
Slide-CTL
Presentation
•
Professional Development
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Hard
Supriyanto Suwadi
Used 2+ times
FREE Resource
20 Slides • 4 Questions
1
CONTEXTUAL
TEACHING
AND LEARNING
(CTL)
SUPRIYANTO, S.PD, MT
2
Proses Pembelajaran dalam IASP 2020
3
Pengertian (Lanjutan)
▪ Menurut Johnson (2007: 67), contextual teaching and learning (CTL) adalah sebuah
proses pendidikan yang bertujuan membantu para siswa untuk melihat makna di
dalam materi akademik yang mereka pelajari, dengan menghubungkan subyek-subyek
akademik tersebut pada konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu konteks
keadaan pribadi, sosial, dan budaya
▪ Ngalimun (2014: 62) menjelaskan, bahwa contextual teaching and learning (CTL) juga
dapat diartikan sebagai suatu konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan
konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata, dan memotivasi siswa dalam
membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya pada kehidupan nyata
4
Pengertian
▪Depdiknas (2007: 18) mengartikan contextual teaching and learning (CTL) sebagai suatu
proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami
makna materi pelajaran yang dipelajarinya. Melalui penguatan materi pembelajaran
berdasarkan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan
kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang fleksibel dan dapat
diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks
lainnya
▪Komalasari (2013: 6) mendefinisikan contextual teaching and learning (CTL) merupakan
konsep belajar dan mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang
diajarkannya dengan situasi siswa di dunia nyata, serta mendorong siswa untuk
membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan menerapkannya
dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan pekerja.
5
Multiple Choice
Ketika RPP hanya menampilkan kegiatan dimana guru menjelaskan, dan sisswa memperhatikan, RPP tersebut berada di level...
1
2
3
4
6
Multiple Select
RPP dengan level 2 memiliki karakteristik...
Kegiatan dimana guru menjelaskan, dan siswa memperhatikan
Siswa diberi kesempatan belajar aktif
Menunjukkan pembelajaran tingkat tinggi
menggunakan pendekatan kontektual
7
Tujuan Pembelajaran CTL
▪
Memotivasi peserta didik untuk memahami subjek yang mereka pelajari dengan
menghubungkannya ke dalam situasi kehidupan nyata, sehingga mereka pun mempunyai
pengetahuan/keterampilan dalam merefleksi apa yang telah didapatkannya untuk
diaplikasikan ke permasalahan-permasalahan lainnya.
▪
Menjelaskan kepada peserta didik bahwa belajar bukan hanya sekedar menghafal materi,
melainkan juga harus dipahami.
▪
Mengembangkan minat dan menambah pengalaman belajar para peserta didik.
▪
Melatih peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills) dan
memanipulasi pengetahuannya untuk menemukan dan menciptakan hal-hal yang berguna
bagi diri sendiri dan orang lain.
▪
Menjadikan pembelajaran yang produktif dan bermakna
8
Karakteristik CTL
▪Making meaningful connections (membuat hubungan penuh makna). Siswa dapat
mengatur diri sendiri sebagai orang yang aktif dalam mengembangkan minatnya
secara individual, orang yang dapat bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok,
dan orang yang dapat belajar sambil praktik/berbuat (learning by doing);
▪Doing significant work (melakukan pekerjaan penting). Siswa membuat hubungan-
hubungan antara sekolah dan berbagai konteks yang ada dalam kehidupan nyata
mereka sebagai anggota masyarakat;
▪Self-regulated learning (belajar mengatur sendiri). Siswa mengatur pekerjaan yang
signifikan: ada tujuannya, ada urusannya dengan orang lain, ada hubungannya
dengan penentuan pilihan, dan ada produk/hasiInya yang sifatnya nyata;
▪Collaborating (kerja sama). Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam
kelompok, membantu mereka memahami bagaimana cara saling mempengaruhi
dan saling berkomunikasi;
9
▪
Critical and creative thingking (berpikir kritis dan kreatif). Siswa dapat menggunakan
tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif: dapat menganalisis,
membuat sintesis, memecahkan masalah, membust keputusan, dan menggunakan
bukti-bukti dan logika;
▪
Nurturing the individual (memelihara individu). Siswa dapat memberi perhatian,
harapan-harapan yang memotivasi, dan memperkuat diri sendiri;
▪
Reaching high standards (mencapai standar yang tinggi); dan
▪
Using authentic assessment (penggunaan penilaian sebenarnya). Siswa mengenal dan
mencapai standar yang tinggi dengan mengidentifikasi tujuan dan memotivasi siswa
untuk mencapainya.
