Search Header Logo
KELOMPOK 2

KELOMPOK 2

Assessment

Presentation

Other

University

Practice Problem

Hard

Created by

Desama Gulo

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

Ekonomi Moneter


NAMA-NAMA KELOMPOK 2 (DUA) ;


1. DESAMA JAYA GULO
2. YUSMAN WARUWU
3. INNE FEBRIYANTI GEA
4. FELISTINA HIA
5. TRISNIAT BRIANG SARI ZEGA
6. DEWI JULIANA GULO
7. SEBASTIAN FENIDAR ZEBUA
8. WANDI ASTI ZEBUA

media

2

media

PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP KEUANGAN DAN PERBANKAN

3

Jika kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat digunakan untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Kebijakan moneter adalah upaya mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.

Kebijakan moneter merupakan proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu misalnya menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan pengaturan standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER

4


Mencapai tujuan tersebut, Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan atau distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

5

2. KEBIJAKAN MONETER KONTRAKTIF

Kebijakan Moneter Ekspansif sering disebut kebijakan uang Longgar (easy money policy) ialah kebijakan yang mengatur jumlah uang yang dipasok dalam perekonomian. Caranya dengan menurunkan suku bunga, membeli sekuritas pemerintah oleh bank sentral, dan menurunkan persyaratan cadangan untuk bank. Kebijakan ekspansif juga akan menurunkan tingkat pengangguran dan merangsang aktivitas bisnis atau kegiatan belanja konsumen.

1. KEBIJAKAN MONETER EKSPANSIF

JENIS-JENIS KEBIJAKAN MONETER

​Kebijakan Moneter Kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive policy) yang disebut kebijakan uang ketat (tight money policy) ialah kebijakan mengurangi jumlah uang yang beredar.

6

TUJUAN KEBIJAKAN MONETER

Bank Indonesia memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.
Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating).
Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah. Jika dirangkum, maka tujuan kebijakan moneter diantaranya:

7

Kesempatan kerja akan meningkat bila produksi meningkat. Peningkatan produksi biasanya diikuti dengan perbaikan nasib para karyawan ditinjau dari segi upah maupun keselamatan kerja. Perbaikan upah dan keselamatan kerja akan meningkatkan taraf hidup karyawan dan pada akhirnya kemakmuran dapat tercapai.

2. kesempatan kerja

Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan di mana pertumbuhan ekonomi berlangsung secara terkendali dan berkelanjutan. Artinya, pertumbuhan arus barang/jasa dan arus uang berjalan seimbang.

1. stabilitas ekonomi

8

Neraca pembayaran dapat dikatakan dalam keadaan seimbang apabila jumlah nilai barang yang diekspor sama dengan nilai barang yang diimpor. Untuk mendapatkan neraca pembayaran yang seimbang, pemerintah sering menjalankan kebijakan moneter. Contohnya adalah dengan cara melakukan devaluasi

4. neraca pembayaran intenasional

Kestabilan harga ditandai dengan stabilitas harga barang dari waktu ke waktu. Harga yang stabil menyebabkan masyarakat percaya bahwa membeli barang pada tingkat harga sekarang sama dengan tingkat harga yang akan datang, atau daya beli uang dari waktu ke waktu adalah sama.

3. kestabilan harga

9

Menjaga stabilitas harga dari banyaknya jumlah uang yang beredar, Meningkatkan kesempatan kerja, Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran, jika negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing.

6. menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi

10

Fungsi Utama Kebijakan Moneter

Bank Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pengelolaan bidang Moneter, Sistem Pembayaran, dan Stabilitas Sistem Keuangan. Pengelolaan ketiga bidang tersebut diimplementasikan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dioperasikan melalui berbagai instrumen yang sesuai dengan bidang tugas terkait.

11

PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP KEUANGAN DAN PERBANKAN

Perbankan pada dasarnya merupakan lembaga perantara keuangan yang dalam operasinya menerima simpanan masyarakat dalam bentuk giro, tabungan dan deposito, yang kemudian menanamkan dana simpanan dimaksud dalam bentuk penyaluran kredit dan pembiayaan lain kepada dunia usaha maupun bentuk portfolio aset finansial seperti surat-surat berharga yang diterbitkan pemerintah dan bank sentral. Dalam perspektif ekonomi, karakteristik operasi perbankan seperti ini mempunyai kekhususan dalam fungsinya dari pada lembaga keuangan lain, setidaknya dalam tiga aspek penting berikut ini (Guitan, 1997; George, 1997).

12

Ketiga fungsi penting seperti diuraikan di atas menempatkan perbankan pada peran khusus di dalam sistem ekonomi dan keuangan baik dari perspektif mikro maupun makro.

Ketiga, dalam fungsinya sebagai lembag penanaman aset finansial, perbankan mempunyai fungsi penting dalam pengembangan pasar keuangan, khususnya pasar uang domestik dan valuta asing.

Kedua, dalam fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan, perbankan mempunyai fungsi khusus dalam memobilisasi simpanan masyarakat untuk disalurkan dalam bentuk kredit dan pembiayaan lain kepada dunia usaha

Pertama, dalam fungsinya sebagai lembaga kepercayaan untuk simpanan dana masyarakat, perbankan mempunyai fungsi khusus dalam penciptaan uang dan mekanisme sistem pembayaran dalam perekonomian.

13

PERBANKAN DAN TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER

Keterkaitan kebijakan moneter dengan perbankan tersebut terjadi melalui dua tahap transmisi moneter dalam proses perputaran uang. Pertama, interaksi antara bank sentral dengan perbankan dalam berbagai transaksi di pasar uang yang berkaitan dengan operasi moneter bank sentral dan manajemen likuiditas oleh perbankan. Dengan interaksi ini, kebijakan moneter berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga, volume dana masyarakat yang disimpan di bank, kredit yang disalurkan bank kepada dunia usaha, dan perkembangan transaksi pasar uang yang dilakukan oleh perbankan.4 Kedua, interaksi antara perbankan dengan para pelaku ekonomi di sektor riil dalam proses intermediasi keuangan dalam berbagai aktivitas ekonomi baik dalam bentuk penerimaan simpanan dari masyarakat maupun penyaluran kredit kepada dunia usaha. Perkembangan ini akan menentukan pengaruh kebijakan moneter terhadap perkembangan permintaan agregat di sektor riil, baik konsumsi maupun investasi, dan pada akhirnya akan menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang merupakan sasaran akhir kebijakan moneter.

14

KRISIS PERBANKAN DAN KEBIJAKAN MONETER

Untuk mengatasi krisis perbankan, Pemerintah telah menempuh kebijakan restrukturisasi menyeluruh terhadap industri perbankan Indonesia. Untuk mengatasi bank runs akibat merosotnya kepercayaan masyarakat, Pemerintah menempuh Program Penjaminan atas seluruh kewajiban bank-bank baik kepada para deposan maupun pihak lain, termasuk kewajiban dalam bentuk utang luar negeri dan pembayaran letter of credit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia. Program rekapitalisasi juga ditempuh untuk mengatasi permasalahan permodalan perbankan dengan penerbitan obligasi atau Surat Utang Negara (SUN) untuk penyertaan tambahan modal oleh Pemerintah. Selain itu, untuk mengatasi kredit bermasalahan, program restukturisasi kredit juga ditempuh baik melalui BPPN maupun Satuan Tugas Restrukturisasi Kredit di bank-bank.

15

TUGAS

  1. JELASKAN BAGAIMANA KEBIJAKAN MONETER DALAM MENGATASI KRISIS KEUANGAN SUATAU NEGARA?

  2. JELASKAN MENURUT PENDAPATMU MENGAPA KEBIJAKAN MONETER DENGAN MENAIKKAN CADANGAN TUNAI BANK DAPAT MENGURANGI TINGKAT INFLASI?

16

TERIMAKASIH

Ekonomi Moneter


NAMA-NAMA KELOMPOK 2 (DUA) ;


1. DESAMA JAYA GULO
2. YUSMAN WARUWU
3. INNE FEBRIYANTI GEA
4. FELISTINA HIA
5. TRISNIAT BRIANG SARI ZEGA
6. DEWI JULIANA GULO
7. SEBASTIAN FENIDAR ZEBUA
8. WANDI ASTI ZEBUA

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE