Search Header Logo
Siklus Phosphor

Siklus Phosphor

Assessment

Presentation

Other

University

Medium

Created by

196312011991031002 Siswanto, Ir., M.T.

Used 1+ times

FREE Resource

21 Slides • 14 Questions

1

Siklus Phosphor dan Pengujian Nutrisi Phosphor

by Siswanto

​Agroteknologi - Fak. Pertanian

​UPN "Veteran" Jawa Timur

Diperbaruhi dari : Phosphor Cyclus, Testing and Fertilizer Recommendations. By Clain Jones, Soil Chemist, and  Jeff Jacobsen, MSU Extension Soil Scientist in Nutrient Management Module No. 4

2

Latar Belakang

• Pupuk Phosphor (P) adalah hanya pupuk kedua setelah nitrogen (N) dalam jumlah aplikasi tahunan ke lahan pertanian

• Phosphor diperlukan untuk banyak fungsi-fungsi tanaman, termasuk  tranfer

energi, dan sintesa protein.

• pupuk P komersial diambil dari endapan P yang ketersediaannya terbatas.

3

Bentuk-Bentuk Fosfor

media

4

media

Siklus Fosfat

​H2PO4-

5

​Siklus Fosfor

​Fosfor dapat dijumpai dalam tanah sebagai:

• ion phosphate (HPO4-2  or H2PO4-) sbg. bentuk tersedia bagi tanaman dan

kadarnya < 1 mg P/L (1 ppm P),

• Mencerminkan ion fosfat 1% » P total tanah

• P-terjerap P-organic

• atau dalam P-mineral

• P-organik menurun cepat dengan kedalaman tanah,

• Proses-proses yang mengontrol ketersediaan P dalah tanah adalah:

a. diambil oleh tanaman, b. serapan, c. pelepasan, d. mineralisasi,

e. immobilisasi, f. pengendapan, g. pemecahan dan h. erosi

6

Multiple Choice

Bentuk-bentuk P tanah yang tersedia bagi tanaman untuk pertumbuhanya adalah

1

Ca3(PO4)2

2

HPO4- dan H2PO42-

3

Al(HPO4)3 dan Al2(H2PO4)3

4

Fe3(PO4)2 dan FePO4

5

AlPO4 dan FePO4

7

Multiple Choice

Bentuk phosphat yang ada dalam tanah pertanian adalah

1

P-Organik, ion P, dan P-Mineral, P-Terjerap

2

P-Lambat Larut, P-Sukar larut

3

ion PO43-, CaPO4-

4

Ca-P, Al-P, Fe-P, dan Mn-P

8

​1. Serapan/desopsi

Pengikatan P ke partikel tanah terjadi karena:

• muatan negatif fosfat ditarik ke, dan diikat kuat oleh muatan positif mineral,

seperti aluminium  (Al) dan besi (Fe) hidrosida dan oksida

• kebanyakan fosfat dijerap pada pH rendah (Al, Fe tinggi)

• tanah bertekstur halus menjerap P, krn. memiliki luas permukaan jenis yg luas.

• ketersediaan P meningkat, bila lart. tanah mengandung anion lain spt. HCO3-,

CO32-, SiO42-, SO42-, or molibdat tinggi yg bersaing tempat u/ penyerapan

• Desorbsi P (antonim absorpsi) -> meningkat bila kelarutan P menurun, 

• Or kondisi tergenang -> pelarutan Fe(OH)2 -> FeO membebaskan P yg diserap P.

9

​2. Mineralisasi /Immobilisasi

Mineralisasi P : proses dimana

P-organik dirubah ke senyawa

fosfat organik P, dan

imobilisasi P : proses dimana

P-tersedia  terikat oleh sel-sel

mikroorgnisme

media

10

​2. Mineralisasi /Immobilisasi

​• Mieralisasi terjadi sangat cepat ketika rasio C:P < 200:1

immobilisasi terjadi bilamana rasio C: P  > 300:1

For pembanding, rasio C:P kotoran sapi RPH sekitar 100:1 (St. Jean, 1997)

Mineralisasi dan imobilisasi P dipengaruhi oleh:

  1. temperatur,

  2. kelembaban,

  3. aerasi dan pH

11

3. Diserap oleh Tanaman

​• Phosphate tanah rendah -> tanaman mengambil sejumlah besar P -> desopsi

dan pelarutan

• Proses difusi P ke akar tanaman

• P : Lhn pertanian berkisar 22.5 - 67.3 kg P2O5/ha/th

Pupuk komersial : bentuk oksida (P2O5) ≠ bentuk unsur (P), -> nilai P dinyatakan

sebagai P2O5.

