
Tes ikan
Presentation
•
Health Sciences
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
RISKA AYU MARLINDA PITRI
FREE Resource
9 Slides • 2 Questions
1
41 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
Eksplorasi Konsep: Gambaran Kelas Industri di SMK
1. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Kelas Industri
Anda sekarang akan belajar tentang pembelajaran Kelas Industri. Sebagai
langkah awal mempelajari pembelajaran kelas industri,mari kita cermati video
tentang pembelajaran di Kelas Industri SMKN 1 Bawang. Catat bagaimana
penerapan kegiatan dan asesmen di kelas industri diterapkan serta peran guru
dalam pembelajaran.
Tautan Video 2.2 Kelas Industri SMKN 1 Bawang:
https://youtu.be/xwSEq9ykv6w
Setelah menyaksikan tayangan video tersebut, bagaimana menurut Anda
pembelajaran di kelas industri dilaksanakan. Video berikut ini memberikan
gambaran tentang penyiapan kelas industri, yaitu seleksi calon peserta didik.
Kunjungi tautan berikut ini dan pelajari bagaimana seleksi tersebut dilakukan.
Tautan Video 2.3 Seleksi peserta didik Kelas Industri:
https://www.youtube.com/watch?v=jAq-hIifAus
Kita sadari bahwa persaingan global dalam mencari pekerjaan bagi lulusan
SMK sangatlah ketat. Saat ini, peluang kerja di dunia industri semakin kompetitif
dan banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan
dan kompetensi yang memadai. Lulusan SMK harus mampu bersaing dengan
pencari kerja yang semakin banyak jumlahnya. Tantangan tersebut harus
diantisipasi sejak awal agar lulusan SMK dapat berkompetisi di dunia kerja saat ini
dan yang akan datang. Untuk itu SMK harus segera tanggap terhadap tuntutan
tersebut dengan membangun jejaring dengan industri untuk merancang
pembelajaran kejuruan yang mengacu kepada kompetensi yang dibutuhkan
industri.
Perdirjen Vokasi Nomor 45 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bantuan
Pemerintah Pelaksanaan Kelas Industri di Sekolah Menengah Kejuruan Tahun
2023 menegaskan bahwa untuk merealisasikan agar SMK dapat menghasilkan
lulusan yang unggul sesuai dengan tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia
kerja diperlukan adanya wadah yang dapat menjembatani kebutuhan dunia usaha,
dunia industri, dan dunia kerja sesuai dengan harapan SMK. Wadah yang
dimaksud adalah Kelas Industri yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha,
dunia
industri,
dan
dunia
kerja
atau
guru
yang
mendapatkan
2
Multiple Choice
bagaimana perasaan kalian ????
3
44 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
dirancang secara fleksibel dan disepakati bersama antara SMK dan Industri.
Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK harus mempertimbangkan
pengembangan karakter dan soft skill peserta didik, seperti kemampuan
berkomunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan etika kerja yang diperlukan dalam
dunia industri, Karakter dan soft skill dilatihkan di sekolah dan dipraktikan secara
nyata di industri.
Sinkronisasi Kurikulum berkaitan dengan Kompetensi Inti - Kompetensi
Dasar (KI-KD) atau Capaian Pembelajaran dilakukan pada awal tahun ajaran baru
sebelum pembelajaran dimulai. Sinkronisasi kurikulum juga menghasilkan
kesepakatan organisasi pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah maupun di
industri, serta perangkat pembelajaran (Modul Ajar).
3. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Industri
“Kelas Industri SMK adalah pembelajaran yang sistematis dan
sinkron antara SMK dan Industri yang mengantarkan peserta didik belajar
dan terlibat langsung dalam proses bisnis di industri untuk mencapai suatu
tingkat keahlian profesional tertentu”
Sebelum kita membahas materi tentang pelaksanaan pembelajaran dan
asesmen Kelas Industri, mari kita simak video tentang bagaimana penerapan
kelas industri di SMK pada tautan berikut.
Tautan Video 2.4 Kelas Industri Perhotelan:
https://www.youtube.com/watch?v=ZlmGVvgJGiY
Kelas industri merupakan salah satu program pembelajaran yang
memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk mempelajari,
mengalami serta terlibat langsung dalam proses bisnis yang ada di industri,
sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK
dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Diharapkan lulusan SMK yang
menerapkan pembelajaran dan asesmen pada Kelas Industri akan lebih siap untuk
bekerja.
Pelaksanaan pembelajaran kelas industri yang selama ini dilakukan oleh
SMK adalah dalam bentuk penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan
Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pada kurikulum merdeka Praktik Kerja Lapangan
merupakan Mata Pelajaran, sehingga akan dibahas secara khusus pada Topik 5.
a. Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
4
42 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
pengetahuan/keterampilan
terkini,
kurikulumnya
sudah
merupakan
hasil
sinkronisasi dan peserta didik secara langsung melakukan praktik kerja pada
tempat kerja yang sesungguhnya.
Alur penyelenggaraan kelas industri adalah perencanaan program kelas
industri, sinkronisasi kurikulum kelas industri, pelaksanaan program kelas industri,
dan evaluasi program kelas industri. Gambar 2.1 berikut adalah alur
penyelenggaraan kelas industri di SMK:
Gambar 2.1 Alur Program Penyelenggaraan Kelas Industri
2. Perencanaan Pembelajaran Kelas Industri
Perencanaan program kelas industri di SMK adalah proses awal dalam
penyusunan program kelas industri dengan menyepakati Memorandum of
Understanding (MoU). Isi dari MoU adalah perjanjian yang dibuat antara pihak
industri dan SMK untuk mencapai kesepakatan dan kerja sama dalam
penyelenggaraan kelas industri yang berisikan poin-poin diantaranya:
a. penyediaan pelatihan kelas industri,
b. pengembangan kurikulum kelas industri,
c. program magang bagi guru,
d. penyediaan fasilitas dan peralatan bersama,
e. kolaborasi proyek,
5
45 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
Salah satu upaya untuk mendekatkan dunia kerja dengan Sekolah
Menengah Kejuruan adalah digulirkannya Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
yang mulai diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia.
Kepmendikbud Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan, menegaskan bahwa:
“Pendidikan Sistem Ganda selanjutnya disebut PSG adalah suatu bentuk
penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan
secara sistematis dan sinkron program pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui
bekerja langsung pada pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan,
terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu”.
Pendidikan sistem ganda adalah solusi untuk mengatasi kesenjangan
kompetensi lulusan dengan kebutuhan kompetensi kerja di industri. Hal ini
dikuatkan oleh Aaltje D. Ch. Wayong (2010), dengan konsep Pendidikan
Sistem Ganda (PSG), lulusan SMK tidak saja dibekali dengan pengetahuan-
pengetahuan dasar tentang dunia industri, melainkan langsung dengan
pengalaman dan kemampuan praktik di dunia kerja. Dengan kata lain, PSG
menjadikan lulusan SMK tidak saja mempunyai kesempatan untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, melainkan juga
mempunyai kualifikasi yang match dengan dunia usaha dan dunia industri.
Gambar 2.2 berikut menunjukkan alur penyelenggaraan sistem ganda di SMK.
Gambar 2.2 Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Penyelenggaraan pendidikan sistem ganda dilakukan di dua tempat
yaitu di sekolah dan di dunia kerja. Pada paruh waktu pembelajaran
6
43 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
f. riset bersama,
g. perekrutan dan penempatan kerja bagi lulusan,
h. Praktik Kerja Lapangan.
Langkah awal setelah disepakati nota kesepahaman (MoU) adalah
melakukan sinkronisasi/penyelarasan kurikulum industri antara industri dan SMK.
Kurikulum pada pembelajaran kelas industri di SMK disusun dengan
mempertimbangkan standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) atau standar
kompetensi kerja (SKK) dan kualifikasi kerja di industri yang disebut dengan
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia
Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor
pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema
pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor
pekerjaan. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia
terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan
sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional,
yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang
bermutu dan produktif. Lulusan SMK memiliki jenjang kualifikasi kerja level 3 dan
4 sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI).
SKKNI atau SKK dijabarkan ke dalam beberapa kompetensi dasar dan
indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir program pembelajaran.
Dalam
perencanaan
pembelajaran
Kelas
Industri,
bagi
SMK
yang
menyelenggarakan kurikulum merdeka langkah awal yang dilakukan adalah
melakukan sinkronisasi jabaran SKKNI atau SKK dengan Capaian Pembelajaran
(CP) SMK sesuai dengan bidang keahlian yang akan diselenggarakan. Kurikulum
pada pembelajaran kelas industri di SMK juga harus mempertimbangkan
kebutuhan dan tuntutan industri terkait dengan keterampilan dan pengetahuan
yang harus dimiliki oleh tenaga kerja di industri pada bidang tertentu. Kurikulum
pada pembelajaran kelas industri di SMK diintegrasikan dengan praktik langsung
di industri yang terkait, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman
praktis yang relevan dan mengembangkan keterampilan mereka dalam situasi
kerja sebenarnya. Untuk itu, maka pelaksanaan Kelas Industri dirancang peserta
didik melaksanakan pembelajaran sebagian waktu di sekolah dan sebagian waktu
lainnya di Industri. Pengaturan waktu pembelajaran di sekolah dan di industri
7
Labelling
Afygbjgcfggy
bj
aa
8
47 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
didik yang dilaksanakan di dunia kerja untuk mengasah dan memperkuat
kompetensi sesuai bidangnya (Dit SMK, 2021).
Pelaksanaan PKL dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, seperti
yang dijelaskan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
50 Tahun 2020 tentang tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik
bahwa Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan pembelajaran bagi peserta
didik SMK/MAK, SMALB, dan LKP yang dilaksanakan melalui praktik kerja di
dunia kerja dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kurikulum dan
kebutuhan dunia kerja.
Pola penyelenggaraan PKL berdasarkan Pedoman Praktik Kerja
Lapangan (PKL) Peserta Didik tahun 2017 yang diterbitkan oleh Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, pelaksanaan PKL dilakukan
dengan:
1) Pola harian (120 s.d 200 hari efektif). Penyelenggaraan PKL dilakukan
selama 6 s.d. 10 bulan setara dengan 5 hari x 4 minggu x 6 bulan = 120
hari sampai dengan 5 hari x 4 minggu x 10 bulan = 200 hari.
Penyelenggaraan PKL pola harian ini dilakukan dengan cara
mendistribusikan 120 s.d. 200 hari peserta didik mengikuti PKL ke dalam
hari efektif pembelajaran. Dengan demikian dalam satu minggu efektif,
ada beberapa hari peserta didik berada di sekolah dan beberapa hari
lainnya peserta didik berada di industri. Hal ini seperti pola yang
dilaksanakan pada pembelajaran sistem ganda (PSG)
2) Pola mingguan (24 s.d. 40 minggu efektif). Penyelenggaraan PKL
dilakukan selama 6 s.d. 10 bulan setara dengan 4 minggu x 6 bulan = 24
minggu sampai dengan 4 minggu x 10 bulan = 40 minggu.
Penyelenggaraan PKL pola mingguan ini dilakukan dengan cara
mendistribusikan 24 sampai dengan 40 minggu peserta didik mengikuti
PKL ke dalam minggu efektif pembelajaran. Dengan demikian dalam satu
bulan, ada beberapa minggu peserta didik berada di sekolah dan
beberapa minggu lainnya peserta didik berada di industri. Pola ini sesuai
bagi SMK yang sudah melakukan pendidikan sistem ganda (PSG).
3) Pola bulanan (6 s.d. 10 bulan). Penyelenggaraan PKL dilakukan selama
6 s.d. 10 bulan. Pola bulanan dilakukan dengan cara mendistribusikan 6
s.d. 10 bulan peserta didik mengikuti PKL ke dalam bulan efektif
pembelajaran. Dengan demikian dalam satu tahun, peserta didik
9
46 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
dilaksanakan di sekolah, peserta didik diampu oleh guru seperti halnya
pembelajaran yang biasa dilakukan. Paruh waktu berikutnya peserta didik
berada dunia kerja yang diampu oleh pendamping dari industri. Pembelajaran
paruh waktu tersebut baik di sekolah maupun di dunia kerja (industri)
dilaksanakan secara kontinyu. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan
secara kolaborasi antara SMK dan industri diharapkan akan menghasilkan
lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Menurut Indra Djati Sidi pada Aaltje D. Ch. Wayong (2010) PSG
bertujuan: (1) menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional,
yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat kemampuan, kompetensi, dan etos
kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja; (2) meningkatkan dan
memperkokoh Link and match antara lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan
dan dunia kerja; (3) meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan
tenaga kerja berkualitas profesional; dan (4) memberi pengakuan dan
penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses
pendidikan.
Dengan demikian, penerapan pendidikan sistem ganda sebagai salah
satu bentuk dari pembelajaran berbasis industri memberikan penguatan teori
dan keterampilan dasar, sementara di dunia kerja peserta didik akan
mendapatkan pengetahuan dan keterampilan kerja yang nyata, budaya kerja,
mandiri dan bertanggung jawab secara profesional. Kurikulum yang
dipergunakan pada pembelajaran sistem ganda adalah kurikulum yang
disusun berdasarkan hasil penyelarasan antara sekolah dan industri.
Asesmen pembelajaran dilakukan oleh sekolah dan industri. Sertifikasi
kompetensi peserta didik dilakukan oleh pihak industri.
b. Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Bentuk lain pembelajaran kelas industri adalah Praktik Kerja Lapangan
(PKL) di dunia kerja. Dalam hal ini adalah yang PKL diterapkan sebelum
Kurikulum Merdeka. Sedangkan PKL pada Kurikulum Merdeka adalah
merupakan mata pelajaran sehingga karakteristik PKL pada Kurikulum
Merdeka sama dengan karakteristik mata pelajaran.
Salah satu pembelajaran di SMK yang mendukung peningkatan
kompetensi terutama keterampilan kerja, sikap dan budaya kerja peserta didik
adalah Praktik Kerja Lapangan. PKL merupakan bentuk pembelajaran peserta
10
48 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
beberapa bulan berada di sekolah dan beberapa bulan lainnya berada di
industri. Pada pola bulanan ini dapat dilakukan dengan sistem blok (6 s.d.
10 bulan) atau dapat dipecah diselingi dengan pembelajaran di sekolah.
PKL selama 6 bulan dapat dilakukan pola 3-3, yaitu 3 bulan di industri, 3
bulan di sekolah, dan 3 bulan di industri dan 3 bulan kembali ke sekolah,
sehingga memenuhi PKL di industri selama 6 bulan. PKL selama 10 bulan
(bagi SMK 4 tahun) dapat dilakukan dalam 3 semester dengan pola 4-3-
3 (4 bulan di industri, 2 bulan di sekolah, 3 bulan di industri, 3 bulan di
sekolah, 3 bulan di industri dan 3 bulan di sekolah) atau pola 5-5 (5 bulan
di industri, 1 bulan di sekolah, 5 bulan di industri, dan 1 bulan di sekolah)
sehingga memenuhi lama PKL selama 10 bulan. Pola lain dapat
dikembangkan oleh satuan pendidikan
4. Asesmen Kelas Industri
Asesmen pembelajaran kelas industri untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik dapat dilakukan dengan tes, baik teori maupun praktik
selama mengikuti program kelas industri. Sertifikasi kompetensi bisa diberikan
kepada peserta didik setelah berhasil dalam sertifikasi yang dilaksanakan oleh
pihak industri.
a. Asesmen Peserta Didik
Asesmen pembelajaran pada peserta didik dilakukan secara
menyeluruh mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan yang
dilakukan baik oleh guru di SMK maupun instruktur di industri. Asesmen
pembelajaran ranah sikap sebagai contoh meliputi: (1) Jujur, (2) Tanggung
jawab, (3) Disiplin, (4) Santun. Asesmen pembelajaran ranah pengetahuan
meliputi: (1) Test Tulis, (2) Test Wawancara. Sedangkan asesmen ranah
keterampilan dilakukan melalui penugasan yang dilengkapi dengan lembar
observasi.
b. Pemberian Sertifikat Kompetensi
Peserta didik yang mengikuti program kelas industri berhak untuk
mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari industri sebagai portofolio di samping
peserta didik mendapatkan ijazah. Portofolio sangat bermanfaat bagi peserta
didik manakala mencari kerja setelah lulus. Hal ini sesuai dengan Peraturan
Menteri Perindustrian Nomor 03/M-IND/PER/1/2017 tentang Pedoman
Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis
11
49 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
Kompetensi yang tautan and match dengan industri pada Pasal 10 Ayat (4)
dinyatakan bahwa Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri
memberikan sertifikat kepada peserta didik dan guru bidang studi produktif
yang telah menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan/atau Pemagangan
Industri. Sertifikasi bisa dilakukan melalui sertifikasi yang dilaksanakan oleh
industri, ataupun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan
lembaga yang memberikan sertifikasi profesi di Indonesia.
Untuk menambah pemahaman Bapak/Ibu Guru tentang pembelajaran di Kelas
Industri, silakan pelajari tautan dokumen Perencanaan Pembelajaran berbasis
Kompetensi dan Bimtek Kelas Industri berikut ini.
##Bacaan Tambahan/Referensi:
●Tautan Contoh Perencanaan Pembelajaran Berbasis Kompetensi:
[https://tinyurl.com/2p8akxtk]
●Tautan Presentasi Bimtek Kelas Industri 2023:
[https://bit.ly/Presentasi_Bintek_Kelas_Industri_2023]
41 | Prinsip Pengajaran dan Asesmen di Sekolah Menengah Kejuruan
Eksplorasi Konsep: Gambaran Kelas Industri di SMK
1. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen Kelas Industri
Anda sekarang akan belajar tentang pembelajaran Kelas Industri. Sebagai
langkah awal mempelajari pembelajaran kelas industri,mari kita cermati video
tentang pembelajaran di Kelas Industri SMKN 1 Bawang. Catat bagaimana
penerapan kegiatan dan asesmen di kelas industri diterapkan serta peran guru
dalam pembelajaran.
Tautan Video 2.2 Kelas Industri SMKN 1 Bawang:
https://youtu.be/xwSEq9ykv6w
Setelah menyaksikan tayangan video tersebut, bagaimana menurut Anda
pembelajaran di kelas industri dilaksanakan. Video berikut ini memberikan
gambaran tentang penyiapan kelas industri, yaitu seleksi calon peserta didik.
Kunjungi tautan berikut ini dan pelajari bagaimana seleksi tersebut dilakukan.
Tautan Video 2.3 Seleksi peserta didik Kelas Industri:
https://www.youtube.com/watch?v=jAq-hIifAus
Kita sadari bahwa persaingan global dalam mencari pekerjaan bagi lulusan
SMK sangatlah ketat. Saat ini, peluang kerja di dunia industri semakin kompetitif
dan banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan
dan kompetensi yang memadai. Lulusan SMK harus mampu bersaing dengan
pencari kerja yang semakin banyak jumlahnya. Tantangan tersebut harus
diantisipasi sejak awal agar lulusan SMK dapat berkompetisi di dunia kerja saat ini
dan yang akan datang. Untuk itu SMK harus segera tanggap terhadap tuntutan
tersebut dengan membangun jejaring dengan industri untuk merancang
pembelajaran kejuruan yang mengacu kepada kompetensi yang dibutuhkan
industri.
Perdirjen Vokasi Nomor 45 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Bantuan
Pemerintah Pelaksanaan Kelas Industri di Sekolah Menengah Kejuruan Tahun
2023 menegaskan bahwa untuk merealisasikan agar SMK dapat menghasilkan
lulusan yang unggul sesuai dengan tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia
kerja diperlukan adanya wadah yang dapat menjembatani kebutuhan dunia usaha,
dunia industri, dan dunia kerja sesuai dengan harapan SMK. Wadah yang
dimaksud adalah Kelas Industri yang para instrukturnya berasal dari dunia usaha,
dunia
industri,
dan
dunia
kerja
atau
guru
yang
mendapatkan
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 11
SLIDE
Similar Resources on Wayground
10 questions
Sistem komputer
Presentation
•
10th Grade
10 questions
Dasar Listrik
Presentation
•
10th Grade
9 questions
Asesmen Diagnostik Kelas X
Presentation
•
10th Grade
8 questions
KEGIATAN EKONOMI
Presentation
•
10th Grade
7 questions
MATERI DASAR DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Presentation
•
10th Grade
8 questions
PENDIDIKAN ISLAM TINGKATAN 4 : SIRAH RASULULLAH SAW
Presentation
•
10th Grade
10 questions
Soal Materi Reproduksi Virus
Presentation
•
10th Grade
9 questions
Gamelan Sunda
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade
Discover more resources for Health Sciences
50 questions
STAAR English 2 Review
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Grammar
Quiz
•
9th - 12th Grade
31 questions
Easter Trivia
Quiz
•
KG - 12th Grade
16 questions
Circles - Equations, Central & Inscribed Angles
Quiz
•
9th - 12th Grade
46 questions
Unit 4 Geosphere Test Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Calculating Surface Area of a Triangular Prism
Interactive video
•
6th - 10th Grade
20 questions
Central Angles and Arc Measures 2
Quiz
•
10th Grade