Search Header Logo
​Model dan Pendekatan Evaluasi Bimbingan Konseling

​Model dan Pendekatan Evaluasi Bimbingan Konseling

Assessment

Presentation

Education

University

Practice Problem

Hard

Created by

Nabila Qurrotu Aini

FREE Resource

11 Slides • 1 Question

1

​Model dan Pendekatan Evaluasi Bimbingan Konseling

By Nabila Qurrotu Aini

2

Jenis Evaluasi Layanan BK

  • Evaluasi Proses

  • Evaluasi Hasil

3

Multiple Select

Berikut ini merupakan jenis evaluasi BK.

1

Evaluasi proses

2

Evaluasi hasil

3

Evaluasi capaian

4

Evaluasi kinerja

4

Evaluasi Proses

  • Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil

    penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung.

  • Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegiatan

    bimbingan dan konseling.

  • Guru BK membandingkan keberhasilan pelaksanaan program dengan standar-

    standar program yang telah ditetapkan sebelumnya.

5

Evaluasi hasil

  • Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya.

  • Evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang dicapai oleh peserta didik yang menjalani pelayanan bimbingan dan konseling.

  • Berorientasi pada tingkat pengentasan masalah dan tugas perkembangan peserta didik/konseli.

    • Pemahaman diri, sikap, dan perilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi/topik/masalah yang dibahas.

    • Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau materi/topic/masalahi yang dibahas.

    • Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka mewujudkan upaya pengembangan potensi dan pengentasan masalah.

6

Prosedur Evaluasi

  1. Fase Persiapan

  2. Fase Persiapan Alat atau Instrumen Evaluasi

  3. Fase Pelaksanaan Kegiatan Evaluasi

  4. Fase Menganalisis Hasil Evaluasi

  5. Fase Penafsiran atau Interpretasi dan Pelaporan Hasil Evaluasi

7

Fase 1: Persiapan

  • Kegiatan utama: Penyusunan kisi-kisi evaluasi.

  • Langkah 1: Penetapan Aspek yang Dievaluasi

    • Penentuan dan perumusan masalah/tujuan

    • Program kegiatan bimbingan

    • Personil

    • Fasilitas dan administrasi bimbingan

    • Pembiayaan

    • Partisipasi personIl

    • Proses kegiatan

Prosedur Evaluasi

8

Fase 1: Persiapan (lanjutan)

  • Langkah 2: Penetapan kriteria keberhasilan evaluasi.

  • Langkah 3: Penetapan alat-alat atau instrumen evaluasi.

    • Contoh: Check list, observasi, tes situasi, wawancara, angket.

  • Langkah 4: Penetapan prosedur evaluasi.

    • Contoh: Penelaahan kegiatan, penelaahan hasil kerja, konferensi kasus, lokakarya.

  • Langkah 5: Penetapan tim penilaian atau evaluator.

    • Contoh: Koordinator BK, kepala sekolah, tim BK, konselor.

Prosedur Evaluasi

9

Fase 2: Persiapan Alat/Instrumen

  • Memilih alat yang ada atau menyusun/mengembangkan alat evaluasi.

  • Penggandaan alat instrumen.

Fase 3: Pelaksanaan Kegiatan

Melaksanakan kegiatan evaluasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Fase 3: Menganalisis Hasil

  • Pengolahan data hasil evaluasi mengacu pada jenis datanya.

  • Kegiatan: Tabulasi data dan analisis hasil (melalui statistik atau nonstatistik).

Fase 4: Pelaksanaan Kegiatan

  • Pengolahan data hasil evaluasi mengacu pada jenis datanya.

  • Kegiatan: Tabulasi data dan analisis hasil (melalui statistik atau nonstatistik).

Prosedur Evaluasi

10

Fase 5: Interpretasi dan Pelaporan

  • Interpretasi:

    • Membandingkan hasil analisis data dengan kriteria penilaian keberhasilan.

    • Diinterpretasikan dengan menggunakan kode-kode tertentu.

  • Pelaporan:

    • Hasil kemudian dilaporkan.

    • Digunakan dalam rangka perbaikan atau pengembangan program layanan bimbingan konseling.

Prosedur Evaluasi

11

Prinsip Evaluasi

  • Evaluasi harus ditujukan untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan cukup efektif atau harus diubah.

  • Prinsip-prinsip dalam melakukan Monev (Monitoring dan Evaluasi):

    • Objektif: Dilakukan atas dasar indikator yang disepakati tanpa tendensi apriori.

    • Transparan (keterbukaan): Dilakukan terbuka dan diinformasikan kepada pihak terkait.

    • Partisipatif: Melibatkan secara aktif dan interaktif para pelaku.

    • Akuntabilitas (tanggung gugat): Dapat dipertanggungjawabkan (internal maupun eksternal).

    • Tepat waktu: Sesuai waktu yang dijadwalkan.

    • Berkesinambungan: Hasil evaluasi digunakan sebagai umpan balik penyempurnaan kebijakan berikutnya

12

Terima Kasih

​Model dan Pendekatan Evaluasi Bimbingan Konseling

By Nabila Qurrotu Aini

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE