Font size
WorksheetsHematologi 1
Total questions: 101
Worksheet time: 51mins
Wanita 40 tahun datang dengan keluhan lemas sejak 3 hari yang lalu disertai BAB encer. Pasien merupakan seorang petani yang suka ke sawah tanpa menggunakan alas kaki hampir 1 tahun. Pemeriksaan fisik tampak konjungtiva anemis (+), tanda vital dalam batas normal, hepar dan lien tidak teraba. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10 g/dL, MCV 75 , MCH 20 , MCHC 25 . Kemungkinan hasil pemeriksaan hapusan darah tepi yang dapat ditemukan?
Sel Sigar
Rouloux formation
Sel Target
Eritrosit berisi ringform
Sel Pensil
Wanita 32 tahun datang dengan keluhan badan lemah letih lesu sejak 2 minggu. Pemeriksaan fisik didapatkan hepar membesar 4 cm BAC dan sklera ikterik. Dari hasil laboratorium didapatkan Hb 6,8 mg/dL. Dokter memutuskan melakukan transfusi, namun pasca transfusi kondisi pasien semakin memburuk dan Hb menjadi 5,2 mg/dL. Apa pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan untuk menunjang diagnosis?
Hb elektroforesa
Apusan darah tepi
Analisa sumsum tulang
SI dan TIBC
Comb test direk indirek
Perempuan 35 tahun dibawa keluarganya ke RS dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir sejak 2 jam lalu setelah melahirkan anak dengan berat 4400 g di dukun. Keadaan umum tampak lemas; TD 100/60 mmHg, N 112 x/m, RR 24 x/m; konjungtiva anemis; perdarahan masih mengalir membasahi 2–3 kain panjang. Pemeriksaan darah didapatkan penurunan hemoglobin dan peningkatan retikulosit. Hasil pemeriksaan penunjang yang mungkin ditemukan?
Anemia normositik normokrom
Anemia mikrositik hipokrom
Anemia makrositik normokrom
Anemia megaloblastik
Anemia hiperkrom mikrositer
Pasien wanita usia 37 tahun datang ke RS dengan lemah dan lesu sejak 2 bulan terakhir. Riwayat demam dan sering terdapat memar pada tungkai dan lengan. Pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, nadi 78 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 37 °C. Dari hasil pemeriksaan laboratorium Hb 8,2 mg/dL, leukosit 1,500 , trombosit 81,000 . Diagnosis pada pasien ini?
Anemia aplastik
Anemia on chronic disease
Anemia pernisiosa
Anemia defisiensi besi
Anemia hemolitik
Perempuan usia 30 tahun datang dengan keluhan lesu dan mudah lelah sejak 1 bulan. Saat bekerja pasien sering tertidur. Pasien sedang menjalani diet ketat dan hanya makan sayuran serta tidak makan malam. Tanda vital dalam batas normal, konjungtiva palpebra anemis. Pemeriksaan darah: Hb 10 g/dL, Ht 30 %, MCV 67 , MCH 28 , MCHC 28 . Gambaran darah tepi didapatkan hipokrom mikrositik dengan sel pensil. Diagnosa?
Anemia defisiensi besi
Anemia penyakit kronis
Anemia sideroblastik
Anemia megaloblastik
Anemia aplastik
Wanita 23 tahun dengan keluhan cepat lelah dan lemas sejak 1 bulan. Pasien mengatakan selama 4 bulan terakhir menstruasinya berlangsung lebih lama dan lebih banyak. Pemeriksaan fisik: tanda vital dalam batas normal, konjungtiva anemis (+), hepar dan lien tidak teraba. Laboratorium: Hb 8,5 g/dL, MCV 75 , MCH 20 , MCHC 25 . Pemeriksaan selanjutnya yang dilakukan untuk mengetahui penyebab anemia pada pasien ini?
Hapusan darah tetes tebal dan tipis
Aspirasi sumsum tulang
SI dan TIBC
Elektroforesa Hb
Kadar asam folat
Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas sejak 1 bulan. Sebelumnya pasien tidak nafsu makan dan cepat lelah sejak 3 bulan. Pemeriksaan fisik: muka dan telapak tangan tampak pucat; TD 120/80 , RR 20 x/menit, HR 80 x/menit; konjungtiva anemis (+). Laboratorium: Hb 9,2 , leukosit 5400 , trombosit 250,000 , MCV 125 , MCH 25 , MCHC 35 %. Apa diagnosis yang tepat pada pasien?
Thalasemia
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Anemia defisiensi besi
Anemia megaloblastik
Seorang laki-laki 24 tahun datang dengan keluhan badan kuning sejak 1 bulan, disertai badan terasa lemas. Pemeriksaan fisik ditemukan hepatomegaly (+), lien Schuffner II, tulang wajah tampak melebar. Laboratorium: Hb 9 g/dL, leukosit 8500 , trombosit 250,000 . Dokter memutuskan melakukan hapusan darah tepi. Apa gambaran yang ditemukan?
Sel Sigar
Rouloux formation
Sel Target
Eritrosit berisi ringform
Sel Pensil
Wanita 40 tahun datang dengan keluhan lemas sejak 3 hari yang lalu disertai BAB encer. Pasien merupakan seorang petani yang suka ke sawah tanpa menggunakan alas kaki selama hampir 1 tahun. Pemeriksaan fisik tampak konjungtiva anemis (+), tanda vital dalam batas normal, hepar dan lien tidak teraba. Laboratorium Hb 10 g/dL, MCV 75 , MCH 20 , MCHC 25 . Apakah diagnosa pasien?
Anemia pernisiosa
Anemia megaloblastik
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Anemia defisiensi besi
Seorang laki-laki 15 tahun datang dengan keluhan badan kuning sejak 1 bulan, disertai badan terasa lemas. Pemeriksaan fisik: hepatomegaly (+), lien Schuffner II, tulang wajah tampak melebar. Laboratorium Hb 6,5 mg/dL, leukosit 8500 , trombosit 250,000 . Pasien mengaku sering bolak-balik MRS dengan gejala serupa. Dokter memutuskan melakukan transfusi. Terapi tambahan apa yang diperlukan?
Imunosupresif
Radioterapi
Kemoterapi
Kelasi
Suplemen B12
Seorang wanita 30 tahun datang dengan keluhan lemah letih dan lesu sejak 2 minggu. Pemeriksaan fisik: tanda vital normal, konjungtiva anemis, sklera ikterik, dan hepar teraba 4 cm BAC serta lien Schuffner III. Laboratorium Hb 7 mg/dL. Dokter memutuskan transfuse darah PRC, tetapi pasca transfusi kondisi pasien tidak membaik dan kadar Hb 6 mg/dL. Apa terapi sebaiknya pada pasien ini?
PRC
FFP
Trombosit
Tambahkan whole blood sampai optimal
Washed red cell
Perempuan 22 tahun dengan keluhan mudah lelah dan gusi berdarah. Riwayat penggunaan NAPZA disangkal. TD 110/80 mmHg, HR 76 x/menit, RR 18 x/menit. Laboratorium: Hb 7,6 g/dL, leukosit 1,300 , trombosit 94,000 , HCT 17,1 %. Hapusan darah tepi tidak ditemukan sel blast, retikulosit 0,5 %. Aspirasi sumsum tulang menunjukkan hiposeluler dengan sebagian limfosit. Maka diagnosis pasien adalah?
Leukemia akut
ITP
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Bisitopenia sekunder
Seorang wanita 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas dan pusing. Pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, nadi 82 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37,1 °C, tanpa organomegali. Pemeriksaan darah tepi dijumpai eritrosit makrositik. Diagnosis pasien ini adalah?
Anemia defisiensi besi
Leukemia akut
Leukemia kronis
Anemia defisiensi B12
Anemia penyakit kronis
Wanita 33 tahun G2P1A0 usia kehamilan 8 minggu datang ke Puskesmas untuk konsultasi. Sebelumnya pasien pernah melahirkan anak yang meninggal setelah dilahirkan dengan anensefalitis. Pasien ingin agar kejadian tersebut tidak terulang kembali pada kehamilan saat ini. Pemeriksaan fisik dan status obstetri dalam batas normal. Vitamin apa yang sebaiknya diberikan pada ibu tersebut?
Asam folat
Sulfas ferosus
Asam ascorbat
Asam retinoid
Zinc
Seorang wanita berusia 20 tahun datang dengan keluhan lemas, lesu, pucat dan tidak nafsu makan. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis. Pemeriksaan darah rutin ditemukan Hb 10 gr/dL, Hct 30, eritrosit 3 juta, leukosit 8.000, trombosit 260.000. Dari hasil pemeriksaan hapusan darah ditemukan adanya sel pensil. Diagnosis pasien adalah?
Anemia defisiensi besi
Anemia defisiensi asam folat
Anemia defisiensi B12
Anemia sideroblastik
Anemia normokromik normositer
An. B, usia 9 tahun datang diantar ibunya ke puskesmas karena cepat lelah sejak 2 bulan ini. Riwayat nafsu makan anak kurang baik, tidak suka makan sayur dan daging. Keadaan umum tampak lesu dan pucat. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, terdapat konjungtiva anemis dan telapak tangan tampak pucat. Pemeriksaan lab Hb 8,6, leukosit 7.000, Hct 25%, trombosit 276.000, MCV 75 fl, MCH 25 pg, MCHC 31%, retikulosit 1,2%. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk kasus ini adalah?
Hb elektroforesis
Tes Coomb’s
SI/TIBC
Aspirasi sumsum tulang
Hitung jenis
Pasien berusia 11 tahun dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan lemas dan pucat sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien riwayat sering mengalami hal serupa sejak berumur 7 tahun dan sering melakukan transfuse PRC. Tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 108 x/menit, RR 20 x/menit. Pemeriksaan fisik ditemukan wajah roden face, hepatomegaly 2 jari bawah arcus costae, splenomegaly scuffner 2. Pemeriksaan darah rutin Hb 6,3 gr/dL, leukosit 4.500, trombosit 270.000. Pemeriksaan penunjang lanjutan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis?
Coombs tes direct indirect
Hapusan darah tetes tebal dan tipis
Aspirasi sumsum tulang
Elektroforesa Hb
Compatibilitas ABO
Seorang pria 52 tahun datang dengan keluhan sesak sejak 2 hari. Pasien tidak bisa BAK sama sekali disertai bengkak kedua tungkai. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan hipertensi sejak 8 tahun yang lalu tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/100, HR 120x/menit, RR 32x/menit, suhu 37.3°C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan ureum 320 mg/dL, kreatinin 12 mg/dL, GFR <15, Hb 7,8. Terapi untuk mengatasi anemia pada pasien ini adalah?
Hemodialisa
CAPD
Sulfas ferosus dosis tinggi
Eritropoietin
Spironolakton
Seorang laki-laki 47 tahun datang dengan keluhan lemah letih lesu sejak 2 minggu yang lalu, disertai rasa mual muntah dan nyeri pada ulu hati. Tidak ada perubahan frekuensi dan warna BAB. Pasien merupakan seorang peminum alkohol sejak muda. Hampir tiap hari pasien meminum minimal 1 gelas alkohol. Dari PF TD 120/80, N90x/m, R 22x/m, pucat, sklera ikteric, hepar teraba 5 cm di bawah arkus kostae. Spleen tak teraba. Dari hasil lab HbsAg (-) anti HCV (-) OT 110 PT 250. Kemungkinan penyebab anemia pada pasien adalah?
Defisiensi B12
Defisiensi besi
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Defisiensi asam folat
Seorang anak 14 tahun datang dengan keluhan badan terlihat kuning sejak 1 bulan dan disertai badan lemas. Dari pemeriksaan fisik ditemukan hepar teraba 4 cm BAC, lien schuffner III dan wajah bagian mulut terlihat mencucu. BAK coklat seperti teh. Dari hasil cek DL didapatkan Hb 9,5 mg/dl trombosit 320.000 leukosit 9000. Dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan apusan darah tepi. Apa gambaran yang diharapkan pada temuan dokter?
Cigarette like cell
Rouloux formation
Eritrosit membesar dan pucat
Eritrosit berisi ring form
Sel target
Tn A, usia 26 tahun, datang dengan keluhan lemas dan tidak bergairah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat, kuku sendok, dan papil atrofi. Diketahui pasien menjadi seorang vegetarian beberapa tahun ini. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8.6 g/dl, MCV 62 fl, MCH 21 pg, MCHC 27%. Diagnosis yang paling tepat adalah?
Anemia defisiensi folat
Anemia defisiensi besi
Anemia aplastic
Anemia pernisiosa
Anemia hemolitik
Terapi yang paling tepat diberikan untuk Tn A adalah?
Vitamin B12 per oral
Asam folat per oral
Sulfas ferrous per oral
Transfusi PRC
Transfusi WBC
Tatalaksana suportif tambahan pada penyakit anemia defisiensi besi adalah?
Vitamin A
Asam askorbat
Vitamin B12
Vitamin B6
Preparat besi IV
Ny B, usia 30 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan pucat sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai mudah lelah, pusing, dan jari-jari akan membiru bila di tempat dingin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70mmHg, N 98x/menit, RR 22x/menit, T 37C, sklera ikterik, konjungtiva anemis, dan hepatosplenomegali. Pada pemeriksaan lab ditemukan Hb 10.2g/dl, MCV 88 fl, MCH 28 pg, coomb test (+). Tatalaksana yang paling tepat untuk Ny B adalah?
Transfusi PRC
Transfusi FFP
Loading cairan kristaloid
Pemberian prednisone
Transfusi WBC
Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas sejak 2 minggu. Sebelumnya pasien tidak nafsu makan dan cepat lelah yang dirasakan sejak 3 bulan. Pemeriksaan fisik muka dan telapak tangan tampak pucat; TD 120/80, RR 20x/menit; HR 80x/menit; konjungtiva anemis (+). Pemeriksaan laboratorium Hb 9.2, leukosit 5400, trombosit 250.000, MCV 125; MCH 25; MCHC 35%. Pemeriksaan HDT didapatkan gambaran neutrophil hipersegmented. Apa diagnosis yang tepat pada pasien?
