Search Header Logo
MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DENGAN QUIZIZZ AI

MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DENGAN QUIZIZZ AI

Assessment

Presentation

Other

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

KUN HANDAYANI

FREE Resource

44 Slides • 6 Questions

1

Merencanakan Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna dengan Quizizz AI

2

Badan kekar umurnya tua

Bawa pedang bukanlah petani

Apa kabar hadirin semua

Selamat datang di acara ini.

Mentari terbit belumlah tinggi

Jalan sendiri menunggu pacar

Assalamualaikum selamat pagi

Semoga acara ini berjalan lancar.

Pergi ke sungai memancing ikan
Ikan kecil ikan arwana
Salam sapa saya ucapkan
Assalamualaikum hadirin semua

3

Word Cloud

Bagaimana Perasaan Bapak/Ibu sekarang ini?

4

Poll

Apa tujuan Bapak/Ibu datang ke sini hari ini?

1. Belajar

2. Menyambung silaturahmi

3. Cari sertifikat

5

Poll

Apa yang Bapak/Ibu siapkan saat Bapak/Ibu akan mengajar di kelas?

1. RPP/Modul Ajar

2. Buku Paket

3. HP

4. LKPD

  1. Media Pembelajaran

6

Poll

Apakah Bapak/Ibu menyiapkan rencana pembelajaran sebelum mengajar?

Ya

Tidak

7

Poll

Bagaimana Bapak/Ibu menyiapkan Modul Ajar/RPP?

1. Copy dari teman

2. Browsing

3. Ruang GTK

4. Membuat sendiri

8

Poll

Modul Ajar/RPP yang Bapak/Ibu buat memuat komponen apa saja?

tujuan pembelajaran,

metode pemelajaran

langkah-langkah pembelajaran,

asesmen

9

media
media
media
media
media

11

HP: 081359148587

media

12

media

14

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

15

Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah

Tujuan pendidikan nasional adalahmengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

16

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Standar Proses meliputi: a. perencanaan pembelajaran; b. pelaksanaan pembelajaran; dan c. penilaian proses pembelajaran.

  2. Perencanaan pembelajaran merupakan aktivitas untuk merumuskan: a. capaian pembelajaran yang menjadi tujuan belajar dari suatu unit pembelajaran; b. cara untuk mencapai tujuan belajar; dan c. cara menilai ketercapaian tujuan belajar.

  3. Dokumen perencanaan pembelajaran harus: a. fleksibel; b. jelas; dan c. sederhana.

17

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH

  • Dokumen perencanaan pembelajaran paling sedikit memuat: a. tujuan pembelajaran; b. langkah atau kegiatan pembelajaran; dan c. penilaian atau asesmen pembelajaran.

  • Pelaksanaan pembelajaran diselenggarakan dalam suasana belajar yang:

    a. interaktif;

    b. inspiratif;

    c. menyenangkan;

    d. menantang;

    e. memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan

    f. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.

18

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2022 TENTANG STANDAR PROSES PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH

  • Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh Pendidik dengan memberikan:

    a. keteladanan;

    b. pendampingan; dan

    c. fasilitasi.

19

PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah EDISI REVISI TAHUN 2024 Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Edisi Revisi Ke-2, Mei 2024

  • Pembelajaran diawali dengan penyusunan perencanaan pembelajaran dan perencanaan asesmen. Pendidik perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran.

  • Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal dan saat pembelajaran.

  • Asesmen sumatif bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan kelulusan dari satuan pendidikan. Asesmen sumatif dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen sumatif digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran.

20

PANDUAN Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah EDISI REVISI TAHUN 2024 Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Edisi Revisi Ke-2, Mei 2024

  • Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan sesuai dengan tujuan penilaian secara berkeadilan, objektif,edukatif.

media

21

  • Rencana asesmen dimulai dengan perumusan tujuan asesmen. Tujuan ini tentu berkaitan erat dengan tujuan pembelajaran

  • Asesmen formatif dapat dilakukan dengan teknik observasi, atau menggunakan instrumen asesmen diri, dan asesmen antar teman

22

Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan pendidik dengan menggunakan beberapa pendekatan, di antaranya:
1. menggunakan deskripsi kriteria;
2. menggunakan rubrik;
3. menggunakan skala atau interval nilai;
4. menggunakan persentase, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya

23

Instrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh pendidik. Di bawah ini diuraikan contoh teknik asesmen yang dapat diadaptasi, yaitu :

24

1.Observasi
Penilaian peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku yang diamati secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua peserta didik atau per individu. Observasi dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.

2.Kinerja
Penilaian yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.

3.Projek
Kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.

25

4. Tes Tertulis
Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta didik. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.

5. Tes Lisan
Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika pembelajaran.

6. Penugasan
Pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi peserta didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan

7. Portofolio
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu

26

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 20 Tahun 2007. Permendiknas tersebut berisi tentang Standar Penilaian Pendidikan yang mengatakan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Pengumpulan dan pengolahan informasi berguna untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna.

27

  • Penilaian autentik (authentic assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap (afektif), keterampilan (psikomotorik) dan pengetahuan (kognitif). Istilah assessment diartikan sama dengan pengukuran, pengujian atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dengan nyata, asli, valid atau reliable.

  • Menurut Bloom (1956: 7) mengungkapkan bahwa ada tiga ranah hasil belajar yakni ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan).

  • Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 2 dijelaskan bahwa penilaian otentik adalah suatu bentuk penilaian yang mengharuskan siswa menunjukkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama belajar untuk melaksanakan tugas dalam kehidupan yang nyata.

28

​Dimensi pengetahuan berubah menjadi faktual, konseptual, prosedural, metakognisi. dimensi proses kognitif baru menjadi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Domain afektif meliputi rasa, nilai, apresiasi, antusiasme, motivasi, dan sikap tercermin pada perilaku/ attitude sehari-hari pada proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

29

​Taksonomi Bloom berangkat dari pemikiran seorang psikolog pendidikan yaitu Dr. Benjamin Boom (1956) yang membentuk pemikiran pendidikan pada level yang lebih tinggi, yaitu menganalisis dan mengevaluasi konsep, proses, prosedur, dan prinsip, bukan hanya mengingat fakta/hafalan (Zhou & Brown, 2017).

30

Deep learning is different in nature and scope than any other education innovation ever tried. It changes outcomes, in our case the 6Cs of global competencies: character, citizenship, collaboration, communication, creativity, and critical thinking;

It changes learning by focusing on personally and collectively meaningful matters, and by delving into them in a way that alters forever the roles of students, teachers, families, and others.

31

6 Kompetensi Global (6C)

  • Character (Karakter): Membangun tanggung jawab, empati, dan ketahanan.

  • Citizenship (Kewarganegaraan): Berkontribusi dalam komunitas lokal maupun global.

  • Collaboration (Kolaborasi): Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

  • Communication (Komunikasi): Menyampaikan ide secara efektif dengan berbagai cara.

  • Creativity (Kreativitas): Berpikir inovatif untuk menyelesaikan masalah.

  • Critical Thinking (Berpikir Kritis): Menganalisis informasi untuk mengambil keputusan yang tepat.

32

Deep Learning

Terdapat sedikit kesalahpahaman dalam pemahaman istilah "Deep Learning Skills".
Deep Learning sebenarnya merujuk pada subbidang kecerdasan buatan yang terinspirasi oleh struktur dan fungsi otak manusia. Istilah ini digunakan dalam konteks pengembangan model komputer yang dapat belajar dari data besar.

33

media

34

media

35

media

36

media

37

media

38

media

39

Tujuan Deep Learning

Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar lebih bermakna sekaligus menyenangkan bagi siswa. Hal ini didukung oleh tiga pilar utama dalam Kurikulum Deep Learning, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learningdan Joyfull Learning.

40

Fred D. Davis (2019)

Deep learning dalam pendidikan memiliki perbedaan mendasar dibandingkan pembelajaran tradisional yang berfokus pada hafalan dan pengetahuan. Dalam bukunya, Deep Learning and Constructivism in Education,

Fred D. Davis (2019) mendefinisikan deep learning sebagai proses pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, di mana siswa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki, menciptakan keterkaitan konseptual, dan mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata.

41

1. Pembelajaran mendalam (Deep Learning) adalah proses pembelajaran yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang mendalam dan berkelanjutan.

2. Fokus pada empat kompetensi: berpikir kritis, berkomunikasi efektif, berkolaborasi, dan memecahkan masalah.

3. Pengintegrasian teknologi untuk mendukung pembelajaran.

4. Kepemimpinan pendidikan yang efektif untuk mendorong perubahan

​Konsep Utama Deep Learning

42

Prinsip-Prinsip Deep Learning

1. Fokus pada proses pembelajaran, bukan hanya hasil.

2. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

3. Mendorong kolaborasi dan komunikasi efektif.

4. Mengintegrasikan teknologi untuk mendukung pembelajaran.

5. Membangun lingkungan pembelajaran yang positif dan inklusif.

43

Implementasi Deep Learning

1. Mengembangkan kurikulum yang berfokus pada kompetensi.

2. Melatih guru untuk menerapkan metode pembelajaran mendalam.

3. Menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran.

4. Membangun komunitas pembelajaran yang kolaboratif.

5. Mengevaluasi dan memperbaiki proses pembelajaran secara terus-menerus.

44

Manfaat Deep Learning

1. Meningkatkan kualitas pembelajaran.

2. Mengembangkan keterampilan hidup.

3. Meningkatkan motivasi dan minat belajar.

4. Membangun kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

5. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian sosial.

45

Deep learning menurut Michael Fullan adalah pendekatan pembelajaran yang mengajak siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar dan mengembangkan kemampuan untuk menjadi agen perubahan di masyarakat global. Pendekatan ini menekankan pada pengembangan enam kompetensi global, yaitu:

- Karakter: mengembangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang baik

- Kewarganegaraan: memahami dan menghargai hak dan kewajiban sebagai warga negara

- Kolaborasi: bekerja sama dan berkomunikasi efektif dengan orang lain

- Komunikasi: menyampaikan gagasan dan pemikiran secara efektif

- Kreativitas: mengembangkan kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif

- Pemikiran Kritis: menganalisis dan mengevaluasi informasi secara kritis

46

1. Fullan, Langworthy, dan Barber (2014).

Dalam karya mereka tentang transformasi pendidikan, Deep Learning didefinisikan sebagai: “Deep Learning in education is the process of acquiring knowledge in a way that students can apply critical thinking, creativity, and problem-solving skills to real-world challenges.” 

(Deep Learning dalam pendidikan adalah proses memperoleh pengetahuan di mana siswa dapat menerapkan pemikiran kritis, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah pada tantangan dunia nyata).


47

media

48

media

49

Sumber:

- Fullan, M. (2016). Deep Learning. Seminole, FL: New Media Consortium.

- Fullan, M., & Quinn, J. (2016). Coherence: The Right Drivers in Action for Schools, Districts, and Systems.
- Pembelajaran Mendalam -Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Bermutu Untuk Semua (Puskurjar-Pusat Kurikulum dan Pembelajaran)

https://drive.google.com/file/d/1gkyjvYvC0Maa-UGv5nlbf10PR4dmT-Qf/view

50

Biru laut seperti kolam

Ikan paus pandai menyelam.

Dari lubuk hati yang paling dalam

Saya tutup presentasi dengan salam.

Mentari senja telah tenggelam

Hujan turun mulai terjatuh.

Ku tutup presentasi dengan salam

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Merencanakan Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna dengan Quizizz AI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 50

SLIDE