Search Header Logo
Halim Susanto - 21862170030 - Kisah Zhuxi dan Zhougong

Halim Susanto - 21862170030 - Kisah Zhuxi dan Zhougong

Assessment

Presentation

Religious Studies

7th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Halim Susanto

Used 2+ times

FREE Resource

28 Slides • 5 Questions

1

Menelaah Kisah Zhuxi Menelaah Kisah Raja Zhou Gong Dan

Halim Susanto
21862170030

2

Zhuxi

Guru Besar Akademi Gua Rusa Putih

media

3

Zhuxi (1130-1200)

  • Guru Besar Akademi Gua Rusa Putih

  • Usia 4 tahun: sudah ke sekolah dan tidak sabar untuk membuka bucu dan membaca

  • Usia 7 tahun: sudah menghafal Kitab Bakti (XiaoJing) dan menulis halaman kulit bukunya dengan kata-kata, "Yang tidak berlaku demikian, bukanlah manusia".

  • Ketika membaca Kitab Mengzi dan sampai pada kalimat "Nabi dan saya, sama daging dan darah", matanya menjadi bersinar gembira dan bergumam, "Aku juga sama, aku dapat menjadi seperti Nabi".

4

Zhuxi

Seorang yang selalu ingin tahu dan seorang yang sungguh-sungguh dalam mencari pengetahuan dan kebenaran, dengan kemampuan kerja yang luas/besar, dengan kekuatan kecerdasan yang luar biasa.

5

Pencari Pengetahuan yang Sungguh-sungguh

Ketika berusia sepuluh tahun, ayahnya melepaskan kedudukannya sebagai pejabat. Selama tiga tahun setelahnya, mereka mempelajari tulisan para nabi dan para suci untuk menjelajahi dunia sastra, sejarah, dan politik. Kemudian ayahnya meninggal dan menyerahkan pendidikan anaknya ke teman-teman baiknya. Guru-guru Zhuxi adalah para sarjana Konfuciani dengan berbagai minat. Hal ini cocok untuk ia yang otaknya cerdas dan tertarik kepada apa saja yang berkaitan dengan ajaran Agama Khonghucu, Dao, Buddha, sanjak, prosa, pengetahuan militer, bahkan permainan judi.

6

Pencari Pengetahuan yang Sungguh-sungguh

Dalam usia 19 tahun, Zhuxi berhasil lulus dalam ujian yang bagi orang lain biasanya baru berhasil setelah umur tiga puluhan. Tetapi ia tidak merasa bahagia dan merasa ada sesuatu yang kurang. Guru-gurunya tidak mampu memuaskannya. Minatnya sangat besar, dirinya tersentuh oleh keinginan 'menjadi seperti Nabi'. Ia merasa belum menemukan Dao (Jalan Suci). Pikirannya yang aktif dan gelisah terus bertanya, mencari dan mencari.

7

Pencari Pengetahuan yang Sungguh-sungguh

Zhuxi kemudian mengunjungi Litong, orang yang sering disebut oleh ayahnya sebagai seorang yang paling cerdas diantara teman belajar, serta memintanya menjadi pembimbing Zhuxi. Setelah Zhuxi mengungkapkan pendapatnya, Litong berkata, "Engkau tahu banyak dongeng-dongeng lama kan? Tetapi engkau tidak mempedulikan kebenaran sederhana sehari-hari. Tidak ada yang aneh-aneh tentang Jalan Suci para Nabi. Engkau akan mulai mengerti dengan mempraktikkannya sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari." Lalu Zhuxi segera membaca dan menekuni Kitab Suci Konfucian. Ia semakin bergairah tentang apa yang ditemukan dalam Kitab-Kitab suci kuno itu.

8

Guru yang Tanpa Lelah

Zhuxi sangat tidak menyukai kehidupan politik yang penuh korup dan intrik. Ia menolak banyak tawaran untuk memangku jabatan, tetapi terkadang ia tidak dapat menolak. Bila menerima suatu jabatan, ia mengerjakan dengan penuh semangat yang penuh kegigihan dan kuat sama seperti saat ia mengejar pelajaran. Dalam memangku jabatan, ia selalu memerangi bencana kelaparan dan tidak kejahatan seperti korupsi. Ia juga mendirikan beberapa sekolah, perpustakaan, perguruan tinggi dan akademi. Yang paling termasyur diantaranya adalah Akademi Gua Rusa Putih. Di sebuah lembah ada sebuah bangunan yang dinamai Gua Manjangan Putih. Bangunan ini pernah menjadi pusat studi namun sudah tidak terawat dengan baik. Zhuxi memutuskan untuk merenovasi kembali bangunan tersebut dan merencanakan metode dan program model pembelajaran, yang kemudian menjadi model pembelajaran diseluruh akademi di Tiongkok.

9

Guru yang Tanpa Lelah

Setelah mundur dari jabatan negara, Zhuxi mengabdikan dirinya untuk mengajar. Orang-orang baik yang tua dan muda, datang dari jauh dengan berbagai pertanyaan dan beberapa hal yang meragukannya, tetapi Zhuxi tidak pernah mengecewakan mereka. Zhuxi akan menjelaskan dengan berbagai cara tanpa merasa lelah sampai akhirnya mereka memahaminya. Bahkan ketika sakit, Zhuxi tidak mau untuk istirahat dari kesibukannya. Akademi Gua Rusa Putih menjadi satu dari empat akademi yang terkenal pada zaman beliau. Zhuxi terus mendirikan banyak sekolah dan banyak akademi yang setara untuk tingkat distrik dan negara.

10

Guru yang Tanpa Lelah

Sikapnya yang tegas menyerang semua bentuk tindak korupsi dan menjadikannya punya banyak musuh. Mereka memfitnah Zhuxi di hadapan kaisar sebagai 'seorang yang keji dan membuat teori palsu, yang membuat anak-anak tersesat'.

11

Gagasan yang Sangat Sedikit Tandingannya

Selain mengajar tanpa lelah, Zhuxi juga banyak menulis. Karyanya meliputi banyak wawasan yang luas dari berbagai topik/tema. Beberapa diantaranya berkenaan tentang pertanyaan besar filsafati, dan yang lain berkenaan dengan perkara praktis seperti upacara pernikahan dan upacara kematian.

12

Gagasan yang Sangat Sedikit Tandingannya

"Apakah watak sejati manusia, Tian/Tuhan YME dan alam semesta itu?"
Untuk mencari jawabannya, Zhuxi seperti kembali ke zaman seribu tahun lebih sebelumnya, seperti Nabi Kongzi dan Mengzi. Ia dengan sangat hati-hati dan menyeluruh senantiasa mempelajari, meneliti dan menyimpulkan sehingga mendapatkan inti maknanya. Ia juga berbuat hal yang sama dengan pikiran-pikiran Konfuciani. Ia menganalisa dan menguji pemikiran-pemikiran itu secara rinci, kemudian dikembangkan dan diperkaya dengan pikiran-pikiran pribadinya. Ia menempatkan ajaran yang lama dan yang baru bersama, menjadikannya ajaran yang menyeluruh dan bermakna ditambah dengan pendapat dan pandangannya. Pandangannya sangat profetis (bersifat kenabian).

13

"Zhuxi mengabdikan penuh waktu dan tenaganya untuk pendidikan. Zhuxi selalu memberi saran agar teman-temannya berpikiran terbuka, sepanjang hidup tanpa henti belajar, bertanya, serta berani berusaha."

14

Pada musim semi tahun 1200, Zhuxi yang sudah berusia 70 tahun terkena penyakit disentri dan tergeletak lemah diranjangnya. Murid-muridnya datang menjenguknya. Zhuxi duduk dan sudah tidak dapat berbicara lagi. Zhuxi memberi isyarat kepada seorang muridnya untuk membetulkan saputangan yang tidak benar letaknya di lehernya. Kemudian ia meninggal dunia.

15

Gagasan yang Sangat Sedikit Tandingannya

Orang-orang yang berkuasa pada waktu itu masih memusuhi Zhuxi, masih memfitnahnya sebagai 'guru palsu' tetapi beribu-ribu orang dari seluruh penjuru kekaisaran dinasi Song menghadiri pemakamannya. Tak lama setelah Zhuxi wafat, gagasan-gagasannya menang. Seorang kaisar yang baru naik takhta mengakui nilai gagasan-gagasannya itu. Murid di sekolah membaca buku-bukunya, mahasiswa di sekolah tinggi negara mempelajari karya-karyanya, dan kaum cendikia mempertimbangkan sungguh-sungguh gagasannya. Selama 700 tahun gagasan Zhuxi dipegang sebagai pedoman hidup dinegerinya. Gagasannya melewati pegunungan dan lautan sampai ke Vietnam, Korea dan Jepang. Karena keluasan pengertiannya dan kedalaman penembusannya, sangat jarang orang dapat menyamai pemikirannya.

16

Lunyu VII:2

Zhuxi mengabdikan diri sepanjang hidupnya untuk mengajar, belajar dan menulis. Dalam hal ini ia benar-benar banyak menyerupai Nabi Kongzi yang sepanjang hayat "belajar tidak merasa jemu dan mengajar tidak merasa capai".

17

Zhuxi adalah orang yang paling berpengaruh dalam memberikan tafsir atas isi Kitab-Kitab Suci Konfuciani. Zhuxi yang menghimpun, mengatur, menerbitkan dan memberikan tafsir atas Kitab Sabda Suci (Lunyu), Mengzi, Kitab Ajaran Besar (Daxue) dan Kitab Tengah Sempurna (Zhongyong) dan dijadikan satu kitab yang dinamai Shisu (Kitab Yang Empat). Shisu yang diterbitkannya diterima sangat baik dan menjadi kitab dasar untuk Ujian Kekaisaran.

18

Zhougong

Pikiran yang Besar, Hati Suci,
Semangat Kesederhanaan

media

19

Tujuh ratus tahun berlalu, Raja Sang terakhir menduduki tahta. Ia benar-benar lupa kegemilangan leluhurnya, Tang. Kalau saja orang dapat melakukan kekezama yang tidak berguna, inilah raja terakhir Shang. Ia menyuruh orang-orang dirantai pada cagak tembaga panas dan dipanggang hidup-hidup. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama. Seorang pangeran dan saudaranya dari keluarga Zhou di Barat bangkit menyerang melawan tirani itu. Dengan 100.000 orang, mereka mengalahkan 700.000 orang dan mendirikan sebuah dinasti baru, yaitu Dinasti Zhou. Sang pangeran menjadi Raja Wuwang (raja perang) dan saudaranya Zhougong (Duke of Zhou).

20

Zhougong

Tidak lama setelah Dinasti Zhou berdiri, Raja Wuwang jatuh sakit keras. Beliau berkata kepada Zhougong, "Kamu ialah adik yang paling baik kumengerti. Aduhai adik-adik lain, orang pencemburu dan tidak penting. Dalam perang dan damai kita telah bekerja bersama seperti satu hati dan satu pikiran. Kamu sangat banyak akal, berperangai baik dan benar. Sempurnakan tugas yang mulia ayahanda. Saya harap kebajikan menyebar di empat penjuru kerajaan seperti matahari yang menyilaukan. Kalau aku pergi, kau harus menunaikan tugas."

21

Dikhianati Tetapi Tetap Benar

Raja Wuwang sembuh, tetapi beliau wafat tahun berikutnya. Zhougong tidak ingin menduduki tahta. Ia memproklamirkan putra Wuwang, tetapi anak itu baru berusia 13 tahun. Kerajaan Zhou masih muda dan memerlukan orang kuat pada pemerintahannya. Beberapa orang Shang masih menolak rezim baru dan memanfaatkan keadaan ini untuk berontak. Kalau Zhougong mengambil alih kekuasaan dan berbuat untuk raja yang masih anak-anak, ia akan mengundang iri dari saudara-saudaranya. Kalau ia tidak mau, ia akan gagal memenuhi tugas yang dipercayakan oleh Wuwang.

22

Dikhianati Tetapi Tetap Benar

Setelah banyak pertimbangan, Zhougong menjadikan dirinya sebagai wali memerintah untuk anak raja sampai cukup umur. Saudara-saudaranya menyebarkan rumor jelek tentang dirinya, bahwa ia penuh ambisi buat tahta dan telah merencanakan menjadi raja. Ia berusaha menjelaskan kepada saudaranya, namun tidak ada hasilnya. Zhougong tidak dapat berbuat apa-apa, ia hanya bisa meningkatkan usahanya untuk membangun dan memperkuat Zhou.

23

Dikhianati Tetapi Tetap Benar

Ia berpergian keseluruh kerajaan, berbicara kepada rakyat, memimpin orang dengan kebolehannya dan berlaku benar, jujur untuk melayani pemerintah. Sementara itu, saudara-saudara yang iri bersekongkol menjadi makin jelek. Bahkan raja mulai mempercayai mereka. Ketika Zhougong menggunjungi raja, ia disambuh dengan pesta yang dingin. Hati Zhougong seperti diiris, karena ia memuliakan keponakannya.

24

Dikhianati Tetapi Tetap Benar

Seorang pejabat menceritakan kepada raja, "Zhougong bersedia melepas nyawanya sendiri untuk ayahandamu. Bagaimana ia ingin melukaimu? Kalau ia menginginkan tahta untuk diri sendiri, ia tak perlu menaruhmu di tahta, ayahandamu benar-benar mempercayainya." Raja kaget dengan kesalahannya. Ia meneliti segala yang Zhougong telah lakukan. tak ada tanda-tanda egoisme, kesombongan atau ambisi. Ia kemudian berkata "Ah, aku telah salah menilai pamanku." Kemudian ia menemui Zhougong dan meminta maaf. Paman dan keponakan berdamai lagi. Saudara-saudara yang iri telah bersatu lagi dan membangkitkan pemberontakan, tetapi Zhougong telah siap dengan kejadian ini. Ia memadamkan pemberontakan itu.

25

Beberapa tahun berlalu dan raja telah berwenang karena umurnya telah cukup. Zhougong meninggalkan kewaliannya dan menyerahkan kekuasaannya. Tetapi raja mempertahankan Zhougong sebagai Perdana Menteri dan ditugaskan untuk seluruh urusan pemerintahan.

Zhougong terus membangun budaya yang gemilang untuk Dinasti Zhou. Ia tidak hanya memberi rakyat kehidupan berkembang, tetapi juga mengajar mereka rasa hormat yang bermutu, kepercayaan, dan bertetangga. Ia tidak hanya menciptakan pemerintahan yang stabil, tetapi juga sistem upacara dan musik yang menjadi basis kebudayaan Kerajaan Zhou dan peradaban mendatang.

26

Inilah Zhougong besar, benar dan mengagumkan Nabi Kongzi.
Orang-orang dengan senang mengangkatnya sebagai raja suci yang tak pernah menggunakan mahkota. Beliau adalah Nabi Besar terakhir sebelum Nabi Kongzi di dalam Rujiao (Agama Khonghucu).

media

27

Pertanyaan

28

Multiple Choice

Apa yang didirikan Zhuxi di Gua Manjangan Putih?

1

Perpustakaan

2

Sekolah

3

Akademi

4

Universitas

29

Multiple Choice

Bagaimana pandangan orang-orang berkuasa terhadap gagasan Zhuxi pada masanya?

1

Mereka menolak dan mengkritiknya

2

Mereka sangat menghormatinya

3

Mereka menerimanya setelah kematiannya

4

Mereka salah paham

30

Multiple Choice

Apa nama kitab yang dikompilasi dan diberi komentar oleh Zhuxi?

1

Kitab Lunyu

2

Kitab Mengzi

3

Kitab Daxue dan Zhongyong

4

Kitab Sishu

31

Multiple Choice

Gelar apakah yang sering dikaitkan dengan Zhougong?

1

Raja terakhir Shang

2

Duke of Zhou

3

Raja Suci Zhou

4

Nabi Agung Kongzi

32

Multiple Choice

Apa dampak dari kontribusi Zhougong pada Dinasti Zhou dan peradaban masa depan?

1

Menyebabkan penurunan perkembangkan budaya

2

Meletakkan dasar untuk dinasti yang makmur dan kaya budaya

3

Menyebabkan munculnya penguasa korupsi dan perjuangan kekuasaan

4

Tidak memiliki dampak signifikan pada peradaban masa depan

33

Terima Kasih

Menelaah Kisah Zhuxi Menelaah Kisah Raja Zhou Gong Dan

Halim Susanto
21862170030

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 33

SLIDE