Search Header Logo
Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam

Assessment

Presentation

Other

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

TITUS HERY PERMADHI

Used 7+ times

FREE Resource

62 Slides • 0 Questions

1

media

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia

Pembelajaran
Mendalam

Menuju Pendidikan Bermutu
untuk Semua

2

media
media

Garis Besar

01

Pendahuluan
02

Pengertian Pembelajaran
Mendalam

03

Kerangka Pembelajaran
Mendalam

04

Implementasi
Pembelajaran Mendalam

05

Penutup

3

media

01
Pendahuluan

4

media

Latar Belakang

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 4

Permasalahan mutu pendidikan: literasi,
numerasi, keterampilan berpikir tingkat
tinggi, dan ketimpangan pendidikan

Perubahan masa depan sulit diprediksi

Bonus Demografi 2035 dan Visi
Indonesia 2045

Kompetensi masa depan

5

media
media
media
media
media
media
media
media
media

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta
Didik Indonesia Masih Rendah

Hasil Pisa 2022

>99%

Murid Indonesia hanya bisa menjawab soal
Level 13, lower order thinking skillsLOTS

<1%

Yang bisa menjawab soal Level 46,
higher order thinking skills HOTS

Membaca

74,5%

19,3%

5,4% 0,8%

Matematika

81,7%

14,1% 3,8% 0,4%

Sains

65,8%

26,3%

7,0%

0,9%

0%

25%

50%

75%

100%

Level 1

Level 2

Level 3

Level 46

Sumber: Diolah dari hasil PISA 2022

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 5

6

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Mengapa Perlu Pembelajaran Mendalam?

Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik praktik pedagogi

Keterlibatan

Guru membangun keterlibatan peserta didik
sebagai subjek belajar untuk memperoleh
pengalaman belajar yang bermakna

Berkesadaran

Guru lebih dapat membangun kesadaran peserta
didik untuk menjadi pembelajar yang aktif
termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta
aktif mengembangkan strategi belajar untuk
mencapai tujuan.

Memuliakan

Guru dan peserta didik lebih saling menghargai
dan menghormati potensi, martabat, dan nilai-nilai
kemanusiaan

Pengembang Budaya Belajar

Guru lebih dapat mengembangkan kreativitas dan
berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam
mengembangkan pengalaman belajar

Pemanfaatan Teknologi Digital

Guru dan peserta didik lebih dapat memanfaatkan
teknologi digital untuk memberikan efisiensi dan
efektivitas pada perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian pembelajaran

Multi/Interdisiplin Ilmu Pengetahuan

Guru dan peserta didik lebih dapat menerapkan
multi/interdisiplin ilmu pengetahuan dalam proses
pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 6

7

media

02
Pengertian
Pembelajaran
Mendalam

8

media
media

Pembelajaran Mendalam
1/4

Definisi

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan
yang memuliakan dengan menekankan pada
penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan melalui olah pikir, olah hati,
olah rasa, dan olah ragasecara holistik dan
terpadu.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 8

9

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Pembelajaran Mendalam
2/4

Memuliakan

Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati

dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan

Pembelajaran

Mendalam

Berkesadaran

Bermakna

Menggembirakan

Olah Pikir

Olah Hati

Olah Rasa

Olah Raga

Mewujudkan
Profil Lulusan

8 Dimensi)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 9

10

media
media
media
media
media
media
media

Pembelajaran Mendalam
3/4

Berkesadaran

Pengalaman belajar peserta didik yang
diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran
untuk menjadi pembelajar yang aktif dan
mampu meregulasi diri. Peserta didik
memahami tujuan pembelajaran, termotivasi
secara intrinsik untuk belajar, serta aktif
mengembangkan strategi belajar untuk
mencapai tujuan.

Bermakna

Peserta didik dapat merasakan manfaat dan
relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk
kehidupan. Peserta didik mampu
mengkonstruksi pengetahuan baru
berdasarkan pengetahuan lama dan
menerapkan pengetahuannya dalam
kehidupan nyata.

Menggembirakan

Pembelajaran yang menggembirakan
merupakan suasana belajar yang positif,
menyenangkan, menantang, dan
memotivasi. Peserta didik merasa dihargai
atas keterlibatan dan kontribusinya pada
proses pembelajaran. Peserta didik
terhubung secara emosional, sehingga lebih
mudah memahami, mengingat, dan
menerapkan pengetahuan.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 10

11

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Pembelajaran Mendalam
4/4

Olah pikir

Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada pengasahan akal
budi dan kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami,
menganalisa, dan memecahkan masalah

Olah hati

Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan batin,
membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan
spiritual

Olah rasa

Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan
kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan
serta hubungan antarmanusia

Olah raga

Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan
meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk
karakter melalui kegiatan jasmani

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 11

12

media

03
Kerangka Kerja
Pembelajaran
Mendalam

13

media
media

Pembelajaran Mendalam

Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan
yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan
terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas,
penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan,
dan komunikasi

Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik
pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran,
bermakna, menggembirakan

Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami
peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami,
mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis
dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik
pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Dimensi Profil
Lulusan

Prinsip
Pembelajaran

Pengalaman
Belajar

Kerangka
Pembelajaran

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design
© copyright 2018 Education in Motion New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 13

14

media
media
media
media
media
media

Delapan Dimensi Profil Lulusan
1/2

1Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan
menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan
sehari-hari.

2

Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman
budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan
kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks
kebhinekaan global.

3

Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam
memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk
menyelesaikan masalah.

4

Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam
mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan
bermanfaat.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 14

15

media
media
media
media
media
media

Delapan Dimensi Profil Lulusan
2/2

5

Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara
gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran
dan tanggung jawab.

6

Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya
sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif,
mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa
bergantung pada orang lain.

7

Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga
keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan
kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

8

Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk
melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan,
dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 15

16

media
media
media
media
media

Penerapan Prinsip Pembelajaran Mendalam

Berkesadaran

• Kenyamanan peserta didik dalam belajar
• Fokus, konsentrasi, dan perhatian
• Kesadaran terhadap proses berpikir
• Keterbukaan terhadap perspektif baru
• Keingintahuan terhadap pengetahuan dan

pengalaman baru

Bermakna

• Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan

nyata

• Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
• Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk

diterapkan dalam konteks baru

• Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
• Pembelajar sepanjang hayat

Menggembirakan

• Lingkungan pembelajaran yang interaktif
• Aktivitas pembelajaran yang menarik
• Menginspirasi
• Tantangan yang memotivasi
• Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah
ataupun simultan dan tidak harus berurutan

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 16

17

media
media

Pengalaman Belajar
1/2

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 17

Pengalaman belajar dilakukan secara
bertahap untuk mencapai level PM


• Pengetahuan Esensial
• Pengetahuan Aplikatif
• Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pendalaman Pengetahuan

Regulasi Diri

18

media
media
media
media

Pengalaman Belajar
2/2

Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar
dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai
sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan
esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi
pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang
diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.

Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta
hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap
refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk
mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 18

19

media
media

Pengalaman Belajar

Memahami

Jenis Pengetahuan

• Pengetahuan Esensial
• Pengetahuan Aplikatif
• Pengetahuan Nilai dan Karakter

Karakteristik

• Menghubungkan pengetahuan baru

dengan pengetahuan sebelumnya

• Menstimulasi proses berpikir peserta

didik

• Menghubungkan dengan konteks

nyata dan/atau kehidupan sehari-hari

• Memberikan kebebasan eksploratif

dan kolaboratif

• Menanamkan nilai-nilai moral dan

etika dan nilai positif lainnya

• Mengaitkan pembelajaran dengan

pembentukan karakter peserta didik

Contoh

• Mengeksplorasi pengalaman-

pengalaman peserta didik terhadap
permasalahan sosial di masyarakat
sebelum menyampaikan topik
permasalahan sosial pada
pembelajaran IPS

• Memberikan data kemiskinan di

Indonesia serta meminta peserta
didik untuk memahami dan
memberikan tanggapan

1

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 19

20

media
media

Pengalaman Belajar

Memahami
1

Pengetahuan Esensial

Pengetahuan dasar yang fundamental
dalam suatu bidang atau disiplin ilmu,
yang harus dipahami dan dikuasai untuk
membangun pemahaman yang lebih
kompleks dan dapat diterapkan dalam
berbagai konteks

Contoh: Bahasa Kosa kata, tata bahasa
dasar, pengetahuan wacana, dan empat
keterampilan berbahasa)

Pengetahuan Aplikatif

Pengetahuan yang berfokus pada
penerapan konsep, teori, atau
keterampilan dalam situasi nyata.
Pengetahuan ini digunakan untuk
menyelesaikan masalah, membuat
keputusan, atau menciptakan sesuatu
yang berdampak.

Contoh: Bahasa Memahami cara
menggunakan keterampilan menulis
untuk membuat laporan atau bahan
presentasi yang efektif)

Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pengetahuan yang berkaitan dengan
pemahaman tentang nilai-nilai moral,
etika, budaya, dan kemanusiaan yang
berperan penting dalam membentuk
kepribadian, sikap, dan perilaku
seseorang

Contoh: Bahasa Memahami cara
menggunakan bahasa untuk membangun
hubungan baik, menghindari konflik, serta
menunjukkan empati dan kepedulian)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 20

21

media
media

Pengalaman Belajar

Mengaplikasi
2

Pendalaman Pengetahuan

Memperluas atau mengembangkan
pemahaman terhadap konsep dengan
menghubungkannya ke situasi baru,
pengalaman lain, atau bidang ilmu yang
berbeda.

Karakteristik

Menghubungkan konsep baru

dengan pengetahuan sebelumnya.

Menerapkan pengetahuan ke dalam

situasi nyata atau bidang lain.

Mengembangkan pemahaman

dengan eksplorasi lebih lanjut.

Berpikir Kritis dan mencari solusi

inovatif berdasarkan pengetahuan
yang ada.

Contoh

Topik: Persamaan Linear

Dasar: Peserta didik memahami

bentuk umum persamaan linear dan
cara menyelesaikannya.

Pendalaman Pengetahuan: Peserta

didik menerapkan persamaan linear
dalam masalah keuangan, seperti
menghitung keuntungan bisnis atau
menentukan titik impas dalam
penjualan produk.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 21

22

media
media

Pengalaman Belajar

Merefleksi
3

Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran,
emosi, dan perilaku dalam mencapai
tujuan tertentu. Dalam konteks
pendidikan, regulasi diri sangat penting
bagi peserta didik untuk mengelola
proses belajar mereka secara mandiri dan
efektif.

Karakteristik

• Memotivasi diri sendiri untuk terus

belajar bagaimana cara belajar

• Refleksi terhadap pencapaian tujuan

pembelajaran (evaluasi diri)

• Menerapkan strategi berpikir
• Memiliki kemampuan metakognisi

(meregulasi diri dalam pembelajaran)

• Meregulasi emosi dalam

pembelajaran

Contoh

• Menyampaikan motivasi belajar

sesuai pengalaman yang diperoleh

• Penilaian diri sendiri terhadap

pencapaian tujuan pembelajaran

• Peserta didik dapat membuat

ringkasan materi yang dipahami
untuk menguji pemahaman mereka
sendiri.

• Peserta didik mampu mengendalikan

emosi negatif seperti kecemasan,
stres, dan frustasi saat belajar
dengan strategi coping seperti
bernapas dalam-dalam, istirahat
sejenak, atau mencari dukungan
sosial, dan lain-lain.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 22

23

media
media
media
media
media
media
media
media

The SOLO Taxonomy

Structure of Observed Learning Outcomes)

Competence

• Fail
• Incompetence
• Misses point

Incompetence

Prestructural

• Identify
• Name
• Follow simple

procedure

One relevance aspect

Unistructural

• Combine
• Describe
• Enumerate
• Perform serial skills
• List

Several relevance

independence aspects

Multistructural

• Analyze
• Apply
• Argue
• Compare/contrast
• Criticize
• Explain causes
• Relate
• Justify

Integrated into

structure

Relational

• Create
• Formulate
• Generate
• Hypothesize
• Reflect
• Theorize

Generalized to new

domain

Extended Abstract

Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 23

24

media

PM dalam Taksonomi Pembelajaran Ranah Kognitif

Taksonomi Bloom

Anderson &

Krathwohl, 2001

Taksonomi SOLO

Biggs & Collis, 1982
Pengalaman Belajar PM

Deskripsi

• Mencipta
• Mengevaluasi

Berpikir Abstrak yang
Mendalam

Merefleksi

Memperluas dan menerapkan ide

• Menganalisis
• Menerapkan

Relasional

Mengaplikasi

Menghubungkan ide-ide

Memahami

Multistruktural

Memahami

Memiliki banyak ide

Mengingat

Unistruktural

Mengingat kembali

-

Prastruktural

-

Belum Memahami

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 24

25

media

Pengalaman Belajar PM

Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis

Merefleksi

Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari
perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan
sebagainya.

Mengaplikasi

Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu
ketersediaan tanaman pangan.

Memahami

Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun
tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis.

Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat
menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi.

Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 25

26

media

Pengalaman Belajar PM

Afektif

Psikomotorik

Merefleksi
Sikap dan perilaku dalam pembelajaran
yang menunjukkan bagaimana peserta
didik menerima, merespons, menghargai,
mengorganisasi, dan menginternalisasi
nilai-nilai dalam kehidupan mereka.

Contoh: Guru memfasilitasi diskusi
tentang isu sosial dan meminta peserta
didik untuk menuliskan refleksi tentang
sikap mereka.

Keterampilan fisik, koordinasi gerakan,
atau tindakan nyata dalam pembelajaran
yang melibatkan aktivitas motorik seperti
tindakan fisik dan praktik langsung.

Contoh: peserta didik mempraktikkan
keterampilan dalam situasi yang
menyerupai dunia nyata, seperti simulasi
jual beli di pasar atau simulasi debat.

Mengaplikasi

Memahami

Contoh Pengalaman PM pada Ranah
Afektif dan Psikomotorik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 26

27

media
media

Kerangka Pembelajaran
1/5

1

Praktik Pedagogis

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan
belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk
mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada
pengalaman belajar peserta didik yang autentik,
mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan
berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

3

Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara
ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk
mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual
dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong
kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga
dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik
dengan optimal.

2

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis
antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra
profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol
pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

4

Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting
sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang
lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya
beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan
pengetahuan bermakna pada peserta didik.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 27

28

media
media
media
media
media
media
media

Kerangka Pembelajaran

Praktik Pedagogis
2/5

Pembelajaran Mendalam dapat
dilaksanakan menggunakan berbagai
praktik pedagogis dengan menerapkan
tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna,
menggembirakan, contohnya:

Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran
Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah,
Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM
(Science, Technology, Engineering, Mathematic),
Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.

Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja
kelompok, dan sebagainya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 28

29

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Kerangka Pembelajaran

Kemitraan Pembelajaran
3/5

Kemitraan pembelajaran
membentuk hubungan
yang kolaboratif untuk
memberikan pengalaman
belajar, kebaruan
informasi/ serta umpan
balik kepada peserta didik
melalui pengetahuan yang
kontekstual dan nyata.

Contoh Kemitraan:

Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan
peserta didik, dan lainnya

Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia
Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan
lainnya

Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi
Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 31

30

media
media
media
media
media
media
media
media
media

Kerangka Pembelajaran

Lingkungan Pembelajaran
4/5

1

Lingkungan
pembelajaran
menekankan integrasi
antara budaya belajar,
ruang fisik, dan ruang
virtual untuk mendukung
PM

2 Lingkungan pembelajaran yang mendukung

budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang
aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang
kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi,
berekspresi, dan kolaborasi.

optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam
menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan
kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas,
laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan,
lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan,
ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian
pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain
pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan
penilaian daring, dan lainnya.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 29

31

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Kerangka Pembelajaran

Pemanfaatan Digital
5/5

Teknologi digital dapat
dimanfaatkan dalam
perencanaan,
pelaksanaan, dan
asesmen pembelajaran.
Peserta didik
mendapatkan pengalaman
belajar yang lebih
interaktif, fleksibel, dan
kolaboratif.

Contoh:

Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital,
manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan
ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan
simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain
instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.

Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring,
pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital,
pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif,
simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.

Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas
dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan
kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 30

32

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Transformasi Peran Guru dalam Ekosistem PM

Guru sebagai
Aktivator

Guru sebagai
Kolaborator

Guru sebagai
Pengembang
Budaya Belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 32

33

media
media
media
media
media
media
media

Peran Guru dalam Pembelajaran Mendalam

Aktivator

Guru menstimulasi peserta didik
untuk mencapai tujuan
pembelajaran dan kriteria
kesuksesan pembelajaran
dengan berbagai strategi serta
memberikan umpan balik untuk
menstimulasi setiap level
pencapaian yang lebih tinggi

Kolaborator

Guru membangun kolaboratif
inkuiri dengan peserta didik,
rekan sejawat, keluarga,
masyarakat, mitra profesi dan
DUDIKA, dalam mitra lainnya
dalam mengembangkan dan
berbagi pengalaman nyata
dalam penerapan PM

Pengembang Budaya
Belajar

Guru memberikan kepercayaan
dan peluang mengambil resiko
(risk-taking) kepada peserta didik
untuk mengembangkan kreativitas
dan berinovasi, dan melibatkan
peserta didik dalam
mengembangkan pengalaman
belajar, serta menciptakan
lingkungan pembelajaran yang
mendukung PM

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 33

34

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Elemen Ekosistem

Pemerintah
Daerah

Pemerintah
Pusat

Keluarga

Masyarakat

Teknologi Digital

Media

Mitra Profesi
dan DUDIKA

Guru dan

Siswa

Satuan Pendidikan

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 34

35

media

04
Implementasi
Pembelajaran
Mendalam

36

media
media

Implementasi Pembelajaran Mendalam

1

Perencanaan

Perencanaan PM melalui refleksi guru

terhadap diri sendiri, karakteristik

peserta didik, materi pelajaran, sumber

daya dan mitra pembelajaran

2

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran dengan
prinsip berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan melalui pengalaman
belajar memahami, merefleksi

3

Asesmen

Asesmen tidak hanya berfokus pada
penguasaan teori, tetapi juga pada
pemahaman konseptual yang mendalam,
keterampilan berpikir kritis, serta
penerapan dalam kehidupan nyata

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 36

37

media
media
media
media
media
media
media
media

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

1 Identifikasi

a.

Mengidentifikasi kesiapan peserta didik

b.

Memahami karakteristik materi
pelajaran

c.

Menentukan dimensi profil Lulusan

2 Desain Pembelajaran

a.

Menentukan capaian pembelajaran

b.

Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan

c.

Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik

d.

Menentukan tujuan pembelajaran

e.

Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan
pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

4 Asesmen

a.

Asesmen pada awal pembelajaran

b.

Asesmen pada proses pembelajaran

c.

Asesmen pada akhir pembelajaran

3 Pengalaman Belajar

a.

Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan

b.

Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan awal,
inti dan penutup.

c.

Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan
merefleksi

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 37

38

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Identifikasi

Peserta Didik: Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan belajar, serta aspek lainnya

Materi Pelajaran: Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik, tingkat
kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

Desain

Pembelajaran

Capaian Pembelajaran : Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase

Lintas Disiplin Ilmu : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan

Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu
proses pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan keterampilan atau sikap yang harus dikuasai dengan kata kerja
operasional yang terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan kompetensinya, serta tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan.
Jika lebih dari satu pertemuan maka tuliskan tujuan pembelajaran setiap pertemuannya

Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran

Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan.
Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya

Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung
pembelajaran mendalam. Contoh: lingkungan sekolah, Learning Management System LMS, dukungan guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik

Pemanfaatan Digital: Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: perpustakaan digital,
forum diskusi daring, dan penilaian daring

Kemitraan Pembelajaran: Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah, lingkungan luar sekolah, masyarakat).
Misalnya guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 38

39

media

Pengalaman

Belajar

Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini meliputi
orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran,
bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1.
2.

Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1.
2.

Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1.
2.

PENUTUP Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)

Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan,
menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.

Asesmen

Pembelajaran

Asesmen pada Awal Pembelajaran:

Asesmen pada Proses Pembelajaran:

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang
digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik.
Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi,
Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 39

40

media

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

1.

Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman
pemahaman konsep peserta didik

2.

Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan

3.

Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan
lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya

4.

Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa
kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan

5.

Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah
pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru

6.

Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat
diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi

7.

Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah
pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 40

41

media

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

8.

Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah pengembangan diri yang
holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga
pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya

9.

Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau
mata pelajaran yang dipelajari peserta didik

10.

Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran

11.

Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk
mendukung pembelajaran mendalam

12.

Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar
untuk mendukung pembelajaran mendalam

13.

Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan,
dan asesmen pembelajaran

14.

Asesmen menggunakan assessment as learning, assessment for learning, assessment of learning. Pada
PM menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 41

42

media
media
media
media
media
media
media

Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran
1/2

Agama

Pembelajaran agama yang berfokus pada
pengembangan spiritual, karakter, akhlak
dan atau moral melalui penanaman
keyakinan dan nilai agama, serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh: Experiential Learning
yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui
pengalaman kehidupan sehari-sehari
seperti peserta didik diberikan isu atau
realita kenakalan remaja, kemudian diminta
untuk mencermati dan mengajukan solusi
berdasarkan nilai-nilai agama.

Pendidikan Pancasila

Pembelajaran yang membentuk peserta
didik menjadi warga negara yang baik,
bertanggung jawab, memiliki kesadaran
terhadap hak serta kewajibannya dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara, dan
mampu berpartisipasi dalam kehidupan
bermasyarakat, contoh: Studi Kasus yang
memberikan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan pada isu
sosial, politik, atau hukum dengan mencari
solusi berdasarkan prinsip demokrasi dan
Pancasila.

Matematika

Pembelajaran yang mengembangkan pola
pikir logis, pemecahan masalah, dan
keterampilan analitis dan komputatif,
contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah
yang memberikan peluang peserta didik
untuk memecahkan masalah nyata seperti
komposisi dan nilai kalori makanan bergizi
dengan menggunakan konsep proporsi,
persentase dan pengukuran untuk
makanan sehat dan bergizi.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 42

43

media
media
media
media
media
media
media

Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran
2/2

Bahasa

Pembelajaran yang mengembangkan
keterampilan komunikasi, pemahaman
teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan
pemahaman budaya, contoh:
Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang
memberikan kesempatan peserta didik
mengeksplorasi bahasa dengan
mengumpulkan, mengolah dan
mengevaluasi informasi terkait
permasalahan sosial di masyarakat untuk
mendapatkan pengetahuan baru.

IPA

Pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman tentang alam semesta,
fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk
mengembangkan pengetahuan,
keterampilan berpikir ilmiah, bekerja ilmiah,
serta sikap peduli terhadap lingkungan,
contoh: Pembelajaran Berbasis Proyek
dengan memberikan pengalaman kepada
peserta didik untuk membuat proyek
energi terbarukan untuk mengatasi
permasalahan lingkungan.

Ilmu Sosial

Pembelajaran yang menekankan pada
kehidupan sosial, interaksi manusia, dan
dinamika masyarakat untuk membentuk
wawasan kebangsaan serta keterampilan
berpikir kritis, contoh: Pembelajaran
Kontekstual dengan membandingkan
nilai-nilai dan permasalahan pasar modern
dan pasar tradisional pada sudut pandang
sosial dan ekonomi dan memberikan solusi
permasalahan tersebut.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 43

44

media

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
1/2

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 44

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

2

Merumuskan Masalah

Peserta didik mengidentifikasi
dan merumuskan pertanyaan
yang akan dijawab dalam
proses inkuiri dan guru
membimbing peserta didik
untuk menyusun hipotesis
atau dugaan awal.

1

Orientasi

Guru memberikan stimulus
untuk membangkitkan rasa
ingin tahu peserta didik dan
mulai mengidentifikasi topik
yang akan dieksplorasi
(kaitkan dengan pengetahuan
esensial, aplikatif, nilai dan
karakter).

4

Pengolahan dan
Analisis Data

Peserta didik mengorganisasi
dan menafsirkan data yang
telah dikumpulkan,
menggunakan berbagai teknik
analisis, seperti diskusi
kelompok, pemetaan konsep,
atau pembuatan grafik.

3

Pengumpulan Data

Peserta didik mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber, seperti eksperimen,
observasi, wawancara, atau
literatur dan mencari pola atau
hubungan antar konsep
(menggunakan sumber
lingkungan sekitar).

45

media

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
2/2

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 45

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

6

Komunikasi

Peserta didik menyampaikan
hasil temuannya melalui
presentasi, laporan tertulis,
atau diskusi kelas.

5

Menarik Kesimpulan

Peserta didik menyusun
kesimpulan berdasarkan bukti
dan hasil analisis, serta
menjelaskan temuan dan
menghubungkannya dengan
konsep atau teori yang relevan
(pendalaman pengetahuan).

8

Aplikasi dan Tindak
Lanjut

Peserta didik menerapkan hasil
pembelajaran dalam konteks
nyata atau proyek lanjutan dan
mendorong eksplorasi lebih
lanjut untuk memperdalam
pemahaman konsep.

7

Refleksi

Melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran: apa
yang telah dipelajari, kesulitan
yang dihadapi, dan bagaimana
meningkatkan pemahaman
lebih lanjut, serta guru
memberikan umpan balik
konstruktif untuk memperkaya
pengalaman belajar peserta
didik (stimulasi regulasi diri).

46

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Contoh Pembelajaran Mendalam

1 Identifikasi Peserta Didik

Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi
mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki kesadaran perannya
terhadap keseimbangan ekosistem, menunjukkan minat tinggi
dalam kegiatan berbasis proyek.

Identifikasi Materi Pelajaran

Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif. Materi ini dirancang
relevan dengan kehidupan nyata, seperti memahami dampak
aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai, serta aplikatif
melalui kegiatan seperti proyek pengelolaan sampah.

Dimensi Profil Lulusan

DPL1
Keimanan dan
Ketakwaan terhadap
Tuhan YME

DPL3
Penalaran Kritis

DPL4
Kreativitas

DPL5
Kolaborasi

DPL8
Komunikasi

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling
ketergantungan antar komponen biotik-abiotik dapat
memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan
sekitarnya.

Topik Pembelajaran

Peran Manusia dalam Menjaga Ekosistem

1

2

1/6

DPL2
Kewargaan

DPL7
Kesehatan

DPL6
Kemandirian

3

4

5

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 46

47

media
media
media
media
media

Tujuan Pembelajaran

Praktik Pedagogis

Lingkungan Pembelajaran

Pemanfaatan Digital

Mitra Pembelajaran

Contoh Pembelajaran Mendalam
2/6

Peserta didik mampu:
1.

Memahami pentingnya keanekaragaman hayati dalam
ekosistem

2.

Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap
keseimbangan ekosistem

3.

Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi lingkungan
untuk mencegah pencemaran pada ekosistem

1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan

presentasi

1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa

ingin tahu

1. Perencanaan: LMS
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan daring
3. Asesmen: asesmen daring

1. Komunitas Peduli Ciliwung KPC
2. Pengelola Bank Sampah Sungai Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung

6

7

8

9

10

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 47

48

media
media

11 Langkah-Langkah Pembelajaran

Awal Berkesan, Bermakna)

1

3

4

5

6

7

Contoh Pembelajaran Mendalam
3/6

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 48

Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif

1

Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi

2

Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih dan tercemar

3

Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta didik

4

Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung yang Tercemar

5

Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga berdampak pada
kondisi makhluk hidup di sungai

Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ

Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ

6

Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik
"Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"

7

49

media
media
media
media

Langkah-Langkah Pembelajaran

Contoh Pembelajaran Mendalam
4/6

11

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 49

Inti (bermakna, menggembirakan)

Memahami

1

2

Mengaplikasi

1

2

3

4

5

6

Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku,
e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang keanekaragaman
hayati dan ekosistem sungai

a.

Apa definisi ekosistem?

b.

Apa saja macam-macam ekosistem?

c.

Apa definisi keanekaragaman hayati?

d.

Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi kelangsungan
ekosistem?

e.

Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan ekosistem
sungai?

1

Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan
kelangsungan ekosistem sungai

2

Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru pendamping
untuk merancang proyek pengelolaan sampah

5

Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah
contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick, 3R,
bank sampah, dan sebagainya (dilakukan diferensiasi produk/ide)

6

Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik
tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik

4

Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan
Pengelola Bank Sampah

3

Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai
ciliwung

2

Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk
mengidentifikasi masalah kelangsungan ekosistem sungai

1

50

media
media
media
media
media

Langkah-Langkah Pembelajaran

Inti (bermakna, menggembirakan)

Merefleksi (berkesadaran, bermakna)

1

2

Penutup (berkesadaran)

Contoh Pembelajaran Mendalam
5/6

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 50

11

Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau mempresentasikan
hasil proyeknya

1

Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan salah satu
narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah

2

Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proyek yang
telah dilakukan

3

Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran

4

Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka setelah
belajar

5

Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran

1

Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya
dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh: topik yang akan
dipelajari, mitra yang akan diundang, eksperimen yang akan dilakukan,
sumber/media pembelajaran yang digunakan)

2

Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyeknya

3

51

media
media
media
media
media
media
media
media

12 Asesmen Pembelajaran

1Asesmen pada Awal Pembelajaran

2

Asesmen pada Proses Pembelajaran

3

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Contoh Pembelajaran Mendalam
6/6

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 51

52

media
media
media
media
media
media
media
media

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada PAUD

Peserta didik memahami tanaman obat keluarga (toga) yang ada di sekitarnya dan
mengaplikasi pemahaman melalui proyek membuat jamu tradisional

Pendekatan PM pada Pendidikan Anak Usia Dini PAUD
memberikan pengalaman belajar yang bermakna, eksploratif,
dan berbasis interaksi aktif yang menghargai ide dan imajinasi
alami anak. Pendekatan ini memungkinkan anak menjelajahi,
mengamati, bertanya, dan menemukan konsep secara alami
dengan bermain dan aktivitas yang bermakna

Pengenalan tanaman di lingkungan sekitar dan proyek pertumbuhan tanaman

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 52

53

media
media
media
media
media
media

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SD/MI

Pendekatan PM dalam SD/MI dapat
mengembangkan pemahaman konsep
secara peserta didik secara kritis, kreatif,
analitis, dan aplikatif serta menyelesaikan
permasalahan

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 53

54

media
media
media
media
media
media
media

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMP/MTs

Pendekatan PM dalam SMP/MTs dapat
membantu peserta didik memahami
konsep secara lebih mendalam, kritis,
dan aplikatif. Peserta didik tidak
menghafal materi, tetapi menganalisis,
mengeksplorasi, serta menghubungkan
pengetahuan dengan kehidupan nyata
untuk menyelesaikan permasalahan

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 54

55

media
media
media
media
media
media

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMA/MA

Pendekatan PM dalam SMA/MA dapat mengembangkan berpikir
lebih analitis, reflektif, dan aplikatif dalam berbagai konteks
kehidupan dan akademik. SMA merupakan tahap transisi menuju
pendidikan tinggi, sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar
memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan
berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, dan sintesis
pengetahuan lintas disiplin

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 55

56

media
media
media
media
media
media
media

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK

Pendekatan PM pada SMK/MAK
berorientasi pada keterampilan praktis,
penerapan industri, serta kesiapan kerja
atau wirausaha, sehingga PM
memfasilitasi peserta didik tidak hanya
memahami teori, tetapi juga mampu
menguasai keterampilan teknis dan
berpikir kritis dalam konteks dunia kerja
dan industri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 56

57

media
media
media
media
media
media

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan
Khusus

Pendekatan PM pada pendidikan khusus
dapat diterapkan untuk memfasilitasi
pemahaman mendalam (memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi) melalui
penerapan sesuai konteks, kondisi, dan
kekhususan peserta didik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 57

58

media

Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen
sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran

(Assessment as Learning)

Asesmen untuk Pembelajaran

(Assessment for Learning)

Asesmen untuk perbaikan proses
pembelajaran berfungsi sebagai umpan
balik membantu peserta didik
memahami progres belajar mereka,
serta refleksi guru mengajar

Asesmen untuk refleksi proses
pembelajaran dan refleksi diri peserta
didik

Asesmen untuk mengukur capaian
pembelajaran peserta didik pada akhir
pembelajaran

Asesmen dalam Pembelajaran

(Assessment of Learning)

Contoh:
Jurnal reflektif, self-assessment,
peer assessment, checklist
kemajuan belajar, dan lainnya

Contoh:
Peta konsep, umpan balik formatif,
observasi, pertanyaan diagnostik,
dan lainnya

Contoh:
Tes lisan, tes tertulis, laporan,
penilaian proyek, portofolio, dan
lainnya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 58

59

media

05
Penutup

60

media

Pembelajaran Mendalam
Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Memuliakan Setiap Individu. Menghargai keunikan, potensi, dan pengalaman belajar peserta didik dengan
menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung pertumbuhan.

Transformasi Pembelajaran. Mewujudkan pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
untuk meningkatkan kompetensi peserta didik secara optimal.

Pendekatan Holistik. Mengembangkan peserta didik secara utuh melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan
olah raga agar siap menghadapi tantangan kehidupan.

Kolaborasi Ekosistem Pendidikan. Keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan sinergi antara guru,
peserta didik, orang tua, masyarakat, dan mitra pendidikan.

Pendidikan Masa Depan. Memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih
interaktif dan fleksibel, serta menyiapkan generasi unggul yang berkarakter.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 60

61

media

Tim Pengembangan Pembelajaran Mendalam TPPM

1.

Prof. Em Suyanto, M.Ed., Ph.D.
Universitas Negeri Yogyakarta

2.

Prof. Ali Saukah, M.A., Ph.D.
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

3.

Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc, Ph.D.
Universitas Negeri Jakarta

4.

Prof. Em Dr. Ir. Bambang Soehendro, M.Sc.
Universitas Gadjah Mada

5.

Prof. Bambang Suryadi, Ph.D.
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

6.

Gogot Suharwoto, M.Ed., Ph.D.
Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen

7.

Ir. Harris Iskandar Ph.D.
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

8.

Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc.
BANPDM

9.

Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas, M.Pd.
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

10.

Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D.
Universitas Islam Internasional Indonesia

11.

Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd.
Universitas Negeri Malang

12.

Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc., Ph.D.
Atdikbud KBRI Canberra/Universitas Negeri Jakarta

13.

Dr. Laksmi Dewi, M.Pd.
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

14.

Dr. Yogi Anggraena, M.Si.
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

15.

Dr. Fathur Rohim
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

16.

Dr. Iip Ichsanudin, M.A.
Pusat Kurikulum dan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk SemuaHal. 61

62

media
media
media
media

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia

Terima Kasih

Kontak Kami:
kurikulum@kemdikbud.go.id

media

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia

Pembelajaran
Mendalam

Menuju Pendidikan Bermutu
untuk Semua

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 62

SLIDE