Search Header Logo

Analisis Cerpen

World Languages

11th Grade

Used 11+ times

Analisis Cerpen
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Cermati penggalan cerpen berikut!

“Tetapi rasa gundah gulanaku kali ini bukan lagi karena mengenang Bang Rizani. Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa. Aku tidak mungkin membohongi naluri keperempuananku. Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu sekejap. Aku merasa bagaikan sepotong pualam yang tidak boleh tergores sedikit pun agar selalu berharga di mata banyak orang”.

Pembuktian tokoh utama , terdapat pada kutipan…

Bukan lagi karena mengenang Bang Rizani

Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa

Selalu berharga di mata banyak orang

Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu sekejap

Bagaikan sepotong pualam yang tidak boleh tergores

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Hingga belasan tahun usia pernikahan kami. Akupun tak kunjung hamil. Kecemasan itupun mulai muncul. Ah sederhana sekali kenapa kecemasan itu datang, buat apa suamiku bekerja siang-malam jika tidak aka nada yang mewarisi seluruh kekayaan ini. Terputusnya garis keturunan keluarga. Kenyataan ini membuatku cemas.


Pendeskripsian watak tokoh aku seorang pencemas dalam kutipan tersebut melalui…

Pandangan tokoh lain

Lingkungan tokoh

Ucapan tokoh

Pikiran tokoh

Dialog antar tokoh

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 1 pt

“Ya Allah, Gusti Allah, Bude,”Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meninggal, ternyata Bude HUmaini masih hidup. Alhamdulillah.”

Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, Tuhan di atas sana. Mengaji membaca AL-Qur’an setiap malamnya yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan mengembalikan ibunya. Segenap penghuni rumah kos itu terhenyak ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa.


Amanat yang terdapat pada kutipan di atas adalah…

Berdoa dan memohon kepada Tuhan yang Maha Esa

Jangan berprasangka kalau tidak tahu yang sebenarnya.

Jangan mengadu kepada orang lain yang tidak tahu masalahnya.

Berempati kepada orang lain lebih baik daripada berprasangka.

Memohonlah kepada Tuhan sambil membaca AL-Qur’an

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

“Ya Allah, Gusti Allah, Bude,”Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meninggal, ternyata Bude HUmaini masih hidup. Alhamdulillah.”

Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, Tuhan di atas sana. Mengaji membaca AL-Qur’an setiap malamnya yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan mengembalikan ibunya. Segenap penghuni rumah kos itu terhenyak ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa.

Watak Astuti dalam kutipan tersebut adalah…

Pendiam

Sabar

Lemah lembut

Mudah berprasangka

Teguh hati

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

“Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampong-kampung tetangganya sudah pada terang semua”.

Penggambaran karakteistik tokoh penggalan cerpen di atas melalui cara…

Teknik analitik langsung

Penggambaran fisik dan perilaku tokoh

Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh

Penggambaran tata kebahasaan tokoh

Pengungkapan jalan pikiran tokoh

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Cermati penggalan cerpen berikut!

“Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati Beban yang menekan pundaknya adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh karyamin dan kawan-kawan”.


Bentuk permainan bahasa yang indah yang menunjukkan gaya bahasa yaitu…

Karyamin, hati-hati, dan licin.

Beban, licin, dan menetes.

Batu kali, keranjang batu, dan jalan tanah.

Karyamin, kawan-kawan, dan pikulan.

Beban, menekan, dan pikulan.

Beban, pikulan, dan menetes

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

“Sekolahku penuh dengan pepohonan yang rindang, hati gunda gulanapun terelakkan ketika menatapnya…”

Pembuktian Latar tempat pada cerita di atas adalah…

Sekolah

Pepohonan

Pohon yang rindang

Hati

Menatap

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?