10
Kelebihan CTL
▪Suasana belajar akan lebih menyenangkan;
▪Siswa lebih peka terhadap lingkungannya;
▪Siswa akan lebih percaya diri dalam mengungkapkan apa yang mereka alami, dan apa
yang mereka lihat dalam kehidupan nyata;
▪Siswa menjadi lebih siap untuk menghadapi masalah-masalah yang biasa muncul
dalam kehidupan sehari-hari.
11
Multiple Choice
Berikut ini adalah kelebihan Pendekatan CTL, kecuali...
Lebih menyenangkan
Menantang
Mendorong siswa berfikir tingkat tinggi
Lebih dinamis
12
Kelemahan CTL
▪
Guru harus lebih menguasai prosedur ilmiah;
▪
Waktu yang digunakan kurang efisien, sebab membutuhkan waktu yang cukup lama
untuk mengaitkan tema dengan materi;
▪
Seringkali guru mendapat kesulitan dalam menciptakan kelas yang kondusif,
terutama saat pembelajaran dilakukan di luar kelas, siswa akan sulit daitur;
▪
Membutuhkan pengawasan ekstra karna pada umumnya siswa memiliki
keingintahuan yang sangat besar.
13
10
1. Konstruktivisme (Costructivism)
▪ Membangun pemahaman
oleh diri sendiri dari
pengalaman-pengalaman
baru berdasarkan pada
pengalaman sebelumnya.
▪ Pemahaman yang
mendalam dikembangkan
melalui pengalaman-
pengalaman bermakna.
▪ PEMBELAJARAN: Siswa Praktik, Berlatih
Secara Fisik, Menulis Karangan,
Mendemosntrasikan, Membuat Ide, dll
14
11
▪
SIKLUS: Observasi, Bertanya,
Mengajukan Hipotesis, Pengumpulan
Data, dan Penyimpulan
2. INQUIRY (
Menemukan
)
Langkah2:
▪
Merumuskan
Masalah
;
▪
Observasi
;
▪
Menganalisis
dan
Menyajikan
hasil
dlm
Tulisan,
Gambar,
laporan
dll
;
▪
Mengomunikasikan
atau
presentasi
pada
pembaca
,
teman
, guru,
audien
,
dll
▪ PEMBELAJARAN: Membuat Bagan Silsilah
Keluarga, Menemukan Perilaku sesuai Norma, dll
15
12
3. Bertanya (Questioning)
▪ mendorong, membimbing dan
menilai kemampuan berpikir
siswa.
▪ Digunakan oleh siswa
selama melakukan kegiatan
berbasis inquiri. (apa, siapa,
mengapa, bagaimana,
kapan, di mana, dst)
▪ PEMBELAJARAN: Bertanya antar guru-siswa,
siswa-guru, siswa-siswa, siswa-narasumber, dll
16
13
4. Masyarakat Belajar (Learning Community)
▪ Berbicara dan berbagi
pengalaman dengan orang lain.
▪ Bekerjasama dengan orang lain
▪ Berkelompok
▪ Berdiskusi
▪ PEMBELAJARAN: Pembentukan Kelompok
Kecil/Besar, Mendatangkan Pakar, Bekerja dgn Kls
Sederajat/ Kls diatasnya, Bekerja dgn Masy, dll
17
14
5. Pemodelan (Modelling)
▪ Model, contoh, prototipe, acuan, rumus
▪ Mendemonstrasikan, mencontohkan, menunjukkan,
melihat langsung, dll
▪ PEMBELAJARAN: Mencontohkan Berenang Gaya Kupu2,
Mendatangkan Pakar di Kelas, Menunjukkan Peta Jadi sbg
Contoh, Mendemonstrasikan Penggunaan Termometer, dll
• MODEL LANGSUNG ATAU
TIDAK LANGSUNG
• MODEL TERBAIK
• MODEL CETAK ATAU
TERTULIS
• MODEL SESAMA ATAU
ORANG LAIN
18
15
▪ Mengukur kemampuan dan keterampilan siswa.
▪ Dilakukan terintegrasi dengan PBM
▪ Penilaian produk atau kinerja.
6. Penilaian Autentik (Authentic Assessment)
▪ Tugas-tugas yang kontekstual dan relevan.
PEMBELAJARAN: Menilai Presentasi, Demontrasi,
Karya, Laporan, jurnal, PR, Hasil Tes, karya tulis,dll
19
16
7. Refleksi (Reflection)
▪ Cara-cara berpikir tentang apa-apa
yang telah kita pelajari.
▪ Merevisi dan merespon
kepada kejadian, aktivitas,
dan pengalaman.
▪Mencatat apa yang telah kita
pelajari, bagaimana kita
merasakan ide-ide baru
▪
PEMBELAJARAN:
Menuliskan dalam Jurnal,
Kesan, Pesan, Memajang
Hasil Karya/ Seni.
20
Strategi CTL
1.Relating
Belajar dinyatakan sebagai konteks dengan pengalaman nyata yang diskenariokan guru dalam
membimbing peserta didik, agar yang dipelajarinya menjadi lebih bermakna.
2.Experiencing
Belajar adalah kegiatan aktif yang dilakukan peserta didik untuk mengeksplorasi apa yang telah
didiskusikan, untuk menemukan atau menciptakan hal-hal baru, atau mengembangkan hal-hal yang
telah ada dari apa yang sudah dipelajari.
3.Applying
Belajar menekankan pada proses mendemonstrasikan pengetahuannya dalam berbagai konteks dan
pemanfaatannya pada dunia nyata.
4.Cooperative
Belajar merupakan proses kerja sama dengan menerapkan kegiatan kelompok, diskusi/komunikasi antar
peserta didik, ataupun hubungan antar kelompok.
5.Transferring
Belajar menekankan pada timbulnya kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan atau
menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya ke dalam situasi/konteks baru.
21
Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual
adalah sebagai berikut.
Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning)
Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction)
Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning)
Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning)
22
19
KD: Membedakan antara tumbuhan
berbiji tunggal dengan tumbuhan
berbiji banyak.
▪
Sebagai kegiatan pembuka, guru menanyakan kepada siswa tentang
a. buah-buahan yang setiap hari dikonsumsi.
b. biji-bijian bahan pembuat makanan
▪
Siswa dibagi dalam 5 kelompok perkelompok menyebar mencari tempat,
boleh dilantai, boleh menghadap meja (dua atau tiga meja disatukan). MB
▪
Siswa menerima satu kantung plastik biji-bijian dan dua lembar gambar
(gambar akar yang disampingnya berupa kolom yang bisa diisi biji-bijian).
▪
Siswa membuka kantung plastik, kemudian mengamati secara teliti biji-
bijian yang ada. INQ
CONTOH
CTL:
23
20
▪
Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, siswa mengelompokkan biji-
bijian berdasarkan bentuk dan akar yang ditunjukkan dalam gambar. KONST
▪
Siswa menempatkan biji-bijian yang telah dipisahkan kedalam kotak/kolom
yang tersedia di samping gambar
▪
Siswa membuat catatan tentang pengelompokkan jenis biji-bijian dengan istilah
yang ditemukan sendiri.
▪
Setelah 30 menit bekerja, siswa menyampaikan secara lisan temuannya. INQ
▪
Guru memberi komentar temuan siswa dengan menyesuaikan istilah yang
digunakan siswa dengan istilah dalam IPA. REF & MOD
▪
Selanjutnya dengan cara “Sharing”, siswa menyebutkan sebanyak mungkin
contoh tumbuh-tumbuhan untuk masing-masing jenis. PS
▪
Sebagai kegiatan akhir, siswa diminta mengungkapkan sejumlah komoditas biji-
bijian unggulan indonesia. REF
24
Open Ended
Sebuah kereta api bergerak dengan kecepatan awal 30 m/s. Ketika mendekati stasiun, kereta api mengalami perlambatan sebesar 2 m/s². Jika jarak stasiun dari kereta api saat mulai mengerem adalah 1200 meter, hitunglah:
a. Waktu yang dibutuhkan kereta api untuk sampai ke stasiun. b. Kecepatan kereta api saat tiba di stasiun. c. Jarak yang ditempuh kereta api selama 10 detik pertama setelah pengereman.
CONTEXTUAL
TEACHING
AND LEARNING
(CTL)
SUPRIYANTO, S.PD, MT
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 24
SLIDE
Similar Resources on Wayground
21 questions
Bimtek Penggunaan Aplikasi QWfE-Quizizz-Canva untuk Akun Belajar
Presentation
•
Professional Development
19 questions
Merdeka Belajar Berbasis Teknologi Digital
Presentation
•
Professional Development
19 questions
Evaluación Formativa Función Docente
Presentation
•
Professional Development
19 questions
Tata Surya dan Luar Angkasa
Presentation
•
KG
20 questions
K3LH
Presentation
•
Professional Development
19 questions
Billing Management - CATER 2025
Presentation
•
Professional Development
20 questions
ISO Awareness
Presentation
•
Professional Development
18 questions
TOT_QUIZIZZ_Presentasi Import dari Canva
Presentation
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade