WorksheetsKuis Elektrolisis 1
Total questions: 136
Worksheet time: 1hrs 8mins
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan kalium iodida dielektrolisis menggunakan elektroda karbon. Pilih pasangan reaksi yang paling tepat.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: I2 + 2e− → 2I−; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: kalium iodida lelehan dielektrolisis menggunakan elektroda karbon. Pilih pasangan reaksi yang paling tepat.
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: I2 + 2e− → 2I−; Anoda: K → K+ + e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan natrium klorida dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 4OH− → O2 + 2H2O + 4e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: natrium klorida lelehan dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Na+ + e− → NaOH; Anoda: Cl− + H2O → HClO + H+ + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan tembaga(II) sulfat dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: Cu → Cu2+ + 2e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: SO4 2− → S + O2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan tembaga(II) sulfat dielektrolisis menggunakan elektroda tembaga.
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: Cu → Cu2+ + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: SO4 2− → SO3 + O−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan tembaga(II) sulfat dielektrolisis menggunakan katoda karbon dan anoda tembaga.
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: Cu → Cu2+ + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: Cu → Cu2+ + 2e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan perak nitrat dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: Ag → Ag+ + e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: NO3− + e− → NO2−; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan perak nitrat dielektrolisis menggunakan elektroda perak.
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: Ag → Ag+ + e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: NO3− + e− → NO2−; Anoda: Ag → Ag2+ + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan kalium sulfat dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2SO4 2− → S2O8 2− + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: O2 + 4e− → 2O2−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan natrium hidroksida dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 4OH− → O2 + 2H2O + 4e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: natrium hidroksida lelehan dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2O2− → O2 + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 4OH− → O2 + 2H2O + 4e−
Katoda: Na+ + e− → NaOH; Anoda: OH− → O2 + H+ + e−
Katoda: H+ + e− → H2; Anoda: O2− → O2 + e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: timbal(II) bromida lelehan dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Pb2+ + 2e− → Pb; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: Pb2+ + 2e− → Pb; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Br2 + 2e− → 2Br−; Anoda: Pb → Pb2+ + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan seng sulfat dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Zn2+ + 2e− → Zn; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Zn2+ + 2e− → Zn; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: SO4 2− → S + O2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan seng sulfat dielektrolisis menggunakan elektroda seng.
Katoda: Zn2+ + 2e− → Zn; Anoda: Zn → Zn2+ + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Zn2+ + 2e− → Zn; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: SO4 2− → SO3 + O−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan nikel(II) sulfat dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Ni2+ + 2e− → Ni; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: Ni → Ni2+ + 2e−
Katoda: Ni2+ + 2e− → Ni; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: SO4 2− → S + O2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan natrium nitrat dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: NO3− → NO2− + O−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: aluminium oksida lelehan dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Al3+ + 3e− → Al; Anoda: 2O2− → O2 + 4e−
Katoda: Al3+ + 3e− → Al; Anoda: C + 2O2− → CO2 + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Al3+ + 3e− → Al; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan kalium bromida dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang terjadi pada katoda dan anoda untuk sistem: larutan tembaga(II) klorida dielektrolisis menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: SO4 2− → S + O2 + 2e−
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Gas H2 di katode dan gas O2 di anode. Pilih sistem yang paling tepat.
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Logam Na terbentuk di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Logam Cu mengendap di katode, anode ikut larut.
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan H2SO4 encer dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Logam Cu mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Logam Ag mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Gas H2 di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan H2SO4 encer dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Gas H2 di katode dan gas Br2 di anode.
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Tidak ada logam terbentuk, hanya gas H2 dan O2.
Elektrolisis larutan H2SO4 encer dengan elektroda inert
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Gas H2 di katode dan zat I2 di anode.
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Jodohkan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai: Gas H2 di katode dan gas O2, ion Zn2+ tetap di larutan.
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Di sebuah pabrik penyepuhan logam, dilakukan elektrolisis larutan AgNO3(aq). Sendok besi dihubungkan ke kutub negatif (katoda) dan sebuah lempeng karbon ke kutub positif (anoda). Setelah beberapa waktu tampak: permukaan sendok menjadi berwarna keperakan, tidak terbentuk endapan logam pada elektroda karbon, tampak gelembung gas di sekitar elektroda karbon. Tentukan elektroda yang berperan sebagai katoda dan anoda pada peristiwa tersebut.
Katoda: sendok besi; Anoda: lempeng karbon
Katoda: lempeng karbon; Anoda: sendok besi
Keduanya bertindak sebagai katoda
Keduanya bertindak sebagai anoda
Pada sistem elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan katoda sendok besi dan anoda karbon seperti deskripsi: permukaan sendok menjadi keperakan dan ada gelembung gas di sekitar anoda karbon. Tuliskan reaksi setengah sel yang terjadi di katoda dan di anoda.
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Fe2+ + 2e− → Fe; Anoda: Ag → Ag+ + e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: NO3− → NO2− + O−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Mengacu pada peristiwa penyepuhan dengan larutan AgNO3(aq) dan anoda karbon: Jelaskan mengapa logam perak dapat melapisi sendok besi, sedangkan besi tidak ikut teroksidasi.
Ion Ag+ direduksi di katoda menjadi Ag padat, sementara anoda karbon yang inert tidak melarut sehingga Fe tidak teroksidasi
Besi teroksidasi di katoda menjadi Fe2+, kemudian melapisi perak
Nitrat tereduksi menjadi amonia yang mengendap pada besi
Perak teroksidasi di anoda dan menempel pada besi karena muatan
Jika teknisi mengganti elektroda karbon dengan elektroda perak pada sistem penyepuhan perak (larutan AgNO3(aq)), jelaskan perubahan yang terjadi pada proses elektrolisis.
Anoda perak akan larut sebagai Ag+ sehingga konsentrasi Ag+ tetap, sedangkan katoda besi dilapisi Ag lebih stabil
Katoda besi akan melarut sebagai Fe2+ dan lapisan perak berhenti terbentuk
Gas klorin akan dihasilkan di anoda perak
Tidak ada arus listrik yang mengalir karena kedua elektroda sama
Untuk larutan kalium iodida (KI) dalam air dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam K
Anoda menghasilkan I2
Anoda menghasilkan O2
Untuk larutan natrium iodida (NaI) dalam air dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam Na
Anoda menghasilkan I2
Anoda menghasilkan O2
Untuk larutan perak nitrat (AgNO3) dalam air dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Ag
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan asam sulfat encer (H2SO4) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam H
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan natrium bromida (NaBr) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam Na
Anoda menghasilkan Br2
Anoda menghasilkan O2
Untuk larutan tembaga(II) klorida (CuCl2) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Cu
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Anoda menghasilkan gas O2
Untuk larutan natrium hidroksida (NaOH) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam Na
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan tembaga(II) nitrat (Cu(NO3)2) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Cu
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan nikel(II) klorida (NiCl2) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Ni
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Anoda menghasilkan gas O2
Untuk larutan seng klorida (ZnCl2) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam Zn
Anoda menghasilkan gas Cl2
Anoda menghasilkan gas O2
Untuk larutan kalium sulfat (K2SO4) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam K
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan timbal(II) nitrat (Pb(NO3)2) dengan elektroda karbon/inert, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Pb
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan besi(II) sulfat (FeSO4) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Fe
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Untuk larutan amonium klorida (NH4Cl) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan gas H2
Katoda menghasilkan logam NH4
Anoda menghasilkan gas Cl2
Anoda menghasilkan gas O2
Untuk larutan tembaga(II) sulfat (CuSO4) dengan katoda karbon dan anoda tembaga, tentukan pernyataan yang benar tentang proses di katoda dan di anoda.
Katoda: endapan logam Cu terbentuk
Katoda: gas H2 terbentuk
Anoda: Cu(s) teroksidasi menjadi Cu2+
Anoda: gas O2 terbentuk
Untuk larutan perak nitrat (AgNO3) dengan katoda karbon dan anoda perak, tentukan pernyataan yang benar tentang proses di katoda dan di anoda.
Katoda: endapan logam Ag terbentuk
Katoda: gas H2 terbentuk
Anoda: Ag(s) larut menjadi Ag+
Anoda: gas O2 terbentuk
Untuk natrium klorida lelehan (NaCl l) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Na
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Anoda menghasilkan gas O2
Untuk kalsium klorida lelehan (CaCl2 l) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Ca
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Anoda menghasilkan gas O2
Untuk larutan nikel(II) sulfat (NiSO4) menggunakan elektroda nikel, tentukan pernyataan yang benar tentang proses di katoda dan di anoda.
Katoda: endapan logam Ni terbentuk
Katoda: gas H2 terbentuk
Anoda: Ni(s) larut menjadi Ni2+
Anoda: gas O2 terbentuk
Untuk aluminium oksida lelehan (Al2O3 l) dengan elektroda karbon, tentukan pernyataan yang benar tentang produk di katoda dan di anoda.
Katoda menghasilkan logam Al
Katoda menghasilkan gas H2
Anoda menghasilkan gas O2
Anoda menghasilkan gas Cl2
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: gas H2 di katoda dan gas Cl2 di anoda.
Elektrolisis larutan Pb(NO3)2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CaCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan FeSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan NaBr(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: logam Al terbentuk di katoda dan gas O2 di anoda.
Elektrolisis Al2O3 lelehan
Elektrolisis larutan AlCl3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan MgSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: logam Fe mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan FeSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan Pb(NO3)2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NiSO4(aq) dengan elektroda nikel
Elektrolisis larutan CaCl2(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: gas H2 dan O2 terbentuk, tanpa endapan logam.
Elektrolisis larutan MgSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan AlCl3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan SnCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaBr(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: gas H2 di katoda dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis larutan AlCl3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan FeSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan CaCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: hanya terjadi elektrolisis air menghasilkan H2 dan O2.
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan SnCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan Pb(NO3)2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CaCl2(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: logam Sn mengendap di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis larutan SnCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan Pb(NO3)2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: logam Ni mengendap di katode dan anode ikut larut.
Elektrolisis larutan NiSO4(aq) dengan elektroda nikel
Elektrolisis larutan FeSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan CaCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: gas H2 di katoda dan gas Br2 di anode.
Elektrolisis larutan NaBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan Pb(NO3)2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan AlCl3(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang sesuai dengan hasil: logam Pb mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan Pb(NO3)2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan MgSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CaCl2(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan AlCl3(aq) dengan elektroda inert
Dalam pemurnian tembaga menggunakan larutan CuSO4(aq), elektroda positif adalah tembaga tidak murni dan elektroda negatif adalah tembaga murni. Tentukan pasangan anoda–katoda yang benar untuk sel elektrolisis tersebut.
Anoda: tembaga tidak murni; Katoda: tembaga murni
Anoda: tembaga murni; Katoda: tembaga tidak murni
Anoda: grafit; Katoda: tembaga murni
Anoda: tembaga tidak murni; Katoda: grafit
Dalam pemurnian tembaga menggunakan larutan CuSO4(aq), pilih reaksi setengah sel yang benar di anoda dan di katoda.
Anoda: Cu(s) → Cu2+ + 2e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu(s)
Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−
Dalam pemurnian tembaga menggunakan larutan CuSO4(aq), jelaskan alasan massa katoda bertambah.
Ion Cu2+ tereduksi dan melapisi katoda sebagai Cu(s)
Anoda melarut sehingga ion Cu2+ berkurang
Gas H2 terbentuk di katoda sehingga menambah massa
Air teroksidasi di anoda menghasilkan O2 yang mengendap di katoda
Pada pemurnian tembaga, apa yang terjadi pada pengotor dalam tembaga tidak murni di anoda?
Pengotor tidak larut dan membentuk lumpur anoda
Semua pengotor larut sebagai ion dan ikut disimpan di katoda
Pengotor bereaksi membentuk gas H2
Pengotor terbakar menghasilkan CO2
Untuk sistem elektrolisis larutan kalium bromida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: K+ + e− → K ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Br− + e− → Br−(aq) ; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Untuk sistem elektrolisis larutan natrium klorida encer menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Na+ + e− → Na ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan asam klorida encer menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Cl− + e− → Cl−(aq) ; Anoda: 2OH− → H2O + O2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan kalium iodida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: K+ + e− → K ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2I− + 2e− → 2I2− ; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Untuk sistem elektrolisis larutan natrium sulfat menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Na++e−→Na ; Anoda: SO42−→S+O2+2e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan perak sulfat menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Ag+ + e− → Ag ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O+2e−→H2+2OH− ; Anoda: 2Ag+→Ag2++2e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan kalium hidroksida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 4OH− → O2 + 2H2O + 4e−
Katoda: K+ + e− → K ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan tembaga(II) asetat menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2CH3COO− → (CH3COO)2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → 1/2 H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan seng nitrat menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Zn2++2e− → Zn ; Anoda: NO3−→NO2+O2+e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan besi(III) klorida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Fe3++e− → Fe2+ ; Anoda: 2Cl− → Cl2+2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Fe3+ + 3e− → Fe ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Untuk sistem elektrolisis larutan nikel(II) klorida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Ni2+ + 2e− → Ni ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda:
Untuk sistem elektrolisis larutan timbal(II) klorida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Pb2+ + 2e− → Pb ; Anoda: 2 Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Pb2+ + 2e− → Pb ; Anoda: Pb → Pb2+ + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan amonium sulfat menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: NH4++e− → NH3 ; Anoda: SO42− → S+O2+2e−
Katoda: H+ + e− → 1/2 H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan magnesium klorida menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Mg2+ + 2e− → Mg ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: H+ + e− → 1/2 H2 ; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan tembaga(II) nitrat menggunakan katoda karbon dan anoda tembaga, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Cu2++2e− → Cu ; Anoda: Cu → Cu2++2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2NO3− → N2 + 3O2 + 2e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Untuk sistem elektrolisis larutan nikel(II) klorida menggunakan elektroda nikel, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Ni2++2e− → Ni ; Anoda: Ni → Ni2++2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Ni2+ + 2e− → Ni ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Untuk sistem elektrolisis kalium klorida lelehan menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: K+ + e− → K ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis magnesium klorida lelehan menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Mg2+ + 2e− → Mg ; Anoda: 2Cl−→Cl2+2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: H+ + e− → 1/2 H2 ; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Untuk sistem elektrolisis larutan perak klorida menggunakan katoda karbon dan anoda perak, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Ag+ + e− → Ag ; Anoda: Ag → Ag+ + e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Untuk sistem elektrolisis kalsium oksida lelehan menggunakan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi yang benar untuk masing-masing elektroda. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: Ca2+ + 2e− → Ca ; Anoda: O2− → 21O2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Ca2++2e− → Ca ; Anoda:
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Hanya terjadi elektrolisis air menghasilkan gas H2 di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis NaOH(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis NaOH lelehan
Elektrolisis larutan NaNO3(aq) dengan elektroda karbon
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Na di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis NaOH(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis NaOH lelehan
Elektrolisis larutan CuCl2(aq) dengan elektroda karbon
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Zn mengendap di katode dan anode Zn larut.
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda seng
Elektrolisis larutan CuCl2(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis MgCl2 lelehan
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Cu di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis larutan CuCl2(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan FeSO4(aq) dengan elektroda besi
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda perak
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Cu mengendap di katode dan anode Cu larut.
Elektrolisis larutan CuCl2(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan SnSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis NaOH(aq) dengan elektroda karbon
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Mg di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis MgCl2 lelehan
Elektrolisis larutan NaNO3(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis NaOH(aq) dengan elektroda karbon
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Sn mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan SnSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda perak
Elektrolisis NaOH lelehan
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Ion I− teroksidasi dan anode Ag ikut bereaksi membentuk AgI.
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda perak
Elektrolisis larutan CuCl2(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan NaNO3(aq) dengan elektroda karbon
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Gas H2 di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis NaOH(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis NaOH lelehan
Elektrolisis MgCl2 lelehan
Padankan hasil reaksi berikut dengan sistem elektrolisis yang sesuai. Pernyataan: Logam Fe mengendap di katode dan anode Fe larut.
Elektrolisis larutan FeSO4(aq) dengan elektroda besi
Elektrolisis larutan CuCl2(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan NaNO3(aq) dengan elektroda karbon
Seorang siswa melakukan percobaan untuk menghasilkan gas hidrogen menggunakan larutan H2SO4 encer dan dua elektroda karbon yang dihubungkan ke sumber arus searah. Selama percobaan, terlihat gelembung gas lebih banyak di salah satu elektroda. Tentukan gas yang terbentuk di masing-masing elektroda.
