Search Header Logo
Business Plan

Business Plan

Assessment

Presentation

Other

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Tri Agustin

Used 1+ times

FREE Resource

25 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

Sebelum

membuat

business

plan

hal

yang

wajib

diperhatikan oleh seorang calon wirausaha adalah;

1. Produk apa yang ingin dibuat.

2. Mengapa produk tersebut dibuat.

3. Siapa target pasarnya/pembelinya.

4. Kapan produk akan dibuat.

5. Dimana produk tersebut dibuat (tempat usaha)

3

media

Business plan adalah dokumen tertulis yang dirancang untuk

menggambarkan semua unsur yang relevan untuk memulai suatu usaha

Tujuan dari business plan yaitu memberikan gambaran yang jelas dari

apa yang hendak dilakukan oleh seorang wirausaha, hal ini bisa
dikatakan sebagai jembatan antara ide dan kenyataan

Setelah mengetahui dan mem-breakdown satu persatu proses membuat

business plankemudian menguraikannya satu persatu

Pertama adalah tahap ide usaha, lalu perumusan konsep ide usaha dan

study kelayakan usaha. Ini wajib dilakukan oleh pengusaha untuk
melihat apakah prospek dari bisnis yang dijalankan, mulai dari konsep
ide usaha dan kelayakan dari usaha tersebut, baik atau tidak.

4

media

Kelayakan meliputi kelayakan pasar, kelayakan teknis atau operasional,

kelayakan manajemen organisasi dan yang terakhir adalah kelayakan
keuangan.

Pada prinsipnya ada empat aspek utama yang diperlukan dalam

menyusun business plan, yaitu aspek manajemen produksi, aspek
sumberdaya manusia, aspek keuangan dan aspek pemasaran.

ASPEK MANAJEMEN PRODUKSI
Aspek manajemen produksi menurut Mr. E.L. Breach adalah sebuah

usaha untuk mengatur atau mengkoordinasi, mengarahkan, mengawasi
kegiatan produksi agar lebih efektif, baik dari segi biaya dan waktu serta
jumlah yang telah ditentukan.

5

media

Hal pokok dalam manajemen produksi

a. Perencanaan Produksi

Perancangan produksi dilakukan dengan tujuan mengadakan persiapan
sistematis

untuk

proses

produksi

yang

akan

dijalankan.

Dalam

menyusun perencanaan produksi hal-hal yang perlu diperhatikan adalah

1. Jenis barang yang diproduksi.
2. Kualitas barang.
3. Jumlah barang.
4. Bahan baku.

6

media

b. Pengendalian Produksi

Apabila rencana produksi telah dilaksanakan, hal yang penting
dilakukan

selanjutnya

adalah

pengendalian

produksi.

Pengendalian produksi bertujuan untuk mencapai hasil yang
maksimal dengan efektif dan efisien. Pengendalian produksi
dapat dilakukan dengan cara:

1.Menyusun perencanaan jadwal kerja.
2.Pengaturan jadwal kerja, pengaturan detail rencana sistem

kerja.

3.Menentukan target pasar.

7

media

c. Pengawasan harus dilakukan saat proses produksi berlangsung.

Tujuannya agar hasil produksi yang dihasilkan Pengawasan Produksi
sesuai dengan yang diharapkan, tepat waktu tidak kekurangan atau
kelebihan budget, produk sesuai dengan standar kualitas, hingga siap
untuk dipasarkan. Adapun hal yang sebaiknya dilakukan adalah;

1. Menetapkan standart dan kualitas barang.
2. Melaksanakan produksi tepat waktu.
3. Quality control (pengecekan produk).

8

media

B. ASPEK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang penting dalam

sebuah ide usaha. Perencanaan dan persipan SDM yang handal akan
turut mempengaruhi pada produk dan pelayanan sebuah usaha.

Perencanaan sumber daya manusia, yaitu bagaimana bisnis mampu

memberikan motivasi kepadakaryawan, serta proses perekrutan,
pelatihan dan evaluasi sehingga nantinya sumber daya manusiayang
dimiliki dapat menjalankan operasi bisnis yang dikembangkan

9

media

Dalam

perencanaan

sumber

daya

manusia,

perlu

kiranya

seorang

wirausaha

menganalisis hal-hal berikut:

Desain pekerjaan

Menentukan desain pekerjaan apa saja yang diperlukan untuk menjalankan usaha,
hal ini melihat jenis usaha yang dijalankan.

Deskripsi pekerjaan

Deskripsi pekerjaan wajib dilakukan sebagai acuan tugas devisi. Hal ini untuk
menanghindari tumpang tindih pekerjaan sehingga memperlambat produksi.

Job Value

Tujuan job value untuk menghargai nilai jabatan yang dihibungkan dengan gaji
dan tunjangan yang diterimakan.

Kapasitas SDM

Kapasitas sangat menentukan produktivitas oleh karenanya kapasitas SDM
disesuaikan di level apakah bidang usaha.

Rekrutmen

Perusahaan harus menentukan kriteria penyeleksian karyawan.

Produktivitas

Pengusaha harus memperhatikan produkstivitas karyawannya, karena konstribuasi
positif karyawan berdampak positif bagi perusahaan.

Training and Development

Perusahaan harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada, oleh karenanya
setiap SDM diberikan pelatihan dan pengembangan.

Compensation and Benefit

Setiap perusahaan harus bisa memberikan kompetisi yang kompetitif kepada
karyawannya yang terbaik. Karyawan dengan kinerja baik berhak mendapatkan
reward.

Career Planning

Perusahaan dapat mengkategorikan karyawan kedalam beberapa level. Sehingga
memacu prestasi dan kinerja di level mana sebagai target pencapaian.

10

media

Motivasi kepada karyawan harus dilaksanakan dalam sebuah perusahaan, hal ini

berpengaruh terhadap mental para karyawan, untuk itulah diperlukan rencana
motivasi yang baik.

Hal pertama adalah pemberian kuasa kepada karyawan sehingga mereka lebih

termotivasi dalam melakukan

pekerjaannya, untuk beberapa hal karyawan

diberikan kewenangan melakukan pengambilan keputusan sendiri.

Sebuah perusahaan harus punya strategi agar dapat meningkatkan kepuasan kerja

dan meningkatkan motivasi karyawan, yaitu melalui program pelatihan, proses
evaluasi.

Program pelatihan meliputi; pelatihan ketrampilan teknis, pelatihan ketrampilan

pengambilan keputusan, pelatihan ketrampilan pelayanan pelanggan, pelatihan
ketrampilan keamanan, pelatihan ketrampilan sumber daya manusia.

Proses evaluasi digunakan untuk mengalokasikan kenaikan gaji, memberikan umpan

balik dan pengarahan bagi para karyawan, mengindikasikan kelebihan dan
kekurangan karyawan, mempengaruhi peluang para karyawan untuk dipromosikan
di Perusahaan di masa mendatang.

11

media

C. ASPEK MANAJEMEN KEUANGAN

Aspek keuangan dari perencanaan usaha harus dapat memperlihatkan potensi dana
yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk
laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Beberapa hal yang perlu
disampaikan dalam aspek ini adalah:

1. Sumber Pendanaan

o Modal sendiri
o Modal pinjaman

2. Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi

o Tanah
o Bangunan
o Peralatan
o Biaya Pra operasi
o Biaya lain-lain

12

media

3. Kebutuhan pembiayaan /Modal kerja

o Bahan baku
o Bahan pelengkap
o Biaya tenaga kerja
o Biaya listrik, air, telpon, alat kantor
o Biaya lain-lain

4. Analisa biaya tetap

o Gaji
o Penyusutan
o Bunga pinjaman
o Biaya iklan
o Biaya lain-lain

13

media

5. Biaya per produksi:

o Upah
o Biaya bahan
o Biaya kemasan

6. Proyeksi aliran kas

Uraian

Tahun

1

2

3

4

5

a. Sumber Dana (in flow)

b. Penggunaan Dana (out flow)

c. Arus Kas Bersih (net flow = a - b)

d. Keadaan Kas awal

e. Keadaan Kas Akhir (c + d)

14

media

7. Penentuan Harga Pokok Produksi

Perhitungan harga pokok penjualan harus dibuat agar dapat diketahui berapa besar biaya
pokok yang dikeluarkan untuk membuat sebuah barang dan digunakan sebagai dasar
penetapan harga ataupun perhitungan laba dalam perusahaan.
Sebagai contoh, perusahaan industri pembuat permen susu dalam sekali produksi
mengeluarkan biaya sebagai berikut :

Dari bahan-bahan tersebut dapat dihasilkan permen susu sebesar 7,5 kg sehingga dapat
dihitung harga pokok permen susu setiap satu kilogram adalah:

Rp. 33.750,00 : 7,5

= Rp. 4.500,00

Apabila perusahaan ingin mendapatkan keuntungan kotor sebesar 25% maka besarnya harga
jual permen susu per Kg Rp. 4.500,00 + (Rp 4.500,00 x 25%) = Rp 5.625,00

5 liter susu

@ Rp. 1.200,00 =

Rp. 6.000,00

5 Kg gula pasir

@ Rp. 5.000,00 =

Rp. 25.000,00

Bahan Bakar

=

Rp. 2.750,00

Jumlah

Rp. 33.750,00

15

media

8. Alat analisis dalam aspek keuangan

Dalam rangka mengukur kelayakan suatu usaha dari sisi keuangan, maka diperlukan

pengukuran kelayakan usaha dimana intinya adalah kondisi dimana hasil yang diperoleh lebih
besar dari sana yang diinvestasikan (pendapatan > total biaya). Ada beberapa cara untuk
mengukur kelayakan usaha dari sisi keungan, yaitu :
a)

Return on Investment (ROI)

Merupakan ukuran atau besaran yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi sebuah usaha
dibandingkan dengan baiya dan modal awal yang dikeluarkan. Cara ini merupakan perhitungan
yang sangat sederhana dan cukup mudah untuk dilakukan. Rumus perhitungannya adalah :

ROI =

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑘𝑎𝑛

𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑛𝑎𝑚
x 100%

Pendatan yang dihasilkan dapat berupa arus kas yang diterima setiap periode atau pendapatan
dalam jumlah besar. ROI tidak memberikan indikasi berapa lama suatu investasi, namun
demikian terkadang ROI dinyatakan dalam satuan tahunan atau disetahunkan.Kriteria investasi
adalah semakin tinffi prosentasi ROI maka investasi semakin disarankan.

Prosentase bunga bank :
kalua ROI > dari suku bunga bank dianggap layak

16

media

Aspek Pemasaran

Aspek pemasaran perlu diperhatikan dalam sebuah perencanaan usaha untuk mengetahui
seberapa besar peluang pasar bagi produk yang akan ditawarkan. Ada beberapa hal yang
berkaitan dengan aspek pemasaran dalam perencanaan usaha, antara lain :

1)

Mengidentifikasi perilaku konsumen

2)

Menganalisis pasar konsumen, menggunakan 7-O pertanyaan kunci yaitu : Siapa yang ada
dipasar (occupants), apa yang dibeli oleh pasar ( objects), mengapa pasar itu membeli
(objectives), siapa yang berperan serta dalam pembelian (organizations), bagaimana pasar
melakukan pembelian (operations), kapan pasar membeli (occasions), dan dimana pasar
membeli (outlets).

3)

Menganalisis pesaing : Mengidentifikasi pesaing perusahaan, Identifikasi strategis-strategi
pesaing, Penentuan tujuanpesaing, Menilai kekuatan dan kelemahan pesaing.

4)

Menentukan target marketing : Menilai kekuatan dan kelemahan pesaing, Market
targeting , Market positioning

5)

Menetapkan marketing budget

6)

Menentukan timing

7)

Menentukan marketing mix

17

media

BUSINESS PLAN

Dokumen tulis yang memuat langkah kegiatan
yang perlu dilakukan ke depan, agar mencapai
tujuan bisnis yang diinginkan.

