Search Header Logo
Aksi Nyata 1.4 Disiplin Positif

Aksi Nyata 1.4 Disiplin Positif

Assessment

Presentation

Education

Professional Development

Practice Problem

Easy

Created by

NUR MUSTHOFA

Used 3+ times

FREE Resource

29 Slides • 5 Questions

1

media

Strategi Penerapan

Budaya Positif

NUR MUSTHOFA,S.Pd.

MGMP BAHASA INGGRIS

SUB RAYON 02

KABUPATEN WONOGIRI

2

Word Cloud

Question image

Murid impian saya ketika di kelas, adalah murid yang...

3

Poll

1. Hukuman dapat mendisiplinkan anak.

Setuju

Tidak Setuju

4

Poll

  1. Pemberian hukuman dengan hal positif seperti membaca atau membersihkan halaman sekolah dapat meningkatkan disiplin
    anak.

Setuju

Tidak Setuju

5

Poll

3. Memberi penghargaan dapat meningkatkan motivasi belajar anak

Setuju

Tidak Setuju

6

media
media

Ruang LingkupRuang Lingkup

Perubahan Paradigma Belajar

Disiplin Positif

Motivasi Perilaku Manusia

Keyakinan Kelas

Posisi Kontrol Guru

Segitiga Restitusi

Kebutuhan Dasar Manusia

7

media

Perubahan Paradigma

Kegiatan Kepalan Tangan

Ada A dan B (Anda dan teman Anda).
Sobeklah secarik kertas kecil, tuliskan benda atau sesuatu yang sangat
berharga untuk Anda. Letakkan di salah satu tangan Anda dan
genggam benda/sesuatu tersebut dengan segala daya. Buatlah sebuah
kepalan.

Teman Anda (B) akan mencoba dengan sekuat tenaga, dengan
berbagai cara untuk meminta Anda memberikan benda tersebut. B bisa
membujuk, mengancam, menghardik, merayu, menyuap, apa saja agar
dapat membuka kepalan tangan Anda.

Apa yang terjadi?

8

media

Perubahan Paradigma Teori Kontrol/Teori Pilihan

(Ilusi Kontrol)

Ilusi guru mengontrol murid.

Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa

bersalah dapat menguatkan karakter.

Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan

bermanfaat

Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk

memaksa.

9

media

https://www.youtube.com/watch?v=pijsQsCDr80 (dr. Aisah Dahlan)

10

media

PERUBAHAN PARADIGMA

11

media
media

Apa itu Disiplin

Positif ?

Apa itu Disiplin

Positif ?

12

media

Belajar

kontrol

diri

dengan

menggali

potensi

kita,

agar

tercapai

tujuan

mulia,

yaitu

menjadi

seseorang

yang

kita

inginkan

berdasarkan

nilai-nilai

yang kita hargai.

Dalam budaya kita, makna kata
disiplin telah berubah menjadi
sesuatu

yang

dilakukan

seseorang pada orang lain untuk
mendapatkan kepatuhan.
Menghubungkan

kata

disiplin

dengan

ketidaknyamanan,

bukan dengan apa yang kita
hargai, atau pencapaian suatu
tujuan mulia.

DISIPLIN POSITIF

13

media
media

Hukuman ?

Penghargaan ?
Atau adakah

cara lain?

Bagaimana menciptakan

Disiplin Positif dan

memunculkan Unsur Intrinsik

Siswa ?

Bagaimana menciptakan

Disiplin Positif dan

memunculkan Unsur Intrinsik

Siswa ?

14

media

Nilai-nilai Kebajikan

15

media

TEORI

MOTIVASI

16

media

HUKUMAN DAN PENGHARGAAN

17

media

18

media

Perbedaan Hukuman dan Konsekuensi

Hukuman

Konsekuensi

Sesuatu yang menyakitkan harus terjadi

Sesuatu harus terjadi

Membuat anak sakit (fisik maupun hati) untuk jangka

waktu lama

Membuat anak merasa tidak nyaman dalam

jangka waktu pendek

Anak membenci kedisiplinan

Anak menghargai disiplin

Paksaan

Stimulus-tanggapan

Mendorong anak menyakiti diri sendiri

Mendorong anak agar mudah menyesuaikan diri

Konsep diri yang buruk

Konsep diri yang baik

Anak belajar untuk menyembunyikan kesalahan

Anak belajar untuk mematuhi peraturan

Marah, rasa bersalah, dipermalukan, merasa tak

dihargai

Kehilangan hak, dibuat tidak nyaman, diasingkan

untuk sementara (time out)

Disadur dari Restitution, Diane Gossen, The Five Positions of Control, Yayasan Pendidikan Luhur

19

Categorize

Options (7)

Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan
terlambat lagi”, karena terlambat ke

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di
sekolah.

Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan
masker ke sekolah.

Murid disuruh untuk tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah,
karena tidak mengenakan sepatu

Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret.

Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada
saat belajar.

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit
untuk pelajaran PJOK.

Kelompokkan sesuai dengan kategori "HUKUMAN" atau "KOSEKUENSI"

HUKUMAN
KOSEKUENSI

20

media

21

media

22

media

KEYAKINAN KELAS

23

media

Mengapa tidak peraturan saja, mengapa harus Keyakinan
Kelas?


Mengapa kita memiliki peraturan harus menggunakan helm bila
mengendarai kendaraan roda dua?


Mengapa kita perlu membuang sampah ke tempat sampah?


Mengapa kita memiliki peraturan harus datang tepat waktu pada saat
mengikuti pelatihan?

Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/keyakinan-keyakinan
lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian
peraturan-peraturan.

24

media

Budaya Positif

Lingkungan Positif

Keyakinan Kelas

Peraturan Kelas

25

media

Peraturan

Keyakinan kelas

1. Selalu kembalikan buku ke tempatnya

2. Dilarang Mengganggu Orang Lain

3. Hadir di sekolah 15 menit sebelum
pembelajaran dimulai

4. Dilarang Melakukan Kekerasan

5. Dilarang Menggunakan Narkoba

6. Bergantian atau menunggu giliran

7. Gunakan masker

8. Jangan berlari di kelas atau koridor

Tanggung jawab, disiplin

Menghormati Orang Lain, Berkomitmen

Keselamatan, Menghormati Orang Lain.

Kesehatan, keselamatan

Menghormati orang lain, Bersabar

Kesehatan, Keselamatan

Keselamatan, Keamanan

Menghormati Orang Lain

26

media

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

27

media
media
media

Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan bertahan hidup

(survival) adalah

kebutuhan yang bersifat

fisiologis untuk

bertahan hidup misalnya

kesehatan, rumah, dan

makanan.

Kebutuhan

untuk disayangi dan

diterima meliputi kebutuhan
akan hubungan dan koneksi

sosial,

kebutuhan untuk memberi
dan menerima kasih sayang

dan kebutuhan untuk

merasa

menjadi bagian dari suatu

kelompok.

Kebutuhan ini berhubungan

dengan kekuatan untuk

mencapai sesuatu, menjadi
kompeten, menjadi terampil,

diakui atas prestasi dan

keterampilan kita,

didengarkan dan memiliki

rasa harga diri.

Kebutuhan untuk bebas
adalah kebutuhan akan
kemandirian, otonomi,

memiliki pilihan dan mampu
mengendalikan arah hidup

seseorang

Kebutuhan akan kesenangan

adalah kebutuhan untuk

mencari kesenangan,

bermain, dan

tertawa

28

media

5 POSISI KONTROL

29

media
media
media

Pengertian Restitusi

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi

murid untuk kembali pada kelompok mereka

dengan karakter yang lebih kuat (Gossen : 2004)

Restitusi bukan untuk menebus kesalahan.

Restitusi adalah sebuah tawaran bukan paksaan,

lebih fokus pada solusi dan mengembalikan murid

yang bersalah pada kelompoknya

30

media

Segitiga Restitusi

31

media

32

media

33

media

34

media

Terima kasih!

media

Strategi Penerapan

Budaya Positif

NUR MUSTHOFA,S.Pd.

MGMP BAHASA INGGRIS

SUB RAYON 02

KABUPATEN WONOGIRI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 34

SLIDE