terjatuh saat berjalan sendiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/80 mmHg, nadi 90 x/menit, suhu 37 °C, RR 20 x/menit, masked face (+), pill rolling tremor (+), rigiditas (+). Di manakah letak kelainan pada kasus tersebut
Hipofisis
Pons
Putamen
Capsula interna
Substantia nigra
Tn. A umur 73 tahun masuk RS karena keluhan gemetar pada kedua tangannya utamanya saat beristirahat. Keluhan dialami sejak kurang lebih satu tahun lalu. Saat berjalan, pasien sering terjatuh karena kehilangan keseimbangan. TTV dalam batas normal. Menurut dokter pasien ini mengalami Parkinson disease. Stadium berapakah Parkinson yang dialami oleh pasien
Stadium I
Stadium II
Stadium III
Stadium IV
Stadium V
Seorang anak laki-laki usia 18 tahun, dirasa mata kirinya nampak agak tidak simetris. Bagian hitam dari mata kiri tidak sama dengan mata kanan, dengan kelopak mata kiri tertutup sebagian, serta tidak pernah berkeringat pada wajah sebelah kiri. Tidak ada riwayat trauma. Pada pemeriksaan fisik, tanda vital dalam batas normal, pupil anisokor 5 mm / 3 mm, ptosis (+) palpebra sinistra. Pemeriksaan rontgen paru dan CT scan kepala dalam batas normal. Ayah pasien juga sering mengalami hal yang sama. Diagnosa topis pada pasien ini adalah
Nervus optikus
Nervus okulomotor
Nervus trigeminus
Nervus simpatis
Nervus parasimpatis
Laki-laki, 56 tahun, post stroke perdarahan 2 bulan lalu, saat control perihal obat strokenya. Ketika diajak bicara oleh dokter pasien tidak dapat mengeluarkan suara saat ingin berbicara dan pasien sulit untuk menjulurkan lidah. Saraf berapakah yang bermasalah pada pasien tersebut?
N. VII
N. VII & IX
N. VII & IX
N. IX & XII
N. XII
Perempuan, 30 tahun, nyeri wajah kiri sejak 3 hari lalu. Episodik 30–50 detik setiap serangan. Nyeri bertambah saat mengunyah dan sikat gigi. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Tatalaksana farmakologis yang tepat?
Karbamazepin 600–1600 mg/hari
Gabapentin 50–75 mg/hari
Ibuprofen 400 mg/hari
Pregabalin 300–3600 mg/hari
Meloksikam 15 mg/hari
Seorang perempuan datang dengan keluhan mulut mencong ke kanan. Pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan otot orbicularis kiri, kerutan dahi sebelah kiri hilang, refleks pupil dan kornea normal, tidak ada kelemahan anggota gerak dan lidah. Rasa kecap 2/3 anterior lidah berkurang. Pasien tidak ada riwayat trauma atau penyakit lain sebelumnya. Diagnosis topis pada pasien ini adalah
Nervus VII UMN dekstra
Nervus VII LMN dekstra
Nervus VII UMN sinistra
Nervus VII LMN sinistra
Nervus VII UMN dan LMN sinistra
Seorang perempuan datang dengan keluhan mulut mencong ke kanan. Pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan otot orbicularis kiri, kerutan dahi sebelah kiri hilang, refleks pupil dan kornea normal, tidak ada kelemahan anggota gerak dan lidah. Rasa kecap 2/3 anterior lidah berkurang. Pasien tidak ada riwayat trauma atau penyakit lain sebelumnya. Diagnosis klinis pasien adalah
Stroke non hemoragik
Bell’s palsy
Stroke hemoragik
Malingering
Neuralgia trigeminal
Perempuan, 27 tahun, datang dengan keluhan saat tersenyum bibir tertarik ke kiri, wajah asimetris, mata kanan memerah dan dahi kanan tidak terdapat kerutan pada waktu diangkat. Pemeriksaan tanda vital: TD 120/80 mmHg, RR 18x/menit, suhu 36,5 ∘ C, nadi 84x/menit, keempat ekstremitas normal. Pasien memiliki riwayat berpergian malam menggunakan sepeda motor untuk bekerja. Etiologi tersering dari gangguan yang terjadi pada pasien ini adalah?
Autoimun
Infeksi
Idiopatik
Trauma
Keganasan
Perempuan, 27 tahun, datang dengan keluhan saat tersenyum bibir tertarik ke kiri, wajah asimetris, mata kanan memerah dan dahi kanan tidak terdapat kerutan pada waktu diangkat. Pemeriksaan tanda vital: TD 120/80 mmHg, RR 18x/menit, suhu 36,5 ∘ C, nadi 84x/menit, keempat ekstremitas normal. Pasien memiliki riwayat berpergian malam menggunakan sepeda motor untuk bekerja. Terapi yang tepat adalah?
Prednison 1 mg/kgBB
Prednison 2 mg/kgBB
Prednison 3 mg/kgBB
Prednison 4 mg/kgBB
Prednison 5 mg/kgBB
Tn. Suroso, 26 tahun, datang dengan keluhan kelemahan gerak pada kedua tungkai sejak 3 jam lalu setelah jatuh dari pohon. Pasien juga mengeluh tidak terasa dengan rangsangan nyeri dan suhu dari ujung kaki sampai setinggi umbilikus. TTV stabil. Pemeriksaan neurologi: hipestesi dari umbilikus hingga ujung kaki, kekuatan motorik tungkai bawah 2222/2222, tonus otot meningkat, refleks fisiologis meningkat, refleks patologis +/+. Manakah kemungkinan letak diagnosis topis yang sesuai dengan kasus tersebut?
Medulla spinalis T4
Medulla spinalis T6
Medulla spinalis T10
Medulla spinalis L1
Medulla spinalis T1
Tn. Mijon, 47 tahun, dibawa ke puskesmas setelah terjatuh dari atap bis pada waktu mencuci bisnya. Pasien mengeluhkan lengan dan tungkai kiri sulit untuk digerakkan, kemudian pasien merasa kebas dan kesemutan mulai dari tangan kanan hingga ke kaki kanan. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan hemiparese sinistra, hipestesia dextra, dan retensio urine. Diagnosis yang paling mungkin adalah
Anterior cord syndrome
Posterior cord syndrome
Central cord syndrome
Brown-Sequard syndrome
Complete spinal transection
Tn. Poltak, 39 tahun, dibawa ke UGD RS setelah kecelakaan lalu lintas sekitar 1 jam lalu. Ditemukan kedua tangan dan kakinya sulit untuk digerakkan tetapi lebih lemah pada kedua tangan. Tanda vital: TD 120/80 mmHg, nadi 98x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,4 ∘ C. Hilangnya sensasi nyeri dan suhu pada kedua kaki. Propriosepsi dan vibrasi kedua sisi tubuh terganggu dari umbilikus ke bawah. Diagnosis yang paling mungkin adalah
Brown-Sequard Syndrome
Anterior Cord Syndrome
Posterior Cord Syndrome
Central Cord Syndrome
Complete spinal transection
Tn. Kim Tae he, 28 tahun, dibawa ke UGD setelah jatuh dari atap rumah. Pasien sulit merasakan kedua tungkai dan menggerakkannya. Gangguan BAK dan BAB tidak ada. Pemeriksaan neurologis: paraparesis, tonus otot spastik, refleks fisiologis patella dan achilles meningkat, refleks Babinski +, hipestesi setinggi pusar ke bawah. Tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini?
Citicolin 3 × 500 mg IV
Mecobalamin 3 × 500 mg IV
Diazepam 3 × 10 mg IV
Immunoglobulin 0,4 g/kgBB IV
Metilprednisolon 30 mg/kgBB IV
Pasien laki-laki usia 17 tahun datang dengan keluhan kejang seluruh tubuh. Kejang bersifat kaku. Mata terbelalak ke atas, lidah tergigit sehingga berdarah. Tanda vital dan pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Apakah tipe kejang pada pasien?
Tonik
Mioklonik
Mioklonik
Absan
Tonik klonik
An. Doong Boon, 10 tahun, dibawa ke dokter dengan keluhan tiba-tiba kejang tangan sisi tubuh sebelah kirinya, awalnya sisi kiri wajah pasien seperti bergerak-gerak sendiri lalu diikuti lengan dan tungkai kirinya. Selama kejang pasien masih sadar. Kejang berlangsung selama 5 menit. Riwayat kejang sebelumnya satu tahun lalu. Bangkitan kejang yang dialami pasien ini adalah?
Kejang klonik
Kejang tonik klonik
Kejang tonik
Kejang parsial kompleks
Kejang parsial simpleks
An. Lee, 4 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan kejang selama 20 menit di rumah. Kejang kaku tangan dan kaki kemudian kelojotan seluruh tubuh. Setelah kejang pasien tidak sadar dan langsung dibawa ke RS. Setibanya di RS, pasien kembali mengalami kejang selama kurang lebih 5 menit dan tidak sadar kembali. Riwayat kejang 1 tahun lalu tanpa disertai demam. Nadi 120x/menit, RR 20x/menit, suhu 39 ∘ C, fisik lain dalam batas normal. Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
Epilepsi grand mal
Kejang demam sederhana
Kejang demam komplikata
Epilepsi klonik
Status epileptikus
Laki-laki usia 30 tahun dibawa ke UGD RS karena kejang. Kejang sudah berulang hingga 5 kali dengan durasi masing-masing kejang 3–5 menit. Sampai saat ini pasien belum sadar. Saat kejang didapatkan mata mendelik ke atas dan badan kaku seluruh tubuh. Pasien memiliki riwayat kejang waktu kecil dan rutin berobat sampai dewasa. Dua bulan ini pasien tidak mengonsumsi obat karena sudah dikira sembuh. Pada pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Tindakan apa yang tepat dilakukan untuk pasien tersebut?
Langsung diberikan diazepam rektal 5 mg
Langsung diberikan fenitoin rektal 10 mg
Pasang infus terlebih dahulu, jika gagal infus berikan diazepam rektal 10 mg; jika berhasil infus berikan diazepam intravena
Pasang infus terlebih dahulu, jika gagal infus berikan diazepam tablet 5 mg; jika berhasil infus berikan diazepam intravena
Pasang infus terlebih dahulu, jika gagal infus berikan diazepam rektal 10 mg; jika berhasil infus berikan fenitoin intravena
Pasien laki-laki 26 tahun dibawa oleh keluarga dengan kejang disertai keluhan penurunan kesadaran. Kejang awalnya hentakan pada tubuh sebelah kanan lalu menjalar ke tubuh sebelah kiri. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 , HR 80, RR 20, T 37,2 ∘ C. Pemeriksaan neurologis tidak dijumpai kaku kuduk, refleks fisiologis (+), refleks patologis (−). Apakah diagnosis pada kasus di atas?
Epilepsi parsial sederhana
Epilepsi grand mal
Epilepsi parsial kompleks
Epilepsi umum sekunder
Epilepsi tonik klonik
Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan kejang. Sebelum kejang pasien sempat berteriak dahulu, kemudian muncul kekakuan seluruh tubuh diikuti dengan kelojotan dan mulut berbusa. Saat keluhan pasien tidak demam ataupun memiliki keluhan lain. Kemungkinan kejang pada pasien adalah
Klonik
Petit mal
Grand mal
Secondary generalized seizures
Tonik
Anak usia 3 tahun dibawa oleh ibunya ke poliklinik saraf dengan keluhan seringkali anaknya bengong beberapa saat ketika diajak bicara atau mengerjakan sesuatu, dan cepat sadar kembali setelahnya serta tidak ingat apa pun. Saat ditanya dokter, anaknya masih mendapatkan ranking 5 besar di kelasnya pada waktu sekolah. Pada pemeriksaan EEG ditemukan gambaran spike–wave paroxysm dengan frekuensi 3 Hz, simetris dan sinkron. Apa kemungkinan pengobatan yang tepat untuk pasien tersebut?
Asam valproat
Carbamazepin
Diazepam
Fenobarbital
Ethosuximide
Anak berusia 15 tahun dibawa ke UGD RS karena kejang selama 1 jam. Saat kejang pasien tidak sadar. Kejang tidak berulang. Saat kejang didapatkan mata mendelik ke atas, keempat ekstremitas kelojotan dan mulut mengeluarkan busa. Sebelumnya ada riwayat demam 3 hari. Pasien memiliki riwayat kejang waktu kecil tetapi tidak didahului demam. Pemeriksaan fisik: BB 30 kg dan suhu 39 ∘ C; pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Diagnosis pada pasien ini adalah
Kejang demam sederhana
Kejang demam komplikata
Epilepsi grand mal
Status epileptikus
Epilepsi parsial sederhana
Laki-laki, 31 tahun, dibawa ke IGD karena kejang klojotan. Kejang terjadi pada tangan dan kaki kanan saja, disertai penurunan kesadaran. Sesaat sebelum kejang pasien melihat kilatan-kilatan cahaya dan awan putih. Pada saat kejang pasien tampak bengong dan sesaat kemudian kejang. Apa kemungkinan diagnosis yang terjadi pada pasien tersebut?
Epilepsi parsial simpleks
Epilepsi parsial kompleks
Epilepsi general sekunder
Epilepsi general klonik
Epilepsi general tonik klonik
An. Taeyeon, 11 tahun, datang karena digigit kucing pada leher. Saat itu pasien sedang bermain di halaman, kemudian kucing liar mendekati, menggigit, dan mencakar. Setelah menggigit, kucing tersebut menghilang. Pemeriksaan fisik: vulnus morsum multipel dengan dasar jaringan otot, regio colli dextra. Terapi yang paling tepat?
Pembersihan luka
Pembersihan luka + VAR
Pembersihan luka + SAR + VAR
Pembersihan luka + Antibiotik
Pembersihan luka + SAR
Tn. Taeyang, 50 tahun, dibawa ke UGD dengan keluhan lemah pada tubuh sebelah kanan sejak 5 hari dan muntah beberapa kali. Keluhan memberat berangsur-angsur, demam (+). Riwayat nyeri kepala sejak 3 bulan lalu, makin memberat, telinga sering mengeluarkan cairan nanah berbau. TD 140/80, N 88, RR 24, T 38,9. Paresis NVII D UMN dan N. VI bilateral. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Stroke hemoragik
Tumor intrakranial
Abses otak
Toxoplasmosis cerebri
HIV + komplikasi intracranial
Tn. Nam Joo hyuk, 29 tahun, dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak 2 hari. Awalnya mengantuk hingga sulit dibangunkan. Pasien sempat kejang 1x di rumah hari ini. Demam + 5 hari, kaku leher, keluar cairan nanah berbau dari telinga kanan. TD 130/80, N 98, RR 24, T 38,9, kaku kuduk +, kernig +. DL: Hb 15 g/dl, leukosit 13850, Plt 300.000. Diagnosis yang paling sesuai adalah?
Meningitis viral
Toxoplasmosis serebri
Meningoensefalitis bakterial
Abses serebri
Meningitis tuberkulosa
Anak 14 tahun dibawa ke IGD RS dengan penurunan kesadaran sejak 30 menit. Dua jam sebelumnya pasien kejang. Riwayat batuk 3 bulan disertai demam 1 minggu. TD 100/70 mmHg, HR 100x/menit, RR 23x/menit, suhu 38°C. Pemeriksaan fisik kaku kuduk (+). Pada pemeriksaan LCS didapatkan leukosit dominan limfosit, glukosa menurun. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Meningoensefalitis bakteri
Meningitis virus
Meningitis tuberculosis
Meningoensefalitis tuberculosis
Meningoensefalitis fungi
Ny. Risa, 30 tahun, sulit dibangunkan sejak 5 jam. Keluarga menyatakan pasien sangat mengantuk selama 2 hari terakhir. Riwayat diare kronik, riwayat promiskuisitas (+). Pemeriksaan fisik: sangat kurus, suhu 38,5°C, kesadaran sopor, ketika leher difleksikan pasif lutut ikut fleksi. MRI menunjukkan contrast enhancing multiple lesions. Apakah diagnosa pada kasus ini?
Cerebral TB
Cysticercosis
Encephalitis viral
Toxoplasmosis cerebri
Tumor cerebri metastase
Laki-laki usia 39 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan lemah pada tubuh sebelah kanan sejak 5 hari. Keluhan memberat berangsur-angsur. Demam (+). Riwayat batuk lama dan penurunan BB signifikan sejak 6 bulan terakhir. TD 130/70, N 84, RR 24, T 38,9. Pareses NVII S UMN dan N. VI bilateral. CT scan menunjukkan Single ring Enhancement. Kemungkinan diagnosinya adalah?
Abses otak e.c TB otak
Meningitis
Ensefalitis bakterial
HIV
TB paru
Perempuan usia 20 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemah anggota gerak kanan selama 3 hari, nyeri kepala berdenyut, demam 1 minggu, muntah menyemprot terutama pagi hari. GCS 234, TD 120/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 20 x/menit, T 38°C. Pemeriksaan neurologis: kaku kuduk (-), hemiparese dextra. Riwayat telinga mengeluarkan cairan 2 bulan lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat untuk pasien?
Pemeriksaan LCS
Kultur darah
Foto polos kepala
CT scan dengan kontras
MRI
Perempuan usia 33 tahun dibawa ke UGD karena tidak sadar sejak kurang lebih 2 hari. Demam (+), riwayat nyeri kepala (+), pernah kejang sebanyak 2 kali 4 hari lalu. D 120/70, T 39°C, GCS E2M4V3, kaku kuduk (-). CT Scan menunjukkan multiple ring enhancement lesion. Apakah kemungkinan penyebab keluhan pasien di atas?
Cerebral toxoplasmosis
Cerebral TB
Cryptococcus neoformans
CMV
Meningitis
Ny. S, 38 tahun, baru saja digigit anjing peliharaan di tangan kanan saat hendak memberi makan. Riwayat vaksin pada anjing (-). Untuk memastikan apakah anjing tersebut positif rabies harus dilakukan pengiriman sampel segera ke laboratorium. Sampel yang dimaksud adalah?
Sampel darah
Air liur
Potongan kepala
Feses
Air kencing
Anak laki-laki 8 tahun datang ke IGD diantar ibunya karena baru digigit anjing liar pada kaki kanan 1 jam sebelum masuk rumah sakit. Status lokalis regio cruris dextra: vulnus morsum dengan dasar luka berupa dermis. Tatalaksana awal yang harus dilakukan adalah?
Lakukan penjahitan luka
Pembersihan luka dengan menggunakan air sabun
Suntik TT
Berikan VAR+SAR
Berikan VAR
Tn. D, 29 tahun, datang ke puskesmas dengan demam 4 hari, nyeri saat menelan, mual tanpa muntah. Pasien mengaku pernah digigit anjing liar yang mengamuk pada betis sejak 1 bulan lalu namun belum berobat. Hasil biopsi spesimen otak anjing dinyatakan positif rabies. Termasuk pada stadium apakah pasien tersebut?
Stadium prodromal
Stadium sensoris
Stadium eksitasi
Stadium paralisis
Stadium patetic
Seorang laki-laki, 30 tahun, datang dengan luka di kaki kiri. Pasien mengatakan 1 hari lalu kaki kiri digigit anjing miliknya sendiri di rumah. Pemeriksaan fisik: vulnus morsum, jaringan subkutan (-), perdarahan aktif (-). Apabila diperlukan pemberian vaksin anti rabies, maka cara pemberian yang benar adalah?
0,5 cc SC sebanyak dua dosis pada hari 0, kemudian 0,5 cc SC pada hari ke-7 dan hari ke-21
0,5 cc IM sebanyak dua dosis pada hari 0, kemudian 0,5 cc IM pada hari ke-7 dan hari ke-21
1 cc IM sebanyak dua dosis pada hari 0, kemudian 0,5 cc IM pada hari ke-7 dan hari ke-21
1 cc SC sebanyak dua dosis pada hari 0, kemudian 0,5 cc IM pada hari ke-7 dan hari ke-21
0,5 cc IM sebanyak dua dosis pada hari 1, kemudian 0,5 cc IM pada hari ke-2 dan hari ke-21
Ny. Goo Ha Ra, 35 tahun, dibawa ke UGD RS dengan keluhan bicara tidak jelas secara tiba-tiba sejak 2 jam saat menonton televisi. Pasien berusaha menyatakan keluhannya tetapi kata-katanya sedikit mempunyai arti dan tidak terarah. Pada anamnesis, pasien tidak mengerti pertanyaan dokter. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Disfasia
Parafasia
Afasia global
Afasia motorik
Afasia sensorik
Tn. Lee Min Ho, 70 tahun, dibawa keluarganya dengan keluhan sulit berkomunikasi. Pasien mampu mengerti ketika diajak berbicara dan dapat melakukan perintah dokter, tetapi kesulitan untuk berkata-kata dan pasien masih dapat mengulangi apa yang dokter perintahkan. Kelainan yang dialami oleh pasien ini adalah?
Afasia transkortikal motorik
Afasia wernicke
Afasia transkortikal mixed
Afasia global
Afasia transkortikal sensorik
Pasien laki-laki 69 tahun datang ke IGD dengan keluhan bicara kacau. Pasien tidak dapat memahami pertanyaan dan perintah dokter, namun ketika diminta mengulang kata-kata yang diucapkan oleh pemeriksa pasien dapat mengulanginya. Apakah kelainan yang dialami oleh pasien tersebut?
Afasia transkortikal sensoris
Afasia global
Afasia transkortikal motorik
Disartria
Afasia sensoris
Perempuan 40 tahun datang ke RS untuk fisioterapi setelah terkena stroke pada sisi tubuh kanan. Selain kelemahan separuh badan, pasien tampak sulit untuk berbicara namun mengerti apa yang diucapkan oleh orang lain. Menurut keluhan pasien di atas, area berapakah di otak yang mengalami kerusakan?
Area 44-45
Area 41-42
Area 17-18
Area 22
Area 8
Seorang laki-laki usia 45 tahun dikeluhkan oleh keluarganya tidak bisa diajak berbicara. Pasien mempunyai riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan tidak rutin control. Saat datang di UGD, GCS 4x6 Tensi 170/100 Nadi 88x/menit regular RR 20x/m Tax 37°C. Pemeriksaan Neurologis ditemukan Hemiparese Dextra, parese nervus cranialis vii dan xii dextra. Ketika pasien ditanya, pasien dapat menjawab pertanyaan namun tidak dapat dimengerti oleh pemeriksa. Ketika disuruh melakukan perintah, pasien bisa melakukan. Apa nama kelainan ini?
Afasia anonim
Afasia motorik
Afasia transkortikalis motorik
Afasia sensorik
Afasia transkortikalis sensorik
Tn. Lali Ngomong, 66 tahun, pasca stroke 2 minggu SMRS tidak bisa bicara. Ketika ditanya pasien tampak tidak dapat memahami pertanyaan dan perintah dokter. Ketika pasien diminta untuk mengulang kata yang diucapkan oleh pemeriksa, pasien bisa mengulang. Kelainan yang dialami pasien disebut:
Afasia Transkortikal Sensorik
Afasia Global
Afasia Transkortikal Motorik
Afasia Konduksi
Afasia Transkortikal Mixed
Tn. S, 57 tahun datang dengan keluhan kelemahan setengah badan sebelah kanan, disertai dengan bicara pelo (+), riwayat HT, DM (+). Pemeriksaan Fisik: hemiparesis, palsy N VII, XII dekstra. Keluhan membaik setelah 6 jam. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Transient Ischemic Attack
Reversible Ischemic Neurological Deficit
Stroke non hemoragik
Stroke hemoragik
Pseudostroke
Seorang wanita 65 tahun datang ke IGD RSUD dengan keluhan 4 jam yang lalu pasien merasakan kelemahan anggota gerak kiri, disertai nyeri kepala dan pandangan mata kabur. Pasien juga mengeluh bicara pelo. Saat ini pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Riwayat DM dan HT disangkal. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Stroke Iskemik
Stroke Trombotik
Transient Ischemic Attack
Intoksikasi
Penurunan kesadaran akibat obat
Laki-laki berusia 65 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bicara pelo sejak 2 jam yang lalu. Keluhan dirasakan saat pasien baru bangun tidur dan saat ini pasien sudah bisa bicara normal. Pasien memiliki hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. Pada saat pemeriksaan, tidak ditemukan defisit neurologis fokal. Apakah terapi yang diberikan pada pasien tersebut?
Citicolin
Warfarin
Piracetam
Aspirin
Clobazam
Tn. H, 52 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan lemah sisi kanan yang dialami secara tiba-tiba saat bangun tidur. Riwayat DM dan HT (+) berobat teratur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/100 mmHg, nadi 90x/menit, suhu 36°C, RR 20x/menit. Pada hasil EKG didapatkan Atrial Fibrilasi. Diagnosis pada pasien tersebut adalah?
Stroke trombosis
Stroke emboli
Perdarahan subarachnoid
TIA
Perdarahan epidural
Tn. Kim so yoon, 53 tahun mengeluhkan kepala terasa melayang dan oleng ketika akan berjalan. Pasien juga mengeluhkan adanya gangguan penglihatan. Keluhan muncul dirasakan tiba-tiba setelah pasien mengeluh nyeri kepala sebelah kiri. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan kolesterol yang tidak terkontrol. Keluhan ini membaik setelah 12 jam. Diagnosis yang paling sesuai untuk kasus ini adalah?
Stroke hemoragik
Stroke non hemoragik
TIA sistem karotis
TIA sistem vertebrobasiler
Vertigo central
Ny. lee an, 55 tahun dibawa keluarga ke Puskesmas dengan keluhan wajah perot saat 5 jam yang lalu. Bicara kurang jelas. Keluhan kelemahan sesisi disangkal. Riwayat kesemutan sisi wajah kanan dan tangan kanan (+). Riwayat DM 5 tahun tidak rutin kontrol. Pemeriksaan status generalis dalam batas normal, neurologis dalam batas normal, defisit neurologis -. Dari hasil pemeriksaan lab GDA 230, Chol total 219. Apakah tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini?
Obat antidilatet, edukasi, pulangkan pasien
Rujuk ke radiologi untuk di CT scan
Rujuk untuk segera dilakukan r-TPA
Rawat inap 1×24 jam di Puskesmas
Aspilet tab, rujuk ke dokter saraf
Tn. jung Joon young usia 55 tahun diantar ke UGD karena kesadaran menurun mendadak disertai sakit kepala dan muntah-muntah. Tidak ada riwayat kejang, diare ataupun demam. Pada pemeriksaan didapatkan GCS: E2M4V2 = 8, tekanan darah 200/110 mmHg, frekuensi napas 24×/menit. Pemeriksaan motorik kesan hemiparesis kanan, Babinski kanan (+). Apakah diagnosis pasien tersebut?
Stroke batang otak
Stroke dengan dehidrasi
Stroke hemisfer serebri kiri
Stroke hemisfer serebri kanan
Stroke hemisfer serebelum kiri
Seorang perempuan berusia 55 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS dengan keluhan lengan dan tungkai kanan tidak dapat digerakkan saat pasien bangun dari tidur sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik kesadaran CM, TD 170/100 mmHg, HR 88 x/menit reguler, RR 20 x/menit. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kekuatan otot ekstremitas kanan 3 dan ekstremitas kiri 5. Terdapat riwayat hipertensi dan diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan CT scan kepala menunjukkan adanya gambaran hipodens di regio frontal kiri. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Transient Ischemic Attack
Stroke Iskemik
Stroke Hemoragik
Tumor Otak
Reversible Ischemic Neurological Deficit
Seorang perempuan berusia 25 tahun dibawa ke UGD RS oleh suaminya karena tiba-tiba sulit diajak komunikasi sejak 1 jam yang lalu. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri kepala hebat terutama di bagian belakang kepala disertai muntah. Riwayat sakit kepala serupa sejak 1 tahun yang lalu, namun bila beristirahat keluhan membaik. Riwayat penyakit lainnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, GCS E3M5V3, kaku kuduk (+), lainnya dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Stroke Iskemik et causa Embolus
Stroke Iskemik et causa Trombus
Perdarahan Subaraknoid
Transient Ischemic Attack
Perdarahan Intraserebral
Tn. F, 56 tahun dibawa ke UGD dengan penurunan kesadaran. Sebelumnya sempat mengeluhkan nyeri kepala saat bekerja. Riwayat trauma -, HT dan DM +. GCS 15. TD 230/120 N 90 RR 25 t 37.6. Meningeal sign -, pupil bulat isokor 3mm, RC +/+, motorik kesan lateralisasi D, reflex patologis +. Terapi yang paling tepat diberikan pada pasien ini adalah?
Manitol IV
Nikardipin IV
Nifedipin sublingual
Aspirin
Steroid
