Search Header Logo
BAB I DHARMASASTRA SEBAGAI SUMBER HUKUM HINDU

BAB I DHARMASASTRA SEBAGAI SUMBER HUKUM HINDU

Assessment

Presentation

Religious Studies

10th Grade

Hard

Created by

WAYAN OKA RIYADE

Used 2+ times

FREE Resource

26 Slides • 5 Questions

1

media

BAB I
DHARMASASTRA SEBAGAI SUMBER HUKUM HINDU

2

media

Dharmaśastra adalah sastra yang menguraikan
tentang hukum (dharma) dalam kehidupan
manusia

Dharmaśastra pada Catur Yuga

Alat Sosial Kontrol
Alat perekayasa Sosial
Sebagai simbol

Fungsi Hukum :

1.
2.
3.

logo

Keadilan
Kemanfaatan
Kepastian Hukum

Tujuan Hukum :

1.
2.
3.

3

media

Dharmaśastra sebagai sumber hukum Hindu memiliki tujuan untuk
menyejahterakan masyarakatnya dan memberikan keadilan dalam

kehidupan.

Hukum bertujuan untuk memberikan keadilan, kemanfaatan, dan

kepastian hukum bagi masyarakat.

Demikian juga hukum berfungsi sebagai pengendalian sosial, agar

masyarakat menjadi teratur.

03

penjelasan

Keteraturan inilah yang menjadi fungsi hukum dan selanjutnya agar

masyarakat tetap mendapat perlindungan dan ketertiban.

Sebagai syarat dari hal tersebut maka kepastian dari hukum itu yang

disebut dengan kepastian hukum perlu didapatkan.

4

media

implementasi ajaran dharmasastra

ajaran dharma dalam

dharmaśastra dilakukan
secara tekun dan penuh

rasa tanggung jawab
dalam melaksanakan

swadharma-nya

(kewajiban).

Implementasi tersebut

sebagai bentuk ketaatan
dharma untuk menjaga
keteraturan, sehingga

dharma berfungsi untuk
mencapai kesempurnaan

rohani dan jasmani.

5

media

Hukum Hindu merupakan sebuah tata aturan yang

membahas aspek kehidupan manusia secara menyeluruh

yang menyangkut tentang

a. keteraturan individu (spiritual);
b. keteraturan sosial.

6

media

Dharmaśastra-nya

Gautama untuk zaman

Tretayuga;

Keteraturan Dharmaśastra berbeda

disetiap yuga (zaman)

1.

Dharmaśastra-nya

Manu (manawa

dharmaśastra) untuk

zaman Krtayuga;

04

Dharmaśastra-nya
Sankha-likhita untuk
zaman Dwapara; dan

2.

3.

4.

Dharmaśastra-nya

Parasara untuk zaman

Kaliyuga

7

media
media
media

1. DHARMAŚASTRA-NYA MANU (MANAWA

DHARMAŚASTRA) UNTUK ZAMAN KRTAYUGA

tidak ada manusia yang berbuat adharma
masyarakat disiplin dalam berpikir, berkata dan
berperilaku yang benar dan suci
selalu berbuat untuk kebahagiaan orang lain
manusia hidup dalam kesetiaan yang diselimuti
oleh kebajikan
Pada masa Krtayuga hukum yang berlaku
adalah Dharmaśastra-nya Manu.

8

media
media
media

2. DHARMAŚASTRA-NYA GAUTAMA UNTUK

ZAMAN TRETAYUGA

Sifat-sifat kerohanian sangat jelas tampak
cara pandang masyarakat tentang kebenaran
mulai berubah, karena pikiranya mulai
dipengaruhi oleh sifat yang kurang baik
orangorang yang pandai dan terpelajar akan
dihargai dan dihormati
Pada masa Tretayuga hukum yang berlaku
adalah Dharmaśastranya-nya Gautama

9

media
media
media

3. DHARMAŚASTRA-NYA SANKHA-LIKHITA

UNTUK ZAMAN DWAPARA

manusia sudah mulai memiliki dua sifat, yakni sebagian
dirinya merupakan kebaikan dan sebagian lainnya
memiliki sifat yang kurang baik
“Zaman ini diakhiri oleh pemerintahan Parikesit yang
merupakan cucunya dari Arjuna”. Masa dwaparayuga
ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu yajña
(kurban).
pelaksanaan ritual yang diutamakan

10

11

media
media
media

4. DHARMAŚASTRA-NYA PARASARA UNTUK

ZAMAN KALIYUGA

kebalikan dari zaman Satyayuga
manusia benar-benar terfokus kepada Tuhan sebagai pencipta,
pemelihara, dan pemprelina alam beserta isinya
kepuasan hatilah yang menjadi tujuan utama dari manusia.
pertengkaran atau percekcokan
pada minuman keras, perjudian, pelacuran dan harta benda/emas
harta (kekayaan) maupun kedudukan, itulah yang menjadi tujuan mereka
secara umum
Pada Kaliyuga hukum yang berlaku adalah Dharmaśastra-nya Parasara.

12

media
media
media
media
media

05

MANAWA DHARMAŚASTRA II.6

ISI

TERJEMAHAN

Vedo ‘khilo dharma mūlam smtiṡı̄le ca

tadvidām, ācāraṡcaiva sādhūnām

ātmanastușțir eva ca.

Seluruh pustaka suci Weda merupakan

sumber pertama dari dharma, kemudian adat

istiadat, lalu tingkah laku yang terpuji dari
orang-orang bijak yang mendalami ajaran
suci Weda; juga tata cara kehidupan orang

suci dan akhirnya kepuasan pribadi.

13

media
media
media
media
media

05

MANAWA DHARMAŚASTRA, II.10

ISI

TERJEMAHAN

śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśàstram tu

vai smti, te sarvàrtheșva mı̄màṁ sye

tābhyàm dharmo hi nirbabhau

Yang dimaksud dengan Sruti, ialah Weda dan

dengan Smrti adalah dharmasàstra, kedua

macam pustaka suci ini tidak boleh

diragukan kebenaran ajarannya, karena

keduanya itulah sumber dharma

14

media
media

Sruti ialah Weda (pustaka suci
yang merupakan Weda).

SRUTI DAN SMRTI

Smrti, yaitu kitab-kitab sastra
yang bersumber pada ingatan
atau pengetahuan yang
diperoleh secara tidak langsung

15

media

Pengetahuan ini dapat berupa keterangan, ketentuan�ketentuan,
perintah yang memuat aturan-aturan, larangan, anjuran dan lain-lain,
yang memuat asal-usul dari ketentuan Sruti (Weda).

Berdasarkan ketentuan ayat ini, baik Sruti maupun Smrti kebenaran
isinya tidak boleh diragukan. Artinya tidak boleh diuji kebenarannya
dan keduanya adalah sumber hukum yang pasti.

Penjelasan

16

media

Masa Krtayuga kehidupan masyarakat ditandai oleh corak
kehidupan secara khusus, yaitu tapa (pengekangan diri, yoga,
samadhi).

Zaman Satyayuga yang mengandung arti bahwa pada masa itu
manusia hidup di dalam kesetiaan

Nilai-nilai yang dapat kita terapkan saat ini untuk membentuk
sikap mental yang positif melalui pengendalian diri yang ketat dan
selalu setia terhadap ajaran dharma (nilai-nilai kebajikan).

1. Dharmaśastra-nya Manu

untuk Zaman Krtayuga

17

media

Masa Krtayuga kehidupan masyarakat ditandai oleh corak
kehidupan secara khusus, yaitu tapa (pengekangan diri, yoga,
samadhi)

Zaman Satyayuga yang mengandung arti bahwa pada masa itu
manusia hidup di dalam kesetiaan.

Nilai-nilai yang dapat di terapkan saat ini untuk membentuk sikap
mental yang positif melalui pengendalian diri yang ketat dan
selalu setia terhadap ajaran dharma (nilai-nilai kebajikan)

2. Dharmaśastra-nya Gautama

untuk Zaman Tretayuga

18

media

Masa Dwaparayuga ditandai oleh corak kehidupan secara khusus,
yaitu yajña (kurban).
kehidupan manusia fokus pada kurban keagamaan (yajña)
menjadi budaya kehidupan pada pada masa Dwaparayuga maka
seseorang akan mampu mendapatkan kebahagiaan dan
pelepasan dirinya dari penderitaan dan cara untuk melakukan
penebusan dosa

3. Dharmaśastra-nya Sankha-
likhita untuk Zaman Dwapara

19

media

Nilai-nilai yajña yang dapat

diterapkan pada Zaman

Dwapara

20

media

a. selalu melantunkan tri sandhya sesuai
dengan waktunya;

b. berdoa sebelum melaksanakan aktivitas;
dan

c. rajin sembahyang pada setiap hari suci
seperti hari purnama, tilem dan hari suci
lainya baik yang berdasarkan pawukon
maupun sasih

Dewa yajña

21

media

a. membahagiakan orang tua;

b. berbakti kepada orang tua;

c. selalu menjaga dan merawat orang tua;
dan

d. melaksanakan ritual pitra yajña/ngaben

Pitra yajña

22

media

a. berpikir, berkata, dan berperilaku baik
kepada orang suci dan guru;

b. santun kepada seluruh orang suci dan
guru; dan

c. memberikan persembahan punia kepada
orang suci dan guru.

Rsi yajña

23

media

upacara dari dalam kandungan sampai
dengan pawiwahan (perkawinan).

Manusa yajña

24

media

bhuta yajña adalah semua ritual tentang
pembersihan alam dan merawat alam

Bhuta yajña

25

media

ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu dana,
misalnya harta benda material.
Melaksanakan amal sedekah (danam) pada masa Kaliyuga adalah
cara manusia untuk mencapai pembebasan. seperti memberikan
sedekah atau jamuan kepada para atiti (tamu atau orang lain)
atau menolong seseorang yang pantas untuk ditolong.

4. Dharmaśastra-nya Parasara

untuk Zaman Kaliyuga

26

EVALUASI

media

27

Multiple Choice

Pernyataan berikut yang sesuai dengan pengertian Dharmaśastra adalah….

1

Dharmaśastra merupakan sastra yang menguraikan tentang hukum dharma dalam kehidupan manusia.

2

Dharmaśastra sebagai sumber hukum Hindu memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya.

3

Bentuk ketaatan dharma untuk menjaga keteraturan, sehingga dharma berfungsi untuk mencapai kesempurnaan rohani dan jasmani.

4

Kebahagiaan menjadi tujuan hidup masyarakat Hindu.

5

Dharma sebagai landasan dalam kehidupannya.

28

Multiple Choice

Question image

Umat hindu menjadikan kitab suci Weda sebagai pedoman hidup, karena diyakini bahwa Weda merupakan wahyu Ida Sang Hyang Widhi. Sebagai wahyu, Weda diberi nama…..

1

Sruti

2

Smrti

3

Mantra

4

Sutra

5

Sastra

29

Multiple Choice

Ciri-ciri salah satu zaman pada Catur Yuga

a.     tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran

b.     Semua masyarakat disiplin dalam berpikir, berkata dan berperilaku yang benar dan suci.

c.     Manusia pada masa itu selalu mematuhi ajaran-ajaran kebajikan dan manusia pada masa tersebut selalu berbuat untuk kebahagiaan orang lain.

Pernyataan di atas merupakan ciri khas kehidupan manusia pada zaman ….

1

Krtayuga

2

Tretayuga

3

Lokayuga

4

Dwaparayuga

5

Kaliyuga

30

Multiple Choice

Di bawah ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Pitra yajna, adalah….

1

Rajin sembahyang pada setiap hari suci seperti hari purnama, tilem dan hari suci lainya baik yang berdasarkan pawukon maupun sasih.

2

Selalu menjaga dan merawat orang tua.

3

Berpikir, berkata, dan berperilaku baik kepada orang suci dan guru.

4

Santun kepada seluruh orang suci dan guru.

5

Memberikan persembahan punia kepada orang suci.

31

Multiple Choice

Hukum Hindu merupakan sebuah tata aturan yang membahas aspek kehidupan manusia secara menyeluruh yang menyangkut tentang….

1

Persembahan dan pengetahuan

2

Tapa dan Samadhi

3

Pengekangan diri dan brahmacari

4

Keteraturan individu dan keteraturan sosial

5

Dharma dan Adharma

media

BAB I
DHARMASASTRA SEBAGAI SUMBER HUKUM HINDU

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 31

SLIDE