Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Science

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

promenadelia green

FREE Resource

75 Slides • 1 Question

1

media

1 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

2

media

2 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

3

media
media

3 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

BUKU AJAR MATA KULIAH

PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN UMUM

Penulis:

1. Budi Halomoan Siregar, S.Pd., M.Sc.

2. Dini Asri Kusnia Dewi, M.Pd., M.A.

4

media
media

4 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Mata Kuliah

PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN UMUM

Cetakan 1

Penulis:

1. Budi Halomoan Siregar, S.Pd., M.Sc.

2. Dini Asri Kusnia Dewi, M.Pd., M.A.

Penelaah:

Dr. Andromeda, M.Si.

Veronica Triprihatmini, M.Hum., M.A.

Penyunting:

Yuanita Novikasari, S.Pd.

Desain Grafis & Ilustrasi :

M.F.A. Bima Sakti, S.Pd.

Copyright © 2024

Direktorat Pendidikan Profesi Guru

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa

izin tertulis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

5

media
media

5 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Kata Pengantar

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terbitnya modul ini.

Modul ini disusun untuk memberikan panduan yang bermanfaat untuk mempersiapkan

guru profesional yang kompeten sesuai dengan semangat Merdeka Belajar

mengamalkan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, dan mampu menggunakan

teknologi digital, serta melahirkan hal-hal yang inovatif dan kreatif. Selain itu, PPG

tengah bertransformasi untuk menekankan pembelajaran berpusat kepada peserta didik,

menghasilkan guru yang berkomitmen menjadi teladan dan pembelajar sepanjang hayat

serta memiliki dasar-dasar kepemimpinan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Program PPG mengedepankan penguatan kompetensi

pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional

melalui penguatan teori dan refleksi pengalaman mengajar yang terintegrasi melalui

pembelajaran secara mandiri. Sebagai guru, pengalaman mengajar yang telah dimiliki

diharapkan dapat dijadikan pengalaman pembelajaran yang bermakna yang dapat terus

diasah dan diperbaiki sehingga dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

Pelaksanaan sertifikasi pendidik diharapkan dapat mengasah self-regulated learning

sebagai modal utama seorang pengajar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Untuk itu,

guru yang mengikuti sertifikasi pendidik ini diharapkan dapat belajar lebih mandiri

dengan mengakses modul belajar pada platform pendukung pembelajaran. Guru juga

diharapkan dapat lebih kreatif dan percaya diri serta memperkaya pengalaman

kolaborasi belajar bersama rekan sejawat dan komunitas belajar lain yang ada dengan

modul-modul pembelajaran mandiri yang terdiri dari modul Prinsip Pengajaran dan

Asesmen (bidang studi Mata Pelajaran Umum/Bimbingan Konseling/Pendidikan Anak

Usia Dini/Pendidikan Luar Biasa/Sekolah Menengah Kejuruan), modul Pembelajaran

Sosial Emosional, dan modul Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.

6

media
media

6 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim

penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif

mewujudkan penyelesaian modul ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa

memberkati upaya yang kita lakukan demi pendidikan Indonesia. Amin.

Jakarta, Januari 2024

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,

Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd

NIP 196611081990032001

7

media
media

7 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Kata Pengantar

Direktur Pendidikan Profesi Guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengambil kebijakan untuk

secara bertahap melaksanakan pendidikan bagi guru yang belum memiliki sertifikat

pendidik dengan skema pembelajaran mandiri. Kebijakan tersebut memungkinkan

Direktorat Pendidikan Profesi Guru menyelenggarakan PPG bagi guru tertentu dengan

jumlah peserta yang lebih masif.

Untuk menjamin kualitas penyelenggaraan PPG bagi guru tertentu, Direktorat PPG

menyusun modul pembelajaran mandiri yang dapat digunakan bagi Bapak/Ibu guru

untuk memperoleh sertifikat pendidik. Modul ini memuat materi belajar yang disusun

secara sistematis dengan konteks tugas guru sehari-hari.

Besar harapan kami, dengan modul ini, percepatan jumlah guru bersertifikat pendidik

dapat dilakukan dan menghasilkan guru yang memiliki profil dan kompetensi sesuai

kebutuhan perkembangan dunia pendidikan secara global.

Kami ucapkan terima kasih kepada tim penyusun, tim pengembang kurikulum, dan

berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan penyusunan modul ini. Tak

lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Lembaga Pendidikan dan Tenaga

Kependidikan (LTPK) yang terlibat dalam sertifikasi pendidik atas dukungan dan

kerjasama dalam menyelenggarakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005

tentang Guru dan Dosen.

Jakarta, Januari 2024

Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru,

Adhika Ganendra, S.Si., M.M.

NIP 198111182006041003

8

media
media

8 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Prakata Penulis

Selamat datang dalam perjalanan ilmu dan pendidikan yang tak pernah berhenti! Seiring

dengan perkembangan zaman dan tuntutan globalisasi, peran guru tidak lagi hanya

sebatas sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengelola proses

pembelajaran dan asesmen yang efektif. Dengan demikian, mari kita refleksikan

bersama tentang pentingnya kemampuan guru dalam mengelola dua aspek krusial

tersebut.

Modul ini diperuntukkan bagi guru yang mengikuti PPG Mandiri. Dengan demikian,

modul ini lebih ditekankan pada kegiatan rekognisi, refleksi dan memberi beberapa

pengalaman baru khususnya hal-hal yang mengarah pada pembelajaran berbasis

produk dengan pendekatan pembelajaran model dan konteks. Modul ini terdiri dari 4

topik pembahasan, yaitu: (1) Menerapkan Prinsip Understanding by Design pada

pembelajaran,

(2) Merancang

Pembelajaran

Berdiferensiasi,

(3) Merancang

pembelajaran dan asesmen dengan pendekatan Teaching at The Right Level, dan (4)

Merancang pembelajaran dan asesmen dengan pendekatan Culturally Responsive

Teaching. Penyajian materi inti disajikan mengikuti alur MERDEKA. Proses pencapaian

kompetensi mata kuliah ini dilakukan secara mandiri melalui proses membaca,

berdiskusi, mengerjakan soal latihan pemahaman, menyelesaikan soal Post Test yang

berbentuk Situational Judgment Test (SJT) dan melengkapi Jurnal Belajarku.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penyusunan

modul ini. Kami berharap modul ini dapat bermanfaat bagi guru, satuan pendidikan dan

peserta didik sebagai subyek utama pembelajaran.

Penulis

9

media
media

9 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Daftar Isi

Kata Pengantar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan ................................ 5

Kata Pengantar Direktur Pendidikan Profesi Guru ........................................................... 7

Prakata Penulis ............................................................................................................... 8

Daftar Isi .......................................................................................................................... 9

Daftar Tabel .................................................................................................................. 11

Daftar Gambar .............................................................................................................. 12

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) ................................................................. 13

TOPIK 1 Menerapkan Prinsip Understanding By Design pada Pembelajaran ............... 14

Mulai dari Diri ............................................................................................................. 14

Eksplorasi Konsep ..................................................................................................... 16

Ruang Kolaborasi ...................................................................................................... 20

Demonstrasi Kontekstual ........................................................................................... 22

Elaborasi Pemahaman............................................................................................... 22

Koneksi Antar Materi ................................................................................................. 23

Aksi Nyata ................................................................................................................. 24

Latihan Pemahaman .................................................................................................. 25

Cerita Reflektif ........................................................................................................... 29

TOPIK 2 Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi ....................................................... 30

Mulai Dari Diri ............................................................................................................ 30

Eksplorasi Konsep ..................................................................................................... 31

Ruang Kolaborasi ...................................................................................................... 33

Demonstrasi Kontekstual ........................................................................................... 36

Elaborasi Pemahaman............................................................................................... 36

Koneksi Antar Materi ................................................................................................. 37

Aksi Nyata ................................................................................................................. 37

Latihan Pemahaman .................................................................................................. 39

Cerita Reflektif ........................................................................................................... 44

10

media
media

10 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

TOPIK 3 Menerapkan Pendekatan Teaching at the Right Level pada Pembelajaran .... 45

Mulai Dari Diri ............................................................................................................ 45

Eksplorasi Konsep ..................................................................................................... 46

Ruang Kolaborasi ...................................................................................................... 49

Demonstrasi Kontekstual ........................................................................................... 50

Elaborasi Pemahaman............................................................................................... 51

Koneksi Antara Materi ............................................................................................... 51

Aksi Nyata ................................................................................................................. 51

Latihan Pemahaman .................................................................................................. 53

Cerita Reflektif ........................................................................................................... 57

TOPIK 4 Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran

...................................................................................................................................... 58

Mulai dari Diri ............................................................................................................. 58

Eksplorasi Konsep ..................................................................................................... 59

Ruang Kolaborasi ...................................................................................................... 61

Demonstrasi Kontekstual ........................................................................................... 62

Elaborasi Pemahaman............................................................................................... 63

Koneksi Antar Materi ................................................................................................. 63

Aksi Nyata ................................................................................................................. 65

Latihan Pemahaman .................................................................................................. 66

Cerita Reflektif ........................................................................................................... 70

Penutup ......................................................................................................................... 71

Daftar Pustaka .............................................................................................................. 72

Biodata Penulis Modul ................................................................................................... 74

Kunci Jawaban Soal Latihan Pemahaman .................................................................... 75

11

media
media

11 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Daftar Tabel

Tabel 1.1 Rubrik Checklist Perencanaan Pembelajaran ................................................ 15

Tabel 1.2 Rubrik Checklist Perancangan Pembelajaran dengan Prinsip UbD ............... 20

Tabel 1.3 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis UbD .................. 23

Tabel 2.1 Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi .................................................. 35

Tabel 2.2 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi ................ 36

Tabel 3.1 Telaah Rancangan Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL ..................... 50

Tabel 3.2 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis TaRL ................ 51

Tabel 4.1 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis CRT .................. 63

12

Match

Question image

Jodohkan Gambarpresiden dibawah ini !

bj. habibie

abdurrahman wahid

ir soekarno

13

media
media

12 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Daftar Gambar

Gambar 1.1 Langkah Perencanaan Pembelajaran dengan Prinsip UbD....................... 16

Gambar 1.2 Video Merumuskan Tujuan Pembelajaran ................................................ 17

Gambar 1.3 Video Contoh Merumuskan Tujuan Pembelajaran .................................... 17

Gambar 1.4 Video Asesmen Pembelajaran .................................................................. 18

Gambar 1.5 Video Metode Asesmen ............................................................................ 18

Gambar 1.6 Video Format Asesmen ............................................................................ 19

Gambar 1.7 Video Merancang Asesmen Pembelajaran ............................................... 19

Gambar 2.1 Video Memetakan Kebutuhan Peserta Didik ............................................. 31

Gambar 2.2 Video

Menyelaraskan

Kebutuhan

Peserta

Didik

dengan

Tujuan

Pembelajaran ........................................................................................... 32

Gambar 2.3 Video 1 Inspirasi Pembelajaran Berdiferensiasi ........................................ 34

Gambar 2.4 Video 2 Inspirasi Pembelajaran Berdiferensiasi ........................................ 34

Gambar 2.5 Video 3 Inspirasi Pembelajaran Berdiferensiasi ........................................ 35

Gambar 3.1 Video Asesmen Awal Pembelajaran ......................................................... 48

Gambar 3.2 Contoh Pelaksanaan Asesmen Awal ........................................................ 48

Gambar 4.1 Pentingnya Penerapan Pendekatan CRT pada Pembelajaran .................. 60

Gambar 4.2 Video Aksi Nyata Penerapan Pendekatan CRT pada Pembelajaran ......... 61

Gambar 4.3 Video Aksi Nyata Penerapan Pendekatan TaRL dan CRT pada

Pembelajaran ........................................................................................... 64

14

media
media

13 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

1. Bapak/Ibu guru mampu menelaah prinsip Understanding by Design (backwards

design) dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen (S1, P1, P3, P4, KU2, KU4,

KU7, KU8, KU9).

2. Bapak/Ibu guru mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi berorientasi pada

kebutuhan belajar peserta didik (S1, P2, KU1, KU7, KU9, KU10, KK1, KK3).

3. Bapak/Ibu guru mampu merancang pembelajaran dan asesmen dengan pendekatan

Teaching at The Right Level (S1, P2, KU1, KU7, KU9, KU10, KK1, KK2, KK3).

4. Bapak/Ibu guru mampu merancang pembelajaran dan asesmen dengan pendekatan

Culturally Responsive Teaching (S1, P2, KU1, KU7, KU9, KU10, KK1, KK2, KK3).

15

media
media

14 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

TOPIK 1

MENERAPKAN PRINSIP UNDERSTANDING BY DESIGN PADA

PEMBELAJARAN

Durasi

2 hari @10 jam

Capaian

Pembelajaran

Setelah mempelajari topik ini, guru dapat:

1. Menelaah

prinsip

Understanding

by Designdalam

perencanaan pembelajaran.

2. Mengembangkan perencanaan pembelajaran menggunakan

prinsip Understanding by Design.

Mulai dari Diri: Merancang Pembelajaran yang Efektif

Selamat datang di topik pembelajaran pertama. Semoga Bapak/Ibu guru dalam

keadaan siap dan semangat mengikuti proses belajar ini. Proses belajar ini akan efektif

apabila Bapak/Ibu guru:

1. Mengikuti setiap alur dan instruksi pembelajaran secara saksama.

2. Mendokumentasikan setiap tugas yang Bapak/Ibu guru kerjakan dalam Google Drive

pribadi.

3. Mengerjakan soal latihan pemahaman yang disediakan.

4. Menguraikan cerita reflektif setelah Bapak/Ibu guru mempelajari topik ini.

Sebagai seorang guru, Bapak/Ibu tentu melakukan pembelajaran di kelas tidak

secara spontan. Aktivitas pembelajaran yang selama ini Bapak/Ibu lakukan tentu melalui

proses perencanaan. Bagaimana Bapak/Ibu melakukan pembelajaran? Refleksikan

rutinitas Bapak/Ibu guru dalam merencanakan pembelajaran menggunakan rubrik

checklist berikut.

16

media
media

15 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Tabel 1.1 Rubrik Checklist Perencanaan Pembelajaran

No

Pernyataan

Selalu

Jarang
Tidak
Pernah

1
Dalam merencanakan pembelajaran, saya memilih
capaian pembelajaran (CP) terlebih dahulu.

2

Setelah memilih capaian pembelajaran (CP), saya
menurunkannya menjadi tujuan pembelajaran (TP), dan
kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP).

3
Setelah menentukan KKTP, saya merancang asesmen
untuk mengukur ketercapaian TP yang telah ditetapkan.

4
Dalam merencanakan pembelajaran, saya merancang
asesmen awal.

5
Tujuan pembelajaran dan asesmen saya gunakan sebagai
dasar untuk merancang kegiatan pembelajaran.

6
Kegiatan pembelajaran saya rancang untuk mencapai
tujuan pembelajaran.

7

Saya merencanakan pembelajaran selanjutnya
berdasarkan hasil asesmen formatif untuk
memaksimalkan ketercapaian tujuan pembelajaran.

Bapak/Ibu guru, setelah mengisi rubrik checklist, refleksikan bagaimana hasil

rubrik tersebut berhubungan dengan pengalaman Bapak/Ibu merancang pembelajaran?

Merancang pembelajaran yang efektif merupakan keterampilan penting yang

harus dimiliki oleh seorang guru. Untuk merancang hal tersebut, ada banyak strategi

yang dapat dipelajari dan diterapkan di sekolah. Pada topik ini, kita akan membahas

prinsip Understanding by Design sebagai salah satu pendekatan dalam perancangan

pembelajaran.

17

media
media

16 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Eksplorasi

Konsep:

Merancang

Pembelajaran

Berbasis

Prinsip

Understanding by Design

Bapak/Ibu guru, Understanding by Design (UbD) atau dikenal dengan sebutan

Backward Design merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dipelopori oleh

tokoh pendidikan Grant Wiggins dan Jay McTighe (2005). Pendekatan UbD

berlandaskan pada prinsip-prinsip (Wiggins dan Jay McTighe, 2005), yaitu:

1. Merupakan perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebagai bagian dari

tugasnya.

2. Merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik memaknai

belajar melalui konsep-konsep utama.

3. Mendorong peserta didik memaknai pembelajaran secara mandiri melalui bukti

kinerja otentik.

4. Perencanaan pembelajaran yang efektif yang dimulai guru menentukan capaian atau

tujuan pembelajaran yang dicapai oleh peserta didik.

5. Guru membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Tidak hanya

mengajar, guru harus memastikan pembelajaran terjadi dan bermakna bagi peserta

didik.

6. Refleksi berkala terhadap bagaimana pembelajaran dilakukan merupakan upaya

untuk meningkatkan kualitas dan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.

7. UbD

merefleksikan

peningkatan

yang

berkelanjutan

untuk

mewujudkan

pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.

UbD merupakan suatu pendekatan dalam merencanakan pembelajaran yang

menekankan pada pemahaman mendalam peserta didik terhadap materi pelajaran yang

diajarkan. Ada tiga langkah utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan

pembelajaran dengan prinsip UbD, yaitu menentukan tujuan pembelajaran, menentukan

asesmen pembelajaran, dan merancang aktivitas pembelajaran (Grant Wiggins dan Jay

McTighe, 2005). Tiga langkah tersebut diilustrasikan pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Langkah perencanaan pembelajaran dengan prinsip UbD

1. Menentukan Tujuan Pembelajaran

Bapak/Ibu guru, berdasarkan prinsip UbD, langkah pertama yang diperlukan

untuk merencanakan pembelajaran adalah menentukan tujuan pembelajaran. Pada

Menentukan

Tujuan

Pembelajaran

Menentukan

Asesmen

Pembelajaran

Merancang

Kegiatan

Pembelajaran

18

media
media
media
media

17 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

tahap ini, guru harus merinci apa yang ingin dicapai oleh peserta didik dalam

pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran harus jelas, terukur, dan sesuai dengan

kebutuhan peserta didik.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran,

yaitu:

a. Fokus pada pengembangan pemahaman yang mendalam dan relevan.

b. Identifikasi tujuan pembelajaran yang spesifik dan mengarah pada pemahaman

konsep.

Berikut ini adalah video yang menjelaskan cara merumuskan tujuan

pembelajaran. Amati bagaimana cara merumuskan tujuan pembelajaran dari capaian

pembelajaran.

Gambar 1.2 Video Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=dM0KA4jer6A

Video berikut ini merupakan salah satu contoh bagaimana merumuskan tujuan

pembelajaran. Simak dan catat langkah-langkah dalam merumuskan tujuan

pembelajaran dari video berikut ini.

Gambar 1.3 Video Contoh Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=k8mT0eOgbvk

19

media
media

18 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

2. Menentukan Asesmen Pembelajaran

Bapak/Ibu

guru,

setelah

merumuskan

tujuan

pembelajaran,

langkah

selanjutnya yang perlu dilakukan pada prinsip UbD adalah merencanakan proses

asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Video berikut ini menjelaskan

tentang Assessment for Learning (AfL), Assessment as Learning (AaL), Assessment

of Learning (AoL). Telaah perbedaan dan cara penerapan ketiga asesmen tersebut

pada pembelajaran.

Gambar 1.4 Video Asesmen Pembelajaran

Sumber: https://youtu.be/bfT4Jw7JTEA

Selanjutnya, simak video penjelasan mengenai metode asesmen dan format

asesmen. Telaah metode dan format asesmen yang dapat diterapkan pada

pembelajaran Bapak/Ibu guru.

Gambar 1.5 Video Metode Asesmen

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=xszlkSv-9es

20

media
media
media
media

19 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Gambar 1.6 Video Format Asesmen

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=CaW3BXPd5Fs

Video

selanjutnya

memaparkan

contoh

merancang

asesmen

pada

pembelajaran. Telaah bagaimana cara merumuskan asesmen yang dapat mengukur

ketercapaian tujuan pembelajaran.

Gambar 1.7 Video Merancang Asesmen Pembelajaran

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=UH0kW-7SSs8

Dengan langkah-langkah ini, asesmen dalam prinsip UbD dapat menjadi alat

yang kuat untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran dan memberikan

wawasan tentang pemahaman peserta didik. Asesmen yang baik seharusnya

mencerminkan pemahaman mendalam, aplikasi pengetahuan, dan pengembangan

keterampilan yang relevan.

21

media
media

20 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

3. Merancang Kegiatan Pembelajaran

Bapak/Ibu guru, setelah merumuskan tujuan pembelajaran dan asesmen,

langkah selanjutnya pada prinsip UbD adalah merancang kegiatan pembelajaran

dengan memilih pendekatan yang tepat. Mendesain kegiatan pembelajaran dengan

prinsip UbD melibatkan perencanaan yang cermat untuk menciptakan pengalaman

pembelajaran yang efektif dan bermakna. Kegiatan pembelajaran seharusnya tidak

hanya memberikan informasi, tetapi juga menstimulasi pemikiran kritis, refleksi, dan

aplikasi konsep dalam konteks yang relevan.

Bapak/Ibu guru, berikut ini adalah tautan referensi terkait media pembelajaran

yang dapat membantu proses belajar peserta didik. Temukan ide-ide yang dapat

diterapkan pada pembelajaran Bapak/Ibu guru.

https://drive.google.com/file/d/1cZNiO6Ew7hwyHIW76OuTINCAn55-v5_E/view

Ruang Kolaborasi: Telaah Rancangan Pembelajaran Menggunakan Prinsip

UbD

Bapak/Ibu guru, pada tahap sebelumnya Bapak/Ibu guru telah mengeksplorasi

prinsip UbD dalam merancang pembelajaran. Pada tahap ini, siapkan salah satu

perencanaan pembelajaran (RPP/modul ajar) yang Bapak/Ibu guru miliki. Ajaklah teman

sejawat/kepala sekolah/pengawas untuk menelaah rancangan pembelajarannya dengan

mengisi rubrik checklist. Rubrik ini memandu Bapak/Ibu guru dalam merefleksikan

perencanaan pembelajaran dengan pendekatan UbD. Dengan demikian, Bapak/Ibu guru

dapat mengetahui sejauh mana perencanaan pembelajaran tersebut relevan dengan

prinsip UbD.

Tabel 1.2 Rubrik Checklist Perancangan Pembelajaran dengan Prinsip UbD

Item Pernyataan

Sudah

Belum

Langkah 1. Menentukan Tujuan Pembelajaran

Saya mengidentifikasi sasaran pembelajaran dan fokus pada pemahaman

konsep yang mendalam dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata.

Saya menentukan pemahaman utama yang mencakup inti dari

pembelajaran dan evaluasi pemahaman peserta didik.

Saya mengidentifikasi kemampuan penting yang fokus pada keterampilan

yang relevan dengan konten pembelajaran dan dapat diterapkan di

kehidupan nyata.

Saya merumuskan pertanyaan esensial yang mendorong peserta didik

22

media
media

21 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Item Pernyataan

Sudah

Belum

untuk menjelajahi konsep-konsep dan merumuskan pemahaman mereka

sendiri.

Saya menentukan kriteria keberhasilan capaian pembelajaran.

Saya merumuskan tujuan pembelajaran dalam berbagai kategori

kemampuan peserta didik.

Langkah 2. Menentukan Asesmen Pembelajaran

Saya mengidentifikasi bukti kinerja atau produk yang dapat menunjukkan

pencapaian tujuan pembelajaran.

Saya merancang rubrik penilaian yang jelas dan terukur untuk setiap jenis

bukti kinerja.

Saya merancang asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan

dicapai.

Saya merancang asesmen formatif untuk mengukur capaian pembelajaran

yang berkelanjutan selama proses pembelajaran.

Saya mengembangkan instrumen penilaian autentik.

Saya mengumpulkan data asesmen untuk mengetahui perkembangan

pencapaian peserta didik. Selanjutnya, dipergunakan sebagai dasar

menentukan tindakan lanjutan.

Langkah 3. Merancang Kegiatan Pembelajaran

Saya menentukan alur belajar berorientasi pada pencapaian tujuan

pembelajaran.

Saya mendesain aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik

untuk menjelajahi konsep secara mendalam.

Saya memilih strategi pembelajaran yang relevan untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang terdapat pada asesmen.

Saya memilih model/metode/pendekatan pembelajaran yang relevan untuk

mencapai tujuan pembelajaran.

Saya mengembangkan aktivitas berdasarkan kebutuhan belajar peserta

didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran terintegrasi dengan konteks

nyata.

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran berdasarkan keragaman

kemampuan awal peserta didik.

Saya mendesain aktivitas pembelajaran berbasis active learning.

Saya mengembangkan aktivitas pembelajaran untuk mencapai konsep-

konsep esensial.

23

media
media

22 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Bagaimana kesimpulan Bapak/Ibu guru setelah mengisi rubrik checklist?

Berdasarkan rancangan pembelajaran yang Bapak/Ibu guru miliki, pada poin berapa

saja yang perlu diperbaiki?

Demonstrasi

Kontekstual:

Hasil

Telaah

Rancangan

Pembelajaran

Menggunakan Prinsip UbD

Pada bagian ini, Bapak/Ibu guru akan menjelaskan hasil telaah yang telah

Bapak/Ibu guru lakukan sebelumnya. Ada beberapa pilihan kegiatan yang dapat

Bapak/Ibu guru lakukan untuk memaparkan hasil telaah tersebut. Bapak/Ibu guru dapat

memilih salah satu dari alternatif di bawah ini.

1. Mempublikasikan hasil telaah Bapak/Ibu guru pada platform media sosial, dan

mintalah pendapat dari rekan sejawat Bapak/Ibu guru.

2. Mempublikasikan di grup jejaring rekan sejawat, dan mintalah 1-2 orang rekan

Bapak/Ibu guru memberikan tanggapan.

3. Mempublikasikan di blog pribadi, dan minta rekan sejawat Bapak/Ibu guru untuk

memberikan komentar.

4. Presentasikan pada rapat guru, dan minta beberapa orang rekan Bapak/Ibu guru

memberikan umpan balik.

Elaborasi Pemahaman: Tantangan dalam Merancang Pembelajaran

Berbasis Prinsip UbD

Untuk memperdalam pemahaman Bapak/Ibu guru terkait prinsip UbD, pada

tahap ini Bapak/Ibu guru perlu mengidentifikasi hal-hal yang belum dipahami disertai

tindak lanjutnya bersama teman sejawat/kepala sekolah/pengawas. Silakan Bapak/Ibu

guru menggunakan tabel berikut untuk mengidentifikasi hal-hal tersebut.

24

media
media

23 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Tabel 1.3 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis UbD

Langkah perencanaan

pembelajaran berbasis UbD

Apa yang

saya

ketahui

Apa yang

ingin saya

ketahui

Bagaimana

saya dapat

mengetahuinya

Apa yang

telah saya

pelajari

Menentukan tujuan

pembelajaran

Menentukan asesmen

Merancang kegiatan

pembelajaran

Koneksi Antar Materi: Understanding by Design dan Strategi Perencanaan

Pembelajaran

Dalam merancang pembelajaran, ada banyak strategi yang mungkin pernah

Bapak/Ibu guru terapkan. Buatlah peta konsep, poster atau bentuk visual lainnya yang

dapat menunjukkan keterkaitan antara prinsip Understanding by Design dan strategi

perencanaan pembelajaran lainnya.

25

media
media

24 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Aksi Nyata: Bagaimana Prinsip UbD Membantu Guru dalam Merancang

Pembelajaran yang Efektif?

Selamat! Bapak/Ibu guru telah menyelesaikan pembelajaran topik ini dengan

baik. Selanjutnya, kami mengajak Bapak/Ibu guru untuk melakukan refleksi terkait

konsep dan implementasi prinsip UbD dalam merencanakan pembelajaran melalui

pertanyaan berikut.

1. Ide apa yang Bapak/Ibu guru dapatkan setelah belajar topik ini?

2. Perencanaan pembelajaran seperti apa yang relevan untuk dikembangkan di

sekolah Bapak/Ibu guru? Buatlah aksi nyata dengan mengembangkan rancangan

pembelajaran berbasis prinsip UbD!

Catatan Tugas Aksi Nyata:

● DOKUMEN Aksi Nyata pada topik ini disimpan pada drive sendiri dalam bentuk .pdf

● Salah satu Aksi Nyata TERBAIK akan diunggah pada jurnal pembelajaranku di akhir

modul mata kuliah PPA UMUM.

26

media
media

25 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Latihan Pemahaman

1. Fase-fase yang perlu dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran

berbasis prinsip (UbD) adalah….

a. Merancang

asesmen,

merancang

kegiatan,

dan

merumuskan

tujuan

pembelajaran

b. Merancang

asesmen,

merumuskan

tujuan,

dan

merancang

kegiatan

pembelajaran

c. Merancang

kegiatan,

merumuskan

tujuan,

dan

merancang

asesmen

pembelajaran

d. Merumuskan tujuan, merancang kegiatan, dan asesmen pembelajaran

e. Merumuskan tujuan, merancang asesmen, dan kegiatan pembelajaran

2. "Apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh peserta didik di akhir

pengajaran?". Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru apabila akan

melakukan tahap ….

a. Perencanaan strategi pembelajaran

b. Merumuskan tujuan pembelajaran

c. Merancang asesmen

d. Perencanaan kegiatan pembelajaran

e. Perencanaan model pembelajaran

3. "Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa pembelajaran telah mencapai hasil

belajar yang diinginkan?" Pertanyaan tersebut perlu dirumuskan oleh guru ketika

akan melakukan tahap.…

a. Merencanakan model pembelajaran

b. Merumuskan tujuan pembelajaran

c. Merancang asesmen

d. Merancang kegiatan pembelajaran

e. Merencanakan pendekatan pembelajaran

4. "Bagaimana saya mendesain kegiatan pembelajaran agar peserta didik yang

beragam dapat mencapai tujuan pembelajaran?" Merupakan pertanyaan penting

yang perlu dipertimbangkan pada tahap….

a. Merencanakan model pembelajaran

b. Merumuskan tujuan pembelajaran

c. Merancang asesmen

27

media
media

26 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

d. Merancang kegiatan pembelajaran

e. Merencanakan strategi pembelajaran

5. Setelah memahami substansi CP, guru diharapkan mulai mendapatkan ide-ide

tentang apa yang harus dipelajari oleh peserta didik dalam suatu fase untuk

dirumuskan menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih operasional dan

konkret. Dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), guru dapat memilih

beberapa alternatif teknik berikut, kecuali....

a. Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP.

b. Merumuskan TP dengan cara menganalisis 'kompetensi' dan 'lingkup materi'

pada CP.

c. Merumuskan TP secara lintas elemen.

d. Merumuskan TP dengan memperhatikan karakteristik peserta didik

e. Merumuskan TP berdasarkan intuisi pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan

peserta didik

6. Capaian Pembelajaran (CP) dapat dirumuskan merujuk pada teori belajar

konstruktivisme dan kurikulum dengan pendekatan Understanding by Design (UbD)

yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005). Dalam kerangka teori ini,

"memahami" merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan

pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat

menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan

berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena. Terkait hal tersebut,

pernyataan yang benar dalam kurikulum Merdeka adalah….

a. Hirarki pengetahuan tidak digunakan dalam merumuskan CP dan tujuan

pembelajaran turunan dari CP

b. Taksonomi pengetahuan tidak menggunakan kata kerja operasional yang spesifik

c. Memberi kebebasan kepada guru mengikuti taksonomi pengetahuan menurut

teori yang disukai

d. Pemahaman dimaknai sebagai suatu proses kognitif yang komplek tidak

sederhana sebagai proses berpikir tingkat rendah

e. Menganggap bahwa “memahami” dapat dicapai tanpa melibatkan proses dan

pengalaman belajar yang mendalam serta tanpa memberikan kesempatan untuk

menjelaskan, menginterpretasi, dan mengaplikasikan informasi dengan berbagai

perspektif.

28

media
media

27 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

7. Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak

dipisahkan. Terkait hal tersebut, guru dan peserta didik perlu memahami kompetensi

yang hendak dicapai agar keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk

mencapai kompetensi yang dimaksud. Kaitan antara pembelajaran dan asesmen,

digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut, kecuali….

a. Guru harus memastikan bahwa tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan

tahapan dan kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal.

b. Guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik pada akhir

pembelajaran jika diperlukan.

c. Sepanjang proses pembelajaran, guru dapat mengadakan asesmen formatif

untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta

didik.

d. Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran,

pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran.

e. Proses pembelajaran sebaiknya dilakukan tanpa memperhatikan hasil asesmen,

karena hal itu dapat menghambat kreativitas peserta didik.

8. Pada setiap mata pelajaran, terdapat sejumlah Capaian Pembelajaran (CP) sebagai

kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase.

Rumusan CP tersebut memberikan gambaran tentang tujuan umum dan

ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan tersebut dalam enam etape yang disebut

fase. Pemanfaatan fase-fase CP dalam perencanaan pembelajaran dapat

dikemukakan sebagai berikut, kecuali....

a. Memungkinkan kolaborasi guru pada fase yang sama untuk merancang

pembelajaran yang efektif bagi peserta didik

b. Mendorong guru fokus pada ketercapaian CP di akhir fase tanpa perlu

memperhatikan perkembangan peserta didik dan kesinambungan proses

pembelajaran antar kelas.

c. Memberi kesempatan pada guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai

dengan kesiapan peserta didik.

d. Memungkinkan guru merancang dan melaksanakan pembelajaran secara

fleksibel.

e. Memastikan peserta didik mencapai kompetensi pembelajaran.

29

media
media

28 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

9. Pernyataan terkait kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) berikut ini yang

benar adalah….

a. Hasil KKTP dapat digunakan untuk merefleksi proses pembelajaran dan

menganalisis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik

b. KKTP merupakan standar yang ditetapkan untuk menentukan ketercapaian

tujuan pembelajaran (TP)

c. KKTP dapat disusun melalui pendekatan rubrik

d. KKTP dapat disusun melalui dekripsi kriteria dan interval nilai

e. Semua benar

10. Pernyataan terkait asesmen awal berikut ini yang kurang tepat adalah….

a. Asesmen awal berfungsi untuk mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk

dibandingkan dengan kriteria capaian pembelajaran yang ditetapkan

b. Hasil asesmen awal dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindak

lanjut perbaikan berupa intervensi yang tepat.

c. Hasil asesmen awal berfungsi untuk mengetahui tingkat kompetensi, kekuatan

dan kelemahan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran

d. Asesmen awal dapat diterapkan untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta

didik yang beragam

e. Hasil asesmen awal digunakan untuk memetakan minat, kemampuan dan

kesiapan belajar peserta didik.

30

media
media

29 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Cerita Reflektif

Bapak/Ibu guru, sebelum melanjutkan pembelajaran ke topik 2, refleksikan apa yang

sudah Bapak/Ibu guru pelajari pada topik 1. Ceritakan bagaimana prinsip UbD dapat

membantu Bapak/Ibu guru dalam merancang pembelajaran yang efektif dan apa

tantangan yang dihadapi?

Terima kasih telah belajar bersama. Sampai jumpa di topik selanjutnya.

31

media
media

30 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

TOPIK 2

MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Durasi

2 hari @10 jam

Capaian

Pembelajaran

Setelah mempelajari topik ini, guru dapat:

1. Menelaah konsep dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi.
2. Merancang pembelajaran berdiferensiasi.

Mulai Dari Diri: Merancang Pembelajaran yang Berorientasi pada Peserta

Didik

Selamat datang di topik yang kedua. Semoga Bapak/Ibu guru dalam keadaan

siap dan semangat mengikuti proses belajar ini. Proses belajar ini akan efektif bila

Bapak/Ibu guru:

1. Mengikuti setiap alur dan instruksi pembelajaran secara saksama.

2. Mendokumentasikan setiap tugas yang Bapak/Ibu guru kerjakan dalam Google Drive

pribadi.

3. Mengerjakan soal latihan pemahaman yang disediakan.

4. Menguraikan cerita reflektif setelah Bapak/Ibu guru mempelajari topik ini.

Sebagai seorang guru, Bapak/Ibu guru tentu memahami bahwa peserta didik

memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan peserta didik tersebut menyebabkan

kebutuhan belajarnya menjadi tidak sama. Video 2.1 merupakan aksi nyata

pembelajaran berdiferensiasi. Telaah bagaimana guru tersebut melakukan pembelajaran

yang berpusat pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didiknya. Video 2.1 dapat

diakses melalui tautan berikut https://youtu.be/JC2V0TswHjs.

Berdasarkan hasil pengamatan video 2.1 dan pengalaman yang Bapak/Ibu guru

miliki, refleksikan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut.

1. Apakah Bapak/Ibu guru mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik dalam

merancang pembelajaran? Mengapa demikian?

32

media
media
media

31 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

2. Apakah Bapak/Ibu guru menerapkan diferensiasi konten, proses, atau produk untuk

memenuhi kebutuhan belajar peserta didik? Mengapa demikian?

Eksplorasi Konsep: Pembelajaran yang Memenuhi Kebutuhan Peserta

Didik

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang memahami

bahwa setiap peserta didik adalah unik dan memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.

Video berikut ini menjelaskan tentang cara mengenali karakteristik dan kebutuhan

peserta didik. Telaah urgensi memetakan kebutuhan belajar peserta didik pada

pembelajaran.

Gambar 2.1 Video Memetakan Kebutuhan Peserta Didik

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=cfynQhSHbU8

Pada pembelajaran berdiferensiasi, guru merancang pembelajaran untuk

memenuhi kebutuhan individual peserta didik, mengakui gaya belajar, minat, kesiapan

belajar, profil belajar peserta didik, dan kebutuhan pribadi masing-masing (Tomlinson, C.

A.; 2014; 2000; 2001). Video berikut ini menjelaskan bagaimana kebutuhan peserta didik

diselaraskan dengan tujuan pembelajaran. Simak dan catat informasi penting cara

menyelaraskan kebutuhan peserta didik dengan tujuan pembelajaran.

33

media
media

32 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Gambar 2.2 Video Menyelaraskan Kebutuhan Peserta Didik dengan Tujuan Pembelajaran

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=CSTOZ9lHLc0

Untuk dapat memenuhi kebutuhan peserta didik, terdapat tiga komponen dalam

pembelajaran diferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru, yaitu diferensiasi konten,

diferensiasi proses, dan diferensiasi produk (Tomlinson, C. A.; 2000; 2001).

1. Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten berfokus pada bagaimana materi pembelajaran disajikan

kepada peserta didik dalam diferensiasi konten, guru mengubah materi pelajaran

agar sesuai dengan tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar peserta didik. Ini

dapat mencakup menyediakan materi tambahan, memodifikasi tingkat kesulitan,

atau menggunakan sumber daya yang berbeda sesuai dengan kebutuhan individu.

Contoh diferensiasi konten diantaranya:

a. Menyediakan bahan bacaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

b. Menyediakan video, grafik, atau multimedia untuk mendukung pemahaman.

c. Memberikan proyek atau tugas tambahan untuk peserta didik yang lebih maju.

2. Diferensiasi Proses

Diferensiasi proses berkaitan dengan bagaimana cara guru membelajarkan

dan

membimbing

peserta

didik.

Dalam diferensiasi

proses,

guru

dapat

menggunakan strategi pembelajaran yang beragam agar sesuai dengan gaya

belajar dan kebutuhan belajar peserta didik. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi

setiap peserta didik untuk dapat melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan

kebutuhan belajar, sehingga proses tersebut dapat membangun pemahaman yang

mendalam terhadap materi yang diajarkan. Contoh diferensiasi proses diantaranya:

a. Menggunakan stasiun belajar atau rotasi aktivitas untuk memenuhi gaya belajar

yang berbeda.

34

media
media

33 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

b. Mengadakan diskusi kelompok kecil untuk mendukung kolaborasi.

c. Menyelenggarakan

pembelajaran

berbasis

proyek

untuk

memfasilitasi

pemahaman konsep.

3. Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk merupakan variasi hasil tugas pembelajaran dan

penilaian produk atau hasil belajar peserta didik. Tugas dan penilaian untuk masing-

masing peserta didik dibuat beragam namun masih tetap mengacu pada tujuan

pembelajaran yang sama.

Diferensiasi produk mencakup bagaimana peserta didik menunjukkan

pemahaman mereka terhadap materi yang telah diajarkan. Dalam diferensiasi

produk, guru memberikan pilihan kepada peserta didik untuk mengekspresikan

pemahaman mereka melalui berbagai produk atau karya. Pendekatan ini

memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara

yang sesuai dengan kekuatan dan preferensi mereka. Contoh diferensiasi produk

diantaranya:

a. Memberikan pilihan dalam format penugasan, seperti laporan tertulis, presentasi,

atau proyek visual.

b. Memungkinkan peserta didik untuk membuat produk kreatif yang mencerminkan

pemahaman mereka.

c. Memberikan

proyek

kolaboratif

yang

melibatkan

peserta

didik

dalam

menghasilkan produk bersama.

Dengan memahami dan menerapkan ketiga komponen ini, guru dapat

menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna bagi

setiap peserta didik dalam kelas mereka. Ini membantu memastikan bahwa setiap

peserta didik mendapatkan dukungan yang diperlukan sesuai dengan gaya belajar,

minat, dan tingkat kemampuan mereka.

Ruang Kolaborasi: Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi

Bapak/Ibu guru telah mengeksplorasi konsep pembelajaran berdiferensiasi.

Selanjutnya Bapak/Ibu guru diminta untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan teman

sejawat/kepala sekolah/pengawas untuk menelaah video-video inspirasi terkait

pengalaman dari teman seperjuangan Bapak/Ibu guru yang berupaya menerapkan

pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didiknya. Simak komponen

35

media
media

34 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

pembelajaran

diferensiasi

yang

digunakan

oleh

masing-masing

guru

pada

pembelajarannya.

Gambar 2.3 Video 1 Inspirasi Pembelajaran Berdiferensiasi

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=5N6JATYPdzk

Gambar 2.4 Video 2 Inspirasi Pembelajaran Berdiferensiasi

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=AB80RuCyPUw

36

media
media
media

35 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Gambar 2.5 Video 3 Inspirasi Pembelajaran Berdiferensiasi

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=T-kQWFyaeww

Bapak/Ibu guru, setelah menelaah ketiga video tersebut, uraikan bagaimana

masing-masing guru pada video tersebut mengimplementasikan pembelajaran

berdiferensiasi untuk mencapai tujuan pembelajaran?

Tabel 2.1 Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi

Video 1

Video 2

Video 3

Diantara tiga video tersebut, komponen diferensiasi manakah yang menurut

Bapak/Ibu paling efektif untuk diterapkan pada pembelajaran? Mengapa?

37

media
media

36 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Demonstrasi

Kontekstual:

Hasil

Telaah

Video

Pembelajaran

Berdiferensiasi

Pada bagian ini, Bapak/Ibu guru akan menjelaskan hasil telaah yang telah

Bapak/Ibu guru lakukan sebelumnya. Ada beberapa pilihan kegiatan yang dapat

Bapak/Ibu guru lakukan untuk memaparkan hasil telaah tersebut. Bapak/Ibu guru dapat

memilih salah satu dari alternatif di bawah ini.

1. Mempublikasikan hasil telaah Bapak/Ibu guru pada platform media sosial, dan

mintalah pendapat dari rekan sejawat Bapak/Ibu guru.

2. Mempublikasikan di grup jejaring rekan sejawat, dan mintalah 1-2 orang rekan

Bapak/Ibu guru memberikan tanggapan.

3. Mempublikasikan di blog pribadi, dan minta rekan sejawat Bapak/Ibu guru untuk

memberikan komentar.

4. Presentasikan pada rapat guru, dan minta beberapa orang rekan Bapak/Ibu guru

memberikan umpan balik.

Elaborasi Pemahaman: Tantangan dalam Merancang Pembelajaran

Berdiferensiasi

Untuk memperdalam pemahaman Bapak/Ibu guru terkait prinsip pembelajaran

berdiferensiasi, pada tahap ini Bapak/Ibu guru perlu mengidentifikasi hal-hal yang belum

dipahami disertai tindak lanjutnya bersama teman sejawat/kepala sekolah/pengawas.

Silakan Bapak/Ibu guru menggunakan tabel berikut ini untuk mengidentifikasi hal-hal

tersebut.

Tabel 2.2 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi

Komponen Diferensiasi

Apa yang

saya

ketahui

Apa yang

ingin saya

ketahui

Bagaimana

saya dapat

mengetahuinya

Apa yang

telah saya

pelajari

Diferensiasi konten

Diferensiasi proses

Diferensiasi produk

38

media
media

37 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Koneksi

Antar

Materi:

Kaitan

Understanding

by Designdengan

Pembelajaran Berdiferensiasi

Pada tahap ini, saatnya Bapak/Ibu guru menemukan keterkaitan antara prinsip

Understanding by Design dan pembelajaran berdiferensiasi dalam merancang

pembelajaran. Selain itu, Bapak/Ibu guru dapat mengaitkannya dengan pengalaman

yang Bapak/Ibu miliki dalam merancang pembelajaran. Buatlah peta konsep, poster,

atau bentuk visual lainnya yang dapat menunjukkan keterkaitan antara keduanya.

Aksi Nyata: Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi

Selamat! Bapak/Ibu guru telah menyelesaikan pembelajaran topik ini dengan

baik. Selanjutnya, Bapak/Ibu guru dapat melakukan aksi nyata dengan menjawab

beberapa pertanyaan berikut.

1. Ide baru apa yang Bapak/Ibu guru peroleh setelah belajar topik ini?

2. Menurut Bapak/Ibu guru, pembelajaran berdiferensiasi seperti apa yang relevan untuk

dikembangkan di sekolah Bapak/Ibu guru? Kembangkan rencana pembelajaran

(RPP/modul ajar) yang berorientasi pada pembelajaran berdiferensiasi.

39

media
media

38 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Catatan Tugas Aksi Nyata:

● DOKUMEN Aksi Nyata pada topik ini disimpan pada Google Drive sendiri dalam

bentuk .pdf

● Salah satu Aksi Nyata TERBAIK akan diunggah pada Jurnal Pembelajaranku di akhir

modul mata kuliah PPA UMUM.

40

media
media

39 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Latihan Pemahaman

1. Salah satu prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran

dirancang dan dilaksanakan untuk membangun karakter peserta didik untuk menjadi

pembelajar sepanjang hayat. Berdasarkan prinsip tersebut, beberapa pernyataan

berikut merupakan kegiatan yang dapat dilakukan guru, kecuali….

a. Guru memastikan setiap aktivitas pembelajaran selalu diiringi dengan pemberian

tugas untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari

b. Guru mendorong peserta didik melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri

dan potensi yang perlu dikembangkan

c. Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong

kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu

pengetahuan

d. Guru memberikan proyek yang ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang

mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan

e. Guru

memvariasikan

kompleksitas

atau

tingkat

kesulitan

tugas

untuk

mengakomodasi peserta didik dengan berbagai tingkat kesiapan belajar

2. Sebelum melaksanakan pembelajaran, pak Hafiz mengadakan asesmen awal untuk

mengetahui profil belajar peserta didiknya. Dari hasil asesmen awal tersebut

diketahui bahwa 45% peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual,

15% kinestetik, dan 40% auditori. Pak Hafiz juga memperoleh informasi bahwa

secara umum peserta didiknya memiliki kecenderungan minat yang relevan dengan

gaya belajar masing-masing.

Berdasarkan data tersebut, pak Hafiz merencanakan pembelajaran berdiferensiasi

pada elemen proses sebagai berikut, kecuali….

a. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sumber

belajar dalam bentuk modul digital interaktif

b. Peserta didik diberi kebebasan untuk mengkreasikan pembuatan laporan hasil

observasi, seperti laporan tertulis, power point, video, poster, maupun bentuk lain

sesuai dengan bakat dan minat

c. Peserta didik diminta mengamati dan mendiskusikan isi video untuk memperoleh

pengetahuan baru

d. Guru memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktik bermain

peran agar mereka lebih memahami penjelasan guru

41

media
media

40 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

e. Guru membuat beberapa sudut belajar atau display yang ditempel di tempat-

tempat berbeda untuk memberikan kesempatan peserta didik bergerak saat

mengakses informasi

3. Implementasi Kurikulum Merdeka mengedepankan paradigma baru dalam

pembelajaran, bukan dalam arti menghadirkan konsep dan prinsip pembelajaran

yang sepenuhnya baru, namun lebih pada upaya untuk memastikan terciptanya

praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Penerapan paradigma baru dalam pembelajaran dimaksud tergambar pada

beberapa kegiatan berikut, kecuali….

a. Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta

didik dan pencapaian sebelumnya.

b. Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong

kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu

pengetahuan

c. Guru menggunakan otoritas sebagai pembimbing utama pembelajaran dalam

mengatasi permasalahan yang timbul tanpa melibatkan orang tua atau guru lain.

d. Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi untuk

membantu peserta didik mengembangkan kompetensinya.

e. Guru perlu mengevaluasi hasil penilaian formatif, memperhatikan perilaku

peserta didik, dan mendengarkan keluhan mereka untuk mengetahui kebutuhan

belajarnya

4. Peran Guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip

pembelajaran berdiferensiasi adalah….

a. Guru adalah sumber belajar utama dan peserta didik mengikuti apa yang telah

ditetapkan.

b. Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari

berbagai sumber.

c. Guru menjadi mediator antar peserta didik agar terjadi transfer pengetahuan

dalam proses belajar.

d. Guru menjadi motivator yang mengamati peserta didik dari jauh selama proses

belajar.

e. Guru menjadi motor penggerak utama proses pembelajaran

42

media
media

41 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

5. Bu Farida menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan

belajar peserta didik. Dengan demikian, ia membagi peserta didik dalam beberapa

kelompok belajar. Ternyata Bu Farida masih mengalami kesulitan karena semua

peserta didik masih bertanya kepadanya. Sehingga proses belajar masih berpusat

pada guru. Hal yang dapat Ibu Farida lakukan adalah….

a. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia

mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya

pengawasan dari guru. Porsi tanggung jawab guru lebih besar dari peserta didik.

b. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia

mengajak peserta didik dalam grup untuk bekerja sendiri-sendiri dengan hasil

karya yang sudah ditentukan dan tidak boleh diubah. Peserta didik tidak perlu

bekerja sama untuk dapat memahami konsep.

c. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia

mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang

berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama

untuk memperkuat pemahaman konsep. Guru mempunyai porsi tanggung jawab

yang lebih besar dibanding peserta didik.

d. Bu Farida dapat melakukan praktik pelepasan tanggung jawab bertahap. Ia

mengajak peserta didik dalam grup untuk menghasilkan sebuah karya yang

berkaitan dengan konsep yang sedang dipelajari. Peserta didik bekerja sama

untuk memperkuat pemahaman konsep karena mereka mempunyai porsi

tanggung jawab yang lebih besar dibanding guru. Sehingga peserta didik dapat

mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri. Guru dan peserta didik memiliki

tanggung jawab bersama selama proses pembelajaran.

e. Semua salah

6. Seorang guru mengadopsi elemen-elemen diferensiasi dalam pelaksanaan

pembelajaran, seperti menggunakan bahan bacaan yang berbeda untuk peserta

didik dengan kemampuan membaca yang beragam. Namun, beberapa peserta didik

masih kesulitan mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang paling tepat untuk

mengatasi permasalahan tersebut adalah….

a. Meminta peserta didik yang kesulitan untuk belajar lebih keras

b. Mengurangi tingkat kompleksitas tugas

c. Meminta peserta didik untuk bekerja sendiri

d. Melanjutkan dengan kurikulum yang telah direncanakan

e. Merevisi pendekatan dan strategi pembelajaran

43

media
media

42 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

7. Diberikan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Peserta didik menentukan tujuan yang akan dicapai dan hal apa yang ingin

diketahui

2) Peserta didik melakukan refleksi terhadap kemampuannya

3) Guru memberikan gambaran rubrik sebagai harapan kompetensi dari capaian

peserta didik

4) Guru menginformasikan tujuan belajar yang akan dicapai bersama

Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk merumuskan

tujuan belajar adalah….

a. 1-2-3-4

b. 1-3-2-4

c. 4-3-2-1

d. 4-2-3-1

e. 3-2-1-4

8. Seorang guru melaksanakan pembelajaran pada topik tertentu. Ia mendapati bahwa

peserta didik belum pernah mempelajari topik tersebut. Hal yang perlu dilakukan

guru pada kegiatan awal pembelajaran adalah….

a. Menyampaikan bahwa materi ini susah maka perlu belajar yang konsisten

b. Menjelaskan bahwa materi ini membutuhkan praktik yang banyak, sehingga

peserta didik perlu untuk menguasai semua perangkat dalam laboratorium

sebelum kelas dimulai

c. Menguraikan secara umum materi yang ingin diajarkan, memantik pengetahuan

peserta didik terkait materi tersebut, mengaitkan materi dengan pengalaman

peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

d. Langsung menjelaskan materi tersebut sehingga peserta didik terbiasa

e. Memberi soal pretest terkait materi tersebut sehingga dapat memicu motivasi

peserta didik

44

media
media

43 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

9. Ibu Tina menemukan beberapa peserta didik yang belum mencapai tujuan

pembelajaran, sehingga mereka memerlukan kegiatan remedial. Langkah yang

paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah….

a. Merencanakan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi proses dan konten untuk

peserta didik yang memerlukan remedial

b. Memberikan PR yang banyak agar peserta didik belajar sendiri di rumah

c. Menghubungi orang tua peserta didik dan melaporkan bahwa peserta didik tidak

mengikuti proses belajar dengan baik

d. Meminta setiap peserta didik untuk mengumpulkan tugas setiap akhir

pembelajaran

e. Meminta setiap peserta didik untuk membuat review materi pembelajaran

10. Beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan pembelajaran

berdiferensiasi adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan peserta didik yang beragam

2. Kondisi kelas

3. Kebutuhan guru dan kepala sekolah

4. Lingkungan sekolah

Elemen yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika melakukan modifikasi

pembelajaran adalah….

a. 1 dan 2

b. 2 dan 3

c. 3 dan 4

d. 1 dan 3

e. 1 dan 4

45

media
media

44 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Cerita Reflektif

Sebelum mengakhiri sesi pada topik ini, ekspresikan pengalaman yang

Bapak/Ibu miliki selama menjadi guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi

pada pembelajaran berdiferensiasi melalui cerita reflektif.

Ceritakan bagaimana merencanakan pembelajaran berdiferensiasi yang relevan

di kelas Bapak/Ibu guru, sehingga diyakini dapat diimplementasikan untuk mencapai

tujuan pembelajaran?

Terima kasih telah belajar bersama. Sampai jumpa di topik selanjutnya.

46

media
media

45 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

TOPIK 3

MENERAPKAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL

PADA PEMBELAJARAN

Durasi

3 hari @10 jam

Capaian

Pembelajaran

Setelah mempelajari topik ini, Bapak/Ibu guru mampu:

1. Menelaah prinsip dan konsep pembelajaran dengan

pendekatan Teaching at The Right Level.

2. Merancang pembelajaran berbasis pendekatan Teaching at

The Right Level.

Mulai Dari Diri: Memfasilitasi Keragaman Kemampuan Peserta Didik

Selamat datang di topik ketiga. Semoga Bapak/Ibu guru dalam keadaan siap dan

semangat mengikuti proses belajar ini. Proses belajar ini akan efektif bila Bapak/Ibu

guru:

1. Mengikuti setiap alur dan instruksi pembelajaran secara saksama.

2. Mendokumentasikan setiap tugas yang Bapak/Ibu guru kerjakan pada Google Drive

pribadi.

3. Mengerjakan soal latihan pemahaman yang disediakan.

4. Menguraikan cerita reflektif setelah Bapak/Ibu guru mempelajari topik ini.

Bapak/Ibu guru, sebagai seorang guru, Bapak/Ibu guru tentu berusaha

menyajikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, Bapak/Ibu guru

juga menyadari bahwa peserta didik yang dihadapi memiliki kemampuan awal yang

berbeda-beda. Itulah yang menjadi tantangan seorang guru untuk menciptakan

pembelajaran yang efektif. Bapak/Ibu guru, refleksikan rutinitas Bapak/Ibu guru dalam

memfasilitasi keragaman kemampuan peserta didik melalui pertanyaan berikut.

47

media
media

46 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

1. Bagaimana Bapak/Ibu guru mempertimbangkan keragaman peserta didik dalam

pembelajaran?

2. Apa pentingnya merancang pembelajaran yang dapat memfasilitasi keragaman

kemampuan peserta didik?

Pada topik ini, Bapak/Ibu guru akan mempelajari salah satu pendekatan yang

dapat dipilih untuk merencanakan pembelajaran yang berorientasi pada pemenuhan

kebutuhan belajar peserta didik yang kemampuannya beragam.

Eksplorasi Konsep: Penerapan Teaching at The Right Level pada

Pembelajaran

Setiap hari, Bapak/Ibu guru berjumpa peserta didik dengan karakteristik yang

berbeda-beda. Salah satu karakteristik tersebut adalah kemampuan awal atau tingkat

capaian pembelajaran peserta didik. Artinya, tidak setiap peserta didik memiliki

kemampuan awal yang sama terhadap materi yang disampaikan guru. Sementara itu,

kegiatan pembelajaran yang Bapak/Ibu guru rancang harus mampu memfasilitasi semua

peserta didik.

Untuk mengungkap kemampuan awal dari masing-masing peserta didik, guru

biasanya melakukan asesmen awal. Hasil asesmen awal dapat membantu guru untuk

memetakan kemampuan awal yang dimiliki peserta didik. Berbekal hasil tersebut, guru

dapat merancang aktivitas berbeda yang sesuai dengan tingkat capaian peserta didik.

Tujuannya, agar setiap kemampuan peserta didik dapat terfasilitasi dengan baik. Salah

satu pendekatan yang dapat membantu guru dalam menyusun rancangan pembelajaran

48

media
media

47 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

yang mengacu pada tingkat capaian peserta didiknya yaitu pendekatan Teaching at The

Right Level.

Teaching at The Right Level (TaRL) merupakan pendekatan pembelajaran yang

fokus pada tingkat kemampuan peserta didik. Saat menjadi guru, Bapak/Ibu guru

mungkin pernah menemukan peserta didik yang belum mampu mencapai tujuan

pembelajaran yang ditetapkan. Sebagai contoh, seorang peserta didik pada jenjang

Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VIII (delapan) kesulitan dalam menghitung

perkalian dasar seperti 7x8. Secara sekilas, peserta didik tersebut seperti yang

tertinggal. Namun bila ditelusuri lebih dalam, kesulitan tersebut mungkin saja disebabkan

pengalaman belajar sebelumnya tidak sesuai dengan kemampuan awalnya. Akhirnya,

peserta didik tersebut terus mengalami kesulitan belajar. Oleh karena itu, guru dapat

menerapkan pendekatan TaRL yang bertumpu pada kemampuan awal peserta didik

untuk merancang pembelajaran.

Bapak/Ibu guru, alur perancangan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis

pendekatan TaRL dapat dilaksanakan melalui beberapa tahapan berikut ini:

1. Guru merancang pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, asesmen, dan

kegiatan pembelajaran;

2. Guru melaksanakan asesmen awal pembelajaran;

3. Guru memperbaiki rancangan pembelajaran dengan mempertimbangkan hasil

asesmen awal dan diferensiasi pembelajaran,

4. Guru mengimplementasikan rancangan pembelajaran; dan

5. Guru melaksanakan asesmen sumatif untuk mengukur ketercapaian tujuan

pembelajaran. Hasil asesmen sumatif dapat digunakan guru untuk penyusunan

asesmen awal pembelajaran selanjutnya.

Simaklah dua buah video berikut ini! Video pertama memuat informasi tentang

asesmen awal. Amati dan catat informasi tentang langkah-langkah dalam melaksanakan

asesmen awal.

49

media
media

48 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Gambar 3.1 Video Asesmen Awal Pembelajaran

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ifi0f-X_MpQ

Bapak/Ibu guru, video kedua memuat informasi tentang contoh pelaksanaan

asesmen awal pembelajaran. Temukan dan catat bagaimana guru memperoleh

pemetaan peserta didik dan merancang bentuk aktivitas yang sesuai kebutuhan belajar

peserta didik.

Gambar 3.2 Contoh Pelaksanaan Asesmen Awal

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ONAMm4z-wuY

Bapak/Ibu guru, apakah informasi tentang penerapan pendekatan TaRL sudah

cukup jelas? Terdapat banyak rujukan lain tentang penerapan pendekatan TaRL yang

dapat diakses oleh Bapak/Ibu guru. Bapak/Ibu guru dapat membaca rujukan-rujukan

50

media
media

49 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

tersebut untuk menambah informasi tentang pendekatan TaRL. Sebagai penutup,

refleksikan apa yang sudah Bapak/Ibu guru pelajari tentang pendekatan TaRL melalui

pertanyaan berikut ini.

Pertama, mengapa asesmen awal penting untuk dilaksanakan?

Kedua, bagaimana cara menggunakan data hasil asesmen awal pada rancangan

kegiatan pembelajaran?

Ruang Kolaborasi: Telaah Rancangan Pembelajaran dengan Pendekatan

TaRL

Bapak/Ibu

guru,

pada

bagian

ini,

ajaklah

teman

sejawat/kepala

sekolah/pengawas untuk berdiskusi. Selama Bapak/Ibu guru mengajar, mungkin saja

Bapak/Ibu guru pernah menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL, namun

belum mengenal istilah pendekatan tersebut. Untuk melaksanakan aktivitas pada tahap

ini, Bapak/Ibu guru dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Pilih salah satu rencana pembelajaran (RPP/Modul ajar) yang Bapak/Ibu guru miliki;

2. Telaah RPP/modul ajar tersebut bersama teman sejawat/kepala sekolah/pengawas

dengan menggunakan pendekatan TaRL; dan

3. Gunakan tabel berikut sebagai panduan.

51

media
media

50 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Tabel 3.1 Telaah rancangan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL

Komponen Pembelajaran

Hasil Telaah

Contoh:
Tujuan pembelajaran

Contoh:
menggambarkan kebutuhan peserta didik yang
beragam

Tujuan pembelajaran

Asesmen awal

Asesmen formatif

Asesmen sumatif

Kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil
asesmen awal

Demonstrasi Kontekstual: Hasil Telaah Rancangan Pembelajaran dengan

Pendekatan TaRL

Bapak/Ibu guru, pada bagian ini, Bapak/Ibu guru akan menjelaskan hasil telaah

yang telah Bapak/Ibu guru lakukan sebelumnya. Ada beberapa pilihan kegiatan yang

dapat Bapak/Ibu guru lakukan untuk memaparkan hasil telaah tersebut. Bapak/Ibu guru

dapat memilih salah satu dari alternatif di bawah ini.

1. Mempublikasikan hasil telaah Bapak/Ibu guru pada platform media sosial, dan

mintalah pendapat dari rekan sejawat Bapak/Ibu guru.

2. Mempublikasikan di grup jejaring rekan sejawat, dan mintalah 1-2 orang rekan

Bapak/Ibu guru memberikan tanggapan.

3. Mempublikasikan di blog pribadi, dan minta rekan sejawat Bapak/Ibu guru untuk

memberikan komentar.

4. Presentasikan pada rapat guru, dan minta beberapa orang rekan Bapak/Ibu guru

memberikan umpan balik.

52

media
media

51 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Elaborasi Pemahaman: Tantangan dalam Merancang Pembelajaran

Berbasis Pendekatan TaRL

Bapak/Ibu guru, untuk memperdalam pemahaman Bapak/Ibu guru terkait

pendekatan TaRL, pada tahap ini Bapak/Ibu guru akan mengidentifikasi hal-hal yang

belum

dipahami

disertai

tindak

lanjutnya

bersama

teman

sejawat/kepala

sekolah/pengawas. Silakan Bapak/Ibu guru menggunakan tabel berikut untuk

mengidentifikasi hal-hal tersebut.

Tabel 3.2 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis TaRL

Komponen

Pembelajaran

Apa yang

saya ketahui

Apa yang
ingin saya

ketahui

Bagaimana saya

dapat

mengetahuinya

Apa yang
telah saya

pelajari

Tujuan pembelajaran

Asesmen awal

Asesmen formatif

Asesmen sumatif

Kegiatan pembelajaran

Koneksi Antara Materi: Kaitan antara TaRL dengan UbD dan Pembelajaran

Berdiferensiasi

Pada topik sebelumnya, Bapak/Ibu guru telah mempelajari beberapa konsep,

yaitu Understanding by Design, pembelajaran berdiferensiasi, dan Teaching at The Right

Level. Buatlah peta konsep, poster, atau bentuk visual lainnya untuk menjelaskan

bagaimana salah satu pendekatan yang telah Bapak/Ibu guru pelajari berhubungan

dengan tugas guru dalam merancang pembelajaran.

Aksi Nyata: Merancang Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL

Selamat! Bapak/Ibu guru telah menyelesaikan topik ini dengan baik. Sebagai

penutup, Bapak/Ibu guru dapat melakukan aksi nyata dengan menjawab beberapa

pertanyaan berikut.

53

media
media

52 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

1. Hal pertama apa yang akan Bapak/Ibu guru lakukan setelah mempelajari topik ini?

2. Apa

langkah-langkah

konkret

yang

akan

Bapak/Ibu

guru

ambil

dalam

mengembangkan rancangan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL?

Catatan Tugas Aksi Nyata:

● DOKUMEN Aksi Nyata pada topik ini disimpan pada drive sendiri dalam bentuk .pdf

● Salah satu Aksi Nyata TERBAIK akan diunggah pada Jurnal Pembelajaranku di akhir

modul mata kuliah PPA UMUM.

54

media
media

53 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Latihan Pemahaman

1. Makna yang paling menggambarkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL

adalah….

a. Pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas peserta didik

b. Pembelajaran sesuai dengan usia peserta didik

c. Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam

d. Pembelajaran sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik

e. Pembelajaran sesuai dengan kepribadian peserta didik

2. Tujuan dilakukannya asesmen awal pada pembelajaran berbasis pendekatan TaRL

adalah.…

a. Mendapatkan data kepribadian peserta didik

b. Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik

c. Mendapatkan data keluarga peserta didik

d. Mendapatkan data minat dan bakat peserta didik

e. Mendapatkan data prestasi peserta didik

3. Hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika merancang aktivitas pembelajaran

berbasis pendekatan TaRL adalah….

a. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki

kemampuan kurang

b. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki

kemampuan sedang

c. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki

kemampuan cepat

d. Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik yang

beragam

e. Aktivitas dapat dirancang tanpa mempertimbangkan kemampuan peserta didik

55

media
media

54 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

4. Berikut ini merupakan hal yang perlu dilakukan guru pada persiapan pelaksanaan

rencana asesmen awal, kecuali...

a. Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik

b. Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik

c. Merencanakan bentuk asesmen yang diberikan

d. Merencanakan jadwal, lokasi, dan waktu asesmen

e. Merancang instrumen asesmen penilaian sesuai capaian pembelajaran

5. Ketika merancang pembelajaran, guru dapat melakukan diferensiasi pada proses,

konten, dan produk. Diferensiasi yang dipilih pada penerapan pembelajaran

berbasis pendekatan TaRL adalah….

a. Diferensiasi proses saja, diferensiasi konten dan diferensiasi produk tidak

mungkin digunakan

b. Diferensiasi konten saja, diferensiasi proses dan diferensiasi produk tidak

mungkin digunakan

c. Diferensiasi produk saja, diferensiasi proses dan diferensiasi konten tidak

mungkin digunakan

d. Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan tapi tidak dapat

digunakan semua dalam satu pembelajaran

e. Semua

jenis

diferensiasi

pembelajaran

dapat

digunakan,

akan

tetapi

pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan

6. Hasil asesmen awal dapat digunakan guru untuk hal-hal berikut ini, kecuali….

a. Merumuskan tujuan pembelajaran

b. Menentukan pengelompokkan peserta didik

c. Menentukan aktivitas pembelajaran

d. Menentukan media pembelajaran

e. Menentukan sumber belajar

56

media
media

55 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

7. Pak Panji akan mengajarkan sebuah topik baru kepada peserta didiknya, namun ia

belum mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi prasyaratnya. Hal

yang perlu dilakukan oleh Pak Panji adalah….

a. Melakukan wawancara pada beberapa peserta didik terkait pengalaman belajar

terkait topik prasyarat ini

b. Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan

awal peserta didik

c. Meminta data pada pihak sekolah terkait minat dan bakat peserta didik

d. Mempersiapkan kegiatan pembelajaran sambil mengira-ngira kebutuhan peserta

didik

e. Langsung mengajar dan melakukan improvisasi di tempat ketika menemukan

adanya perbedaan kemampuan peserta didik

8. Sebagai seorang guru, Ibu Dewi menyadari bahwa peserta didiknya memiliki

kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia mengelompokkan peserta didik

sesuai dengan kemampuannya. Namun pada pelaksanaannya, ia mengalami

kesulitan karena begitu banyak pertanyaan yang muncul dari setiap kelompok. Hal

yang perlu dilakukan Ibu Dewi adalah….

a. Memberikan bantuan pada setiap peserta didik secara bergiliran dan meminta

peserta didik untuk saling menunggu giliran

b. Memfasilitasi peserta didik untuk dapat saling berkolaborasi dan bertukar

pengetahuan sehingga mereka dapat membantu satu sama lain dan

mengkonfirmasi pemahamannya pada guru

c. Meminta peserta didik untuk bekerja sebisanya terlebih dahulu baru nanti

dijelaskan secara umum

d. Semua benar

e. Semua salah

57

media
media

56 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

9. Diberikan langkah-langkah berikut ini:

1. Merumuskan tujuan pembelajaran

2. Melakukan asesmen awal

3. Melakukan asesmen sumatif

4. Merancang kegiatan pembelajaran

5. Mempersiapkan sistem pendukung pembelajaran

Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru untuk merencanakan pembelajaran

berbasis TaRL adalah….

a. 1-2-4

b. 1-3-5

c. 4-3-2

d. 1-2-3

e. 3-4-5

10. Ibu Diaz melaksanakan pembelajaran pada topik perkalian. Ia mendapati bahwa

sebagian peserta didik kesulitan mengikuti pembelajaran karena kurang menguasai

materi prasyaratnya. Sebaliknya, sebagian peserta didik dapat mencapai tujuan

pembelajaran dengan mudah. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan Ibu Diaz

pada pembelajaran berikutnya untuk mengatasi masalah tersebut, kecuali….

a. Mengembangkan diferensiasi konten

b. Mendesain diferensiasi kegiatan pembelajaran

c. Menerapkan asesmen awal

d. Merumuskan diferensiasi asesmen formatif

e. Merumuskan diferensiasi produk/proyek

58

media
media

57 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Cerita Reflektif

Bapak/Ibu guru, sebelum melanjutkan pembelajaran ke topik 4, refleksikan apa

yang sudah Bapak/Ibu guru pelajari pada topik 3. Ceritakan apa inspirasi yang

Bapak/Ibu guru dapatkan setelah mempelajari topik ini?

Terima kasih telah belajar bersama. Sampai jumpa di topik selanjutnya.

59

media
media

58 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

TOPIK 4

MENERAPKAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE

TEACHING PADA PEMBELAJARAN

Durasi

3 hari @10 jam

Capaian

Pembelajaran

Setelah mempelajari topik ini, Bapak/Ibu guru dapat:

1 Menelaah prinsip dan konsep pembelajaran dengan

pendekatan Culturally Responsive Teaching.

2 Merancang pembelajaran berbasis pendekatan Culturally

Responsive Teaching.

Mulai dari Diri: Pengalaman Menjembatani Perbedaan Budaya Peserta

Didik

Selamat Bapak/Ibu guru telah memasuki topik terakhir. Semoga Bapak/Ibu guru

dalam keadaan siap dan semangat mengikuti proses belajar ini. Proses belajar ini akan

efektif bila Bapak/Ibu guru:

1. Mengikuti setiap alur dan instruksi pembelajaran secara saksama.

2. Mendokumentasikan setiap tugas yang Bapak/Ibu guru kerjakan pada Google Drive

pribadi.

3. Mengerjakan soal latihan pemahaman yang disediakan.

4. Menguraikan cerita reflektif setelah Bapak/Ibu guru mempelajari topik ini.

Sebagai seorang guru, Bapak/Ibu guru tentu berusaha menyajikan pembelajaran

yang berpusat pada peserta didik. Namun demikian, peserta didik yang dihadapi

Bapak/Ibu guru memiliki latar belakang yang berbeda. Mungkin saja diantara Bapak/Ibu

guru ada yang pernah memiliki peserta didik baru yang berasal dari suku yang berbeda

dari mayoritas peserta didik lainnya. Apakah Bapak/Ibu guru memiliki pengalaman dalam

merancang pembelajaran yang dapat memfasilitasi latar belakang budaya peserta didik

yang beragam? Apa saja hal yang Bapak/Ibu guru pertimbangkan saat merancang

pembelajaran tersebut?

60

media
media

59 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Pada topik ini, Bapak/Ibu guru akan mempelajari salah satu pendekatan yang

dapat dipilih untuk menyusun pembelajaran yang dapat membantu Bapak/Ibu guru

memfasilitasi keragaman budaya peserta didik.

Eksplorasi Konsep: Penerapan Culturally Responsive Teaching pada

Pembelajaran

Bapak/Ibu guru, sebagai seorang guru, Bapak/Ibu guru perlu merancang

kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan keberagam peserta didik. Selain

menargetkan

tercapainya

tujuan

pembelajaran,

Bapak/Ibu

guru

juga

perlu

mempertimbangkan pengembangan aktivitas yang membuat peserta didik belajar

dengan nyaman.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan pada situasi ini adalah pendekatan

Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan ini mengintegrasikan kebiasaan,

karakteristik, pengalaman, dan perspektif peserta didik sebagai alat untuk pembelajaran

yang lebih baik. Pendekatan ini menjadi suatu cara untuk membekali guru dalam

mengajar peserta didik di lingkungan yang berlatar belakang budaya berbeda-beda.

Dimana budaya yang beragam ini berperan sebagai filter untuk mengajarkan

pengetahuan dan keterampilan akademis yang diharapkan dipelajari peserta didik di

sekolah,

serta

meningkatkan

pengembangan

pribadi,

sosial,

budaya,

dan

kewarganegaraan mereka.

Pada pendekatan ini, guru perlu menggunakan keterampilan kesadaran

multikultural yang kritis. Kesadaran multikultural ini menjadi sentral ketika guru harus

berinteraksi dengan peserta didik dari budaya lain. Kesadaran multikultural dapat

digunakan guru untuk menguji secara objektif terkait nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan

persepsi mereka sendiri. Refleksi kritis ini akan memberikan guru pemahaman,

kepekaan, dan apresiasi yang lebih besar terhadap sejarah, nilai-nilai, pengalaman, dan

gaya hidup budaya lain. Kesadaran multikultural juga dapat membantu guru memiliki

keterampilan interpersonal yang baik dan membantu guru untuk lebih efektif menantang

stereotip dan prasangka (Aceves & Orosco, 2014). Dengan kata lain, selain untuk

pencapaian akademis, pendekatan CRT diterapkan untuk dapat menciptakan lingkungan

belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada peserta didik.

Bapak/Ibu guru dapat membaca sumber berikut untuk mendapatkan informasi

tentang pentingnya penerapan pendekatan CRT pada pembelajaran. Temukan dan catat

informasi tentang urgensi penerapan pendekatan CRT pada pembelajaran.

61

media
media

60 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Gambar 4.1 Pentingnya Penerapan Pendekatan CRT pada Pembelajaran

sumber: https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/184559/preview

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CRT menurut

Gay (2000) adalah sebagai berikut ini:

1. Identitas diri peserta didik: peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya

yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan;

2. Pemahaman budaya: peserta didik mengkonstruksikan pemahaman budaya dengan

ilmu pengetahuan baru yang diperoleh dari berbagai sumber;

3. Kolaborasi: peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membahas konsep dan

perspektif budaya;

4. Berpikir kritis untuk refleksi: peserta didik membandingkan hasil diskusinya dengan

teori yang ada dengan bimbingan guru; dan

5. Konstruksi transformatif: peserta didik menyajikan pemahaman mereka melalui

sebuah proyek.

Adapun contoh aksi nyata yang dapat ditelaah oleh Bapak/Ibu guru untuk

mendapatkan gambaran mengenai pembelajaran yang menggunakan pendekatan CRT.

Video berikut ini memuat informasi tentang aksi nyata penerapan CRT. Amati

bagaimana cara guru mengintegrasikan budaya pada pembelajarannya.

62

media
media
media

61 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Gambar 4.2 Video Aksi Nyata Penerapan Pendekatan CRT pada Pembelajaran

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=JBDSDccMf2A

Bagaimana Bapak/Ibu guru, apakah sudah lebih tergambar mengenai

pembelajaran berbasis pendekatan CRT? Untuk memperdalam informasi dan

pemahaman, Bapak/Ibu guru juga dapat membaca lebih banyak terkait pendekatan CRT

dari berbagai referensi.

Ruang Kolaborasi: Studi Kasus Pembelajaran dengan Menerapkan

Pendekatan CRT

Bapak/Ibu guru telah mempelajari konsep pendekatan CRT. Kini saatnya

Bapak/Ibu guru mengajak rekan sesama guru/kepala sekolah/pengawas untuk dapat

melakukan studi kasus bersama. Diskusikan alternatif solusi kedua contoh kasus di

bawah ini dari sudut pandang penerapan CRT.

Contoh Kasus 1

Pak Surya adalah guru matematika. Pekan ini Pak Surya akan menyampaikan materi

mengenai perkalian. Sekolah Pak Surya berlokasi dekat dengan pasar dan sebagian

besar dari orang tua peserta didik merupakan pedagang. Bagaimana kegiatan

pembelajaran yang sebaiknya dirancang oleh Pak Surya dengan menerapkan

pendekatan CRT?

63

media
media

62 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Contoh Kasus 2

Ibu Nisa adalah guru Bahasa Sunda. Ibu Nisa menemukan bahwa peserta didiknya

berasal dari berbagai suku dan hanya sebagian kecil yang merupakan Suku Sunda.

Sebagian besar mereka mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran tersebut.

Bagaimana strategi yang dapat dilakukan Ibu Nisa untuk dapat menciptakan

pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan pendekatan CRT?

Demonstrasi Kontekstual: Hasil Telaah Studi Kasus Pembelajaran

Berbasis Pendekatan CRT

Bapak/Ibu guru, pada bagian ini, Bapak/Ibu guru akan menjelaskan hasil telaah

yang telah Bapak/Ibu guru lakukan sebelumnya. Ada beberapa pilihan kegiatan yang

dapat Bapak/Ibu guru lakukan untuk memaparkan hasil telaah tersebut. Bapak/Ibu guru

dapat memilih salah satu dari alternatif di bawah ini.

1. Mempublikasikan hasil telaah Bapak/Ibu guru pada platform media sosial, dan

mintalah pendapat dari rekan sejawat Bapak/Ibu guru.

2. Mempublikasikan di grup jejaring rekan sejawat, dan mintalah 1-2 orang rekan

Bapak/Ibu guru memberikan tanggapan.

3. Mempublikasikan di blog pribadi, dan minta rekan sejawat Bapak/Ibu untuk

memberikan komentar.

4. Presentasikan pada rapat guru, dan minta beberapa orang rekan Bapak/Ibu guru

memberikan umpan balik.

64

media
media

63 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Elaborasi Pemahaman: Tantangan dalam Merancang Pembelajaran

Berbasis Pendekatan CRT

Untuk memperdalam pemahaman Bapak/Ibu terkait pendekatan CRT, pada

tahap ini Bapak/Ibu guru akan mengidentifikasi hal-hal yang belum dipahami disertai

tindak lanjutnya bersama teman sejawat/kepala sekolah/pengawas. Silakan Bapak/Ibu

guru menggunakan tabel berikut untuk mengidentifikasi hal-hal tersebut.

Tabel 4.1 Elaborasi Pemahaman Merancang Pembelajaran Berbasis CRT

Komponen Pembelajaran

Apa yang

saya

ketahui

Apa yang

ingin saya

ketahui

Bagaimana

saya dapat

mengetahuinya

Apa yang

telah saya

pelajari

Tujuan pembelajaran

Asesmen awal

Asesmen formatif

Asesmen sumatif

Kegiatan pembelajaran

Koneksi Antar Materi: Kaitan antara CRT dengan UbD, Pembelajaran

Berdiferensiasi, dan TaRL

Pada topik sebelumnya, Bapak/Ibu guru telah mempelajari beberapa konsep,

yaitu Understanding by Design, pembelajaran berdiferensiasi, dan Culturally Responsive

Teaching. Buatlah peta konsep untuk menjelaskan bagaimana salah satu pendekatan

yang telah Bapak/Ibu guru pelajari berhubungan dengan tugas guru dalam merancang

pembelajaran.

65

media
media

64 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Video berikut ini merupakan salah satu contoh aksi nyata pembelajaran yang

menerapkan pendekatan TaRL dan CRT. Amati dan catat kelebihan atau kekuatan

penerapan pendekatan TaRL dan CRT pada pencapaian tujuan pembelajaran.

Gambar 4.3 Video Aksi Nyata Penerapan Pendekatan TaRL dan CRT pada Pembelajaran

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=laA8DmN-1YU

Tuliskan hasil pengamatan Bapak/Ibu guru pada kolom berikut ini.

66

media
media

65 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Aksi Nyata: Merancang Pembelajaran Berbasis Pendekatan CRT

Selamat! Bapak/Ibu guru telah menyelesaikan topik ini dengan baik. Sebagai

penutup, Bapak/Ibu guru dapat melakukan aksi nyata dengan menjawab beberapa

pertanyaan berikut.

1. Hal pertama apa yang akan Bapak/Ibu guru lakukan setelah mempelajari topik ini?

2. Apa

langkah-langkah

konkret

yang

akan

Bapak/Ibu

guru

ambil

dalam

mengembangkan rancangan pembelajaran berbasis pendekatan CRT?

Catatan Tugas Aksi Nyata:

● DOKUMEN Aksi Nyata pada topik ini disimpan pada drive sendiri dalam bentuk .pdf

● Salah satu Aksi Nyata TERBAIK akan diunggah pada Jurnal Pembelajaranku di akhir

modul mata kuliah PPA UMUM.

67

media
media

66 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Latihan Pemahaman

1. Pembelajaran dengan pendekatan CRT dirancang dengan mengacu pada….

a. latar belakang pendidikan peserta didik

b. latar belakang keluarga peserta didik

c. latar belakang pertemanan belajar peserta didik

d. latar belakang budaya peserta didik

e. latar belakang sekolah peserta didik

2. Pembelajaran dengan pendekatan CRT mempertimbangkan komponen berikut

sebagai alat pembelajaran yang lebih baik, kecuali….

a. kebiasaan

b. karakter

c. pengalaman

d. perspektif

e. prestasi

3. Komponen pembelajaran yang dapat melewatkan pertimbangan latar belakang

budaya peserta didik adalah …

a. tujuan pembelajaran

b. materi ajar

c. kegiatan pembelajaran

d. sumber pembelajaran

e. media pembelajaran

4. Guru perlu memiliki kesadaran multikultural yang kritis untuk….

a. menguji nilai budaya secara objektif

b. menguji kepercayaan secara objektif

c. memberikan kepekaan yang lebih besar terhadap sejarah

d. mengembangkan keterampilan interpersonal yang baik

e. semua benar

68

media
media

67 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

5. Manfaat dari pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah, kecuali….

a. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik

b. Meningkatkan keterlibatan peserta didik

c. Meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik

d. Meningkatkan kepuasan peserta didik dan guru

e. Meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah

6. Salah satu tahapan pembelajaran dengan pendekatan CRT adalah identitas peserta

didik. Pada tahapan ini diharapkan….

a. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan mengambil

maknanya

b. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan

mengaitkannya dengan budayanya sendiri

c. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budaya orang lain dan

merefleksikan hal tersebut dengan karakter dirinya

d. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan

dengan materi yang akan disampaikan

e. peserta didik diajak untuk mengenal identitas budayanya sendiri yang berkaitan

dengan budaya negaranya

7. Pada suatu pertemuan, peserta didiknya Pak Widi sangat antusias ketika

membandingkan hasil diskusi terkait budaya dengan topik yang sedang mereka

pelajari. Namun, Pak Widi pun menyadari bahwa ia perlu mengambil peranan dalam

diskusi tersebut agar pembelajaran tetap pada jalurnya. Dalam hal ini Pak Widi

dapat berperan sebagai….

a. motivator

b. fasilitator

c. pendamping

d. instruktur

e. pengambil kesimpulan

69

media
media

68 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

8. Pak Rafi sedang melakukan pembelajaran dengan pendekatan CRT di kelasnya.

Peserta didiknya kebingungan mencari benang merah antara materi yang sedang

dipelajarinya dengan budayanya. Hal yang dapat dilakukan Pak Rafi adalah….

a. Meminta peserta didik untuk saling berkolaborasi dan mencari informasi dari

berbagai sumber

b. Meminta peserta didik untuk berusaha memecahkan permasalahan tersebut

sebisanya

c. Meminta peserta didik untuk mencari jawaban pada buku teks

d. Meminta peserta didik untuk mencari jawaban pada warga sekolah melalui

wawancara

e. Meminta peserta didik untuk berdiskusi dan bila masalah belum terpecahkan

langsung diberikan solusinya

9. Daffa adalah seorang peserta didik asal Kalimantan. Dia mengikuti orang tuanya

pindah rumah ke Bandung. Teman-teman di sekolahnya mayoritas bersuku Sunda.

Daffa merasakan kesulitan untuk beradaptasi karena perbedaan budaya. Berikut ini

hal yang dapat diprioritaskan guru untuk membantu Daffa, kecuali….

a. menciptakan hubungan yang saling menghargai antar peserta didik apapun

kondisi latar belakang mereka

b. memberikan sikap yang ramah untuk membuat ia merasa nyaman

c. memberikan sambutan yang baik dari sesama peserta didik maupun guru

d. memberikan motivasi agar ia tidak merasa rendah diri dihadapan teman-

temannya

e. memberikan kelas tambahan bahasa daerah secara gratis agar ia dapat

meningkatkan kemampuan akademiknya

10. Ibu Asri adalah guru Bahasa Inggris. Hari ini Ibu Asri ingin peserta didiknya bercerita

tentang makanan tradisional dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan yang

dapat dilakukan oleh Bu Asri, kecuali….

a. Menghadirkan penjual makanan tradisional setempat sebagai salah satu inspirasi

peserta didik dalam membuat cerita

b. Menghadirkan berbagai macam makanan tradisional kemudian meminta peserta

didik memilih salah satunya untuk dijadikan sebagai bahan cerita

c. Mengajak peserta didik membuat makanan tradisional sebagai bahan untuk

membuat cerita

70

media
media

69 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

d. Meminta peserta didik mencari informasi tentang makanan tradisional dari

berbagai sumber dalam membuat cerita

e. Menayangkan video yang menceritakan jenis-jenis makanan tradisional sebagai

referensi peserta didik dalam membuat cerita

71

media
media

70 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Cerita Reflektif

Bapak/Ibu guru, sebelum mengakhiri pembelajaran pada modul ini, refleksikan apa yang

sudah Bapak/Ibu guru pelajari pada topik 4. Ceritakan apa inspirasi yang Bapak/Ibu guru

dapatkan setelah mempelajari topik ini?

Terima kasih telah belajar bersama. Dengan ini, Bapak/Ibu guru telah menyelesaikan

semua topik.

72

media
media

71 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Penutup

Dengan tercapainya akhir modul ini, diharapkan peserta Program Pendidikan Profesi

Guru (PPG) telah memperoleh pemahaman mendalam mengenai prinsip pengajaran

dan asesmen umum. Melalui materi yang disajikan, diharapkan peserta mampu

mengintegrasikan konsep-konsep tersebut dalam praktik pengajaran mereka.

Proses pembelajaran ini dirancang untuk memberikan landasan yang kokoh bagi

peserta PPG dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif

dan relevan. Pengenalan terhadap prinsip-prinsip inovasi pembelajaran abad 21 serta

strategi asesmen yang berfokus pada pemahaman kontekstual peserta didik diharapkan

dapat memberikan dampak positif pada pembelajaran di ruang kelas.

Selain itu, diharapkan peserta mampu merancang asesmen yang beragam dan inklusif

untuk mengukur berbagai aspek perkembangan peserta didik. Dengan pemahaman

mendalam terhadap prinsip-prinsip asesmen, peserta diharapkan dapat menghasilkan

data evaluasi yang akurat dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta

didik.

Semoga modul ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempersiapkan peserta

PPG untuk menjadi pendidik yang berkualitas, responsif terhadap kebutuhan peserta

didik, dan memiliki kompetensi yang kokoh dalam merancang serta melaksanakan

asesmen. Kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip pengajaran dan asesmen ini

diharapkan dapat membentuk kesejahteraan belajar peserta didik dan meningkatkan

kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Terima kasih atas dedikasi dan partisipasi penuh semangat peserta dalam

menyelesaikan modul ini. Selamat mengembangkan diri sebagai pendidik yang memiliki

wawasan mendalam dan berdaya saing tinggi. Semoga pengetahuan yang diperoleh

dari modul ini dapat diaplikasikan dengan baik dalam perjalanan karir pendidikan

Bapak/Ibu guru. Sukses selalu!

73

media
media

72 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Daftar Pustaka

Aceves, T. C., & Orosco, M. J. (2014). Culturally responsive teaching (Document No. IC-

2). Retrieved from University of Florida, Collaboration for Effective Educator,

Development,

Accountability,

and

Reform

Center

website:

http://ceedar.education.ufl.edu/tools/innovation-configurations/

Bao, J. (2010). Teaching and Learning Strategies for Differentiated Instruction in the

Language Classroom. [Online]. Tersedia: http://steinhardt.nyu.edu/teachlearn

/dclt/Summer_Institute_2010.

Gay, G. (2000). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice. New

York: Teachers College Press.

Griffin, P., Care, E., & McGaw, B. (2012). Assessment and Teaching of 21st Century

Skills (P. Griffin, B. McGaw, & E. Care (eds.)). Springer Netherlands.

https://doi.org/10.1007/978-94-007-2324-5

Griffin, P., McGaw, B., Care, E., Griffin, P., Care, E., McGaw, B., Griffin, P., & Wilson, M.

(2015). Assessment and Teaching of 21st Century Skills. In E. Care, P. Griffin, & M.

Wilson (Eds.), Assessment and teaching of 21st century skills. Springe.

https://doi.org/10.1007/978-94-017-9395-7

Joseph, S., Thomas, M., Simonette, G., & Ramsook, L. (2013). The Impact of

Differentiated Instruction in a Teacher Education Setting: Successes and

Challenges. International Journal of Higher Education, v2 n3 p28-40 2013. Trinidad

and Tobago

Tomlinson, C. A. (2000). Differentiation of Instruction in the Elementary Grades. ERIC

Digest. ERIC Clearinghouse on Elementary and Early Childhood Education.

Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate instruction in mixed-ability classrooms 2nd

Ed). Alexandria, VA: ASCD.

Tomlinson, C.A. (2014) The Differentiated Classroom Responding to the Needs Of All

Learners. 2nd Edition. Alexandria, VA: ASCD

Wiggins, G. P., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design (2nd edition). Upper

Saddle River, NJ: Pearson Education, Inc. Print.

Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design (expanded 2nd ed)

Association for Supervision and Curriculum Development. Alexandria, Virginia.

74

media
media

73 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Yamtinah, Sri dan Sumardi. 2022. Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif II di

Sekolah Menengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

75

media
media

74 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Biodata Penulis Modul

Penulis 1

Budi Halomoan Siregar, S.Pd., M.Sc lahir di Ujung Baru pada tanggal 17 Desember

1981. Menamatkan pendidikan sekolah menengah pertama di Ponpes Modern Daarul

Muhsinin Labuhan Batu, selanjutnya menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA

Nurul Ilmi Padang Sidempuan. Penulis menyelesaikan Strata 1 pendidikan matematika

di Universitas Riau (UNRI) pada tahun 2006, kemudian memperoleh gelar master of

science (M.Sc) dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada tahun 2008 pada

bidang Operation Research. Pada tahun 2021 penulis melanjutkan pendidikan Doktoral

pada program studi pendidikan matematika Universitas Negeri Medan. Penulis bertugas

sebagai dosen pendidikan matematika FMIPA Universitas Negeri Medan (UNIMED)

sejak tahun 2008. Adapun matakuliah yang diampu adalah pemrograman linier, media

pembelajaran matematika, media pembelajaran berbasis IT, strategi belajar mengajar,

dll. Sampai saat ini, penulis aktif menulis buku dan meneliti bidang pendidikan

matematika, seperti mengembangkan: (1) media pembelajaran berbasis IT, (2) bahan

ajar digital interaktif, (3) buku elektronik berbasis HOTS, (4) LKPD berbasis TPACK, (5)

inovasi pembelajaran pada abad 21 dll. Semua karya ini dapat diakses melalui google

scholar. Selain itu, penulis juga merupakan direktur dan Founder dari PT Gredtech

Consulting Indonesia, lembaga konsultan yang fokus pada bidang pendidikan dan

teknologi pendidikan.

Penulis 2

Dini Asri Kusnia Dewi, M.Pd., M.A. lahir dan besar di Bandung. Pada tahun 2014, ia

menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Pendidikan Matematika Universitas

Pendidikan Indonesia. Kemudian ia melanjutkan pendidikan magister pada tahun 2016

di almamater yang sama dan pada tahun 2017 melanjutkan studi magister di Hiroshima

University dengan mengambil jurusan Educational Development berkonsentrasi pada

Mathematics Education. Pada tahun 2019, ia bergabung dengan Darul Hikam Integrated

Secondary School yang berlokasi di Jl. Maribaya No.89 Kayuambon Lembang. Selain

sebagai guru matematika, ia aktif menulis dan melakukan penelitian di bidang

pendidikan matematika, serta menjadi bagian pengembangan terkait STEM Education di

sekolahnya. Kontak email diniasri@darulhikam.sch.id

76

media
media

75 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

KUNCI JAWABAN SOAL LATIHAN PEMAHAMAN

Nomor

Soal
Topik 1

Topik 2

Topik 3

Topik 4

1.

E

A

C

D

2.

B

B

B

E

3.

C

C

D

A

4.

D

B

B

E

5.

D

D

E

E

6.

D

E

A

D

7.

B

C

B

B

8.

B

C

B

A

9.

E

A

A

E

10.

A

A

C

C

media

1 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen Umum

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 76

SLIDE