
Logika Matematika
Presentation
•
Mathematics
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
Ida Nuraida
Used 10+ times
FREE Resource
29 Slides • 0 Questions
1
LOGIKA MATEMATIKA
By : Ida Nuraida, S.Si, M.PMat
2
Definisi
Logika secara etimologis berasal dari Bahasa Yunani “Logos” yang berarti
pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dari pikiran.
Logika adalah cabang ilmu Filsafat yang mengkaji prinsip serta norma
penurunan-penurunan kesimpulan yang shahih (valid).
Logika Matematika : ragam logika yang mengkaji penalaran yang benar
dengan menggunakan metode matematika serta bentuk dan lambang yang
khusus dan cermat.
Note :
Penalaran merupakan suatu proses berpikir untuk menarik kesimpulan. Cara
untuk menarik kesimpulan ini disebut LOGIKA
3
Tujuan
Agar kita memiliki cara birfikir yang tepat, akurat, rasional, objektif, dan mampu
berfikir kritis. Secara praktis, tujuan mempelajari logika yaitu dapat membantu
kita menjadi lebih efektif dalam mengenal dan menghindari kesalahan dalam
penalaran.
4
Penalaran (reasoning)
Definisi :
• Penalaran adalah suatu proses pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-
proposisi yang mendahuluinya.
• Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera
(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
5
Penalaran (reasoning)
Penalaran
Induktif
Penalaran
Deduktif
6
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah suatu proses mencapai
kesimpulan umum berdasarkan dari observasi
contoh-contoh khusus.
•
Contoh fakta spesifik ⇒ Kesimpulan Umum
•
Premis dari objek yang diuji ⇒ Kesimpulan
objek yang belum diuji
7
Contoh Penalaran Induktif
Matahari
selalu
terbit di
timur
Hari ini
matahari
terbit di
Timur
Besok
matahari
terbit di
Timur
Lusa
matahari
terbit di timur
10 tahun lagi
matahari
terbit di timur
Berikan conto-contoh penalaran induktif yang lainnya !!!
8
Simpulkan premis-premis berikut
Kerbau punya mata
Anjing punya mata
Cicak punya mata
Buaya punya mata
Kesimpulan : Setiap hewan mempunyai mata
9
Catatan
• Kesimpulan umum dari penalaran induktif bukanlah merupakan suatu bukti. Hal
ini karena kesimpulan yang diperoleh berasal dari beberapa contoh khusus yang
benar, tetapi belum untuk semua kasus.
• Penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat
ketelitian premis yang diangkat.
• Penalaran induktif erak dengan pengumpulan data statistik.
10
Bentuk-bentuk Penalaran Induktif
Penalaran
Induktif
Generalisasi
Analogi
Hubungan
Kasual
Prediktif
11
Generalisasi
❑ Generalisasi adalah proses penalaran yang pengandalkan beberapa pernyataan
yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat
umum.
❑ Contoh :
o Jika dipanaskan besi memuai
o Jika dipanaskan tembaga memuai
o Jika dipanaskan emas memuai
o Jika dipanaskan platina memuai
o Jadi, jika dipanaskan logam memuai
12
Analogi
❑
Analogi adalah cara penalaran dengan membandingkan dua hal yang
mempunyai sifat yang sama.
❑
Contoh :
o Asep adalah lulusan UIN SGD Bandung
o Asep bekerja dengan jujur
o Nina adalah lulusan UIN SGD Bandung
o Maka, nina bekerja dengan jujur
o Kesimpulan : Setiap lulusan UIN SGD Bandung bekerja dengan jujur
13
Hubungan Kasual
❑
Hubungan kasual adalah cara penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala
yang saling berhubungan
❑
Macam-macam hubungan kasual
o Sebab – Akibat : Hujan turun mengakibatkan banjir
o Akibat – Sebab : Andika tidak lulus ujian disebabkan karena dia tidak belajar dengan
rajin.
o Akibat – Akibat : Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu
beranggapan jemuran di rumah basah.
14
Prediksi
❑
Prediksi adalah bentuk penalaran induktif yang menyimpulkan sebuah
klaim mengenai apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan
observasi di masa lalu.
❑
Contoh :
o Persib juara di babak penyisihan
o Persib juara di babak perdelapan final
o Persib juara di babak perempat final
o Persib akan juara di babak final
15
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses pembuktian
suatu kesimpulan dari satu atau beberapa
pernyataan.
•
Fakta umum ⇒ Fakta Spesifik
•
Pernyataan umum ⇒ Kesimpulan spesifik
16
Penalaran deduktif digunakan untuk membuktikan suatu pernyataan, baik
berupa teorema matematika, argumen legal atau teori saintifik.
Penalaran deduktif membawa pada pernyataan benar, diberikan premis-
premis bernilai benar.
17
Contoh
Premis 1
Semua manusia akan mati
Premis 2
Ida adalah manusia
Kesimpulan
Ida akan mati
18
Kalimat
• Kalimat yang selalu mempunyai
nilai kebenaran, mungkin bernilai
benar saja atau salah saja, tapi
tidak keduanya.
Kalimat tertutup
/pernyataan/proposisi
• Kalimat yang belum dapat
ditentukan nilai kebenarannya.
• Kalimat terbuka dapat dinyatakan
dalam bentuk variabel
Kalimat terbuka
19
Contoh-contoh
1. Ibukota Jawa Barat adalah Bandung
2. Tolong tutup pintu!
3. Duren adalah makanan terenak di dunia
4. 1+1=6
5. Berangkatlah Ratna ke Tasik
6.
𝑥 + 3 = 4
Ket :
Contoh 1 dan 4 adalah suatu proposisi (kalimat tertutup)
Contoh 3 dan 6 adalah kalimat terbuka
Contoh 2 dan 5 bukan keduanya
20
Notasi dan Nilai Kebenaran
• Untuk
penyederhanaan,
dalam
logika
matematika
suatu
pernyataan biasanya dilambangkan dengan huruf kecil 𝑝, 𝑞, 𝑟, 𝑠 …
• Kebenaran suatu pernyataan dibedakan menjadi 2, yaitu
✓
Kebenaran faktual
✓
Kebenaran logis
21
• Kebenaran
Faktual
:Kesesuaian
antara
isi
pernyataan
dan
fakta
sesuangguhnya.
Misalkan :
𝑝 ∶ Hari ini hujan
𝑞 ∶ Saya belajar matematika dasar
Note : Nilai kebenaran sangan tentatif, tergantung keadaaan di saat
pernyataan ini diungkapkan.
• Kebenaran Logis: kesesuaian dengan aturan-aturan logika
Misalkan : Ada 7 hari dalam seminggu dan 2+2=4
Proposisi ini bernilai benar
Note: Benar atau salah suatu pernyataataan disebut nilai kebenaran dari
pernyataan tersebut. Benar (B) dan Salah (S)
22
Negasi / Ingkaran Pernyataan
Pernyataan
asal
Dilambangkan
dengan “𝑝”
Contoh :
p: Eka makan dodol
Negasi
pernyataan
Dilambangkan
dengan “~𝑝”
Contoh :
~𝑝 ∶ Eka tidak makan
dodol
“~𝑝” dibaca
“tidak/bukan p”
23
Tabel Kebenaran
𝑷
~𝑷
B
S
S
B
Pernyataan dan negasinya memiliki nilai
kebenaran yang saling berlawanan
24
Pernyataan Majemuk
❑
Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang merupakan kombinasi dari
beberapa pernyataan sederhana.
❑
Pernyataan sederhana dihubungkan dengan penghubung logika (logical
connector), yaitu : dan, atau, jika-maka dan jika hanya jika
❑
Dan disimbolkan oleh "∧"
❑
Atau disimbolkan oleh "∨"
❑
Jika-maka disimbolkan oleh "⇒"
❑
Jika hanya jika disimbolkan oleh " ⟺ "
25
Bentuk-bentuk Pernyataan Majemuk
• Menggunakan penghubung
“dan”
Konjungsi
• Menggunakan penghubung
“atau”
Disjungsi
• Menggunakan penghubung
“jika-maka”
Implikasi
• Menggunakan penghubung
“jika hanya jika”
Biimplikasi
26
Konjungsi
• Konjungsi adalah pernyataan majemuk dengan
kata hubung “dan”.
• Notasi “𝑝 ∧ 𝑞” dibaca “𝑝 dan 𝑞”.
Contoh:
• 𝑝: 3 adalah bilangan prima (pernyataan bernilai
benar)
• 𝑞: 3 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai
benar)
• 𝑝 ∧ 𝑞 : 3 adalah bilangan prima dan ganjil
(pernyataan bernilai benar)
Tabel Kebenaran
𝐏
𝐐
𝐏 ∧ 𝐐
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S
27
Disjungsi
𝐏
𝐐
𝐏 ∨ 𝐐
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S
• Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan
kata hubung “atau”.
• Notasi “𝑝 ∨ 𝑞” dibaca “𝑝 atau 𝑞”.
Contoh:
• 𝑝: Paus adalah mamalia (pernyataan bernilai
benar)
• 𝑞: Paus adalah herbivora (pernyataan bernilai
salah)
• 𝑝 ∨ 𝑞 : Paus adalah mamalia atau herbivora
(pernyataan bernilai benar)
Tabel Kebenaran
28
Implikasi
𝐏
𝐐
𝐏 ⇒ 𝐐
B
B
B
B
S
S
S
B
B
S
S
B
• Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata
hubung “jika… maka…”
• Notasi dari “𝑝 ⇒ 𝑞” dibaca “Jika 𝑝, maka 𝑞”.
Contoh:
• 𝑝: Andi belajar Matematika Dasar. (pernyataan
bernilai benar)
• 𝑞: Andi dapat belajar dengan tekun. (pernyataan
bernilai benar)
• 𝑝 ⇒ 𝑞: Jika Andi belajar Matematika Dasar, maka Andi
dapat belajar dengan tekun (pernyataan bernilai
benar)
Tabel Kebenaran
29
Biimplikasi
𝐏
𝐐
𝐏 ⇔ 𝐐
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
B
• Biimplikasi adalah pernyataan majemuk
dengan kata hubung “… jika dan hanya jika”.
• Notasi dari “p<-> q” akan dibaca “p jika dan
hanya jika q”.
Contoh:
• p: 30 x 2 = 60 (pernyataan bernilai benar)
• q: 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan
bernilai salah)
• 𝑝 ⇔ 𝑞: 30 x 2 = 60 jika dan hanya jika 60
adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai
salah).
Tabel Kebenaran
LOGIKA MATEMATIKA
By : Ida Nuraida, S.Si, M.PMat
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 29
SLIDE
Similar Resources on Wayground
24 questions
Peluang Kejadian
Presentation
•
12th Grade - University
20 questions
Definisi dan Prinsip Evaluasi Pembelajaran Matematika
Presentation
•
University
25 questions
Matematika Diskret (Syaiful : Bimtek SPADA)
Presentation
•
University
20 questions
SEJARAH INDONESIA
Presentation
•
12th Grade
22 questions
Berbagi Berkalibrazi
Presentation
•
Professional Development
21 questions
Dasar Pemrograman Python
Presentation
•
University
21 questions
Kuiz MIS
Presentation
•
University
21 questions
Untitled Lesson
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade