NEW
Font size
WorksheetsFarmakologi
Total questions: 60
Worksheet time: 45mins
Perhatikan obat berikut: (1) Phenytoin; (2) Prilocain; (3) Asam Valproat; (4) Cimetidin, pada pasien dengan ‘Epilepsi’ dapat diberikan obat:
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
1,2,3,4
Perhatikan obat berikut: (1) Hipotalamus; (2) Syaraf cranialis; (3) Pons; (4) Syaraf spinalis. Yang termasuk sistem syaraf perifer adalah:
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
1,2,3,4
Perhatikan obat berikut: (1) Levodopa; (2) Bromocriptine; (3) Trihexyphenidyl; (4) Midazolam. Obat-obatan yang dapat diberikan kepada pasien dengan ‘Parkinsonism’ adalah:
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
1,2,3,4
Perhatikan beberapa kondisi berikut: (1) Memory problems; (2) Forgetfulness; (3) Social Withdrawal; (4) Difficulty Completing Tasks. Beberapa gejala dari penyakit ‘Alzheimer’ adalah:
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
1,2,3,4
Perhatikan obat berikut: (1) Fenobarbital; (2) Diazepam; (3) Pentobarbital; (4) Lorazepam. Obat-obatan yang termasuk golongan barbiturat adalah:
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
4
1,2,3,4
Rute terapi obat yang ditujukan langsung menuju reseptor di perifer pernafasan & kapiler di alveoli yaitu ....
Jalur Oral
Jalur Sublingual
Jalur Transderma
Jalur Intravena
Jalur Inhalasi
Pada Sistem Pernafasan terjadi pertukaran gas (oksigen-carbondioksida) di bagian
Jaringan perifer paru-paru
Pembuluh kapiler di alveoli
Permukaan paru-paru
Bronkhus
Bronkhiolus
Batuk merupakan respon alami tubuh yang bertujuan mengeluarkan zat asing di saluran nafas, pada batuk kering golongan yang cocok direkomendasikan adalah ...
Mucolytic agent
Ekspektoran
Dekongestan
Antitusif
Bronkodilator
Ranitidin 50 mg/2 ml. netto 2 ml. Perintah pengobatan Berikan injeksi Ranitidin 2 x 12,5 mg. Berapa ml setiap injeksi
0,5 ml
1 ml
0,05 ml
0,025
0,25
Ranitidin 50 mg/2 ml. netto 2 ml. perintah pengobatan Berikan injeksi Ranitidin 2 x 12,5 mg. Habis dalam berapa kali injeksi
1
2
3
4
5
Primperan 5 mg/ml. Netto 2 ml. Perintah pengobatan Berikan injeksi Primperan 3 x 2,5 mg. Berapa ml setiap injeksi
0,5 ml
1 ml
0,05 ml
0,025
0,25
Obat yang bekerja dengan cara mengurangi eksitasi neurotransmitter pada aktivasi reseptor sigma 1 yaitu ...
Dextromethorphan
Pseudoefedrin
Ambroxol
N-Acetylsistein
Guaiafenasin
Obat yang bekerja dengan cara memutus ikatan bisulfida pada sputum merupakan kinerja dari obat ...
Dextromehorphan
Pseudoefedrin
Bromheksin
Phenylpropanolamine
Guaiafenasin
Obat yang bekerja dengan cepat melegakan saluran pernafasan ditujukan pada kondisi kekambuhan (reliver) adalah ...
Albuterol
Salmeterol
Formoterol
Tiopropium bromide
Budesonide
Lama Terapi yang dijalani oleh seorang penderita TBC yang disebabkan oleh bakteri tahan asam yang bernama mycobacterium tuberculosis yaitu 6 bulan, Fase intensif dilakukan selama ...
30 hari
60 hari
1 bulan
3 bulan
4 bulan
Lama Terapi yang dijalani oleh seorang penderita TBC yang disebabkan oleh bakteri tahan asam yang bernama mycobacterium tuberculosis yaitu 6 bulan, Fase lanjutan dilakukan selama ...
30 hari
60 hari
1 bulan
3 bulan
4 bulan
Pada terapi pasien dengan kondisi chusing sindrom, terapi yang bekerja menghambat secara langsung produksi hormon krtisol adalah...
Deksametason
Asetilkolin
Mifepristone
Mitotan
Pada penyakit addison, terapi yang tepat diberikan salah satunya yaitu dengan cara ...
Steroidogenesis inhibitor
Substitusi hormon kortisol dengan Hidrokortison
Agen adrenolitik
Neuromodulator ACTH releasing
Glukokortikoid-reseptor blocking agent
Pada Kondisi GH dan IGF-1 tinggi, terapi yang tepat diberikan yaitu ...
Pegvisomant
Glukokortikoid
Agonis dopamin
Hormon tiroid
Analog somatostatin
Berikut di bawah ini vitamin yang menyebabkan toksisitas yaitu ...
Calsiferol
Retinol
Menadion
Tokoferol
Semua benar
Vitamin larut lemak yang disebut juga vitamin sinar matahari dan dapat mencegah risiko riketsia yaitu ...
Calsiferol
Retinol
Menadion
Tokoferol
Semua benar
Penggolongan obat herbal tradisional yang sudah digunakan secara turun-temurun dan terbukti secara klinis kepada manusia yaitu golongan ...
Jamu
Obat Herbal terstandar
Fitofarmaka
Narkotika
Suplmen
Zat yang sifatnya mirip dengan polifenol sebagai antioksidan untuk mencegah paparan radikal bebas penyebab kanker dan sebagai fungsi pewarnaan terdapat pada ekinase untuk meningkatkan imunitas yaitu ...
Alkaloid
Flavonoid
Tepung/amilum
Glikosida
Terpen
Pada pasien dengan gangguan kecemasan diberikan obat berikut ini:
Alprazolam
Attapulgit
Lidokain
Salbutamol
Semua salah
Pada pasien dengan ketakutan dan ingin bunuh diri diberikan obat berikut ini:
Gabapentin
Asam Valproat
Fluoxetine
Kanamicin
Semua salah
Berikut ini termasuk penyakit degeneratif yang mengenai sistem syaraf pusat:
Herpes zoster
Parkinsonisme
Guille Barre Syndrome
Irritable Bowel Syndrome
Semua salah
Berikut ini termasuk obat anestesi lokal:
Lidokain
Amikacin
Enfluran
Carbamazepine
Semua benar
Obat-obatan ini termasuk terapi bagi penderita Skizofrenia, kecuali:
Haloperidol
Chlorpromazin
Clozapin
Lidocain
Risperidon
Substansi berikut ini merupakan ‘Neurotransmitter’ pada sistem syaraf pusat:
Dopamin
Glutamat
GABA
Serotonin
Semua benar
Pilihan pertama pada anak dengan kejang demam adalah obat berikut ini:
Asam valproat
Diazepam
Phenytoin
Carbamazepin
Semua salah
Substansi berikut ini bersifat ‘Neurostimulant’, kecuali:
Cafein
Nikotin
Morphin
Teobromin
Amfetamin
Obat-obatan ini termasuk golongan benzodiazepin:
Midazolam
Asam valproat
Carbamazepin
Haloperidol
Semua salah
Berikut ini termasuk golongan anestesi general, kecuali:
Enfluran
Halotan
N2O
Prilocain
Isofluran
Primperan 5 mg/ml. Netto 2 ml. Perintah pengobatan: Berikan injeksi Primperan 3 × 2,5 mg. Habis dalam berapa kali injeksi
1
2
3
4
5
Norages Metamizoel tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: Berikan injeksi Norages metamizoel 3 × 500 mg. Berapa ml setiap injeksi
0,5 ml
1 ml
1,5 ml
2 ml
2,5 ml
Norages Metamizoel. Tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 500 mg. Habis dalam berapa kali injeksi
1
2
3
4
5
Norages Metamizoel. Tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 250 mg. Berapa ml setiap injeksi
0,5 ml
1 ml
1,5 ml
2 ml
2,5 ml
Norages Metamizoel. Tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 250 mg. Habis dalam berapa kali injeksi
1
2
3
4
5
Norages Metamizoel. Tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 1000 mg. Berapa ml setiap injeksi
0,5 ml
1 ml
1,5 ml
2 ml
2,5 ml
Norages Metamizoel. Tiap ml mengandung metamizol sodium 500 mg, netto 2 ml. Perintah pengobatan: berikan injeksi Norages Metamizoel 3 × 1000 mg. Habis dalam berapa kali injeksi
1
2
3
4
5
Seorang perawat akan melakukan pengkajian tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan. Perawat akan melakukan pengkajian kepatuhan minum obat secara langsung. Berikut ini yang dapat dilakukan perawat adalah
Menggunakan kuesioner pelaporan minum obat
Mengidentifikasi jumlah sisa obat
Mengawasi saat pasien minum obat
Menggunakan catatan harian pasien
Menilai pelaporan PMO
Farmakokinetik obat pada lansia mengalami berbagai hambatan, salah satunya adalah hambatan yang berkaitan dengan berkurangnya proporsi air dalam tubuh lansia sebagai agen transport yang semakin jumlahnya menurun. Mekanisme tersebut mengganggu proses farmakokinetik pada fungsi
Distribusi
Metabolisme
Absorbsi
Eliminasi
Ekskresi
Hambatan farmakokinetik pengobatan pada lansia yang berkaitan dengan fungsi ekskresi umumnya diperberat oleh kondisi berikut ini, KECUALI
Adanya penyakit gagal ginjal
Penurunan fungsi GFR ginjal
Menipisnya lemak subkutan
Gangguan pada fungsi hepar
Gangguan aliran portal hepar
Penggunaan sejumlah obat-obatan secara bersamaan yang umumnya didasari oleh berbagai penyakit kronis pada lansia disebut
Adiksi
Polifarmasi
Habitasi
Farmakokinetik
Toleransi
Seorang lansia menderita hipertensi mengonsumsi obat antihipertensi sebanyak 1 jenis, obat nyeri sebanyak 2 jenis, 1 jenis vitamin tulang dan 2 jenis obat penetralisir asam lambung. Pasien mengeluh badannya lemas saat minum obat-obatan tersebut. Hal utama yang dilakukan oleh perawat berkolaborasi dengan tim medis dan farmasi dalam menghadapi masalah tersebut adalah
Mengidentifikasi kemungkinan interaksi obat
Melakukan pemeriksaan darah lengkap
Menegakkan masalah ketidakpatuhan
Mengatasi gejala khas penuaan
Memberikan edukasi fungsi masing-masing obat
Berikut ini merupakan obat nyeri yang sebaiknya dihindari pada lansia dengan gastritis, adalah
Paracetamol
Kodein
Tramadol
Ibu Profen
Meloxicam
Klien perempuan berusia 58 tahun menderita DM tipe 2 selama 15 tahun. Saat dilakukan kunjungan rumah didapatkan GDP masih cukup tinggi (389 mg/dl). Klien selalu patuh minum obat karena ada PMO. Klien kemudian diberikan edukasi dan resep obat tambahan untuk menurunkan kadar gula darah. Klien tampak murung dan pasif. Istilah kepatuhan pengobatan yang sesuai dengan kondisi klien tersebut adalah
Adherance
Constancy
Compliance
Bargaining
Conformity
Pasien laki-laki berusia 45 tahun menderita PPOK. Pasien mendapatkan terapi symbicort turbuhaler. Klien mengatakan kadang tidak menggunakan obat tersebut karena kesulitan dan sering tersedak saat menghirup serbuk obat. Sesuai dengan teori model kepatuhan maka kondisi klien termasuk
Unintentional non-adherance
Intentional non-adherance
Medication adherance
Planed behavior
Drug compliance
Pasien perempuan berusia 60 tahun menderita decompensasi cordis dan hipertensi mengeluh sering berdebar saat beraktivitas berat. Pasien juga mengeluh nyeri pada kedua lututnya. Pasien mendapatkan resep obat bisoprolol, vit B12, osteofortis, dan diklofenak. Dokter perlu menambahkan obat antasida pendamping analgesik kuat. Tujuan polifarmasi berdasarkan kasus tersebut adalah
Menambah efek sinergisme
Pencegahan efek samping
Menambah interaksi obat
Menganut fungsi aditif
Meningkatkan fungsi obat
Seorang lansia datang ke praktik dokter mandiri mengeluh demam naik turun disertai batuk pilek. Setelah dilakukan anamnesis pasien mendapatkan advis pengobatan yaitu Paracetamol 500 mg, Ambroxol 30 mg, Demacolin (Parasetamol 500 mg, Pseudoefedrin HCl 7,5 mg, Klorfeniramin Maleat 2 mg), dextamethasone 0,5 mg. Berdasarkan kasus di atas, kesalahan polifarmasinya adalah
Potensi efek samping
Interaksi obat
Ketidakpatuhan pengobatan
Duplikasi obat
Kurang pengetahuan
Obat antihipertensi clonidine dihindari untuk diberikan pada lansia karena memiliki efek relaksasi pembuluh darah melalui SSP sehingga menimbulkan efek hemodinamik berat berikut ini, KECUALI
Hipotensi
Bradikardi
Sinkop
Pingsan
Palpitasi
Seorang lansia penderita dementia dilakukan kunjungan rumah oleh tim medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan klien mengalami penurunan fungsi kognitif berat. Klien diberikan resep obat memantine sebagai obat anti dementia. Berdasarkan kasus tersebut tim medis memberikan obat tersebut bertujuan untuk
Meningkatkan jumlah Acetilkolin
Menghambat asetilkolinerase strease
Melancarkan aliran darah ke otak
Menghambat penumpukan protein glutamat
Menghambat fungsi kognitif
Hitunglah dosis penyuntikan insulin pada pasien perempuan berusia 34 tahun penderitan DM tipe 2 dengan kadar glukosa darah tidak terkontrol, hasil pemeriksaan GDA 334 gram/dl, Berat Badan 62 kg, berapakah dosis insulin total pasien?
62 IU
31 IU
25 IU
19 IU
12 IU
Seorang pasien dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri, pasien merupakan penderita DM tipe 2, hasil pemeriksaan GDA didapatkan 623 gram/dl. Berapakah dosis insulin regulasi cepat yang harus diberikan secara intravena pada pasien tersebut?
5x @4 IU/jam
4x @4 IU/jam
3x @4 IU/jam
2x @4 IU/jam
1x @4 IU/jam
Kondisi mikroorganisme infeksius (bakteri, virus, jamur, & parasit) yang menjadi kebal terhadap obat yang sebelumnya efektif disebut
Infeksi nosokomial
Resistensi
Intoleransi terapi
Interaksi
Toksisitas
Sediaan yang bersifat terapi substitusi yang dimanfaatkan pada pasien dengan kondisi salah satu gangguan endokrin dibawah ini adalah
neurotransmitor
Insulin
Dopamine
Serotonin
Normal saline
Terapi insulin dibutuhkan pada pasien diabetes melitus, insulin diproduksi oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk
Mensekresikan gula darah
Menghambat glukoneogenesis
Membantu gula darah masuk kedalam sel
Membakar glukosa
Menghambat reabsorpsi glukosa
Terapi antidiabetes yang digunakan sebagai lini pertama dengan cara mengurangi glukosa di hati dan meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer yaitu
Glimepiride
Acarbose
Colesevelam
Metformin
Pioglitazone
Terapi yang tepat diberikan ketika diketahui kadar Tiroid stimulating hormone rendah dan T3 dan T4 tinggi untuk pertama kalinya yaitu
Propylthiouracil
Methimazole
Radio aktif iodine
Larutan lugol
Levothyroxine
Kondisi palpitasi, kecemasan, tremor, dan intoleransi panas pada penderita hipertiroid yaitu
Amantadine
Propranolol
Diazepam
Adrenal
Norepinefrine
