wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pengantar & Dasar Alkitabiah Konseling Pastoral

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Seorang mahasiswa menyatakan bahwa konseling pastoral hanya relevan bagi pendeta senior. Pandangan ini keliru karena konseling pastoral pada dasarnya …

a)

Menggantikan fungsi psikolog

b)

Hanya dibutuhkan dalam krisis berat

c)

Merupakan kompetensi dasar semua pelayan gereja

d)

Bersifat khusus dan hierarkis

2.

Jika konseling pastoral dilakukan tanpa kerangka akademik yang jelas, risiko terbesarnya adalah …

a)

Pelayanan menjadi kaku

b)

Konseli terlalu bergantung

c)

Pendekatan menjadi intuitif dan tidak bertanggung jawab

d)

Konseling menjadi terlalu lama

3.

Konseling pastoral disebut sebagai disiplin integratif karena …

a)

Menggabungkan banyak teori

b)

Menyatukan iman, refleksi teologis, dan praktik pendampingan

c)

Menghindari pendekatan ilmiah

d)

Mengutamakan pengalaman subjektif

4.

Seorang konselor lebih menekankan nasihat dibanding proses. Dari perspektif konseling pastoral, pendekatan ini bermasalah karena …

a)

Terlalu psikologis

b)

Kurang teologis

c)

Mengabaikan pertumbuhan dan kemandirian konseli

d)

Tidak efisien

5.

Orientasi mata kuliah penting bagi mahasiswa agar mampu …

a)

Menentukan aliran teologi terbaik

b)

Mengintegrasikan teori konseling dengan konteks pelayanan nyata

c)

Menghafal konsep dasar

d)

Menilai kesalahan konseli

6.

Konseling pastoral tidak dapat dipahami sebagai terapi instan karena …

a)

Mengandalkan doa

b)

Bersifat informal

c)

Berfokus pada relasi dan proses transformasi

d)

Tidak memiliki metode

7.

Jika konselor menempatkan diri sebagai “penyelesai masalah”, maka yang terabaikan adalah …

a)

Efisiensi waktu

b)

Nilai gereja

c)

Otonomi dan tanggung jawab konseli

d)

Tujuan pelayanan

8.

Konseling pastoral paling tepat diposisikan dalam pendidikan teologi sebagai …

a)

Keterampilan teknis

b)

Pendekatan alternatif

c)

Mata kuliah pelengkap

d)

Kompetensi inti pelayanan

9.

Konseling pastoral berbeda dari sekadar pemberian nasihat karena …

a)

Lebih akademik

b)

Lebih rohani

c)

Berbasis relasi, refleksi, dan pendampingan

d)

Lebih lama

10.

Orientasi mata kuliah membantu mahasiswa menyadari bahwa konseling pastoral menuntut …

a)

Otoritas rohani

b)

Kesediaan belajar dan refleksi diri

c)

Penguasaan teori saja

d)

Jawaban cepat

11.

Penggunaan Alkitab dalam konseling pastoral menjadi bermasalah ketika …

a)

Ayat dipakai sebagai refleksi

b)

Alkitab dikaitkan dengan kehidupan

c)

Ayat dipakai untuk menekan dan menghakimi konseli

d)

Ayat digunakan secara kontekstual

12.

Yesus sering bertanya sebelum menolong. Prinsip konseling yang tercermin adalah …

a)

Koreksi langsung

b)

Otoritas mutlak

c)

Penghargaan terhadap kebebasan dan pengalaman personal

d)

Netralitas

13.

Mazmur sangat relevan dalam konseling pastoral karena …

a)

Menggambarkan pergumulan emosional manusia secara jujur

b)

Bersifat liturgis

c)

Mudah dihafal

d)

Bersifat historis

14.

Seorang konselor mengutip Roma 8:28 tanpa empati pada konseli yang berduka. Risiko pendekatan ini adalah …

a)

Konseli semakin kuat

b)

Konseling menjadi terlalu teologis

c)

Alkitab dipersepsi sebagai penghiburan kosong

d)

Konseli semakin rasional

15.

Dasar Alkitabiah konseling pastoral menolong konselor untuk …

a)

Membedakan pemakaian ayat yang membangun konseli

b)

Menentukan aliran dogma

c)

Mempercepat proses nasihat

d)

Menghindari konflik

16.

Kisah Yesus dan perempuan Samaria menunjukkan bahwa konseling pastoral perlu …

a)

Formal

b)

Konfrontatif

c)

Normatif

d)

Dialogis dan menghargai martabat manusia

17.

