Search Header Logo
Desiminasi Budaya Positif

Desiminasi Budaya Positif

Assessment

Presentation

Professional Development

10th Grade

Easy

Created by

IRENE MAY SEGU WAKE

Used 1+ times

FREE Resource

25 Slides • 17 Questions

1

DISEMINASI MODUL 1.4 "Budaya Positif"

IRENE MAY SEGU WAKE
SMA N 2 KUPANG BARAT

CGP ANGKATAN 11, KABUPATEN KUPANG

media

CGP ANGKATAN 11, KABUPATEN KUPANG

TERGERAK, BERGERAK DAN MENGGERAKKAN

media

2

media

3

media

4

media

Kepalkan tangan Anda dan bayangkan di

dalamnya berisi sesuatu yang harus Anda

jaga. Tugas teman Anda adalah mencoba

dengan segala cara agar kepalan Anda

terbuka. Apakah Anda buka kepalannya

atau tidak? Sesungguhnya siapa yang

memegang kendali atau kontrol untuk

membuka atau menutup kepalan tangan?

Disiplin Positif dan Nilai-nilai

Kebajikan Universal

5

media

6

media

Disiplin?

Di mana ada kemerdekaan, di situlah harus ada

disiplin yang kuat bersifat ”self discipline” yaitu kita

sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-

kerasnya. Jikalau kita tidak cakap melakukan self

discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplinkan

diri kita di dalam suasana yang merdeka. Harus

ada disiplin diri yang kuat, yang memiliki motivasi

internal.

(Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,

Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)

7

media

DISIPLIN POSITIF

Sebelumnya, mari kita tanyakan ke diri kita sendiri:
bagaimana kita berperilaku?
Mengapa kita melakukan segala sesuatu?
Apakah kita melakukan sesuatu karena adanya dorongan dari
lingkungan, atau ada dorongan yang lain?
Terkadang kita melakukan sesuatu karena kita menghindari rasa
sakit atau ketidaknyamanan, terkadang kita juga melakukan
sesuatu untuk mendapatkan apa yang kita mau.
Pernahkah Anda melakukan sesuatu untuk mendapat senyuman atau
pujian dari orang lain? Untuk mendapat hadiah? Atau untuk
mendapatkan uang? Apa lagi kira-kira alasan orang melakukan sesuatu?

8

media

JUJUR DALAM HATI

DISIPLIN ITU NYAMAN ?

DISIPLIN ITU TIDAK NYAMAN ?

9

media

DISIPLIN ITU NYAMAN / TIDAK NYAMAN ?

Ketika mendengar kata “disiplin”, apa yang terbayang di benak Anda? Apa
yang terlintas di pikiran Anda? Kebanyakan orang akan menghubungkan kata
disiplin dengan tata tertib, teratur, dan kepatuhan pada peraturan.
Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman, padahal itu
sungguh berbeda, karena belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan
memberi hukuman, justru itu adalah salah satu alternatif terakhir dan kalau
perlu tidak digunakan sama sekali.
Dalam budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang
dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita
cenderung menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan.

10

media

KI HAJAR DEWANTARA

Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa untuk mencapai

kemerdekaan atau dalam konteks pendidikan kita saat ini, untuk
menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus
ada disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri,
yang memiliki motivasi internal. Jika kita tidak memiliki motivasi
internal, maka kita memerlukan pihak lain untuk mendisiplinkan
kita atau motivasi eksternal, karena berasal dari luar, bukan dari

dalam diri kita sendiri.

11

media

Disiplin merupakan cara

mengontrol dan menguasai
diri untuk memilih tindakan
yang mengacu pada nilai-

nilai yang kita hargai
mencapai suatu tujuan

mulia.

Teori Kontrol menyatakan

bahwa semua perilaku
memiliki tujuan, bahkan
terhadap perilaku yang
tidak disukai. Perilaku
seseorang hanya dapat
dikendalikan oleh dirinya

sendiri.

Motivasi merupakan

bentuk dorongan untuk

melakukan sesuatu dalam
mencapai tujuan. Motivasi

perilaku manusia, yaitu

untuk menghindari
ketidaknyamanan,

mendapatkan imbalan atau

penghargaan dari orang
lain, dan menjadi orang
yang mereka inginkan.

12

media

Restructuring School Discipline
(Diane Gossen )

3 motivasi perilaku manusia:

menghindari ketidaknyamanan atau hukuman

mendapatkan imbalan atau penghargaan

menjadi orang yang mereka inginkan dan
menghargai diri sendiri

13

Multiple Choice

Hadiah/pujian yang diberikan dapat menjadi motivasi melakukan sesuatu. Pujian/hadiah termasuk jenis motivasi?

1

internal

2

eksternal

3

campuran

4

semua jawaban benar

14

Multiple Choice

Sejak kecil, Rian sudah terbiasa untuk belajar secara mandiri. Ada orang tuanya atau tidak, ia tetap belajar sesuai dengan waktu yang sudah ia tetapkan sendiri. Ia sudah memiliki motivasi internal dalam belajar. Motivasi internal efektif untuk menjaga diri kita untuk tetap disiplin, karena ….

1

orang lain tidak bisa mengatur kita

2

motivasi internal bersifat jangka Panjang

3

kita hanya bisa mengatur diri kita sendiri

4

semua jawaban benar

15

Poll

Sebagai seorang pendidik, saat Anda perlu hadir di suatu pelatihan, motivasi apakah yang mendasari tindakan Anda?

Anda hadir karena tidak ingin ditegur oleh pihak panitia atau pengawas Anda, dan mendapatkan surat teguran (menghindari ketidaknyamanan dan hukuman)

Anda ingin dilihat dan dipuji oleh lingkungan Anda, atau mendapat penghargaan sebagai kepala sekolah berprestasi (mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain)

Anda ingin menjadi pemelajar sepanjang hayat, menjadi orang yang berusaha dan bertanggung jawab serta menghargai diri Anda sendiri sebagai teladan bagi murid-murid Anda, guru-guru Anda, serta lingkungan Anda karena Anda percaya, tindakan Anda sebagai pemimpin pembelajaran akan jadi panutan oleh lingkungan Anda (menghargai nilai-nilai kebajikan diri sendiri)

16

Poll

Menurut Anda, dari ketiga jenis motivasi yang disebutkan pada pertanyaan sebelumnya, motivasi manakah yang saat ini paling banyak mendasari perilaku murid-murid Anda di sekolah?

Menghindari hukuman/ ketidaknyamanan

Mengharapkan hadiah/ pujian

Menghargai diri sendiri

17

media

4
HUKUMAN DAN
PENGHARGAAN

Hukuman bersifat tiba-
tiba, tanpa rencana, dan
hanya satu arah tanpa

melalui suatu kesepakatan.

Hukuman cenderung

menyakitkan.

Penghargaan merupakan
suatu benda atau peristiwa

yang diinginkan, dibuat
dengan persyaratan yang

berdampak memiliki

ketergantungan sehingga
tidak memiliki motivasi

dari dalam.

18

Multiple Choice

Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat lagi”, karena terlambat ke sekolah.

1

hukuman

2

Konsekuensi

19

Multiple Choice

Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat belajar

1

hukuman

2

Konsekuensi

20

Multiple Choice

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di sekolah

1

hukuman

2

Konsekuensi

21

Multiple Choice

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit

untuk pelajaran PJOK.

1

hukuman

2

Konsekuensi

22

Multiple Choice

Murid disuruh untuk tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah,

karena tidak mengenakan sepatu hitam.

1

hukuman

2

Konsekuensi

23

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

24

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

PENGHUKUM

Patuhi aturan saya, atau awas!”
“Kamu selalu saja salah!”
“Selalu, pasti selalu yang terakhir selesai”
Guru seperti ini senantiasa percaya hanya ada satu cara
agar pembelajaran bisa berhasil, yaitu cara dia.

Kemungkinan murid marah dan mendendam atau
bersifat agresif. Bisa jadi sesudah kembali duduk, murid
tersebut akan mencoret-coret bukunya atau meja
tulisnya. Lebih buruk lagi, sepulang sekolah, murid
melihat motor atau mobil bapak/ibu guru dan akan
menggores kendaraan tersebut dengan paku.

25

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

PEMBUAT RASA BERSALAH

“Ibu sangat kecewa sekali dengan kamu”
“Berapa kali Bapak harus memberitahu kamu ya?”
“Gimana coba, kalau orang tua kamu tahu kamu berbuat
begini?”
Di posisi ini murid akan memiliki penilaian diri yang
buruk tentang diri mereka, murid merasa tidak berharga,
dan telah mengecewakan orang-orang disayanginya.

Murid

akan

merasa

bersalah.

Bersalah

telah

mengecewakan ibu atau bapak gurunya. Murid akan
merasa menjadi orang yang gagal dan tidak sanggup
membahagiakan orang lain. Murid tertekan seperti inilah
yang tiba-tiba bisa meletus amarahnya, dan bisa
menyakiti diri sendiri atau orang lain.

26

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

TEMAN

“Ayo bantulah, demi bapak ya?”
“Ayo ingat tidak bantuan Bapak selama ini?”
“Ya sudah kali ini tidak apa-apa. Nanti Ibu bantu
bereskan”.

Murid akan merasa senang dan akrab dengan guru. Ini
termasuk dampak yang positif, hanya saja di sisi negatif
murid menjadi tergantung pada guru tersebut. Bila ada
masalah, dia merasa bisa mengandalkan guru tersebut
untuk membantunya. Akibat lain dari posisi teman, Adi
hanya akan berbuat sesuatu bila yang menyuruh adalah
guru tersebut, dan belum tentu berlaku yang sama
dengan guru atau orang lain.

27

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

PEMANTAU

“Peraturannya apa?”
“Apa yang telah kamu lakukan?”
“Sanksi atau konsekuensinya apa?”

Murid memahami konsekuensi yang harus dijalankan
karena telah melanggar salah satu peraturan sekolah.
Guru tidak menunjukkan suatu emosi yang berlebihan,
menjadi marah atau membuat merasa berbuat salah.
Murid tetap dibuat tidak nyaman yaitu dengan harus
tinggal kelas pada waktu jam istirahat dan mengerjakan
tugas. Guru tetap harus memantau murid pada saat
mengerjakan tugas di jam istirahat karena murid tidak
bisa ditinggal seorang diri.

28

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

MANAJER

“Jika kamu meyakininya, apakah kamu bersedia
memperbaikinya?”
“Jika kamu memperbaiki ini, hal ini menunjukkan apa
tentang dirimu?”
“Apa rencana kamu untuk memperbaiki hal ini?”

Tugas seorang manajer bukan untuk mengatur perilaku
seseorang.

Kita

membimbing

murid

untuk

dapat

mengatur

dirinya.

Seorang

manajer

bukannya

memisahkan

murid

dari

kelompoknya,

tapi

mengembalikan murid tersebut ke kelompoknya dengan
lebih baik dan kuat.

29

Multiple Choice

“Saya kecewa sekali dengan kamu…”

1

Teman

2

Manajer

3

Penghukum

4

Pembuat orang merasa bersalah

30

Multiple Choice

“Ayolah, lakukan demi Ibu/Bapak…”

1

Manajer

2

Teman

3

Pemantau

4

Penghukum

31

Multiple Choice

“Bagaimana kamu bisa menyelesaikan masalah ini?”

1

Teman

2

Manajer

3

Pemantau

4

Penghukum

32

media

7
KEYAKINAN
KELAS

8
SEGITIGA
RESTITUSI

Nilai-nilai kebajikan yang
diyakini oleh kelas untuk
menumbuhkan motivasi

intrinsik dan budaya

positif di kelas.

Segitiga Restitusi

adalah suatu proses
dialog yoleh guru atau

orang tua, untuk

menghasilkan murid

yang mandiri dan

bertanggung jawab.

Tahapan dalam segitiga

restitusi yaitu

menstabilkan identitas,
validasi tindakan yang
salah, dan menanyakan

keyakinan.

6
KEBUTUHAN
DASAR MANUSIA

Lima kebutuhan dasar

manusia yaitu kebutuhan

untuk bertahan hidup
(survival), kebutuhan

merasa diterima (love and

belonging), kebutuhan

akan kebebasan (freedom),

kebutuhan akan
kesenangan (fun),
kebutuhan akan

penguasaan (power).

33

media
media
media

Penguasaan

Kebutuhan untuk mencapai sesuatu,
menjadi kompeten, menjadi
terampil, diakui atas prestasi dan
keterampilan kita, didengarkan dan
memiliki rasa harga diri

Kebebasan

menginginkan pilihan, banyak
bergerak, suka mencoba-coba, tidak
terlalu terpengaruh orang lain dan
senang mencoba hal baru dan
menarik

Kesenangan

kebutuhan untuk mencari
kesenangan, bermain, dan tertawa

Kebutuhan Dasar Manusia

Bertahan hidup

kebutuhan fisiologis
(kesehatan, rumah, dan makanan)
Kebutuhan biologis
(proses reproduksi)
Kebutuhan Psikologis
(perasaan aman)

Kasih Sayang dan rasa diterima

Memberi dan menerima kasih
sayang,merasa menjadi bagian
dari suatu kelompok, rasa
ingin disukai dan diterima
oleh lingkungannya

34

Multiple Choice

Aku senang main kejar-kejaran dengan ibu guru, seru!

1

kesenangan

2

penguasaan

3

kebebasan

4

cinta dan kasih sayang

35

Multiple Choice

“Ibu guru bilang, aku tidak boleh bersenandung sewaktu mengerjakan tugas, katanya kelas harus tenang, tidak ada suara. Kan enggak seru jadinya”

1

kebebasan

2

kesenangan

3

cinta dan kasih sayang

4

penguasaan

36

Multiple Choice

Randi ingin sekali tampil berpidato selepas upacara bendera

1

bertahan hidup

2

kesenangan

3

penguasaan

4

cinta dan kasih sayang

37

Multiple Choice

Rina selalu belajar agar nilainya menjadi yang terbaik agar dipuji oleh guru

1

kesenangan

2

penguasaan

3

cinta dan kasih sayang

4

bertahan hidup

38

Multiple Choice

Seseorang yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama dalam membuat suatu kelompok atau berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan dapat memberikan perhatian atas kelompok tersebut merupakan pemenuhan kebuthan dasar manusia untuk ....

1

Rasa aman dan keselamatan

2

Fisiologis tubuh

3

Kebutuhan untuk saling menyayangi

4

Penghargaan diri

5

Aktualisasi diri

39

media

40

media
media
media

Segitiga
Restitusi

1. Menstabilkan Identitas

Mengubah identitas anak dari orang
yang gagal karena melakukan
kesalahan menjadi orang yang sukses

membantu anak untuk tenang dan
kembali ke suasana hati dimana
proses belajar dan penyelesaian
masalah bisa dilakukan

41

media
media
media

Segitiga
Restitusi

2. Validasi Tindakan yang Salah

Memahami kebutuhan dasar
apa yang mendasari sebuah
tindakan

Namun bila kita memahami
alasannya melakukan
sesuatu, maka dia akan
merasa dipahami

3. Menanyakan Keyakinan

Ketika identitas sukses telah tercapai
(langkah 1) dan tingkah laku yang salah
telah divalidasi (langkah 2), maka anak
akan siap untuk dihubungkan dengan
nilai-nilai yang dia percaya, dan
berpindah menjadi orang yang dia
inginkan

42

media

​KESIMPULAN

DISEMINASI MODUL 1.4 "Budaya Positif"

IRENE MAY SEGU WAKE
SMA N 2 KUPANG BARAT

CGP ANGKATAN 11, KABUPATEN KUPANG

media

CGP ANGKATAN 11, KABUPATEN KUPANG

TERGERAK, BERGERAK DAN MENGGERAKKAN

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 42

SLIDE