Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Social Studies

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Pak Sugiono

FREE Resource

26 Slides • 0 Questions

1

media

Oleh:

Sugiono, S.Pd

2

media

Faktor Intern

Sejarah masa lalu

Penderitaan rakyat akibat penjajahan

Pengaruh perkembangan pendidikan barat di Indonesia

ELS, HIS, HBS, MULO, AMS, Kweekschoolen, Normal School

Pengaruh perkembangan pendidikan Islam di Indonesia

Sekolah Adabiyah, Diniyah, dan Madrasah Diniyah Putri

Pengaruh perkembangan pendidikan kebangsaan di Indonesia

Taman Siswa (Ki Hajar-1922), Ksatrian School (Douwes Dekker-1924),

INS Kayu Tanam (M. Syafei-1926)

Pengaruh kaum terpelajar dan profesional

Dominasi ekonomi kaum Cina di Indonesia

Peranan bahasa Melayu

Istilah INDONESIA sebagai identitas nasional

J.R. Logan 1850 (geografis) dan A.Bastian 1884 (budaya)

3

media

Faktor Eksternal

Kemenangan Jepang atas Rusia

(1904 – 1905)

Partai Kongres India

Partai Kongres India (Mahatma Gandhi) dengan garis
perjuangan Swadesi, Ahimsa, Satyagraha, Hartal

Filipina di bawah Jose Rizal

pergerakan Nasional Liga Filipina dan melakukan
perlawanan tehadap SPanyol

Gerakan nasionalisme Cina

Gerakan nasionalisme Cina menentang Dinasti Manchu
(1644-1912) melalui pemberontakan Tai Ping dan Boxer

Gerakan Turki Muda

Dipimpin Mustafa Kemal Pasha 1908 menuntut

pembaharuan dan modernisasi disegala sektor kehidupan

4

media

1. Ahimsa

Tanpa berbuat apa-apa, tanpa menggunakan kekerasan, musuh
akhirnya akan kalah.

2. Hartal
Meletakkan pekerjaan sebagai tanda protes terhadap peraturan yang
dianggap kurang adil atau sebagai tanda berkabung untuk
memperingati kejadian yang menyedihkan. Hal tersebut dilakukan
berdasarkan ajaran agama, tanpa kekerasan dan tanpa senjata. Hartal
semacam pemogokan.

3. Satyagraha
Pelaksanaan satyagraha dengan gerakan non-cooperation. Yaitu
menolak kerja sama dengan pemerintah Inggris karena merasa berdiri
dengan kebenaran, keadilan dan perikemanusiaan.

4. Swadeshi
Bangsa India harus mampu mencukupi kebutuhannya sendiri dengan
hasil dan usaha sendiri. Pelaksanaan gerakan swadeshi antara lain
dengan gerakan khaddar, yaitu memintal dan menenun sendiri.

5

media

Bromartani (Surakarta)

Pewarta Surabaya, Penerbitan Betawi, Sinar Jawa, dan

Slompret Melayu

Sinar Sumatra, Cahaya Sumatra, Perca Barat dan

Pemberita Aceh)

Pewarta Borneo

Pewarta Manado

Medan Priyayi (Bandung)

6

media

Tahapan Pergerakan Nasional

1.

1908 – 1942 (Budi Utomo, Sarekat Islam, dan
Indische Partij)

2.

1920 – 1930 (PKI, Perhimpunan Indonesia, dan Partai
Nasional Indonesia)

3.

1930 – 1942 (Parindra, Partindo, dan Gapi)

7

media

1.

Budi Utomo

2.

Sarekat Islam

3.

Indische Partij

4.

Perhimpunan Indonesia

5.

Partai Komunis Indonesia

6.

Partai Nasional Indonesia

7.

Pemufakatan
Perhimpunan-
perhimpunan Partai
Kebangsaan Indonesia
(PPPKI)

8.

Partai Indonesia (Partindo)

9.

Partai Indonesia Raya
(Parindra)

10.

Gerakan Rakyat Indonesia
(Gerindo)

11.

Gabungan Politik Indonesia
(GAPI)

12.

Organisasi Keagamaan
(Muhammadiyah,
Nahdlatul Ulama (NU),
Jong Islamienten Bond,
Nahdlatul Wathan)

13.

Organnisasi Pemuda dan
Wanita (Tri Koro Darmo,
RA. Kartini, Kautaman Istri,
Sopa Trisna, Aisyah, Wanito
Utomo)

8

media

Berdiri 20 Mei 1908

Perintis: Dr. Wahidin Sudirohusodo

Ketua: Sutomo

Tujuan: mencapai kemajuan dan meningkatkan

derajat serta martabat bangsa Indonesia

Program diarahkan pada bidang pendidikan dan

kebudayaan

9

media

Berdiri Tahun 16 Okt 1905 di Surakarta (SDI)

Pendiri Kiai Saman Hudi

1912 diubah menjadi Sarekat Islam (SI)

Dipimpin oleh H.O.S. Cokro Aminoto

Tujuan:

Memajukan kehidupan rakyat melalui perekonomian

Membina persatuan dan memajukan umat Islam

Mengangkat dan memajukan derajat serta kecerdasan

rakyat untuk menentang penindasan

1921 pecah menjadi SI Putih dan SI Merah

10

media

Berdiri 25 Desember 1912 di Bandung

Pendiri: Douwes Dekker (Dr. Setyabudi), Cipto

Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat

Tujuan:

Mengembangkan rasa nasionalisme dan menciptakan

rasa persatuan antar orang Indo dan Bumi Putera

Mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka

4 Mei 1913 dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan

pemimpinnya di buang ke negeri Belanda

11

media

Pada awalnya bernama Indische Vereneeging

Tokoh: Iwa Kusuma Sumantri, M. Hatta, Nazir Pamuncak,

Gunawan Mangunkusumo, Ai Sastroamidjoyo

3 Februari 1925 diganti menjadi Perhimpunan Indonesia

(PI)

Kegiatan-kegiatan

Mengikuti kongres ke-6 Liga Demokrasi Internasional untuk

Perdamaian 1926

Mengikuti kongres I Liga Penentang imperialisme dan

Penindasan kolonialis 1927

Empat pokok ideologi (kesatuan nasional, solidaritas,

nonkooperatif, dan swadaya)

12

media

Tahun 1914 berdiri ISDV di Semarang oleh Sneevelt

dan Semaun

23 Mei 1920 berubah menjadi PKI

Untuk mencari massaPKI melakukan inflitrasi ke SI

Tahun 1926 mengadakan pemberontakan di Banten,

Jakarta dan Solo

1927 mengadakan pemberontakan di Sumatera Barat

Dalam perjuangannya PKI bersifat keras dan radikal

13

media

Lahir di Bandung, 4 Juli 1927

Tokoh-tokoh PNI Ir. Soekarno, Mr. Sartono, Dr. Cipto

Mangunkusumo

Trilogi perjuangan PNI; Kesadaran nasional, kemauan

nasional dan perbuatan nasional

Prinsip: Selfhelp, nonkooperatif, dan marhaenisme

Para pemimpin PNI Ir. Soekarno ditangkap dan

dihukum

KLB 25 April 1931 membubarkan PNI dan terbentuk

PNI baru (Hatta-Syahrir) dan Partindo (Mr. Sartono)

14

media

Lahir di Bandung, 17-18 Desember 1927 beranggotakan

PSII, BU, PNI,Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum
Betawi, dan Kaum Studi Indonesia

Tujuan

Menghindari perselisihan antar anggota

Menyatukan organisasi, arah, serta aksi dalam

perjuangan kemerdekaan Indonesia

Pengembangan persatuan kebangsaan Indonesia

15

media

Setelah PNI pecah berdiri Partindo oleh Sartono

(1929)

Asas dan dasar perjuangan selfhelp dan nonkooperatif

1932 Ir. Soekarno bergabung

Karena gerakannya yang radikal pemerntah

melakukan pengawsan ketat sehingga sulit
berkembang

1936 Partindo bubar

16

media

Didirikan tanggal 26 Desember 1935 di Solo oleh dr.

Sutomo

Merupakan fusi dari BU dan PBI

Asas perjuangan insidental

Tokoh-tokoh M.H. Thamrin

Perjunangan di Volksraad

17

media

Didirikan tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta

Tokoh-tokoh: Sartono, Sanusi Pane, M. Yamin

Asas insidentil

Tujuan:

Mencapai Indonesia merdeka

Memperkokoh ekonomi Indonesia

Mengangkat kesejahteraan kaum buruh

Memberi bantuan bagi kaum pengangguran

18

media

21 Mei 1939 M.H. Thamrin membentuk GAPI

Alasan:

Kegagalan petisi Sutarjo (permohonan musyawarah

antar wakil Indonesia dan Belanda)

Kepentingan internasional akibat timbulnya fasis

Sikap pemerintah yang kurang memperhatikan bangsa

Indonesia

Tujuan: menuntut pemerintah Belanda agar Indonesia

punya parlemen sendiri

19

media

1.

Muhammadiyah

Berdiri 18 Nov 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan di
Yogyakarta

Tujuan

Mengajukan pengajaran berasaskan Islam dan memupuk
keimanan anggotanya

2.

Nahdlatul Ulama (NU)

Berdiri 31 Jan 1926 oleh K.H. Hasyim Asy’ari di
Surabaya

Tujuan

Menegakkan syariat Islam dan menganut haluan
Ahlusunah wal jamaah

melaksanakan berlakunya hukum Islam di masyarakat

20

media

3.

Al Irsyad

Didirikan oleh keturunan Arab 6 Sept 1914

Tokohnya Syeikh Ahmad Sukarti

4.

Pakempalan Politik Katolik Jawa

Berdiri tanggal 22 Feb 1922 dipimpin I.J. Kasimo

5.

Perserikatan Kaum Kristen

Berdiri tahun 1929 dipimpin R.M. Noto Sutarsa

21

media

1.

7 Maret 1915 di Jakarta berdiri organisasi Tri Koro Darmo
oleh dr. Satiman Wirjosandjojo, kadarman, dan Sunardi

Anggotanya berasal dari sekolah menengah di Jawa dan
Madura

Tujuan

Menghidupkan persatuan dan kesatuan pemuda Jawa, Sunda,
Madura, Bali dan Lombok

Kerjasama dengan semua organisasi pemuda

2.

Pasundan, Jong Batak, JongAmbon, Jong SUmatranen
Bond, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes, Timorees
Bond, PPPI, Pemuda Indonesia, Jong Islamienten Bond,
kepanduan , dll

22

media

3.

Pergerakan wanita oleh R.A. Kartini dari Jepara

4.

Putri Mardika

5.

Kautaman Istri (Dewi Sartika)

6.

1914 di Yogyakarta berdiri Sopa Tresna

7.

Aisyah

8.

Wanito Utomo

9.

1917 di Minahasa berdiri Percintan Ibu Kepada Anak
Temurunnya (PIKAT) oleh Maria Walanda Maramis

23

media

1.

Manipol 1925 merupakan penegasan dari sikap
perjuangan Perhimpunan Indonesia “Kemerdekaan
penuh bagi Indonesia hanya dapat dicapai dengan
aksi bersama oleh seluruh kaum nasionalis atau
pejuang Indonesia atau kekuatan sendiri
Asas perjuangan PI

Asas kesatuan nasional

Asas solidaritas

Asas nonkooperasi

Asas swadaya

24

media

2.

Kongres Pemuda

KP I 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta dihadiri Jong Java,
Jong Sumatranen Bond, dan Jong Islamieten Bond

Disepakati menciptakan persatuan para pemudaIndonesia

KP II 26 – 28 Okt 1928 di Jakarta

Tujuan mwnyatukan gerakan Pemuda di seluruh Indonesia

28 Oktober dibacakan Ikrar Sumpah Pemuda

Tokoh: M. Yamin

25

media

3.

Kongres Perempuan Indonesia

KPI I 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta

Hasil KPI I

Mendirikan Perikatan Perempuan Indonesia

Menyusun pengurus dengan ketua Ny. R.A. Sukonto

Menyelenggarakan penerbitan, memberi beasiswa dan
mencegah perkawinan anak

KPI II 20 – 24Juli 1935 di Jakarta

KPI III 23 – 28 Juli 1938 di Bandung

26

media

Jangan Sekali-kali Melupakan

Sejarah

media

Oleh:

Sugiono, S.Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 26

SLIDE