Alkitab dalam konseling pastoral berfungsi terutama sebagai …

a)

Sumber hikmat dan refleksi iman

b)

Standar perilaku mutlak

c)

Instrumen kontrol

d)

Buku aturan

18.

Jika konselor memaksakan interpretasi Alkitab tanpa dialog, maka yang terancam adalah …

a)

Otoritas gereja

b)

Struktur pelayanan

c)

Relasi penolong–tertolong

d)

Efektivitas ibadah

19.

Pendekatan Alkitabiah dalam konseling pastoral menuntut konselor untuk …

a)

Bersikap netral nilai

b)

Menghindari emosi

c)

Mengintegrasikan kebenaran dengan kasih

d)

Menguasai banyak ayat

20.

Dasar Alkitabiah menjaga konseling pastoral agar tetap …

a)

Universal mutlak

b)

Bebas nilai

c)

Berakar pada iman Kristen

d)

Objektif

21.

Dalam jemaat yang mengalami konflik relasional, konseling pastoral berperan sebagai …

a)

Pengambil keputusan

b)

Sarana pemulihan relasi dan rekonsiliasi

c)

Pengganti disiplin gereja

d)

Alat kontrol

22.

Teologi pastoral menekankan bahwa pelayanan jemaat harus …

a)

Berfokus pada pertumbuhan angka

b)

Terstruktur ketat

c)

Berorientasi pada relasi dan kehadiran

d)

Berbasis program

23.

Jika gereja hanya menekankan kegiatan tanpa pendampingan pastoral, dampak jangka panjangnya adalah …

a)

Kelelahan jemaat dan hambarnya pertumbuhan

b)

Penguatan kepekaan rohani

c)

Peningkatan kualitas relasi

d)

Kemandirian konseling anggota

24.

Konseling pastoral tidak dapat dipisahkan dari kehidupan jemaat karena …

a)

Masalah jemaat muncul dalam relasi sehari-hari

b)

Bersifat formal

c)

Bersifat individual

d)

Menjadi tugas khusus

25.

Teologi pastoral memandang penderitaan sebagai …

a)

Kegagalan gereja

b)

Ruang refleksi dan pertumbuhan iman

c)

Hukuman mutlak

d)

Kesalahan pribadi

26.

Pelayanan pastoral yang sehat ditandai dengan …

a)

Aturan ketat

b)

Kehadiran yang menyertai jemaat

c)

Banyaknya program

d)

Struktur kuat

27.

Konseling pastoral mendukung misi gereja dengan cara …

a)

Menghindari masalah

b)

Mengontrol perilaku

c)

Mengurangi konflik

d)

Membentuk jemaat yang dewasa dan bertanggung jawab

28.

Jika konselor pastoral mengabaikan konteks jemaat, maka konseling berisiko menjadi …

a)

Terlalu teologis

b)

Tidak relevan dan kaku

c)

Terlalu emosional

d)

Terlalu pribadi

29.

Teologi pastoral menuntut integrasi antara iman dan …

a)

Administrasi

b)

Kehidupan nyata jemaat

c)

Hukum gereja

d)

Tradisi

30.

Pelayanan jemaat yang berorientasi pastoral menempatkan manusia sebagai …

a)

Objek pelayanan

b)

Subjek yang bermartabat

c)

Penerima nasihat

d)

Masalah yang harus diperbaiki

31.

Pelanggaran etika paling serius dalam konseling pastoral terjadi ketika konselor …

a)

Terlalu empatik

b)

Kurang pengalaman

c)

Menyalahgunakan relasi dan kepercayaan

d)

Salah memahami teori

32.

Kerahasiaan konseling penting karena …

a)

Aturan gereja

b)

Efisiensi pelayanan

c)

Menjaga kepercayaan dan martabat konseli

d)

Tuntutan budaya

33.

Konselor perlu melakukan rujukan (referral) ketika …

a)

Konseli sulit

b)

Masalah melampaui kompetensi konselor

c)

Konseli diam

d)

Waktu terbatas

34.

Hubungan ganda dalam konseling berbahaya karena …

a)

Mempercepat proses

b)

Mengaburkan batas profesional

c)

Menguatkan relasi

d)

Menghemat waktu

35.

Etika konseling pastoral menuntut konselor untuk menyadari …

a)

Tanggung jawab gereja

b)

Perannya sebagai pemimpin

c)

Otoritasnya

d)

Keterbatasan dirinya

36.

Konselor yang memaksakan nilai pribadinya melanggar prinsip …

a)

Profesionalitas

b)

Kerahasiaan

c)

Otonomi konseli

d)

Empati

37.

Persetujuan konseli penting dalam konseling karena …

a)

Menjaga citra konselor

b)

Mempercepat proses

c)

Menghormati hak dan martabat konseli

d)

Menghindari konflik

38.

Etika konseling pastoral tidak hanya bersifat normatif tetapi juga …

a)

Teoritis

b)

Relasional

c)

Administratif

d)

Legal

39.

Konselor yang etis akan menghindari relasi yang …

a)

Terbuka

b)

Eksploitatif

c)

Empatik

d)

Reflektif

40.

Pelanggaran etika dapat merusak konseling terutama karena …

a)

Mengurangi efektivitas

b)
c)

Menghancurkan kepercayaan

41.

Konselor pastoral harus bersikap transparan terutama terkait …

a)

Waktu

b)

Latar belakang pribadi

c)

Peran dan batasan

d)

Teologi

42.

Etika konseling pastoral berakar pada …

a)

Budaya lokal

b)

Tradisi gereja

c)

Nilai iman dan profesionalitas

d)

Hukum negara

43.

Konselor yang terlalu dominan berisiko …

a)

Menghambat kemandirian konseli

b)

Menunjukkan kepemimpinan

c)

Mempercepat perubahan

d)

Menguatkan relasi

44.

Prinsip etika membantu konselor untuk …

a)

Menghemat energi

b)

Menghindari konflik

c)

Mengontrol konseli

d)

Melayani dengan integritas

45.

Etika konseling pastoral bertujuan utama untuk …

a)

Melindungi konselor

b)

Menjaga kesejahteraan konseli

c)

Menjaga reputasi gereja

d)

Menjaga struktur

46.

Relasi penolong–tertolong yang sehat ditandai oleh …

a)

Kontrol konselor

b)

Kepercayaan dan rasa aman

c)

Ketergantungan

d)

Otoritas mutlak

47.

Konselor yang terlalu cepat memberi solusi berisiko …

a)

Efisien

b)

Memperkuat iman

c)

Mengabaikan pengalaman konseli

d)

Membantu konseli

48.

Mendengar aktif penting karena …

a)

Menghemat waktu

b)

Membantu konseli merasa dipahami

c)

Menghindari konflik

d)

Menunjukkan kepintaran

49.

Refleksi perasaan dalam konseling bertujuan untuk …

a)

Memberi solusi

b)

Menilai konseli

c)

Memvalidasi pengalaman emosional konseli

d)

Mengulang cerita

50.

Relasi konseling yang tidak sehat sering ditandai oleh …

a)

Empati

b)

Dialog

c)

Kejujuran

d)

Ketergantungan berlebihan

51.

Konselor menghargai otonomi konseli dengan cara …

a)

Mengarahkan keputusan

b)

Menghindari dialog

c)

Menghormati pilihan konseli

d)

Memberi tekanan rohani

52.

Mendengar aktif bukan berarti …

a)

Memahami

b)

Menyetujui semua perilaku

c)

Menghargai

d)

Hadir penuh

53.

Bahasa tubuh konselor berpengaruh karena …

a)

Menghemat energi

b)

Formalitas

c)

Menyampaikan sikap empati non-verbal

d)

Tidak penting

54.

Konselor yang sering menyela menunjukkan kegagalan dalam …

a)

Teologi

b)

Mendengar aktif

c)

Empati

d)

Profesionalitas

55.

Relasi penolong–tertolong bersifat sementara karena …

a)

Tidak penting

b)

Tujuannya kemandirian konseli

c)

Konselor sibuk

d)

Formalitas

56.

Konselor perlu menjaga batas relasi agar …

a)

Konseli patuh

b)

Relasi tetap sehat dan etis

c)

Konseling cepat selesai

d)

Tidak terjadi konflik

57.

Mendengar aktif membantu konseling dengan cara …

a)

Mengontrol proses

b)

Memperdalam pemahaman masalah

c)

Menghemat waktu

d)

Menghindari konflik

58.

Empati dalam konseling pastoral ditunjukkan dengan …

a)

Mengutip ayat untuk menegaskan poin

b)

Memahami tanpa menghakimi konseli

c)

Memberi nasihat rohani secara cepat

d)

Memberi solusi langsung pada masalah

59.

Relasi konseling yang efektif mendorong konseli untuk …

a)

Bergantung pada konselor setiap sesi

b)

Bertumbuh dan reflektif dalam proses

c)

Diam agar sesi berjalan efisien

d)

Patuh tanpa mempertanyakan arahan

60.

Konselor yang reflektif menyadari bahwa relasi konseling adalah …

a)

Sepihak dengan kontrol konselor

b)

Otoriter demi ketertiban sesi

c)

Formal tanpa keterlibatan emosional

d)

Proses bersama yang kolaboratif

61.

Hambatan terbesar dalam mendengar aktif adalah …

a)

Penilaian dini terhadap konseli

b)

Kontak mata terlalu intens

c)

Empati yang berlebihan di sesi

d)

Diam berkepanjangan tanpa tanggapan

62.

Konselor perlu menyadari dinamika kuasa agar …

a)

Proses cepat dan efisien selalu

b)

Dapat mengontrol keputusan konseli

c)

Tidak menyalahgunakan peran dalam relasi

d)

Konseli patuh pada semua instruksi

63.

Relasi penolong–tertolong menuntut sikap konselor yang …

a)

Superior dalam semua percakapan

b)

Rendah hati dan menghargai konseli

c)

Netral emosional sepanjang sesi

d)

Kaku mengikuti prosedur baku

64.

Konselor yang baik mendengar untuk …

a)

Memahami pengalaman dan makna konseli

b)

Mengoreksi kesalahan pandang konseli

c)

Menilai secara cepat perilaku konseli

d)

Menjawab segera setiap pertanyaan

65.

Mendengar aktif mencerminkan nilai pastoral tentang …

a)

Kehadiran yang menyertai konseli

b)

Efisiensi sebagai tujuan utama

c)

Struktur yang kaku di sesi

d)

Otoritas yang menuntun tegas

66.

Studi kasus digunakan dalam konseling pastoral terutama untuk …

a)

Menghafal teori konseling klasik

b)

Menentukan diagnosis secara medis

c)

Melatih analisis dan pengambilan keputusan etis

d)

Menilai konseli secara kuantitatif

67.

Langkah awal analisis kasus adalah …

a)

Menilai iman konseli terlebih dulu

b)

Memahami konteks dan masalah konseli

c)

Menentukan kesalahan dengan cepat

d)

Memberi solusi sebelum eksplorasi

68.

Pendekatan holistik dalam studi kasus berarti mempertimbangkan …

a)

Aspek psikologis tunggal saja

b)

Aspek bio-psiko-sosio-spiritual

c)

Aspek sosial tanpa yang lain

d)

Aspek rohani saja di sesi

69.

Solusi dalam studi kasus konseling pastoral seharusnya …

a)

Cepat dan umum untuk semua kasus

b)

Kontekstual dan realistis bagi konseli

c)

Teoritis tanpa aplikasinya nyata

d)

Kaku mengikuti langkah standar

70.

Dalam studi kasus, konselor harus menghindari …

a)

Refleksi yang terarah pada proses

b)

Empati yang memfasilitasi pemahaman

c)

Penilaian moral prematur terhadap konseli

d)

Analisis berbasis data dan cerita

71.

Evaluasi studi kasus mencakup …

a)

Waktu yang dipakai setiap sesi

b)

Proses dan dampak sepanjang perjalanan

c)

Hasil saja pada akhir proses

d)

Jumlah sesi yang dilakukan

72.

Studi kasus membantu mahasiswa untuk …

a)

Menghafal ayat sebagai solusi

b)

Mengintegrasikan teori dan praktik konseling

c)

Menghindari pelayanan yang kompleks

d)

Menguasai administrasi institusional

73.

Pendekatan etis dalam studi kasus menuntut konselor untuk …

a)

Mengutamakan kepentingan pribadi konselor

b)

Menjaga reputasi di atas kebutuhan

c)

Menghormati martabat konseli secara konsisten

d)

Menghindari konflik dengan cara mengabaikan

74.

Kesalahan umum dalam analisis kasus adalah …

a)

Terlalu reflektif pada setiap detail

b)

Memberi solusi tanpa pemahaman konteks

c)

Menggunakan teori sebagai rujukan utama

d)

Mempertimbangkan etika secara menyeluruh

75.

Studi kasus konseling pastoral menolong mahasiswa berkembang terutama dalam aspek apa?

a)

Akademik dan capaian kelas

b)

Kepekaan pastoral dan tanggung jawab etis

c)

Administratif dan kepatuhan prosedur

d)

Struktural dan tata kelola organisasi