Search Header Logo
Sistem Koordinasi

Sistem Koordinasi

Assessment

Presentation

Science

8th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Lita Pelitawati

Used 4+ times

FREE Resource

8 Slides • 1 Question

1

media

Sistem Koordinasi
Manusia

Sistem koordinasi tubuh manusia adalah jaringan kompleks

yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan dunia luar. Sistem ini

dengan mengkoordinasikan berbagai fungsi tubuh, seperti pergera

penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan lainnya.

by Lita Pelitawati

2

Match

Sistem koordinasi tubuh manusia adalah jaringan kompleks yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan dunia luar. Sistem ini bekerja dengan mengkoordinasikan berbagai fungsi tubuh, seperti pergerakan , sebutkan 5 lainya

Penciuman

penglihatan

pendengaran

sentuhan

perasa

3

media

Fungsi Sistem Koordinasi

Sistem koordinasi berfungsi untuk menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan,

dan memberikan tanggapan terhadap rangsangan tersebut. Sistem ini memungkinkan

tubuh untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan dan menjaga keseimbangan

tubuh.

1

Penerima Rangsangan

Sistem koordinasi menerima

rangsangan dari lingkunganluar

alui indera. Rangsangan ini bisa

berupa cahaya, suara, rasa, bau,

sentuhan, dan lainnya.

2

Penghantar Rangsangan

Rangsangan yang diterima

dihantarkan oleh sistem saraf dan

hormon ke organ yang

bersangkutan. Sistem saraf

mengantarkan rangsangan melalui

impuls saraf, sedangkan hormon

dihantarkan melalui darah.

3

Pemberi Tanggapan

Organ yang menerima rangsangan akan memberikan tanggapan sesuai dengan

jenis rangsangan yang diterima. Tanggapan ini bisa berupa gerakan, sekresi,

atau perubahan fisiologis lainnya.

4

media

Komponen Sistem Koordinasi

Sistem koordinasi terdiri dari dua komponen utama: sistem saraf dan sistem endokrin. Kedua sistem ini bekerja sama untuk

mengatur berbagai fungsi tubuh.

Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan

saraf-saraf yang menghubungkan kedua organ tersebut ke

seluruh tubuh. Sistem saraf berperan penting dalam menerima,

menghantarkan, dan memproses rangsangan, serta

memberikan respon cepat terhadap perubahan lingkungan.

Sistem Endokrin

Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar yang

menghasilkan hormon. Hormon merupakan zat kimia yang

dilepaskan ke dalam aliran darah dan mengantarkan pesan ke

organ-organ target. Sistem endokrin berperan dalam mengatur

berbagai proses tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme,

dan reproduksi.

5

media

Peran Sistem Saraf dalam
Koordinasi

Sistem saraf berperan penting dalam mengkoordinasikan berbagai fungsi tubuh,

seperti pergerakan, penglihatan, pendengaran, dan lainnya. Sistem saraf terdiri dari

sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Sistem Saraf Pusat

Otak dan sumsum tulang belakang merupakan pusat kontrol utama

sistem saraf. Otak memproses informasi dan memberi perintah,

sementara sumsum tulang belakang menghantarkan impuls saraf

antara otak dan saraf tepi.

Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi terdiri dari saraf-saraf yang menghubungkan sistem

saraf pusat dengan seluruh tubuh. Saraf tepi berfungsi untuk

menerima rangsangan dari indera dan menghantarkan perintah dari

sistem saraf pusat ke organ target.

6

media

Peran Sistem Endokrin dalam
Koordinasi

Sistem endokrin berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh dengan menghasilkan

hormon. Hormon dilepaskan ke aliran darah dan mengantarkan pesan ke organ-organ

target. Sistem endokrin bekerja lebih lambat dibandingkan sistem saraf, namun efeknya

lebih lama bertahan.

Kelenjar

Hormon

Fungsi

Hipofisis

Hormon pertumbuhan

Merangsang

pertumbuhan

Tiroid

Tiroksin

Mengatur metabolisme

Pankreas

Insulin dan glukagon

Mengatur kadar gula

darah

Adrenal

Adrenalin

Menyiapkan tubuh

dalam keadaan darurat

7

media

Gangguan pada Indera Manusia

Gangguan pada indera dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, cedera, dan kelainan

genetik. Gangguan indera dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk menerima rangsangan dan

bereaksi terhadap perubahan lingkungan.

Gangguan Penglihatan

Gangguan penglihatan dapat berupa rabun

jauh, rabun dekat, katarak, glaukoma, dan

lainnya.

Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran dapat berupa tuli,

tinitus, dan gangguan keseimbangan.

Gangguan Penciuman

Gangguan penciuman dapat berupa anosmia

(kehilangan kemampuan mencium bau),

hiposmia (penurunan kemampuan mencium

bau), dan parosmia (mencium bau yang tidak

ada).

Gangguan Pengecapan

Gangguan pengecapan dapat berupa ageusia

(kehilangan kemampuan mengecap),

hypogeusia (penurunan kemampuan

mengecap), dan dysgeusia (perubahan

kemampuan mengecap).

8

media

Dampak Gangguan Indera pada Sistem
Koordinasi

Gangguan indera dapat memengaruhi sistem koordinasi tubuh. Hal ini karena indera merupakan pintu gerbang

informasi dari lingkungan luar ke tubuh. Jika indera terganggu, informasi yang diterima akan terdistorsi atau tidak

lengkap.

1

Gangguan Penglihatan

Menyebabkan kesulitan dalam beraktivitas, seperti membaca, mengemudi, dan berjalan di tempat

ramai.

2

Gangguan Pendengaran

Menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi, memahami instruksi, dan mengenali bahaya di

sekitar.

3

Gangguan Penciuman

Menyebabkan kesulitan dalam mendeteksi bahaya, seperti kebocoran gas, makanan basi, dan

lainnya.

4

Gangguan Pengecapan

Menyebabkan kesulitan dalam menikmati makanan, merasakan rasa bahaya, dan menjaga

kesehatan gigi.

9

media

Pentingnya Menjaga Kesehatan
Sistem Koordinasi

Menjaga kesehatan sistem koordinasi sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan

keselamatan. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan sistem koordinasi:

Makan Sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang

yang mengandung vitamin, mineral, dan

nutrisi penting untuk mendukung fungsi

sistem saraf dan endokrin.

Olahraga Teratur

Olahraga dapat meningkatkan aliran

darah ke otak dan meningkatkan fungsi

kognitif.

Istirahat Cukup

Tidur yang cukup dapat membantu otak

untuk memperbaiki diri dan memproses

informasi.

Hindari Kebiasaan Buruk

Hindari merokok, minum alkohol, dan

menggunakan narkoba karena dapat

merusak sistem saraf.

media

Sistem Koordinasi
Manusia

Sistem koordinasi tubuh manusia adalah jaringan kompleks

yang memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan dunia luar. Sistem ini

dengan mengkoordinasikan berbagai fungsi tubuh, seperti pergera

penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan lainnya.

by Lita Pelitawati

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

SLIDE