18

media

CIRI-CIRI BUSINESS PLAN YANG BAIK

SCALE OF BUSINESS
MEASURABLE (TERUKUR)
ACHIEVABLE (DAPAT DICAPAI)
RELIABLE (DAPAT DIANDALKAN)
TIME SCALE (BATAS WAKTU YANG DITENTUKAN)

19

media

Penting Diingat :

Semua yang anda inginkan

haruslah dikerjakan secara
benar sejak awal.

Jika anda Gagal dalam

Perencanaan,
Sesungguhnya anda
sedang Merencanakan
Kegagalan.

Usahakan untuk

Membiasakan Kebenaran
bukan Membenarkan
Kebiasaan.

BUSINESS PLAN berisi hal-hal pokok dan penting.
Karena itu, tulislah hanya hal-hal yang diperlukan.
Tulislah rencana yang dapat memenuhi kebutuhan anda !

20

media

Gunakan BUSINESS PLAN hanya untuk

menetapkan tugas-tugas konkret, tanggung
jawab dan batas waktu untuk menyelesaikan

tugas-tugas konkret yang direncanakan itu

Buatlah BUSINESS PLAN Anda :
PRAKTIS

(PRAKtek TIdak Sulit)

KONKRET

21

media

ASPEK-ASPEK DALAM BUSINESS PLAN

PASAR
TEKNIS
MANAJEMEN
HUKUM
EKONOMI DAN SOSIAL
KEUANGAN

Note: Banyak sedikitnya aspek yang diteliti serta kedalaman

analisa tergantung pada besar kecilnya bisnis yang akan
dilaksanakan.

22

media

BUSINESS PLAN mencakup tentang :

Rencana pemasaran

(apa, bagaimana, dimana
barang/jasa dipasarkan)

Rencana produksi

(apa dan bagaimana produksi
dilakukan)

Rencana organisasional

(apa, bagaimana, siapa yang
mengerjakan tiap-tiap jenis
pekerjaan)

Rencana keuangan

(dari mana, berapa, bagaimana,
uang diperoleh, dialokasikan,
dibukukan dan dilaporkan)

23

media

Fungsi BUSINESS PLAN :

Alat bantu untuk menentukan

visibilitas usaha yang akan
dijalankan, dalam kondisi
pasar yang ada.

Acuan (guidance) bagi pelaku

usaha (pengurus koperasi)
untuk mengorganisir
aktivitasnya.

Alat (tool) bagi pelaku usaha

untuk memperoleh dukungan
pendanaan.

24

media
media
media

Outline BUSINESS PLAN :

Halaman Pendahuluan
memuat tentang bidang/komoditi usaha, nama dan alamat pelaku usaha, sifat usaha dan lain-lain.

Analisis Situasi
memuat tentang pandangan ke depan tentang usaha, persaingan, pemasaran (segmen pasar),
ramalan usaha, dan lain-lain.

Deskripsi Usaha
memuat tentang barang/jasa yang dihasilkan, ukuran usaha, organisasi dan SDM, latar belakang
pelaku usaha.

Perencanaan Pemasaran
memuat tentang harga, distribusi, promosi, kontrol, dan lain-lain.

Perencanaan Produksi
memuat segala hal tentang input–proses– output produksi.

Perencanaan Organisasi
memuat tentang kepemilikan, manajemen (tim manajemen), aturan main (regulasi), karyawan,
mekanisme kerja, dan lain-lain.

Perencanaan Keuangan
memuat tentang sumber keuangan, perhitungan income statement, neraca, cash flow, break event
point, dan lain-lain.

Assesmen Resiko
memuat tentang evaluasi hambatan usaha, kontingensi, masuknya teknologi baru, dan lain-lain.

25

media

Teknis Penyusunan BUSINESS PLAN

Review rencana bisnis yang sudah

ada
- Mengevaluasi kelengkapan sebagai
rencana kerja yang baik
- Mengevaluasi dan menuliskan aspek-
aspek usaha yang selama ini tidak
berjalan lancar.

Menyiapkan data dan informasi

- Informasi pasar
- Informasi produksi
- Informasi keuangan
- Informasi penunjang lain.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 25

SLIDE