

Belum Berjudul
Presentation
•
Biology
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Yurlaili Yurlaili
FREE Resource
50 Slides • 2 Questions
1
IPA Biologi
UNTUK SMA/MA KELAS X
Bab 5
Perubahan dan Pelestarian
Lingkungan Hidup
2
Saat ini, di sejumlah wilayah, terutama di perkotaan dan wilayah
industri, penduduk kesulitan mendapatkan air bersih dalam jumlah
yang cukup untuk menunjang kehidupannya sehari-hari. Mengapa
penduduk
kesulitan
untuk
mendapatkan
air
bersih?
Hal
ini
disebabkan oleh adanya pencemaran pada sumber-sumber air. Apa
yang dimaksud dengan pencemaran? Pada bab ini, kita akan
membahas
keseimbangan
dan
perubahan
lingkungan,
jenis
pencemaran, dan penyebab pencemaran, serta bagaimana cara
menjaga lingkungan dan mengelola berbagai jenis limbah.
Pendahuluan
3
Pendahuluan
Temukan dan tuliskan beberapa
pertanyaan atau permasalahan terkait
dengan perubahan lingkungan.
Selanjutnya, diskusikan dengan
teman dan guru untuk memprediksi
jawabannya.
4
Daftar Isi
A
Keseimbangan
dan Perubahan
Lingkungan Hidup
Penanganan
Limbah
Pencemaran
Lingkungan
Hidup
Dinamika
Komunitas
Akumulasi Bahan
Pencemar dalam
Rantai Makanan
Adaptasi dan
Mitigasi terhadap
Perubahan
Lingkungan
B
C
D
E
F
5
Keseimbangan
dan Perubahan
Lingkungan
Hidup
A
6
Menurut UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk
manusia
dan
perilakunya,
yang
memengaruhi
kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain.
Keseimbangan dan Perubahan
Lingkungan Hidup
7
Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk
mengatasi tekanan dari alam ataupun aktivitas manusia dalam
menjaga kestabilan kehidupannya. Keseimbangan lingkungan
merupakan keseimbangan yang dinamis, yaitu keseimbangan
yang dapat mengalami perubahan, tetapi perubahan ini bersifat
menjaga
keseimbangan
komponen-komponennya
dan
tidak
menghilangkan suatu komponen tertentu.
Keseimbangan dan Perubahan
Lingkungan Hidup
8
Keseimbangan dan Perubahan
Lingkungan Hidup
1
4
2
3
Terdapat pola-pola interaksi
yang berlangsung
secara proporsional
Lingkungan
homeostasis
Pertumbuhan dan
perkembangan organisme
berlangsung secara alami
Memiliki daya dukung
lingkungan
9
Keseimbangan dan Perubahan
Lingkungan Hidup
1
2
Keseimbangan lingkungan dapat
terganggu jika terjadi perubahan
lingkungan berupa pengurangan fungsi
dari komponen atau hilangnya sebagian
komponen yang dapat menyebabkan
putusnya mata rantai dalam ekosistem.
Faktor penyebab perubahan lingkungan
dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu faktor alam dan faktor manusia.
Faktor alam
Faktor manusia
10
Multiple Choice
Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak jika...
A. Perubahan tidak melebihi daya dukung dan daya lenting
B. Perubahan melebihi daya lenting
C. Perubahan yang terjadi statis/tetap
D. Perubahan melebihi daya dukung dan daya lenting
A. Perubahan melebihi daya dukung
11
Multiple Choice
Perbuatan manusia yang berdampak negatif terhadap perubahan lingkungan adalah
A. Perusakan hutan, pembangunan perumahan, urbanisasi
B. Pemupukan dan pemberantas hama, reboisasi/penghijauan
C.Pembangunan berwawasan lingkungan
D.. Penggunaan pupuk organik
E. Intensifikasi pertanian
12
1
Faktor alam
Faktor
alam,
antara
lain
gempa
bumi,
gunung
meletus,
gelombang tsunami, tanah longsor, banjir, angin topan, dan
kemarau panjang
2
Faktor manusia
Faktor manusia, antara lain pembakaran dan penebangan
hutan, pembangunan industri dan permukiman, penambangan
secara liar, sistem pertanian monokultur, dan pencemaran
lingkungan (misalnya, akibat penggunaan pestisida dan pupuk
kimia yang berlebihan).
13
Pencemaran
Lingkungan
Hidup
B
14
Lingkungan menyediakan sumber daya alam yang dibutuhkan
manusia untuk menunjang kehidupannya. Namun, berbagai aktivitas
manusia menghasilkan limbah yang sebagian besar tidak dikelola
dengan
baik
dan
dibuang
ke
lingkungan.
Menurut
Peraturan
Pemerintah RI No. 18 Tahun 1999, limbah adalah sisa suatu usaha
dan atau kegiatan. Terkadang limbah tersebut membahayakan
kesehatan atau kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Pencemaran Lingkungan Hidup
15
Menurut UU No. 23 Tahun 1997 pasal 1 ayat 12, pencemaran
lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk
hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan
hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai
ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak
dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Bahan penyebab
pencemaran disebut polutan.
Pencemaran Lingkungan Hidup
16
Suatu lingkungan dikatakan tercemar apabila jumlah atau
kadar polutan melebihi ambang batas sehingga menyebabkan
menurunnya
kualitas
atau
daya
dukung
lingkungan
dan
terganggunya kehidupan makhluk hidup.
Pencemaran Lingkungan Hidup
17
Pencemaran Lingkungan Hidup
1
4
2
3
Pencemaran Udara
Pencemaran Air
Pencemaran Suara
Pencemaran Tanah
18
1
Pencemaran Udara
Meningkatnya kegiatan industri atau penggunaan bahan
bakar
fosil
untuk
kendaraan
bermotor,
menyebabkan
semakin banyaknya polutan yang terbuang ke udara.
19
Karbon Monoksida
Nitrogen Oksida
Chlorofluorocarbon
Ozon
Karbon Dioksida
Belerang Oksida
CO
NOX
CFC
CO2
SOX
O3
Beberapa zat yang dapat menyebabkan pencemaran udara adalah
sebagai berikut.
1
Pencemaran Udara
20
2
Pencemaran Air
Masuknya
makhluk
hidup
atau
zat
lain
ke
dalam
air
yang
menyebabkan kualitas air menurun ke tingkat tertentu sehingga tidak
dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
Pengujian dilakukan menggunakan parameter sebagai berikut.
•Parameter fisik, meliputi kandungan partikel padat, zat padat terlarut,
kekeruhan, warna, bau, suhu, dan pH air.
•Parameter kimia, meliputi BOD (biochemical oxygen demand), COD
(chemical oxygen demand), dan DO (dissolved oxygen).
•Parameter biologi, digunakan untuk mengetahui jenis dan jumlah
mikroorganisme air yang dapat menyebabkan penyakit,
21
2
Pencemaran Air
Penyebab pencemaran air dapat berasal dari sumber langsung dan
sumber tidak langsung. Sumber pencemaran langsung berupa
buangan (efluen) yang langsung dibuang ke badan air, misalnya
sungai, saluran air, selokan, laut, dan danau.
22
Limbah dari kegiatan
pertanian berupa pupuk kimia
dan pestisida.
Limbah Pertanian
Berasal dari perumahan, pusat
perdagangan, perkantoran,
hotel, rumah sakit, dan tempat
umum lainnya.
Limbah Domestik
Berasal dari industri
(pabrik) berupa bahan-bahan
sisa yang mengandung logam
berat berbahaya dan beracu.
Limbah Industri
Limbah yang berasal dari
area pertambangan.
Limbah
Pertambangan
2
Pencemaran Air
23
3
Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung.
Pencemaran tanah secara langsung terjadi jika zat pencemar langsung
mencemari tanah, misalnya dari penggunaan insektisida, fungisida,
herbisida, DDT (dikloro difenil trikloroetana), dan pupuk kimiawi secara
berlebihan.
Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh limbah yang tidak mudah
terurai, misalnya plastik, kaca, stirofoam, dan kaleng.
Sementara
itu,
pencemaran
tanah
tidak
langsung
terjadi
melalui
perantara air dan udara, misalnya limbah yang dibuang ke sistem
perairan ataupun zat sisa pembakaran dari pabrik dan kendaraan
bermotor yang dibuang ke udara.
24
3
Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah memiliki dampak negatif, yaitu sebagai berikut.
•Mematikan organisme di dalam tanah
•Mengganggu porositas dan kesuburan tanah.
25
4
Pencemaran Suara
Kebisingan impulsif
Kebisingan yang terjadi
dalam waktu singkat dan
biasanya mengejutkan.
Contohnya, suara ledakan
mercon, suara tembakan
senjata, dan suara petir.
1
Kebisingan kontinu
Kebisingan secara terus-
menerus dalam waktu yang
cukup lama. Contohnya,
suara mesin pabrik.
Kebisingan jenis ini sering
menjadi penyebab
rusaknya pendengaran.
4
Kebisingan semikontinu
Kebisingan kontinu yang
hanya sekejap, kemudian
hilang dan muncul lagi.
Contohnya, suara lalu-
lalang kendaraan bermotor
di jalan dan suara pesawat
terbang yang sedang
melintas.
3
Kebisingan impulsif
kontinu
Kebisingan impulsif
yang terjadi terus-menerus,
tetapi hanya sepotong-
sepotong.
Contohnya, suara palu yang
dipukulkan terus-menerus.
2
Pencemaran suara adalah suara yang tidak diinginkan, mengganggu, dan
merusak pendengaran manusia. Pencemaran suara dibedakan menjadi
empat macam, yaitu sebagai berikut.
26
4
Pencemaran Suara
Untuk menentukan tingkat kebisingan, digunakan alat SLM (sound level
meter). Ukuran kebisingan dinyatakan dalam satuan desibel (dB). Rata-
rata seseorang mampu mendengar suara dengan frekuensi 20–20.000
Hz. Kebisingan adalah suara dengan frekuensi di atas 80 dB.
Kebisingan dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Tingkat gangguan tergantung pada tingkat kenyaringan suara (tingkat
kebisingan) dan lamanya telinga mendengar kebisingan. Kebisingan
juga
menyebabkan
gangguan
psikologis,
seperti
kesulitan
berkonsentrasi, dan gangguan fisiologis, seperti sakit kepala.
27
Akumulasi Bahan
Pencemar dalam
Rantai
Makanan
C
28
Bahan pencemar yang sulit atau tidak dapat terurai di
lingkungan dapat masuk dalam tubuh organisme dan
berpindah dari satu organisme ke organisme lain melalui
rantai makanan atau jaring-jaring makanan.
Akumulasi terbanyak terdapat pada tingkatan trofik paling tinggi.
Proses peningkatan akumulasi bahan pencemar pada tingkatan
trofik melalui rantai makanan disebut biomagnifikasi.
Akumulasi Bahan Pencemar dalam
Rantai Makanan
29
Penanganan
Limbah
D
30
Penanganan Limbah
1
4
2
3
Penanganan Limbah
Cair
Penanganan
Limbah Padat
Penanganan Limbah
Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3)
Penanganan
Limbah Gas
31
1
Penanganan Limbah Cair
Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam penanganan limbah
cair dan penanggulangan pencemaran air, yaitu pendekatan non-
teknis dan pendekatan teknis.
Pendekatan
non-teknis
dilakukan
dengan
penerbitan
peraturan
sebagai landasan hukum bagi pengelola badan air dan penghasil
limbah, sosialisasi peraturan, dan penyuluhan pada masyarakat.
Pendekatan teknis dilakukan dengan penyediaan atau pengadaan
sarana dan prasarana penanganan limbah, monitoring, dan evaluasi.
32
1
Penanganan Limbah Cair
Sistem Penanganan Limbah Cair Domestik
1) Cubluk, berupa lubang yang diberi dinding tidak kedap air di
bagian atasnya dan dilengkapi dengan tutup.
2) Tangki
septik
konvensional,
berupa
bak
kedap
air
yang
dilengkapi dengan pipa ventilasi dan lubang kontrol.
3) Tangki septik biofilter (up-flow filter) terdiri atas bak pengendap,
ruangan yang berisi media filter (batu pecah, batu apung, ijuk,
dan kerikil), dan ruang resapan (berisi kerikil, pasir, dan ijuk).
33
Penanganan Limbah Cair (LC) domestik
Limbah Cair
(LC)
LC yang tidak berbahaya dan
dapat dimanfaatkan kembali
LC yang berbahaya
(dari kakus)
Ditampung
Menyiram tanaman
Sumur resapan
Tangki septik
konvensional
Tangki septik
biofilter
Ditampung di kolam yang
diberi tanaman air (misalnya,
eceng gondok)
Ditampung (untuk
memelihara ikan)
Menyiram
tanaman
Panen eceng
gondok sebagai
bahan baku
Produksi kerajinan
tangan
34
1
Penanganan Limbah Cair
Sistem Penanganan Limbah Cair Domestik
4) Instalasi pengolahan limbah cair domestik (IPLCD)
Saringan
kasar
Bak pengendapan
pertama
Pemakaian lumpur
Bak aerasi
Bak pengendapan
kedua
Badan air
penerima
Stabilisasi
lumpur
Pengering lumpur
Disinfeksi
35
1
Penanganan Limbah Cair
Sistem Penanganan Limbah Cair Industri
1) Penanganan sistem setempat
2) Penanganan sistem terpusat
Penanganan limbah cair
di kawasan industri
sistem terpusat
36
2
Penanganan Limbah Padat
Limbah padat sering disebut sebagai sampah, yang meliputi sampah
organik ataupun sampah anorganik.
Berdasarkan
sumbernya,
limbah
padat
dikelompokkan
menjadi
limbah padat domestik dan limbah padat nondomestik.
•Limbah padat domestik adalah limbah padat yang berasal dari
kegiatan rumah tangga, perkantoran, perdagangan, dan rumah
sakit.
•Limbah padat nondomestik adalah limbah padat yang berasal dari
kegiatan pertanian dan perkebunan, industri konstruksi gedung,
dan industri umum.
37
2
Penanganan Limbah Padat
Meminimalkan Limbah Padat
Reuse
Replacement
Refusal
Repair
Recovery
Reconstruct
Redurability
Reduce
Recycle
38
2
Penanganan Limbah Padat
Cara Penanganan Limbah Padat (Sampah)
Beberapa cara pengelolaan limbah padat diuraikan sebagai berikut.
1) Penimbunan tanah (landfill)
2) Penimbunan limbah padat dengan tanah secara berlapis (sanitary
landfill)
3) Pembakaran (incineration)
4) Penghancuran (pulverisation)
5) Pengomposan (composting)
6) Pemanfaatan sebagai makanan ternak (hog feeding)
39
Filter Udara
Pengendap Siklon
(Cyclone Separator)
Filter Basah
(Scrubbers atau Wet
Collector)
Pengendap Sistem
Gravitasi
Pengendap
Elektrostatik
3
Penanganan Limbah Gas
Limbah gas dapat berupa gas, embun, uap, kabut, awan, debu, haze
(partikel tersuspensi dalam tetesan air), dan asap.
Penanganan limbah gas dapat dilakukan dengan menambahkan alat
bantu berikut.
40
4
Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3)
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah bahan yang
karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung dapat mencemari atau merusak lingkungan
hidup serta membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup
manusia beserta makhluk hidup lainnya.
Limbah B3 memiliki karakteristik mudah meledak, mudah terbakar,
bersifat reaktif dan korosif, beracun, dan menyebabkan infeksi.
41
D
D
Contohnya, insektisida
dan pupuk.
Kegiatan pertanian
C
C
Sisa-sisa obat kedaluwarsa, pemutih,
detergen, sampo, kamper, baterai
bekas, aerosol, racun tikus, dan
pembasmi nyamuk.
Kegiatan rumah tangga
A
A
Contohnya, industri pupuk yang
menghasilkan limbah amonia.
Kegiatan industri
B
B
Limbah radioaktif, limbah patologis,
limbah kimiawi, limbah farmasi, benda
benda tajam yang terkontaminasi oleh
kuman penyakit, dan limbah yang
berpotensi menularkan penyakit
Kegiatan rumah sakit
Asal Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
42
Dinamika
Komunitas
E
43
Komunitas merupakan kumpulan populasi yang saling berinteraksi dalam suatu
ekosistem. Perubahan komunitas dapat terjadi secara siklis maupun nonsiklis.
Perubahan komunitas siklis terjadi pada periode tertentu, tetapi mudah kembali ke
keadaan yang hampir sama dengan keadaan sebelumnya. Contohnya, perubahan
komunitas selama musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim penghujan,
jumlah serangga dan katak lebih banyak daripada saat musim kemarau.
Perubahan komunitas nonsiklis adalah perubahan komunitas yang terjadi secara
drastis dengan kondisi komunitas cenderung berubah secara permanen. Perubahan
nonsiklis terkadang hanya dapat dilihat setelah beberapa tahun, atau bahkan hingga
lebih dari satu abad. Perubahan nonsiklis berkaitan dengan nilai sejarah, misalnya
evolusi, migrasi, dan punahnya beberapa spesies tertentu.
Dinamika Komunitas
44
Suksesi adalah proses perubahan komunitas yang berlangsung secara lambat
dan teratur dalam waktu yang lama, menuju ke satu arah hingga terbentuk
komunitas yang lebih kompleks. Proses suksesi akan berakhir setelah mencapai
komunitas yang stabil (komunitas klimaks).
Suksesi primer adalah suksesi yang terjadi pada lahan atau wilayah yang mula-
mula tidak bervegetasi atau lahan yang pernah bervegetasi, tetapi mengalami
gangguan berat hingga komunitas asal hilang secara total atau tidak ada lagi
kehidupan.
Suksesi sekunder adalah suksesi yang terjadi pada lahan atau wilayah yang pada
awalnya telah bervegetasi sempurna, kemudian mengalami kerusakan, tetapi
tidak sampai menghilangkan komunitas asal secara total.
Suksesi
45
Adaptasi dan
Mitigasi
terhadap
Perubahan
Lingkungan
F
46
Adaptasi terhadap perubahan lingkungan merupakan penyesuaian diri
terhadap kondisi perubahan lingkungan yang terjadi, sedangkan mitigasi
adalah serangkaian upaya untuk menanggulangi, mengurangi, dan
memperkecil risiko/dampak perubahan lingkungan, serta memulihkan
kondisi lingkungan yang telah berubah.
Adaptasi dan Mitigasi terhadap Perubahan
Lingkungan
47
Kegiatan adaptasi terhadap perubahan lingkungan
Perubahan Lingkungan
Adaptasi
Kekeringan akibat
kemarau panjang
Menghemat air bersih, menggunakan air bekas yang tidak
mengandung detergen untuk menyiram tanaman, dan
memperdalam sumur untuk mendapatkan air.
Kenaikan permukaan
air laut
Banjir
Longsor
Merelokasi pemukiman penduduk, membangun sistem pemecah
ombak, dan memelihara hutan bakau.
Membuat dan memelihara saluran drainase, rumah pompa, dan
biopori, serta melakukan pengerukan saluran air.
Merelokasi permukiman, membuat terasering pada lahan miring,
serta merehabilitasi hutan di daerah hulu.
Kebakaran hutan
Melakukan pemadaman api, mencegah penjalaran api ke area
lain, dan menggunakan masker penutup hidung.
48
Kegiatan mitigasi di beberapa sektor
Sektor
Mitigasi
Pertanian
Mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia,
menggunakan kotoran ternak untuk pupuk, serta menanam
varietas unggul.
Transportasi
Kehutanan
Mengurangi penggunaan mobil pribadi di bawah kapasitas
angkutnya serta berjalan kaki atau naik sepeda untuk
transportasi jarak dekat.
Melakukan reboisasi di kawasan penyangga serta mencegah dan
menanggulangi kebakaran hutan.
Energi
Memanfaatkan sumber energi yang dapat diperbaharui, seperti
panas bumi, mikrohidro, angin, surya, dan biomassa.
49
Kegiatan mitigasi di beberapa sektor
Sektor
Mitigasi
Pengelolaan Sampah
Mengurangi jumlah sampah, menghemat pemakaian kantong
plastik, dan melakukan pemilahan sampah untuk didaur ulang.
Tata Kota
Pendidikan
Melakukan penghijauan, memperluas area resapan air, serta
membuat dan memperbaiki saluran air.
Memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada pelajar terkait
dengan pelestarian lingkungan hidup serta mengadakan
kampanye dan gerakan peduli lingkungan.
50
Glosarium
Biomagnifikasi adalah proses peningkatan akumulasi bahan pencemar pada tingkatan
trofik melalui rantai makanan.
Bioremediasi adalah proses pembersihan zat pencemar lingkungan dengan
menggunakan mikroorganisme, misalnya jamur dan bakteri.
Blooming adalah pertumbuhan ganggang atau enceng gondok secara cepat sehingga
menutup permukaan perairan.
BOD (biochemical oxygen demand) adalah ukuran kandungan oksigen terlarut yang
diperlukan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam air.
COD (chemical oxygen demand) adalah ukuran kandungan oksigen yang diperlukan
agar bahan buangan di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia (biasanya
digunakan dalam indikator limbah cair industri).
51
Glosarium
DDT (dikloro difenil trikloroetana) adalah suatu jenis insektisida yang bersifat sulit
terurai sehingga residunya tetap berada di air atau tanah.
DO (dissolved oxygen) adalah ukuran kandungan oksigen terlarut dalam air.
Greenhouse effect (efek rumah kaca) adalah suatu efek berupa peningkatan suhu yang
disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.
IPAL adalah instalasi pengolahan air limbah.
Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan.
Pemanasan global adalah peningkatan suhu di permukaan bumi yang mengakibatkan
terjadinya perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Pengomposan (composting) adalah proses pembusukan sampah-sampah organik
dengan menggunakan bakteri aerob hingga menjadi pupuk kompos.
52
Selamat
Belajar!
Sumber gambar:
www.shutterstock.com
pixabay.com
IPA Biologi
UNTUK SMA/MA KELAS X
Bab 5
Perubahan dan Pelestarian
Lingkungan Hidup
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 52
SLIDE
Similar Resources on Wayground
43 questions
SISTEM INDERA
Presentation
•
11th Grade
44 questions
STRUKTUR ATOM - KIMIA KELAS X
Presentation
•
10th Grade
44 questions
Latihan pra PTS fix
Presentation
•
10th Grade
46 questions
SISTEM PENCERNAAN
Presentation
•
11th Grade
49 questions
Sistem Koordinasi
Presentation
•
11th Grade
46 questions
Hakikat geografi
Presentation
•
10th Grade
50 questions
Kimia Semester genap X MIPA
Presentation
•
10th Grade
51 questions
PEDOSFER PERTEMUAN 6
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade
Discover more resources for Biology
15 questions
Biology EOC Review P2
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Biology EOC Review 1
Quiz
•
10th Grade
36 questions
Biology Regents Review
Quiz
•
9th - 10th Grade
50 questions
NC EOC Biology Review part 1
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
Biology EOC Review- NC
Quiz
•
10th Grade
51 questions
Biology SOL Review #2
Quiz
•
10th Grade
12 questions
Biology EOC Review #3
Quiz
•
9th - 10th Grade
17 questions
Communicable and Chronic Diseases Slidedeck
Presentation
•
9th - 12th Grade