Search Header Logo
فاستبقواالخيرات

فاستبقواالخيرات

Assessment

Presentation

Religious Studies

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

M. A'ynurrohim

FREE Resource

64 Slides • 0 Questions

1

media

ِمْيِحَّرلا ِنْٰحَّْرلا ِالله ِمْسِب

Rian Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., Gr

2

media

Kita Mulai Dengan Membaca

3

media

Setelah mempelajari Bab 1 ini siswa diharapkan
kompeten dalam membaca, menghafal, dan
menganalisis ayat dan hadis tentang kompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja serta mampu
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

4

media

Pembahasan dalam PPT ini mencakup:
1.

Q.S. al-Maidah/5: 48 tentang Kompetisi dalam
Kebaikan

2.

Q.S. at-Taubah/9 : 105 tentang Etos Kerja

3.

Tajwid dalam Q.S. al-Maidah/5: 48 dan QS. at-
Taubah/9 : 105

4.

Hadis tentang fastabiqul khairat dan etos kerja

5.

Penjelasan tentang fastabiqul khairat dan etos kerja

Kata Kunci: • Fastabiqul Khairat – Etos Kerja

5

media

PARA ULAMA BERLOMBA KHATAM AL-QURAN

Imam Nawawi dalam kitab At Tibyan fi Adabi Khamalatil Quran menyampaikan khataman tercepat yang beliau dapatkan adalah

delapan kali khatam dalam waktu sehari semalam.

Diantara ulama yang mengkhatamkan Alquran dalam waktu sehari semalam satu kali khatam adalah Usman bin Affan, Tamim

Ad Dari, Said bin Jubair, Mujahid, Imam Syafii dan lainnya.

Abbad at Tabiin yang terbiasa mengkhatamkan Alquran diantara waktu maghrib dan isyak atau antara duhur dan ashar. Bahkan

di bulan Ramadhan beliau mampu mengkhatamkan Alquran di waktu antara maghrib dan isyak sebanyak dua kali khatam.

Ulama lain yang terbiasa mengkhatamkan seperti ini ada Imam Mujahid dan Ali Al Azdi.

Para ulama mempunyai semangat yang luar biasa dalam hal berinteraksi bersama Alquran, termasuk

dalam hal mengkhatamkan Alquran. Mereka mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda dalam hal

mengkhatamkan Alquran. Ada yang mengkhatamkan Alquran dalam waktu setiap dua bulan sekali, ada

yang satu bulan sekali, ada yang setiap sepuluh hari sekali, sepekan sekali.

Diantara ulama yang mengkhatamkan Alquran sehari semalam tiga kali khataman adalah Salim bin Itr, Qadhi Mesir pada masa

kepemipinan khalifah Muawiyah bin Abi Sofyan. Ada juga Abu Bakar bin Abi Dawud.

Abu Umar al Kindi mampu mengkhatamkan Alquran empat kali dalam satu malam. Adapun Imam Ibnul Katib terbiasa

menghatamkan Alquran empat kali di waktu siang dan empat kali di waktu malam hari.

Ketika maut hendak menjemput Abdullah bin Idris, puterinya menangis. “Janganlah engkau menangis wahai puteriku, aku sudah

mengkhatamkan Al-Qur’an di rumah ini sebanyak empat ribu kali”, kata Abdullah bin Idris dengan suara lirih.

6

media

PERHATIKAN GAMBAR!

7

media

8

media

Kompetisi dalam Prestasi

Kompetisi dalam Belajar

Kompetisi dalam Amal

Kompetisi dalam Ibadah

Ragam Kompetisi dalam Kebaikan

9

media

PERHATIKAN GAMBAR!

10

media

Ayat

-

ayat

Tentang

Berlomba

Dalam

Kebaikan

QS. Al-Maidah ayat 48

QS. Al-Baqarah ayat 148

QS. Fatir ayat 32

11

media

Q.S. Al

-

Maidah

[

5

]

Ayat

48

Tentang

Anjuran

Berlomba

Dalam

Kebaikan
1

12

media

Terjemahan QS. Al-Baqarah ayat 48

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran,

membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan

sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah
perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti

hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang

kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang

terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat
(saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu,
maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali

kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu

perselisihkan itu.”

13

media

Arti Kosa Kata QS. Al-Maidah ayat 48

14

media

Lanjutan….

15

media

Identifikasi Tajwid

Ada hukum tajwid apa saja yang kalian temukan dalam QS. Al-Maidah ayat

48!

16

media

Asbabun Nuzul Q.S. al-Maidah/5: 48

Tidak ada sebab khusus yang melatarbelakangi turunnya Q.S. al-Maidah/5: 48.
Surat al-Maidah termasuk golongan Surat Madaniyah, yakni surat yang turun
setelah hijrahnya Nabi. Menurut riwayat Imam Ahmad, surat ini turun saat Nabi
Saw. sedang menunggang unta. Bagian paha unta tersebut hampir saja patah
karena sangat beratnya wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw.

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa surat al-Maidah/5: 48 ini turun berkenaan
dengan peristiwa ahli kitab yang meminta keputusan kepada Rasulullah Saw.
atas persoalan yang sedang mereka hadapi. Pada awalnya, Nabi Saw. diberi
dua pilihan, yakni memutuskan persoalan mereka atau mencari solusi di dalam
kitab mereka masing-masing. Namun, Allah Swt. menurunkan ayat ini sebagai
petunjuk bagi Nabi Saw. atas pertanyaan ahli kitab tersebut.

17

media

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt. dengan haq (kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara turunnya,

maupun yang mengantarnya turun (Jibril a.s.).

Kitab Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

Kitab suci Al-Qur’an juga menjadi pengawas, pemelihara, penjaga kitabkitab terdahulu dan menjadi tolok ukur

kebenaran terhadapnya, serta menjadi saksi untuk keabsahannya.

Allah Swt. memerintahkan agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup

PESAN-
PESAN
MULIA

Tiap-tiap umat memiliki aturan (syariat) yang akan menuntunnya menuju kebahagiaan abadi

Allah Swt. telah menjadikan syariat Nabi Muhammad Saw. sebagai penyempurna syariat para nabi terdahulu serta

membatalkan syariat sebelumnya

Umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dengan sungguh-sungguh dalam berbuat kebaikan dan

menghindari perdebatan yang tidak perlu hingga menghabiskan waktu sia-sia

18

media

1. Mengawali dengan basmalah

2. Melakukan dengan penuh semangat

3. Menjaga konsistensi

4. Mempelajari ilmu yang terkait

PENERAPAN

PRILAKU

5. Membiasakan bekerja sama

6. Mengamati, meniru, dan memodifikasi

Manfaat Berprilaku Fastabiq

1) Memperoleh rida dan pahala dari Allah

Swt.

2) Menjadi manusia yang bermanfaat

3) Mempercepat penyelesaian pekerjaan

4) Termotivasi untuk menjadi lebih baik

5) Menjadi pribadi yang disiplin dan

bertanggungjawab

6) Mempererat hubungan antar sesama

19

media

Diskusi

Kebaikan apa yang akan kamu tingkatkan terkait dengan al-

Qur’an?

20

media

Pengayaan Dalil
Fastabiqul Khairat

21

media

Q.S. Al

-

Baqarah

[

2

]

Ayat

148

Tentang

Anjuran

Berlomba

Dalam

Kebaikan

2

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka

berlomba – lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada,
pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa

atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah[2]:148)

22

media

اَهيٍِّلَوُم َوُه ٌةَهْجِو ٍّ لُكِلَو ُقِبَتْساَف ۖ ِِ ََْْْْ و ۖ

َِج ُهللَّ ُمُكِب َِِْيَ وُنوُكَت اَم َنْيَأا اي ُك ٰىَلَع َهللَّ هنِإ ۖ ٌريِدَق ءْيَش ٍِّل

Dan setiap

(umat)

Mempunyai

kiblat

Menghadap
kepadanya

dia
Maka

berlomba-
lombalah
(kamu)

Dalam

kebaikan

Dimana saja

Kamu
berada

Allah pasti

mengumpulkan

kamu

semuanya

Kosa Kata QS. Al-Baqarah 148

Sesungguhnya

Allah

Atas
segala

sesuatu

Maha
Kuasa

Allah
Menegaskan
bahwa setiap
umat punya
kiblat sendiri-
sendiri sebagai
tempat
menghadap
dalam ibadahnya
sehingga
mempunyai
kewajiban
sebagai hamba-
Nya untuk:

1. Mematuhi arah
kiblat yang
ditetapkan oleh
wahyu

2. Berkompetisi
dalam kebaikan

23

media

Masalah Ushul (pokok) = Jelas dan
Tegas dalam Qur’an dan Hadits.

ٌةَهْجِو ٍّ لُكِلَويٍِّلَوُم َوُهاَه ۖ

Bagian pertama surat al-Baqarah ayat 148

berbicara tentang perbedaan Kiblat. Perbedaan
dalam Islam dalam diproyeksikan ke dalam dua

bagian.

Masalah Furu’ (cabang) = Tidak tegas
dan jelas dalam Qur’an dan Hadits,
bahkan bisa jadi tdk disebut.

Contoh: rukun iman, rukun Islam,
Wajibnya shalat, larangan riba, dll
Contoh: qunut dalam shalat, posisi
tangan dalam shalat, dll

24

media

Berkompetisilah dalam berbuat amal

kebajikan, sebagai bekal untuk

menghadap kepada-Nya di akhirat kelak.

Dimana saja kamu berada niscaya Allah

akan mengumpulkan kamu sekalian, tanpa

tertinggal satupun, untuk dihadapkan
kepada Pengadilan dan Hisab-Nya.

ِب َِِْيَ وُنوُكَت اَم َنْيَأ َِج ُهللَّ ُمُكا اي

Maka tidak ada satupun makhluk yang bisa
membuat Allah susah dalam mengumpulkan

manusia disana.

ٍِّلُك ٰىَلَع َهللَّ هنِإ ٌريِدَق ءْيَش

25

media

Ka’bah adalah kiblat umat Islam untuk segala masa dan segala tempat. Karena itu, ketika sholat
kita wajib menghadap ke arah Masjidil Haram, di mana Ka’bah itu berada.

Pemindahan kiblat merupakan ujian untuk menentukan siapa yang benar-benar kuat dan yang
lemah imannya.

Hikmah perpindahan kiblat antara lain: 1. Agar tidak ada lagi alasan bagi orang-orang kafir untuk
menghina umat Islam dalam masalah kiblat ini. 2. Untuk menyempurnakan nikmat Allah kepada
kaum muslimin. 3. Agar umat Islam mendapat petunjuk dan tetap dalam kebenaran.

ISI

KANDUNGAN

Umat Islam harus giat bekerja keras dan berlomba-lomba berbuat amal kebajikan.

Setiap amal saleh yang dilakukan manusia harus ikhlas karena Allah agar bernilai ibadah dan
mendapat balasan pahala di sisi- Nya.

26

media

Diskusi

Sebagai pelajar, kompetensi apa saja yang akan kamu

tingkatkan?

27

media

Q.S.

Fatir

[

35

]

Ayat

32

Tentang

Keuntungan

Orang yang

Lebih

Dahulu

Berbuat

Kebaikan

3

“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang – orang yang Kami pilih di antara hamba –
hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan
dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu

adalah karunia yang besar.”

(Q.S. Fatir [35]:32)

28

media

َفَطْص َنيِذهل َباَتِكْل اَنْ ثَرْوَأ هُثُ ََِِاَبِع ْنِم اَنْ ي ۖ َ نٍِّل ٌِلِاَظ ْمُهْ نِمَف ِهِسْف

ِِب ِِ ََِْْْْبِ ٌقِباَس ْمُهْ نِمَو ٌدِصَتْقُّم مُهْ نِمَو ِهللَّ ِنْذْن ۖ ُِْبَكْل ُلْضَفْل َوُه َكِلَٰذْن[٣٥:٣٢]

kemudian

Kami

wariskan

(kepada)

orang-orang

Kitab (itu)

Yang kami

pilih
Diantara
hamba-

hamba Kami

Maka diantara

mereka

Berbuat
zhalim

Dan diantara

mereka

QS. Fatir: 32

Ada yang

pertengahan

Dan

diantara
mereka
Yang lebih
dulu berbuat

kebaikan

Dengan
izin Allah

(yang

demikian) itu

karunia

Yang
besar

29

media

Zalim terhadap diri sendiri. Karakter: buruk, jahat, durjana dan pendosa.

Berkepribadian: Ammarah syirik, kufur, riya’, nifaq, bid’ah, sihir, membangga-
banggakan kekayaan, mengikuti hawa nafsu dan syahwat, sombong dan ujub,
membuat kerusakan, boros, memakan riba, mengumpat, pelit, durhaka,
membangkang, benci, pengecut atau takut, fitnah, angan-angan/mengkhayal, hasud,
khianat, senang dg duka orang lain, ragu-ragu, buruk sangka, rakus, marah, menipu,
cerita kejelekan orang lain, jahat, dusta, sumpah palsu, keji, makar, bunuh diri, adu
domba, dll.

Zalimun
Linafsih
1

Muqtasid (di tengah-tengah) antara baik dan buruk, antara berbuat dosa dan segera bertaubat.

Kepribadian Lawwamah sulit ditentukan karena antara kepribadian ammarah dan
muthmainnah. Bisa berarti :
(1)

Pada dasarnya, perilakunya tidak memiliki nilai baik atau buruk, namun dengan
dorongan motivasi atau niat, maka perilaku itu akan menjadi buruk atau baik.

(2)

Ia bernilai baik menurut ukuran manusia, tetapi belum tentu baik menurut ukuran Allah,
seperti rasionalitas, moralitas, dan sosialis yang dimotivasi oleh antroposentris atau
insaniyahberpusat kpd manusia.

Muqtasid
2

Penggolongan

Manusia

Menurut

Q.S.

Fatir

[

35

] Ayat

32

30

media

Sabiqun bil Khairat (segera melaksanakan kebajikan).

Karakter dasarnya adalah baik dan perilakunya bermuara pada ibadah yang berpahala.

Kepribadiannya muthmainnah: ada 3 aspek yang menjadi sistem kepribadian Islam, yaitu :
Iman, Islam, dan Ihsan.

Sabiqun
bil Khairat
3

31

media

Allah Swt. menurunkan Al–Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw, Allah mewariskan Al-Qur’an dan petunjuk

yang ada di dalamnya kepada sebagian dari hamba-hamba Allah yang terpilih.

Di antara mereka yang terpilih untuk mewarisi Al-Qur’an itu berbagai menjadi tiga golongan, yaitu zalimun

linafsihi, muqtasid dan sabiq bin-khairat.

Isi Kandungan

Di antara ketiga kelompok itu hanya satu kelompok yang akan mendapatkan balasan setimpal daari Allah

yang berupa surga ‘Adn dengan segala kenikmatan di dalamnya.

Q.S.

Fatir

[

35

] Ayat

32

32

media

Diskusi

Saat Bulan Ramadan tiba, kompetisi kebaikan apa yang akan

kamu tingkatkan?

33

media

ETOS

KERJA

DALAM

ISLAM

Sub-bab
kedua

34

media

Pengertian

Pengertian Kerja Keras

KERJA berarti melakukan sesuatu kegiatan atau sesuatu yang dilakukan untuk
mencari nafkah. Kerja yang dilakukan oleh manusia bertujuan untuk memperoleh
makanan, pakaian, jaminan, pengakuan, dan kebahagiaan hidup.

KERJA KERAS bermakna melakukan sesuatu kegiatan untuk mencari nafkah
dengan sungguh-sungguh. Kerja keras untuk mencapai harapan dan tujuan atau
prestasi yang maksimal disertai dengan tawakal kepada Allah Swt., untuk
kepentingan dunia maupun akhirat.

Pengertian

35

media

‘Kerja’ dalam bahasa Arab disebut dengan ’amala - ya’malu dan yang seakar dengan kata tersebut.

Di dalam Al-Qur’an, kata-kata yang berarti ‘bekerja’ diulang sebanyak 412 kali dan seringkali dihubungkan

dengan pekerjaan yang saleh atau amal saleh.

Kerja Keras dalam Islam

Amal saleh yaitu pekerjaan yang membawa kebaikan, baik bagi pelakunya maupun orang lain

Kebaikan tersebut dapat berupa perbaikan ekonomi, kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, sosial, spiritual

dan sebagainya.

Kebaikan tersebut meliputi kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

Penyebutan kata ‘bekerja’ yang sedemikian banyak di dalam AlQur’an menunjukkan bahwa masalah ‘kerja’

sangatlah penting bagi kehidupan manusia

Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja keras atau memiliki etos kerja tinggi.

36

media

Rasulullah Pribadi Pekerja Keras

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya
serta orang-orang mu’min akan melihat

ekerjaanmu itu, dan

kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan
yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu
apa yan telah kamu kerjakan”.

”Dari Miqdam r.a. berkata bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Tidak satu pun makanan yang dimakan oleh seseorang lebih baik
daripada kerja tangannya. Sesungguhnya Nabi Daud makan dari
hasil kerja tangannya”. (HR. Bukhari)

37

media

Anagram: Game Etos Pikir

• Menyusun Kata dari Huruf Terakhir.
• Contoh: Nanas, Sapi, Ikan, Nangka, Arab, Bahasa, dsb.

• Larangan: Nama Orang, kata saru, kata yang sudah diucapkan.

Latihan Berpikir Kritis dengan Permainan

38

media

Belajar dari Gambar!

39

media

40

media

41

media

42

media

43

media

44

media

Ayat

-

ayat

Tentang

Semangat

Kerja

Q.S. at-Taubah/ 9: 105

Q.S. al-Fushilat/41: 5

Q.S. Yasin/ 36: 12

Q.S. al-An’am/6: 164

Q.S. al-Qashash/28:77

Q.S. al-Jumu’ah/62:10

45

media

1

2

AYAT

SEMANGAT

KERJA

3

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah
dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan
melihat

ekerjaanmu

itu,

dan

kamu

akan

dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui
akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-
Nya kepada kamu apa yan telah kamu kerjakan”.

Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan
(yang menutupi) apa yang kamu seru kami
kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan
antara

kami dan kamu ada dinding, maka

bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja
(pula).”

Kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan
dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.

Q.S. at-Taubah/ 9: 105

Q.S. al-Fushilat/41: 5

Q.S. Yasin/ 36: 12

46

media

4

AYAT

SEMANGAT

KERJA

5

“Katakanlah: “Apakah Aku akan mencari Tuhan
selain Allah, padahal dia adalah Tuhan bagi segala
sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa
melainkan

kemudharatannya

kembali

kepada

dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak
akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada
Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-
Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan
janganlah kamu melupakan bahagian-mu dari
(keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu,

dan

janganlah

kamu

berbuat

kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah
tidak

menyukai

orang-orang

yang

berbuat

kerusakan”.

Q.S. al-An’am/6: 164

Q.S. al-Qashash/28:77

47

media

1

HADITS

SEMANGAT

KERJA

2

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil
(professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk
keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza
wajalla.” (HR. Ahmad)

“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada
siang hari pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (HR. Ahmad)

48

media

Rasulullah Saw bersabda:

Dari Abu Abdullah az-Zubair bin al-‘Awwam r.a., berkata, Rasulullah Saw.

bersabda: “Sungguh sekiranya salah seorang di antara kamu sekalian

mengambil beberapa utas tali kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan

memikul seikat kayu bakar dan menjualnya di mana dengan hasil itu Allah
mencukupkan kebutuhan hidupnya, maka itu lebih baik baginya daripada ia
meminta-minta kepada sesama manusia baik mereka memberi ataupun tidak

memberinya”. (HR. Bukhari).

Hadits Rasulullah tentang Bekerja Keras

49

media

Dari al-Miqdam bin Ma’dikariba r.a. dari Nabi Saw., beliau bersabda:
“Tidak ada seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan
hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s. makan

dari hasil usahanya sendiri”. (HR. Bukhari)

Rasulullah Saw bersabda:

Hadits Rasulullah tentang Bekerja Keras

50

media

Fokus

Ayat

-

ayat

Tentang

Semangat

Kerja

Q.S. at-Taubah/ 9: 105

Q.S. al-Jumu’ah/62:10

51

media

Identifikasi Tajwid QS. at-Taubah/9: 105

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta
orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan
dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan
yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yan telah kamu
kerjakan”.

Q.S. at-Taubah/ 9: 105

Terjemah

QS. at-Taubah/9: 105

Dalil Etos Kerja

(1)

52

media

Asbabun Nuzul QS. at-Taubah/9: 105

Tidak ada sebab khusus yang melatarbelakangi turunnya Q.S. at-Taubah/9: 105

ini. Perlu diketahui bahwa ayat 105 terkait dengan ayat sebelumnya, yakni ayat
102-104. Pada ayat 102-104, Allah Swt. menganjurkan bertaubat dan melakukan
kegiatan nyata, antara lain membayar zakat dan bersedekah. Pada ayat 105, Allah
Swt. memerintahkan untuk melakukan beragam aktivitas lain, baik yang nyata
maupun tersembunyi.

• Menurut kitab Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul, seusai berperang, Rasulullah

Saw. bertanya: “siapakah orang-orang yang terikat di tiang ini?”, ada seseorang
menjawab: “mereka adalah Abu Lubabah dan teman-temannya yang tidak ikut
berperang. Mereka bersumpah tidak akan melepaskan ikatan tersebut, kecuali
Rasulullah sendiri yang melepaskannya”.

• Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: “aku tidak akan melepaskan mereka kecuali

jika diperintahkan oleh Allah Swt.” Karenanya Allah Swt. menurunkan Q.S. at-
Taubah/9: 102, kemudian Rasulullah Saw. melepaskan dan memaafkan mereka.

53

media

Allah Swt. memerintahkan untuk beramal saleh hingga manfaatnya bisa dirasakan oleh diri

sendiri maupun masyarakat luas.

Setiap amal akan dilihat oleh Allah Swt., Rasulullah Saw. dan mukminin di akhirat kelak.

Lalu akan dibalas sesuai amal tersebut.

Janganlah merasa amalnya sudah cukup banyak untuk bekal hidup di akhirat

Setiap manusia akan kembali ke kampung akhirat, dan menerima balasan amal

perbuatannya. Seorang mukmin hendaklah jangan larut dengan gemerlap kehidupan

duniawi hingga melalaikan akhirat yang kekal abadi.

PESAN-
PESAN

MULIA AT-

TAUBAH 105

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-
Nya serta orang-orang mu’min akan melihat ekerjaanmu itu,
dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui
akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada
kamu apa yan telah kamu kerjakan”.

Q.S. at-Taubah/ 9: 105

54

media

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum’at, maka segeralah kamu

mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Jumu’ah [62]: 9)

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu

beruntung” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 10)

QS. Al-Jumu’ah [62]: 10

Dalil Etos Kerja

(2)

Surah ini tergolong ke dalam Surah Madaniyah. Ayat 9-10 dalam surah ini TIDAK MEMILIKI asbabun nuzul

secara khusus.

55

media

هصلِل َيِِوُن َذْنِإ وُنَمآ َنيِذهل اَهُّ يَأ َيَاَف ِةَاُمُْْ ِِْوَ ي نِم َِِلَا َٰلِإ ْوَاْس

َعْيَ بْل وُرَذْنَو ِهللَّ ِرْكِذْن َخ ْمُكِلَٰذْن ۖ َلْاَ ت ْمُتنُك نِإ ْمُكهل ٌْْ َنوُم

Wahai

Orang-
orang

apabila

Yang

beriman

Telah
diseru

Untuk

menunaikan

Dari hari

Mengingat

Allah

Dan

tinggalkanlah

Jual
beli

QS.Al-Jumu’ah ayat

09

Yang

demikian

itu

Lebih
baik

bagimu

jumat
Maka

bersegeralah

kepada

Jika
kamu

mengetahui

56

media

َتناَف َُِلَاهصل ِتَيِضُق َذْنِإَف ِِْرَْْ ِِ وُرِشِ

َهللَّ وُرُكْذْن َو ِهللَّ ِلْضَف نِم وُغَ تْ ب َو ْفُ ت ْمُكهلَاهل ِْرَك َنوُُِل

Maka
apabila

Telah

dilaksanakan

shalat
Maka

bertebaranlah

kamu

Di muka bumi

Dan carilah

Dari karunia

Allah

QS.Al-Jumu’ah ayat 10

Dan

ingatlah

Allah

Banyak-
banyak

Agar
kamu

beruntung

57

media

Pada ayat 9, Allah SWT menjelaskan bahwa apabila dikumandangkan azan, maka kita wajib meninggalkan
urusan atau pekerjaan, baik sebagai pedagang, karyawan, atau usaha lainnya dan segera ke masjid untuk
melaksanakan salat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Pada ayat 10, Allah SWT menerangkan bahwa setelah selesai menunaikan salat, kita diperbolehkan
melanjutkan urusan atau usaha, mencari rezeki yang halal sehingga tercapai kebahagiaan dan
keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Isi Kandungan

Q.S.

Al

-

Jumuah

ayat

10

58

media

Cara Membiasakan Diri untuk Berperilaku Kerja Keras.

1.

Niatkan bahwasanya kerja keras merupakan suatu ibadah.

2.

Mengerjakan suatu pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh.

3.

Pantang menyerah apabila mendapati sebuah kesulitan.

4.

Tidak mengerjakan suatu pekerjaan yang dilarang oleh agama.

5.

Selalu bertawakal kepada Allah Swt. setelah bekerja keras.

6.

Selalu bersyukur dengan hasil yang didapat dalam suatu pekerjaan.

7.

Selalu bersabar apabila hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang kita hendaki.

8.

Membuat skala prioritas dari semua pekerjaan yang mendesak untuk segera diselesaikan.

9.

Meningkatkan semangat, pengetahuan, dan keterampilan yang menunjang pekerjaan.

10.

Saling memberi motivasi kepada rekan kerja agar terjaga komitmen untuk maju dan sukses
bersama-sama.

11.

Menciptakan suasana kerja yang nyaman dengan saling menjaga perasaan rekan kerja.

12.

Melibatkan teknologi canggih dalam proses pekerjaan

59

media

Meraih ridha

Allah

Memberi
nafkah
keluarga

Kepentingan
amal sosial

Menolak

kemunkaran
(keburukan)

2
3

Tujuan Bekerja dalam Islam

Terbiasa menghargai
hasil yang sudah diraih.

Melatih sifat tabah,
sabar, dan tawakal

Wujud pengabdian
kepada Allah Swt.

Menjaga martabat

diri sendiri.

2
3

Manfaat Bekerja dalam Islam

60

media

Hikmah Bekerja Keras

1.

Dapat mengembangkan potensi diri, baik berupa bakat, minat, pengetahuan, maupun keterampilan;

2.

Dapat membentuk pribadi yang disiplin serta bertanggung jawab;

3.

Mengangkat harkat martabat diri baik sebagai makhluk individu maupun sebagai masyarakat;

4.

Dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan;

5.

Dapat mendorong untuk hidup mandiri dan tidak menjadikannya beban bagi orang lain;

6.

Dapat memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga terpenuhi;

7.

Mampu menjalani hidup layak;

8.

Menimbulkan rasa sayang apabila waktunya terbuang dengan sia-sia;

9.

Dapat meraih cita-cita menjadikannya seorang yang dermawan.

10.

Yang utama hikmah dari kerja keras adalah disukai Allah Swt.

11.

Mendapatkan pahala dari Allah Swt karena niat kerja keras yang diniatkan karena Allah Swt merupakan
bagian dari ibadah;

12.

Dapat memelihara kemuliaan sebagai seorang muslim.

61

media

Merangkai kata dari huruf (dilarang kata tidak sopan, bahasa asing,

nama orang, singkatan-singkatan).

R – T – U – E – L – K – B – O - A
I – K – B –A – S – D – E – J – O - T
L – N – U – E – T – A – K – O - S

Game Etos Kerja & Kreatifitas

62

media

”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu

dari (kenikmatan) duniawi...” (QS. Al-Qashash: 77).

Motivasi Kerja Keras


ََِرِخْلْ َر هدل ُهللَّ َكَتَآ اَميِف ِغَتْ ب َو َو ۖاَيْ نُّدل َنِم َكَبيِصَن َسنَت َلَ ۖ

63

media

Tentang Penulis

Rian Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., Gr

GPAI SMP-SMA Semesta Semarang

Konselor MIBS Semarang

Pengurus MGMP PAI SMA Kota Semarang

Pengurus MGMP PAI SMA Jawa Tengah

FB: Rian Hidayat Abi

IG: @rianhidayatabi

Twitter: @rianhidayatabi

Youtube 1: Rian Hidayat Abi

Youtube 2: Pendidikan Agama Islam

64

media
media

ِمْيِحَّرلا ِنْٰحَّْرلا ِالله ِمْسِب

Rian Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., Gr

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 64

SLIDE