
PKN_GOTONG ROYONG
Presentation
•
Social Studies
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Trisnani P
Used 4+ times
FREE Resource
23 Slides • 0 Questions
1
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
122
Sementara, menyangkut sifat beradab, Ki Hajar Dewantoro dalam Notonagoro
(1950), mengatakan bahwa, “Pancasila menjelaskan serta menegaskan corak
warna atau watak rakyat kita sebagai bangsa yang beradab, berkebudayaan,
bangsa yang menginsyafi keluhuran dan kehalusan hidup manusia, serta sanggup
menyesuaikan hidup kebangsaannya dengan dasar kemanusiaan yang universal,
yang meliputi seluruh alam kemanusiaan seluas-luasnya, begitu pula dalam arti
kenegaraan pada khususnya.”
Salah satu imajinasi para pendiri Republik ini, mengukuhkan tekad dalam
narasi dasar “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Tekad tersebut mengandaikan
sebuah gerak transformasi cara hidup setiap warga negara Indonesia. Dengan
demikian, kita tidak lagi berpikir, merasa, dan bertindak sebatas prinsip-prinsip
etnik, budaya, dan agama tertentu, tetapi berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan
universal, keadilan, dan keadaban (civility).
Itulah mengapa kamu diminta untuk mengidentikasi diri dan masa depan.
Dengan demikian, kamu mampu menempatkan diri sebagai manusia paripurna
dalam melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Berfokus pada apa yang
dibutuhkan oleh bangsa untuk masa kini dan akan datang.
Siap Bereleksi
Pada pembelajaran kali ini, refleksikan kekuatan dan tantangan dirimu ketika
menggagas hal solutif dalam mencegah pelanggaran hak dan pengingkaran
kewajiban yang menurut kamu harus diperbaiki.
Tabel 4.4 Refleksi Pemahaman Diri dan Situasi yang Dihadapi
Kriteria
Kekuatan
Tantangan-Tantangan
Pembelajaran
Sosial
Pekerjaan yang akan dipilih di masa depan
2
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
123
B. Warga Negara Muda Merancang Model Rancang, Bangun,
dan Menerapkan (Ranumkan)
Pada pembelajaran kali ini, kamu akan melakukan aksi nyata mengatasi
pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Kamu sudah
merasakan langkah saintifik pada pembelajaran sebelumnya, yakni dengan
mengamati, mengidentifikasi melalui peraturan, sampai dengan merefleksi
diri tentang apa yang harus kamu perbaiki untuk menentukan masa depan.
Dalam aksi nyata ini, kamu akan diminta terlebih dahulu merenungi kalimat
berikut yang ditulis oleh Imam Pratignyo (1984) pada Gambar 4.7.
Gambar 4.6 Prakata Buku Uraian Pancasila cetakan 2 (1984)
Sumber: Penerbit Mutiara
Dari kalimat-kalimat yang kamu baca, adakah yang menarik perhatianmu?
Para negarawan tersebut tetap bertanya tentang ”Apa yang masih dapat kita
sumbangkan dari sisa-sisa hidup kita ini, untuk perjuangan bangsa Negara
Republik Proklamasi, serta apakah pengabdian kita kepada Tuhan Yang Maha
Esa selanjutnya?”
3
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
124
Pertanyaan tersebut diucapkan oleh Panitia Lima sebagai penulis buku Uraian
Pancasila yang terdiri atas Mohammad Hatta, H. Ahmad Subardjo Djojoadisurjo,
Alex Andries Maramis, Mr. Soenario, Mr. Abdul Gafar Pringgodigdo, dibantu
oleh dua sekretaris, yakni Imam Pratignyo dan Surowo Abdulmanap. Jiwa apa
yang menjadi penyemangat mereka selain kecintaannya pada negara ini?
Gambar 4.7 Sidang Terakhir Panitia Lima di Kediaman Muhammad Hatta (1975)
Sumber: Penerbit Mutiara, (1984)
Dari uraian tadi, ada sekilas kisah saat mereka ditugasi untuk menjelaskan
Pancasila. Kisah itu ialah cara mereka melaksanakan tugas negara agar filosofi
harapan mereka dapat tertuang dalam sebuah karya buku yang sangat berharga
untuk sejarah negeri ini.
Kamu dapat mengambil hikmah dari perjalanan karya tersebut. Hikmah
tersebut ialah tidak akan menjadi sebuah karya tanpa ada rancangannya, dibangun
menjadi sebuah tatanan sistematis, dan diterapkan ke dalam sebuah karya. Oleh
sebab itu, dalam aktivitas kali ini, kamu akan diajak untuk membuat sebuah karya
tentang bagaimana mencegah pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
melalui alur pembelajaran Ranumkan (Rancang, Bangun, dan Menerapkan).
Apakah kamu siap? Mari, kita mulai!
1. Gagasan untuk Mengatasi Perundungan melalui Rancang, Bangun,
dan Menerapkan (Ranumkan)
Pada alur Ranumkan, kamu akan diminta untuk melakukan aksi nyata berupa
aktivitas yang betul-betul membuat kamu bergerak dan mengajak yang lainnya
bersama-sama mencegah perundungan. Adapun kegiatannya sebagai berikut.
4
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
125
Siap Berkinerja
Pada alur pertama ini, kamu akan melakukan kegiatan merancang sebuah
gagasan untuk mencegah perundungan secara berkelompok 3-5 orang.
Hal yang dapat kalian perhatikan di antaranya seperti berikut.
RANCANG
1. Amatilah di sekitarmu kasus yang termasuk dalam perundungan (lihat
kembali penjelasan di Bab 3).
2. Cari cuplikan yang terkategori perundungan verbal, perundungan
badan (body shaming), perundungan fisik, dan lain-lain (silakan temukan
hal lainnya jika ada).
3. Pilihlah salah satu dari kasus tersebut dengan jenis kasus yang terjadi.
Kemudian, rancang bagaimana kampanye antiperundungannya.
BANGUN
4. Buatlah karya dalam bentuk berikut. Pilihlah satu proyek sesuai kompetensi
kelompokmu.
a. Projek produksi (poster, video, podcast, jingle, infografis, buletin
laporan tertulis, esai, foto, surat-surat, buku panduan, brosur,
program radio, atau jadwal perjalanan).
b. Projek kinerja (pementasan, presentasi lisan, pertunjukan teater).
c. Projek organisasi (pembentukan kelompok diskusi, atau program
mitra percakapan).
4. Diskusikan terlebih dahulu di kelas hasil karya yang dibuat untuk
diperbaiki jika ada usulan yang menyempurnakan.
MENERAPKAN
5. Sebarkan melalui sosial media atau tempat umum lainnya untuk diketahui
oleh khalayak. Amati siapa saja yang tertarik dengan hasil karya kalian
selama sepekan (6 hari).
6. Cari tahu melalui wawancara atau pengamatan lanjutan dampak dari
ajakanmu untuk mencegah perundungan tersebut.
7. Buatkan dalam bentuk esai singkat laporan pengamatan tersebut.
Jika kamu ingin mengetahui bagaimana penilaian yang akan dilakukan
pada karya, kinerja, dan performamu, berikut ini rubriknya.
Aktivitas 4.4
5
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
126
Tabel 4.5 Rubrik Penilaian Karya Gagasan Antiperundungan
Aspek
Kriteria
Gagasan
Orisinal maupun pengembangan
yang sudah ada.
Simbol dan media efektif yang dipilih
Sesuai tujuan dan menarik.
Strategi komunikasi yang digunakan
Bahasa Indonesia atau serapan dari
bahasa asing yang baik dan santun.
Solusi masalah perundungan
Dapat mengajak dan memperbaiki
perilaku.
Tabel 4.6 Rubrik Penilaian Kinerja dan Performa
Berikan tanda cek (√) pada kolom Ya/Tidak untuk menilai kinerja dan
performa teman kelompokmu melalui rubrik berikut.
Nama Peserta
Didik
Kriteria Penilaian Kinerja
YaTidak
Penilaian Kelompok
1. Bertanggung jawab dan komitmen pada
aturan karya.
2. Tepat waktu dalam pengumpulan tugas.
3. Menampilkan budaya industri, yakni
menerapkan 5 R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat, dan Rajin).
Penilaian Individu
1. Menampilkan cara mengusulkan ide/
gagasan.
2. Menunjukkan jiwa legawa dalam bekerja
sama.
3. Berkomitmen dengan kelompoknya sebagai
bukti tanggung jawab.
Penyajian:
1. Sesuai tema
2. Menjaga orisinalitas (hasil karya kelompok/
bukan milik yang lain)
6
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
127
Sebagai bahan untuk meyakinkan bahwa apa yang kamu lakukan itu
perilaku yang benar, berikut uraian tentang bagaimana dasar hukum HAM
dan prinsipnya.
Dalam perlindungan HAM, terdapat hak nonderogable, yakni elemen HAM
yang tak dapat direnggut dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun. Hal ini
dilindungi oleh Pasal 28I, cek UUD NRI Tahun1945 dan Pasal 4 UU No. 39 Tahun
1999 tentang HAM. Hak yang terdapat pada UU tersebut berupa:
1. hak untuk hidup
2. hak untuk tidak disiksa
3. hak kebebasan pribadi, pikiran, dan hati nurani
4. hak beragama
5. hak untuk tidak diperbudak
6. hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum
7. hak untuk tak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut
Berdasarkan hal tersebut, terdapat hal-hal yang sangat prinsipil dan tidak
dapat dicabut. Perundungan merupakan pelanggaran hak yang dapat mengarah
pada pelanggaran terhadap kategori hak nonderogable karena dapat menyebabkan
seseorang tidak dapat hidup layaknya manusia sesuai dengan haknya tersebut.
Itulah sebabnya, pelajar dilarang untuk menjadi pelaku
perundungan, karena praktik tidak terpuji itu bukan
sekadar merendahkan harkat dan martabat manusia,
melainkan juga melanggar hukum dan norma sosial.
Mari, kita cegah perundungan
di mana kita berada.
Kamu berhak dan wajib
mengupayakan masa depan yang
gemilang sesuai dengan cita-cita
yang kamu mimpikan selama
ini. Masa depan yang sesuai
dengan minat dan bakatmu,
seperti pada Gambar 4.8
Gambar 4.8 Tiap warga negara berhak dan wajib
mengupayakan masa depan yang gemilang.
7
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
128
2. Gagasan untuk Mengatasi Intoleransi melalui Rancang, Bangun,
dan Menerapkan (Ranumkan)
Bagaimana kegiatanmu saat membuat karya mencegah perundungan? Semoga
sekecil apa pun upaya yang kamu lakukan, dapat berdampak positif bagi diri
sendiri maupun orang lain.
Pada pembelajaran kali ini, kamu akan diminta mengikuti alur pembelajaran
yang sama, tetapi targetnya ialah apakah kamu termasuk peserta didik berprofil
pelajar Pancasila yang kreatif? Kamu akan diminta menghasilkan gagasan
yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaan, menilai
gagasan, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak
perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasan direalisasikan
dalam sebuah permainan.
Pada alur aktivitas Ranumkan kali ini, kamu akan melakukan tindakan
mengatasi intoleransi. Sebagaimana kamu diberi pemahaman tentang hak
nonderogable pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban saat melakukan
perundungan, kali ini, kamu akan diberi penjelasan terlebih dahulu tentang
hak derogable. Hak derogable ialah hak-hak yang boleh dikurangi atau dibatasi
pemenuhannya oleh negara. Hak-hak tersebut berupa:
1. hak atas kebebasan berkumpul secara damai;
2. hak atas kebebasan berserikat, termasuk membentuk dan menjadi anggota
serikat buruh;
3. hak atas kebebasan berpendapat atau berekspresi, termasuk kebebasan
mencari, menerima, dan memberikan informasi dan pemikiran apa pun.
Hak yang termasuk dero-
gable dimungkinkan untuk
dibatasi atau direnggut oleh
negara untuk mencegah
kesewenang-wenangan
yang akan timbul aki-
bat pelaksanakaan hak-
hak tersebut.
Apakah intoleransi
dapat mengarah pada
Gambar 4.9 Pelajar SMA dan SMK praktik menyatakan pendapat
dengan santun.
8
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
129
pelanggaran hak yang derogable? Tentu saja, di antaranya jika kamu berkumpul,
tetapi tidak tercipta kedamaian. Berarti, ada yang tidak mampu berbuat toleran
di sana. Begitu pula ketika berserikat maupun mengeluarkan pendapat, tetapi
tidak mengikuti aturan yang berlaku, hal itu pun terjadi karena tidak toleran.
Pada Bab 3, sudah dijelaskan arti dari intoleransi, yakni konflik yang terjadi
akibat minimnya pemahaman seseorang terhadap perbedaan yang merupakan
anugerah Tuhan dalam hidup bermasyarakat. Itulah sebabnya, untuk menghindari
konflik makin membesar, negara dapat mencabut hak-hak tertentu dari warga
negaranya melalui aturan yang melindungi hak individu dan kolektif supaya
tidak terjadi intoleransi.
Pada pembelajaran kali ini, kamu akan melakukan aktivitas untuk mencegah
intoleransi. Berikut kegiatannya.
Siap Proil Pelajar Pancasila
Pada alur kedua ini, kamu akan melakukan kegiatan merancang sebuah
gagasan untuk mencegah intoleransi secara berkelompok 5-7 orang berupa
sebuah permainan. Kamu akan membuat sekaligus melakukan permainan
tersebut. Berikut hal yang harus diperhatikan untuk kegiatan ini.
RANCANG
1. Buatlah permainan yang berkaitan dengan kompetisi dan kerja sama,
dapat berupa monopoli, ludo, ular tangga, atau permainan tradisional
yang berkaitan dengan kompetisi dan kerja sama.
2. Inti dari permainan tersebut, setiap siswa yang mendapatkan giliran
bermain harus membacakan peran dan tindakan yang harus dilakukan.
Peran hanya terdiri atas 3, yakni orang pemberi kesedihan, orang
pemberi kebahagiaan, dan hakim yang akan mengadili.
3. Rancanglah kata-kata yang menyedihkan seperti: menghina, mengejek,
merundung, dll. Begitu pula kata-kata kebahagiaan seperti: aku ada
untukmu, semangat, kami mendukungmu, dll.
BANGUN
4. Buatlah aturan main seperti berikut.
a. Hakim ialah orang yang akan mengocok kartu peran dan tindakan.
b. Tiap kali tindakan yang positif, boleh maju 1 sampai 3 langkah,
bergantung pada keputusan hakim seperti apa. Namun, jika tindakan
yang keluar negatif, mundur 1 sampai 3 langkah.
Aktivitas 4.5
9
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
130
c. Peserta diperkenankan untuk menolak peran dan tindakan dari
kartu yang didapat. Namun, dia harus memberikan alasan yang
tepat ketika tidak akan melakukannya.
d. Jika ada yang melakukan aturan c), hakim boleh meminta pendapat
peserta lain untuk mengabulkan atau tidak.
5. Permainan yang sudah dibangun ini memiliki aturan yang harus dipatuhi
oleh semua peserta. Sebelum diterapkan, diskusikan terlebih dahulu
bersama teman kelompokmu agar permainan ini berkeadilan.
6. Di akhir permanian, kemenangan berupa: apakah berakhir dengan
mayoritas bahagia atau bersedih.
MENERAPKAN
7. Permainan yang dilakukan oleh tiap kelompok diamati oleh teman
lainnya untuk mencermati kata-kata yang digunakan.
8. Permainan ini tidak sekadar bersaing dan bekerja sama, tetapi penggunaan
kata: maaf, tolong, dan terima kasih harus mewarnainya.
9. Setiap peserta mengungkapkan perasaan saat mengikuti dan setelah
permainan ini.
Penilaian akan dilakukan oleh guru dan sesama teman. Hal yang dinilai
ialah performa dan sikap dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom
yang sesuai pada tabel berikut.
Tabel 4.7 Instrumen Penilaian Performa dan Sikap
Nama Peserta
Didik
Performa
NA = (√) x 25
Santun
Adil
Antusias
Bekerja Sama
Tahukah kamu alasan mengapa permainan di atas harus diawasi oleh
orang lain? Hal itu agar kita waspada terhadap perbuatan sendiri. Kita wajib
berperilaku dengan berprinsip pada HAM, berikut penjelasannya.
10
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
131
PRINSIP-PRINSIP HAM
PRINSIP-PRINSIPHAM
TRANSPARANSI &
KEJUJURAN
PEMAHAMAN YANG
SAMA
TAK DAPAT DIBAGI
UNIVERSAL &
TIDAK DAPAT
DIPINDAHKAN
KESETARAAN &
NONDISKRIMINASI
SALING
BERGANTUNG &
SALING TERKAIT
AKUNTABILITAS
& BERKUASANYA
HUKUM
PARTISIPASI &
INKLUSI
Gambar 4.10 Prinsip HAM
Sumber: PPt Pendampingan Komnas HAM (2015)
Intoleransi berlawanan dengan prinsip HAM, yakni universal dan tidak
dapat dipindahkan, kesetaraan, dan nondiskriminasi, serta partisipasi dan
inklusi. Pasal 19 Deklarasi Universal HAM menyatakan bahwa “Setiap orang
berhak atas kebebasan, mempunyai dan mengeluarkan pendapat; termasuk
kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari,
menerima, dan menyampaikan keterangan-keterangan serta pendapat dengan
cara apa pun tanpa memandang batas-batas.”
Begitu pula dalam Pasal 19 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil
dan Politik menyatakan seperti berikut.
Ayat (1) Setiap orang berhak untuk berpendapat tanpa campur tangan.
Ayat (2) Setiap orang berhak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat;
hak ini termasuk kebebasan untuk mencari, menerima, dan memberikan
informasi dan pemikiran apa pun, terlepas dari pembatasan-pembatasan
secara lisan, tertulis, atau dalam bentuk cetakan, karya seni, atau
melalui media lain sesuai dengan pilihannya.
Ayat (3) Pelaksanaan hak-hak yang dicantumkan dalam ayat (2) pasal ini
menimbulkan kewajiban dan tanggung jawab khusus.
Adapun tanggung jawab khusus itu di antaranya dapat dikenai pembatasan
tertentu,tetapi hanya dapat dilakukan sesuai dengan hukum dan sepanjang
diperlukan untuk:
11
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
132
a. menghormati hak atau nama baik orang lain;
b. melindungi keamanan nasional atau ketertiban umum atau kesehatan atau
moral umum.
Solusi untuk mengatasi intolerasi ialah:
1. memberikan pengetahuan tentang intoleransidan dampak buruknya,
2. memberikan pengetahuan tentang hak atas kebebasan berpendapat
dan batasannya,
3. menguatkan kapasitas pengetahuan masyarakat tentang intoleransi, dan
4. membuat kebijakan/aturan terkait intoleransi.
Saatnya para pelajar Indonesia memiliki jiwa toleran, ikut serta mencerdaskan
kehidupan bangsa melalui perilaku dan karya yang dapat mencegah intoleransi.
Yuk! Kita berbuat.
Gambar 4.11 Bangsa Indonesia yang Rukun dan Toleran
Siap Bereleksi
Pada pembelajaran kali ini, refleksikan gagasan apa yang paling mudah
atau sulit dalam mencegah pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
yang menurut kamu harus diperbaiki.
Tabel 4.8 Refleksi Pemahaman Diri dan Situasi yang Dihadapi
Kriteria
Perundungan
Intoleransi
Mudah, alasannya....
Sulit, alasannya....
12
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
133
Uji Kompetensi
Soal Pilihan Banyak
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Jaminan HAM di Indonesia di mana bangsa Indonesia merupakan bagian
dari masyarakat dunia secara idiil terdapat dalam ….
A. sila ke-1 Pancasila
B. sila ke-2 Pancasila
C. sila ke-3 Pancasila
D. sila ke-4 Pancasila
E. sila ke-5 Pancasila
Nomor 2 sampai 5 berdasarkan gambar berikut!
Tidak untuk ditiru!
2. Perhatikan gambar perilaku di atas. Secara kasat mata, perbuatan menyalin
dengan/atau tanpa paksaan merupakan perbuatan yang melanggar HAM.
Namun, perilaku kasar pada gambar bertentangan dengan pasal ...
A. 28G ayat (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau
perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak
memperoleh suaka politik dari negara lain.
13
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
134
B. 28H ayat (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
C. 28H ayat (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan
khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna
mencapai persamaan dan keadilan.
D. 28H ayat (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
E. 28H ayat (4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan
hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang
oleh siapa pun.
3. Jika dianalisis berdasarkan Pasal 28C ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang
berisi “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat
dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”. Peristiwa pada
gambar di atas mengindikasikan bahwa ….
A. pelaku penyontekan telah memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan
dan teknologi dari yang dinyonteki sebagai hak asasinya
B. pengembangan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar pelaku
penyontekan telah tercapai karena terbantu dari sontekannya
C. korban penyontekan mendapat pendidikan dari pengembangan diri
melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologinya
D. atas persetujuan orang yang dinyonteki, pelaku penyontekan dapat
memenuhi kebutuhan dasarnya demi meningkatkan kualitas hidupnya
E. korban penyotekan tidak mendapatkan hak mengembangkan diri demi
meningkatkan kualitas hidupnya atas manfaat dari ilmunya
4. Jika merasa dirugikan atas peristiwa penyontekan, siswa dapat mengadukan
pelanggaran hukum atas haknya untuk dilindungi sebagai warga negara
yang sama di hadapan hukum, sesuai yang termaktub dalam UUD NRI
Tahun 1945 pasal ...
A. 28D ayat (1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan
kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
B. 28D ayat (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan
dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
14
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
135
C. 28D ayat (3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama
dalam pemerintahan.
D. 28D ayat (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.
E. 28E ayat (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut
agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,
memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara
dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
5. Pada gambar di atas, terdapat unsur paksaan agar memberikan sontekan.
Hal ini bertentangan dengan Pasal 28G ayat (1) yang berisi ...
A. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan
kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
B. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan
perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
C. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan,
martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta
berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan
untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
D. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal,
dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak
memperoleh pelayanan kesehatan.
E. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus
untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai
persamaan dan keadilan.
Soal 6 dan 7 berdasarkan gambar berikut!
Sumber: serangtimur.co.id (2019)
15
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
136
6. Dalam Pasal 28J ayat (1) yang berisi “Setiap orang wajib menghormati hak
asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara”. Gambar di atas mengindikasikan sebuah peringatan pada
perilaku masyarakat Indonesia yang berkenaan dengan HAM, yaitu ....
A. dilarang menggunakan kendaraan yang mengeluarkan suara
B. kendaraan yang laik jalan dapat memenuhi HAM untuk hidup tertib
C. setiap yang memiliki kendaraan harus menggunakan kendaraan yang
memiliki knalpot
D. adanya larangan bagi yang memiliki kendaraan untuk memodif
kendaraannya
E. masyarakat yang tidak hidup tertib dilarang menggunakan ken-
daraan yang bising
7. Peraturan Lalu Lintas yang dilansir dalam gambar di atas memberikan
pendidikan ketaatan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi yang
termaktub dalam Pasal 28J ayat (2) UUD NRI Tahun 1945, yakni ...
A. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan
maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan
atas hak dan kebebasan orang lain.
B. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari
ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
C. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan
haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.
D. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian
hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.
E. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan
yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
8. Perokok pasif merasa dilanggar hak hidupnya untuk sehat dan jaminan
pelayanan kesehatan. Padahal, dalam UUD NRI Tahun 1945, terdapat jaminan
terhadap hal tersebut, yakni terdapat dalam pasal ....
A. 28G ayat (1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga,
kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya,
serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan
untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
16
Bab 4
Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
137
B. 28G ayat (2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau
perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak
memperoleh suaka politik dari negara lain.
C. 28H ayat (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
D. 28H ayat (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan
khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna
mencapai persamaan dan keadilan.
E. 28H ayat (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
9. Berikut ini perilaku yang ditampilkan seorang siswa yang memahami kasus
pelanggaran HAM apabila terdapat penegakan disiplin di sekolah, yakni ….
A. meyakini bahwa kedisiplinan ialah bagian dari pembelajaran
B. melaporkan tiap kegiatan mendisiplinkan sebagai pelanggaran HAM
C. bersikap paham terhadap aturan kedisiplinan
D. memercayai kedisiplinan bagian dari proses kebaikan
E. bertindak sesuai aturan dan komitmen yang berlaku
10. Jika terjadi pengingkaran kewajiban sebagai warga negara dalam bidang
pendidikan, perbaikan yang akan saya lakukan selayaknya seorang
pelajar ialah ….
A. membuat kebijakan kurikulum yang lebih baik
B. membuat keputusan dalam musyawarah OSIS
C. memenuhi kewajiban pada orang tua
D. belajar dengan sungguh-sungguh untuk masa depan
E. mencari alternatif pendidikan yang lebih baik
Esai
1. Setelah pembelajaran tentang bagaimana membuat gagasan dalam mencegah
pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, jelaskan hal yang akan
dilakukan untuk menciptakan masyarakat yang beradab!
2. Jelaskan pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 yang harus ditegakkan dan
paling sesuai dengan kondisi masyarakat sekitarmu. Jelaskan peristiwanya,
pasal apa yang dilanggar, dan bagaimana solusinya!
17
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
138
3. Mengapa warga negara muda harus mencegah terjadinya pelanggaran hak
dan pengingkaran kewajiban?
4. Jika kamu adalah para negarawan pendiri bangsa, apa yang akan kamu
lakukan untuk memperbaiki pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
warga negara?
5. Buatlah sebuah kutipan yang menyatakan komitmen untuk bangsa dan
negara ini agar tidak terjadi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban
warga negara!
Pengayaan
1. Bagi kamu yang ingin memahami materi
tentang identifikasi bagaimana seorang
warga negara menghadapi masalah
kasus pelanggaran hak dan pengingkaran
kewajiban, kamu dapat mempelajari artikel
yang berjudul: Peran Pemerintah dalam
Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran
Kewajiban Warga Negara Berdasarkan UUD
1945, melalui link di samping.
2. Bagi kamu yang ingin memahami bagaimana
membuat gagasan untuk mengampanyekan
maupun melakukannya di kehidupan sehari-
hari tentang antiperundungan dan intoleransi,
jika berkehendak melanjutkan pembelajaran
lebih mendalam, dapat menyusun skenario
cara berkampanye maupun membuat
permainan antiperbuatan buruk lainnya yang
dirasa meresahkan, baik dalam kehidupan
pribadi maupun masyarakat.
https://buku.kemdikbud.
go.id/s/4lg0rs
Tahukah Kamu?
18
Praktik Gotong Royong
dalam Kehidupan
Masyarakat Indonesia
Bab 5
Apa pentingnya kegiatan gotong royong dalam kehidupan
sehari-hari?
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA, 2023
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
Penulis: Ida Rohayani, Hatim Gazali, Dwi Astuti Setiawan
ISBN 978-623-194-624-9 (jil.3 PDF)
19
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
140
Perhatikan Gambar 5.2 dan cuplikan isi pidato
Ir. Sukarno dalam Risalah Sidang BPUPK
berikut ini.
Gambar 5.1 Ir Sukarno Sedang Berpidato
Sumber: ANRI
“Gotong Royong” adalah paham yang
dinamis, lebih dinamis dari “kekeluargaan”,
Saudara-Saudara! Kekeluargaan adalah satu
paham yang statis, tetapi gotong royong
menggambarkan satu usaha, satu amal,
satu pekerjaan, yang dinamakan anggota
Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui pembelajaran ini,
kamu diharapkan mampu merancang
kegiatan bersama sebagai wujud
praktik gotong royong dalam
kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci
Gotong royong, Bekerja sama,
Praktik
Peta Konsep
Kerja Sama dalam
Membangun Gotong
Royong
Nilai-Nilai
Gotong Royong
Praktik Gotong Royong
Kepribadian Bangsa
Gotong
Royong
yang terhormat Soekardjo satu karya, satu gawe. Marilah, kita menyelesaikan
karya-gawe‚ pekerjaan‚ amal ini‚ bersama-sama!
Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama‚ pemerasan keringat
bersama‚ perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan
semua‚ keringat semua buat kebahagiaan semua Ho-lopis kuntul-baris, buat
kepentingan bersama! Itulah gotong royong!
Berdasarkan cuplikan pidato tersebut, kita sadar bahwa keberadaan gotong
royong merupakan suatu usaha bersama yang dinamis untuk mewujudkan
kepentingan bersama. Gotong royong juga menjadi kepribadian bangsa Indonesia
yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Artinya, hampir di setiap daerah
di Indonesia, menanamkan nilai gotong royong sebagai budaya yang sudah
berakar kuat.
Kesadaran akan pentingnya gotong royong harus dicerminkan pada seluruh
masyarakat Indonesia. Kebersamaan, keberagaman, keselarasan, dan kepentingan
bersama menjadi kebutuhan bagi seluruh masyarakat yang sudah dikonsepsikan
20
Bab 5
Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia
141
ke dalam nilai sila ke-3 Pancasila demi menciptakan persatuan Indonesia.
Dalam hal ini, gotong royong telah menjadi karakteristik yang mencerminkan
kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Sejak dahulu, gotong royong telah
tertanam dan menjadi wujud perilaku dalam menyelesaikan berbagai masalah
kehidupan oleh berbagai suku bangsa yang hidup di Nusantara.
Setelah kamu memahami bahan bacaan tersebut, kamu kerjakan latihan berikut
ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kamu tentang gotong royong.
Asesmen Awal, Siap Belajar
1. Apa tujuan bergotong royong dalam masyarakat?
2. Apa ciri khas dari gotong royong?
3. Apa saja bentuk gotong royong dalam masyarakat?
4. Sikap apa saja yang harus ditunjukkan dalam kegiatan gotong royong?
5. Bagaimana cara melestarikan kegiatan gotong royong sebagai budaya
bangsa?
A. Kerja Sama dalam Bergotong Royong
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti tidak asing dengan istilah kerja
sama. Istilah tersebut dapat kamu jumpai pada suatu kegiatan yang melibatkan
beberapa orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Kamu dapat melihat
berbagai bentuk kegiatan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari seperti kerja
sama kelompok untuk menyelesaikan pekerjaan di sekolah dengan berdiskusi
antarpeserta didik, kerja sama antaranggota keluarga dalam membersihkan
rumah atau kerja sama masyarakat melalui kegiatan poskamling. Dari berbagai
kegiatan kerja sama tersebut, dapat diartikan bahwa kerja sama secara umum
sering dimaknai sebagai bekerja secara bersama-sama dan saling bantu untuk
menyelesaikan sebuah pekerjaan.
1. Kategori Kerja Sama
Adapun beberapa kategori kerja sama berdasarkan kepentingannya (urgensi)
menurut Rahman M.T (2011) sebagai berikut.
21
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
142
a. Kerja Sama Spontan
Merupakan bentuk kerja sama yang dilakukan tanpa direncanakan terlebih
dahulu dan tanpa mengharapkan imbalan (pamrih). Contohnya: ketika seorang
guru meminta para peserta didik berkelompok dengan teman sebelahnya untuk
mengerjakan soal tertentu atau berdiskusi.
b. Kerja Sama Langsung
Merupakan bentuk kerja sama yang telah diarahkan atau diperintahkan sebelumnya
oleh atasan, penguasa atau pemimpin. Contohnya: para mahasiswa dalam
suatu universitas yang ditugaskan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) di suatu daerah perdesaan sebagai pengabdiannya kepada masyarakat
dan syarat kelulusan.
c. Kerja Sama Kontrak
Merupakan bentuk kerja sama berdasarkan adanya motif tertentu dan biasanya
terdapat perjanjian yang harus ditaati oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Contohnya: seorang pekerja pabrik dapat memperoleh gaji atau upah harus
bekerja dengan menaati peraturan dan mampu bekerja sama dengan sesama
pekerja atau mandor dengan ketentuan yang sudah diatur melalui kontrak kerja.
Siap Berkinerja
Bagi peserta didik sekolah kejuruan (SMK), bentuk kerja sama antarlembaga
sering ditemukan pada saat kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) atau
Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pola
pikir peserta didik agar terkonstruktif baik serta memberikan pengalaman
dalam dunia industri maupun dunia kerja. Menjalin kerja sama yang baik
antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia usaha maupun
dunia industri sebagai langkah awal pengenalan dan pematangan ilmu
yang sudah diajarkan. Biasanya, kegiatan ini dilakukan dengan sistem
kontrak selama 3-6 bulan.
22
Bab 5
Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia
143
d. Kerja Sama Tradisional
Kerja sama tradisional merupakan bentuk kerja sama yang tercipta karena
adanya sebuah adat atau kebiasaan yang telah turun-temurun dalam masyarakat.
Misalnya, kerja sama berupa gotong royong dalam rangka membersihkan
selokan. Tujuannya supaya tidak terjadi banjir ketika datang hujan deras. Kerja
sama itu atas dasar kerelaan dan tanpa pamrih demi menciptakan lingkungan
yang aman, nyaman, dan bersih.
Perhatikan Gambar 5.2.
Gambar 5.2 Operasional TPA Terganggu
Sumber: Abdan Syakura/republika.co.id (2021)
Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup di Indonesia.
Bahkan, menurut hasil penelitian Jenna Jambeck dari University of Georgia
(2017), Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di dunia
setelah China. Jika tidak tertangani dengan baik, sampah dapat menimbulkan
banyak masalah, seperti masalah kesehatan, lingkungan, sosial, dan ekonomi.
23
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
144
China
Jumlah (dalam juta metrik ton)
Negara Penghasil Sampah Plastik Terbesar
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Indonesia
Filipina
Vietnam
Srilanka
Thailand
MesirMalaysia
NigeriaBangladesh
Gambar 5.3 Diagram Penghasil Sampah
Sumber: Jenna Jambeck, University of Georgia (2017)/ www.alinea.id
Sehubungan dengan hal itu, sebagai langkah awal membangun kerja sama
antarsesama untuk menumbuhkan rasa cinta dan sikap peduli terhadap lingkungan
alam di sekitar kita, mari, kita mengadakan kegiatan/proyek yang penting dan
bermanfaat pada Aktivitas 5.1. Tujuan utama dalam proyek ini ialah menjaga
lingkungan alam ruang hidup kita agar tidak tercemar oleh sampah. Siap
eksplorasi dimulai dari kelas kita bersama!
Siap Eksplorasi
Rancangan Proyek
”Alam Lestari, Bagimu Negeri”
Prosedur Proyek
1. Kamu akan dibagi ke dalam 3 kelompok terdiri atas 8-10 orang.
2. Kelompok 1 membuat tong sampah organik (warna hijau), kelompok
2 membuat tong sampah nonorganik (warna kuning), kelompok 3
membuat sampah nonorganik berbahan kertas (warna biru).
Tong
Sampah
Organik
Tong
Sampah
Nonorganik
Tong
Sampah
Nonorganik
Berbahan
Kertas
Aktivitas 5.1
Pendidikan Pancasila untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII
122
Sementara, menyangkut sifat beradab, Ki Hajar Dewantoro dalam Notonagoro
(1950), mengatakan bahwa, “Pancasila menjelaskan serta menegaskan corak
warna atau watak rakyat kita sebagai bangsa yang beradab, berkebudayaan,
bangsa yang menginsyafi keluhuran dan kehalusan hidup manusia, serta sanggup
menyesuaikan hidup kebangsaannya dengan dasar kemanusiaan yang universal,
yang meliputi seluruh alam kemanusiaan seluas-luasnya, begitu pula dalam arti
kenegaraan pada khususnya.”
Salah satu imajinasi para pendiri Republik ini, mengukuhkan tekad dalam
narasi dasar “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Tekad tersebut mengandaikan
sebuah gerak transformasi cara hidup setiap warga negara Indonesia. Dengan
demikian, kita tidak lagi berpikir, merasa, dan bertindak sebatas prinsip-prinsip
etnik, budaya, dan agama tertentu, tetapi berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan
universal, keadilan, dan keadaban (civility).
Itulah mengapa kamu diminta untuk mengidentikasi diri dan masa depan.
Dengan demikian, kamu mampu menempatkan diri sebagai manusia paripurna
dalam melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Berfokus pada apa yang
dibutuhkan oleh bangsa untuk masa kini dan akan datang.
Siap Bereleksi
Pada pembelajaran kali ini, refleksikan kekuatan dan tantangan dirimu ketika
menggagas hal solutif dalam mencegah pelanggaran hak dan pengingkaran
kewajiban yang menurut kamu harus diperbaiki.
Tabel 4.4 Refleksi Pemahaman Diri dan Situasi yang Dihadapi
Kriteria
Kekuatan
Tantangan-Tantangan
Pembelajaran
Sosial
Pekerjaan yang akan dipilih di masa depan
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 23
SLIDE
Similar Resources on Wayground
19 questions
presentasi utang jangka panjang
Lesson
•
12th Grade
17 questions
Poder Judicial
Lesson
•
12th Grade
19 questions
D. Potensi Bencana Alam di Indonesi
Lesson
•
12th Grade
19 questions
MASA AWAL KEMERDEKAAN INDONESIA
Lesson
•
12th Grade
20 questions
Matematika Keuangan 1
Lesson
•
12th Grade
20 questions
Perubahan Sosial-Presentasi Interaktif
Lesson
•
12th Grade
19 questions
Asimtot Fungsi dan Limit Fungsi menuju turunan
Lesson
•
12th Grade
18 questions
akuntansi manufaktur
Lesson
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Social Studies
16 questions
USHC 4.8 Immigration and Urbanization
Quiz
•
9th - 12th Grade
16 questions
SBAC Practice HSS26
Quiz
•
9th - 12th Grade
64 questions
USHC 4 Key Terms 22-23
Quiz
•
11th Grade - University
7 questions
World Civ Unit 5 Vocab
Quiz
•
12th Grade
36 questions
Unit 5 Key Terms
Quiz
•
11th Grade - University
27 questions
Unit 2- Constitution Quiz
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
SSCG4b
Lesson
•
9th - 12th Grade
15 questions
Unit 6A WWI Vocab
Quiz
•
12th Grade