Search Header Logo
Isu-Isu Sosial

Isu-Isu Sosial

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Juli Suwirtana Putra

Used 1+ times

FREE Resource

13 Slides • 11 Questions

1

Isu-Isu Utama dalam Mengkaji Masalah Sosial

By Juli Suwirtana Putra

2

Masalah sosial tersebut terwujud dalam bentuk eksklusi, segregasi, dan partikularisme. Selain itu, ada juga masalah sosial lain terkait perilaku menyimpang, pengaruh media sosial, dan lingkungan

Ilustrasi Ragam dan Isu Masalah Sosial

media

3

media

Eksklusi sosial merujuk pada upaya-upaya menyingkirkan hak-hak orang lain. Peniadaan akses, partisipasi, serta peluang terhadap kelompok sosial tertentu menyebabkan ketimpangan sosial dalam masyarakat.

Eksklusi Sosial

​Eksklusi sosial adalah keadaan ketika seseorang atau kelompok dikucilkan, diabaikan, atau tidak diberi kesempatan yang sama dalam masyarakat.

4

Berikut contoh eksklusi sosial di Indonesia, yaitu ketika kelompok atau individu sengaja dikucilkan dari partisipasi sosial, ekonomi, atau politik:

1. Eksklusi Berbasis Kemiskinan

  • Contoh: Pedagang kaki lima yang diusir dari pusat kota dengan alasan "penertiban", tanpa diberi alternatif ruang usaha yang layak. Mereka kehilangan mata pencaharian dan akses ke pelanggan.

  • Dampak: Terjebak dalam kemiskinan struktural tanpa kesempatan bangkit.

2. Eksklusi terhadap Penyandang Disabilitas

  • Contoh: Minimnya fasilitas ramah disabilitas (seperti trotoar tanpa braille atau transportasi umum tanpa akses kursi roda) membuat mereka sulit bersekolah atau bekerja.

  • Data: Hanya 12% penyandang disabilitas di Indonesia yang memiliki pekerjaan formal (BPS, 2023).

3. Eksklusi Etnis Minoritas

  • Contoh: Suku Samin di Jawa Tengah yang sering dianggap "kolot" dan dikucilkan dari program pembangunan pemerintah.

  • Dampak: Anak-anak Samin kesulitan mengakses pendidikan modern karena lokasi terpencil dan stigma.

5

Berikut contoh eksklusi sosial di Indonesia, yaitu ketika kelompok atau individu sengaja dikucilkan dari partisipasi sosial, ekonomi, atau politik:

4. Eksklusi terhadap Korban Kekerasan Seksual

  • Contoh: Perempuan korban pemerkosaan dianggap "aib keluarga" sehingga dipaksa menikah dengan pelaku atau diusir dari kampung halaman.

  • Fakta: 70% korban kekerasan seksual enggan melapor karena takut dikucilkan (Komnas Perempuan, 2022).

5. Eksklusi Politik terhadap Kelompok Marginal

  • Contoh: Masyarakat adat yang tidak memiliki KTP sehingga tidak bisa memilih dalam Pemilu, meski tinggal di Indonesia puluhan tahun.

  • Kasus Nyata: Suku Orang Rimba di Jambi yang kesulitan mengakses hak sipil karena hidup secara nomaden.

6. Eksklusi terhadap Eks-Narapidana

  • Contoh: Mantan napi kasus narkoba sulit dapat kerja karena stigma "tidak bisa dipercaya", meski sudah rehabilitasi.

  • Dampak: Banyak yang kembali ke jerat narkoba karena putus asa.

6

Berikut contoh eksklusi sosial di Indonesia, yaitu ketika kelompok atau individu sengaja dikucilkan dari partisipasi sosial, ekonomi, atau politik:

7. Eksklusi Digital

  • Contoh: Lansia dan masyarakat pedesaan yang tidak bisa mengakses bantuan pemerintah karena sistem online dan minim literasi digital.

  • Data: 64% lansia di Indonesia tidak bisa mengoperasikan smartphone (Survei APJII, 2023)

7

Segregasi Sosial

Segregasi sosial adalah pemisahan kelompok masyarakat berdasarkan perbedaan seperti ras, agama, atau kelas ekonomi, sehingga menciptakan ketidaksetaraan dalam hak dan kesempatan

8

Contoh

1. Segregasi Ekonomi: Permukiman Elite vs. Kumuh

  • Contoh: Kawahan Permukiman Mewah (Pantai Indah Kapuk, Jakarta) yang dikelilingi tembok tinggi, berjarak hanya beberapa kilometer dari kampung nelayan kumuh (Muara Angke) dengan akses air bersih terbatas.

  • Dampak: Anak-anak di kampung sulit mengakses sekolah berkualitas di kawasan elite.

2. Segregasi Pendidikan: Sekolah Favorit vs. Sekolah Marginal

  • Contoh: Sekolah Negeri "Favorit" di kota besar hanya diisi anak dari keluarga mampu (karena biaya les/uang "pangkal" tidak resmi), sementara anak pekerja informal terpaksa ke sekolah dengan fasilitas minim.

  • Data: Hasil PISA 2022 menunjukkan kesenjangan pencapaian siswa kaya-miskin di Indonesia tertinggi ke-2 di dunia.

3. Segregasi Agama: Perumahan Eksklusif Berbasis Agama

  • Contoh: Perumahan Taman Yasmin (Bogor) yang hanya diperbolehkan untuk penghuni Muslim, atau Kompleks Kristen di Manado yang mayoritas non-Muslim.

  • Catatan: Tidak selalu disengaja, tetapi pola pemukiman homogen memperkuat prasangka.

9

Contoh

4. Segregasi Etnis: "Kampung Arab" vs. "Kampung Cina"

  • Contoh: Pecinan (Glodok, Jakarta) dan Kampung Arab (Pekojan, Jakarta) yang terpisah secara geografis dan budaya sejak era kolonial.

  • Fakta: Pernikahan lintas etnis di sini masih sering dipandang aneh.

5. Segregasi Akses Kesehatan: RS Swasta vs. Puskesmas

  • Contoh: Rumah Sakit Premier (Kuningan, Jakarta) dengan fasilitas lengkap untuk pasien kaya, sementara masyarakat miskin antre berjam-jam di Puskesmas yang kekurangan obat.

10

Segregasi & Eksklusi

  • Segregasi sosial dapat bersifat vertikal dan horizontal .

  • Misalnya, segregasi di bidang gender (horizontal atau terkait diferensiasi)

  • Segresi yang membedakan posisi dan upah pekerja (vertikal atau stratiikasi sosial) perempuan dan laki-laki.

  • Perempuan dinilai lebih telaten dalam mengerjakan sesuatu sehingga lebih cocok mengerjakan pekerjaan domestik.

  • Laki-laki dinilai lebih tegas sehingga cocok ditempatkan pada posisi lebih tinggi seperti manajer.

  • Kesimpulan "bahwa terdapat unsur eksklusi, yaitu pembatasan terhadap hak-hak perempuan di dunia kerja. Dengan demikian, eksklusi dan segregasi memang berbeda, tetapi saling bersinggungan"

11

Partikularisme

Pengertian

Partikularisme sosial adalah kecenderungan untuk memprioritaskan kelompok atau identitas tertentu (seperti suku, agama, atau keluarga) di atas kepentingan umum, sering mengabaikan prinsip kesetaraan."

Contoh sederhana:
"Di suatu desa, hanya orang dari marga tertentu yang boleh jadi kepala adat, meski ada calon lebih kompeten dari marga lain — ini contoh partikularisme sosial."

12

  • ​Mengutamakan ikatan kelompok (keluarga, suku, agama)

  • Prioritas lowongan kerja untuk kerabat sendiri

  • Aturan bisa diubah untuk kelompok tertentu

  • Loyalitas pada kelompok kecil (contoh: marga, klan)

  • Rentan nepotisme dan diskriminasi

  • Dominan di masyarakat tradisional/komunal

  • Mengutamakan aturan umum yang berlaku untuk semua​

  • Rekrutmen karyawan berdasarkan kualifikasi objektif

  • Aturan tetap berlaku untuk semua

  • Loyalitas pada nilai/norma yang lebih luas (contoh: hukum negara)

  • Berpotensi dianggap kaku/tidak manusiawi

  • Lebih umum di masyarakat modern/industri

​Partikularisme

Universalisme

Vs

13

Perilaku Menyimpang

Pengertian

Perilaku menyimpang (deviant behavior) merupakan perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai, norma, keyakinan, atau ekspektasi dalam masyarakat.

14

Multiple Choice

Apa contoh segregasi sosial di Indonesia yang disebabkan oleh faktor ekonomi?

1

Pembagian kelas bisnis dan ekonomi di kereta api.

2

Pembangunan tembok pemisah antara permukiman mewah dan kumuh

3

Larangan penggunaan bahasa daerah di sekolah.

4

Pemisahan tempat ibadah berdasarkan agama.

5

Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

15

Multiple Choice

Manakah yang termasuk eksklusi sosial?

1

Pembatasan jam belajar di perpustakaan.

2

Larangan merokok di tempat umum

3

Wajib menggunakan masker saat pandemi.

4

Siswa tidak boleh memakai seragam merah di sekolah.

5

Penyandang disabilitas tidak mendapat akses ke transportasi umum.

16

Multiple Choice

Apa ciri utama partikularisme dalam masalah sosial?

1

Memprioritaskan kepentingan umum

2

Mengutamakan kesetaraan hukum

3

Memberikan hak istimewa berdasarkan hubungan keluarga

4

Menerapkan aturan yang sama untuk semua orang

5

Menghargai keberagaman budaya.

17

Multiple Choice

Apa dampak negatif segregasi sosial dalam pendidikan?

1

Kesempatan belajar yang tidak merata antara sekolah favorit dan marginal.

2

Semua siswa mendapat fasilitas yang sama.

3

Sekolah swasta dan negeri dijadikan satu zona.

4

Meningkatnya toleransi antar siswa.

5

Siswa bebas memilih sekolah tanpa syarat.

18

Multiple Choice

Siapa yang paling rentan mengalami eksklusi digital di Indonesia?

1

Anak-anak generasi Alpha.

2

Lansia dan masyarakat pedesaan

3

Pekerja kantoran di kota besar.

4

Pengguna aktif media sosial.

5

Pelajar yang memiliki laptop.

19

Multiple Choice

Manakah pernyataan yang mencerminkan universalisme?

1

Warga non-Muslim tidak boleh tinggal di kompleks ini.

2

Anak pejabat diprioritaskan masuk sekolah favorit

3

Semua warga negara berhak menjadi PNS asal lulus tes kompetensi

4

Proyek pemerintah harus dikerjakan oleh kontraktor dari suku tertentu

5

Hanya warga asli yang boleh jadi kepala desa

20

Multiple Choice

Apa langkah tepat untuk mengurangi eksklusi sosial terhadap penyandang disabilitas?

1

Membangun fasilitas publik yang inklusif (seperti ramp dan braille)

2

Memisahkan sekolah khusus disabilitas dari sekolah reguler.

3

Melarang disabilitas bekerja di sektor formal.

4

Hanya memberikan bantuan melalui keluarga mereka.

5

Membiarkan mereka mengatasi masalah sendiri.

21

Multiple Choice

Perhatikan ilustrasi berikut:
Pada masa kolonial Belanda, sistem tanam paksa (cultuurstelsel) menerapkan kebijakan pemisahan lahan untuk tanaman ekspor (milik Belanda) dan tanaman pangan (milik pribumi). Kebijakan ini menyebabkan kelaparan di Jawa tetapi memicu kemakmuran di Belanda.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, bentuk segregasi apa yang terjadi?

1

Segregasi spasial berdasarkan fungsi ekonomi

2

Segregasi politik berdasarkan kekuasaan lokal.

3

Segregasi budaya melalui asimilasi paksa.

4

Segregasi agama melalui pembagian wilayah.

5

Segregasi pendidikan berdasarkan kelas sosial.

22

Multiple Choice

Perhatikan data berikut:
Survei BPS (2023) menunjukkan bahwa 60% penyandang disabilitas di Indonesia menganggur karena minimnya akses kerja dan stigma negatif.

Jika pemerintah ingin mengurangi eksklusi tersebut, kebijakan mana yang paling efektif secara berkelanjutan?

1

Memberikan bantuan tunai sekali waktu.

2

Membuat kuota wajib lapangan kerja untuk disabilitas

3

Mengadakan seminar tentang kesadaran disabilitas.

4

Membangun panti rehabilitasi di setiap provinsi.

5

Melarang perusahaan menolak karyawan disabilitas tanpa sanksi.

23

Multiple Choice

Perhatikan kasus berikut:
Di suatu daerah, hanya keturunan bangsawan yang boleh menjadi calon kepala desa, meskipun ada warga lain yang lebih kompeten.

Berdasarkan kasus tersebut, apa kelemahan utama sistem partikularisme tersebut?

1

Meningkatkan persaingan sehat antarkeluarga.

2

Memperkuat kohesi sosial melalui tradisi.

3

Mempercepat rotasi kekuasaan.

4

Mendorong inovasi dalam kepemimpinan.

5

Menghambat meritokrasi dan keadilan sosial.

24

Multiple Choice

Perhatikan fenomena berikut:
Sekolah favorit di kota besar hanya diisi oleh siswa dari keluarga mampu karena biaya tambahan (les, sumbangan), sementara siswa miskin terkonsentrasi di sekolah dengan fasilitas terbatas.

Apa strategi yang paling tepat untuk memutus siklus segregasi pendidikan tersebut?

1

Membangun gedung sekolah baru di pusat kota.

2

Menghapus sistem zonasi PPDB.

3

Meningkatkan anggaran pendidikan untuk sekolah marginal.

4

Melarang sekolah negeri menerima sumbangan orang tua.

5

Memberikan beasiswa prestasi plus afirmasi untuk siswa miskin.

Isu-Isu Utama dalam Mengkaji Masalah Sosial

By Juli Suwirtana Putra

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 24

SLIDE