Search Header Logo
next ga sih?

next ga sih?

Assessment

Presentation

History

University

Easy

Created by

maria birelogo

Used 8+ times

FREE Resource

1 Slide • 20 Questions

1

​Haloo

By maria birelogo

2

Multiple Choice

1. Jabatan Pendeta dalam pandangan GMIT diyakini bersumber pada panggilan khusus dari Allah. Dalam pemenuhan panggilan tersebut, Pendeta mengemban tiga fungsi utama. Fungsi-fungsi tersebut adalah...

1

A. Gembala, Hamba, dan Pengajar

2

B. Raja, Imam, dan Hamba

3

C. Raja, Imam, dan Nabi

4

D. Imam, Nabi, dan Diakonos

3

Multiple Choice

2. Menurut Naskah Teologis, esensi profesionalitas seorang hamba Allah dirumuskan berdasarkan ukuran moral tertentu. Ukuran moral tersebut bersumber dari...

1

A. Pengakuan dan Janji Penahbisan Pendeta.

2

B. Ukuran moral pada diri Allah sendiri sebagai Allah yang Kudus (Im. 19:2; 1Ptr. 1:16).

3

C. Kapasitas moral dan etika yang terus-menerus diperlengkapi oleh Gereja.

4

D. Keberhasilan pelayanan yang diukur dengan statistik pertumbuhan jemaat.

4

Multiple Choice

3. Integritas Pendeta merupakan paduan dari tiga komponen etis yang saling terkait. Tiga komponen etis tersebut adalah...

1

A. Dedikasi, Konsistensi, dan Ketaatan

2

B. Karakter (Virtue), Nilai-nilai Hidup (Value), dan Visi Moral (Vision)

3

C. Moralitas, Kesalehan, dan Kebijaksanaan

4

D. Jabatan, Karir, dan Keuangan

5

Multiple Choice

4. Kredibilitas dan integritas Pendeta secara mendasar bergantung pada...

1

A. Kemampuan mengendalikan otoritas Firman Allah atas dirinya.

2

B. Kemampuan untuk mengontrol perilaku etis mereka sendiri.

3

C. Tingkat kesuksesan dalam pelayanan pastoral dan statistik pertumbuhan jemaat.

4

D. Kesetiaan kepada Majelis Sinode dan Kawan Sepelayanan.

6

Multiple Choice

5. Pengukuran keberhasilan hakiki seorang Pendeta, sebagaimana ditegaskan dalam materi Peralihan Pelayanan, adalah...

1

A. Angka-angka statistik pertumbuhan jemaat dan keuangan.

2

B. Ketaatan kepada Majelis Sinode dan Klasis.

3

C. Kesetiaan kepada Firman Tuhan, hidup kudus, dan komitmen menjaga integritas.

4

D. Kemampuan Pendeta untuk menjadi "The Wounded Healer" (Penyembuh yang Terluka).

7

Multiple Choice

6. Nilai Diri Pendeta yang sehat, idealnya, bersumber dari pemahaman bahwa...

1

A. Nilainya terletak pada jabatan dan karir yang ia raih dalam struktur gereja.

2

B. Ia adalah hasil usaha manusia yang berhasil memenuhi tuntutan profesi.

3

C. Ia bersumber dari Allah yang merancang, memanggil, dan mengutus, dan ia diciptakan segambar dan serupa dengan Yesus Kristus.

4

D. Ia memiliki kompetensi dan wibawa moral tertentu yang diperoleh saat penahbisan.

8

Multiple Choice

7. Gaya hidup yang tidak konsisten, yang dapat menjadikan Pendeta sulit dipercaya ketika memberitakan Injil, digambarkan melalui perilaku...

1

A. Bekerja keras dalam pelayanan sehingga sering jatuh sakit.

2

B. Melakukan disiplin rohani secara rutin tetapi tidak menuntut hal yang sama dari jemaat.

3

C. Menjalani gaya hidup tidak disiplin, hedonis, dan konsumtif, padahal menuntut kesederhanaan dari jemaat.

4

D. Memiliki nilai diri yang sehat, tetapi mengukur jabatan dengan uang.

9

Multiple Choice

8. Dalam etika kehidupan rohani, Pendeta dituntut untuk memelihara kehidupan spiritual melalui penyembahan pribadi (devosional). Hal ini diwujudkan melalui...

1

A. Berkhotbah dan mengajar yang dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah.

2

B. Perenungan Firman dan doa secara rutin.

3

C. Memperoleh gelar pendidikan teologi yang memadai.

4

D. Berperilaku ramah, rendah hati, dan menjaga relasi formal dan informal.

10

Multiple Choice

9. Konsep "The Wounded Healer" (Penyembuh yang Terluka) dapat diterapkan dalam konteks khusus dalam rumah tangga pendeta, yaitu ketika...

1

A. Pendeta menghadapi godaan seksual namun berhasil mengatasinya.

2

B. Pendeta telah belajar dari kegagalan dan luka-lukanya sendiri (misalnya perceraian) setelah melewati tahapan pastoral yang serius, dan ia bukanlah penyebab perceraian.

3

C. Pendeta berhasil menjaga kekudusan pernikahan dan menjadikannya teladan di tengah jemaat.

4

D. Pendeta berhasil memulihkan anggota jemaat yang mengalami trauma rumah tangga.

11

Multiple Choice

10. Dalam etika pengelolaan keuangan, hal yang menjadi prinsip dasar tanggung jawab pengelolaan keuangan rumah tangga Pendeta adalah...

1

A. Kemampuan mendapatkan pemasukan tambahan melalui pekerjaan lain yang tidak mengganggu pelayanan.

2

B. Bagian dari disiplin spiritual.

3

C. Keterampilan menghindari lilitan utang dengan meminjam dari anggota jemaat.

4

D. Memenuhi kewajiban finansial tanpa perlu komitmen persepuluhan.

12

Multiple Choice

11. Pendeta dalam melaksanakan tugas pelayanan pastoralnya rentan terhadap godaan seksual. Oleh karena itu, integritas moral menuntut Pendeta untuk...

1

A. Tetap menjadi pelayan Yesus Kristus di dalam rumahnya sendiri, bagi keluarganya.

2

B. Menghindari konseling pastoral pribadi, terutama lintas gender.

3

C. Hanya fokus pada tugas berkhotbah dan mengajar.

4

D. Menghindari relasi dengan anggota jemaat yang memiliki persoalan rumah tangga.

13

Multiple Choice

12. GMIT mengarahkan Pendeta untuk menjalankan Model Kepemimpinan Hamba, sebagaimana Yesus Kristus menyebut diri-Nya Diakonos (Mat. 20:28; Luk. 22:27). Otoritas Pendeta dalam model ini terletak pada...

1

A. Jabatan organisasi dan kekuasaan yang dimilikinya.

2

B. Keputusan Pendeta sendiri yang lebih tinggi dari kemajelisan.

3

C. Panggilan mewujudkan fungsi Raja, Nabi, Imam yang berpusat pada Kristokrasi.

4

D. Tuntutan kepatuhan dari jemaat yang dilayani.

14

Multiple Choice

13. Dalam tugas Konseling Pastoral, komitmen etis kerahasiaan merupakan aturan yang tegas. Namun, kerahasiaan tersebut dapat diungkapkan jika...

1

A. Konseli memberikan bayaran atas pelayanan yang dilakukan.

2

B. Pendeta hanya berdua dengan konseli dalam ruang tertutup.

3

C. Kasus tersebut menuntut pengungkapan agar tidak ada orang yang dirugikan dan/atau diwajibkan hukum.

4

D. Diperlukan untuk membandingkan pengalaman konseli dengan pengalaman Pendeta lain.

15

Multiple Choice

14. Etika dalam persiapan khotbah yang harus dihindari oleh Pendeta mencakup...

1

A. Melakukan eksegese yang keliru.

2

B. Mengambil dan mengakui khotbah atau pengalaman orang lain sebagai milik pribadi (plagiarisme).

3

C. Mengutip langsung dari internet tanpa pengakuan sumber.

4

D. Semua jawaban di atas benar.

16

Multiple Choice

15. Mengenai pelayanan penuh waktu, Pendeta dilarang untuk merangkap jabatan sebagai Pendeta dan profesi lain, seperti politisi atau pengusaha. Namun, ia diperbolehkan melakukan pekerjaan rutin lain yang juga digaji jika...

