Search Header Logo
Webinar Wayground Ai dan deep Learning

Webinar Wayground Ai dan deep Learning

Assessment

Presentation

Science

7th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Rudolf Luhukay

Used 1+ times

FREE Resource

11 Slides • 3 Questions

1

media

2

Draw

Silahkan Bapak/Ibu menggambarkan suasana hatinya saat ini!

3

Apa yang akan kita pelajari hari ini?

1. Pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)
2. Pengenalan fitur-fitur Wayground AI
3. Merancang bahan Ajar Interaktif

4

Word Cloud

Bapak Ibu berasal dari ....

5

media

6

media

​Pak Hara adalah seorang guru yang sudah mengajar belasan tahun. Setiap pagi, ia datang ke sekolah dengan jadwal yang selalu rapi. Biasanya, kelas dimulai dengan membaca buku pelajaran secara bergiliran. Setelah itu, ia memberikan penjelasan, lalu diakhiri dengan mengerjakan soal-soal di LKS. Semua sudah tertata dengan baik, persis seperti yang ia yakini sebagai cara belajar yang benar.

Bagi Pak Hara, ukuran keberhasilan seorang siswa sederhana saja: nilai ujian. Selama anak-anak paham teori dari buku dan mampu menjawab soal dengan benar, itu sudah cukup. Ia sering berkata, “Belajar yang rajin, kuasai isi buku, dan kerjakan soal-soal dengan baik. Kalau begitu, masa depan kalian pasti cerah.”

7

media

Bu Dina mengajarkan konsep gaya dan gravitasi di kelas sains. Sebelum memulai kegiatan, ia melakukan asesmen awal dengan mengajak siswa berbagi pengalaman tentang benda-benda yang melayang, seperti layanglayang atau balon udara. Dari diskusi tersebut, Bu Fujimenyadari bahwa muridmuridnya lebih antusias belajar jika langsung praktik daripada hanya mendengarkan penjelasan teori.

Berdasarkan temuan itu, Bu Dina meminta siswa melakukan eksperimen sederhana dengan membuat parasut dari bahan-bahan seperti kain, benang, dan kertas. Siswa merancang parasut agar benda yang diikat di bawahnya, seperti koin, dapat turun dengan lambat. Eksperimen ini dilakukan di halaman sekolah, dan
siswa diminta mencatat serta menganalisis hasilnya untuk memahami bagaimana ukuran parasut memengaruhi kecepatan jatuh benda.

Di akhir kegiatan, Bu Dina memberikan asesmen berbasis proyek. Siswa dinilai berdasarkan proses dan hasil eksperimen mereka, kemampuan mereka menganalisis data, serta kemampuan mereka untuk mengaitkan konsep gravitasi dengan pengalaman sehari-hari. Dengan pendekatan ini, siswa lebih antusias dan mudah memahami materi

8

Open Ended

Apa yang membedakan kedua guru tersebut menurut bapak Ibu?

9

Deep Learning vs Surface Learning

Guru Hara mempraktikan Surface learning

Definisi: Surface Learning adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa menghafal informasi atau memahami konsep secara permukaan tanpa menghubungkannya dengan pemahaman yang lebih dalam atau menerapkannya dalam konteks lain. Karakteristik: Fokus pada menghafal fakta dan prosedur. Mengandalkan pengulangan untuk mengingat informasi. Tidak banyak koneksi antara ide atau konsep. Berorientasi pada hasil jangka pendek, seperti ujian dan tes. Contoh: Menghafal rumus fisika tanpa memahami konsep di baliknya. Mengingat tanggal-tanggal sejarah tanpa memahami konteks peristiwa. Menggunakan rumus matematika hanya untuk menjawab soal yang sudah dipelajari, tanpa bisa menerapkannya di situasi lain. Kapan Surface Learning Diperlukan? Surface Learning tetap penting sebagai langkah awal dalam pembelajaran, terutama saat siswa: Memperoleh informasi baru. Mengenal konsep dasar sebelum melangkah lebih jauh ke pemahaman yang lebih dalam.

10

Deep Learning vs Surface Learning

Guru Hiri mempraktikan Deep learning

Definisi : Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara mendalam, menghubungkan ide, dan menerapkan pengetahuan di situasi baru. Karakteristik: Menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan informasi baru. Melibatkan berpikir kritis dan refleksi. Memfokuskan pada makna dan hubungan antar-konsep. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kreativitas. Menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata atau proyek kolaboratif. Contoh: Menggunakan prinsip fisika untuk merancang model pembangkit listrik mini dalam proyek energi terbarukan. Menghubungkan peristiwa sejarah dengan isu global saat ini untuk menganalisis dampak sosial dan politik. Menerapkan konsep matematika untuk menghitung anggaran proyek kelas yang berhubungan dengan kewirausahaan. Kapan Deep Learning Diperlukan? Deep Learning sangat penting untuk tahap eksplorasi dan aplikasi setelah siswa: Menguasai dasar-dasar dari Surface Learning. Siap untuk menganalisis, mengevaluasi, dan berinovasi menggunakan pengetahuan yang dimiliki.

11

Mengapa Deep Learning penting dan dibutuhkan murid?

Kemajuan teknologi, isu lingkungan, ketimpangan sosial, dan disrupsi ekonomi menuntut keterampilan yang lebih dari sekadar hafalan atau pemahaman teori. Deep Learning tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga mengajak siswa menerapkannya dalam kehidupan nyata.

12

Mengapa Deep Learning penting dan dibutuhkan murid?

Fullan mendefinisikan Deep Learning sebagai proses pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berbasis tindakan nyata. Tujuannya adalah menciptakan siswa yang mampu: Menghubungkan pengetahuan dengan situasi dunia nyata. 1. Berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah kompleks. 2. Berinovasi dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif di komunitas mereka. 3. Mengembangkan karakter dan nilai-nilai sosial yang dibutuhkan untuk menjadi warga global yang bertanggung jawab.

13

Mengapa Deep Learning penting dan dibutuhkan murid?

Menurut Michael Fullan, Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada mengembangkan kompetensi dan keterampilan abad ke-21 untuk membekali siswa menghadapi tantangan di dunia nyata.

14

Mengapa Deep Learning penting dan dibutuhkan murid?

Kompetensi murid dalam Deep Learning yang perlu dituju ialah 6C : Character (Karakter): Mengembangkan tanggung jawab, empati, dan integritas. Citizenship (Kewarganegaraan Global): Memahami dan berkontribusi pada isu-isu lokal dan global. Collaboration (Kolaborasi): Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Communication (Komunikasi): Menyampaikan ide secara efektif. Creativity (Kreativitas): Berpikir inovatif dan menciptakan solusi baru. Critical Thinking (Berpikir Kritis): Menganalisis informasi untuk membuat keputusan yang tepat.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE