Search Header Logo
MATERI FIKIH BAB I

MATERI FIKIH BAB I

Assessment

Presentation

Religious Studies

2nd Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Zainol Hasan

Used 1+ times

FREE Resource

55 Slides • 0 Questions

1

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 1

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 1

ADZAN DAN IQAMAH

2

media

2 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI INTI 1
(SIKAP SPIRITUAL)

KOMPETENSI INTI 2

(SIKAP SOSIAL)

KOMPETENSI INTI
3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4
(KETERAMPILAN)

1.Menerima dan

menjalankan
ajaran agama
yang dianutnya

2.Menunjukkan

perilaku jujur,
disiplin,
tanggung
jawab, santun,
peduli, dan
percaya diri
dalam
berinteraksi
dengan
keluarga,
teman, dan
guru

3.Memahami

pengetahuan
faktual
dengan cara
mengamati
[mendengar,
melihat,
membaca]
dan menanya
berdasarkan
rasa ingin
tahu tentang
dirinya,
makhluk
ciptaan Tuhan
dan
kegiatannya,
dan benda-
benda yang
dijumpainya
di rumah dan
di sekolah

4.Menyajikan

pengetahuan
faktual dalam
bahasa yang
jelas dan logis,
dalam karya
yang estetis,
dalam gerakan
yang
mencerminkan
anak sehat, dan
dalam tindakan
yang
mencerminkan
perilaku anak
beriman dan
berakhlak
mulia

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

1.1Menerima bahwa

adzan adalah
panggilan Allah
kepada hamba-Nya
untuk melaksanakan
shalat

2.1Menjalankan sikap

tepat waktu dalam
beraktivitas sehari-
hari

3.1Menerapkan tata

cara adzan dan
iqamah

4.1Mempraktik

kan

tata

cara

adzan dan iqamah

1.2 Menerima

keagungan Allah
yang tercermin
pada lafadz adzan
dan iqamah

2.2 Menjalankan

sikap tertib dan
teratur dalam
berinteraksi
dengan keluarga,
teman, dan guru

3.2 Memahami arti

pentingnya
adzan dan
iqamah

4.2

Mengomunikasik
an adzan dan
iqamah

3

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 3

PETA KOMPETENSI

Menerima panggilan

adzan



Sikap Spiritual

Memenuhi panggilan
adzan

Menunjukkan sikap

rendah hati

Memenuhi panggilan

kebaikan

Sikap Sosial

Tertib dan teratur dalam

bergaul

Tata cara dan bacaan

adzan dan iqamah

Pengetahuan

Pengertian adzan dan

iqamah



Keterampilan

Mengumandangkan
adzan dan iqamah

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Peserta didik mampu

Mendengarkan adzan dan iqamah dengan khusu’

Terbiasa menyegerakan shalat ketika ada panggilan adzan dan iqamah

2.1.1 Terbiasa segera memenuhi panggilan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari

Menjelaskan tata cara adzan dan iqamah

Mengidentifikasi bacaan adzan dan iqamah

4.1.1 Mengumandangkan adzan dan iqamah
1.2.1 Menunjukkan sikap rendah hati
2.2.1 Menunjukkan sikap tertib dan teratur dalam bergaul dengan keluarga, teman, dan guru

Menjelaskan pengertian adzan dan iqamah

Menyebutkan lafaz adzan dan iqamah

4.1.1

Menjelaskan tujuan dikumandangkannya adzan dan iqamah

Indahnya Panggilan

Allah

4

media

4 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

4 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Dalam hadis riwayat Muslim dinyatakan bahwa “Para muadzin adalah orang yang

berleher panjang pada hari kiamat.” Maksud “orang yang berleher panjang adalah

orang yang paling banyak amalnya sehingga cepat dimasukkan ke dalam surga.”

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/88195/hadits-hadits-keutamaan-seorang-muazin

A.Indahnya Panggilan Allah


Amati gambar berikut dengan saksama!

Setelah kalian mengamati gambar di atas, diskusikan dengan teman-teman kalian.

Hilmi anak yang saleh. Dia rajin shalat berjamaah. Suara Hilmi juga nyaring. Apakah

yang dilakukan Hilmi pada gambar di atas? Apa saja yang dilafalkan Hilmi ketika adzan?

Apa yang kalian lakukan ketika mendengar suara adzan? Bagaimana sikap kalian, ketika

sedang asyik bermain tiba-tiba terdengar suara adzan? Pernahkah kalian mengumandangkan

adzan? Jika kalian belum hafal adzan mari lakukan kegiatan berikut ini.

5

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 5

Lafal-lafal yang diucapkan oleh Hilmi sebagai berikut:

Latin

Arab

Allahu Akbar, Allahu Akbar 2X

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا للهَا

Asyhadu an-laa ilaha illallah 2X

لِا َلَ ْنَا ُدَهْشَا ُالله َالَِا َه

Asyhadu anna Muhamaddan rasulullah 2X

ِالله ُلْوُسَر اًدَّمَحُم َّنَا ُدَهْشَا

Hayya ‘alash shalah 2X

ِةَلََّصلا ىَلَع َّيَح

Hayya ‘alal falah 2X

ِحَلََفْلا ىَلَع َّيَح

Allahu Akbar, Allahu Akbar

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا ُللهَا

Laa ilaha illallah

لِا َلَ ُالله َّلَِا َه

Lafal yang dikumandangkan Hilmi tersebut adalah lafal adzan. Adzan merupakan

panggilan untuk menunaikan shalat. Adzan juga merupakan tanda bahwa waktu

shalat sudah tiba. Adzan disunnahkan dalam Islam. Jika adzan sudah

dikumandangkan, orang Islam segera datang ke masjid atau mushalla.

Orang yang mengumandangkan adzan disebut muadzin. Seorang muadzin

disyaratkan harus:

1. Beragama Islam

2. Mumayyiz (sudah dapat membedakan baik dan buruk)

3. Laki-laki. (Perempuan boleh adzan khusus jamaah perempuan dan tidak

menggunakan pengeras suara)

Selain itu, bagi muadzin disunnahkan:

1. Suci dari hadas dan najis

2. Berdiri menghadap kiblat

3. Mengumandangkan adzan dengan suara yang nyaring

4. Membaca shalawat dan doa setelah selesai adzan

6

media

6 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

http//:almunawar.net

Kompasiana.com

Ebookanak.com

Saat kita sedang bermain, tiba-tiba terdengar suara adzan. Kita segera menghentikan

permainan. Orang yang sedang bekerja, segera menghentikan pekerjaannya. Saat kita sedang

bercakap-cakap, di masjid dekat kita dikumandangkan adzan. Kita harus menghentikan

pembicaraan.

Orang yang mendengarkan adzan disebut mustami’. Bagi mustami’, jika mendengar

adzan segera menghentikan kegiatannya sampai adzan usai. Selain mendengarkan adzan,

mustami’ juga menjawab adzan.

Adapun bacaan adzan dan jawaban adzan dari mustami; sebagai berikut:

Jawaban azan

Lafal azan

Arti lafal adzan

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا للهَا

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا للهَا

Allah Maha Besar

لِا َلَ ْنَا ُدَهْشَا ُالله َالَِا َه

لِا َلَ ْنَا ُدَهْشَا ُالله َالَِا َه

Saya bersaksi bahwa tiada

tuhan yang berhak disembah
selain Allah

ِالله ُلْوُسَر اًدَّمَحُم َّنَا ُدَهْشَا

ِالله ُلْوُسَر اًدَّمَحُم َّنَا ُدَهْشَا

Saya bersaksi sesungguhnya
Nabi Muhammad utusan Allah

ِاىِلَعْلا ِللهاِب َّلَِإ َةَّوُق َلََو َلْوَح َلَ

ِمْيِظَعْلا

ِةَلََّصلا ىَلَع َّيَح

Mari kita mendirikan shalat

ِاىِلَعْلا ِللهاِب َّلَِإ َةَّوُق َلََو َلْوَح َلَ

ِمْيِظَعْلا

ِحَلََفْلا ىَلَع َّيَح

Mari kita menuju kemenangan

َكِلاَذ ىَلَع اَنَاَو َتْرَرَبَو َتْقَدَص

َنْيِدِهاَّشلا َنِم

ِمْوَّنلا َنِم ٌرْيَخ ُةَلََّصلَا

(khusus untuk shalat

subuh)

Shalat itu lebih baik daripada
tidur

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا ُللهَا ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا ُللهَا Allah Maha Besar

لِا َلَالله َّلَِا َه لِا َلَالله َّلَِا َه Tiada tuhan yang berhak

disembah selain Allah

7

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 7

Jika adzan telah selesai dikumandangkan, bagi muadzin dan mustami’

disunahkan membaca doa sebagai berikut:

ه َّبَر َّمُهَّللَا ا ,ِةَمِئاَقْلا ِةَلََّصلاَو ,ِةَّماَّتلا ِةَوْعَّدلا ِهِذ ِت

َةَجَرَّدلاَو َفَرَّشلاَو َةَلْيِضَفْلاَو َةَلْيِسَوْلا اًدَّمَحُم اَنَدِايَس

ىِذَّلا اًدْوُمْحَم اًماَقَم ُهْثَعْباَو ,َةَعْيِفَّرلا َةَّيِلاَعْلا ,هَتْدَعَو

َداَعْيِْلْا ُفِلْخُت َلَ َكَّنِا

Artinya:

“Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan yang

sempurna ini dan shalat yang akan didirikan,

berikanlah kepada junjungan kami, nabi Muhammad

Saw. perantara, keutamaan, kemuliaan, dan derajat

yang tinggi, serta angkatlah dia pada kedudukan

yang terpuji. Sesungguhnya Engkau tidak pernah

ingkar janji”

Wajibbaca.com

B.Memenuhi Panggilan Allah


8

media

8 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Setelah adzan dikumandangkan, beberapa saat kemudian imam datang. Hilmi kemudian

berdiri lagi. Dia mengumandangkan iqamah. Apakah lafal yang diucapkan Hilmi sama

dengan yang diucapkan saat adzan? Lafal apa saja yang diucapkan Hilmi ketika iqamah?