Thalasemia
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Anemia defisiensi besi
Anemia megaloblastik
Seorang laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan lemah letih lesu sejak 1 minggu yang lalu, disertai rasa mual muntah dan nyeri epigastric. Tidak ada perubahan frekuensi dan warna BAB. Pasien merupakan seorang peminum alkohol sejak muda. Dari PF TTV dalam batas normal, pucat, sclera ikteric, hepar teraba 5 cm di bawah arkus kostae. Spleen tak teraba. Dari hasil lab HbsAg (-) anti HCV (-) OT 125 PT 230. Kemungkinan penyebab anemia pada pasien adalah?
Defisiensi B 12
Defisiensi asam folat
Defisiensi besi
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Pasien wanita usia 25 tahun dibawa ke UGD karena terlibat KLL beberapa jam sebelum MRS. Pasien mengalami perdarahan hebat di bagian paha. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 80/60mmHg, HR 120x/menit lemah angkat, RR 28x/menit, Tax 36, dengan perdarahan aktif di regio femur D. Kemungkinan hasil laboratorium yang didapatkan pada pasien adalah?
Hb meningkat
Auer rod (+)
Retikulosit meningkat
Leukosit meningkat
Reed Sternberg (+)
Seorang laki-laki usia 25 tahun datang dengan keluhan lemah seluruh badan sejak 2 hari yang lalu. Pasien mengaku tidak terdapat penurunan nafsu makan. Pasien bekerja sebagai petani dan jarang menggunakan alas kaki saat pergi bekerja. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70, HR 88x/menit, RR 20x/menit, Tax 36, konjungtiva anemis (+). Dari hasil pemeriksaan lab didapatkan Hb 10, leukosit 5000, trombosit 200.000, Hct 36%. Dari hapusan darah didapatkan gambaran sebagai berikut. Diagnosa yang mungkin pada pasien adalah?
Anemia megaloblastik
Anemia pernisiosa
Anemia defisiensi Fe
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Pada pemeriksaan didapatkan TD 100/70 mmHg, HR 80x/menit, RR 20x/menit, suhu 36 °C, konjungtiva anemis (+), Hb 8,6 g/dL, leukosit 6.000/µL, trombosit 210.000/µL, Hct 35%. Kemungkinan penyebab keluhan pada pasien adalah?
Anemia pernisiosa
Anemia megaloblastik
Anemia defisiensi besi
Anemia aplastik
Anemia defisiensi G6PD
Seorang anak perempuan usia 4 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan tampak pucat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis, sklera ikterik, dan hepatosplenomegali. Pada pemeriksaan radiologis, terdapat gambaran hair-on-end appearance. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah?
Thalassemia
Anemia defisiensi besi
Anemia hemolitik
Leukimia
Anemia defisiensi folat
Wanita usia 21 tahun datang dengan keluhan lemas dan pucat. Pasien mengatakan suka makan sayur. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis dan tidak didapatkan organomegali. Dari hasil pemeriksaan lab didapatkan Hb 9,6 g/dL. Diet yang perlu dihindari pada pasien adalah?
Diet dengan vitamin C
Diet teh dan sayur tinggi serat
Diet daging merah dan vitamin C
Diet daging merah dan teh
Diet ikan
Seorang perempuan usia 20 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan sering lesu dan lemah disertai pusing sejak 1 bulan terakhir. Dari anamnesis didapatkan pasien tidak suka mengonsumsi sayuran sejak kecil. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis, TD 110/70 mmHg, HR 78x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,9 °C, konjungtiva anemis (+), atrofi papil lidah (+). Laboratorium: Hb 7,2 g/dL, leukosit 7.400/µL, trombosit 332.000/µL. Penanganan yang tepat diberikan kepada pasien adalah?
Preparat besi intravena
Transfusi whole blood
Injeksi eritropoietin
Suplementasi sulfas ferosus oral
Suplementasi asam folat
Pada pasien dengan anemia defisiensi besi seperti kasus sebelumnya, pemberian zat besi yang dianjurkan adalah selama?
3–4 bulan
3–4 minggu
Sampai kadar Hb mencapai nilai normal
3–4 bulan setelah kadar Hb normal
3–4 minggu setelah kadar Hb normal
Pasien laki-laki usia 25 tahun mengeluh kedua tangan kebas dan kesemutan. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pasien berkonsultasi ke dokter dan diinjeksi obat neurotropik. Beberapa menit kemudian pasien merasa berdebar, berkeringat, dan pingsan. Pemeriksaan fisik: TD 80 mmHg (palpasi), HR 120x/menit, RR 24x/menit. Riwayat yang dialami pasien termasuk dalam?
Hipersensitivitas tipe 1
Hipersensitivitas tipe 2
Hipersensitivitas tipe 3
Hipersensitivitas tipe 4
Hipersensitivitas tipe 5
Seorang laki-laki usia 60 tahun dibawa ke UGD karena sesak sejak 2 minggu namun memberat 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluh bengkak terutama di ekstremitas. Riwayat DM (+) sejak 15 tahun lalu. Pemeriksaan fisik: TD 160/90 mmHg, nadi 90x/menit, RR 38x/menit, konjungtiva anemis (+); ronki basah kasar di kedua lapang paru (+). Laboratorium: Hb 8,6 g/dL; natrium 145 mmol/L; kalium 5,3 mEq/L; BUN 50; kreatinin 5,2. Penyebab anemia pada pasien ini adalah?
Anemia akibat defisiensi besi
Anemia akibat penyakit kronis
Anemia akibat defisiensi eritropoietin
Anemia akibat hemolisis eritrosit
Anemia akibat gangguan pembentukan rantai globin
Seorang wanita, usia 39 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan demam naik turun, diikuti menggigil dan berkeringat, sejak 5 hari yang lalu. Pasien baru saja pulang dari Maluku. Pemeriksaan fisik: TD 110/80 mmHg, nadi 88x/menit, RR 18x/menit, suhu 38,2 °C; hepatomegaly (+). Laboratorium: Hb 9,2 g/dL; leukosit 10.000/µL; trombosit 150.000/µL. Apa penyebab anemia pada pasien ini?
Gangguan pada pembentukan hemoglobin
Gangguan pada pembentukan eritrosit
Keganasan pada sumsum tulang
Pemecahan eritrosit yang berlebih
Kegagalan pembentukan sel darah di sumsum tulang
Seorang laki-laki, usia 30 tahun, dibawa ke IGD dalam kondisi tidak sadar pasca kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik: TD 90/70 mmHg, nadi 110x/menit, RR 24x/menit; akral dingin; tampak luka terbuka area dada dan femur kanan. Setelah dilakukan resusitasi, pasien direncanakan untuk diberikan transfusi. Produk darah yang dapat diberikan untuk pasien adalah?
Whole blood
PRC (packed red cells)
TC (trombocyte concentrate)
Cryoprecipitate
Fresh frozen plasma
Seorang perempuan usia 68 tahun datang ke tempat praktik dokter dengan keluhan pucat dan lemah sejak 1 bulan. Riwayat gagal terapi TB paru 4 tahun lalu. Pemeriksaan fisik: compos mentis, konjungtiva anemis. Tanda vital: TD 120/70 mmHg, nadi 100x/menit, RR 28x/menit, suhu 37,8 °C. Pemeriksaan lain dalam batas normal. Laboratorium: Hb 8 g/dL, leukosit 4.200/µL, trombosit 200.000/µL. Anemia pada pasien disebabkan oleh?
Perdarahan akut
Penyakit kronis
Efek samping obat
Autoimun
Kekurangan zat besi
Seorang wanita umur 25 tahun datang ke dokter dengan keluhan sering lemas sejak 1 bulan terakhir dan dirasakan makin berat. Pasien juga sering mengeluh mimisan sejak 1 bulan ini. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, petekie pada kulit, hepar dan lien tidak teraba. Hasil lab: Hb 7 g/dL, leukosit 2.400/µL, trombosit 96.000/µL. Apakah jenis anemia yang dialami pasien?
Anemia hemolitik
Anemia hipokrom mikrositer
Anemia normokrom normositer
Anemia normokrom makrositer
Anemia normokrom mikrositer
Tn B, usia 48 tahun, datang ke poliklinik umum untuk pengobatan ulkus gaster. Riwayat kebiasaan minum alkohol sejak 2 tahun terakhir. Diketahui sebelumnya pasien memiliki riwayat muntah darah dan BAB hitam. Sampai saat ini, pasien hanya minum antasida untuk gejalanya. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, BB 52 kg, TB 171 cm. Pasien kemungkinan mengalami defisiensi?
Vitamin B1
Vitamin B2
Vitamin B3
Vitamin B6
Vitamin B12
Seorang laki-laki usia 11 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas dan pusing sejak 1 bulan. Tidak ada riwayat demam, mual, muntah; BAB dan BAK normal. Keluhan pertama. Tidak ada riwayat keluarga serupa. Tanda vital: TD 105/70 mmHg, nadi 88x/menit, RR 24x/menit, suhu 36 °C. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, sklera ikterik, pembesaran hepar dan lien. Laboratorium: Hb 6,8 g/dL, Hct 28%, leukosit 4.500/µL, trombosit 234.000/µL. Apusan darah tepi: anemia normositik normokromik; Coomb test (+). Apakah diagnosis pasien?
Anemia penyakit kronis
Anemia defisiensi besi
Talasemia
Anemia hemolitik
Anemia aplastik
Anak laki-laki 1,5 tahun dibawa ibunya ke poliklinik RS dengan keluhan pucat dan malas bermain sejak 1 bulan. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, hepatosplenomegali, sklera ikterik. Hasil DL: Hb 9 g/dL, leukosit 4.500/µL, trombosit 254.000/µL. Apusan darah tepi didapatkan sel target dan sel pensil. Apa kemungkinan klasifikasi anemia pada kasus pasien ini?
Anemia normokrom normositik
Anemia hipokrom normositik
Anemia hiperkrom makrositik
Anemia normokrom mikrositik
Anemia hipokrom mikrositik
Bayi baru lahir dirujuk oleh bidan ke RS karena tampak pucat dan ikterik. Riwayat persalinan normal pervaginam, usia kehamilan cukup bulan, BBL 2.900 gram, APGAR Score 8–9. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, didapatkan anemis dan ikterus Kramer IV. Laboratorium: Hb 6 g/dL, Hct 28%, eritrosit 2.400.000/µL, leukosit 9.200/µL, trombosit 160.000/µL. Ibu pasien golongan darah O rhesus positif dan bayi AB rhesus negatif. Apakah diagnosis pasien ini?
Anemia hemolitik
Asfiksia neonatorum
Pasien 11 tahun dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan lemas dan pucat sejak 2 hari. Riwayat sering mengalami keluhan serupa sejak usia 7 tahun dan sering transfusi PRC. Tanda vital TD 110/70 mmHg, HR 108 x/menit, RR 20 x/menit. Pemeriksaan fisik: wajah roden face, hepatomegaly 2 jari di bawah arcus costae, splenomegaly scuffner 2. Pemeriksaan darah rutin Hb 6,3 g/dL, leukosit 4.500, trombosit 270.000. Pemeriksaan penunjang lanjutan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah?
Coombs test direct indirect
Hapusan darah tetes tebal dan tipis
Aspirasi sumsum tulang
Elektroforesa Hb
Compatibilitas ABO
Seorang wanita 30 tahun dengan keluhan pusing, lemah, dan mual muntah selama 1 bulan. Riwayat konsumsi obat penghilang rasa sakit dari warung; endoskopi menunjukkan erosi lambung. Laboratorium: Hb 8,5 mg/dL, leukosit 5000, trombosit 230.000. Etiologi dari keluhan yang dirasakan pasien adalah?
Anemia defisiensi B12
Anemia defisiensi B9
Anemia defisiensi B6
Defisiensi vitamin C
Defisiensi vitamin K
Seorang laki-laki 50 tahun dengan atrofik gaster. Hasil lab: Hb 8 g/dL, HT 21,8%, PLT 140.000/mm, WBC 4.000/mm, serum sianokobalamin 81 g/dL. Terapi yang diperlukan pada pasien ini adalah?
Injeksi zat besi
Zat besi oral
Injeksi asam folat
Injeksi vitamin B12
Vitamin B12 oral
Atrofi gaster pada pasien di atas akan menyebabkan?
Absorpsi zat besi terganggu
Absorpsi vitamin B6 terganggu
Absorpsi vitamin B12 terganggu
Ekskresi faktor intrinsik terganggu
Ekskresi faktor pertumbuhan terganggu
Seorang anak 12 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan lemas, lesu, dan mudah lelah sejak 2 bulan. Anak sulit makan, jarang makan sayur dan daging, lebih suka ngemil. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, lainnya normal. Lab: Hb 9 g/dL, leukosit 4.700, trombosit 400.000, TIBC meningkat. Dokter memberikan suplemen besi. Berapakah dosis suplementasi besi untuk kasus tersebut?
2 mg/kgBB/hari
Dosis tunggal 2–4 mg/kg/hari
3–6 mg/kgBB/hari dibagi dalam dua dosis
30 mg/hari dosis tunggal
60 mg/hari dosis tunggal
Berikut ini cara yang benar dalam mengonsumsi suplementasi zat besi oral adalah?
Diminum setelah makan
Diminum dengan air hangat
Diminum dengan susu
Diminum bersamaan dengan antasida
Diminum bersamaan dengan jus jeruk
Seorang pria 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lemas, mual, sejak 1 bulan. Diketahui bekerja di ladang dan jarang menggunakan alas kaki. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik. Laboratorium: Hb 8,4 g/dL, MCV 72 fL, MCH 21 pg. Bila dilakukan hapusan darah tepi, gambaran yang paling mungkin ditemukan adalah?