Katoda menghasilkan H2, anoda menghasilkan O2
Katoda menghasilkan O2, anoda menghasilkan H2
Kedua elektroda menghasilkan H2
Dalam percobaan elektrolisis larutan H2SO4 encer dengan elektroda karbon, pilih pasangan reaksi setengah sel yang benar. Katoda: … ; Anoda: …
Katoda: 2H+ + 2e− → H2 ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH− ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: O2 + 4H+ + 4e− → 2H2O ; Anoda: 2H+ + 2e− → H2
Pada percobaan elektrolisis larutan H2SO4 encer, mengapa volume gas di katoda lebih besar dibandingkan di anoda?
Karena perbandingan stoikiometri pembentukan gas adalah H2:O2=2:1
Karena potensial reduksi H+ lebih kecil dari O2
Karena arus hanya mengalir menuju katoda
Pada percobaan elektrolisis larutan H2SO4 encer, pilih pernyataan yang benar mengenai salah satu manfaat gas yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.
Gas H2 dapat digunakan sebagai bahan bakar sel untuk menghasilkan listrik
Gas H2 digunakan untuk menambah rasa pada makanan tanpa reaksi kimia
Gas H2 terutama dipakai untuk mensterilkan air dengan cara oksidasi kuat seperti ozon
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan kalium bromida menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Br2 + 2e− → 2Br−; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2Br− + 2H2O → BrO3− + 6H+ + 6e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan natrium bromida menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: Br2 + 2e− → 2Br−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2OH− → H2O + 1/2O2 + e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan asam nitrat encer menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H+ + 2e− → H2; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: NO3− + e− → NO2−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H2O + e− → 1/2H2 + OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan kalium hidroksida encer menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 4OH− → O2 + 2H2O + 4e−
Katoda: K+ + e− → K; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: O2 + 4H+ + 4e− → 2H2O; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Katoda: 2OH− → H2O + 1/2O2 + e−; Anoda: 2K+ → K2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan natrium iodida menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Katoda: I2 + 2e− → 2I−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2; Anoda: I− + H2O → IO3− + 6H+ + 6e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan perak nitrat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2NO3− → N2 + 6O2 + 10e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Ag → 2Ag+ + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan natrium sulfat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Na++e−→Na ; Anoda: SO42−→SO3+O−+e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan tembaga(II) bromida menggunakan elektroda karbon.
Katoda:
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda:
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan besi(II) klorida menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Fe2+ + 2e− → Fe; Anoda: 2 Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Fe2+ + 2e− → Fe ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2; Anoda: 2OH− → H2O + 1/2O2 + e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan seng asetat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Zn2++2e−→Zn ; Anoda: CH3COO−→CO2+CH4+e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Zn2++2e−→Zn ; Anoda: 2H2O→H2+2OH−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan nikel(II) nitrat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Ni2+ + 2e− → Ni ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2NO3− → NO2 + O2 + e−
Katoda: Ni2+ + 2e− → Ni ; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan timbal(II) sulfat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Pb2+ + 2e− → Pb; Anoda: 2H2O → O2+4H++4e−
Katoda: 2H2O+2e−→H2+2OH− ; Anoda: SO42−→SO3+O−+e−
Katoda: Pb2+ + 2e− → Pb; Anoda: 2Cl−→Cl2+2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2I− → I2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan amonium nitrat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: NH4+ + e− → NH3; Anoda: NO3− → NO2 + O− + e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: NH4+ + e− → NH4; Anoda: 2H2O → H2 + 2OH−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan magnesium sulfat menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Mg2+ + 2e− → Mg ; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Mg2+ + 2e− → Mg; Anoda: 2Cl−→Cl2+2e−
Katoda: 2H+ + 2e− → H2; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan tembaga(II) klorida menggunakan katoda karbon dan anoda tembaga.
Katoda: Cu2++2e− → Cu; Anoda: Cu → Cu2++2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Cu2+ + 2e− → Cu; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Cl−+e− → Cl− ; Anoda: Cu → Cu++e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan perak nitrat menggunakan katoda karbon dan anoda perak.
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: Ag → Ag+ + e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Ag+ + e− → Ag; Anoda: Br− → Br2 + e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis natrium bromida lelehan menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Br− → Br2 + 2e−
Katoda: Na+ + e− → Na; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Br2 + 2e− → 2Br−; Anoda: Na → Na+ + e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis seng klorida lelehan menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Zn2++2e−→Zn ; Anoda: 2Cl−→Cl2+2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Katoda: Zn2++2e− → Zn; Anoda:
Katoda:
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis larutan nikel(II) sulfat menggunakan elektroda nikel.
Katoda:
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Ni2++2e− → Ni; Anoda: 2SO42− → S2O82−+2e−
Katoda: H+ + e− → H; Anoda: 2Cl− → Cl2 + 2e−
Tuliskan pasangan reaksi setengah sel yang benar pada katoda dan anoda untuk elektrolisis magnesium oksida lelehan menggunakan elektroda karbon.
Katoda: Mg2+ + 2e− → Mg; Anoda: O2− → 1/2O2 + 2e−
Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−; Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−
Katoda: Mg2+ + 2e− → Mg; Anoda: 2Cl−→Cl2+2e−
Katoda: O2 + 4H+ + 4e− → 2H2O; Anoda: Mg2+ + 2e−
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah logam Ag mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah gas H2 di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan H2SO4 encer dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah logam Na terbentuk di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah gas H2 di katode dan gas Br2 di anode.
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah logam Cu mengendap di katode, anode ikut larut.
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah logam Cu mengendap di katode dan gas O2 di anode.
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda tembaga
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah gas H2 di katode dan gas Cl2 di anode.
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika tidak ada logam terbentuk, hanya gas H2 dan O2.
Elektrolisis larutan Na2SO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KBr(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah gas H2 di katode dan zat I2 di anode.
Elektrolisis larutan KI(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis NaCl cair (lelehan)
Pilih sistem elektrolisis yang tepat jika hasil reaksi adalah gas H2 di katode dan gas O2, ion Zn2+ tetap di larutan.
Elektrolisis larutan ZnSO4(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan CuSO4(aq) dengan elektroda karbon
Elektrolisis larutan AgNO3(aq) dengan elektroda inert
Elektrolisis larutan NaCl(aq) dengan elektroda inert
Pada proses pemurnian tembaga, digunakan larutan CuSO4(aq). Tembaga tidak murni dijadikan anoda (positif) dan tembaga murni dijadikan katoda (negatif). Tentukan mana elektroda yang bertambah massa setelah proses berlangsung.
Katoda bertambah massa, anoda menipis
Anoda bertambah massa, katoda menipis
Kedua elektroda bertambah massa
Kedua elektroda menipis
Dalam pemurnian tembaga dengan larutan CuSO4(aq), pilihan reaksi setengah sel yang tepat pada anoda dan katoda adalah yang mana?
Anoda: Cu → Cu2++2e− ; Katoda: Cu2++2e−→Cu
Anoda: 2H2O → O2 + 4H+ + 4e−; Katoda: 2H2O + 2e− → H2 + 2OH−
Anoda: Cu2++2e− → Cu; Katoda: Cu → Cu2++2e−
Anoda: 2Cl−→Cl2+2e− ; Katoda: Cu++e−→Cu
Pada pemurnian tembaga, mengapa massa katoda bertambah selama elektrolisis?
Ion Cu^{2+} dalam larutan tereduksi dan mengendap sebagai logam Cu2+ pada katoda
Katoda larut membentuk Cu2+ sehingga massanya bertambah
Gas H2 menempel pada katoda sehingga massanya bertambah
Ion SO4^{2−} teroksidasi di katoda membentuk endapan
Pada pemurnian tembaga, apa yang terjadi pada pengotor yang terdapat pada tembaga tidak murni?
Sebagian besar tidak larut dan jatuh sebagai lumpur anoda
Semua pengotor ikut tereduksi menjadi logam di katoda
Pengotor bereaksi menghasilkan gas di anoda
Pengotor membentuk kompleks larut yang menambah massa katoda