Apakah ada perbedaan lafal iqamah dan adzan? Apakah jamaah juga menjawab iqamah yang

dikumandangkan Hilmi? Bagaimana sikap jamaah setelah mendengar iqamah?

Mari lafalkan yang diucapkan Hilmi dan para jamaah yaitu:

Jawaban jamaah

Yang dilafalkan Hilmi

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا للهَا

لِا َلَ ْنَا ُدَهْشَا ُالله َالَِا َه لِا َلَ ْنَا ُدَهْشَا ُالله َالَِا َه

ِالله ُلْوُسَر اًدَّمَحُم َّنَا ُدَهْشَا ُدَهْشَا ِالله ُلْوُسَر اًدَّمَحُم َّنَا

ِمْيِظَعْلا ِاىِلَعْلا ِللهاِب َّلَِا َةَّوُقَلََو َلْوَحَلَ ِةَلََّصلا ىَلَع َّيَح
ِمْيِظَعْلا ِاىِلَعْلا ِللهاِب َّلَِا َةَّوُقَلََو َلْوَحَلَ ِحَلََفْلا ىَلَع َّيَح

مَّسلا ِتَمَداَم اَهَماَدَاَو ُاللهاَهَماَقَا و ُت
َنْيِحِلاَّصلا َنِم ىِنَلَعَجَو ُضْرَلَْاَو ُةَلََّصلا ِتَماَق ْدَق ,ُةَلََّصلا ِتَماَق ْدَق

ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا ُللهَا ُرَبْكَا للهَا ُرَبْكَا ُللهَا

لِا َلَالله َّلَِا َه لِا َلَالله َّلَِا َه

9

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 9

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 9

Iqamah adalah seruan bahwa shalat berjamaah akan segera dilaksanakan. Setelah

iqamah dikumandangkan, jamaah segera berdiri, mengambil barisan, dan meluruskan

shafnya. Membaca iqamah hukumnya sunnah.

Adzan dan iqamah merupakan panggilan untuk melaksanakan perintah Allah Swt,

yaitu shalat. Shalat merupakan perintah menjalankan kebaikan. Ketika adzan dan iqamah

dikumandangkan, kita mendengarkannya, menjawabnya, dan segera melaksanakan shalat

berjamaah.

Tidak hanya adzan dan iqamah, tetapi semua seruan kebaikan kita harus

mendengarkan dan memperhatikannya. Dan yang tidak kalah penting yaitu melaksanakannya.

Misalnya, dipanggil oleh kedua orang tua kita atau guru kita. Kita harus memperhatikan dan

melaksanakan apa yang diperintahkan.

Tanyakan kepada orang tuamu atau keluargamu di rumah. Selain menandakan waktu

shalat telah tiba, untuk apa dan kapan adzan dikumandangkan? Tuliskan jawaban kalian pada

selembar kertas dan serahkan kepada gurumu.

10

media

10 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS
2

1. Adzan adalah panggilan untuk menunaikan shalat. Adzan juga sebagai

tanda bahwa waktu shalat telah tiba.

2. Iqamah adalah seruan bahwa shalat berjamaah segera dilaksanakan.

3. Orang yang mengumandangkan adzan disebut muadzin. Orang yang

mendengarkan adzan disebut mustami’.

4. Orang yang mendengar adzan harus menghentikan kegiatannya sementara

waktu

5. Muadzin dan mustami’ disunnahkan berdoa setelah adzan selesai

dikumandangkan

6. Semua panggilan kebaikan harus didengarkan dan diperhatikan

Setelah mempelajari tata cara adzan dan iqamah, renungkan apa yang sudah kalian

kuasai. Berilah tanda centang pada kolom yang tersedia.

No

Kemampuanku

Sudah

Belum

1.

Saya tahu apa yang saya lakukan sebelum adzan dan
iqamah

2.

Saya sudah hafal bacaan adzan dan iqamah

3.

Saya hafal jawaban adzan dan iqamah

4.

Saya hafal doa setelah adzan

5.

Saya segera mengambil barisan setelah iqamah

11

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 9

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 11

I.Jodohkan pernyataan pada lajur kiri dengan lajur kanan dengan memberi garis hubungan

1. Orang yang mengumandangkan adzan

A. Adzan

2. Orang yang mendengar adzan

B. Berdoa

3. Tanda waktu shalat telah tiba

C. Muadzin

4. Tanda shalat segera dimulai

D. Iqamah

5. Dilakukan setelah adzan

E. Mustami’

II.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat

1. Sebelum adzan sebaiknya ….

2. ِحَلََفْلا ىَلَع َّىَح artinya ....

3. Setelah iqamah dikumandangkan, jamaah segera mengatur ….

4. Hilmi sedang bermain di lapangan. Tiba-tiba terdengar suara adzan. Hilmi sebaiknya

....

5. Ketika Husna sedang belajar, ibu meminta tolong untuk membelikan gula. Sikap

Husna sebaiknya ….

III.Sikap

Berilah tanda checklist (√) pada kolom di bawah ini!

No

Pernyataan

Sikapku

Selalu
Kadang-
kadang

Tidak
pernah

1.

Ketika mendengar adzan, saya segera
berhenti bermain

2.

Setiap shalat berjamah, saya
mengumandangkan adzan

3.

Saat mendengar adzan, saya mengecilkan
volume televise

4.

Ketika iqamah dikumandangkan, saya

12

media

10 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

12 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS
2

No

Pernyataan

Sikapku

Selalu
Kadang-
kadang

Tidak
pernah

mengajak teman-teman segera merapikan
shaf

5.

Jika orang tua saya memanggil, saya pura-
pura tidak mendengar

Total skor

IV.Ketrampilan

1. Praktikkan bacaan adzan di hadapan teman-temanmu

2. Praktikkan bacaan iqamah di hadapan teman-temanmu

13

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 23

3.Rukun Shalat

Rukun adalah sesuatu yang harus dilakukan. Jika tidak dilakukan, ibadahnya tidak

sah. Rukun shalat ada 13, yaitu:

a. Niat.

Niat yaitu menyengaja mengerjakan shalat karena Allah Swt. bersamaan dengan

takbiratul ihram. Niat ada di dalam hati. Agar hati lebih khusyu’ dan teringat,

sebelum takbiratul ihram melafalkan niat dengan lisan.

b. Berdiri bagi yang mampu.

Bagi yang tidak mampu berdiri, boleh shalat dengan duduk atau berbaring.

c. Takbiratul ihram.

Yaitu mengucapkan Allahu Akbar di awal shalat sambil mengangkat tangan.

d. Membaca surah al-Fatihah

Membaca surah al-Fatihah merupakan rukun shalat yang dibaca pada tiap-tiap

rakaat.

e. Ruku’ dengan thuma’ninah.

Thuma’ninah artinya tenang kira-kira cukup untuk membaca subhanallah

f. I’tidal atau bangun dari ruku’ dengan thuma’ninah

g. Sujud dua kali dengan thuma’ninah

h. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah. Duduk di antara dua sujud yaitu

dengan duduk iftirasy.

i. Duduk at-tahiyyat atau

tasyahud akhir. Duduk pada tasyahud akhir

disunnahkan dengan duduk tawaruk.

j. Membaca at-tahiyyat atau tasyahud akhir

k. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad Saw. pada tahiyyat akhir

l. Mengucapkan salam yang pertama

m. Tertib atau berurutan. Tertib artinya rukun shalat tersebut dilakukan secara urut

dari awal sampai akhir

14

media

24 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Rukun shalat terdiri dari rukun qauliy dan fi’liy. Rukun qauliy yaitu rukun yang berupa

bacaan seperti bacaan surat al-Fatihah. Rukun fi’liy yaitu rukun yang berupa perbuatan

seperti ruku’ dan sujud. Kelompokkan rukun shalat ke dalam rukun qauliy dan rukun

fi’liy. Tuliskan hasilnya di bawah ini.

Rukun qauliy

Rukun fi’liy

4.Sunnah-sunnah Shalat

Shalat kita akan lebih sempurna jika kita melakukan sunnah-sunnah shalat. Sunnah

adalah jika dilakukan akan mendapat pahala, jika tidak dilakukan tidak berdosa. Hal-

hal yang disunnahkan dalam shalat, antara lain:

a. Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram

b. Bersedekap ketika berdiri.

c. Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram

d. Membaca ta’awudz sebelum membaca surat al-Fatihah dan mengucapkan āmīn setelah

selesai membaca surat al-Fatihah

e. Membaca surat atau ayat al-Qur’an setelah membaca surat al-Fatihah.

Membaca surat atau ayat disunnahkan pada rakaat pertama dan kedua

f. Mengangkat tangan ketika akan ruku’, i’tidal, dan berdiri setelah tahiyyat awal

g. Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud

h. Membaca doa qunut dalam shalat subuh setelah i’tidal

i. Duduk iftirasy ketika duduk diantara dua sujud dan duduk tahiyyat awal

j. Duduk tawaruk ketika tasyahud akhir

k. Membaca salam yang kedua sambil menoleh ke kiri

15

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 25

5.Hal-hal yang Membatalkan Shalat

Hal-hal yang membatalkan shalat, yaitu:

a. Tidak mengerjakan salah satu rukun shalat

b. Berbicara selain bacaan shalat dengan sengaja

c. Banyak bergerak selain gerakan shalat dengan berturut-turut

d. Hadas kecil atau besar

e. Terkena najis

f. Terbuka auratnya dengan sengaja

g. Makan atau minum meskipun sedikit

h. Niat keluar dari shalat (membatalkan shalat)

i. Membelakangi kiblat atau tidak menghadap kiblat.

j. Tertawa berlebihan

Jika dilihat secara lahir, shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan gerakan.

Shalat merupakan murni hubungan manusia dengan Allah Swt. Shalat tidak ada hubungan

manusia dengan manusia.

Tetapi jika dipahami dan dihayati, shalat juga mengajarkan cara kita berhubungan

dengan manusia. Manusia di dunia terdiri dari berbagai suku dan bangsa. Bahasanya berbeda-

beda. Tempat tinggalnya juga berbeda-beda. Tetapi saat shalat, Yang Disembah sama,

bahasanya sama, kiblatnya juga sama.

Oleh karena itu, jika kita menghayati shalat yang kita kerjakan kita akan menganggap

mereka adalah saudara kita. Kita saling menghormati dan menghargai mereka. Sehingga

persatuan dan kesatuan akan terjaga. Selain itu, orang yang mengerjakan shalat akan

menghindari perbuatan yang dapat merugikan orang lain.

Mintalah orang tuamu mengantarkan kepada kiai, ustadz, atau tokoh agama di

sekitarmu. Bertanyalah “Bagaimana jika dalam keadaan shalat, pakaianmu atau sajadahmu

terkena najis?”

16

media

26 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

1.Orang Islam, baligh, dan berakal sehat diwajibkan shalat

2.Shalat

sah jika dikerjakan dalam keadaan suci, menutup aurat, sudah masuk waktu

shalat, dan menghadap kiblat.

3.Rukun shalat yang berupa bacaan yaitu niat, takbiratul ihram, membaca al- Fatihah,

membaca tasyahud akhir, membaca shalawat serta salam

4.Rukun shalat yang berupa gerakan yaitu berdiri, ruku’dengan thuma’ninah, i’tidal dengan

thuma’ninah, sujud dengan thuma’ninah, duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah, dan

duduk tasyahud akhir

5.Sunnah shalat yaitu perbuatan atau bacaan jika dikerjakan akan menambah kesempurnaan

shalat

6.Shalat akan batal jika melakukan sesuatu yang dilarang dalam shalat

Setelah mempelajari ketentuan shalat fardlu, renungkan apa yang sudah kalian

kuasai. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.

No

Kemampuanku

Sudah

Belum

1.

Saya tahu apa yang harus saya lakukan sebelum shalat

2.

Saya sudah hafal lafal niat shalat lima waktu

3.

Saya hafal bacaan surat al-Fatihah

4.

Saya hafal bacaan tasyahud akhir

5.

Saya dapat melakukan ruku’ dengan benar

6.

Saya dapat melakukan sujud dengan benar

7.

Saya hafal bacaan doa iftitah

8.

Saya hafal bacaan tasbih pada saat ruku’ dan sujud

17

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 27

I.Jodohkan pernyataan lajur kanan dengan lajur kiri yang sesuai

1. Seseorang yang telah dewasa

A. Rukun Shalat

2. Membuka aurat dengan sengaja

B. Syarat Sah Shalat

3. Membaca surat pendek atau ayat

C. Syarat Wajib Shalat

4. Berdiri tegak bagi yang mampu

D. Sunnah Shalat

5. Suci badan dan pakaian dari najis

E. Membatalkan

Shalat

II.Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar dan tepat

1. Shalat diakhiri dengan salam, dimulai dengan ….

2. Ruku’, I’tidal, dan sujud harus dilakukan dengan ….

3. Membaca sami’allahu liman hamidah termasuk … shalat.

4. Orang yang rajin shalat, jika mendapat tugas segera ….

5. Shalat dapat menghapus dosa. Maka, orang yang rajin shalat hatinya akan .... dari dosa.

III.Sikap

Berilah tanda checklist (√) pada pernyataan berikut sesuai dengan keadaanmu

No Pernyataan
Setuju
Ragu-
ragu

Tidak
setuju

1. Anak-anak yang masih kecil perlu latihan shalat

2. Orang yang sakit boleh tidak mengerjakan shalat

3. Kesunahan shalat lebih baik dilakukan agar
shalat lebih sempurna

4. Saya mengajak teman yang berbeda agama agar
Shalat

5. Saya akan mengerjakan PR ketika diberi tugas
oleh guru

IV.Ketrampilan

Praktikkan bacaan dan gerakan shalat fardlu dari awal sampai akhir. Bapak/Ibu guru

kalian akan membimbing kalian.

18

media

28 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

PENILAIAN AKHIR SEMESTER

I.Berilah tanda silang pada salah satu huruf a, b, atau c sebagai pilihan jawaban yang

benar

1.Setiap agama mempunyai tanda masing-masing untuk melaksanakan ibadah. Tanda

sudah masuk shalat bagi orang Islam yaitu ....

a.adzan

b.beduk

c.iqamah

2.Lafal adzan merupakan kalimah tayyibah. Orang yang mengumandangkan adzan

seharusnya memakai adab. Sebelum mengumandangkan adzan, seorang muadzin

sebaiknya ....

a.makan

b.wudhu

c.berdoa

3.Tidak setiap shalat disunnahkan adzan dan iqamah. Adzan dan iqamah disunnahkan

ketika akan shalat ....

a.berjamaah

b.sunnah

c.sendiri

4.

َح َّى َع َل ْا ى َفل َلَ ِح

a. Marilah kita melaksanakan shalat

b. Marilah kita meraih kemenangan

c. Marilah kita shalat berjamaah

5. Setelah terdengar adzan, Pak Hasan mengajak Hilmi segera ke masjid. Oleh

karena itu Pak Hasan dan Hilmi akan mendapat ....

a.kemenangan

b.hadiah

c.rejeki

6.Hilmi dan kawan-kawan sedang bermain sepak bola di lapangan. Ketika permainan

belum usai, terdengar adzan asar. Hilmi dan kawan-kawan sebaiknya ....

a.langsung pergi ke masjid

19

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 29

b.terus bermain sampai usai

c.berhenti bermain sampai adzan selesai

7.Rukun shalat yang harus dibaca pada setiap rakaat yaitu ….

a.Tahiyyat akhir

b.Surat al-Fatihah

c.Takbiratul ihram

8.Mengucapkan salam yang merupakan rukun shalat ....

a.Pertama dan kedua

b.Salam pertama

c.Salam kedua

9.Di bawah ini tidak membatalkan shalat, yaitu ....

a.sengaja membuka aurat

b.makan dan minum sedikit

c.bergerak tidak berlebihan

10.Salah satu hikmah shalat fardhu yaitu melatih disiplin waktu. Jika diberi tugas

rumah, maka saya akan mengerjakan ....

a. di sekolah sebelum jam masuk

b. di rumah setelah pulang sekolah

c.di rumah jika sudah akan dikumpulkan

II.Jodohkan pernyataan pada lajur kiri dengan lajur kanan yang sesuai

A.Adzan

B.Iqamah

C. Jawaban adzan

D.Adab adzan

E.Jawaban iqamah

1.Suci dari hadas dan najis

2.Āqāmahāllahu wa adāmahā mādamati

as-samāwātu wa al-arḍu waja’alanī
mina al-ṣāliḣīn

3.Tanda masuk waktu shalat

4.Ṡadaqta wabararta wa ana ‘alā ẓālika

minasy syāhidin

5.Tanda shalat segera mulai

20

media

30 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

III.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat

1.Seruan atau panggilan yang menandakan bahwa waktu shalat sudah tiba adalah ….

2.Orang Islam yang mendengar adzan seharusnya menghentikan aktifitasnya. Adzan

merupakan panggilan untuk menghadap ….

3.Iqamah merupakan pertanda bahwa shalat jamaah segera ….

4. Bacaan takbir dalam iqamah dibaca sebanyak … kali.

5.Amal ibadah manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat yaitu ….

6.Anak-anak dibiasakan mengerjakan shalat sejak umur … tahun.

7.Rukun shalat yang dibaca setiap rakaat yaitu ….

8.Sunnah-sunnah shalat jika dikerjakan akan menambah … shalat

9.Orang yang mengerjakan shalat seperti orang mandi. Orang yang shalat hatinya

akan bersih dari ….

10.Ketika shalat seperti kita sedang menghadap Allah swt. Oleh karena itu, shalat

harus dikerjakan dengan ….

A.Syarat sah shalat

B.Syarat wajib shalat

C.Rukun shalat

E.Membatalkan shalat

D.Sunnah shalat

6. Membaca surat al-Fatihah

7. Membaca tasbih ketika ruku’ dan

sujud

8.Telah masuk waktu shalat

9. Niat keluar dari shalat

10.Tidak terganggu jiwanya

21

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 31

SHALAT BERJAMAAH

22

media

32 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI INTI 1
(SIKAP SPIRITUAL)

KOMPETENSI INTI 2

(SIKAP SOSIAL)

KOMPETENSI INTI
3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4
(KETERAMPILAN)

1. Menerima dan

menjalankan
ajaran agama yang
dianutnya

2. Menunjukkan

perilaku jujur,
disiplin, tanggung
jawab, santun,
peduli, dan
percaya diri dalam
berinteraksi
dengan keluarga,
teman, dan guru

3. Memahami

pengetahuan
faktual dengan
cara mengamati
[mendengar,
melihat,
membaca] dan
menanya
berdasarkan rasa
ingin tahu
tentang dirinya,
makhluk ciptaan
Tuhan dan
kegiatannya, dan
benda-benda
yang
dijumpainya di
rumah dan di
sekolah

4. Menyajikan

pengetahuan
faktual dalam
bahasa yang jelas
dan logis, dalam
karya yang estetis,
dalam gerakan
yang
mencerminkan
anak sehat, dan
dalam tindakan
yang
mencerminkan
perilaku anak
beriman dan
berakhlak mulia

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI DAS

1.9 Menjalankan

shalat
berjamaah
sebagai sunah
Rasul

2.9 Menjalankan

sikap patuh dan
tanggung jawab
dalam
berinteraksi
dengan
keluarga, teman,
dan guru

3.9 Menerapkan

tata cara shalat
berjamaah

4.5 Mempraktikkan

shalat berjamaah
dalam kehidupan
sehari-hari

1.10 Menerima

hikmah dan
keutamaan
shalat
berjamaah

2.10 Menjalankan

sikap peduli dan
toleran dalam
berinteraksi
dengan
keluarga, teman,
dan guru

3.10 Memahami

ketentuan shalat
berjamaah

4.6

Mengomunikasika
n ketentuan shalat
berjamaah

23

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 33

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Peserta didik mampu

1.5.1 Menunjukkan sikap gemar melakukan kesunnahan dalam shalat
Membiasakan bersikap patuh dan taat aturan di rumah, madrasah, dan masyarakat
Membiasakan diri bertanggung jawab terhadap perbuatan yang dilakukan
Mengidentifikasi hal-hal yang menjadi kesempurnaan shalat berjamaah
Menjelaskan hikmah shalat berjamah
Menyimulasikan tata cara shalat berjamaah
Mempraktikkan shalat berjamaah
1.5.1 Meyakini hikmah dan keutamaan shalat berjamaah
Membiasakan peduli terhadap keadaan sekitar
Menunjukkan rasa toleransi terhadap keluarga, teman, dan guru
Menjelaskan ketentuan shalat berjamaah
Menjelaskan tata cara shalat berjamaah
Menjelaskan keutamaan shalat berjamaah
Menjelaskan hikmah shalat berjamaah

24

media

34 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

PETA KOMPETENSI

Gemar melakukan

kesunnahan

Sikap Spiritual

Meyakini keutamaan

dan hikmah shalat
berjamaah

Taat dan patuh pada

peraturan serta
bertanggung jawab

Sikap Sosial

Peduli dan toleran

terhadap keadaan
sekitar

Memahami ketentuan

dan tata cara shalat
berjamaah

Pengetahuan

Mengidentifikasi

kesempurnaan
shalat berjamaah

Simulasi shalat

berjamaah

Keterampilan

Praktik shalat

berjamaah

Ketentuan Shalat Berjamaah

25

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 35

Pekerjaan yang berat jika dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan. Hasil

pekerjaan juga akan lebih bagus. Karena jika ada yang tidak bisa mengerjakan, teman yang

lain akan membantu.

Begitu juga dengan shalat berjamaah. Jika ada kurang sempurnanya shalat dari

imam atau makmum, Allah Swt. akan mengampuni. Karena dilakukan berjamaah, Allah Swt.

melimpahkan kasih sayang-Nya sehingga shalat tersebut disempurnakan. Selain itu, Allah

Swt. akan melipatgandakan pahala shalat berjamaah 27 derajat lebih tinggi daripada shalat

sendirian.

A.Tata Cara Shalat Berjamaah

Amati dengan baik gambar di bawah ini. Setelah itu lakukan diskusi dengan teman

dan guru kalian

Sumber gambar: http//alkhoirot.net

26

media

36 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Setelah kalian mengamati gambar, saatnya berdikusi.

Hilmi, Ihsan, Husna, dan Aulia siswa kelas dua madrasah ibtidaiyah. Mereka belajar

mulai pukul tujuh pagi. Mereka selesai belajar pukul dua belas siang. Mereka pulang setelah

shalat dhuhur berjamaah di mushalla madrasah. Hati mereka sangat senang mengikuti shalat

berjamaah. Mereka pulang dengan perasaan lega dan bahagia

Apa saja yang dilakukan sebelum shalat berjamaah?

Bagaimana sebaiknya sikap anak-anak setelah mendengar iqamah?

Siapakah yang boleh menjadi imam?

Bagaimanakah sikap kalian ketika mengikuti shalat berjamaah?

Bagaimana perasaan kalian setelah shalat berjamaah?

Sekarang kita akan mempelajari tata cara shalat berjamaah. Setelah tahu tata caranya,

akan kita simulasi shalat berjamaah.

1.Jika sudah masuk waktu shalat, segera siap-siap pergi ke mushala atau masjid. Salah satu

kemudian mengumandangkan adzan

2.Bila imam sudah datang dan siap, kumandangkan iqamah. Jamaah berbaris dengan rapat

dan lurus

27

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 37

Contoh-contoh barisan dalam shalat

1





Makmum satu orang

2 1



Makmum dua orang

2 1 3



Makmum tiga orang

4 2 1 3 5

Makmum lebih dari tiga orang

6 4 2 1 3 5 7

8


Shaf yang kurang baik

6 4 2 1 3 5

8

7


Shaf yang baik

= imam

= makmum perempuan

= makmum laki-laki

8

= tempat kosong

28

media

38 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

38

3.Imam melafalkan niat menjadi imam. makmum melafalkan niat menjadi makmum

Lafal niat menjadi imam

ىَلاَعَت َِِّلِلّ اًماَمِا ًءاَدَا ِةَلْبِقْلا َلِبْقَتْسُم ٍتاَعَكَر َعَبْرَا ِرْهُّظلا َضْرَف ىِالَصُا

Lafal niat shalat makmum

ٍتاَعَكَر َعَبْرَا ِرْهُّظلا َضْرَف ىِالَصُاىَلاَعَت َِِّلِلّ اًمْوُمْأَم ًءاَدَا ِةَلْبِقْلا َلِبْقَتْسُم

4.Kemudian membaca doa iftitah, surat al-Fatihah, dan surat pendek.

Dalam shalat Maghrib, Isya’, dan Subuh, imam membaca surat al-Fatihah dan

surat atau ayat pada raka’at pertama dan kedua dengan suara yang keras. Pada shalat

Dhuhur dan Asar, imam membaca al-Fatihah dengan suara yang lirih.

Pada saat imam membaca surat al-Fatihah, makmum mendengarkan bacaan imam.

Setelah imam selesai membaca surat al-Fatihah imam diam sejenak, kemudian membaca

surat atau ayat al-Qur’an. Ketika imam diam, makmum membaca surat al-Fatihah.

5.Setelah selesai membaca al-Fatihah dan surat, imam ruku’ diikuti makmum.

6.Imam bangun dari ruku’ sambil membaca

ُهَدِمَح ْنَِلْ ُالله َعِمَس

Makmum mengikuti sambil membaca

ُدْمَحْلا َكَل اَنَّبَر

Setelah berdiri tegak, imam dan makmum melanjutkan membaca

ُدْعَب ٍئْيَش ْنِم َتْئِش اَمُءْلِمَو ِضْرَْلْا ُءْلِمَو ِتاومَّسلا ُءْلِم

7.Imam sujud dengan thuma’ninah diikuti oleh makmum

8.Imam bangun dari sujud kemudian duduk. Begitu juga dengan makmum

9.Imam sujud yang kedua diikuti makmum.

10.Imam bangun dari sujud kemudian berdiri, makmum mengikuti imam. Setelah tegak

berdiri membaca al-Fatihah lagi seperti rakaat pertama. Begitu seterusnya sampai selesai.

11.Pada shalat Dhuhur, Asar, Maghrib, dan Isya pada rakaat kedua, disunnahkan membaca

tasyahud awal

12.Jika setelah rakaat kedua imam lupa tidak tasyahud awal, makmum laki-laki

mengingatkan dengan bacaan tasbihُالله َناَحْبُس. Makmum perempuan mengingatkan

imam dengan cara menepuk punggung tangan. Yaitu mempertemukan telapak tangan

yang satu dengan punggung telapak tangan yang lain. Begitu juga, makmum

mengingatkan imam ketika lupa atau keliru dalam rakaat, bacaan, atau gerakan shalat.

29

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 39

13.Jika ada makmum yang terlambat, dia wajib mengikuti imam. Makmum masih mendapatkan

rakaat imam jika ia datang imam dalam posisi ruku’, makmum kemudian berniat dan takbiratul

ihram, kemudian mengikuti ruku’nya imam. Setelah salam, menambah rakaat yang tertinggal.

Makmum yang terlambat dinamakan makmum masbuq.

B.Pengertian dan Hukum Shalat Berjamaah

Shalat fardlu atau sunnah dapat dikerjakan sendiri, dapat juga dilakukan dengan

berjamaah. Shalat fardlu lebih utama jika dikerjakan dengan berjamaah. Shalat berjamaah

adalah shalat yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih, salah satu

menjadi imam dan yang lain menjadi makmum. Shalat berjamaah sangat dianjurkan atau

sunnah mu’akkadah.

C.Syarat Menjadi Imam dan Makmum

Shalat berjamaah tidak sekadar shalat bersama-sama. Shalat berjamaah harus ada yang

menjadi imam. Sedangkan lainnya menjadi makmum. Imam dan makmum harus memenuhi

syarat tertentu. Bagaimanakah syarat-syarat imam atau makmum?

1. Syarat menjadi imam

Imam shalat berjamaah harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

a. Memenuhi syarat wajib shalat

b. Memenuhi syarat sah shalat

c. Mengetahui tata cara shalat

d. Fasih bacaan al-Qur’annya, terutama surat al-Fatihah

e. Laki-laki, jika makmumnya laki-laki atau campuran laki-laki dan perempuan. Jika

makmumnya perempuan, maka perempuan boleh jadi imam.

f. Dapat dilihat oleh makmum

g. Bukan orang yang sering melakukan dosa

h. Berniat menjadi imam. Jika tidak berniat menjadi imam, tidak mendapat

keutamaan shalat berjamaah.

i. Apabila dalam jamaah terdapat beberapa orang yang pantas menjadi imam, secara

berurutan dipilih imam yang: lebih alim atau paham tentang

30

media

40 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

tata cara shalat, lebih fasih bacaan al-Qur’annya, lebih banyak hafalan al-

Qur’annya, lebih zuhud, lebih wira’i, lebih tua umurnya, lebih mulya nasabnya,

lebih terhormat, dan lebih bersih pakaiannya.

2. Syarat menjadi makmum

a. Berdiri di belakang imam. Makmum tidak boleh berada di depan imam.

b. Niat menjadi makmum

c. Mengikuti gerakan imam. Makmum tidak boleh mendahului gerakan imam.

Juga tidak boleh tertinggal dua gerakan imam

d. Sesuai antara gerakan imam dan makmum

e. Berada pada satu tempat dengan imam.

f. Mengetahui perubahan gerakan imam. Jika tidak dapat melihat langsung gerakan

imam, makmum dapat mengetahui perubahan gerakan shaf atau barisan di

depannya.

3. Makmum masbuq

Makmum masbuq yaitu makmum yang terlambat datang. Maksudnya makmum yang

mendapati imam pada saat berdiri sebelum ruku’ tetapi makmum tidak dapat

menemukan waktu yang cukup untuk menyelesaikan bacaan Fatihah. Makmum yang

demikian segera ruku’ mengikuti imam, meskipun belum selesai dalam membaca

surat al-Fatihah. Makmum masbuq tersebut masih mendapatkan raka’atnya imam

selama imam belum bangun dari ruku’nya.

Jika makmum menemukan imam sudah bangun dari ruku’, makmum juga segera niat

kemudian dan takbiratul ihram dan segera mengikuti imam. Setelah imam salam,

makmum yang terlambat menambah rakaat yang tertinggal.

D.Hikmah Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah mempunyai keutamaan. Shalat berjamaah juga mempunyai manfaat.

Keutamaan dan manfaat shalat berjamaah diantaranya:

1. Memperoleh pahala/kebaikan 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri

2. Memperkuat persatuan dan kesatuan serta mempererat tali silaturahmi sesama umat

Islam

3. Menambah syiar Islam dan memakmurkan masjid

4. Bagi imam, dapat melatih kedisiplinan dan tanggung jawab

5. Bagi makmum, melatih kesabaran dan ketaatan kepada pemimpinnya

31

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 41

Shalat berjamaah sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam shalat jamaah terdapat banyak

manfaat dan hikmah. Manfaat dan hikmah tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan

sehari-hari. Jika ada kekurangsempurnaan dari imam atau makmum, Allah Swt. akan

menurunkan kasih sayang-Nya. Sehingga shalat tersebut menjadi sempurna.

Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Jika kebersamaan dapat kita wujudkan, akan

timbul rasa kenyamanan dan ketentraman. Pergaulan dengan tetangga, teman, dan masyarakat

akan harmonis. Dengan demikian persatuan dan kesatuan akan terjaga.

Ceritakan kepada orang tua kalian tentang shalat jamaah yang kalian lakukan di madrasah.

Mintalah orang tuamu menuliskan komentar di bawah ini.

Komentar orang tua

Tanda tangan orang tua

32

media

42 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

1.Shalat berjamaah adalah shalat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, satu menjadi

imam dan yang lain menjadi makmum

2.Hukum shalat berjamaah yaitu sunnah muakkad

3.Keutamaan shalat jamaah 27 derajat lebih tinggi daripada shalat sendiri

4.Jika imam melakukan kesalahan karena lupa, makmum mengingatkannya

5.Makmum yang terlambat, mengikuti imam. Setelah imam selesai menambah rakaat

yang tertinggal

6.

Setelah mempelajari tentang ketentuan shalat jamaah, renungkan apa yang sudah

kalian kuasai dan apa yang belum kalian kuasai.

Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai yang kalian kuasai

No

Kemampuanku

Sudah

Belum

1.

Saya sudah bisa niat menjadi makmum

2.

Meskipun belum boleh menjadi imam, saya sudah

bisa niat menjadi imam

3.

Saya sudah tahu cara mengatur shaf yang benar

4.

Jika imam melakukan kesalahan atau lupa, saya

tahu cara mengingatkan

5.

Jika terlambat berjamaah, saya tahu cara mengikuti

shalat berjamaah

33

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 43

I.Jodohkan pernyataan lajur kanan dengan lajur kiri yang sesuai

II.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan benar

1. Makmum perempuan mengingatkan imam dengan cara ....

2. Shalat berjamaah akan mempererat tali ....

3. Keutamaan shalat jamaah, pahala dilipatkan ............. derajat

4. Jika ada pemimpin yang melakukan kesalahan, warga harus ....

5. Jika seorang kepala desa bertindak sesuai aturan, warga harus ....

A. Sunnah muakkad

1. Syarat shalat jamaah

B. Fasih bacaannya

C. Belum dewasa

D. Imam dan makmum

E. Laki-laki dan perempuan

5. Tidak boleh menjadi imam

4. Hukum shalat jamaah

3. Syarat menjadi imam

2. Laki-laki boleh menjadi imam

bagi makmum

34

media

44 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

III.Sikap

Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai keadaanmu

No Pernyataan

Sering

Kadang

kadang

Tidak

pernah

1. Jika sudah adzan, saya mengajak teman-

teman untuk shalat berjamaah

2. Saya mengajak teman-teman segera

mengatur shaf setelah iqamah

3. Jika imam sudah takbiratul ihram, saya

segera mengikuti

4. Ketika saya terlambat shalat jamaah, saya

mengejar rakaat yang tertinggal

5. Jika ada yang berbuat kesalahan, saya

berani mengingatkan

6. Saya bergaul akrab dengan semua teman

IV.Ketrampilan

1. Praktikkan shalat berjamaah

2. Praktikkan tata cara makmum masbuq

35

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 45

ZIKIR DAN DOA SETELAH

SHALAT FARDLU

36

media

46 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI INTI 1
(SIKAP SPIRITUAL)

KOMPETENSI INTI 2

(SIKAP SOSIAL)

KOMPETENSI INTI
3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4
(KETERAMPILAN)

5. Menerima dan

menjalankan
ajaran agama yang
dianutnya

6. Menunjukkan

perilaku jujur,
disiplin, tanggung
jawab, santun,
peduli, dan
percaya diri dalam
berinteraksi
dengan keluarga,
teman, dan guru

7. Memahami

pengetahuan
faktual dengan
cara mengamati
[mendengar,
melihat,
membaca] dan
menanya
berdasarkan rasa
ingin tahu
tentang dirinya,
makhluk ciptaan
Tuhan dan
kegiatannya, dan
benda-benda
yang
dijumpainya di
rumah dan di
sekolah

8. Menyajikan

pengetahuan
faktual dalam
bahasa yang jelas
dan logis, dalam
karya yang estetis,
dalam gerakan
yang
mencerminkan
anak sehat, dan
dalam tindakan
yang
mencerminkan
perilaku anak
beriman dan
berakhlak mulia

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI

DASAR

KOMPETENSI DASA

1.11 Menerima

bahwa zikir
dapat
menenteramkan
hati

2.11 Menjalankan

sikap percaya
diri dan
menghargai
orang lain
sebagai
implementasi
dari
mempelajari
zikir

3.11 Menerapkan

zikir setelah
shalat fardlu

1.7 Mempraktikkan zikir

setelah shalat fardlu

1.12 Menerima

kebenaran
bahwa Allah
adalah tempat
memohon
pertolongan

2.12 Menjalankan

sikap optimis
dan percaya diri
dalam
kehidupan
sehari-hari

3.12 Menerapkan

doa setelah
shalat fardlu

4.9 Mempraktikkan doa

setelah shalat fardlu

37

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 47

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Peserta didik mampu
1.7.1 Meyakini hikmah zikir setelah shalat fardlu dapat menentramkan hati
Menunjukkan sikap percaya diri dalam kehidupan sehari-hari
Menunjukkan sikap toleransi terhadap orang lain
Mengidentifikasi bacaan zikir setelah shalat fardlu
Melafalkan bacaan zikir setelah shalat fardlu
1.7.1 Mempraktikkan zikir setelah shalat fardlu
1.12.1 Meyakini bahwa Allah Swt. akan memberi pertolongan kepada hamba-Nya
2.12.1 Menunjukkan sikap optimis dan percaya diri dalam menghadapi permasalahan

kehidupan

Mengidentifikasi doa setelah shalat fardlu
Melafalkan doa setelah shalat fardlu
4.9.1 Mempraktikkan doa setelah shalat fardlu

38

media

48 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

PETA KOMPETENSI

Meyakini hikmah

berzikir akan
menentramkan hati

Sikap Spiritual

Meyakini bahwa Allah

akan memberi
pertolongan

Menunjukkan sikap

optimis dan percaya
diri

Sikap Sosial

Menunjukkan sikap

toleran terhadap
orang lain

Mengidentifikasi

bacaan zikir setelah
shalat

Pengetahuan

Mengidentifikasi

bacaan doa setelah
shalat

Mempraktikkan

zikir setelah shalat

Keterampilan

Mempraktikkan

doa setelah shalat

Berzikir dan Berdoa Setelah

Shalat Fardlu

39

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 49

Kita semua tentu menginginkan ketenangan dan kebahagiaan. Tetapi, kadang-kadang kita merasa

takut dan sedih. Namun demikian ada manusia yang hatinya selalu merasa tenang. Mereka tidak

merasakan takut dan susah. Mereka adalah para kekasih Allah yang banyak berzikir kepada Allah

Swt.

A.Zikir Setelah Shalat Fardlu

Amati dengan saksama gambar berikut ini

Setelah kalian mengamati gambar tersebut, saatnya kita berdiskusi. Hilmi, Ihsan,

Husna, dan Aulia pulang sekolah setelah shalat dhuhur. Mereka shalat jamaah dhuhur di

mushala madrasah. Selesai shalat Pak Ahmad yang menjadi imam memimpin zikir. Beliau

memimpin zikir dengan keras yang diikuti oleh jamaah.

40

media

50 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Apakah kalian juga sering shalat jamaah? Apakah imam kalian juga memimpin zikir?

Masih ingatkah kalian, apa saja yang dibaca saat zikir? Ketika shalat sendiri apakah kalian

juga berzikir? Mengapa kita harus berzikir? Mari kita ingat-ingat, apa saja yang kita baca

ketika berzikir

1.Bacaan Zikir Setelah Shalat Fardlu

Setelah kalian ingat apa yang dilakukan Pak Ahmad, saatnya kita mencoba melakukan

seperti yang dilakukannya.

a. Siswa duduk dengan baik menghadap kiblat. Kemudian membaca istigfar tiga

kali. Bacaannya adalah

ِهْيَلِإ ُبْوُتَأَو ُمْوُّيَقْلا ُّىَحْلا َوُهَّلَِإ َهلِإَلَ ىِذَّلَا ,َمْيِظَعْلا َالله ُرِفْغَتْسَأ

Astagfirullāhal ‘aẓiim, allażi lā ilāha illa huwal ḥayyul qayyūmu wa atūbu ilaih.

Artinya:

“Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Dzat yang tiada tuhan

selain Dia. Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat

kepada-Nya”

b. Kemudian dilanjutkan kalimat tauhid

َّلَِإ َهلِإَلَ ٌرْيِدَق ٍءْيَ ش ِالُك ىَلَع َوُهَو ُتْيِمُيَو ِيْحُي ُدْمَحْلا ُهَلَو ُكْلُْلْا ٗهَل ,ٗهَل َكْيِرَشَلَ ٗهَدْحَو ُالله

Lā ilāha illallāhu waḥdahūlā syarīkalahu, lahulmulku walahulḥamdu yuḥyi wa

yumītu wahuwa ‘alā kulli syain qadīr.

Artinya:

“Tidak ada tuhan selain Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya Dia segala

kekuasaan dan segala pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha

Kuasa atas segala sesuatu”

c. Setelah itu membaca doa keselamatan

لا َكْنِمَو ,ُمَلََّسلا َتْنَأ َّمُهَّللَأ َراَد َةَّنَجْلا اَنْلِخْدَأَو ِمَلََّسلاِب اَنَّبَر اَنِايَحَف ُمَلََّسلا ُدْوُعَي َكْيَلِإَو ُمَلََّس

ِماَرْكِلِْاَو ِلَلََجْلااَذاَي َتْيَلاَعَتَو اَنَّبَر َتْكَراَبَت ,ِمَلََّسلا

41

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 51

Allāhumma antas salām, waminka as-salām, wa ilaika ya’ūdu as-salām,

faḥayyinā rabbanā bissalām, wa adkhilnal jannata dāras salām, tabārakta

rabbanā wa ta’ālaita ya żal jalāli wal ikrām.

Artinya:

“Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dari Engkau keselamatan dan kepada

Engkau kembalinya keselamatan. Maka, hidupkan kami wahai tuhan kami dengan

selamat dan masukkan kami ke surga tempat keselamatan.

Maha Berkah Engkau wahai tuhan kami dan Maha Mulia wahai Dzat Pemilik

Keagungan dan Kemuliaan.”

d. Mari membaca tasbih, dilanjutkan tahmid dan takbir. Masing-masing 33 kali.

Subḥānallāh (33X) artinya: “Maha Suci Allah”

ُالله َناَحْبُس٣٣x

Alḥamdulillāh (33X) artinya: “Segala puji bagi Allah”


ِ ٰ ِلِلّ ُدْمَحْلَا٣٣x

Allāhu Akbar (33X) artinya: “Allah Maha Besar”

ُرَبْكَأ للهَا٣٣x

e. Setelah itu lengkapi dengan bacaan

ْحُي ُدْمَحْلا ُهَلَو ُكْلُْلْا ُهَل ,ُهَل َكْيِرَش َلَ ٗهَدْحَو ُالله َّلَِإ َهلِإ َلَ ٌرْيِدَق ٍئْيَش ِالُك ىَلَع َوُهَو ُتْيِمُيَو ِي

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīkalahu, lahulmulku walahulḥamdu yuḥyi wa

yumītu wahuwa ‘alā kulli syain qadīr.

Artinya:

“Tidak ada tuhan selain Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya Dia segala

kekuasaan dan segala pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha

Kuasa atas segala sesuatu”

2.Pengertian dan Hikmah Berzikir Setelah Shalat Fardlu

Setelah selesai shalat fardlu jangan langsung pergi. Duduklah sebentar untuk berzikir. Zikir

artinya ingat kepada Allah Swt. Zikir dapat dilakukan dengan perkataan dan perbuatan. Zikir

dengan perkataan misalnya membaca al-Qur’an atau melafalkan kalimah tayyibah.

42

media

52 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Kalimah

tayyibah

misalnya subhānallah, alhamdulillāh, Allāhu Akbar, lā

ilāha illallāh, dan lain-lain.

Allah Swt berfirman:

ُبْوُلُقْلا ُّنِئَمْطَت ِالله ِرْكِذِب َلََأ

Artinya: Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’du: 28)

Zikir yang baik adalah ketika lisan kalimah-kalimah tayyibah, hati kita ingat kepada Allah.

Jika kita belum mampu zikir dengan hati dan lisan, janganlah meninggalkan zikir dengan

lisan. Zikir mempunyai banyak manfaat. Manfaat zikir antara lain : hati menjadi tenang,

mendekatkan diri kepada Allah Swt., dan mendapat derajat yang mulia. Sudahkah kalian

berzikir kepada Allah Swt.?

B.Doa setelah shalat fardlu

Sumber gambar: pngdownload.id

43

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 53

Setelah selesai berzikir, Pak Ahmad memimpin berdoa. Ketika Pak Ahmad berdoa, jamaah

mengucapkan “Amin” secara serempak. Pak Ahmad berdoa dengan khusyu’. Para jamaah

mengikuti dengan sungguh-sungguh. Bagaimana sikap kalian ketika mengikuti doa? Apakah

kalian juga mengucapkan lafal “Amin”? Adakah kalian hafal doa yang dibaca Pak Ahmad?

Doa apa saja yang dibaca Pak Ahmad? Apakah kalian juga berdoa setelah shalat di rumah?

Doa apa saja yang biasa kalian baca?

1.Bacaan Doa Setelah Shalat Fardlu

Mari kita berdoa seperti doa yang dibaca Pak Ahmad

a. Doa untuk kedua orang tua

اًرْيِغَص ىِناَيَّبَر اَمَك اَمُهْمَحْراَو َّىَدِلاَوِلَو ىِلْرِفْغا َّمُهٰللَأ

Allahummagfirlī waliwālidayya warḥamhumā kamā rabbayānī shagīra

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa

kedua orang tuaku, dan sayangilah

mereka sebagaimana mereka

menyayangi aku di waktu kecil”

Pasberita.com

b. Doa memohon ampun untuk kaum muslimin

َنْيِنِمْؤُْلْاَو ِتاَمِلْسُْلْاَو َنْيِمِلْسُمْلِل ْرِفْغا َّمُهٰللَأ ِتاَنِمْؤُْلْاَو ِتاَوْمَْلَاَو ْمُهْنِم ِءاَيْحَْلََا

Allāhummagfir lilmuslimīn wal muslimāt wal mukminīn wal mukmināt al

aḥyā’i minhum wal amwāt

44

media

54 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dosa orang muslimin (laki-laki) dan muslimat (perempuan),

orang mukminin (laki-laki) dan orang mukminat (perempuan), baik yang masih hidup
maupun yang sudah meninggal dunia”

c. Doa kebaikan dunia dan akhirat

ِةَرِخلَْا ىِفَو ًةَنَسَح اَيْنُّدلا ىِف اَنِتأ اَنَّبَر َباَذَع اَنِقَو ًةَنَسَح ِراَّنلا

Rabbanā ātinā fiddunyā ḥasanah wafil ākhirati ḥasanah waqina ‘ażābannār

Artinya:

“Ya Tuhanku, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan

jauhkanlah kami dari siksa api neraka”

Semua orang tentu mempunyai keinginan. Dan semua orang niscaya mengharapkan

keinginannya tercapai. Agar keinginan tercapai kita harus berusaha. Selain berusaha, yang

tidak kalah penting adalah berdoa kepada Allah Swt. Kita harus berdoa, karena Allah lah

Yang Maha Kuasa. Doa artinya meminta sesuatu atau meminta pertolongan kepada Allah

Swt. Jika meminta kepada Allah pasti

dikabulkan. Allah Swt. berfirman

ْمُكَل ْبِجَتْسَأ ىِنْوُعْدا ُمُكُّبَر َلاَقَو

Artinya:

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan

bagimu” (QS Al-Mukmin:60)

2.Tata Cara Berdoa

Orang yang berdoa berarti sedang berkomunikasi dengan Allah Swt., meminta agar

keinginannya terwujud. Oleh karena itu, orang yang berdoa harus mengetahui tata cara

berdoa. Adapun tata cara berdoa setelah shalat fardlu sebagai berikut:

a. Bersih dan suci dari kotoran, najis, dan hadas

b. Memulai berdoa dengan ta’awudz, hamdalah, dan salawat

45

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 55

c. Mengangkat kedua tangan dan mengusapkan ke wajah setelah selesai berdoa

d. Berdoa dengan khusyu’ dan penuh keyakinan bahwa permintaannya akan dikabulkan oleh

Allah Swt.

e. Menggunakan lafal-lafal doa yang terdapat dalam al-Qur’an, hadis, atau doa- doa yang

diajarkan oleh para ulama

g.Jika berdoa sendiri, melantunkan doa dengan suara yang lemah lembut

h.Jika imam memimpin doa, melantunkan doa dengan suara yang dapat didengar jamaah.

Para jamaah mengamini doa dengan serempak.

i.Mengakhiri doa dengan salawat atas Nabi Muhammad Saw. dan hamdalah

Selain zikir dengan perkataan, Zikir dengan perbuatan juga penting. Zikir dengan perbuatan

yaitu jika melihat makhluk Allah, dia akan ingat bahwa itu ciptaan Allah. Dengan ingat

kepada Sang Pencipta, akan timbul rasa kasih sayang kepada sesama. Dia tidak akan

membeda-bedakan satu dengan yang lain. Dia tidak akan meremehkan siapapun. Semua

adalah ciptaan Allah Swt.

Ceritakan kepada orang tuamu, bahwa kalian mendoakan mereka setiap selesai shalat.

Mintalah komentar dari orang tua kalian. Komentar orang tua kalian dapat ditulis pada kolom

di bawah ini.

Komentar orang tua/wali

Tanda tangan orang tua/wali

46

media

56 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

1.Zikir adalah mengingat Allah Swt.

2.Zikir dapat dilakukan dengan perkataan dan perbuatan

3.Zikir dengan perkataan misalnya mengucapkan kalimah-kalimah tayyibah

4.Doa adalah permintaan atau permohonan kepada Allah Swt.

5.Berdoa berarti berkomunikasi dengan Allah Swt.

6.Agar doa terkabul harus mengetahui tata caranya

Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaanmu

No

Bacaan zikir
Sudah
hafal

Agak
hafal

Belum
hafal

1. Bacaan istigfar

2. Bacaan kalimah tauhid

3. Bacaan tasbih

4. Bacaan tahmid

5. Bacaan takbir

6. Doa untuk kedua orang tua

7. Doa memohon ampun untuk kaum muslimin

8. Doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat

9. Bacaan ta’awudz, hamdalah, dan salawat
untuk memulai doa

10. Bacaan salawat dan hamdalah untuk
mengakhiri doa

47

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 57


I.Jodohkan pernyataan lajur kanan dengan lajur kiri yang sesuai

1. Meminta kepada Allah

A. Penuh keyakinan

2. Manfaat berzikir kepada Allah

B. Zikir perbuatan

3. Mengagumi keunikan makhluk

C. Bertasbih

4. Suasana hati saat berdoa

D. Berdoa

5. Mengingat Allah dengan lisan

E. Hati tenang

II.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat.

1. Husna anak yang rajin. Setelah shalat dia selalu berzikir kepada Allah Swt. Husna
merasakan hatinya menjadi ….

2. Pak Farid menanam padi. Dia rajin merawatnya. Tetapi banjir datang tiba-tiba. Hasil
panen Pak Farid kurang bagus. Pak Farid tidak boleh ....

3. Supaya hati kita merasa tenang dan bahagia, kita memperbanyak ....

4. Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu, terhadap orang
lain tidak boleh ....

5. Ketika menghadapi ujian madrasah Hilmi belajar dengan rajin. Selain belajar dengan
tekun, Hilmi harus ....

III.Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai keadaanmu

No

Pernyataan sikap

Sering
Kadang-
kadang

Tidak
pernah

1.

Setelah shalat berjamaah di madrasah, saya
mengikuti zikir dengan khusyu’

2.

Setelah shalat sendiri saya juga berzikir
dengan khusyu’

3.

Jika ada teman saya yang tidak mengikuti
zikir, saya mengajak dengan sopan

4.

Ketika berdoa saya berkeyakinan bahwa
doaku akan terkabul

5.

Saya mendoakan kedua orang tua setiap hari
setelah shalat fardlu

48

media

58 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

IV.Uji Ketrampilan

1. Praktikkan bacaan zikir setelah shalat fardlu di depan kelas

2. Hafalkan doa kepada kedua orang tua di depan kelas

49

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 59

PENILAIAN AKHIR TAHUN

I.Berilah tanda silang pada salah satu huruf a, b, atau c

1.Shalat berjamaah tidak sekadar shalat bersama-sama. Shalat jamaah sah jika dilakukan

oleh ….

a.guru dan murid

b.imam dan makmum

c.laki-laki dan perempuan

2.Shalat jamaah mempunyai banyak hikmah dan keutamaan. Hukum shalat jamaah ....

a.wajib ‘ain

b.wajib kifayah

c.sunnah muakkad

3.Seorang perempuan boleh menjadi imam jika makmumnya ....

a.perempuan semua

b.laki-laki dan perempuan

c.anak laki-laki dan perempuan

4.Warga desa Kauman rajin shalat berjamaah di masjid. Hikmah yang dirasakan warga desa

tersebut ….

a.keamanan terjaga

b.kerukunan terjaga

c.kesejahteraan meningkat

5.Dalam shalat jamaah mempunyai hikmah bagi imam dan makmum. Hikmah shalat

jamaah bagi imam yaitu melatih ....

a.ketaatan

b.kesabaran

c.tanggung jawab

6.Setelah shalat, dianjurkan berzikir dengan membaca kalimah-kalimah tayibah. Hal

tersebut merupakan zikir ....

a.perbuatan

b.perkataan

c.perilaku

50

media

60 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

7.Dalam berzikir setelah shalat fardlu, bacaan tasbih, tahmid, dan takbir di baca ... kali.

a.30

b.33

c.35

8.Sesuai ajaran Islam, jika hati merasa sedih diperintahkan untuk ….

a.banyak berzikir

b.berkeluh kesah

c.mencari hiburan

9.Allah Swt. sesuai dengan prasangka hambanya. Oleh karena itu, ketika berdoa harus

dengan hati yang ...

a.khusyu’ dan penuh keyakinan

b.khusyu’ dan penuh keraguan

c.resah dan penuh keyakinan

10.Selain untuk meminta kepada Allah Swt. doa juga merupakan ibadah. Oleh karena

itu, ketika berdoa harus ….

a. bersabar

b.khusyu’

c.ikhlas

II.Jodohkan pernyataan lajur kiri dengan lajur kanan yang sesuai

A. Syarat makmum

B. Keutamaan shalat

berjamaah

C. Syarat imam

D. Syarat shalat jamaah

E. Hikmah shalat jamaah

11. Berada pada satu tempat

12. Tidak sering melakukan dosa

13. Niat mengikuti imam

14. Pahala lebih banyak

15. Tercipta persatuan dan kesatuan

51

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 61

III.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jelas dan tepat

21. Keutamaan shalat berjamaah pahala dilipatkan … derajat

22. Usia Pak Ahmad 25 tahun. Usia Pak Manshur 35 tahun. Keduanya sama-sama

alim, fasih dalam membaca al-Qur’an dan sama-sama hafal al-Qur’an. Yang lebih utama

menjadi imam yaitu ....

23. Saat jamaah shalat Maghrib, Isya, dan Subuh, pada rakaat pertama dan kedua imam

membaca surat al-Fatihah dengan suara yang ....

24. Pak Farid yang menjadi imam lupa tidak tasyahud awal, Hilmi yang menjadi makmum

mengingatkan dengan ….

25. Makmum masbuq masih mendapatkan rakaat imam ketika imam belum selesai

….

26. Seorang imam shalat jamaah tidak hanya sekadar menjadi imam. Dalam kehidupan

sehari-hari dia berlatih menjadi seorang ….

27. Selesai shalat jangan langsung pergi, tetapi disunnahkan ….

28. Allah Swt. sesuai dengan kata hati hamba-Nya. Oleh karena itu, ketika berdoa harus

dengan hati yang ….

29. Jika suatu usaha belum berhasil, kita tidak boleh ....

30. Dalam berdoa harus ikhlas. Selain sebagai permintaan kepada Allah, doa mempunyai

nilai ....

A. Zikir perkataan

C. Zikir perbuatan

B. Tata cara berzikir

D. Hikmah berdoa

E. Tata cara berdoa

16. Mengagumi makhluk ciptaan Allah

18. Tidak putus asa jika keinginan belum tercapai

17. Mengucapkan lafal tasbih

19. Mengucapkan dengan suara yang lembut

20. Berada pada tempat yang bersih dan suci

52

media

62 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

Abi Abdul Mu’ți Muhammad ibn Umar ibn Ali Nawawi al-Jawiy, Nihayatuz Zain, - : An-Nur

Asia

Abdurrahman, Tuti Haryati, Budi Santoso, Buku Siswa Fikih, Pendekatan Saintifik

Kurikulum 2013, Jakarta: Direktorat Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementerian

Agama RI, 2015

Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi’i, Fathul Qarib al-Mujib, - : An-Nur Asia

Al-Hafiẓ ibn Hajar al-‘Asqalani, Bulughul Maram, Semarang : Toha Putra Kementerian

Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Dirjen Bimbingan

Masyarakat Islam Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, 2010

Kementarian Agama RI, Keputusan Menteri Agama Nomor 183Tahun 2019 tentang

Kurikulum PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah, Jakarta : Direktorat KSKK

Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementarian Agama RI, 2019

Kementarian Agama RI, Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang

Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah, Jakarta : Direktorat KSKK

Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementarian Agama RI, 2019

Muhammad Nawawi al-Jawi, Muraqiyul’ubudiyyah, Surabaya : Alhidayah

Muh. Asnawi, Fikih untuk MI Kelas II, Semarang : Aneka Ilmu, 2007

Siti Rosidah, Fiqih untuk Siswa MI Kelas II, Bandung : Angkasa, 2010

Sayyid Abdurahman ibn Muhammad ibn Husain, Bugiyatul Mustarsyidin, - : An-Nur Asia

53

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 63

Adzan

: panggilan untuk menunaikan shalat, tanda bahwa waktu shalat telah

tiba

Aurat

: bagian badan yang tidak boleh kelihatan

Baligh

: sudah cukup umur

Doa

: permintaan atau permohonan kepada Allah Swt.

Iftirasy

: duduk diatas kaki kiri sedangkan kaki kanan ditegakan (duduk

santai)

Iftitah

: permulaan, doa yang dibaca pada awal shalat

Imam

: pemimpin shalat berjamaah

Iqamah

: seruan bahwa shalat berjamaah segera dilaksanakan Kiblat

: arah ke Ka’bah di Mekah

Khusyu’

: tenang, tunduk

Lafal

: cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu

masyarakat bahasa mengucapkan bunyi bahasa;

Makmum

: orang yang dipimpin dalam shalat berjamaah

Masbuq

: makmum yang terlambat mengikuti shalat jamaah, tidak

sempat membaca surat al-Fatihah pada rakaat pertama

Muadzin

: orang yang mengumandangkan adzan

Mumayyis

: orang yang sudah dapat membedakan baik dan buruk

Mustami’

: orang yang mendengarkan adzan

Shaf

: barisan makmum dalam shalat jamaah

Takbiratul ihram

: takbir yang diucapkan pada awal shalat

Tawaruk

: duduk yang menduduki tempat duduknya dan bukan duduk diatas
kaki kiri, telapak kaki kiri dimasukan sebagaian kebagian kaki kanan,
sedangkan kaki kanan tetap ditegakan.

Thuma’ninah

: berdiam atau tenang sebentar kira-kira cukup untuk membaca tasbih

Sunnah muakkad

: sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya

Zikir

: mengingat Allah Swt., puji-pujian kepada Allah yang diucapkan
berulang-ulang

54

media

64 FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2

adzan, v, ix, xiii, xv, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,

27, 28, 29, 34, 41, 58

aurat, 16, 21, 25, 28

Baligh, 20, 58

doa, v, xiv, xv, 6, 7, 9, 17, 18, 19, 23, 25, 36,

43, 46, 49, 51, 52, 53, 55, 56, 58

Fasih, 37

imam, ix, 8, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41,

45, 46, 51, 54, 56

iqamah, v, ix, xiii, xv, 2, 8, 9, 10, 11, 27, 29, 34,

41

khusyu’, 22, 49, 51, 53, 55

kiblat, ix, 6, 16, 21, 24, 25, 46

lafal, 5, 8, 25, 27, 49, 51

makmum, 33, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 54,

56, 58

masbuq, 37, 41, 56

muadzin, 5, 6, 7, 10, 27

Mumayyiz, 5

mustami’, 6, 7, 10

shaf, ix, 11, 35, 38, 39, 41

Zikir, viii, 45, 47, 48, 51, 52, 58

55

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 63

media

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 1

FIKIH MADRASAH IBTIDAIYAH – KELAS 2 1

ADZAN DAN IQAMAH

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 55

SLIDE