Hipokrom mikrositer, poikilositosis, sel pensil
Normokrom normositer, poikilositosis, sel pensil
Hiperkrom makrositer, poikilositosis, sel target
Hipokrom mikrositer, poikilositosis, sel target
Normokrom normositer, poikilositosis, sel burr
TnA, usia 32 tahun, datang dengan demam didahului menggigil yang kemudian berkeringat sejak 6 hari lalu. Pemeriksaan fisik: suhu 38,9°C, konjungtiva anemis, sklera ikterik, hepatosplenomegali (+). Laboratorium: Hb 8,8 g/dL; leukosit 9.100/mm3; trombosit 155.000/mm3; indeks retikulosit 21%. Patomekanisme yang mendasari keluhan adalah?
Hambatan absorpsi Fe di usus
Lisis eritrosit oleh parasit
Kegagalan pembentukan progenitor sumsum tulang
Hambatan pembentukan eritropoietin
Kerusakan membran eritrosit oleh imun
An.C, usia 11 tahun, datang dengan keluhan lemas dan cepat lelah saat beraktivitas. Ibu menyatakan anak tampak lebih pucat belakangan ini. Pemeriksaan fisik: tanda vital normal, konjungtiva anemis, atrofi papila lidah (+). Temuan hasil laboratorium yang paling mungkin pada kasus tersebut adalah?
Serum iron menurun, TIBC menurun, ferritin meningkat
Serum iron menurun, TIBC menurun, ferritin menurun
Serum iron menurun, TIBC meningkat, ferritin menurun
Serum iron meningkat, TIBC menurun, ferritin meningkat
Serum iron meningkat, TIBC meningkat, ferritin meningkat
Seorang wanita 25 tahun dengan keluhan lemas dan pucat 2 bulan. Pasien sering diet, hanya mengonsumsi sayur dan tidak mengonsumsi daging. VS: TD 100/60 mmHg, HR 110 x/menit, RR 24 x/menit. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, tidak hepatomegali. Laboratorium: Hb 6 g/dL, MCV 77 fL, MCHC 26, leukosit 5600, trombosit 167.000. Terapi yang tepat untuk pasien ini?
Transfusi PRC
Injeksi kortikosteroid
Suplementasi besi oral
Suplementasi besi parenteral
Injeksi sianokobalamin
Seorang wanita 25 tahun dengan keluhan lemas dan pucat 2 bulan, sering diet, hanya mengonsumsi sayur, tidak mengonsumsi daging. VS: TD 100/60 mmHg, HR 110 x/menit, RR 24 x/menit. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, tidak hepatomegali. Laboratorium: Hb 6 g/dL, MCV 77 fL, MCHC 26, leukosit 5600, trombosit 167.000. Pemeriksaan lanjutan yang sebaiknya dilakukan pada pasien ini adalah?
Retikulosit count
Coomb test
Profil besi
Aspirasi sumsum tulang
Hb elektroforesa
Seorang wanita 25 tahun dengan keluhan lemas dan pucat 2 bulan, sering diet, hanya mengonsumsi sayur, tidak mengonsumsi daging. VS: TD 100/60 mmHg, HR 96 x/menit, RR 24 x/menit. Pemeriksaan fisik: konjungtiva anemis, tidak hepatomegali. Laboratorium: Hb 9 g/dL, MCV 77 fL, MCHC 26, leukosit 5600, trombosit 167.000. Pasien juga mengeluh muntah-muntah akhir-akhir ini akibat sakit magh. Terapi yang tepat untuk pasien ini?
Transfusi PRC
Injeksi kortikosteroid
Suplementasi besi oral
Suplementasi besi parenteral
Injeksi sianokobalamin
An.R, usia 9 tahun, datang dengan perdarahan yang tidak berhenti setelah jatuh, cepat lelah, malas beraktivitas. Riwayat sering sakit-sakitan dan diberi terapi antibiotik. Pemeriksaan fisik: nadi 104 x/menit, suhu 37,4°C, wajah pucat, konjungtiva anemis. Laboratorium: Hb 7,2 g/dL, leukosit 950/mm3, trombosit 24.000/mm3. Biopsi sumsum tulang: hiposelularitas dan deposit sel lemak. Apakah etiologi yang paling mungkin mendasari diagnosis pasien?
Ampicillin
Amoxicillin
Ceftriaxone
Kloramfenikol
Levofloxacin
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemah dan cepat lelah. Saat masuk rumah sakit ditemukan demam dan epistaksis. Hasil lab: Hb 6 g/dL, leukosit 2000/mm3, trombosit 90.000/mm3. Vital sign: TD 90/50 mmHg, HR 110 x/menit, RR 24 x/menit. Tindakan yang pertama harus dilakukan pada pasien ini adalah?
Transfusi trombosit konsentrat
Diberi antibiotik
Transfusi PRC
Diberi asam salisilat
Diberi antipiretik
Tn.M, usia 37 tahun, datang dengan demam tidak tinggi dan nyeri kepala. Dua minggu sebelumnya menerima transfusi darah karena kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik: TD 100/70 mmHg, nadi 104 x/menit, RR 23 x/menit, suhu 37,7°C, sklera subikterik. Laboratorium: golongan darah pasien B+. Hapusan darah tepi menunjukkan sferositosis. Kondisi paling mungkin disebabkan jika Tn.M mendapat transfusi darah golongan?
O+ atau A+
A+ atau AB+
B+ atau O+
AB+ atau B+
O− atau A−
Tn. Y, usia 30 tahun, post KLL, mengeluh pusing, lemas, dan berdebar-debar sejak 10 menit yang lalu. Pasien baru saja mendapatkan transfusi PRC karena kehilangan darah. Maka mekanisme yang mendasari keluhan Tn. Y yang paling mungkin adalah?
Reaksi alergi
Reaksi transfusi hemolitik delayed
Reaksi transfusi hemolitik akut
Reaksi transfusi non‑hemolitik
Reaksi sepsis
Wanita usia 40 tahun datang ke poliklinik dengan sering mengeluh kesemutan dan sakit kepala sejak 1 tahun terakhir. Keluhan kadang disertai nyeri di ekstremitas dan nyeri dada. Wajah pasien tampak kemerah. Pemeriksaan fisik: TD 150/90, nadi 80x/menit, RR 20x/menit, Tax 37.5°C; plethora (+) ekstremitas; lien Schuffner II. Pemeriksaan laboratorium: Hb 17 g/dL; leukosit 18.000/µL; trombosit 500.000/µL; Ht 55%. Diagnosis paling mungkin pada pasien adalah?
Leukemia akut
Polycythemia vera
Myelodisplastik syndrome
AIHA
AML
Terapi yang dianjurkan untuk wanita pada skenario sebelumnya adalah?
Transfusi washed PRC
Flebotomi
Hemodialisis
Terapi kelasi besi
Transfusi darah rutin
Seorang laki-laki datang dengan keluhan sering sakit kepala sejak 3 hari ini. Tanda‑tanda vital dalam batas normal. Pasien baru saja pindah tempat tinggal dari pesisir pantai ke daerah pegunungan. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 19 g/dL, leukosit 4.000/µL, trombosit 250.000/µL. Kadar TG 110 mg/dL, kolesterol total 150 mg/dL, LDL 70 mg/dL, HDL 50 mg/dL. Apa yang mendasari terjadinya keluhan pasien?