1

A. Pekerjaan tersebut tidak mengganggu jadwal tugas pokok Pendeta.

2

B. Pekerjaan tersebut hanya dilakukan di luar jemaat.

3

C. Dengan sepengetahuan dan persetujuan Majelis Jemaat, Klasis, dan Sinode secara resmi berdasarkan keputusan persidangan majelis lingkup.

4

D. Pekerjaan tersebut digunakan untuk menutupi kegagalan mengelola keuangan keluarga.

17

Multiple Choice

16. Mengacu pada Etika Kependetaan terkait kawan sepelayanan, tindakan yang harus dihormati Pendeta saat peralihan pelayanan di suatu jemaat adalah...

1

A. Menyatakan bahwa pekerjaan pendeta terdahulu atau yang akan datang salah atau tidak alkitabiah.

2

B. Menghindari relasi kerja sama dan bersaing demi mendapatkan penghormatan lebih dari jemaat.

3

C. Tidak memberikan pelayanan profesional di jemaat yang dilayani oleh pendeta lain tanpa sepengetahuan atau persetujuan pendeta setempat.

4

D. Mengutamakan siapa yang dipuji dan direndahkan oleh jemaat saat membandingkan pendeta lama dan baru.

18

Multiple Choice

17. Dalam Etika Kependetaan, Pendeta dilarang keras untuk meminta bayaran tambahan atas pelayanan khusus tertentu. Pelayanan yang dimaksud meliputi...

1

A. Konseling pastoral pribadi.

2

B. Pengajaran atau pembinaan pra-nikah.

3

C. Sakramen, pemberkatan nikah, penguburan, dan syukur dalam jemaat.

4

D. Berkhotbah sebagai penghargaan atas profesionalitas di luar jemaat.

19

Multiple Choice

18. GMIT menekankan Pendeta untuk menjalankan perannya di bidang politik sebagai yang menjaga moralitas publik. Dalam konteks ini, Pendeta GMIT secara umum memilih sikap ‘netral’ dan dilarang keras untuk terlibat dalam...

1

A. Lobi politik dalam rangka kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

2

B. Politik Moral.

3

C. Menjadi Tim Sukses, Anggota Partai Politik, atau Aktif Terlibat dalam Kampanye Politik Partai.

4

D. Edukasi dan Pendampingan Pastoral terkait pemahaman politik.

20

Multiple Choice

19. Dalam kaitannya dengan pengelolaan keuangan jemaat, Pedeta memiliki batasan yang ketat, yaitu...

1

A. Pendeta wajib memegang kas jemaat agar keuangan dikelola secara transparan..

2

B. Pendeta harus selalu mendahulukan bayaran atau gaji sebelum pelayanan.

3

C. Pendeta tidak boleh menyalahgunakan jabatan untuk mengatur keuangan jemaat di luar keputusan majelis jemaat atau mencampuri urusan keuangan secara langsung.

4

D. Edukasi dan Pendampingan Pastoral terkait pemahaman politik.

21

Multiple Choice

20. Salah satu tujuan utama dari Kode Etik adalah untuk menunjang dan melindungi tiap Pendeta. Perlindungan ini berfungsi untuk menghindarkan Pendeta dari...

1

A. Tugas berkhotbah yang menuntut persiapan yang memadai.

2

B. Godaan atau tekanan anggota jemaat untuk melanggar dan terjerumus ke dalam jurang kesalahan.

3

C. Keharusan untuk terus-menerus diperlengkapi dengan kapasitas moral dan etika.

4

D. Kewajiban untuk selalu mempertimbangkan etika dalam pelayanan.

​Haloo

By maria birelogo

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE