Search Header Logo
sensor

sensor

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Guntur Saputra

FREE Resource

18 Slides • 0 Questions

1

media

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Pengertian Sensor

Sensor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah besaran

mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi besarn listrik berupa

tegangan, resistansi dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian

pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian.

2.1.1Klasifikasi Sensor

Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat

dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu:

2.1.1.1Sensor Thermal (Sensor Suhu)

Sensor thermal adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala

perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang

tertentu. Contohnya; bimetal, termistor, termokopel, RTD, photo transistor, photo

dioda, photo multiplier, photovoltaik, infrared pyrometer, hygrometer, dsb.

2.1.1.2Sensor Mekanis

Sensor mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis,

seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar,

tekanan, aliran, level dsb. Contoh; strain gage, linear variable deferential

transformer (LVDT), proximity, potensiometer, load cell, bourdon tube, dsb.

2.1.1.3Sensor Optik (Sensor Cahaya)

Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari
sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau
ruangan. Contoh; photo cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo
multiplier, pyrometer optic, dsb. Sensor merupakan indera bagi perangkat
elektronika, oleh karena itu perlu ketelitian dan bijak dalam
menentukan sensor yang digunakan.

2

media

2.2 Sensor Ultrasonik

Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang mengubah besaran

fisis (bunyi) menjadi besaran listrik. Pada sensor ini gelombang ultrasonik

dibangkitkan melalui sebuah benda yang disebut piezoelektrik. Piezoelektrik ini

akan menghasilkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 kHz ketika

sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Sensor ultrasonik secara umum

digunakan untuk suatu pengungkapan tak sentuh yang beragam seperti

aplikasi pengukuran jarak. Alat ini secara umum memancarkan gelombang suara

ultrasonik menuju suatu target yang memantulkan balik gelombang kearah

sensor. Kemudian sistem mengukur waktu yang diperlukan untuk pemancaran

gelombang sampai kembali ke sensor dan menghitung jarak target dengan

menggunakan kecepatan suara dalam medium. Rangkaian penyusun sensor

ultrasonik ini terdiri dari transmitter, reiceiver, dan komparator. Selain itu,

gelombang ultrasonik dibangkitkan oleh sebuah kristal tipis bersifat

piezoelektrik. Bagian-bagian dari sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:

a.Piezoelektrik

Peralatan piezoelektrik secara langsung mengubah energi listrik menjadi

energi mekanik. Tegangan input yang digunakan menyebabkan bagian keramik

meregang dan memancarkan gelombang ultrasonik. Tipe operasi transmisi elemen

piezoelektrik sekitar frekuensi 32 kHz. Efisiensi lebih baik, jika frekuensi osilator

diatur pada frekuensi resonansi piezoelektrik dengan sensitifitas dan efisiensi

paling baik. Jika rangkaian pengukur beroperasi pada mode pulsa elemen

piezoelektrik yang sama dapat digunakan sebagai transmitter dan reiceiver.

Frekuensi yang ditimbulkan tergantung pada osilatornya yang disesuiakan

frekuensi kerja dari masingmasing transduser. Karena kelebihannya inilah maka

tranduser piezoelektrik lebih sesuai digunakan untuk sensor ultrasonik.

b. Transmitter

Transmitter adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pemancar

gelombang ultrasonic sebesar 40 kHz yang dibangkitkan dari sebuah osilator.

3

media
media

Untuk menghasilkan frekuensi 40 KHz, harus di buat sebuah rangkaian osilator

dan keluaran dari osilator dilanjutkan menuju penguat sinyal. Besarnya frekuensi

ditentukan oleh komponen kalang RLC / kristal tergantung dari disain osilator

yang digunakan. Penguat sinyal akan memberikan sebuah sinyal listrik yang

diumpankan ke piezoelektrik dan terjadi reaksi mekanik sehingga bergetar dan

memancarkan gelombang yang sesuai dengan besar frekuensi pada osilator.

c.Receiver

Receiver

terdiri

dari

transduser

ultrasonik

menggunakan

bahan

piezoelektrik, yang berfungsi sebagai penerima gelombang pantulan yang berasal

dari transmitter yang dikenakan pada permukaan suatu benda atau gelombang

langsung LOS (Line of Sight) dari transmitter. Oleh karena bahan piezoelektrik

memiliki reaksi yang reversible, elemen keramik akan membangkitkan tegangan

listrik pada saat gelombang datang dengan frekuensi yang resonan dan akan

menggetarkan bahan piezoelektrik tersebut.

Gambar 2.1 Sensor Ultrasonic

Sumber: modul IPA

Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi

sangat tinggi yaitu 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik tidak dapat di dengar oleh telinga

manusia. Bunyi ultrasonik dapat didengar oleh anjing, kucing, kelelawar, dan

lumba-lumba. Bunyi ultrasonik nisa merambat melalui zat padat, cair dan gas.

Reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat padat hampir sama dengan

reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat cair. Akan tetapi, gelombang bunyi

ultrasonik akan diserap oleh tekstil dan busa.

4

media

2.2.1Prinsip Kerja Sensor Ultrasonik

Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah

alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini

akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika

sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan

menembakkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah

gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali

gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor,

kemudian sensor menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan

waktu gelombang pantul diterima.

Gambar 2.2 Prinsip Pemantulan Ultrasonik

Sumber : Elang Sakti, 2015

Secara detail, cara kerja sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:

Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan

dengan durasi waktu tertentu. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz. Untuk

mengukur jarak benda (sensor jarak), frekuensi yang umum digunakan adalah

40kHz.

Sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan

kecepatan sekitar 340 m/s. Ketika menumbuk suatu benda, maka sinyal

tersebut akan dipantulkan oleh benda tersebut.

5

media

Setelah gelombang pantulan sampai di alat penerima, maka sinyal tersebut

akan diproses untuk menghitung jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung

berdasarkan rumus :

S = 340.t/2

Keterangan :

s = jarak (meter)

v = kecepatan gelombang (340 m/detik)

t = waktu tempuh (detik)

2.3IPA (Industrial Process Automation)

Gambar 2.3 Industrial process automation (IPA)

6

media

Industrial Process Automation atau proses automasi industry merupakan

ilmu yang mempelajari proses automasi dalam sebuah industry. Dalam indsutri

sebuah proses automasi dapat dikendalikan dengan sebuah sistem kendali. Salah

satu sistem kendali yang digunakan pada sebuah industry yaitu PLC

(Programmable Logic Controller).

2.4 Sistem Kontrol

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), manusia

selalu berusaha untuk mencari suatu cara sehingga penerapan dari iptek itu sendiri

memiliki banyak keuntungan dan meringankan beban kerja manusia. Salah

satunya dengan adanya sistem kontrol/kendali.

2.4.1 Pengertian Sistem Kontrol

Secara bahasa, sistem kontrol terbagi atas dua kata, yaitu ‘Sistem’ yang

artinya sebuah susunan komponen fisik yang saling terhubung dan membentuk

satu kesatuan untuk melakukan aksi tertentu dan ‘Kontrol’ yang artinya mengatur,

mengarahkan dan memerintahkan. Secara estimologi sistem kontrol adalah

susunan komponen fisik yang saling terhubung yang berfungsi untuk

mengendalikan perangkat lain.

Menurut Muhammad Ali, Sistem kontrol adalah suatu sistem yang terdiri

dari beberapa elemen sistem yang bertujuan untuk melakukan pengaturan atau

pengendalian suatu proses untuk mendapatkan suatu besaran yang diinginkan.

Adapula pengertian lain dari sistem kontrol, yaitu proses pengaturan ataupun

pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variable, parameter) sehingga

berada pada suatu harga atau dalam suatu rangkuman harga (range) tertentu.

2.4.1Jenis-jenis Sistem Kontrol

Perkembangan teknologi menyebabkan manusia selalu terus belajar untuk

mengembangkan dan mengoperasikan pekerjaan-pekerjaan kontrol yang semula

dilakukan oleh manusia menjadi serba otomatis (dikendalikan oleh mesin).

7

media

Dalam aplikasinya, sistem kontrol memegang peranan penting dalam

teknologi.Sebagai contoh, otomatisasi industri dapat menekankan biaya produksi,

mempertinggi kualitas dan dapat menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin yang

membosankan. Sehingga dengan demikian akan meningkatkan kinerja suatu

sistem secara keseluruhan dan pada akhirnya memberi keuntungan bagi manusia

yang menerapkannya.

Sistem kontrol memiliki tujuan/sasaran tertentu. Tujuan sistem kontrol

adalah untuk mengatur keluaran (output) dalam suatu sikap / kondisi / keadaan

yang telah ditetapkan oleh masukan (input) melalui elemen sistem kontrol.

Gambar 2.1 Diagram Umum Sistem Kontrol

Dengan adanya tujuan atau set point ini, maka kualitas keluaran yang

dihasilkan tergantung dari proses yang dilakukan dalam sistem kontrol ini. Selain

itu, sistem kontrol terbagi menjadi dua jenis, yaitu Sistem Loop Terbuka (Open

Loop) dan Sistem Loop Tertutup (Close Loop)

1.Sistem Kontrol Loop Terbuka (Open Loop Control System)

Sistem kontrol loop terbuka adalah sistem kontrol yang keluaran tidak

berpengaruh pada aksi pengontrolan atau dapat dikatakan keluarannya tidak

diukur atau diumpan balikkan untuk dibandingkan dengan masukan. Contoh dari

sistem kontrol loop terbuka adalah mesin cuci. Proses yang dilakukan oleh mesin

cuci hanya meliputi perendaman, pencucian dan pembilasan tidak dilakukan

pengukuran terhadap outputnya yaitu apakah pakaian yang dicuci akan bersih atau

belum. Mekanisme kerjanya hanya berpedoman pada waktu, jumlah air dan

jumlah deterjen. Dengan aksi kontrol ini dapat diasumsikan jika pakaian akan

bersih. Sistem loop terbuka termasuk dalam sistem kontrol manual, dimana proses

8

media

pengaturannya dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati

keluaran secara visual.

Sistem kontrol loop terbuka memiliki beberapa kelebihan, yaitu :

a.Konstruksinya sederhana dan perawatannya mudah

b.Lebih murah

c.Cocok untuk diterapkan pada proses yang keluarannya sukar diukur atau tidak

ekonomis.

Selain memiliki beberapa kelebihan, sistem kontrol loop terbuka juga

memiliki kelemahan, yaitu :

a.Gangguan dan perubahan kalibrasi, hal ini terjadi karena tidak adanya umpan

balik maka jika terjadi gangguan pada plant/proses maka sistem kontrol akan

cenderung mengalami kesalahan.

b.Untuk menjaga kualitas yang diinginkan perlu kalibrasi ulang dari waktu ke

waktu.

2.Sistem Kontrol Loop Tertutup (Close Loop Control System)

Sistem kontrol loop tertutup merupakan sistem kontrol yang sinyal keluarannya

mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan. Kontrol loop tertutup

termasuk dalm sistem kontrol berumpan balik dimana sinyal kesalahan penggerak

merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik (feedback).

Sistem kontrol loop tertutup bekerja secara otomatis dalam rangka mencapai

keluaran yang sesuai dengan set point. Contoh sistem kontrol loop tertutup banyak

terdapat pada industri, seperti pengontrolan bukaan valve (katup). Valve dibuka

sesuai dengan perbandingan antara Process Variabel (PV) dan Setpoint Value

(SV) dimana transmitter mengirimkan hasil pengukuran dari lapangan ke

kontroler, data diolah dan dibandingkan dengan setpoint sehingga didapatkan

hasil persentase bukaan valve yang tepat/yang sesuai dengan keadaan di lapangan.

9

media

2.5PLC Siemens S7-300

Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu bentuk khusus

sistemkontrol berbasis mikroprosesor dengan memanfaatkan memori yang dapat

diprogram

untuk

menyimpan

instruksi-instruksi

dan

juga

untuk

mengimplementasikan fungsi-fungsi seperti logika, sequencing, pewaktuan

(timing), pencacahan (counting) dan aritmetika guna mengontrol mesin-mesin dan

proses-proses dan dirancang untuk dioperasikan.

Pada umumnya PLC dapat dibayangkan sebagai sebuah komputer karena

konfigurasi internal yang ada pada PLC mirip dengan konfigurasi yang dimiliki

oleh sebuah komputer. Akan tetapi dalam hal khusus PLC dirancang untuk

pembuatan panel kontrol (panel listrik).

Secara garis besar struktur dasar PLC dapat dibagi menjadi empat kelompok

komponen utama yang terdiri dari antarmuka (interface) input, antarmuka

(interface) output, Unit Pemrosesan (Central Processing Unit/CPU) dan unit

memory. Dalam CPU sebuah PLC dapat diibaratkan sebagai kumpulan ribuan

relaywalaupun kenyataannya bukan berarti berarti terdapat ribuan relay berskala

kecil. Tetapi dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang berfungsi

sebagai kontak normally open (NO) dan kontak normally close (NC) relay. Satu

nomor kontak NO dan NC pada PLC dapat digunakan berkali – kali untuk semua

jenis instruksi dasar PLC kecuali instruksi output. Instruksi output sebuah PLC

tidak dapat dilakukan untuk nomor kontak yang sama.

Komponen-komponennya meliputi :

1.Unit CPU

Unit CPU berfungsi sebagai otak bagi sistem. CPU berisi mikroprosesor

yang menginterpretasikan sinyal-sinyal input dan melaksanakan tindakan-

tindakan pengontrolan sesuai dengan program yang tersimpan lalu

mengkomunikasikan keputusan-keputusan yang diambil sebagai sinyal kontrol

ke output interface.

10

media

2.Unit Memori

Memori dalam PLC berfungsi untuk menyimpan data dan program secara

fisik, memori ini berupa chip dan untuk pengamannya diberi baterai back-up

pada PLC. Unit memori ini dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :

a.Volatile Memory

Suatu memori yang apabila sumber tegangan dilepas, maka data yang

tersimpan akan hilang. Contoh dari Volatile Memory adalah RAM

(Random Access Memory), SRAM (static RAM) dan DRAM (Dynamics

RAM).

b.Non-Volatile Memory

Pada memori ini meskipun tegangan dilepas, data yang tersimpan tidak

akan hilang. Contoh dari jenis memori ini adalah ROM (Read Only

Memory).Memori ini hanya bisa dibaca saja, tidak dapat ditambah dan

diubah.Untuk mengubah isi ROM maka diperlukan memori jenis EPROM

(Erasable Programmable ROM).

3.Unit Power Supply

Untuk mengkonversi tegangan masukan AC (220~50Hz) atau DC (24 V)

sumber menjadi tegangan rendah DC 5 volt yang dibutuhkan oleh prosesor dan

rangkaian-rangkaian data input/output interface. Kesalahan dalam pemenuhan

tegangan oleh power supply dapat menyebabkan kegagalan operasi PLC.

Untuk itu diperlukan adanya baterai cadangan dengan tujuan agar pada saat

Voltage dropping, data yang ada pada memori tidak hilang.

4.Unit Programmer

Unit programmer merupakan alat yang digunakan untuk berkomunikasi

dengan PLC. Programmer mempunyai beberapa fungsi, yaitu :

a.Run

Run berfungsi untuk mengendalikan suatu proses saat program dalam

keadaan aktif.

11

media

b.Off

Off berfungsi untuk mematikan PLC, sehingga program dibuat tidak dapat

dijalankan.

c.Monitor

Monitor berfungsi untuk mengetahui keadaan suatu proses yang terjadi

dalam PLC.

d.Program

Program

berfungsi

untuk

menyatakan

suatu

keadaan

dimana

programmer/monitor digunakan untuk membuat suatu program.

5.Unit Input/Output

Unit input/output berfungsi untuk menyediakan antarmuka yang

menghubungkan sistem dengan dunia luar, sehingga dapat memungkinkan

dibuatnya sambungan-sambungan/koreksi antar perangkat-perangkat input,

seperti sensor dan perangkat output seperti motor.

a.Perangkat Input

Pada PLC, perangkat input biasanya digunakan untuk perangkat-

perangkat digital dan analog, seperti saklar mekanis, potensiometer,

termistor, strain gauge dan thermocoupler.

Beberapa perangkat tadi bertindak sebagai sensor yang nantinya akan

menghasilkan output digital (disrete), yaitu kondisi ‘ON’/’OFF’ dan dapat

dihubungkan dengan mudah ke port-port input PLC.

Sensor-sensor yang menghasilkan sinyal analog harus diubah terlebih

dahulu dalam bentuk sinyal digital sebelum dihubungkan ke port-port

PLC.Contohnya saklar-saklar mekanik, saklar-saklar jarak, sensor-sensor

suhu dan strain gauge.

12

media

b.Perangkat Output

Port-port pada output sebuah PLC dapat berupa tipe relay atau tipe

isolator-optik dengan transistor atau tipe triac,bergantung pada perangkat

yang dihubungkan kepadanya atau yang akan dikendalikan.

Umunya sinyal digital dari salah satu kanal output sebuah PLC

digunakan untuk mengendalikan sebuah aktuator pada saat mengendalikan

proses. Istilah aktuator sendiri digunakan untuk perangkat-perangkat yang

dapat mengubah sinyal listrik menjadi gerakan-gerakan mekanis untuk

mengendalikan proses. Contohnya kontaktor, motor, motor stepper, valve,

dan lain-lain.

PLC sebagai pengontrol sistem, bekerja berdasarkan masukan yang

diterima kemudian menentukan keluarannya sesuai dengan program yang telah

dibuat. PLC ini diproduksi oleh Siemens. PLC Siemens S7-300 merupakan jenis

PLC Siemens yang modular. Sehingga, penggunanya dapat membangun suatu

sistem dengan mengkombinasikan komponen atau susunan modul- modul S7-300.

Komponen-komponen sistem S7-300 disusun beragam komponen modular.

Seri PLC Siemens S7-300 yang akan digunakan pada tugas akhir nanti

yaitu PLC Siemens S7-300 CPU 317-2 PN/DP. Pada gambar 2.10 merupakan

tampilan PLC Siemens S7-300 yang akan digunakan.

Gambar 2.4 PLC Siemens S7-300 CPU 317-2 PN/DP

13

media

Sumber: modul IPA

Untuk memprogram PLC Siemens S7-300 dapat dilakukan dengan 5

bahasa pemrograman. Dengan adanya 5 bahasa pemrograman, maka pengguna

dapat memilih bahasa pemrograman apa yang lebih mudah untuk digunakan.

Adapaun 5 bahasa pemrograman yang disediakan adalah :

1.Statement List (SL)

2.Ladder Diagram (LD)

3.Function Block Diagram (FBD)

4.Step 7 (S7)

5.Structured Control Language (SCL)

2.6TIA Portal

Totally Integrated Automation Portal merupakan software yang digunakan

dalam pemograman sebuah sistem otomasi dengan menggunakan PLC Siemens.

TIA PORTAL itu sendiri merupakan perkembangan software sebelumnya yakni

Simatic Step7. Dari segi pemprograman dasar TIA PORTAL hampir sama dengan

Simatic S7. TIA PORTAL V.12 sudah diintegrasikan dengan Simatic HMI nya

untuk interface dalam proses monitoring plant. TIA Portal (versi saat ini sudah

mencapai versi 13) merupakan software yang digunakan untuk membuat program

(LAD, STL maupun FBD) untuk PLC buatan Siemens. Selain itu konsep

terintegrasi pada TIA Portal membuat programmer PLC dapat sekaligus membuat

aplikasi HMI/SCADA (Human MachineInterface/Supervisory Control and Data

Acquisition), ditambah lagi banyak fungsilain yang berkaitan dengan otomasi

industri. TIA Portal dijalankan pada komputer user. Diagram tangga yang telah

selesai dibuat dapat disimulasikan dengan aplikasi PLC-SIM maupun dapat

langsung dapat di-download ke PLC. TIA Portal yang ada di komputer terhubung

ke PLC melalui kabel Ethernet, meskipun dapat pula terhubung secara wireless.

Setelah software TIA Portal terinstall pada komputer, user dapat segera memulai

untuk membuat project baru untuk menuliskan diagram tangga.

14

media

Gambar 2.5 Software PLC Tia Portal pada Dekstop

Pada software ini terdapat beberapa fungsi-fungsi seperti berikut.

1.Fungsi Dasar, meliputi gerbang AND, gerbang AND with edge

evaluation,gerbang NAND, gerbang NAND with edge evaluation,

gerbang OR, gerbang NOR, gerbang XOR, dan gerbang NOT.

2.Fungsi Spesial, meliputi On delay, Off delay, On/Off delay,

Retentive On delay, Wiping Relay (Pulse Output), Edge Triggered

Wiping Relay, Asynchronous Pulse Generator,Random Generator,

Stairway LightningSwitch, Multiple Function Switch, Counter,

Hours Counter, Threshold Trigger, Analog Threshold Trigger,

Analog Differential Trigger, Analog Comparator, Analog Value

Monitoring, Analog Amplifier, Latching Relay, Pulse Relay,

Message Texts, Soft key, dan Shift Register.

Menurut Adi Purnomo Sopamena, Manager Product and Solution PT.

Siemens Indonesia 2012, software ini dimanfaatkan untuk memudahkan pengguna

dalam melakukan pengembangan dan pengawasan (comissioning) terhadap sistem

otomatisasi secara cepat, tepat dan efisien terhadap berbagai penggunaan

15

media

perangkat lunak secara terintegrasi. TIA PORTAL dirancang untuk memberikan

efisiensi yang lebih tinggi serta mudah digunakan baik oleh para pemula maupun

professional. Perangkat lunak, Simatic Step 7 V12 keluaran Siemens ini dapat

digunakan sebagai contoh perangkat lunak otomatisasi untuk Simatic PLC dan

Simatic WinCC V12 untuk Simatic HMI (Human Machine Interface) serta

visualisasi proses aplikasi.

2.7Pompa Air

Pompa air adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk

memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu

media perpipaan (saluran) dengan cara menambahkan energi pada cairan yang

dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Berikut adalah tampilan fisik

dan bagian-bagain pompa air yang disajikan dalam Gambar 2.7 dan Gambar 2.8

Gambar 2.6 Water Pump

Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara

bagian masuk (Suction) dengan bagian keluar (Discharge). Perbedaan tekanan

dihasilkan dari mekanisme misalkan putaran roda impeler yang membuat keadaan

sisi masuk nyaris vakum. Perbedaan tekanan inilah yang mengisap cairan

sehingga dapat berpindah dari suatu reservoir ke tempat lain.

16

media

2.8Flow meter

Gambar 2.7 Flow Meter

Sumber: Modul IPA

Flowmeter adalah alat untuk mengukur jumlah atau laju aliran air dari

suatu fluida yang mengalir dalam pipa atau sambungan terbuka. Alat ini terdiri

dari primary device, yang disebut sebagai alat utama dan secondary device (alat

bantu sekunder). Flowmeter umunya terdiri dari dua bagian, yaitu alat utama dan

alat bantu sekunder. Alat utama menghasilkan suatu signal yang merespon

terhadap aliran karena laju aliran tersebut telah terganggu. Alat utamanya

merupakan sebuah orifis yang mengganggu laju aliran, yaitu menyebabkan

terjadinya penurunan tekanan. Alat bantu sekunder menerima sinyal dari alat

utama lalu menampilkan, merekam, dan/atau mentransmisikannya sebagai hasil

dari laju aliran.

17

media

2.9Variabel Flow Meter

Gambar 2.8 Variabel Flow Meter

Sumber: Modul IPA

Flow meter variabel-area juga digunakan untuk pengukuran aliran dan

memungkinkan indikasi aliran di tempat. Sebuah pelampung tergantung di dalam

tabung tempat cairan mengalir. Ketinggian float berfungsi sebagai ukuran laju

aliran. Flow meter memiliki throttle dan rentang pengukuran 0 ... 3 l / mnt.

2.10Katup manual

Gambar 2.8 Variabel Flow Meter

Sumber: Modul IPA

18

media

Katup ini digunakan untuk membuka atau menutup jalur aliran air secara

manual dengan menggunakan tuas biru dalam gambar. Dalam Industrial

Processing Automation (IPA) katup manual digunakan untuk membuang air hasil

dan membukan aliran air untuk melakukan pengisian tabung secara manual.

media

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Pengertian Sensor

Sensor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah besaran

mekanis, magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi besarn listrik berupa

tegangan, resistansi dan arus listrik. Sensor sering digunakan untuk pendeteksian

pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian.

2.1.1Klasifikasi Sensor

Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat

dikelompokan menjadi 3 bagian yaitu:

2.1.1.1Sensor Thermal (Sensor Suhu)

Sensor thermal adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala

perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang

tertentu. Contohnya; bimetal, termistor, termokopel, RTD, photo transistor, photo

dioda, photo multiplier, photovoltaik, infrared pyrometer, hygrometer, dsb.

2.1.1.2Sensor Mekanis

Sensor mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis,

seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar,

tekanan, aliran, level dsb. Contoh; strain gage, linear variable deferential

transformer (LVDT), proximity, potensiometer, load cell, bourdon tube, dsb.

2.1.1.3Sensor Optik (Sensor Cahaya)

Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari
sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau
ruangan. Contoh; photo cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo
multiplier, pyrometer optic, dsb. Sensor merupakan indera bagi perangkat
elektronika, oleh karena itu perlu ketelitian dan bijak dalam
menentukan sensor yang digunakan.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE