Search Header Logo
Tes ikan

Tes ikan

Assessment

Presentation

Health Sciences

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

RISKA AYU MARLINDA PITRI

FREE Resource

9 Slides • 2 Questions

1

media
media

41 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

Eksplorasi Konsep: Gambaran Kelas Industri di SMK

1. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Kelas Industri

Anda sekarang akan belajar tentang pembelajaran Kelas Industri. Sebagai

langkah awal mempelajari pembelajaran kelas industri,mari kita cermati video

tentang pembelajaran di Kelas Industri SMKN 1 Bawang. Catat bagaimana

penerapan kegiatan dan asesmen di kelas industri diterapkan serta peran guru

dalam pembelajaran.

Tautan Video 2.2 Kelas Industri SMKN 1 Bawang:

https://youtu.be/xwSEq9ykv6w

Setelah menyaksikan tayangan video tersebut, bagaimana menurut Anda

pembelajaran di kelas industri dilaksanakan. Video berikut ini memberikan

gambaran tentang penyiapan kelas industri, yaitu seleksi calon peserta didik.

Kunjungi tautan berikut ini dan pelajari bagaimana seleksi tersebut dilakukan.

Tautan Video 2.3 Seleksi peserta didik Kelas Industri:

https://www.youtube.com/watch?v=jAq-hIifAus

Kita sadari bahwa persaingan global dalam mencari pekerjaan bagi lulusan

SMK sangatlah ketat. Saat ini, peluang kerja di dunia industri semakin kompetitif

dan banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan

dan kompetensi yang memadai. Lulusan SMK harus mampu bersaing dengan

pencari kerja yang semakin banyak jumlahnya. Tantangan tersebut harus

diantisipasi sejak awal agar lulusan SMK dapat berkompetisi di dunia kerja saat ini

dan yang akan datang. Untuk itu SMK harus segera tanggap terhadap tuntutan

tersebut dengan membangun jejaring dengan industri untuk merancang

pembelajaran kejuruan yang mengacu kepada kompetensi yang dibutuhkan

industri.

Perdirjen Vokasi Nomor 45 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bantuan

Pemerintah Pelaksanaan Kelas Industri di Sekolah Menengah Kejuruan Tahun

2023 menegaskan bahwa untuk merealisasikan agar SMK dapat menghasilkan

lulusan yang unggul sesuai dengan tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia

kerja diperlukan adanya wadah yang dapat menjembatani kebutuhan dunia usaha,

dunia industri, dan dunia kerja sesuai dengan harapan SMK. Wadah yang

dimaksud adalah Kelas Industri yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha,

dunia

industri,

dan

dunia

kerja

atau

guru

yang

mendapatkan

2

Multiple Choice

bagaimana perasaan kalian ????

1
2
3
4

3

media
media

44 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

dirancang secara fleksibel dan disepakati bersama antara SMK dan Industri.

Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK harus mempertimbangkan

pengembangan karakter dan soft skill peserta didik, seperti kemampuan

berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan etika kerja yang diperlukan dalam

dunia industri, Karakter dan soft skill dilatihkan di sekolah dan dipraktikan secara

nyata di industri.

Sinkronisasi Kurikulum berkaitan dengan Kompetensi Inti - Kompetensi

Dasar (KI-KD) atau Capaian Pembelajaran dilakukan pada awal tahun ajaran baru

sebelum pembelajaran dimulai. Sinkronisasi kurikulum juga menghasilkan

kesepakatan organisasi pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah maupun di

industri, serta perangkat pembelajaran (Modul Ajar).

3. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Industri

“Kelas Industri SMK adalah pembelajaran yang sistematis dan

sinkron antara SMK dan Industri yang mengantarkan peserta didik belajar

dan terlibat langsung dalam proses bisnis di industri untuk mencapai suatu

tingkat keahlian profesional tertentu”

Sebelum kita membahas materi tentang pelaksanaan pembelajaran dan

asesmen Kelas Industri, mari kita simak video tentang bagaimana penerapan

kelas industri di SMK pada tautan berikut.

Tautan Video 2.4 Kelas Industri Perhotelan:

https://www.youtube.com/watch?v=ZlmGVvgJGiY

Kelas industri merupakan salah satu program pembelajaran yang

memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk mempelajari,

mengalami serta terlibat langsung dalam proses bisnis yang ada di industri,

sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK

dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Diharapkan lulusan SMK yang

menerapkan pembelajaran dan asesmen pada Kelas Industri akan lebih siap untuk

bekerja.

Pelaksanaan pembelajaran kelas industri yang selama ini dilakukan oleh

SMK adalah dalam bentuk penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan

Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pada kurikulum merdeka Praktik Kerja Lapangan

merupakan Mata Pelajaran, sehingga akan dibahas secara khusus pada Topik 5.

a. Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

4

media
media
media

42 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

pengetahuan/keterampilan

terkini,

kurikulumnya

sudah

merupakan

hasil

sinkronisasi dan peserta didik secara langsung melakukan praktik kerja pada

tempat kerja yang sesungguhnya.

Alur penyelenggaraan kelas industri adalah perencanaan program kelas

industri, sinkronisasi kurikulum kelas industri, pelaksanaan program kelas industri,

dan evaluasi program kelas industri. Gambar 2.1 berikut adalah alur

penyelenggaraan kelas industri di SMK:

Gambar 2.1 Alur Program Penyelenggaraan Kelas Industri


2. Perencanaan Pembelajaran Kelas Industri

Perencanaan program kelas industri di SMK adalah proses awal dalam

penyusunan program kelas industri dengan menyepakati Memorandum of

Understanding (MoU). Isi dari MoU adalah perjanjian yang dibuat antara pihak

industri dan SMK untuk mencapai kesepakatan dan kerja sama dalam

penyelenggaraan kelas industri yang berisikan poin-poin diantaranya:

a. penyediaan pelatihan kelas industri,

b. pengembangan kurikulum kelas industri,

c. program magang bagi guru,

d. penyediaan fasilitas dan peralatan bersama,

e. kolaborasi proyek,

5

media
media

45 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

Salah satu upaya untuk mendekatkan dunia kerja dengan Sekolah

Menengah Kejuruan adalah digulirkannya Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

yang mulai diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia.

Kepmendikbud Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan

Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan, menegaskan bahwa:

Pendidikan Sistem Ganda selanjutnya disebut PSG adalah suatu bentuk

penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan

secara sistematis dan sinkron program pendidikan Sekolah Menengah

Kejuruan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui

bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan,

terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu”.

Pendidikan sistem ganda adalah solusi untuk mengatasi kesenjangan

kompetensi lulusan dengan kebutuhan kompetensi kerja di industri. Hal ini

dikuatkan oleh Aaltje D. Ch. Wayong (2010), dengan konsep Pendidikan

Sistem Ganda (PSG), lulusan SMK tidak saja dibekali dengan pengetahuan-

pengetahuan dasar tentang dunia industri, melainkan langsung dengan

pengalaman dan kemampuan praktik di dunia kerja. Dengan kata lain, PSG

menjadikan lulusan SMK tidak saja mempunyai kesempatan untuk

melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, melainkan juga

mempunyai kualifikasi yang match dengan dunia usaha dan dunia industri.

Gambar 2.2 berikut menunjukkan alur penyelenggaraan sistem ganda di SMK.

Gambar 2.2 Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Penyelenggaraan pendidikan sistem ganda dilakukan di dua tempat

yaitu di sekolah dan di dunia kerja. Pada paruh waktu pembelajaran

6

media
media

43 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

f. riset bersama,

g. perekrutan dan penempatan kerja bagi lulusan,

h. Praktik Kerja Lapangan.

Langkah awal setelah disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah

melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK.

Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan

mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar

kompetensi kerja (SKK) dan kualifikasi kerja di industri yang disebut dengan

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kerangka Kualifikasi Nasional

Indonesia adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia

Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor

pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema

pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor

pekerjaan. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia

terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan

sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional,

yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang

bermutu dan produktif. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 3 dan

4 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI).

SKKNI atau SKK dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan

indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.

Dalam

perencanaan

pembelajaran

Kelas

Industri,

bagi

SMK

yang

menyelenggarakan kurikulum merdeka langkah awal yang dilakukan adalah

melakukan sinkronisasi jabaran SKKNI atau SKK dengan Capaian Pembelajaran

(CP) SMK sesuai dengan bidang keahlian yang akan diselenggarakan. Kurikulum

pada pembelajaran kelas industri di SMK juga harus mempertimbangkan

kebutuhan dan tuntutan industri terkait dengan keterampilan dan pengetahuan

yang harus dimiliki oleh tenaga kerja di industri pada bidang tertentu. Kurikulum

pada pembelajaran kelas industri di SMK diintegrasikan dengan praktik langsung

di industri yang terkait, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman

praktis yang relevan dan mengembangkan keterampilan mereka dalam situasi

kerja sebenarnya. Untuk itu, maka pelaksanaan Kelas Industri dirancang peserta

didik melaksanakan pembelajaran sebagian waktu di sekolah dan sebagian waktu

lainnya di Industri. Pengaturan waktu pembelajaran di sekolah dan di industri

7

Labelling

Afygbjgcfggy

Drag labels to their correct position on the image

bj

aa

8

media
media

47 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

didik yang dilaksanakan di dunia kerja untuk mengasah dan memperkuat

kompetensi sesuai bidangnya (Dit SMK, 2021).

Pelaksanaan PKL dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, seperti

yang dijelaskan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor

50 Tahun 2020 tentang tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik

bahwa Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan pembelajaran bagi peserta

didik SMK/MAK, SMALB, dan LKP yang dilaksanakan melalui praktik kerja di

dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan

kebutuhan dunia kerja.

Pola penyelenggaraan PKL berdasarkan Pedoman Praktik Kerja

Lapangan (PKL) Peserta Didik tahun 2017 yang diterbitkan oleh Direktorat

Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, pelaksanaan PKL dilakukan

dengan:

1) Pola harian (120 s.d 200 hari efektif). Penyelenggaraan PKL dilakukan

selama 6 s.d. 10 bulan setara dengan 5 hari x 4 minggu x 6 bulan = 120

hari sampai dengan 5 hari x 4 minggu x 10 bulan = 200 hari.

Penyelenggaraan PKL pola harian ini dilakukan dengan cara

mendistribusikan 120 s.d. 200 hari peserta didik mengikuti PKL ke dalam

hari efektif pembelajaran. Dengan demikian dalam satu minggu efektif,

ada beberapa hari peserta didik berada di sekolah dan beberapa hari

lainnya peserta didik berada di industri. Hal ini seperti pola yang

dilaksanakan pada pembelajaran sistem ganda (PSG)

2) Pola mingguan (24 s.d. 40 minggu efektif). Penyelenggaraan PKL

dilakukan selama 6 s.d. 10 bulan setara dengan 4 minggu x 6 bulan = 24

minggu sampai dengan 4 minggu x 10 bulan = 40 minggu.

Penyelenggaraan PKL pola mingguan ini dilakukan dengan cara

mendistribusikan 24 sampai dengan 40 minggu peserta didik mengikuti

PKL ke dalam minggu efektif pembelajaran. Dengan demikian dalam satu

bulan, ada beberapa minggu peserta didik berada di sekolah dan

beberapa minggu lainnya peserta didik berada di industri. Pola ini sesuai

bagi SMK yang sudah melakukan pendidikan sistem ganda (PSG).

3) Pola bulanan (6 s.d. 10 bulan). Penyelenggaraan PKL dilakukan selama

6 s.d. 10 bulan. Pola bulanan dilakukan dengan cara mendistribusikan 6

s.d. 10 bulan peserta didik mengikuti PKL ke dalam bulan efektif

pembelajaran. Dengan demikian dalam satu tahun, peserta didik

9

media
media

46 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

dilaksanakan di sekolah, peserta didik diampu oleh guru seperti halnya

pembelajaran yang biasa dilakukan. Paruh waktu berikutnya peserta didik

berada dunia kerja yang diampu oleh pendamping dari industri. Pembelajaran

paruh waktu tersebut baik di sekolah maupun di dunia kerja (industri)

dilaksanakan secara kontinyu. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan

secara kolaborasi antara SMK dan industri diharapkan akan menghasilkan

lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Menurut Indra Djati Sidi pada Aaltje D. Ch. Wayong (2010) PSG

bertujuan: (1) menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional,

yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat kemampuan, kompetensi, dan etos

kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja; (2) meningkatkan dan

memperkokoh Link and match antara lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan

dan dunia kerja; (3) meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan

tenaga kerja berkualitas profesional; dan (4) memberi pengakuan dan

penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses

pendidikan.

Dengan demikian, penerapan pendidikan sistem ganda sebagai salah

satu bentuk dari pembelajaran berbasis industri memberikan penguatan teori

dan keterampilan dasar, sementara di dunia kerja peserta didik akan

mendapatkan pengetahuan dan keterampilan kerja yang nyata, budaya kerja,

mandiri dan bertanggung jawab secara profesional. Kurikulum yang

dipergunakan pada pembelajaran sistem ganda adalah kurikulum yang

disusun berdasarkan hasil penyelarasan antara sekolah dan industri.

Asesmen pembelajaran dilakukan oleh sekolah dan industri. Sertifikasi

kompetensi peserta didik dilakukan oleh pihak industri.

b. Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Bentuk lain pembelajaran kelas industri adalah Praktik Kerja Lapangan

(PKL) di dunia kerja. Dalam hal ini adalah yang PKL diterapkan sebelum

Kurikulum Merdeka. Sedangkan PKL pada Kurikulum Merdeka adalah

merupakan mata pelajaran sehingga karakteristik PKL pada Kurikulum

Merdeka sama dengan karakteristik mata pelajaran.

Salah satu pembelajaran di SMK yang mendukung peningkatan

kompetensi terutama keterampilan kerja, sikap dan budaya kerja peserta didik

adalah Praktik Kerja Lapangan. PKL merupakan bentuk pembelajaran peserta

10

media
media

48 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

beberapa bulan berada di sekolah dan beberapa bulan lainnya berada di

industri. Pada pola bulanan ini dapat dilakukan dengan sistem blok (6 s.d.

10 bulan) atau dapat dipecah diselingi dengan pembelajaran di sekolah.

PKL selama 6 bulan dapat dilakukan pola 3-3, yaitu 3 bulan di industri, 3

bulan di sekolah, dan 3 bulan di industri dan 3 bulan kembali ke sekolah,

sehingga memenuhi PKL di industri selama 6 bulan. PKL selama 10 bulan

(bagi SMK 4 tahun) dapat dilakukan dalam 3 semester dengan pola 4-3-

3 (4 bulan di industri, 2 bulan di sekolah, 3 bulan di industri, 3 bulan di

sekolah, 3 bulan di industri dan 3 bulan di sekolah) atau pola 5-5 (5 bulan

di industri, 1 bulan di sekolah, 5 bulan di industri, dan 1 bulan di sekolah)

sehingga memenuhi lama PKL selama 10 bulan. Pola lain dapat

dikembangkan oleh satuan pendidikan

4. Asesmen Kelas Industri

Asesmen pembelajaran kelas industri untuk mengukur pencapaian

kompetensi peserta didik dapat dilakukan dengan tes, baik teori maupun praktik

selama mengikuti program kelas industri. Sertifikasi kompetensi bisa diberikan

kepada peserta didik setelah berhasil dalam sertifikasi yang dilaksanakan oleh

pihak industri.

a. Asesmen Peserta Didik

Asesmen pembelajaran pada peserta didik dilakukan secara

menyeluruh mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan yang

dilakukan baik oleh guru di SMK maupun instruktur di industri. Asesmen

pembelajaran ranah sikap sebagai contoh meliputi: (1) Jujur, (2) Tanggung

jawab, (3) Disiplin, (4) Santun. Asesmen pembelajaran ranah pengetahuan

meliputi: (1) Test Tulis, (2) Test Wawancara. Sedangkan asesmen ranah

keterampilan dilakukan melalui penugasan yang dilengkapi dengan lembar

observasi.

b. Pemberian Sertifikat Kompetensi

Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk

mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio di samping

peserta didik mendapatkan ijazah. Portofolio sangat bermanfaat bagi peserta

didik manakala mencari kerja setelah lulus. Hal ini sesuai dengan Peraturan

Menteri Perindustrian Nomor 03/M-IND/PER/1/2017 tentang Pedoman

Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis

11

media
media

49 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

Kompetensi yang tautan and match dengan industri pada Pasal 10 Ayat (4)

dinyatakan bahwa Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri

memberikan sertifikat kepada peserta didik dan guru bidang studi produktif

yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/atau Pemagangan

Industri. Sertifikasi bisa dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh

industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan

lembaga yang memberikan sertifikasi profesi di Indonesia.

Untuk menambah pemahaman Bapak/Ibu Guru tentang pembelajaran di Kelas

Industri, silakan pelajari tautan dokumen Perencanaan Pembelajaran berbasis

Kompetensi dan Bimtek Kelas Industri berikut ini.

##Bacaan Tambahan/Referensi:

Tautan Contoh Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi:

[https://tinyurl.com/2p8akxtk]

Tautan Presentasi Bimtek Kelas Industri 2023:

[https://bit.ly/Presentasi_Bintek_Kelas_Industri_2023]

media
media

41 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan

Eksplorasi Konsep: Gambaran Kelas Industri di SMK

1. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Kelas Industri

Anda sekarang akan belajar tentang pembelajaran Kelas Industri. Sebagai

langkah awal mempelajari pembelajaran kelas industri,mari kita cermati video

tentang pembelajaran di Kelas Industri SMKN 1 Bawang. Catat bagaimana

penerapan kegiatan dan asesmen di kelas industri diterapkan serta peran guru

dalam pembelajaran.

Tautan Video 2.2 Kelas Industri SMKN 1 Bawang:

https://youtu.be/xwSEq9ykv6w

Setelah menyaksikan tayangan video tersebut, bagaimana menurut Anda

pembelajaran di kelas industri dilaksanakan. Video berikut ini memberikan

gambaran tentang penyiapan kelas industri, yaitu seleksi calon peserta didik.

Kunjungi tautan berikut ini dan pelajari bagaimana seleksi tersebut dilakukan.

Tautan Video 2.3 Seleksi peserta didik Kelas Industri:

https://www.youtube.com/watch?v=jAq-hIifAus

Kita sadari bahwa persaingan global dalam mencari pekerjaan bagi lulusan

SMK sangatlah ketat. Saat ini, peluang kerja di dunia industri semakin kompetitif

dan banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan

dan kompetensi yang memadai. Lulusan SMK harus mampu bersaing dengan

pencari kerja yang semakin banyak jumlahnya. Tantangan tersebut harus

diantisipasi sejak awal agar lulusan SMK dapat berkompetisi di dunia kerja saat ini

dan yang akan datang. Untuk itu SMK harus segera tanggap terhadap tuntutan

tersebut dengan membangun jejaring dengan industri untuk merancang

pembelajaran kejuruan yang mengacu kepada kompetensi yang dibutuhkan

industri.

Perdirjen Vokasi Nomor 45 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bantuan

Pemerintah Pelaksanaan Kelas Industri di Sekolah Menengah Kejuruan Tahun

2023 menegaskan bahwa untuk merealisasikan agar SMK dapat menghasilkan

lulusan yang unggul sesuai dengan tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia

kerja diperlukan adanya wadah yang dapat menjembatani kebutuhan dunia usaha,

dunia industri, dan dunia kerja sesuai dengan harapan SMK. Wadah yang

dimaksud adalah Kelas Industri yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha,

dunia

industri,

dan

dunia

kerja

atau

guru

yang

mendapatkan

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE