Search Header Logo
JKI Kelas X

JKI Kelas X

Assessment

Presentation

Computers

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Prabu Jo

FREE Resource

62 Slides • 0 Questions

1

media

Bab IV

Jaringan Komputer dan

Internet

2

media

Tujuan Pembelajara n

1.

Menjelaskan dan merancang topologi jaringan sederhana
yang dapat menghubungkan beberapa komputer.

2.

Menjelaskan dan memanfaatkan model jaringan komputer.

3.

menjelaskan mekanisme pengiriman, penerimaan, dan
komunikasi data.

3

media

A. Pengantar Jaringan Komputer

dan Internet

Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang
saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya
menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi
sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program,
dan menggunakan bersama perangkat keras.

4

media

Tujuan Pemasangan Jaringan
Komputer

a.

Memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.

b.

Membantu mempertahankan informasi agar tetap andal
dan up to date.

c.

Membantu mempercepat proses berbagi data (sharing
data).

d.

Memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi dengan
lebih efisien.

e.

Membantu usaha dalam melayani klien mereka secara
lebih efektif.

5

media

Manfaat Jaringan Komputer

a.

Dapat berbagi resource (data, program, peripheral
komputer).

b.

Media komunikasi efektif dan multimedia.

c.

Memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.

d.

Memungkinkan penyampaian lebih terpadu.

e.

Memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi lebih
efisien.

f.

Dapat menjaga keamanan data lebih terjamin (hak akses).

g.

Menghemat biaya pengembangan dan pemeliharaan.

6

media

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

1.

Komputer server

7

media

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

2.

Host dan Klien

8

media

3.

NIC (Network Interfaced
Card)

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

4.

Hub dan Switch

9

media

5.

Repeater

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

6.

Bridge

10

media

7.

Router

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

8.

Modem (Modulator
Demodulator)

11

media

9.

Jenis-Jenis Kabel

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

Kabel Coxial

Kabel Twisted Pair ((UTP
(Unshielded Twisted Pair))

Kabel Twisted Pair ((STP
(Shielded Twisted Pair))

12

media

9.

Jenis-Jenis Kabel (UTP)

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

Straight Through Cable

Cross Over Cable

Roll Over Cable

13

media

10. Konektor Kabel (RJ-45)

Perangkat atau Hardware Jaringan
Komputer

11. Crimping Tool

12. Tester LAN Kabel

14

media

B. Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah gambaran perencanaan hubungan
antar komputer dalam LAN yang umumnya menggunakan
kabel (sebagai media transmisi) dengan konektor, ethernet
card, dan perangkat pendukung lainnya.

15

media

1. Topologi Fisik

Topologi fisik menggambarkan kondisi yang sebenarnya dari
jaringan yang ada. Bentuk fisik dari tata letak kabel yang
terlihat dengan jelas dan tidak abstrak yang mengacu pada
koneksi fisik, interkoneksi antara node, dan jaringan kabel.

16

media

a. Topologi Bus

Karakteristik topologi bus sebagai berikut.
Node-node dihubungkan

secara serial sepanjang kabel
dan pada kedua ujungnya
ditutup dengan terminator.

Instalasi mudah, sederana,

dan ekonomis dalam segi
biaya.

Paket-paket data saling

bersimpangan pada suatu
kabel.

Tidak memerlukan hub.

17

media

a. Topologi Bus

Menggunakan konektor tipe T di setiap ethernet apabila

menggunakan thin coax atau menggunakan kabel transceiver
apabila menggunakan thick coax sebagai media transmisi.

Menggunakan konektor RJ-45 dan hub bila digunakan pada

kabel UTP.

Transmisi data dalam kabel bersifat full duplex dan sifatnya

broadcast sehingga semua terminal dapat menerima transmisi
data.

Jika salah satu terjadi kesalahan, maka akan memengaruhi

seluruh jaringan komputer sehingga tidak bisa berkomunikasi
dalam jaringan tersebut

18

media

b. Topologi Star (Bintang)

Karakteristik topologi star sebagai berikut.

Setiap node berkomunikasi langsung dengan

konsentrator atau hub.

Apabila setiap paket data yang masuk ke

konsentrator kemudian di broadcast keseluruh
node yang terhubung sangat banyak (misalnya
memakai hub 32 port) menyebabkan kinerja
jaringan akan menurun.

Sangat mudah dikembangkan.
Jika salah satu kartu jaringan rusak atau salah

satu kabel putus, maka jaringan tetap bisa
berkomunikasi dan tidak terjadi down pada
keseluruhan jaringan.

Kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

19

media

c. Topologi Tree (Pohon)

Karakteristik topologi tree sebagai berikut.

Berbentuk seperti pohon atau bercabang.
Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dan hirarki

yang berbeda-beda.

Komunikasi antara kelompok dilakukan melalui sebuah hub.
Adanya hub pusat sebagai pusat data maupun kendali jaringan.
Adanya kabel utama atau backbone sebagai penghubung jaringan.

20

media

d. Topologi Ring (Cincin)

Karakteristik topologi ring sebagai berikut.

Node-node dihubungkan secara serial

disepanjang kabel membentuk cincin
yang melingkar.

Peletakan jaringan komputer sederhana

seperti jenis topologi bus.

Paket-paket data mengalir dalam satu

arah sehingga collision dapat terhindari.

Jika salah satu node rusak, maka

seluruh jaringan tidak dapat
berkomunikasi.

Tipe kabel yang digunakan biasanya

kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe
6).

21

media

e. Topologi Mesh

Karakteristik topologi mesh sebagai berikut.

Topologi mesh memiliki

hubungan yang berlebihan
antara peralatan-peralatan
yang ada.

Saling terhubung satu sama

lain.

Jika jumlah peralatan yang

terhubung sangat banyak,
maka akan sulit untuk
dikendalikan.

22

media

e. Topologi Hybrid

Topologi hybrid adalah topologi yang mengubungkan dua atau lebih
jaringan, seperti topologi star, ring, dan bus sehingga terlihat lebih
rumit. Karakteristik topologi hybrid adalah membawa karakteristik
topologi asal yang membangunnya.

23

media

2. Topologi Logik

Topologi logik adalah gambaran hubungan secara logika pada
komputer dalam jaringan.

24

media

Jenis-Jenis Topologi Logik

a. Ethernet

Penggunaan ethernet berfungsi untuk menghubungkan kabel

dalam jaringan sehingga memungkinkan terjadi koneksi
internet, intranet, dan ekstranet.

Dikembangkan oleh Xerox Corp dengan standarisasi IEEE

802.3

Kecepatan transfer data hingga 1Gbps
Metode CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Acces/Collision

Detection)

25

media

b. Token Ring

Dikembangkan oleh IBM (International Bussiness Machine)
Menghubungkan tiap komputer membentuk lingkaran
Paket data dikirimkan melalui node-node yang ada dalam

tokenring

Paket data tetap terkirim walaupun node tidak sesuai alamat

26

media

c. FDDI (Fiber Distributed Interface)

Penghubung dua atau lebih jaringan pada jarak jauh
FDDI merupakan protokol yang digunakan untuk transmisi

pada jaringan yang mempunyai token passing ring yang
dapat meningkatkan kinerja jaringan.

Terdapat dua ring counter-rotating.

27

media

c. ATM (Asynchronous Transfer Mode)

sebuah jaringan yang mentrasmisikan pada kecepatan 155

Mbps atau lebih

Prinsip kerja pada ATM adalah setiap informasi harus

ditransfer ke dalam bentuk sel.

28

media

3. Faktor-faktor Pemilihan
Topologi Jaringan

Biaya (kebutuhan kabel dan jenis kabel yang digunakan)
Skabilitas (kemampuan untuk perluasan dengan menambah

node)

29

media

C. Model Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan sebuah sistem yang terdiri atas
komputer dan perangkat jaringan yang bekerja bersama-sama
untuk mencapai tujuan yang sama.

30

media

1. Berdasarkan Pola Pengoperasian

a.

Jaringan Client-Server

Jaringan client-server merupakan sebuah bentuk hubungan
jaringan yang menggunakan prinsip pelayan atau memberi
pelayanan (server) dan yang dilayani client atau workstation).

31

media

1. Berdasarkan Pola Pengoperasian

b. Jaringan Peer to Peer
Jaringan peer to peer adalah kumpulan beberapa komputer yang
biasanya tidak berjumlah banyak yang terhubung dalam jaringan
untuk melakukan koneksi, berbagi data (sharing), dan memakai
sumber daya (resource) komputer lain seolah itu komputer sendiri.

32

media

2. OSI (Open System
Interconnection) Model

OSI model digunakan untuk menjelaskan komunikasi data
yang terjadi dalam jaringan komputer.

33

media

3. Transmission Control
Protocol/Internet Protocol (TCP/IP)

TCP/IP merupakan standar komunikasi data yang digunakan untuk
proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam
jaringan internet.

34

media

D. Transmisi Data

Transmisi data adalah proses penting pada jaringan komputer
dan internet.

Penerima

(receiver)

Pengirim

(sender)

Medium

(kanal)

35

media

1. Packet Switching

Packet switching adalah salah satu cara transmisi paket data

yang paling banyak digunakan di mana data akan dipecah ke
dalam beberapa paket data dan dikirimkan secara
independen dari titik awal ke titik tujuan.

Packet switching menggunakan metode komunikasi data

digital dengan switch yang membentuk kumpulan di dalam
sebuah jaringan.

36

media

Saat terjadi transmisi data, lalu lintas transmisi adapter pada

kumpulan sebuah jalur, switch, router, dan node yang
mengantri pada sebuah sistem akan menimbulkan tumpukan
proses data

Komputer

A

Komputer

B

Switching

Node

Switching

Node

Komputer

C

Komputer

D

37

media

2. Deteksi dan Perbaikan Kesalahan

Sent

Received

1011001110110111

Single Bir Error

Multiple Bir Error

Sent

Received

1011001110100111

Burst Bir Error

Sent

Received

1011001111000111

38

media

a. Pendeteksian Kesalahan

1)

Parity Check

Cara menentukan parity check sebagai berikut.
1.

Data dari pengirim (A) adalah 000.

2.

A menghitung nilai parity bit = 0 + 0 + 0 = 0.

3.

Hasil parity bit dibagi 2 = 0 : 2 = 0.

4.

Parity bit ganjil sehingga ditambahkan 0.

5.

A menambahkan parity bit dan mengirimkan ke penerima
(B) menjadi 0000.

6.

Data yang diterima adalah 0000.

7.

B menghitung keseluruhan parity bit = 0 + 0 + 0 + 0 = 0.

8.

Hasil benar karena memiliki nilai yang sama.

39

media

2)

Checksum

Checksum merupakan urutan angka dan huruf yang digunakan
untuk memeriksa kesalahan data. Checksum digunakan untuk
keperluan verifikasi data yang telah diunduh dari internet.
Proses checksum sebagai berikut.
1.

Pada saat paket data dari pengirim akan ditransmisikan
checksum akan dihitung dari blok data.

2.

Perhitungan checksum menggunakan algoritma yang disepakati
oleh pengirim dan penerima data.

3.

Checksum ditransmisikan bersama blok data.

4.

Blok data yang sudah diketahui oleh pengirim akan dicek
kembali oleh penerima data.

5.

Hasil checksum dari pengirim akan dijumlahkan dengan hasil
sum penerima data.

6.

Jika hasil perhitungan sama, maka tidak terjadi kesalahan.

7.

Jika hasil perhitungan berbeda, maka permintaan pengiriman
data ulang akan dikirimkan.

40

media

3)

CRC (Cyclic Redundancy Check)

Sistem ini diterapkan dalam komunikasi data karena

prosesnya cukup sederhana dan tidak banyak membutuhkan
tambahan bit berupa parity bit.

Dalam metode CRC terdapat frame dan setiap frame terdiri

dari beberapa deretan bit yang panjang. Pada akhir blok
ditambahkan beberapa control-bit untuk menjamin
kebenaran data.

Hasil perhitungan yang didapatkan dibandingkan dengan

control-bit, bila sama berarti data dikirim tanpa mengelami
kesalahan.

41

media

b. Perbaikan Kesalahan

Kesalahan transmisi data dapat diperbaiki dengan cara
meminta kembali pengiriman data dari pengirim ketika data
dideteksi adanya kesalahan. Cara tersebut adalah cara yang
mudah untuk digunakan. Selain itu, kesalahan transmisi data
dapat diperbaiki menggunakan algoritma perbaikan kesalahan
untuk mengembalikkan data yang corrupted.

42

media

3. Transmisi Digital dan Analog

Transmisi data berupa data teks, numerik, gambar, video,

dan audio dapat dikirimkan dari satu piranti ke piranti lainnya.

Transmisi data dari sumber ke tujuan harus dihubungkan

dengan sifat data. Artinya, dapat dipergunakan untuk
menyebarkan data dan pemrosesan data yang diterima
dapat dimengerti dengan baik.

Berdasarkan sistem pemancaran data dapat dibagi dua,

yaitu transmisi digital dan transmisi analog.

43

media

a. Transmisi Analog

Prinsip transmisi analog (carrier wave modulation transmission)

adalah data ditransmisikan melewati gelombang pembawa, yaitu
gelombang yang hanya bertujuan untuk mengangkut data dengan
modifikasi salah satu karakteristiknya, yaitu amplitudo, frekuensi atau
fasanya.

Berdasarkan pada parameter gelombang pembawa ada tiga jenis

transmisi analog, yaitu sebagai berikut.
● Transmisi dengan modulasi amplitude gelombang carrier.
● Transmisi dengan modulasi frekuensi gelombang carrier.
● Transmisi dengan modulasi fase gelombang carrier.

Berdasarkan jenis datanya, ada dua jenis transmisi analog, yaitu

transmisi analog data analog dan transmisi analog data digital.

44

media

1)

Transmisi Analog Data Analog


Transmisi analog data analog mengirimkan data dalam bentuk
analog. Pemancar membawa data dan gelombang
pembawanya. Agar dapat dikirimkan secara analog data harus
dimodifikasi menjadi sinyal analog, yaitu amplitude modulation,
frequency modulation, dan phase modulation.

a)

Amplitude Modulation

Amplitude Modulation (AM) merupakan tegangan atau tingkat
daya sinyal informasi mengubah amplitudo pembawa secara
proporsional. Penggunaan sinyal AM banyak digunakan di
radio. AM diadopsi untuk transmisi bagian video dari sinyal TV
karena AM adalah spektrum frekuensi radio paling tidak boros.

45

media

b)

Frequency Modulation

Frequency Modulation (FM), frekuensi daripada amplitudo
gelombang pembawa dibuat bervariasi secara proporsional
dengan amplitudo yang bervariasi dari sinyal modulasi, seperti
yang ditunjukkan pada gambar berikut.

46

media

c)

Phase Modulation

Phase modulation ini fase dari sinyal pembawa analog akan
dimodifikasi sesuai dengan perubahan gelombang data
analog. Amplitudo dan frekuensi dari gelombang modulasi
tidak berubah. Perhatikan gambar berikut.

47

media

2)

Transmisi Analog Data Digital

Transmisi analog data digital mengirimkan data yang

digunakan sudah digital tetapi transmisi masih analog
sehingga digunakan modem (modulator demodulator). Ketika
proses transmisi data digital dengan urutan biner 0 dan 1
dikonversi menjadi sinyal analog, proses ini disebut juga
modulasi. Ketika menerima data sinyal analog diubah
menjadi data digital. Proses ini disebut juga demodulasi.

Kelebihan dari transmisi analog adalah mampu memproses

pengiriman data dalam lalu lintas komunikasi yang padat.

Kelemahan transmisi analog, di antaranya Lebih sensitif

terhadap derau atau gangguan dan Transmisi analog
memerlukan penguat sinyal (amplifier) yang besar untuk
pengiriman jarak jauh

48

media

b. Konversi Analog ke Digital

Suara manusia merupakan sinyal kontinyu analog dengan

frekuensi 0 – 4 kHz. Sedangkan, sinyal digital berupa
bilangan biner 1 dan 0. Oleh karena itu, diperlukan konversi
suara manusia menjadi runtunan biner 1 dan 0 sebelum
dikirimkan.


Konversi sinyal analog ke sinyal digital diperlukan teknik

modulasi. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah
Pulse Code Modulation (PCM). Proses PCM antara lain
filterisasi, sampling, quantizing, dan coding sehingga
membentuk suatu sistem PCM.

49

media

1)

Filterisasi

Filterisasi suatu rangkaian yang dirancang agar dapat meloloskan
suatu sinyal input pada rentang frekuensi tertentu dan meredam
sinyal input yang mempunyai frekuensi diluar rentang frekuensi
yang telah ditentukan. Filter digital berupa sinyal diskrit yang
dikelompokkan menjadi Finite Impuls Response (FIR) dan Infinite
Impulse Response (IIR).
2)

Sampling

Sampling adalah suatu proses mengubah sinyal analog menjadi
sinyal diskrit agar sesuai dengan format digital.
3)

Quantizing

Quantizing (kuantisasi) merupakan suatu tahap pemetaan dari
sinyal yang telah disampling menjadi sinyal dengan level tertentu
berdasarkan bit ADC yang digunakan. Proses ini dilakukan dengan
cara menentukan segmen-segmen dari amplitude sampling dalam
level-level kuantisasi. Amplitudo dari masing-masing sampel
dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang
terdekat.

50

media

4)

Coding

Coding atau pengkodean adalah proses mengubah suatu
besaran tertentu ke dalam bentuk lain yang dikenali
berdasarkan ketentuan yang teratur. Pengkodean NRZ (Non
Return to Zero) adalah suatu pengkodean dimana sinyal tidak
kembali ke 0 volt di tengah-tengah bit. Dalam pengkodean
NRZ bit 0 direpresentasikan oleh sinyal dengan tegangan 0
volt, sedangkan bit 1 direpresentasikan oleh sinyal dengan
tegangan +V volt.

51

media

c. Transmisi Digital

Transmisi digital merupakan pengiriman data atau informasi
melalui media komunikasi fisik dalam bentuk data digital
menuju penerima (receiver). Transmisi digital melibatkan tiga
teknik, yaitu line coding, blok coding, dan scrambling.
Pembahasan ini hanya dibatasi pada line coding. Skema
transmisi digital menggunakan line coding dapat kalian
perhatikan pada gambar berikut.

52

media

1)

Unipolar

Skema unipolar adalah semua elemen sinyal yang mempunyai
tanda yang sama, yaitu positif semua atau negatif semua.
Semua level sinyal berada di salah satu sisi dari sumbu waktu,
baik di atas atau di bawah. Unipolar disebut juga unipolar non
return to zero (NRZ).

53

media

2)

Polar

Pada skema polar menggunakan pengkodean sinyal tingkat
tegangan jamak untuk merepresantasikan bilangan biner.
Dalam pengkodean polar menggunakan NRZ, return to zero
(RZ), dan biphase (manchester dan differensial manchester).
3)

Bipolar

Skema bipolar terdapat dua macam pengkodean, yaitu
Alternate Mark Inversion (AMI) dan pseudoternary.
Pengkodean ini dibuat untuk mengeliminasi kekurangan-
kekurangan pada NRZ. Pada encoding bipolar menggunakan
tiga tingkatan, seperti positif, nol, dan negatif. Perhatikan
gambar berikut.

54

media

4)

Multilevel

Tujuan dari pengkodean multilevel adalah meningkatkan
kecepatan data tetapi saat bersamaan menurunkan kecepatan
sinyal (bandwith). Untuk mencapai tujuan ini dilakukan
pengkodean dari m elemen data dan n elemen sinyal.
5)

Multitransition

Multitransition (MLT-3) menggunakan tiga level tegangan
sinyal dan tiga aturan transisi untuk berpindah dari satu level
tegangan ke level tegangan yang lain. Aturan transisi tersebut
dapat dirumuskan sebagai berikut.
Apabila bit berikutnya adalah 0, tidak ada transisi level sinyal.
Jika bit berikutnya adalah 1 dan level sinyal tidak 0, maka

level sinyal berikutnya adalah 0.

Jika bit berikutnya adalah 1 dan level sinyal saat ini adalah 0,

maka level sinyal berikutnya adalah kebalikan dari level
sinyal tidak 0 yang terakhir.

55

media

Kelebihan transmisi digital, yaitu sebagai berikut.
Penggunaan repeater pada transmisi digital lebih efektif

dibandingkan dengan alat penguat atau amplifier pada
transmisi analog.

Teknik enkripsi mudah diterapkan pada transmisi digital.
Transmisi data digital mudah diproses dan dikontrol melalui

komputer.

Metode Time Division Multiplexing (TDM) dapat diterapkan

pada transmisi digital sehingga menghemat waktu dan biaya.

Transmisi digital lebih murah, handal, kecil, dan konsumsi

daya rendah karena didukung oleh teknologi Integrated
Circuit (IC) atau chips.

Transmisi digital stabil, praktis, dan pemakaiannya tahan

lama.

56

media

Kelemahan transmisi digital, yaitu sebagai berikut.
Kesalahan pada saat digitalisasi informasi tidak dapat

terpresentasikan dengan baik.

Biaya yang besar untuk beralih teknologi berbasis analog

menjadi teknologi berbasis digital.

Transmisi digital memerlukan repeater (pengulang sinyal)

pengiriman jarak jauh.

57

media

4. Jalur Transmisi Data

Jalur transmisi dibagi menjadi 3 macam, yaitu multicast,
broadcast dan unicast.
1)

Multicast

Masing-masing alat atau media yang terhubung dapat
berkomunikasi menggunakan alat yang menghubunginya.
Contohnya adalah server.
2)

Broadcast

Alat yang menerima informasi tidak bisa memberikan respon
balik terhadap alat pengirim data atau informasi. Contohnya
adalah pemancar radio, pemancar televisi serta mengirim
email menggunakan mailing list.
3)

Unicast

Kontak informasi yang terjadi pada suatu alat dengan yang
lain. Contoh adalah telepon, ketika telepon digunakan, tidak
dapat menghubungi salah satu dari telepon yang sedang
terhubung.

58

media

5. Konfigurasi Jalur Transmisi Data

Konfigurasi jalur transmisi data dibedakan, yaitu sebagai
berikut.
1)

Point to Point

Konfigurasi suatu peralatan saling terhubung tanpa terbagi.
Contohnya adalah printer yang terhubung langsung dengan
komputer.
2)

Point to Multipoint

Konfigurasi pada satu peralatan dapat terhubung dengan
beberapa alat lainnya. Contohnya adalah penyiaran televisi
dan penyiaran radio.

59

media

6. Arah Kanal Transmisi

Kanal transmisi data dapat diartikan sebagai pipa yang
menghubungkan dua alat. Alat terkoneksi satu arah maupun dua
arah. Bentuk kanal transmisi data dalam jaringan dapat dijelaskan
berupa simplex, half duplex, dan full duplex.
a.

Simplex

Simplex adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua belah
pihak, di mana sinyal-sinyal dikirim secara satu arah. Transmisi
secara simplex terjadi di dalam beberapa teknologi komunikasi,
seperti siaran televisi atau siaran radio.
b.

Half Duplex

Half-duplex merupakan sebuah mode komunikasi di mana data
dapat ditransmisikan atau diterima secara dua arah tapi tidak
dapat secara bersama-sama. Contoh paling sederhana adalah
walkie-talkie, di mana dua penggunanya harus menekan sebuah
tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk
mendengar.

60

media

c.

Full Duplex

Dalam komunikasi full-duplex dua pihak yang saling
berkomunikasi akan mengirimkan informasi dan menerima
informasi dalam waktu yang sama. Umumnya membutuhkan dua
jalur komunikasi. Komunikasi full-duplex juga dapat diraih dengan
menggunakan teknik multiplexing, di mana sinyal yang berjalan
dengan arah yang berbeda akan diletakkan pada slot waktu
(time slot) yang berbeda. Kelemahan teknik ini adalah bahwa
teknik ini memotong kecepatan transmisi yang mungkin menjadi
setengahnya. Contohnya adalah switch.

61

media

7. Mode Transmisi

Mode transmisi dibagi menjadi dua mode, yaitu paralel
transmission dan serial transmission.
a.

Parallel Transmission

Data dapat dikirim serentak menggunakan beberapa jalur
sekaligus. Data akan dikirimkan terus menerus sampai semua
data selesai dikirimkan.
b.

Serial Transmission

Data nantinya akan dikirimkan secara bergantian. Serial
transmission dibagi menjadi dua, yaitu Synchronous Transfer
Mode (STM) dan Synchronous Transfer Mode (ATM).

62

media

8. Kapasitas Chanel Transmisi

Jenis-jenis kapasitas chanel transmisi terbagi menjadi tiga,
yaitu sebagai berikut.
a.

Bandwidth

Bandwidth adalah kemampuan maksimum dari suatu media
untuk menyalurkan informasi dalam satuan waktu atau dikenal
bit persecond (bps).
b.

Broadband

Broadband adalah lebar jalur frekuensi yang mampu
memindahkan lebih banyak data dan lebih tinggi dibandingkan
dengan frekuensi yang lebih sempit (narrowband).
c.

Wideband

Wideband merupakan pita dengan saluran lebar. Kemampuan
wideband lebih besar bila dibandingkan dengan narrowband.

media

Bab IV

Jaringan Komputer dan

Internet

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 62

SLIDE