
Kelarutan dan hasil Kali kelarutan (Ksp)
Presentation
•
Chemistry
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Ria Asa
FREE Resource
7 Slides • 0 Questions
1
Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (KSP)
Pelarutan dan pengendapan merupakan reaksi kimia yang umum terjadi di sekitar kehidupan kita
sehari-hari dan bahkan di dalam tubuh kita. Enamel gigi yang komposisi utamanya adalah mineral
hidroksiapatit [Ca5(PO4)3OH] dapat mengalami pelarutan dalam medium bersifat asam yang
secara lanjut akan menyebabkan karies gigi.
Pengendapan garam-garam tertentu dalam ginjal akan menyebabkan terbentuknya batu ginjal.
Pengendapan CaCO3 dari air tanah memegang peranan penting dalam pembentukan stalaktit dan
stalagmit. Selain itu, air laut dengan konsentrasi ion-ion Ca2+ dan CO32− cukup tinggi turut
berpengaruh terhadap keberadaan terumbu karang yang tersusun dari CaCO3.
Kelarutan (s)
Jika kita melarutkan sedikit garam dapur (NaCl), misalnya 10 g ke dalam 100 mL air pada suhu
ruang, maka seluruh NaCl akan larut. Bagaimana bila kita menambahkan lebih banyak NaCl?
Apakah tambahan NaCl tersebut masih akan larut? Adakah batasan di mana NaCl tidak dapat larut
lagi?
Bila kita melarutkan 100 g NaCl ke dalam 100 mL air, maka sebagian NaCl akan tidak larut. Pada
kondisi ini, larutan dikatakan “jenuh”. Larutan jenuh adalah larutan di mana pelarut tidak dapat
melarutkan zat terlarut lagi sehingga terdapat zat terlarut yang tidak larut (mengendap). Kelarutan
(solubility) didefinisikan sebagai jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu
pelarut pada suhu tertentu. Kelarutan suatu zat biasanya dinyatakan dalam satuan g/L atau mol/L.
Kelarutan yang dinyatakan dalam mol/L biasanya disebut sebagai kelarutan molar, s.
Contoh Soal Kelarutan:
Dalam 500 mL larutan jenuh kalsium fluorida (CaF2) terdapat 8,2 mg CaF2. Tentukan kelarutan
CaF2 dalam mol/L.
Pembahasan:
Kelarutan molar = molaritas larutan jenuh; s = n / V. Jadi, massa zat terlarut harus dikonversi
terlebih dahulu menjadi jumlah mol zat terlarut. Lalu, molaritas larutan ditentukan dari jumlah mol
zat terlarut per satuan volum larutan.
Jumlah mol CaF2 =
=
Kelarutan CaF2 = s =
=
.
2
Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Dalam larutan jenuh, semua zat terlarut yang berwujud padat juga masih akan terus melarut.
Namun, secara bersamaan juga ada zat terlarut yang telah larut berubah kembali menjadi padat
dengan laju yang sama. Dengan kata lain, dalam larutan jenuh terdapat kesetimbangan dinamis zat
terlarut yang padat dengan yang larut.
Sebagai contoh, pada larutan jenuh BaSO4 terdapat kesetimbangan antara proses pelarutan padatan
BaSO4 sehingga terdisosiasi menjadi ion-ion Ba2+ dan SO42− dengan proses pengendapan
BaSO4 dari interaksi elektrostatik tarik-menarik ion Ba2+ dengan ion SO42−.
BaSO4(s) ⇌ Ba2+(aq) + SO42−(aq)
Tetapan kesetimbangan kelarutan padatan ionik dengan ion-ionnya yang terlarut disebut tetapan
hasil kali kelarutan (solubility product constant), Ksp. Tetapan hasil kali kelarutan untuk BaSO4,
yaitu:
Ksp = [Ba2+][SO42−]
Secara umum, persamaan Ksp untuk senyawa ionik AxBy adalah:
AxBy(s) ⇌ xAm+(aq) + yBn−(aq)
Ksp = [Am+]x[Bn−]y
Nilai Ksp hanya bergantung pada temperatur, sama seperti tetapan kesetimbangan lainnya. Tabel
berikut menunjukkan nilai Ksp dari beberapa senyawa ionik pada 25°C. Senyawa-senyawa ionik
yang mudah larut seperti NaCl dan KNO3 memiliki nilai Ksp yang sangat besar namun tidak akurat
sehingga tidak terdaftar dalam tabel. Rendahnya akurasi disebabkan oleh tingginya konsentrasi
ion-ion pada larutan jenuhnya sehingga larutan menjadi tidak ideal.
3
Hubungan Kelarutan (s) dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Kelarutan dari suatu zat dapat berubah bergantung pada beberapa faktor. Misalnya, kelarutan dari
senyawa hidroksida seperti Mg(OH)2, bergantung pada pH larutan. Kelarutan zat juga dipengaruhi
oleh konsentrasi ion-ion lain dalam larutan, khususnya ion-ion senama. Dengan kata lain, nilai
kelarutan dari suatu zat terlarut akan berubah jika spesi lain dalam larutan berubah. Hal ini berbeda
dengan Ksp, nilai Ksp dari suatu zat terlarut selalu tetap pada setiap temperatur yang spesifik. Untuk
memahami hubungan s dan Ksp, perhatikan kesetimbangan kelarutan dalam larutan jenuh
Ag2CO3 berikut.
Ag2CO3(s) ⇌ 2Ag+(aq) + CO32−(aq)
Konsentrasi ion Ag+ dan ion CO32− dalam larutan jenuh pada saat setimbang dapat dikaitkan
dengan kelarutan Ag2CO3 sesuai dengan stoikiometri perbandingan koefisien reaksi. Jika
kelarutan Ag2CO3 dinyatakan dengan s, maka konsentrasi ion Ag+ sama dengan 2s dan konsentrasi
ion CO32− sama dengan s.
Ag2CO3(s) ⇌ 2Ag+(aq) + CO32−(aq)
Dengan demikian, hubungan s dan Ksp Ag2CO3 dapat dinyatakan sebagai berikut.
Pengaruh Ion Senama terhadap Kelarutan
Berdasarkan asas Le Châtelier, bila pada campuran yang berada dalam kesetimbangan dinaikkan
konsentrasi salah satu reaktannya maka kesetimbangan akan bergeser ke arah pengurangan jumlah
4
reaktan tersebut. Jadi, kelarutan dari suatu senyawa ionik akan berkurang dengan adanya zat
terlarut lain yang memiliki ion senama. Sebagai contoh, kelarutan AgCl dalam air murni akan lebih
besar dibanding kelarutan AgCl dalam larutan NaCl.
Pada kesetimbangan kelarutan AgCl dalam larutan NaCl akan menyebabkan terbentuknya lebih
banyak endapan AgCl jika dibanding dengan dalam air murni. Garam NaCl merupakan elektrolit
kuat yang mudah terdisosiasi menjadi ion Na+ dan ion Cl−. Ion Cl− yang merupakan ion senama
jika konsentrasinya bertambah, maka akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah
pembentukan endapan AgCl. Akibatnya, kelarutan AgCl menjadi berkurang.
Pengaruh pH terhadap Kelarutan
Tingkat keasaman larutan (pH) dapat mempengaruhi kelarutan dari berbagai jenis zat, terutama
senyawa hidroksida dan garam dari asam lemah yang sukar larut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
kedua contoh berikut.
1. pH dan kelarutan senyawa hidroksida
Mg(OH)2(s) ⇌ Mg2+(aq) + 2OH−(aq) Ksp = 1,8 × 10−11
Larutan jenuh Mg(OH)2 memiliki pH = 10,52 dengan kelarutannya 1,7 × 10−4 mol/L.
Bila Mg(OH)2 dilarutkan dalam larutan buffer dengan pH = 9,0, maka pOH = 5,0 dan [OH−] =
1,0 × 10−5, maka melalui perhitungan persamaan tetapan kesetimbangan kelarutan
Mg(OH)2 diperoleh:
5
Kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan buffer pH 9,0 adalah 0,18 mol/L. Hal ini menunjukkan bahwa
kelarutan Mg(OH)2 meningkat seiring dengan penurunan pH larutan.
Secara umum, jika pH mengalami penurunan, maka kelarutan senyawa hidroksida akan
meningkat.
2. pH dan kelarutan garam dari asam lemah
Kelarutan PbF2 juga meningkat seiring bertambahnya keasaman larutan. Hal ini dikarenakan anion
F− bersifat basa (F− adalah basa konjugasi dari asam lemah HF). Oleh karena itu, kesetimbangan
kelarutan PbF2 bergeser ke kanan berhubung konsentrasi F− berkurang seiring protonasi
membentuk HF.
PbF2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2F−(aq)
F−(aq) + H+(aq) ⇌ HF(aq)
Persamaan reaksi kesetimbangan keseluruhan untuk kedua reaksi tersebut, yaitu:
PbF2(s) + 2H+(aq) ⇌ Pb2+(aq) + 2HF(aq)
Garam lainnya dengan anion seperti CO32−, PO43−, CN−, dan S2− juga memiliki kecenderungan
yang sama. Secara umum, jika pH mengalami penurunan, maka kelarutan garam dari asam lemah
akan meningkat.
Memprediksikan Pengendapan
Pada pembahasan kesetimbangan kimia telah dijelaskan kuosien reaksi (Q) yang digunakan untuk
menentukan arah berlangsungnya reaksi untuk mencapai kesetimbangan. Dalam kesetimbangan
kelarutan, nilai Q adalah hasil kali konsentrasi molar ion-ion dalam larutan dengan asumsi zat
terdisosiasi sempurna. Perbandingan nilai Q dengan Ksp dapat digunakan untuk memprediksikan
terjadi atau tidaknya pengendapan, sebagaimana ketentuan berikut.
Jika Q < Ksp, larutan belum jenuh dan tidak terbentuk endapan.
Jika Q = Ksp, larutan tepat jenuh, namun belum terbentuk endapan.
Jika Q > Ksp, terbentuk endapan.
6
Contoh Soal Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (KSP) dan Pembahasan
Contoh Soal 1:
Hitunglah kelarutan Cu(OH)2 dalam satuan g/L, jika diketahui Ksp Cu(OH)2 = 2,2 × 10−20.
Pembahasan:
Contoh Soal 2:
Hitunglah kelarutan molar PbI2 dalam larutan KI 0,1 M. (Ksp PbI2 = 7,1 × 10−9)
Pembahasan:
Dalam larutan, KI akan terdisosiasi menjadi ion K+ dan ion I−. Pada larutan KI 0,1 M, [I−] = 0,1
M. Asumsikan s adalah jumlah mol PbI2 yang larut menghasilkan 1 L larutan jenuh, sehingga
terdapat tambahan s mol Pb2+/L dan 2s mol I−/L.
PbI2(s) ⇌ Pb2+(aq) + 2I−(aq)
7
Oleh karena dapat diduga bahwa s ≪ 0,1, maka dapat diasumsikan (0,1 + 2s) ≈ 0,1.
Jadi, kelarutan molar PbI2 dalam larutan KI 0,1 M adalah 7,1 × 10−7 mol/L.
Contoh Soal 3:
Sebanyak 100 mL Ca(NO3)2 0,3 M dicampurkan dengan 200 mL larutan NaF 0,06 M. Jika
Ksp CaF2 = 3,2 × 10−11, apakah akan terbentuk endapan CaF2?
Pembahasan:
Untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya endapan CaF2, kita perlu membandingkan nilai Q
terhadap Ksp CaF2. Sebelum menentukan nilai Q, kita perlu mencari konsentrasi ion Ca2+ dan ion
F− dalam campuran terlebih dahulu.
Dalam 100 mL Ca(NO3)2 0,3 M, jumlah mol Ca(NO3)2 = (0,3 mol/L)(0,1 L) = 0,03 mol
Dalam 200 mL NaF 0,06 M, jumlah mol NaF = (0,06 mol/L)(0,2 L) = 0,012 mol
Ca(NO3)2(aq) → Ca2+(aq) + 2NO3−(aq)
0,03 mol 0,03 mol 0,06 mol
NaF(aq) → Na+(aq) + F−(aq)
0,012 mol 0,012 mol 0,012 mol
Setelah pencampuran, [Ca2+] =
dan [F−] =
.
Karena Q > Ksp, setelah pencampuran terbentuk endapan CaF2.
Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (KSP)
Pelarutan dan pengendapan merupakan reaksi kimia yang umum terjadi di sekitar kehidupan kita
sehari-hari dan bahkan di dalam tubuh kita. Enamel gigi yang komposisi utamanya adalah mineral
hidroksiapatit [Ca5(PO4)3OH] dapat mengalami pelarutan dalam medium bersifat asam yang
secara lanjut akan menyebabkan karies gigi.
Pengendapan garam-garam tertentu dalam ginjal akan menyebabkan terbentuknya batu ginjal.
Pengendapan CaCO3 dari air tanah memegang peranan penting dalam pembentukan stalaktit dan
stalagmit. Selain itu, air laut dengan konsentrasi ion-ion Ca2+ dan CO32− cukup tinggi turut
berpengaruh terhadap keberadaan terumbu karang yang tersusun dari CaCO3.
Kelarutan (s)
Jika kita melarutkan sedikit garam dapur (NaCl), misalnya 10 g ke dalam 100 mL air pada suhu
ruang, maka seluruh NaCl akan larut. Bagaimana bila kita menambahkan lebih banyak NaCl?
Apakah tambahan NaCl tersebut masih akan larut? Adakah batasan di mana NaCl tidak dapat larut
lagi?
Bila kita melarutkan 100 g NaCl ke dalam 100 mL air, maka sebagian NaCl akan tidak larut. Pada
kondisi ini, larutan dikatakan “jenuh”. Larutan jenuh adalah larutan di mana pelarut tidak dapat
melarutkan zat terlarut lagi sehingga terdapat zat terlarut yang tidak larut (mengendap). Kelarutan
(solubility) didefinisikan sebagai jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu
pelarut pada suhu tertentu. Kelarutan suatu zat biasanya dinyatakan dalam satuan g/L atau mol/L.
Kelarutan yang dinyatakan dalam mol/L biasanya disebut sebagai kelarutan molar, s.
Contoh Soal Kelarutan:
Dalam 500 mL larutan jenuh kalsium fluorida (CaF2) terdapat 8,2 mg CaF2. Tentukan kelarutan
CaF2 dalam mol/L.
Pembahasan:
Kelarutan molar = molaritas larutan jenuh; s = n / V. Jadi, massa zat terlarut harus dikonversi
terlebih dahulu menjadi jumlah mol zat terlarut. Lalu, molaritas larutan ditentukan dari jumlah mol
zat terlarut per satuan volum larutan.
Jumlah mol CaF2 =
=
Kelarutan CaF2 = s =
=
.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 7
SLIDE
Similar Resources on Wayground
5 questions
ELEKTROLISIS
Presentation
•
12th Grade
7 questions
Ch. 11.3 - Reactions in Aqueous Solution
Presentation
•
9th - 11th Grade
3 questions
Larutan Asam basa
Presentation
•
11th Grade
11 questions
Chapter 7 Section 4.1
Presentation
•
10th - 12th Grade
12 questions
TEORI ASAM BASA
Presentation
•
11th Grade
6 questions
Sel Volta
Presentation
•
11th Grade
8 questions
Larutan Penyangga
Presentation
•
11th Grade
10 questions
Jenis dan Faktor Kesetimbangan Kimia
Presentation
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
5.P.1.3 Distance/Time Graphs
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Fire Drill
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
School Wide Vocab Group 1 Master
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade
Discover more resources for Chemistry
15 questions
Ionic Compounds: Naming and Formula Writing
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Exploring the Ideal Gas Law and Its Applications
Interactive video
•
9th - 12th Grade
15 questions
Balancing Chemical Equations
Quiz
•
10th - 12th Grade
6 questions
Single Replacement Reaction Lesson
Presentation
•
9th - 12th Grade
14 questions
Temp & Pressure Conversions & Daltons Law
Quiz
•
10th - 11th Grade
10 questions
Exploring Saturated, Unsaturated, and Supersaturated Solutions
Interactive video
•
9th - 12th Grade
42 questions
Practice Regents #1 (126)
Quiz
•
11th Grade
10 questions
One Step Molar Conversions
Quiz
•
9th - 12th Grade