• Dengan rasio BM P2O5 -> % P2O5, dpt dikonversi ke % P dengan x 0.44

(%P = % P2O5 x 0.44).

• Metode untuk prediksi pemindahan P adalah: analisis  P jaringan tanaman yang

dipindahkan dari tanah, dan mengalikan hasilnya dengan berat kering tanaman.

12

Multiple Select

Dua bentuk pengikatan P ke partikel tanah terjadi akibat muatan negatif fosfat ditarik ke, dan diikat kuat oleh muatan positif oleh

1

mineral Apatit seperti Ca(OH)2

2

Mineral Aluminium seperti Al(OH)3 dan Al2O3

3

Mineral Besi seperti Fe(OH)2, Fe(OH)3 FeO dan Fe2O3

4

mineral Silika seperti Si2O3

13

Multiple Select

Ketersediaan P meningkat, bila larutan tanah mengandung banyak anion lain seperti .......dan ......... yg bersaing tempat untuk penyerapan

1

NO2- dan NO3-

2

Cl-, dan BO3-

3

HCO3- dan

CO32-

4

SiO42- dan SO42-

14

Fill in the Blanks

Type answer...

15

Multiple Choice

Mineralisasi P adalah proses dimana P-organik dirubah ke senyawa fosfat organik-P, sedangkan proses dimana P-tersedia terikat oleh sel-sel mikroorgnisme sehingga tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai proses .....

1

Pengendapan P

2

Sorbsi/Panyerapan P

3

Fiksasi P

4

imobilisasi P 

16

​4. Pengendapan/Pelarutan

media

Konsentrasi P tersedia sebagian besar dikontrol oleh:

• Kelarutan mineral P dari Ca-P -> pH > diatas 6.8

• Kelarutan mineral P dari Al-P dan Fe-P -> pH rendah dibawah 6.5

• Bentuk-bentuk kalsium fosfat yang ada

17

​5. Pengendapan/Pelarutan

Pemupukan P dengan dosis 125.78 kg P2O5/ha -> hasil uji P tanah (Olsen) naik sekitar 13 ppm jika kadar kapur meningkat 1% , sedangkan pada peningkatan kapur 12,5%, uji P tanah (Olsen) meningkat sebesar 8 ppm

media

18

​6. Erosi dan Limpasan Permukaan

​• Erosi merupakan salah satu penyebab kehilangan P dari lahan pertanian

• P-terlarut di LP merupakan penyebab kedua kehilangan P dari lahan pertanian,

namun kadar P-terlarut di LP umum  rendah -> tingginya P-terjerap dan

pengendapan -> sbg. mineral P

• Kelarutan P ditemukan mendekati 80 mg/l (80 ppm) di lahan padang rumput yang

dipupuk dengan pupuk kandang unggas (Pierzynski et al., 2000).

• Studi lain, aplikasi pupuk limbah susu dari 19.06 kg P2O5/ha, kadar P terlarut di

LP meningkat hingga enam kali lipat (Sharpley dan Tunney, 2000).

19

6. Erosi dan Limpasan Permukaan

​Mencegah hilangnya P permukaan oleh erosi/LP antara lain melalui:

  1. tanpa olah tanah,

  2. konservasi tanah,

  3. penahan angin,

  4. meningkatkan kesuburan tanah,

  5. mengurangi pembakaran sisa tanaman,

  6. tanaman penutup,

  7. kontrol aliran langsung/limpasan permukaan,

  8. dan penyangga strip

20

Multiple Select

Konsentrasi P tersedia bagi tanaman di lahan pertanian sebagian besar dikendalikan oleh kelarutan mineral 

1

Monocalsium Phosphat dan Dicalsium Phosphat

2

Tricalsium Phosphat dan Hidroksi Apatite

3

Mineral P dari Ca-P

dan mineral P dari Al-P

4

Mineral Fe-P dan bentuk kalsium fosfat yang ada

21

Multiple Choice

Orosi tanah merupakan salah satu penyebab utama kehilangan P dari lahan pertanian, maka upaya untuk mencegah kehilangan P lebih lanjut dari lahan pertanian dapat dilakukan dengan cara

1

Mengolah tanah dengan intensif

2

Membiarkan tanah dalam keadaan terbuka

3

Konservasi tanah dan mengurangi pembakaran sisa tanaman

4

Membiarkan run off dan tanpa penyangga strip

22

Fill in the Blanks

Type answer...