Polisitemia vera
Polisitemia relatif
Anemia fisiologis
Dislipidemia
Polisitemia fisiologis
Seorang wanita dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan diare lebih dari 10 kali/hari sejak 3 hari yang lalu. Tanda‑tanda vital: TD 80/60 mmHg, HR 120x/menit, RR 30x/menit, Tax 37.5°C. Pemeriksaan laboratorium: Hb 19 g/dL, leukosit 4.000/µL, trombosit 300.000/µL. Kemungkinan kondisi yang dialami pasien saat ini adalah?
Anemia
Polisitemia vera
Polisitemia fisiologis
Polisitemia relatif
Dislipidemia
Wanita usia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pegal‑pegal di lengan dan kaki sejak 3 bulan terakhir. Keluhan kadang disertai nyeri di ekstremitas, nyeri kepala, dan nyeri dada. Lengan dan kaki tampak kemerah. Pemeriksaan fisik: TD 150/90, nadi 92x/menit, RR 24x/menit, Tax 37.5°C; plethora (+) ekstremitas; lien Schuffner II. Pemeriksaan laboratorium: Hb 19 g/dL; leukosit 20.000/µL; trombosit 680.000/µL; Ht 55%. Diagnosis paling mungkin pada pasien adalah?
Leukemia akut
Leukemia kronis
Myelodisplastik syndrome
AIHA
Polycythemia vera
Seorang laki‑laki dibawa ke UGD dengan keluhan diare lebih dari 10 kali/hari sejak 3 hari yang lalu. Tanda‑tanda vital: TD 90/70 mmHg, HR 110x/menit, RR 28x/menit, Tax 37°C. Pemeriksaan laboratorium: Hb 19 g/dL, leukosit 4.000/µL, trombosit 250.000/µL. Kemungkinan kondisi yang dialami pasien saat ini adalah?
Anemia
Polisitemia vera
Polisitemia relatif
Polisitemia fisiologis
Dislipidemia
Seorang wanita 30 tahun datang dengan keluhan badan terasa lemas sejak 1 minggu. Tanda vital dalam batas normal. Status lokalis terdapat purpura di kedua lengan; hepar 2 cm di bawah arcus costae; lien tidak teraba. Riwayat gusi berdarah saat menggosok gigi (+). Pemeriksaan laboratorium: Hb 9 g/dL, leukosit 1.500/µL, trombosit 90.000/µL. Pasien memiliki riwayat konsumsi obat demam tifoid selama 15 hari. Apa kemungkinan diagnosis pasien saat ini?
Anemia hemolitik autoimun
Leukemia akut
ITP
Anemia aplastik
Pansitopenia sekunder
Pasien wanita usia 37 tahun, bekerja di bagian radiologi, datang ke IGD RS dengan lemah dan lesu sejak 2 minggu dan dirasakan semakin memberat 3 hari terakhir. Keluhan sebenarnya sudah dirasakan sejak 3 tahun yang lalu, disertai demam ringan. Pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, nadi 78x/menit, RR 18x/menit, suhu 37°C. Pemeriksaan laboratorium: Hb 8,2 g/dL, leukosit 1.500/µL, trombosit 81.000/µL. Pemeriksaan lanjutan yang harus dilakukan adalah?
Hapusan darah tepi
Hitung jenis leukosit
Biopsi sumsum tulang
Elektroforesis Hb
Uji Coombs
Anak laki‑laki berumur 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik RS dengan keluhan muncul bintik‑bintik merah pada tangan dan kaki sejak 3 hari. Tidak ada demam atau keluhan lain. Riwayat 3 minggu sebelumnya pasien batuk pilek, dikatakan karena infeksi virus. Nadi 96x/menit, RR 28x/menit, suhu 36.5°C. Pemeriksaan fisik: petekie di dada dan ekstremitas. Laboratorium: Hb 12 g/dL, Hct 39%, leukosit 6.000/µL, trombosit 46.000/µL, PT dan aPTT normal. Apakah patomekanisme yang mendasari penyakit pasien?
Gangguan trombosit
Gangguan pembekuan dan trombosit
Gangguan pembekuan dan vaskular
Gangguan pembekuan
Gangguan fibrinolisis
Bayi usia 6 bulan mulai merangkak; pada siku kedua tangan dan kedua lutut dijumpai memar kebiruan. Apa kemungkinan diagnosis di atas adalah?
Hemofilia
Purpura trombositik imun
Talasemia mayor
Anemia defisiensi besi
Talasemia minor
Bayi laki‑laki usia 2 bulan dibawa ke IGD RS karena darah merembes dan tidak kunjung berhenti di bagian paha setelah disuntik imunisasi. Bayi juga sering muncul memar di kulit. Riwayat lahir cukup bulan dan langsung menangis. Tanda vital normal; anemis (−), ikterik (−), organomegali (−). Hasil lab: Hb 11 g/dL, Hct 39%, leukosit 9.500/µL, trombosit 235.000/µL. Pemeriksaan: BT normal, CT memanjang, PT normal, aPTT memanjang, kadar Faktor VIII 2% dan Faktor IX normal. Apakah diagnosis pasien?
Penyakit Von Willebrand
Hemofilia A
Hemofilia B
Defisiensi vitamin K
Disseminated Intravascular Coagulation
Bayi laki‑laki 5 hari dibawa ibunya ke RS dengan perdarahan yang sukar berhenti pada bekas suntikan hepatitis B. Pemeriksaan fisik tampak darah merembes dari bekas suntikan paha kanan, anemis (+), ikterus (−), hepatomegali (−), splenomegali (−). Riwayat lahir normal di bidan, cukup bulan, berat lahir normal. Sejak lahir mendapat susu formula karena ASI tidak keluar. Hasil lab: Hb 11 g/dL, leukosit 8.500/µL, trombosit 170.000/µL, BT normal, CT memanjang, PT dan aPTT memanjang. Apakah diagnosis yang tepat?
Penyakit Von Willebrand
Hemofilia A
Hemofilia B
Defisiensi vitamin K
Disseminated Intravascular Coagulation
Anak perempuan usia 10 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan muncul bintik‑bintik kemerahan di kedua kaki sejak 3 hari. Keluhan disertai nyeri sendi, mual, muntah, dan BAB hitam. Riwayat sebelumnya pasien batuk dan pilek; pernah mengalami keluhan serupa 6 bulan lalu namun saat ini lebih berat. Pemeriksaan fisik: palpable purpura dan makula eritematosus pada kedua ekstremitas bawah. Hasil lab: Hb 12 g/dL, Hct 36%, leukosit 4.700/µL, trombosit 412.000/µL, LED meningkat, CT normal, PT dan aPTT normal. Apakah diagnosis pasien?
Idiopathic thrombocytopenic purpura
Thrombotic thrombocytopenic purpura
Henoch‑Schönlein purpura
Irritable bowel disease
Disseminated Intravascular Coagulation
Seorang anak laki‑laki 8 tahun datang dengan lutut bengkak dan kemerahan sejak hari ini. Tidak ada riwayat trauma. Pasien sebelumnya pernah mengalami perdarahan masif saat sirkumsisi. Riwayat kakak laki‑laki pasien yang kini sudah meninggal juga sering mengalami keluhan serupa. Pemeriksaan fisik didapatkan hemarthrosis genu dextra. Apakah diagnosis paling mungkin?
Hemofilia A
Hemofilia B
Penyakit Von Willebrand
Purpura trombositik imun
Sinistra, pemeriksaan fisik lain normal. Hasil lab Hb 12 g/dL, Hct 38%, Leukosit 4.500 mm³. Trombosit 357.000 mm³. Kelainan apakah yang dialami pasien?
Kuantitatif trombosit
Kualitatif trombosit
Koagulasi
Trombosis
Pembuluh darah
Seorang wanita usia 28 tahun datang dengan keluhan perdarahan post partum sejak 2 minggu. Terdapat petekie dan purpura di hampir seluruh tubuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60, HR 110x/menit lemah, RR 22x/menit, Tax 36.5. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7, Leukosit 8000, Trombosit 185000, Hct 35%, PT dan aPTT meningkat, fibrinogen menurun, D-dimer meningkat. Kemungkinan diagnosa pada pasien tersebut adalah?
Hemofilia A
Hemofilia B
TTP
ITP
DIC
Seorang laki-laki usia 15 th datang dengan keluhan sering mimisan, gusi berdarah sejak 2 minggu ini. Keluhan sering kambuh sejak pasien kecil. Pasien juga sering pusing, tidak demam. Dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan TTV dalam batas normal. Dilakukan pemeriksaan lanjutan didapatkan Hb = 11.5 g/dl, leukosit 8500, trombosit 250.000. Terdapat penurunan factor VIII, Ristocetin test (+), PT normal dan aPTT memanjang. Apakah diagnose pasien?
Hemofilia A
Hemofilia B
ITP
Von Willebrand Disease
TTP
An. O, usia 6 tahun, dibawa ibunya ke rumah sakit karena mengalami pembengkakan di lutut. Bengkak terjadi secara tiba- tiba dan tampak berwarna merah. Pasien sebelumnya memiliki riwayat darah sulit berhenti jika ada luka. Pada pemeriksaan didapatkan APTT memanjang dan ditemukan penurunan kadar faktor IX. Maka diagnosis yang paling mungkin adalah?
Thalasemia minor
Thalasemia mayor
Hemofilia A
Hemofilia B
Hemofilia C
Jika akan dilakukan transfusi, maka transfusi yang paling tepat diberikan adalah?
PRC
FFP
Washed PRC
Cryoprecipitate
WBC
Kevin habib alhuda, usia 10 tahun, datang diantar ibunya ke puskesmas dengan keluhan tampak bintik-bintik merah pada kedua kaki dan tangan sejak 1 minggu terakhir. Diketahui pasien baru sembuh batuk pilek 1 bulan sebelumnya. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, petekie (+). Hasil laboratorium didapatkan Hb 8.5g/dl, Ht 27%, leukosit 7200/mm3, trombosit 95.000/mm3, APTT tidak memanjang. Kemungkinan diagnosis yang paling tepat adalah?
Hemofilia
vWD
ITP
Trombositosis
Polisitemia vera
Terapi yang tepat untuk anak tersebut?
Cairan kristaloid
Transfusi trombosit
Transfusi FFP
Kortikosteroid
Analgetik
Bila pada suatu kondisi didapatkan hasil pemanjangan APTT. Maka kemungkinan faktor koagulasi yang mengalami kelainan adalah, kecuali?
Faktor XII
Faktor VII
Faktor IX
Faktor XI
Faktor VIII
Seorang anak 8 tahun dibawa orang tuanya ke RS dengan keluhan perdarahan ringan. Hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan penurunan kadar faktor VII sampai 0,15 U/ml (15%). Kemungkinan apakah yang mungkin ditemukan pada pasien ini?
BT memanjang
PTT memanjang
TT memanjang
Tromboplastin memanjang
PT memanjang
Perempuan berusia 28 tahun datang dengan keluhan demam sumer-sumer sejak 2 minggu yang lalu, disertai dengan penurunan berat badan dan berkeringat di malam hari. Keluhan batuk lama disangkal. Dari hasil pemeriksaan tanda vital TD 110/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 18 x/menit. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya benjolan di beberapa kelenjar getah bening. Dari hasil pemeriksaan darah lengkap Hb 11,9 gr/dL, trombosit 198.000, leukosit 11.300. Dari hasil pemeriksaan FNAB didapatkan serbukan limfosit yang homogen. Diagnosis pasien tersebut adalah?
Limfadenopati tuberculosa
Limfoma maligna Hodgkin
Limfoma maligna NonHodgkin
Leukemia kronik
Limfadenopati NonHodgkin
Laki-laki 62 tahun datang dengan keluhan benjolan di leher sebelah kanan di daerah supraklavikula dan ketiak kanan sebesar telur puyuh sejak 3 bulan. Pasien juga mengeluh sering demam, keluar keringat pada malam hari dan berat badan turun drastis 8 kg dalam 2 bulan terakhir. Dari pemeriksaan FNAB ditemukan gambaran sel bentuk uniform. Sel reed stenberg (-). Apa kemungkinan diagnose pasien saat ini?
Limfadenopati non spesifik
Limfadenitis TB
Limfoma Hodgkin
Limfadenitis bacterial
Limfoma nonHodgkin
Laki-laki, usia 19 tahun, diantar keluarganya ke poliklinik karena mengeluh ada benjolan di leher sejak 1 bulan lalu. Sebelumnya pasien ke dokter swasta dan diberi antibiotik namun benjolan tidak hilang. Keluhan lainnya yakni demam naik turun & penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik didapatkan nodul multiple di area leher, diameter 1-4 cm; konsistensi kenyal, mudah digerakkan; nyeri tekan (-). Pada pemeriksaan PA didapatkan serbukan sel limfositik & didapatkan gambaran owl eyes. Diagnosis yang mungkin pada pasien adalah?
Limfadenitis tuberculosa
Limfoma Hodgkin
Limfoma non-Hodgkin
Limfadenitis non spesifik
Limfadenopati non spesifik
Seorang pria 43th datang dengan keluhan demam. Didapati pasien juga mimisan sejak 2 minggu ini. Mual muntah disangkal, nyeri sendi disangkal. Dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan conjunctiva anemis, TD = 130/70 mmHg, nadi = 88x, RR = 21x, suhu = 37.4 (Axilla). Pemeriksaan DL didapati Hb 8.5 g/dl, leukosit 35.000, trombosit 90.000. Dari HDT didapatkan gambar seperti ini. Diagnosanya?
ALL
CML
ITP
AML
CLL
Perempuan berusia 26 tahun datang dengan keluhan mimisan sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh lemas dan pucat sejak 1 minggu yang lalu. Dari hasil pemeriksaan tanda vital TD 110/80 mmHg, HR 88 x/menit, RR 18 x/menit. Pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis,hepatosplenomegaly dan petekie di ekstremitas atas dan bawah. Pemeriksaan darah rutin ditemukan Hb 6,8 gr/dL, leukosit 7.900, trombosit 78.000. Dari pemeriksaan hapusan darah ditemukan sel blas lebih dari 10% dengan didominasi oleh sel neutrophil dan basophil. Diagnosis pasien adalah?
ALL
AML
CLL
CML
Limfoma maligna
Berikut ini kelainan yang menyertai penyakit tersebut adalah?
Kromosom New York
Kromosom Philadepphia
Kromosom 22;15
Reed stenberg cell
Kromosom 9;10
Hb 6,8 gr/dL, leukosit 7.900, trombosit 78.000. Dari pemeriksaan hapusan darah ditemukan sel blas lebih dari 70% dengan didominasi oleh sel neutrophil dan basophil. Diagnosis pasien adalah?
ALL
AML
CLL
CML
Limfoma maligna
Seorang anak laki-laki usia 10 tahun, dibawa orang tuanya ke IGD karena timbul bintik-bintik merah sejak 2 minggu yang lalu. Anak tampak pucat dan sering mengalami demam tapi tidak tinggi sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan didapatkan limfadenopati regional, hepatosplenomegali, dan ptekie. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8 gr/dl; leukosit 100.000/µl; trombosit 50.000/µl; LED 100 mm, hematocrit 22%, hitung sel 1/2/3/50/120/3. Apa diagnosis yang paling mungkin?
CLL
AML
CML
ALL
Anemia aplastic
Seorang wanita, usia 60 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan demam naik turun sejak 1 minggu lalu. Pasien saat ini sedang menjalani kemoterapi untuk CML. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80; nadi 72x/menit; RR 18x/menit; suhu 38.7 C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10; leukosit 3000; limfosit 0; 2000; monosit 500; eritrosit 4.000.000. Diagnosis paling mungkin dari pasien ini adalah?
Granulomatosis
AML
Agranulositosis
Sarkoidosis
Myelodisplastic syndrome
Seorang perempuan, berusia 20 tahun, datang ke UGD dengan keluhan hidung berdarah disertai demam sejak 7 hari terakhir. Selama sebulan ini pasien terlihat pucat dan lemas. Keluhan seperti ini belum pernah dialami pasien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis (+), suhu 38.5C, hepatosplenomegaly (+). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 4.5 g/dl; leukosit 45.000/ml; HCT 35%; trombosit 40.000/ml. Apakah diagnosa yang paling mungkin pada pasien tersebut?
Malaria
Leukimia akut
Anemia aplastik
Kanker nasofaring
ITP
Seorang anak perempuan berusia 6 tahun datang bersama ibunya ke puskesmas dengan keluhan tampak pucat sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan mudah sakit, sering demam, tubuh mudah lebam dan sering mimisan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan anemis, hepatomegali dan ptekie pada ekstremitas. Pemeriksaan laboratorium Hb 9 g/dL, Hct 25%, leukosit 67000/µL, trombosit 130.000/µL, sel blast 26% dan ditemukan gambaran Auer rod. Apakah diagnosis pasien?
Leukimia limfositik kronik
Leukimia limfositik akut
Leukimia myeloblastik akut
Leukimia myeloblastik kronik
Anemia aplastic
Tn.C, usia 72 tahun, datang dengan keluhan sering berdebar-debar dan cepat lelah sejak 1 bulan yang lalu. Istri pasien mengatakan akhir-akhir ini tampak pasien lebih pucat dari biasanya. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, konjungtiva anemis, wajah pucat, hepar dan lien teraba membesar. Hasil lab didapatkan Hb 8.9 g/dl, leukosit 112.000/mm3, trombosit 98.000/mm3, hitung jenis 1/1/2/25/62/9. Maka diagnosis yang paling mungkin adalah?
ALL
AML
CML
CLL
MM
Bila dilakukan pemeriksaan sumsum tulang, maka khas akan ditemukan?
Auer rods
Limfosit plasma biru
Smudge cells
James dots
sel plasma dominan
Seorang anak laki-laki, usia 5 tahun, dibawa orang tuanya ke IGD RS dengan keluhan mual dan perut terlihat membesar sejak 1 bulan lalu. Nafsu makan pasien menurun dan diketahui pasien sering demam tidak terlalu tinggi yang hilang timbul. Semakin lama pasien tampak semakin pucat dan lesu. Pemeriksaan fisik didapatkan wajah pucat, konjungtiva anemis, hepar membesar, lien schuffner III. Hb 7,2 g/dl, leukosit 95.000/mm3, trombosit 59.000/mm3. Hapusan darah tepi didapatkan sel blast 45%. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilakukan adalah?
Lumbal Pungsi
Hb elektroforesis
Aspirasi sumsum tulang
Hapusan darah tepi
USG Abdomen
Seorang laki-laki umur 58 tahun dikonsul dari bagian bedah ortopedi dengan fraktur patologis tulang pada kanan, lab: Hb: 10gr %, leukosit: 5000/mm3, trombosit: 500.000/mm3, kreatinin: 3 mg/dl, hapusan darah tepi didapatkan sel plasma. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah?
AML
CML
MM
ALL
CLL
Laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan kemerahan dan gatal pada seluruh tubuh disertai dengan sesak yang sebelumnya disuntikkan antibiotik. Pemeriksaan fisik ditemukan T 110/80 mmHg, nadi 110x/i, pernafasan 28 x/i, suhu 37oC. Pada perkusi paru suara sonor. Auskultasi terdengar wheezing. Pada pemeriksaan seluruh tubuh ditemukan eritema pada seluruh tubuh batas tidak tegas. Patomekanisme terjadinya kelainan?
Hipersensitivitas tipe 1
Reaksi kompleks imun
Reaksi sitotoksik
Reaksi sitolitik
Hipersensitivitas tipe lambat
Laki-laki 30 tahun datang ke IGD dg keluhan sesak nafas, gatal seluruh badan, muncul bentol-bentol merah, mata berair, badan terasa pegal, setelah minum obat kotrimoksazol 1 jam lalu. Kondisi pasien tersebut tergolong hipersensitivitas tipe?
Tipe I
Tipe II
Tipe III
Tipe IV
Tipe V
Seorang laki-laki, 47 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan sesak. Pasien juga mengalami batuk-batuk. Keluhan seperni ini sudah sering dialami sejak pasien kecil. Vital sign dalam batas normal, didapatkan wheezing. Dokter melakukan pemeriksaan sitologi sputum, yang akan ditemukan adalah?
Peningkatan monosit
peningkatan eosinofil
Peningkatan netrofil
Peningkatan basophil
Peningkatan limfosit
Laki-laki 5 tahun bengkak pada bibir setelah makan coklat. Ibu mengaku memberikan ASI dr lahir sampai umur 4 bulan ditambah dengan susu formula, edema dan hiperemis pada bibir, hiperemis pada wajah. Immunoglobulin apa yang berperan?
Ig A
Ig E
Ig G
Ig M
Histamin