23

7. Pencucian

​• Kehilangan P karena pencucian jarang terjadi

• Studi menunjukkan bahwa P terlarut bergerak tidak lebih dari 5 cm dari lapisan

olah (belum meninggalkan zona perakaran)

• Di tanah berpasir, P tersedia meningkat konsentrasinya sampai 90 cm di bawah

permukaan, tetapi tidak memiliki efek pada P tersedia di kedalaman 137 cm di

bawah permukaan (Pierzynski et al., 2000).

• Sebuah studi selama tiga tahun pada tanah lempung liat berpasir yang diirigasi

berat P tercuci sampai kedalam sekitar 137 cm (Peterschmidt et al., 1979).

24

pH dan Perilaku Fosfat

Al-P dan Fe-P :

Mineral P dominan di tanah

dng pH di bawah 6,5

(Havlin et al., 1999).

Ca-P :

mineral P yang dominan

di tanah dengan pH diatas 7.

media

25

Penambahan & Pengurangan P Tersedia Tanah

media

26

​Uji P-Soil

​• Tujuan utama uji P tanah : untuk menentukan kebutuhan pupuk P bagi tanaman

• Bbrp metode dikembangkan unt. mengekstrak P yang terjerap dan mineral P

media

27

Fill in the Blanks

Type answer...

28

Multiple Select

Pengurangan P Tersedia Tanah dapat terjadi setiap saat karena diambil tanaman, immobilisasi, erosi, absorbsi, pengendapan dan dapat diatasi dengan 

1

Menaikkan Pengangkutan

2

Mineralisasi dan Pelarutan

3

Peningkatan Fiksasi

4

Penambahan Pupuk, dan desorbsi

29

Multiple Choice

Tujuan utama penguji P tanah adalah untuk menentukan besarnya kebutuhan pupuk P bagi tanaman, metode uji P tanah yang cocok untuk tanah dengan pH dibawah 6.0 adalah

1

Olsen

2

Bray I dan Bray II

3

North Caroline

4

NaHCO3 dan NaCl

30

Batas Kritis Ketersesiaan P

media

31

media

32

​Mengelola Pupuk Fosfat

1. Tipe Pupuk (Mudah Larut/Tidak)

2. Waktu/Penempatan pupuk -> absorbsi & pengendapan P sangat cepat, maka

aplikasi pupuk P dipilih pada saat serapan tanaman maksiumum & pemberian

dalam jalur lebih dianjurkan dibandingkan disebar

3. Sumber pupuk P -> BFA, PK, Kompos dll

4. Kelembaban Tanah -> FC melarutkan 50-80% pupuk P in 24 jam, sdg pada

kelembaban 24% P yang larut 20-50% (Havlin et al., 1999).

5. Kecepatan aplikasi pupuk P -> absorbs dan pengendapan P sangat tinggi shg.

aplikasi P jumlah kecil tdk berpengaruh pada peningkatan ketersediaan P ->

aplikasinya banyak

33

Fill in the Blanks

Type answer...

34

Multiple Select

Mengelola pupuk phosphat dilakukan agar ketersediaan P-tanah terjaga, hal ini dapat dilakukan dengan mengetahui sifat pupuk P,  waktu dan penempatan pupuk yang tepat, mengetahui sumber pupuk P, dan ...... serta ......

1

Menjaga Kelembaban Tanah dalam Field Capacity

2

Kecepatan Aplikasi Pupuk P

3

Membenamkan Pupuk P pada saat aplikasi

4

menambahkan kapur atau belerang bila pH tanah tidak 6.5

35

​Resume

​• Sebagian besar P dalam tanah tidak tersedia bagi tanaman karena terikat oleh

mineral P shg tidak larut dan/dijerap kuat oleh kation Ca, Fe, Al

Ketersediaan P tanah diukur dengan salah satu dari tiga tes tanah utama: Olsen

(netral-alkalis), Bray atau Mehlich (asam)

Tujuan dari manajemen pupuk P adalah untuk menjaga tingkat ketersediaan P

tanah di dekat atau di atas tingkat kritis hasil panen maksimal, serta di bawah

ambang batas lingkungan.

Meningkatkan ketersediaan P yang diambil tanaman dapat dilakukan dengan

aplikasi bahan pupuk yang mengikat fosfat tinggi (ammonium fosfat) dan

penambahan bahan organik

Siklus Phosphor dan Pengujian Nutrisi Phosphor

by Siswanto

​Agroteknologi - Fak. Pertanian

​UPN "Veteran" Jawa Timur

Diperbaruhi dari : Phosphor Cyclus, Testing and Fertilizer Recommendations. By Clain Jones, Soil Chemist, and  Jeff Jacobsen, MSU Extension Soil Scientist in Nutrient Management Module No. 4

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 35

SLIDE